Kasus Prostitusi Online, Polisi Sebut Artis VA Tak Datang Wajib Lapor

Liputan6.com, Surabaya – Artis VA yang telah menjadi tersangka terkait kasus prostitusi online, tidak memenuhi kewajibannya untuk wajib lapor pada Senin 21 Januari 2019. Kepolisian Daerah Jawa Timur pun siap menjemput paksa artis tersebut jika tak memenuhi janjinya datang pada Jumat 25 Januari 2019 nanti.

“Sesuai konfirmasi dari pengacaranya, VA dipastikan akan datang hari Jumat besok,” kata Kepala Kepolisian Daerah Jatim, Irjen Luki Hermawan di Mapolda Jatim, Senin.

Dia telah meminta penyidik melayangkan surat panggilan tersangka kedua terhadap VA. Namun jika yang bersangkutan tidak hadir lagi, maka akan dilakukan upaya jemput paksa.

“Nanti Jumat besok akan melayangkan panggilan tersangka VA, jika tidak hadir dipanggil lagi, dan kalau tidak hadir lagi maka terpaksa kami jemput paksa,” ujar Luki.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) secara resmi telah menetapkan artis VA sebagai tersangka kasus prostitusi online yang terjadi di Surabaya pada 5 Januari kemarin.

Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan menuturkan bahwa penetapan tersangka artis VA ini berdasarkan rekam jejak digital dari tersangka mucikari ES.

“Dari situ jelas ada foto dan video dan keterlibatan aktif VA dalam prostitusi online. Termasuk penyebaran foto dan video,” tutur Luki di Mapolda Jatim, Rabu 16 Januari 2019.

Dia menegaskan, penetapan artis VA sebagai tersangka itu juga sesuai dengan hasil gelar, dan berdasarkan pendapat dari beberapa ahli.

“Ada ahli pidana, ahli bahasa, ahli ITE dan ahli Kementerian Agama dan MUI dan beberapa bukti yang sangat mengaitkan dalam transasksi komunikasi ini sangat menguatkan saudari VA menjadi tersangka,” tambah Luki.

2 dari 3 halaman

Bukti

Dari hasil penyidikan, Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menemukan foto dan video mesum artis VA. Gambar tak senonoh itu ditemukan dalam ponsel milik mucikari ES. Fakta baru ini terungkap dari hasil penyelidikan digital forensik beberapa hari terakhir.

Selain foto pose telanjang, ada pula video tak pantas dan melanggar norma susila. Foto dan video itu dikirim ke mucikari agar user tertarik dan menggunakan jasa seks VA.

“Ini mungkin sesuatu yang baru dimana yang sebelumnya jadi saksi korban (dalam kasus prostitusi), bisa menjadi tersangka. Ini akan jadi yurisprudensi,” ujar Luki.

Pada perkara ini, VA dijerat Pasal 27 ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pasal itu berbunyi, ‘Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Polisi Beber Bukti Kuat 5 Artis yang Terjerat Prostitusi Online di Surabaya

Liputan6.com, Surabaya – Kepolisian Daerah Jawa Timur mengungkapkan dari 45 artis terlibat pelacuran daring di bawah jaringan germo ES dan TN, ada di antaranya yang masih berusia 19 tahun.

“Ada beberapa nama yang masih berusia 19 tahun. Bahkan, rata-rata usia para artis ini di bawah 30 tahun. Usianya dari 19 sampai 30 tahun,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim di Surabaya, Jumat (11/1/2019).

Barung mengungkapkan, saat ini telah ada tujuh nama oknum publik figur yang sudah teridentifikasi digital forensik terlibat pelacuran daring.

Bertambah dua orang setelah sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan menyebut ada lima publik figur yang memiliki bukti kuat terlibat praktik haram tersebut.

“Daftar artis dan model diduga terlibat prostitusi daring berpotensi bertambah,” ujarnya dilansir Antara.

Dia memastikan daftar 45 artis dan 100 model yang terlibat pelacuran itu didukung data otentik rekam jejak digital daring, mulai dari tempat atau lokasi di hotel, rekaman percakapan hingga terjadinya transaksi pelacuran tersebut.

“Masih ada nama-nama mereka yang beranjak menjadi calon artis dan model diduga juga ikut terlibat prostitusi daring,” ungkapnya.

Polda Jatim sebelumnya menyebutkan, ada 45 artis dan 100 model yang diduga terlibat dalam jaringan pelacuran daring yang dikendalikan muncikari TN dan ES.

Berdasarkan spesialisasi, germo ES mengendalikan 45 artis, dan germo TN membawahi ratusan model untuk dijajakan bagi pria hidung belang.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Satpol PP Kabupaten Bogor merazia indekos dan rumah kontrakan yang diduga jadi tempat mesum oleh pasangan bukan suami istri.

Ade Armando: SAB Tak Terjebak, Dia Paksa Hubungan Khusus dengan RA

Jakarta – Kelompok Pembela Korban Kejahatan Seks (KPKS) heran dengan pernyataan yang menyebutkan bahwa anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Syafri Adnan Baharuddin (SAB) yang disebut mengaku terjebak hubungan khusus dengan asisten pribadinya, RA. Koordinator KPKS Ade Armando menyebut pernyataan itu tak masuk akal.

“Coba saja kita baca chat-chat WA SAB ke RA, sangat jelas di sana bahwa SAB bukanlah pihak yang terjebak melainkan terus berusaha mendesak RA untuk membangun hubungan khusus,” kata Ade Armando kepada wartawan, Jumat (11/1/2019).

Adalah Ketua Dewas BPJS TK, Guntur Witjaksono yang menyebut SAB mengaku terjebak hubungan khusus dengan RA. Menurut Ade, pernyataan Guntur amat tak masuk akal.
Bagi Ade, SAB merupakan orang yang berkuasa atas RA karena menjadi atasan langsung RA. Dia heran bagaimana bisa SAB terjebak oleh RA.

“SAB adalah seorang pria 59 tahun yang sangat dominan, sangat ditakuti di Dewas BPJS TK dan sangat menentukan nasib pekerjaan RA. Lalu bagaimana caranya RA menjebak SAB?” kata Ade.

“Sementara itu, kalau kita membaca chat-chat WA SAB kepada RA, kita akan menemukan berbagai bentuk rayuan global, desakan untuk menikah, ataupun ucapan-ucapan mesum dari SAB kepada RA,” ujar Ade.

Ade berharap Dewas BPJS TK tidak begitu saja percaya pada penjelasan SAB yang menurutnya mengada-ada. Meski demikian, Ade senang bahwa SAB mengakui ada hubungan khusus dengan RA.

“Dewas BPJS TK seharusnya mempelajari secara serius apa yang sesungguhnya terjadi di lingkungan kerja mereka. Dewas BPJS TK turut bersalah bila mengabaikan dan membiarkan terjadinya kejahatan seksual di sana. Paling tidak dia (SAB) sudah mengakui bahwa dia sudah melakukan perilaku tidak patut sebagai pejabat negara dengan bawahannya sehingga layak diberhentikan dari Dewas BPJS TK. Berikutnya, baru perlu dibuktikan bahwa hubungan itu terjadi akibat pemaksaan,” jelas Ade.

Syafri Adnan Bantah Tuduhan Stafnya

Syafri telah menyampaikan bantahannya melakukan pemerkosaan. Bahkan Syafri telah melaporkan balik stafnya ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.

“Berbagai tuduhan yang ditujukan kepada saya tidak benar adanya dan bahkan merupakan fitnah yang keji,” kata Syafri di kesempatan yang sama.

Syafri juga menyatakan sendiri mengundurkan diri agar bisa fokus ke penanganan masalah yang dialaminya.

“Agar saya dapat fokus dalam rangka menegakkan keadilan melalui jalur hukum. Saat ini juga surat kepada Presiden RI sedang diupayakan sampai. Kepada Ibu Menteri Keuangan, Bapak Menteri Tenaga Kerja, kepada Ketua Dewan Jaminan Nasional, kepada Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, kepada Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan,” kata SAB, Minggu (30/12).
(gbr/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Berduaan di Kamar Kos Mahasiswi, Dosen Digrebek Anak Istri

Liputan6.com, Kupang – Seorang dosen di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Kupang, Nusa Tenggara Timur, digrebek istri dan anaknya, saat sedang asyik berduaan bersama seorang mahasiswi di sebuah kamar kos di Jalan Soverdi, Kota Kupang.

Usai digrebek, dosen berinisial LL yang bergelar doktor ini dilaporkan ke Polres Kupang Kota.

Anak lelaki LL, yang berinisial EL, dan ibunya memergoki sendiri ayahnya sedang berada di kos seorang wanita yang diduga sebagai mahasiswi ayahnya itu.

“Ketika kami lewat di Jalan Souverdi, kami lihat sepeda motor milik bapak ada terparkir di halaman kos. Jadi kami langsung masuk dan mendapati bapak ada di dalam kamar kos bersama mahasiswi itu,” ujar EL kepada Liputan6.com, Kamis (10/1/2019).

EL mengaku telah menaruh curiga pada ayahnya karena selalu pulang malam dalam beberapa bulan belakangan. Bahkan sepeda motor milik keluarganya kerap tidak dibawa pulang dengan alasan disewakan kepada rekan kerjanya di kampus.

Belakangan menurut informasi yang didapat EL dari beberapa temannya, sepeda motor milik keluarga itu digunakan oleh salah seorang wanita yang merupakan mahasiswi ayahnya.

Saat memergoki ayahnya yang sedang berduaan di kamar kos mahasiswinya, suasana sempat tegang.

Wanita belia tersebut bahkan menantang ayahnya untuk memilih antara dirinya dan istri yang datang di tempat itu. Bahkan saat akan difoto, wanita tersebut malah sempat mengeluarkan gesture melawan dan berkata yang tidak senonoh.

EL dan ibunya, kemudian langsung menuju SPKT Polres Kupang Kota untuk membuat laporan polisi. 

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tertangkap sedang mesum di rumah kosong, tiga anak punk ditangkap Satpol PP Kabupaten Jombang.

Nurhadi-Aldo, Dari Tukang Pijat Sampai Jadi Pasangan Capres Guyonan

Jakarta – Pasangan calon presiden dan wakil presiden fiktif, Nurhadi-Aldo, menyindir politikus dan pemerintah dengan meme. Siapa di balik Nurhadi-Aldo?

Beberapa pekan terakhir ini, para pengguna media sosial mungkin sulit menghindar dari pasangan calon presiden bernama Nurhadi-Aldo.

Sekilas, poster Nurhadi-Aldo tampak seperti pasangan politikus yang sungguh-sungguh ingin memikat para pemilih: dua pria setengah baya bersongkok, dengan nama partai dan slogan kampanye.

Namun ketika diamati baik-baik, nama Nurhadi ditulis dengan tinta merah pada bagian “DI” dan nama Aldo ditulis merah pada huruf “LDO”. Mereka diusung oleh “Koalisi Indonesia Tronjal Tronjol Maha Asyik”.

Nurhadi-Aldo adalah pasangan calon presiden dan wakil presiden fiktif yang diciptakan oleh sekelompok anak muda yang merasa gerah dengan kampanye hitam yang banyak terjadi di panggung politik Indonesia.

“Di berbagai sosial media sekarang banyak kampanye hitam saling menjelekkan. Masyarakat mulai terkotak-kotak. Nurhadi-Aldo hadir untuk meredam itu, untuk meredam konflik antar kubu,” kata salah satu anggota Tim Sukses Nurhadi-Aldo, saat bicara dengan BBC Indonesia, Kamis (03/01).

Sekitar delapan pemuda usia dari 17-23 tahun yang tinggal di beberapa kota di Indonesia ini tidak ingin disebutkan namanya.

Hanya dalam dua minggu setelah diluncurkan, akun Nurhadi-Aldo di Facebook telah punya lebih dari 81.000 pengikut, 18,600 di Twitter, dan 73.000 di Instagram.

Foto dan meme Nurhadi-Aldo pun dibagikan berulang kali di media sosial. Sebagian besar postingan Nurhadi-Aldo di media sosial mendapat tanggapan meriah berupa ratusan komentar dan reaksi.

Akun ini tak ingin sekadar menjadi akun shitposting, tapi juga punya tujuan. Shitposting adalah aktivitas online yang awalnya dikenal sebagai posting konten yang mengejutkan atau ofensif. Shitposting bisa juga dipakai untuk konten yang “tidak berfaedah”. Kampanye Nurhadi-Aldo adalah cara mereka menyampaikan kritik untuk pemerintah dan politisi di Indonesia.

“Ketika Nurhadi keluar dalam bentuk banyolan, di dalamnya ada pesan untuk masyarakat,” kata dia.

Pesan itu, adalah untuk meminta masyarakat Indonesia tidak gampang dipengaruhi oleh politisi yang membuat warga jadi terpecah belah dan saling bermusuhan.

“Ada banyak yang bisa kita kritik, ada pemerintah, politisi, dari pada berantem sesama rakyat. Karena tidak mengubah apa-apa kalau sesama rakyat saling berantem,” kata dia.

Permusuhan antara rakyat itu, kata dia, terutama bisa diamati melalui media sosial.

“Kalau kita lihat di kolom komentar partai politik, pasti ada debat ini itu. Di kolom komentar Nurhadi-Aldo, tidak ada pertengkaran. Adem ayem, semua orang tertawa”.

Beberapa komentar yang menyinggung pasangan calon presiden dan wakil presiden, segera ditolak oleh pembaca lain.

Akun ini pun kerap kali dikaitkan dengan salah satu calon presiden, dan dituduh sebagai sebuah pengalihan isu.

“Tuduhan ini datang dari kedua kubu. Kami biasa saja, malah kami balas dengan komentar lucu,” kata dia. Mereka pun segera memberikan klarifikasi jika nama Nurhadi-Aldo digunakan untuk politik.

Bpk.Nurhadi tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu,jangan kalian kotori pemilu yang damai ini dengan hoax. mari kita berpolitik yang sehat..
#NurhadiAldo

Tim Sukses yang terdiri atas beberapa pengelola akun candaan, meme dan shitpost ini pun belum pernah bertemu satu sama lain. Setelah memutuskan untuk “berkoalisi”, semua komunikasi dilakukan via online.

“Gerakan ini tanpa modal sama sekali, tapi bisa dikenal banyak orang. Politikus zaman sekarang bisa mengeluarkan dana miliaran, tapi ini nol rupiah. Kami swadaya sendiri, dengan kuota sendiri, wifi sendiri,” kata dia.

Meski demikian, mereka punya pembagian tugas yang jelas. Siapa yang bertugas mendesain, membuat strategi marketing, maupun menjadi editor.

Konten bernada mesum

Sebagian besar konten kampanye Nurhadi-Aldo mengandung konten yang bernada mesum, dari singkatan nama mereka sampai partai pengusungnya.

Tim sukses Nurhadi-Aldo mengakui nada mesum di posting Nurhadi-Aldo adalah salah satu bentuk strategi marketing.

“Dari pengamatan kami di akun media sosial pasangan calon dan politikus, ketika ada orang yang berkomentar sesuatu yang syur, debat itu akan damai dan teralihkan membahas hal-hal syur itu,” kata dia.

Singkatan-singkatan bernada mesum juga dipakai untuk menarik perhatian. Dengan cara ini, mereka yakin bahwa akun Nurhadi-Aldo akan viral.

Selain konten bernada “syur”, Nurhadi-Aldo juga tak segan membahas topik-topik lain yang dianggap sensitif, misalnya tentang isu-isu kiri, legalisasi ganja, maupun isu kristenisasi.

“Karena kami membungkusnya dengan humor. Jadi lucu sih kalau dianggapnya serius. Itu bisa menimbulkan pemikiran baru bahwa pasti ada yang salah kalau bercanda tapi dianggap serius,” kata dia.

Hal-hal yang ingin disampaikan, diselipkan dalam humor, dan pesan pesan tersembunyi dibungkus dalam candaan.

“Meskipun kami menghibur, kami tetap tidak lupa menyampaikan edukasi dan kritik di dalamnya.”

Siapa Nurhadi? Tukang urut dari Kudus

Meskipun Nurhadi-Aldo adalah pasangan fiktif, Nurhadi benar-benar ada. Nurhadi adalah seorang tukang urut yang berasal dari Mejobo, Kabupaten Kudus.

Nurhadi sudah dikenal di komunitas shitposting karena kebiasaannya mempromosikan jasa pijat, dan beraneka macam foto diri.

Dia dipakai sebagai wajah akun Nurhadi-Aldo ini dengan sepengetahuannya, meskipun dia tidak ikut menentukan isi kampanyenya.

“Sebelumnya, saya sendiri sudah menghubungi Pak Nurhadi dan minta izin, menjelaskan bahwa gerakan ini bisa bermanfaat untuk ekonominya,” kata Tim Sukses.

Caranya, Tim Sukses mengurus desain, promosi dan marketing. Nurhadi mengurus produksi dan pemesanan merchandise, dengan mendapatkan semua keuntungan merchandise.

Penjualan merchandise seperti kaos kampanye, diurus langsung oleh Nurhadi dari Kudus. “Kami sepakat dan setuju bahwa ini memang gerakan selain meredam konflik politik tapi juga membantu Pak Nurhadi,” kata dia.

Tim Sukses Nurhadi-Aldo menyatakan tidak mengambil keuntungan finansial dari populernya akun ini. Sedangkan Nurhadi tidak ikut campur dalam program kampanye dan materi yang ada di akun-akun Nurhadi-Aldo.

Adapun Aldo adalah tokoh fiktif. Wajah Aldo adalah gabungan dari wajah seorang politikus dan seorang lain. Sosok Aldo berasal dari guyonan di komunitas shitpost.

Ke depan, Nurhadi-Aldo masih akan tetap mewarnai media sosial. “Ke depan belum tahu, yang jelas kami tetap pada tujuan untuk menghibur dan memberi edukasi. Dan kami akan tetap tidak memihak salah satu calon,” kata dia.

(bbc/ita)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Heboh di Kebumen 2018: Haji Bersepeda Ontel hingga Keluarga Ular Piton

Liputan6.com, Kebumen – Kebumen adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah pesisir selatan. Kotanya cukup kecil, tetapi banyak hal menarik terjadi di wilayah yang berjuluk Kota Santri ini.

Kisah menarik, inspiratif, mengundang tawa hingga duka silih berganti terjadi di Kebumen. Salah satu yang paling menyedot pembaca adalah rangkaian berita soal dua pria yang nekat berangkat haji bersepeda ontel.

Dua pria ini nekat berangkat haji bersepeda ontel lantaran hobinya memang bersepeda. Berbagai pesantren dan makam wali dan ulama di Jawa Tengah dan Jawa Barat telah mereka singgahi dengan bersepeda.

Berbekal paspor, mereka pun memulai perjalanan pada akhir semester pertama tahun 2018. Belakangan mereka gagal ke Makah dan Madinah. Regulasi haji membuat kedua orang ini tertahan di ujung pulau Sumatera.

Kemudian, ada pula rangkaian kisah keluarga di Kebumen yang hidup bersama dengan 10 ekkor ular piton. Ukurannya tak main-main, bahkan ada yang beratnya nyaris 300 kilogram.

Ular-ular berukuran raksasa ini pun akrab dengan santri-santri kecil yang mengaji, tepat di depan rumah si pemilik ular. Dengan pengawasan si pemilik sekaligus pawang ular ini, anak-anak bebas membelai dan kadang berusaha menggendong ular yang lebih besar dari tubuh bocah mungil ini.

Kemudian, berikutnya ada berita soal Polwan cantik yang lihai berselawat serta bersuara merdu. Polwan ini seolah mereprestansikan Kebumen yang memiliki slogan Beriman berjulukan Kota Santri.

Lantas, meski kota kecil. Peristiwa tragis hingga mesum pun tetap terjadi di Kebumen. Ada peristiwa pembunuhan dipicu tabiat istri yang permintaannya di atas kemampuan suami, hingga penggerebekan pasangan mesum yang bikin geli polisi.

Berikut 5 berita heboh Kebumen sepanjang 2018:

Hakim Anak Hakim Agung Chat Mesum dengan Kolega, MA: Manusiawi

Jakarta – Mahkamah Agung (MA) mengatakan kasus pelanggaran etik yang yang dilakukan oleh hakim DA merupakan hal yang manusiawi. Meskipun DA merupakan anak seorang hakim agung. Menurutnya karakter setiap orang berbeda, bahkan dalam satu ikatan keluarga sekalipun.

“Itu manusiawi. Udah disampaikan oleh Yang Mulia itu kan manusiawi, meski lahir dari rahim yang sama tentunya setiap karakter pasti beda,” ujar Kepala Biro Humas MA, Abdullah di gedung MA, Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/12/2018).

Hakim DA saat ini telah menjalani sanksi dengan dinonpalukan. Seluruh tunjangan dihilangkan, kecuali gaji pokok sebagai aparatur negara. Sanksi tersebut dijatuhkan selama dua tahun, DA juga akan mengalami pembinaan selama menjalani sanksinya.

“Itu dinonpapulkan jadi dia udah dikasih sanksi tunjangan jabatannya tunjangan semuanya habis, hanya gaji pokok PNS saja. Jadi DA sudah dijatuhi sanksi selama dua tahun tapi di Aceh, di sana dilakukan pembina mental spitirtual kemudian juga disiplin kemudian juga didekatkan dengan istrinya,” ucap Abdullah.

Sebelumnya KY merekomendasikan agar DA diberhentikan. Bukan karena mengesampingkan rekomendasi tersebut, Abdullah menjelaskan hukuman disipilin itu sudah merupakan hasil musawarah antara MA dengan Komisi Yudisial (KY). Jadi tidak bisa dijatuhkan hukuman dua kali.

“Menurut perumusan bersama KY dan MA seseorang itu kan tidak boleh dijatuhi hukuman dua kali, kalau sudah dijatuhi sanksi ya sanksi aja, itu bukan hanya pelanggaran etik, ada pelanggaran disiplin juga,” katanya.

Meski begitu, dengan hukuman tersebut pun akan otomatis berjalan selamanya. Lantaran dengan adanya riwayat pelanggaran etik, seorang hakim akan susah memperbaiki rekam jejaknya, apalagi untuk melakukan promosi.

“Hukuman disiplin ini sudah merupakan ganjaran ke masa depan, orang yang sudah melanggar disiplin sudah sulit sekali melakukan promosi, karena dengan adanya sikap informasi kepegawaian begitu di klik namanya sudah keluar semua apa yang dilanggar, sebetulnya juga sama dengan hukuman selamanya tidak hanya sekarang saja. Begitu mau promosi muncul lagi tandanya. Jadi sulit.” ungkap Abdullah.
(eva/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>