Dituduh Terlibat Skandal Video Mesum Jung Joon Young, Ini Kata Kakak Yuri SNSD

Liputan6.com, Seoul – Skandal video mesum yang diambil dari kamera tersembunyi, kini tak hanya menjerat Seungri Bigbang dan Jung Joon Young. Publik Korea Selatan ramai-ramai berspekulasi siapa saja yang terlibat dengan skandal ini.

Salah satu yang kecipratan getahnya, adalah Kwon Hyuk Joon, kakak dari Yuri SNSD. Muncul spekulasi bahwa ia adalah salah satu anggota dalam grup chat tempat beredarnya video mesum tersebut.

Dalam acara I Live Alone, ia memang pernah diperkenalkan sebagai salah satu teman Jung Joon Young.

Dilansir dari Soompi, Selasa (12/3/2019), ia menjawab sejumlah komentar warganet di Instagram pribadinya yang menyebut bahwa ia terlibat dalam kasus Jung Joon Young ini. 

Halo kamu yang berlindung di balik bayangan anonimitas. Aku dengan bersungguh-sungguh bekerja sama dalam semua investigasi, dan menurutku kamu tidak punya hak untuk menghakimi apakah aku harus menegakkan kepala atas tindakan kriminal yang dilakukan,” tutur Kwon Hyuk Joon. 

Komnas Perempuan Minta Polda Jatim Kabulkan Penangguhan Penahanan Artis VA

Liputan6.com, Jakarta Komisioner Komnas Perempuan, Sri Nurherwati mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Timur (Jatim) untuk menemui tersangka kasus dugaan pornografi, artis VA. Usai menjenguk artis VA dan berdiskusi dengan penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, Komnas Perempuan meminta penyidik Polda Jatim untuk mengabulkan penangguhan Penahanan terhadap artis VA.

“Yang harus menjadi pertimbangan dalam kebijakan Polda Jatim yakni bisa mengabulkan penangguhan penahanan. Karena sebagai pertimbangan pemulihan kondisi psikis korban kasus prostitusi,” tuturnya di Mapolda Jatim, Kamis (28/2/2019).

Menurutnya, dalam paripurna Komnas Perempuan, terakhir melihat bahwa perempuan yang ada di dalam kasus prostitusi merupakan korban yang dilacurkan. Sehingga apapun status hukumnya penyidik tetap memberikan haknya sebagai korban.

“Mempertimbangkan dan mengabulkan dengan melihat kapasitasnya sebagai korban yang dilacurkan,” katanya.

Dia mengatakan, seharusnya yang paling penting untuk segera dilakukan penindakan adalah muncikari dan user atau pelanggan artis VA. Alasannya, mereka lah yang membuat jeratan terjadinya tindak pidana prostitusi.

“Sedangkan perempuan selalu menjadi korbannya. Ini yang perlu diperhatikan,” ucapnya.

Dalam kunjungannya ke Polda Jatim, ia sempat bertemu dengan artis VA dan bincang bincang dengan penyidik berkaitan dengan modus yang kerap dilakukan muncikari dalam menjerat korbannya kedalam pusaran prostitusi.

“Komnas Perempuan akan terus memantau dan menyikapi kasus kasus yang berkaitan dengan perempuan. Dan kami juga mengajak masyarakat untuk tetap mendukung pemulihan korban agar kasus prostitusi bisa dihentikan,” ujarnya.

Komnas perempuan juga mendorong pengesahan RUU penghapusan kekerasan seksual. Sehingga kasus seperti ini tidak lagi terjadi di Indonesia.

2 dari 3 halaman

Tanggapan Polisi

Menanggapi permintaan Komnas Perempuan mengenai penangguhan penahanan artis VA, Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Achmad Yusep Gunawan menyampaikan bahwa pihaknya masih mempertimbangkan apa yang menjadi masukan dari Komnas perempuan.

“Kita akan maksimalkan sesuai dengan harapan Komnas maupun pemerhati, selama tidak menganggu kepentingan penyidikan,” ujar polisi pelopor E-Tilang tersebut.


Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menuturkan bahwa penetapan tersangka VA ini berdasarkan rekam jejak digital dari tersangka mucikari ES. “Dari situ jelas ada foto dan video dan keterlibatan aktif VA dalam prostitusi online. Termasuk penyebaran foto dan video,” tutur Luki di Mapolda Jatim, Rabu 16 Januari 2019.

Luki menegaskan, penetapan VA sebagai tersangka itu juga sesuai dengan hasil gelar, dan berdasarkan pendapat dari beberapa ahli.

“Ada ahli pidana, ahli bahasa, ahli ITE dan ahli Kementerian Agama dan MUI dan beberapa bukti yang sangat mengaitkan dalam transasksi komunikasi ini sangat menguatkan saudari VA menjadi tersangka,” tambah Luki.

Luki menyatakan akan membuat surat panggilan kepada VA terkait status barunya yang kini naik menjadi tersangka. “Kami layangkan untuk Senin. kami undang yang bersangkutan untuk hadir ke Polda Jatim,” sambungnya.

Dari hasil penyidikan, Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menemukan foto dan video mesum artis VA. Gambar tak senonoh itu ditemukan dalam ponsel milik mucikari ES. Fakta baru ini terungkap dari hasil penyelidikan digital forensik beberapa hari terakhir.

Selain foto pose telanjang, ada pula video tak pantas dan melanggar norma susila. Foto dan video itu dikirim ke mucikari agar user tertarik dan menggunakan jasa seks VA.

“Ini mungkin sesuatu yang baru dimana yang sebelumnya jadi saksi korban (dalam kasus prostitusi), bisa menjadi tersangka. Ini akan jadi yurisprudensi,” ujar Luki.

Dalam perkara ini, VA dijerat Pasal 27 ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pasal itu berbunyi, ‘Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Top 3 Berita Hari Ini: Tepergok Mesum di Masjid, ABG di Aceh Kenyang Cacian

Liputan6.com, Aceh – Top 3 berita hari ini, perbuatan tak senonoh dilakukan sepasang muda mudi di Aceh saat azan magrib akan berkumandang. Keduanya tertangkap basah lewat video amatir yang mengabadikan adegan mesum tersebut di atas bangunan sebuah masjid.

Oleh warga setempat keduanya diketahui berinisial M (16), warga Kecamatan Pulo, dan D (17), warga Kecamatan Padang Tiji. Aksi ABG ini sempat viral di media sosial. Bahkan tak sedikit warganet yang mencaci maki keduanya lantaran melakukannya di tempat ibadah.

Sementara itu, grup musik gambus Sabyan mampu menyihir warga Garut dengan lantunan suara Nissa sang vokalis di tengah-tengah para simpatisan pendukung paslon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Menurut Edhi Prabowo, salah satu anggota tim pemenangan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, kunjungan artis Nissa Sibyan merupakan upaya untuk menarik simpati masyarakat Garut terutama dari kalangan generasi milenial. 

Di Kediri, seorang siswi SMP disetubuhi oleh pria yang baru sehari dikenalnya di kamar kosn pelaku, Sebelum melakukan aksi bejatnya, tersangka mencekoki remaja berusia 15 tahun itu dengan minuman keras. 

Atas perbuatannya, pelaku GW (23) dijerat dengan Undang Undang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.


Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini

1. ABG di Aceh Tepergok Mesum di Atap Masjid

Foto: Istimewa/ Rino Abonita

Pasangan muda-mudi ini berbuat mesum di Masjid Baitul Muttaqin, Kampung Suka Damai, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, pada Minggu, 24 Februari 2019. Warga yang telah mengendus gerak-gerik mereka menangkap basah keduanya tengah melakukan adegan ranjang di atas atap masjid.

Kedua pelaku awalnya tidak menyadari seseorang tengah merekam aksi mereka. Yang perempuan terperanjat menyusul pasangannya bersegera membetulkan ritsleting celana ketika mereka sadar ada yang merekam.

Warga yang geram sempat memberi bogem mentah ke pasangan laki-laki yang rupanya masih belum cukup umur. Sementara pasangannya, satu tahun lebih tua darinya.

Selengkapnya…

2. Lantunan Nissa Sabyan di Pangggung Kampanye Garut

Penyanyi Nissa Sibyan dalam konferensi pers di depan media di Garut (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Lantunan nada penyanyi syair arab, Nissa Sabyan mampu menyejukan telinga masyarakat Garut, Jawa Barat. Meskipun dalam kampanye capres nomor urut 02, tetapi lagu yang dinyanyikan grup musik gambus Sabyan ini mampu mendamaikan suasana pilpres.

Selama ini, menurut tim pemenangan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, sumbangsih dukungan suara masyarakat Garut terhadap Prabowo cukup besar. Dibuktikan dalam pemilihan Presiden 2014 lalu, Prabowo mampu mengungguli raihan suara Jokowi hingga 70 persen.

Dengan kondisi itu, tim relawan pemenangan Prabowo masyarakat Garut, menargetkan raihan suara hingga 80 persen di Pilpres 2019 untuk pasangan nomor urut dua tersebut. 

Selengkapnya…

3. Baru Kenal Sehari, Siswi SMP Dicekoki Miras dan Disetubuhi hingga Hamil

Ilustrasi: Pencabulan | via: kaskus.co.id

Seorang siswi SMP di Kota Kediri Jawa Timur yang baru berusia 15 tahun dicekoki minuman keras (miras), lalu disetubuhi seorang pria yang baru sehari dikenalnya.

Usai menyetubuhi korban, pelaku GW (23) yang juga penghuni kos di Kelurahan Setono Pande Kota Kediri tersebut melarikan diri.

GW harus mengakhiri pelarianya, saat petugas berhasil menangkapnya saat turun dari bus di Terminal Baru Kelurahan Tamanan Kota Kediri. Selanjutnya pelaku digelandang ke kantor polisi.

“Karena ulah pelaku saat itu, korban akhirnya hamil,” kata Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Andy Purnomo. 

Selengkapnya…

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

ABG di Aceh Terciduk Mesum di Masjid, KPAI Ingatkan Peran Guru dan Keluarga

Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan kasus remaja yang terciduk sedang mesum di atas lantai dua Masjid Jamik, Saree, Aceh Besar. KPAI menilai tindakan asusila tidak dibenarkan di manapun tempatnya, apalagi di tempat ibadah.

“Ini hal yang tak boleh terjadi,” ujar Ketua KPAI Susanto saat dihubungi, Senin (25/2/2019).

Dalam kasus ini, Susanto mengingatkan agar tak ada pihak yang main hakim sendiri terhadap dua remaja tersebut. KPI menyoroti peran keluarga dan guru, serta kontrol masyarakat agar generasi muda tak melakukan tindakan penyimpangan.

“Kasus ini tentu harus menjadi evaluasi bersama, penguatan pengasuhan dalam keluarga, kontrol masyarakat, peran guru perlu ditingkatkan agar anak tidak melakukan hal yang tak patut,” kata dia.

Sebelumnya, dua remaja berusia 16 tahun dan 17 tahun kepergok warga sedang mesum di atas lantai dua Masjid Jamik. Video keduanya pun viral di media sosial.

Sat Pol PP dan WH Aceh Besar sudah menangkap dua remaja itu. Penangkapan berawal dari kecurigaan warga terhadap gerak-gerik keduanya. Saat itu, jemaah masjid baru siap melaksanakan salat magrib.

“Mereka ditangkap semalam pukul 19.30 WIB,” kata Kasat Pol PP dan WH Aceh Besar M Rusli saat dimintai konfirmasi detikcom.

Kedua remaja tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Lembah Seulawah untuk diamankan. Namun karena warga juga ingin mendatangi Polsek, pasangan tersebut dibawa ke Mapolres Aceh Besar untuk mencegah hal buruk terjadi pada kedua remaja tersebut.

“Tadi malam sekitar pukul 03.00 WIB, keduanya kita bawa ke Satpol PP dan WH Provinsi. Sementara mereka ditahan di sana karena di Satpol PP-WH Aceh Besar fasilitasnya kurang memadai,” ungkapnya.
(idn/aud)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bejat Moral ABG Aceh Mesum di Atap Masjid

Banda Aceh – Sepasang anak baru gede (ABG) tepergok tengah mesum di Masjid Jamik, Saree, Aceh Besar. Peristiwa ini sempat membuat heboh dan emosi warga.

Dirangkum detikcom, Senin (25/2/2019), peristiwa ini berasal dari kecurigaan warga. Kedua ABG ini pergi ke lantai dua masjid di saat jemaah akan salat magrib.

“Keduanya masih di bawah umur. Yang cowok berusia 16 tahun dan cewek 17 tahun. Mereka ditangkap semalam pukul 19.30 WIB,” kata Kasat Pol PP dan Wilayatul Hisbah (WH/polisi syariat) Aceh Besar M Rusli saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (25/2/2019)


Warga yang curiga kemudian mengecek ke lokasi karena curiga. Warga menemukan keduanya tengah berhubungan badan.

Aksi bejat tak bermoral itu sempat direkam warga. Saat ditangkap, remaja laki-laki sempat mencoba kabur.

“Waktu itu warga cukup ramai dan yang cowok sempat dipukul,” jelas Rusli.

Saat ini keduanya ditahan di kantor Satpol PP dan WH Aceh. Sebab fasilitas di Aceh Besar tidak memadai. Rencananya, kedua ABG ini akan diserahkan ke penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Aceh.

Setelah ditahan, keduanya diperiksa penyidik Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH/polisi syariat). Namun penyidik masih mengkaji dulu apakah keduanya dapat dikenakan Qanun Jinayah dengan ancaman hukuman cambuk.

“Kayaknya tidak bisa dikenakan Qanun Jinayah karena masih di bawah umur. Tapi kita lihat dulu proses di penyidik. Mungkin dikenakan sanksi adat. Mungkin,” kata Rusli.

Kasat Pol PP dan WH Aceh Dedy Yuswadi mengatakan hukuman yang bakal dikenakan terhadap keduanya juga bergantung pada hakim atau penyidik. Jika dinilai cukup barang bukti, kasusnya akan diserahkan ke Jaksa.

“Itu tergantung hakim. Nanti (tergantung) diproses di penyidik juga. Kalau cukup alat bukti mungkin diserahkan ke jaksa, jaksa yang meneruskan ke pengadilan,” jelas Dedy.
(jbr/idn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Duh! Sepasang ABG di Aceh Terciduk Mesum di Masjid

Banda Aceh – Sepasang remaja kepergok warga saat tengah asyik mesum di atas lantai dua Masjid Jamik, Saree, Aceh Besar. Video keduanya berhubungan badan viral di media sosial.

“Keduanya masih di bawah umur. Yang cowok berusia 16 tahun dan cewek 17 tahun. Mereka ditangkap semalam pukul 19.30 WIB,” kata Kasat Pol PP dan WH Aceh Besar M Rusli saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (25/2/2019).

Penangkapan warga Aceh Besar dan Pidie ini berawal dari kecurigaan warga terhadap gerak-gerik keduanya. Saat itu, jemaah masjid baru siap melaksanakan salat magrib.

Tiba-tiba melihat keduanya naik ke lantai dua masjid. Warga yang curiga kemudian mengecek. Ketika disamperin masyarakat, keduanya tengah berhubungan badan.
Beberapa warga merekam aksi mesum pasangan anak baru gede (ABG) tersebut. Setelah itu, baru ditangkap. Sang pria sempat mencoba kabur.

“Waktu itu warga cukup ramai dan yang cowok sempat dipukul,” jelas Rusli.

Kedua remaja tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Lembah Seulawah untuk diamankan. Namun karena warga juga ingin mendatangi Polsek, pasangan tersebut dibawa ke Mapolres Aceh Besar untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan.

“Tadi malam sekitar pukul 03.00 WIB keduanya kita bawa ke Satpol PP dan WH Provinsi. Sementara mereka ditahan di sana karena di Satpol PP-WH Aceh Besar fasilitasnya kurang memadai,” ungkapnya.
(agse/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Komnas Perempuan soal Teror Kelompok Pria Mesum di Karawang: Kriminal!

JakartaKomnas Perempuan menilai teror kelompok pria mesum di Karawang, Jawa Barat, bukan lagi ekshibisionisme (kelainan yang ditandai dengan kecenderungan memperlihatkan hal-hal tak senonoh seperti alat kelamin). Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin menyebut teror tersebut termasuk tindakan kriminal karena dilakukan berkelompok.

“Itu sudah kriminal. Jadi bukan soal ekshibisionis lagi,” kata Mariana saat dimintai tanggapan detikcom, Kamis (21/2/2019).

Teror sekelompok pria mesum kepada murid perempuan sejumlah sekolah terjadi di kawasan Jalan Ahmad Yani, Karawang, Jawa Barat. Salah seorang siswi pernah dibawa ke dalam mobil untuk keliling kota sambil dipaksa melihat pria mesum memainkan alat vital mereka.

Mariana menjelaskan ekshibisionisme merupakan kelainan jiwa. Namun, menurutnya, untuk peristiwa di Karawang, bisa disebut perkosaan.

“(Ekshibisionisme itu) kelainan jiwa. Tapi kalau berkelompok itu sama dengan perkosaan karena memaksa masuk mobil. Ada paksaan dan ancaman berdimensi seksual dan kontak fisik,” jelasnya.

Mariana menyebut sekelompok pria itu menjadikan siswi tersebut sebagai objek untuk memuaskan hasrat seksual mereka.

“Ini bukan sekedar soal kejiwaan atau ekshibisionis, pelaku maksudnya. Unsur lainnya (pelaku) menjadikan perempuan sebagai objek seksual untuk mencapai kepuasannya dalam bentuk ekshibisionis,” ujar Mariana.

Diberitakan sebelumnya, teror ekshibisionis terjadi di Karawang, Jawa Barat, beberapa hari lalu. Sekelompok pria menjadikan murid perempuan sebagai target.

Tindakan tersebut sampai membuat korban trauma. Ada seorang siswi yang pernah dibawa ke dalam mobil untuk keliling kota sambil dipaksa melihat pria mesum memainkan alat vital mereka.

“Meski peristiwa itu terjadi dua tahun lalu, dia kembali trauma karena peristiwa serupa kembali terjadi pada murid lainnya,” kata seorang guru di salah satu SMP negeri di Karawang kepada detikcom, Kamis (21/2).

Dua hari lalu, seorang siswi kelas 8 salah satu SMP Negeri di Karawang hampir jadi korban pria mesum dengan modus serupa. Sore itu, saat pulang sekolah, dua pria turun dari mobil dan menarik tubuh gadis itu ke dalam mobil.

“Beruntung siswi kami bisa melarikan diri setelah menendang perut pria tersebut,” ucap guru tersebut.
(zak/abw)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Inikah Sosok Pembocor Pesan Mesum Orang Terkaya Dunia?

Jakarta – Sosok yang membocorkan pesan-pesan mesum yang dikirim orang terkaya dunia, Jeff Bezos, pada selingkuhannya, Lauren Sanchez, kabarnya telah terungkap. Dia adalah saudara kandung Lauren, Michael Sanchez.

Beberapa sumber mengkonfirmasi pada media Daily Beast, bahwa Michael adalah yang memberikan pesan itu pada National Enquirer, tabloid yang mempublikasikan pesan mesum sang pemilik Amazon. Pengacara AMI, induk National Enquirer, sebelumnya juga telah mengindikasikan hal tersebut.

“Kisah itu diberikan pada National Enquirer oleh sumber yang bisa diandalkan. Dia adalah sumber yang dikenal baik oleh Bezos maupun Sanchez,” sebut sang pengacara, Elkan Abramowitz.

Bezos sendiri telah menyewa penyelidik swasta untuk mencari tahu siapa yang membuat pesannya diumbar. Investigasi itu kini telah selesai yang berarti pelakunya telah diketahui.

Inikah Sosok Pembocor Pesan Mesum Orang Terkaya Dunia?Lauren (tengah) dan Michael (kanan). Foto: istimewa

“Investigasi kami adalah untuk mencari siapa yang pertama kali memberikan pesan itu pada National Enquirer, penyelidikan itu kini sudah selesai,” ujar Gavin de Becker, konsultan keamanan yang disewa Bezos.

Michael Sanchez diketahui pendukung fanatik presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Trump dan Bezos sering berseteru, memunculkan dugaan bahwa pemberitaan National Enquirer bermotif politik. CEO National Enquirer, David Pecker, juga adalah pendukung Trump.

Jika pembocor pesan diduga sudah diketahui, sampai saat ini belum jelas siapa yang membocorkan foto mesum Bezos, yang juga ia kirim ke Lauren Sanchez. Foto itu didapatkan pula oleh Enquirer, tapi tidak dipublikasikan karena dianggap tak pantas.

Bezos menuding Enquirer telah memeras dirinya dengan ancaman akan menerbitkan foto tersebut, kecuali Bezos menghentikan investigasinya dan tidak menuduh Enquirer memiliki motif tertentu, misalnya motif politik.

Bezos memutuskan melawan dan agaknya tidak takut fotonya disebarluaskan. Bagaimanapun, dia adalah sosok berkuasa dan orang dengan uang paling banyak di dunia.

“Apapun hal pribadi memalukan yang bisa disebabkan oleh AMI (induk Enquirer-red) padaku bisa dikesampingkan karena ada banyak hal penting terlibat di sini. Jika dalam posisiku aku tidak bisa bertahan melawan pemerasan semacam ini, berapa banyak orang yang bisa?” tulis Bezos. (fyk/fyk)

Jeff Bezos Angkat Bicara Soal Ancaman Foto Mesum Dirinya

Liputan6.com, Jakarta – Baru-baru ini, Jeff Bezos, CEO Amazon telah menerbitkan postingan pribadi yang mencengangkan di platform Medium.

Pada postingannya tersebut, Bezos secara terang-terangan mengecam David Pecker dan perusahaannya, American Media Inc (AMI)–juga memiliki National Enquirer–karena berusaha melakukan pemerasan.

Alih-alih memenuhi tuntutan mereka, pria terkaya di dunia itu pun mem-publish serangkaian email dari para eksekutif AMI.

Dalam sebuah postingan berjudul “No thank you, Mr. Pecker,” Jeff Bezos mengklaim para eksekutif AMI mengancam akan mempublikasikan sejumlah foto telanjang Bezos dan foto seksi wanita selingkuhannya, yakni Lauren Sanchez.

Foto-foto tersebut tidak akan dipublikasikan bilamana Jeff Bezos setuju untuk secara terbuka, dan membuat pernyataan agar menghentikan penyelidikan terhadap AMI, dengan mengatakan perusahaan tersebut tidak pernah “Termotivasi dan dipengaruhi oleh kekuatan politik.”

Sebagai informasi, National Enquirer adalah media pertama di Amerika Serikat (AS) yang mengungkap skandal Jeff Bezos, yang berujung dirinya bercerai dari MacKenzie.

2 dari 3 halaman

Posting Email Ancaman

Jeff Bezos (AP Photo/Ted S. Warren, File)

Tak ingin tunduk karena ancaman tersebut, Bezos pun kembali memposting artikel lainnya ke Medium.

Pada postingan tersebut, Bezos mengatakan, Pecker dan AMI pernah diinvestigasi karena hubungan mereka dengan pemerintah Arab Saudi dan keterlibatan AMI ke dalam kampanye Presiden Trump 2016.

Pecker dan AMI mendapatkan kekebalan hukum sebagai imbalan setelah bekerja sama dengan investigasi dan mengungkap rincian tentang praktik “catch and kill“.

Praktik ini melibatkan aksi pembelian cerita-cerita yang memberatkan calon kandidat presiden AS ke-45, Donald Trump.

Aksi tersebut dilakukan untuk mencegah publikasi buruk oleh outlet media lain.

3 dari 3 halaman

Awal Mula Seteru Jeff Bezos dan AMI

Jeff Bezos, pendiri dan CEO Amazon. (Foto: Forbes.com)

Lebih lanjut, seteru AMI dan Bezos ini berawal setelah pria terkaya di dunia itu melakukan penyelidikan tentang bagaimana National Enquirer memperoleh pesan teksnya bersama Lauren.

Pengacara perusahaan Amazon sempat membujuk Bezos untuk menutup penyelidikan, karena kemungkinan berujung terhadap taktik “catch and kill” AMI.

Penjelasan lengkap dan bocoran email yang Jeff Bezos ungkap bisa kamu baca di sini.

(Ysl/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Membongkar Tabir Gelap Bisnis Mesum Dunia Maya

Liputan6.com, Jakarta – Polres Metro Jakarta Barat membongkar kasus prostitusi online. Kali ini, kasus prostitusi yang diungkap melibatkan kalangan remaja. Mereka bahkan masih duduk di bangku SMA.

Para pelaku bisnis maksiat ini menyediakan jasa ‘live show’ mesum. Modus ini bisa dibilang baru.

“Sudah kami tangkap para pelakunya dan sedang dalam pemeriksaan intensif,” ungkap Kapolres Metro Jakarta Barat Hengki Haryadi seperti dilansir dari Antara, Minggu 3 Februari 2019.

Polisi mengendus modus ini saat lewat patroli cyber. Lima orang tersangka ditangkap atas kasus ini pada Kamis 31 Januari 2019 lalu. Mereka adalah SH (23), ZJ (23), WN (23), HAM (23), dan RM (23).

Hengki menuturkan, pelaku ini awalnya membuat sebuah grup chat di aplikasi pesan LINE. Mereka kemudian membuat grup bertajuk ‘Show Time’. Hengki mengatakan para anggota dari grup ‘Show Time’ itu dapat menyaksikan pertunjukan mesum dari para perempuan ‎yang sudah dipersiapkan admin grup.

“Lewat aplikasi tersebut, setiap anggota di grup tersebut dapat bisa menikmati pertunjukan langsung mesum yang diperankan oleh model perempuan atau model berpasangan yang sudah dipersiapkan admin grup,” ungkap Hengki.


2 dari 3 halaman

Korban di Bawah Umur

Sementara Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu mengungkapkan pihaknya menemukan anak-anak di bawah umur melayani permintaan ‘Live Show’ ini.

“Dari pelajar SMP sampai SMA. Semuanya ada,” kata Edi.

Selain menerima layanan untuk live show, anak-anak di bawah umur ini juga melayani praktik prostitusi online yang dipesan melalui admin grup.

Tugas admin grup di sini, tambah Edi juga bertindak sebagai muncikari yang mengatur transaksi prostitusi online. Mereka menyediakan perempuan-perempuan yang bisa dipesan oleh anggota grup dan menyiapkan lokasi transaksi.

Dari kelima tersangka, sejumlah barang bukti berhasil diamankan. Di antaranya empat unit ponsel, lima buah akun grup Line, empat akun official Line, 30 lembar capture group Lo, tiga unit CPU, tiga unit laptop, dan satu set perangkat lan dan Wifi.


3 dari 3 halaman

Omset Jutaan Rupiah

Pengungkapan kasus ini tak berhenti pada pengejaran pelaku saja. Polisi juga menelusuri keuntungan yang didapat dari bisnis haram ini.

Berdasarkan informasi yang dikantongi, tercatat ada 500 orang lebih yang sudah ikut dalam grup ‘Live Show’.

“Sudah mencapai 500 orang. Ada pula anggota yang membayar paket jasa layanan ‘live show’ mesum sebesar Rp 1 juta bahkan ada juga yang lebih,” ucap Edi.

Ternyata, tarif bagi pelanggan yang menikmati layanan haram ini berbeda-beda. Para pelaku mematok harga mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

“Admin grup ‘SHOW TIME’ mematok tarif beragam, mulai dari Rp 500 ribu hingga 1 juta rupiah per orang, tergantung dari paket layanan yang diberikan admin,” ujar Edi.

“Tapi untuk booking pelajar sendiri biayanya beda,” kata Kanit Krimsus Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKP Erick Sitepu.


Saksikan video pilihan berikut ini: