Kritik Burnley, David Luiz: Mereka Tak Ingin Bermain Sepakbola

London – Bek tengah Chelsea David Luiz mengkritik taktik Burnley setelah timnya ditahan dengan skor 2-2 dalam lanjutan Liga Inggris. Luiz kesal dengan taktik tim lawan.

Menjamu Burnley di Stamford Bridge, Selasa (23/4/2019) dinihari WIB, Chelsea kecolongan setelah Burnley menciptakan gol pembuka lewat Jeffrey Hendricks di menit kedelapan. N’Golo Kante menciptakan gol balasan untuk tim tuan rumah hanya empat menit kemudian untuk menyeimbangkan kedudukan.

Gonzalo Higuain kemudian menciptakan gol untuk Chelsea guna membalikkan kedudukan. Namun, Burnley kembali mengimbangi usai Ashley Barnes menaklukkan penjagaan Kepa Arrizabalaga.


Di pertandingan itu, Chelsea mendominasi dengan 76% penguasaan bola, yang menciptakan 22 percobaan (9 on target). Sedangkan Burnley secara keseluruhan bermain defensif. The Clarets hanya membuat enam percobaan (tiga on target), bahkan hanya satu tembakan yang dilesakkan di sepanjang 45 menit kedua.

“Kami sudah mencoba segalanya untuk memenangi pertandingan. Sulit ketika Anda bermain melawan sebuah tim yang mempunyai dua peluang dan mencetak dua gol dan tidak ingin memainkan pertandingan,” sembur Luiz usai pertandingan.

“Ini anti-sepakbola. Selalu kehilangan waktu [membuang waktu], terutama ketika Anda menguasai bola. Para pemain mereka jatuh dan menghentikan permainan. Mereka memainkan 11 orang di dalam kotak. Sulit mencetak gol melawan sebuah tim seperti itu,” sambung dia alam wawancaranya dengan Sky Sports.

Dengan hasil seri ini, Chelsea gagal memaksimalkan kesempatan untuk naik ke posisi tiga klasemen sementara usai Arsenal dan Manchester United kalah di akhir pekan. The Blues kini nangkring di peringkat empat dengan 67 poin hasil 35 laga, sama dengan Tottenham Hotspur [3], yang baru akan bertanding Rabu (24/4) dinihari WIB.

Eden Hazard dkk. cuma unggul satu poin dari Arsenal [5] dan tiga poin dari MU [6]. Arsenal berpotensi menyalip Chelsea andai bisa mengalahkan Wolverhampton sementara MU berpeluang membayangi kalau sukses memenangi Derby Manchester. (rin/cas)


Banyak Petugas KPPS Meninggal, Jokowi: Mereka Pejuang Demokrasi

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi turut berduka cita banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia dalam Pemilu 2019. Jokowi menyebut para petugas KPPS tersebut sebagai pejuang demokrasi.

“Saya kemarin sudah menyampaikan ucapan berduka cita yang mendalam atas meninggalnya petugas-petugas KPPS, juga beberapa yang di luar KPPS. Saya kira beliau ini adalah pejuang demokrasi yang meninggal dalam tugasnya,” ucap Jokowi di Rumah Makan Seribu Rasa Menteng Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).

“Sekali lagi atas nama negara dan masyarakat saya mengucapkan duka yang sangat mendalam,” sambungnya.

Sebelumnya, jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia kembali bertambah. Hingga Senin (22/4/2019) sekitar pukul 15.00 WIB, sebanyak 90 petugas KPPS dilaporkan meninggal dunia.

“Terkait jumlah sementara, pukul 15.00 WIB KPPS yang tertimpa musibah 90 orang meninggal dunia, 374 orang sakit,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman di Kantor KPU, Senin (22/4/2019).

Arief mengatakan, jumlah 90 petugas KPPS yang dilaporkan meninggal dunia itu berasal dari 19 provinsi.

Top 3 News: Mereka yang Melenggang dan Tersingkir Menuju Senayan di Pileg 2019

Liputan6.com, Jakarta – Top 3 News hari ini mengungkap sejumlah partai politik (parpol) yang berhasil melenggang masuk ke Senayan dari hasil quick count Pileg 2019 dan mencoba sebagai penyambung lidah rakyat di kursi dewan terhormat. Siapa sajakah mereka? 

Dari 16 parpol yang ikut dalam kontestasi Pileg 2019 kemarin, ada sembilan parpol yang lolos dan memperoleh jumlah suara yang cukup besar. Di antaranya PDIP, Golkar, Gerindra, PAN, dan PKS. 

Lantas, faktor apa saja yang membuat partai-partai ini lolos?

Sebelumnya, beberapa lembaga survei memprediksi hanya lima atau tujuh parpol yang lolos dari ambang batas parlemen sebesar 4%. Namun, hasil quick count Pileg 2019 berkata lain, ada sembilan yang mampu melenggang masuk ke Senayan. 

Sementara itu, tujuh partai lainnya yang tersingkir adalah PSI, Hanura, PBB, Perindo, Partai Berkarya, PKPI, dan Partai Garuda. 

Berikut berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Jumat, 19 April 2019:

BPN Protes KPU Adanya Kecurangan, TKN: Silakan, Itu Hak Mereka

Liputan6.com, Jakarta Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memprotes Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas hasil quick count 12 lembaga survei yang telah mengunggulkan hasil perolehan suara Paslon 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.

Menanggapi hal itu, Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Moeldoko mengatakan, protes adalah hak dari BPN. TKN pun menghormati hal itu.

“Sudah ada berbagai aduan, jadi saya tidak mengomentari hak mereka untuk protes. Kami juga punya hak untuk protes kalau memang ada hal-hal yang tidak tepat dan seterusnya. Jadi saya tidak mengomentari, mohon maaf, karena masih memiliki hak yang sama,” tutur Moeldoko di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta, Jum’at (19/4/2019).

Moeldoko mengaku, TKN juga mendapat banyak aduan akan adanya kecurangan. Sejauh ini, sudah ada sekitar 25 ribu aduan yang diterima oleh TKN.

Sehingga, nantinya TKN juga dapat menyampaikan protes seperti yang dilakukan BPN bila memang diperlukan. Namun, Moeldoko menegaskan bahwa KPU adalah lembaga yang tidak memihak kepada pihak manapun.

“Kita memiliki hak dan kewajiban yang sama di dalam melihat KPU. Jangan nanti seolah-olah KPU itu milik 01, bahaya itu nanti, apalagi seolah kecurangan dilakukan (di) pemilu, KPU di belakangnya ada pemerintah,” ujarnya.

“Ini sebuah pernyataan yang menyesatkan, bahwa pemerintah sama sekali tidak ikut campur,” Moeldoko melanjutkan.

Moeldoko menambahkan, TKN akan menerima apa pun keputusan KPU dengan lapang dada. Sebab, ia percaya bahwa KPU sebagai lembaga independen bekerja secara profesional.

“Kita semuanya sangat hormat atas keputusan KPU. Tentu kami juga memiliki hak untuk menyampaikan sesuatu kalau memang kita temukan di lapangan, nah ini nanti kita tunggu bagaimana berbagai aduan-aduan yang telah kami terima,” ia mengakhiri.

Mereka yang Setia kepada Petahana

Berdasarkan data Kantor Staf Presiden (KSP), sudah ada 3.432 kilometer jalan dibangun di masa Jokowi, 947 kilometer jalan tol, jembatan sepanjang 39,8 kilometer dan 134 unit jembatan gantung. Jalur kereta api juga dibangun dengan membuat jalur ganda dan mereaktivasi jalur kereta api yang mati sepanjang 754 Km.

Di Ibu Kota Jakarta, dibangunnya Light Rail Transit (LRT) di Cibubur dan Bekasi mendapat apresiasi masyarakat. Termasuk Mass Rapid Transit (MRT) yang telah rampung dan beroperasi pada 2019 ini. “Saya lebih cocok dengan Jokowi. Dampaknya walaupun tidak terlalu pesat saya juga merasakan, tapi Jakarta sudah lebih tertata. Yang sekarang lebih enak dibanding sebelumnya,” kata Rudi Ardiansyah, seorang karyawan di Jakarta, pemilih Jokowi-Ma’ruf lainnya.

Namun, tidak semua warga setia kepada petahana karena pencapaian infrastruktur itu. Eka Roesdiyanti, 46 tahun, asal Bogor, Jawa Barat, misalnya memilih Jokowi karena pelayanan publik sekarang sudah cepat dan sederhana. Selain itu, sosok Jokowi sendiri yang cukup bersahaja dan simple tak membuat hatinya berpaling.

Meski dalam beberapa survei menunjukkan sosok Ma’ruf kurang menjadi daya dorong bagi elektabilitas Jokowi, namun Eka mengaku keberadaan ulama menjadi salah satu pertimbangannya dalam memilih 01. Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia itu dinilainya merupakan tokoh Nahdatul Ulama (NU) yang punya paham tidak konservatif.

“Kalau dukung Pak Kiyai (KH Ma’ruf Amin), jelas dong, beliau dari PBNU yang pemahaman agamanya tidak konservatif, tetap menjunjung kebhinekaan. Di Indonesia ada lima agama, bukan hanya Islam saja. Jelas saya mendukung Jokowi dan Kiai Ma’ruf,” kata Eka, warga Cilebut Barat, Sukaraja, Bogor, ini.

Namun, ada juga pemilih yang memilih Jokowi karena faktor sosok pesaingnya, Prabowo. Meskipun mantan Ketua Umum Partai Gerindra itu dinilainya punya wibawa dalam memimpin, namun sosoknya kurang menimbulkan rasa simpatik. Begitu menurut Satya, 50 tahun, seorang warga DKI Jakarta.

Meski kembali mendukung Jokowi, namun Satya juga punya kritik terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta. Selama ini Jokowi dianggapnya kurang tegas dalam soal ketenagakerjaan. Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China membanjiri Indonesia dan bahkan mereka bekerja di semua lini. “Masa kuli-kuli juga dari China? Orang kita kan banyak yang menganggur,” katanya.

TKN Curiga Surat Suara Tercoblos: Mereka Gerebek-Videoin-Viralkan Sendiri

JakartaTim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mencurigai adanya upaya deligitimasi terhadap pemerintah dan penyelenggara pemilu terkait temuan surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia. Surat suara itu tercoblos di pasangan Jokowi-Ma’ruf dan caleg dari Partai NasDem.

“Kami curiga, ini bagian dari pendelegetimasian penyelenggara dan pemerintah,” kata juru bicara TKN Irma Suryani Chaniago kepada wartawan, Kamis (11/4/2019).

Irma yang juga Ketua DPP Partai NasDem itu curiga karena pihak yang menemukan surat suara tercoblos itu memvideokan dan memviralkannya sendiri.

“Karena mereka grebek sendiri, videoin sendiri, dan viralkan sendiri,” ucapnya.

Sebelumnya, surat suara yang telah tercoblos ditemukan di Selangor, Malaysia. Ketua Panwaslu Kuala Lumpur Yaza Azzahara mengatakan dalam surat suara itu telah tercoblos untuk pasangan calon 01. Tak hanya itu, surat suara juga sudah dicoblos di kertas legislatif.

“Jadi berdasarkan sampel yang kita ambil, terdapat beberapa surat suara yang sudah dicoblos. Semuanya mayoritas mencoblos 01. Dan ada juga di pileg untuk dari NasDem. Ini sudah kami sampaikan ke Bawaslu,” kata Yaza saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (11/4).
(azr/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Balas Berkarya, PSI: Miskin Narasi, di Benak Mereka Cuma PKI

JakartaPSI membalas Ketua DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang yang menyebut orang yang menyatakan era Presiden Soeharto sama sekali tidak ada enaknya kemungkinan PKI. PSI memandang pernyataan tersebut minim narasi.

“Kasihan Berkarya. Miskin narasi. Yang ada di benak mereka cuma ada PKI,” kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni kepada wartawan, Rabu (10/4/2019).

Menurut Toni, Berkarya tidak memahami esensi demokrasi. Dia menyebut Berkarya merupakan bagian dari kelompok yang suka menyebarkan fitnah kepada capres petahana Joko Widodo (Jokowi).

“Mereka nggak ngerti demokrasi sih. Beda pendapat kok dengan mudah tuduh orang lain PKI,” ujarnya.

“Berkarya satu kubu dengan orang yang sering nyebar fitnah Pak Jokowi PKI,” imbuh Toni.

Andi Picunang atau akrab disapa Badar sebelumnya menanggapi Raja Juli Antoni atau Toni yang membantah elite Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto soal ‘penak zaman Soeharto’. Toni membantah Titiek dengan menyatakan ‘ora penak blas’ zaman Soeharto. Bagi Badar, orang-orang yang hidup di era Soeharto merasakan kenikmatan, kecuali kelompok terlarang.
“Orang yang hidup zaman itu pasti merasakan enaknya. Yang tidak enak pasti ada, bagi mereka yang merasa disisihkan karena mungkin saja saat itu mereka termasuk penghambat pembangunan dan beraliran komunis/PKI yang dilarang oleh konstitusi sampai saat ini. Jadi kebebasannya terbatas dan pasti tidak enak,” sebut Badar.
(tsa/gbr)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

11 Kepala Daerah Sumbar Dukung Jokowi, BPN: Mereka Gerbong Kosong

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengaku tak khawatir dengan adanya 11 kepala daerah di Sumatera Barat yang mengkampanyekan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Kepala daerah itu disebut hanya sebagai ‘gerbong kosong’ yang tidak bisa menyerap aspirasi masyarakat.

“Jadi saya ingin sampaikan kepada masyarakat bahwa meskipun ada kepala daerah di sana, tapi kepala daerah itu gagal menyerap aspirasi masyarakat. Sehingga masyarakat tidak akan mengikuti keinginan kepala daerah itu, alias kepala daerah itu gerbong kosong lah, di mana masyarakat memilih Pak Prabowo dan Bang Sandi,” kata juru bicara BPN Andre Rosiade kepada wartawan, Selasa (9/4/2019).

Andre yang juga merupakan caleg DPR RI dari dapil Sumatera Barat ini mengatakan kepala daerah hanya memiliki satu suara. Ia tak khawatir dengan dukungan itu, sebab, menurutnya, pola pikir masyarakat telah berubah menjadi lebih independen, rasional, dan objektif.

“Tapi kami optimistis bahwa insyaallah Pak Prabowo akan menang tebal 85 persen di situ. Karena masyarakat Sumatera Barat adalah pemilih akal sehat yang merasakan saat ini hidupnya semakin sulit, mencari lapangan pekerjaan sulit, ekonomi sulit, harga-harga kebutuhan pokok tinggi, harga listrik naik. Jadi kami optimistis bahwa Sumbar tetap akan menjadi lumbung suara terbesar Pak Prabowo Subianto. Kalau 2014 kita mendapatkan hampir 77 persen, insyaallah kita bisa menang 85 persen di 2019 ini,” ungkap Andre.

Politikus Gerindra ini menyebut gelaran pilpres di Sumatera Barat adalah ‘pertarungan’ antara para elit dengan “rakyat badarai” atau “rakyat kebanyakan”. Elite-elite di Sumatera Barat dianggap Andre gagal meyakinkan masyarakat untuk memilih Jokowi.

“Sehingga masyarakat tetap konsisten memilih Pak Prabowo. Jadi Pilpres 2019 di Sumatera Barat itu pertarungan antara elite dan kepala daerah versus rakyat badarai. Di mana elit dan kepala daerah gagal meyakinkan masyarakat dan juga gagal menyerap aspirasi masyarakat sehingga mereka tetap pilih Pak Jokowi, sedangkan masyarakat badarai 85 persen memilih Pak Prabowo,” tuturnya.

Sebelumnya, sebanyak 11 kepala daerah di Sumatera Barat bersama band Slank, tampil dalam kampanye pasangan Jokowi-Amin di Padang. Mereka mendukung Jokowi untuk lanjut 2 periode.

Ke-11 kepala daerah yang hadir dan bergantian menyampaikan orasi politik itu adalah Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Bupati Pasaman, Yusuf Lubis, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin, Bupati 50 Kota, Irfendi Arbi, Bupati Pesisir Selatan, Hendra Joni, Walikota Padang Panjang, Fadly Amran, Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi Bupati Dharmasraya, Sutan Riska, Walikota Pariaman Genius Umar, Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake dan Walikota Solok Eri Zulfian.

Jokowi maupun Kiai Ma’ruf sendiri tidak hadir dalam kampanye tersebut. TKN mengirim Wakil Menteri ESDM, Archandra Thahar dan Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan, Rohmin Dahuri sebagai juru kampanye. Archandra dan Rohmin mempromosikan Jokowi kepada massa yang hadir.
(azr/dnu)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Hati-Hati Kerja Bareng Zodiak Ini, Mereka Sangat Tidak Sabar!

Liputan6.com, Jakarta – Terkadang jika Anda ingin memutuskan suatu kerja sama, maka dibutuhkan sedikit waktu untuk mempertimbangkannya.

Namun ternyata terkadang waktu yang Anda anggap biasa saja tersebut, ternyata bisa jadi sangat lama oleh beberapa orang karena mereka memiliki kesabaran yang begitu terbatas berdasarkan zodiak.

Mau tahu zodiak apa sajakah tersebut? Apakah zodiak Anda termasuk? Dilansir dari laman Elite Daily, 4 zodiak ini begitu tidak sabar menunggu:

1. Aries

Zodiak ini memiliki sifat, “Apa yang mereka inginkan saat ini, maka mereka harus mendapatkannya saat ini juga”. Tentunya, jika Anda bekerja sama dengan orang zodiak ini, maka mulailah untuk berpikir cepat namun tetap hati-hati karena mereka memang begitu sangat tidak suka menunggu.

Mereka akan benar-benar bereaksi secepat mungkin terhadap sesuatu dan ini tentunya menjelaskan energi kompetitif yang ada pada darah zodiak ini.

SBY Sempat Keberatan dengan Kampanye Prabowo, Ma’ruf: Mereka Tak Solid

Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat keberatan dengan kampanye akbar pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno karena terkesan mengandung politik identitas. Cawapres Ma’ruf Amin menilai kritikan itu mencerminkan tidak solidnya tim sukses Prabowo-Sandi dalam mengemas kampanye.

“Ya berarti ada koreksi itu internal mereka. Artinya mereka tidak solid dalam mengemas acara yang mestinya acara nasional seperti apa,” ujar Ma’ruf di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2019).

Ma’ruf menilai dalam mengemas suatu acara besar, apalagi kampanye akbar, seharusnya ada sebuah kesepakatan. Jika ada protes setelah acara, menurut Ma’ruf itu mencerminkan tim sukses Prabowo-Sandi tidak satu pemahaman dalam membuat acara.

“Kan harusnya berdasarkan kesepakatan. Kalau sampai ada protes kan berarti ada ketidaksepahaman,” kata Ma’ruf.

Dalam suratnya, SBY menyoroti soal ketidaklaziman dalam kampanye Prabowo-Sandiaga di GBK Jakarta, Minggu (7/4) kemarin. SBY tidak setuju dengan kampanye yang terkesan menggunakan politik identitas. SBY mengaku khawatir jika kampanye menggunakan keyakinan suatu kelompok akan menimbulkan permusuhan.

Saya pribadi, yang mantan capres dan mantan Presiden, terus terang tidak suka jika rakyat Indonesia harus dibelah sebagai ‘pro-Pancasila’ dan ‘pro-Kilafah’. Kalau dalam kampanye ini dibangun polarisasi seperti itu, saya justru khawatir jika bangsa kita nantinya benar-benar terbelah dalam dua kubu yang akan berhadapan dan bermusuhan selamanya. Kita harus belajar dari pengalaman sejarah di seluruh dunia, betapa banyak bangsa dan negara yang mengalami nasib tragis (retak, pecah dan bubar) selamanya. The tragedy of devided nation. Saya pikir masih banyak narasi kampanye yang cerdas dan mendidik. Seperti yang kita lakukan dulu pada pilpres tahun 2004, 2009 dan 2014. Bangsa kita sangat majemuk. Kemajemukan itu di satu sisi berkah, tetapi di sisi lain musibah. Jangan bermain api, terbakar nanti,” demikian kutipan surat SBY.

PD menjelaskan lebih jauh soal surat SBY. Sekjen PD Hinca Pandjaitan surat tersebut bersifat internal dan sudah disampaikan ke pasangan nomor urut 02 itu.

“Surat yang beredar itu hanya ditujukan internal untuk menyampaikan beberapa hal kepada pasangan calon presiden. Kami pastikan malam itu tidak beredar ke mana mana,” ujar Hinca.
(gbr/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>