Dukung Jokowi-Ma’ruf, PKL Depok Harap Tak Lagi Dikejar Satpol PP

Liputan6.com, Jakarta Persatuan Pedagang Kaki Lima Indonesia (PPKLI) Kota Depok mendeklarasikan dukungannya terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Mereka berharap, lewat dukungan ini aspirasi pedagang agar tak lagi dikejar-kejar Satpol PP menjadi kenyataan.

“Saya mendukung Jokowi karena bersih, jujur dan merakyat, betul-betul membela rakyat. Kami juga berharap ketika terpilih, PKL tak lagi diburu Satpol PP,” kata Ketua PPKLI Kota Depok Maryono di kawasan Granda Depok City, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Sabtu (23/2/2019).

Maryono menyebut, lebih dari 5 ribu PKL siap mendukung paslon nomor urut satu tersebut. Dia menilai sosok Jokowi dapat diandalkan, khususnya dalam hal Undang-Undang atau peraturan daerah untuk melindungi para pedagang kecil.

“Kami mohon Perda atau Undang-Undang PPKLI dikeluarkan. Agar PKL tidak selalu dikejar Satpol PP, tidak digusur,” ujar dia meminta.

Maryono menjelaskan, PKL adalah pengusaha golongan tingkat ekonomi lemah. Nasibnya memprihatikan karena terus digusur dan ditertibkan. Hanya lewat Undang-Undang lah mereka bisa merasa aman dan tenang saat berdagang.

“Kalau ada Undang-Undang, kami akan taat peraturannya,” janji para PKL tersebut.

Hasil deklarasi ini diteruskan Maryono kepada perwakilan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf wilayah Depok. Nantinya hal ini akan disampaikan ke pusat sebagai aksi dukungan nyata.

Berharap Diperhatikan, Janda-janda Cianjur Dukung Jokowi-Ma’ruf

JakartaRelawan Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) menggelar deklarasi bersama warga Cianjur, Jawa Barat. GNR membagikan rencana program ‘Janda di Nafkahi Negara’, puluhan janda lansia yang hadir sepakat untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres mendatang.

Salah satu warga kampung Lembur Sawah, Kecamatan Cugenang, Cianjur Siti Hafsari (62) mengatakan, dirinya berharap program tersebut bisa memberikan harapan baru buat janda-janda lansia yang sudah tidak mampu lagi bekerja. Ia mengaku merasa malu menjadi beban anak-anaknya selama ini.

“Anak saya hanya buruh tani, dia juga harus menghidupi keluarganya. Kalau saya mau jajan, malu kalau minta terus ke anak. Saya berharap betul program ini ada,” ucap Siti, dalam keterangan yang diterima detikcom dari GNR, Minggu (24/2/2019).

Hal serupa dinyatakan Siti Habsoh (58). Menurutnya program itu dapat menunjukan kepedulian Jokowi pada rakyat.
“Jika ini dijalankan, pak Jokowi memberikan bukti bisa memanusiakan kami yang sudah hidup sendiri. Kami berharap janji ini bisa ditepati jika pak Jokowi menang,” Ujarnya.

Deklarasi GNR bersama warga Cianjur di fasilitasi oleh Kopi Politik Syndicate (KPS), yang sejauh ini terus merangkul beberapa elemen masyarakat untuk mendukung Jokowi-KH Maruf Amin. Direktur KPS, Indra Budiman mengatakan pihaknya terus menggalang element masyarakat untuk memenangkan Jokowi.

“Kita rangkul semua dalam satu wadah KPS dan usulan program Janda Dinafkahi Negara semoga membawa kesejahteraan bagi para janda-janda yang ada di Indonesia,” Kata Indra.
(yld/yld)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

5 Warga Aceh Hilang Misterius di Hutan Damar

Liputan6.com, Aceh – Aman Habibi (30) dan empat rekannya masuk ke hutan untuk mencari getah damar pada Kamis, 21 Februari 2019 lalu. Mereka tiba-tiba raib bak tertelan rerimbunan.

Enam warga Kampung Rampah, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur itu mulai berangkat menuju hutan dengan bekal seadanya pada pukul 07.00 WIB. Mereka berencana keluar hutan menjelang tengah hari.

Namun, Aman dan empat rekannya tak kunjung kembali dari hutan hingga tengah hari. Saat itu, keluarga belum merasa khawatir karena hari masih siang.

Senja mulai menyelubung, malam pun datang, rimba bersulih gelap dan menyeramkan, namun, Aman dan empat rekannya tak kunjung pulang. Keluarga mulai khawatir, kenapa mereka belum kembali?

Hingga tengah malam, tak satu pun dari mereka yang pulang ke rumah, keluarga kian kalut. Penduduk pun mulai berkumpul, saling tanya, saling berselisih, hingga mengambil satu simpulan, mereka harus menyusul Aman dan empat rekannya ke hutan.

Menurut Kapolsek Serbajadi, Ahmad Yani, pencarian belum membuahkan hasil hingga saat ini. Padahal, warga telah menelusuri rimba tempat Aman dan rekannya mencari getah damar.

“Belum diketahui keberadaannya, dan warga masih melakukan pencarian di hutan Kampung Rampah, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur,” kata Ahmad kepada Liputan6.com, Jumat malam (23/2/2019).

Seorang pelajar belum berumur 17 tahun berada dalam barisan pencari getah yang menemani Aman ke hutan. Mahadi (18), Zainuddin (17), Safrizal (16), dan Iwan (15), adalah empat nama-nama mereka.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Polemik Puisi Neno Warisman Belum Berakhir, Ma’ruf Bicara Dianggap Kafir

Jakarta – Puisi Neno Warisman di Munajat 212 di Monas beberapa hari lalu menuai kontroversi. Sejumlah pihak mulai politikus, PBNU, hingga cawapres Ma’ruf Amin mengkritik puisi berjudul ‘Puisi Munajat 212’.

Berawal dari beredarnya potongan video saat Neno Warisman membacakan puisi itu. Berikut ini isi potongan puisi dari video yang beredar:

jangan, jangan Engkau tinggalkan kami
dan menangkan kami
Karena jika Engkau tidak menangkan
Kami khawatir ya Allah
Kami khawatir ya Allah
Tak ada lagi yang menyembah-Mu

Cawapres Ma’ruf Amin menyayangkan doa Neno Warisman yang dibacakan saat Munajat 212. Ma’ruf heran karena kalimat dalam puisi itu seolah-olah menyamakan pilpres dengan Perang Badar.

“Pertama, kok pilpres kok jadi kayak Perang Badar? Perang Badar itu kan perang habis-habisan. Hidup-mati. Kita kan hanya memilih pemimpin,” kata Ma’ruf di Mal Palm Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (23/2/2019).

Ma’ruf menilai doa Neno itu tidak tepat. Cawapres nomor urut 01 merasa dianggap sebagai orang kafir.

“Kedua, menempatkan posisi yang lain sebagai orang kafir. Masa Pak Jokowi dengan saya dianggap orang kafir. Itu sudah tidak tepat. Menyayangkanlah. Kita kan pilpres, bukan Perang Badar,” ujarnya.

Tak hanya Ma’ruf yang mengkritik puisi Neno Warisman. Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding menilai apa yang diucapkan Neno Warisman tidak pantas disebut sebagai doa, melainkan cuma orasi politik yang bersifat pragmatis berkedok agama.

“Pilihan diksi dalam ucapannya tampak sekali dibuat untuk menggiring opini publik. Seolah-olah hanya merekalah kelompok yang menyembah Allah. Sedangkan kelompok lain yang berseberangan bukan penyembah Allah. Pertanyaan saya, dari mana Neno bisa mengambil kesimpulan itu? Apa ukurannya sampai ia bisa mengatakan jika pihaknya kalah maka tak akan ada lagi yang menyembah Allah?” kata Karding dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/2).

Namun, di balik kritik tersebut, ada pihak yang membela Neno Warisman. Adalah Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang menjadi ‘benteng’ atas kritik sejumlah pihak itu.

Menurut Fahri, doa ‘dibalut’ puisi itu tidak menyebutkan siapa pihak yang diharapkan untuk menang. Fahri juga mengaku tidak tahu siapa yang dimaksud pihak yang didoakan menang di puisi Neno Warisman itu karena doa bersifat rahasia.

“Setahu saya, dia nggak sebut nama Prabowo. Kan nggak bisa diperjelas. Namanya doa, itu private pada dasarnya,” kata Fahri.

Ia menyebut doa sebagai senjata dan rintihan hati. Sementara itu, peserta Munajat 212 mengamini apa yang didoakan Neno Warisman.

“Doa itu senjata. Doa itu rintihan hati. Yang setuju mengaminkan. Jadi seperti sebuah suasana hati yang membacanya,” ujar Fahri.

detikcom telah menghubungi Neno Warisman lewat telepon tapi belum mendapat jawaban. Pesan singkat kepada Neno juga tidak dibalas.
(zak/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

MU vs Liverpool: De Gea Siap Balas Dendam

Liputan6.com, Manchester – Manchester United (MU) menghadapi Liverpool dalam lanjutan Liga Inggris di Old Trafford Stadium, Minggu (24/2/2019). Kiper MU, David De Gea menyiapkan aksi balas dendam.

Pada pertemuan pertama di Anfield Stadium, 16 Desember 2018, Setan Merah, sebutan MU, tak berkutik. Tim yang kala itu dinakhodai Jose Mourinho kalah 1-3.

Itu menjadi kekalahan pertama MU dari Liverpool setelah enam pertemuan sebelumnya. De Gea sendiri merasa tertantang membawa Setan Merah kembali ke jalur kemenangan atas Liverpool.

“Ini merupakan pertandingan yang sangat istimewa, untuk penggemar, klub, dan pemain. Ketika kita bermain di Old Trafford, kami selalu mendapat kesempatan lebih (untuk menang),” ucap De Gea, dikutip dari situs resmi klub.

“Tentu saja kami bertujuan untuk menikmati pertandingan. Kami juga akan mencoba yang terbaik untuk memenangkan pertandingan,” kata kiper MU berusia 28 tahun itu melanjutkan.

2 dari 3 halaman

Tren Positif

De Gea terlihat sangat percaya diri melawan Liverpool. Terlebih, Setan Merah sedang berada dalam tren positif sejak dinakhodai Ole Gunnar Solskjaer.

Setelah kalah 0-2 dari Paris Saint-Germain di Liga Champions pekan lalu, MU berhasil bangkit. Setan Merah mencatatkan kemenangan 2-0 atas Chelsea di ajang Piala FA.

“Kami sedang berada dalam kurva yang mengarah ke atas. Tim bermain dengan baik dan mengambil banyak poin. Namun, kami harus terus bekerja keras dengan banyak intensitas,” ujar De Gea.

3 dari 3 halaman

Momen Manis

De Gea sendiri mengaku punya satu momen yang tak terlupakan di laga melawan Liverpool. Itu terjadi pada 14 Desember 2014 ketika Setan Merah menang 3-0 atas Liverpool di Old Trafford Stadium.

“Saya sudah banyak memainkan pertandingan melawan mereka. Mungkin pertandingan di Old Trafford yang kami menang 3-0, sangat berkesan. Itu salah satu pertandingan yang menonjol dan menjadi pengalaman terbaik,” katanya mengakhiri.


Saksikan video pilihan berikut ini:

5 Metode Psikologi Ini dapat Meningkatkan Kepercayaan Diri

Liputan6.com, Jakarta – Banyak orang mengatakan bahwa jika seseorang memiliki kepercayaan diri yang tinggi, maka ia akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Hal itu disebabkan ia mampu berani mengambil peluang yang bahkan terasa tidak mungkin di awal.

Sayangnya, tidak semua orang dilahirkan dengan perasaan percaya diri yang baik. Banyak orang justru sering kali merasa minder, misalnya dengan penampilan yang dimiliki, padahal sebetulnya ia telah “sempurna”.

Kabar baik bagi Anda yang memiliki masalah dengan kepercayaan diri. Pasalnya, psikolog percaya bahwa percaya diri dapat diciptakan dan dikembangkan.

Berikut adalah lima metode psikologis yang dapat meningkatkan kepercayaan diri, dilansir dari situs brightside.me pada Sabtu (23/2/2019).


Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 6 halaman

1. Luruskan Punggung Anda dan Berjalanlah dengan Tegak

Berjalan dengan punggung yang lurus serta gerak tubuh yang terbuka dapat menjadikan Anda terlihat percaya diri.

Jangan lupa, tegakkan pula kepala Anda, melihat ke depan atau ke atas dan bukan ke bawah. Dengan demikian, orang-orang di sekitar akan melihat Anda sebagai sosok yang berbeda.

Selain itu, dengan mempraktikkan hal ini Anda juga akan merasa lebih baik. Mengingat menurut penelitian, bahasa tubuh seperti orang yang percaya diri secara tidak langsung akan mengurangi tingkat stres.

3 dari 6 halaman

2. Singkirkan Pikiran Negatif

Mengontrol dialog internal adalah salah satu metode efektif untuk memunculkan kepercayaan diri. Anda harus membuang jauh-jauh pikiran negatif tidak berdasar yang ada di dalam benak.

Setelah itu, berusahalah menciptakan dialog internal yang positif yang dapat diciptakan dengan membuat daftar kualitas diri dan mengingat pencapaian positif.

Jika firasat buruk tiba-tiba datang, abaikan saja hal itu dan anggap seperti angin lalu.

4 dari 6 halaman

3. Belajar Menerima Pujian dengan Baik

Jika ada seseorang yang memberikan pujian kepada Anda, jangan malu atau bahkan menganggap pujian sebagai sindiran. Itu adalah cara-cara yang salah dan justru memperlihatkan bahwa Anda bukanlah orang dengan kepercayaan diri yang baik. Selain itu, tindakan Anda justru terlihat seperti tidak menghargai pendapat orang lain.

Cara yang tepat untuk bereaksi terhadap pujian adalah dengan tersenyum tulus dan mengucapkan terima kasih. Berpikirlah bahwa memang beberapa kualitas diri Anda mungkin memang benar terlihat menarik di mata orang lain.

5 dari 6 halaman

4. Belajar untuk Mempertahankan Kontak Mata

Anda dapat belajar untuk memandang orang lain tepat di kedua matanya, agar terlihat sebagai sosok yang berani dan percaya diri. Hanya orang yang tidak percaya diri atau tengah berbohong yang akan memalingkan muka atau menghindari kontak mata.

Menurut psikologis, menjaga kontak mata dengan orang lain akan membantu Anda mendapatkan kepercataan diri dan meyakinkan mereka bahwa Anda orang yang jujur.

6 dari 6 halaman

5. Jangan Buang Banyak Waktu di Media Sosial

Jangan terlalu banyak membuang waktu di media sosial. Hal ini dikarenakan bagi sebagian orang, terlalu banyak melihat foto orang lain akan memunculkan usaha untuk memperbandingkan dengan diri sendiri.

Kebiasaan untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain tersebut, dapat merusak kepercayaan diri.

Selalu ingat bahwa media sosial merupakan tempat bagi siapapun untuk berbagi hal-hal terbaik mereka. Anda tidak perlu merasa minder karena Anda juga dapat mengeksplor diri dan menemukan sisi menarik versi Anda.

Anda juga bisa memilih untuk berhenti mengikuti akun-akun yang memberikan dampak negatif dan terus memunculkan tekanan psikologis.

Vidic: MU dan Liverpool Punya Pertahanan Solid

Liputan6.com, Manchester – Nemanja Vidic memberi analisanya jelang Manchester United (MU) menghadapi Liverpool di Old Trafford Stadium, Minggu (24/2/2019). Menurut dia tidak benar pertahanan MU lebih keropos ketimbang Liverpool.

Mantan bek tangguh MU ini percaya barisan pertahanan MU juga kuat.Setidaknya dalam 13 pertandingan terakhir, MU jarang kebobolan meski kualitas gelandang bertahan juga cukup berperan.

Pada era Jose Mourinho, pertahanan MU terus jadi titik lemah. Pelatih kawakan itu belum mampu mengentaskan MU dari masalah bek. Nama-nama seperti Chris Smalling, Phil Jones, Victor Lindelof, Eric Bailly belum benar-benar memenuhi harapan fans MU.

Meski demikian, permainan MU meningkat di era Ole Gunnar Solskjaer. Bek-bek MU tampil semakin percaya diri dan tidak sering membuat kesalahan seperti di era Mourinho dahulu.

Kondisi ini menimbulkan spekulasi bahwa sebenarnya bek-bek MU sudah cukup baik, hanya mereka menerapkan taktik yang salah.


2 dari 3 halaman

Sama Baiknya

Sebagai mantan bek MU, Vidic tentu pernah bermain dengan pemain-pemain seperti Chris Smalling dan Phil Jones. Dia memang tidak mengenal Lindelof, Bailly, dan Marcos Rojo, tapi Vidic percaya kemampuan mereka cukup baik.

Tak hanya itu, Vidic bahkan yakin barisan bek MU saat ini tidak kalah baik dari bek-bek Liverpool, Manchester City, atau Chelsea.

“Saya kira, dengan semua bek ini, saya sudah pernah menghadapi pertanyaan ini sebelumnya ketika mereka bertanya soal MU dan bagaimana seharusnya mereka membeli pemain bertahan,” buka Vidic di laman resmi Manutd.

“Saya merasa bahwa ketika saya melihat barisan bek Liverpool, Manchester City, dan Chelsea, saya tidak berpikir bahwa mereka memiliki pemain bertahan yang lebih baik daripada kami. Itulah pendapat pribadi saya.”

3 dari 3 halaman

Keputusan Ole

Oleh sebab itu, Vidic percaya saat ini segalanya ada di tangan Solskjaer. Artinya, Solskjaer harus bisa memilih pemain yang tepat untuk pertandingan tertentu. Bek-bek MU akan tampil baik jika kesempatannya tepat.

“Jadi, saya pikir Ole [Solskjaer] punya pemain-pemain yang berbeda, jenis bek yang berbeda, dan dia harus menemukan pertandingan yang tepat. Ketika tim bermain baik, pada pemain akan mendapatkan kepercayaan diri saat memasuki lapangan.”

“Mereka percaya mereka bisa memenangkan pertandingan dan tidak takut menghadapi pertandingan. Jadi itu penting secara psikologis. Hal terburuk yang bisa terjadi adalah ketika anda mendekati pertandingan dengan perasaan ragu,” tandas Vidic.

Sumber: Bola.net

Soal Puisi Neno, PPP: Paham Intoleran Tersemat di Kelompok 02

Sleman – Ketua Umum PPP, Romahurmuziy atau Rommy menyarankan agar Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Neno Warisman segera bertobat. Saran Rommy itu menanggapi ‘Puisi Munajat 212’ yang dibaca oleh Neno saat acara Munajat 212 di Monas.

“Saya kira apa yang disampaikan oleh Mbak Neno Warisman adalah hiperbolisme beragama, karena seolah-olah kemudian dirinya merasa yang paling benar. Inilah yang sebenarnya sebuah paham intoleran yang hari ini semakin berkembang dan tersemat kepada kelompok-kelompok pendukung 02,” kata Rommy kepada wartawan di sela acara Halaqah Alim Ulama bertema ‘Merawat Ukhuwah Islamiyah, Melawan Hoax dan Fitnah’ di kompleks Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Sabtu (23/2/2019).

Rommy pun menyebut sebagai sebuah kenaifan menyatakan kalau kemudian pasangan 02 tidak menang maka tidak ada yang menyembah Allah.

“Memangnya umat Islam mayoritas itu ada di mana? Hari ini kan umat Islam mayoritas ada di pasangan 01, kalau kemudian dia mengatakan tidak menyembah memangnya yang di 01 kafir semua?” ujarnya.
Rommy pun mengingatkan Neno jangan beragama dengan cara seperti itu. Karena hal itu menunjukkan awal dari kesesatan, yakni ketika merasa dirinya paling benar.

“Padahal keagamaan kita itu baru akan dinilai oleh Allah kapan? Pada saat hari agama, kapan hari agama itu? Kalau umat Islam itu rajin salat 17 rakaat sehari, maka 17 kali setidaknya kita mengucapkan maliki yaumiddin, jadi hari agama itu adalah yaumil qiyamah, jadi keagamaan kita itu baru dinilai oleh Allah pada yaumil qiyamah,” urai Rommy.

“Lho ini kok sudah menghakimi seolah-olah yang ada di paslon 01 semuanya tidak akan menyembah Allah. Jadi saya berharap beragamalah dengan sejuk. Mbak Neno ada kebenarannya, tapi bukan berarti tidak punya salah, di sini mungkin ada salahnya tapi tidak berarti kemudian tidak ada benarnya. Jadi mari kita sama-sama tidak menggunakan politisasi agama secara membabi buta sehingga kemudian menutupi kemuliaan agama itu sendiri,” sambungnya.

Rommy menilai puisi Neno itu berbahaya karena mengadu domba dan menginsiniasi kebencian.

“Seolah-olah di sana adalah penyembah Allah dan di sini tidak penyembah Allah, seolah-olah di sana pembela Islam dan di sini tidak pembela Islam. Lhoh yang menghormatkan ulama itu kan di sini dengan meletakkan Kiai Maruf sebagai calon wakil presiden, sementara di sana ijtima ulama saja ditolak. Yang menghormati agama itu kan capres dan cawapres di sini yang ketahuan salat 5 waktu dan puasanya, tidak di sana yang setiap hari Jumat ditanya Prabowo salat Jumatan di mana, gitu lho. Jadi janganlah diputarhaluankan umat ini dengan sebuah penyesatan-penyesatan yang tidak perlu,” imbuhnya.

“Mbak Neno tobatlah secara utuh, dan tidak merasa dirinya sebagai orang yang paling benar di dalam beragama ini. Dan yakinilah bahwa kebenaran itu bisa ada di sisi mana saja, baik pendukung 01, 02, maupun tidak pendukung siapa-siapa,” pungkasnya.
(sip/sip)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Korban Incest Ayah, Kakak dan Adik di Lampung Trauma, Tatapannya Kosong

Lampung – Perempuan berinsial AG (18) jadi korban incest atau hubungan sedarah yang dilakukan ayahnya M (45) dan kakaknya SA (24), serta adiknya YF (15). Korban kini dalam kondisi trauma.

“Kalau kondisi fisiknya bagus, cuma dia memang pandangannya agak kosong. Psikisnya sudah mulai kena. Ketakutan lah, trauma,” kata Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas saat dihubungi detikcom lewat telepon, Sabtu (23/2/2019).

AKP Edi menjelaskan, AG saat itu tinggal bersama ibu dan neneknya. Saat ibunya meninggal karena sakit, M membawa AG tinggal di rumahnya di wilayah Kabupaten Pringsewu, Lampung. Setelah AG tinggal sekitar 2 bulan, M melancarkan perbuatan bejatnya memperkosa. Perbuatan bejat itu kemudian diikuti kedua putranya SA dan YF.


AG diperkosa ayah, kakak dan adiknya berulangkali setiap hari, bergantian. Tetangga awalnya sulit mengendus perbuatan bejat ini karena M dan keluarganya dikenal tertutup.

Saat ini, lanjut AKP Edi, AG tinggal bersama pamannya. Senin (25/2) AG rencananya akan diperiksa dan dibawa ke dokter dan psikolog untuk mendalami kasus ini.

“Korban sekarang ini ada dengan keluarganya, sama pamannya. Kami juga mau cek kondisinya dengan dokter dan psikolog, pemerhati, kenapa keluarga ini bisa seperti ini. Kita mau urut ke belakang supaya hal-hal ini tidak terjadi lagi. Mudah-mudahan dinas terkait, pemda terkait bisa memberi bantuan juga pada korban ini,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tanggamus Ipda Primadona Laila. Pihaknya masih terus mendalami kasus ini.

“Ini lagi coba kita dalami lagi karena bapaknya tahu anak-anaknya itu menyetubuhi anak kandungnya tapi dibiarkan saja. Saling tahu tapi dibiarkan. Waktu itu adiknya yang bungsu ini melihat kalau saudara perempuannya ditiduri bapaknya, dibiarin. Jadi saling tahu mereka ini,” kata Ipda Dona saat berbincang dengan detikcom lewat telepon.

Ipda Dona sendiri merasa sangat prihatin dengan kondisi AG. Menurutnya, AG mengalami keterbelakangan mental. Pihaknya akan terus memonitor kondisi AG.

“Sejauh ini belum kita temukan adanya gejala kehamilan karena korban juga baru mau kita ambil keterangannya Senin besok dengan didampingi ahli bahasa. Korban bukan kategori tunarungu, tunawicara atau tunagrahita tapi dia memang masuk dalam katagori disabilitas karena kalau ditanya harus ada panduan, ada yang mendampingi, jadi bisa jelas,” ujar Ipda Dona.

Korban Incest Ayah, Kakak dan Adik di Lampung Trauma, Tatapannya KosongBarang bukti yang disita polisi dari rumah pelaku Foto: Dok. Polres Tanggamus

“Secara visual anaknya sehat. Anaknya putih, cantik malah. Tapi dia keterbelakangan mental. Mungkin karena tidak mengenyam pendidikan. Kurang lebih seperti itu. Kalau kita lihat matanya kosong. Psikisnya sudah kena,” sambungnya.

Ipda Dona menambahkan, dirinya berharap pemerintah dan lembaga dan dinas terkait ikut mengawal kasus ini. Dia berharap nasib AG diperhatikan, agar masa depannya jelas. Dia sendiri telah meminta Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, (LPAI) Seto Mulyadi meluangkan waktu untuk datang memonitor kasus ini.

“Kejadian ini ada wilayah hukum Kabupaten Pringsewu, sementara di sini polresnya Unit PPA baru ada di Polres Tanggamus. Jadi tujuan kita buat narik kasus tersebut supaya lebih intens ditangani oleh unit PPA yang ada di Polres Tanggamus. Sementara kita di P2TP2A kita maupun Teksos kita yang ada di Tanggamus itu berjalan memang aktif. Tapi P2TP2A di sini tidak mau nanti disalahkan kalau mengambil alih kasusnya untuk menyelamatkan korban sementara P2TP2A Pringsewu ada. Harus koordinasi intinya,” ucapnya.

“Nanti kalau berkenan datang ke sini bisa menekankan ke pemkab setempat untuk bisa memberikan jaminan pemenuhan hak-hak korban ke depannya, masa depannya seperti apa. Apakah masuk Dinsos, atau mendapat pelatihan atau bimbingan. Karena ke depan siapa yang mau jamin? Lebih aman dia jadi anak negara saja,” sambungnya.
(hri/idh)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Novel Baswedan: Jokowi Pasti Tahu Teror ke KPK Tak Satupun Terungkap

Jakarta – Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, kembali menyinggung keseriusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mengungkap kasus teror yang menimpa dirinya. Novel menyebut Polri hingga Jokowi melakukan sesuatu hal yang luar biasa buruk.

“Saya ingin menggambarkan apa yang dilakukan selama ini, baik oleh aparatur yang seharusnya menegakkan hukum tapi tak melakukan sampai dengan pucuk pimpinan negara yang diam dengan masalah ini, ini suatu hal yang luar biasa buruk,” kata Novel dalam diskusi bertajuk Teror dan Kriminalisasi terhadap Aparat Penegak Hukum di restoran d’Consulate, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019).

“Beliau pastinya tahu semua serangan ke KPK tidak ada satupun yang terungkap,” imbuh mantan anggota Polri ini.

Novel mempertanyakan komitmen Jokowi mendukung KPK dalam pemberantasan korupsi. Menurut dia, Jokowi terkesan diam dalam menyikapi kasus teror yang menimpa pegawai KPK.

“Saya melihat kembali dalam beberapa penyampaian beliau, beliau mendukung pemberantasan korupsi, mendukung KPK dan lain-lain. Ini kok tidak terlihat ketika banyak pegawai KPK, lebih dari lima, banyak diserang dan bahkan banyak kasus tertentu ketika kasusnya besar justru yang mengungkap itu diteror secara psikologis dan fisik, ini tidak didukung presiden,” terang Novel.

Novel menegaskan dirinya akan terus ‘bernyanyi’ di ruang publik mengenai upaya negara yang dinilainya payah dalam mengungkap kasusnya. Novel mengatakan akan berhenti ‘bernyanyi’ saat kasusnya diungkap.

“Saya katakan saya akan terus menyerang, mengatakan di forum-forum publik bahwa ini harus diungkap, tidak boleh dibiarkan,” kata Novel.

Dalam kesempatan ini, Novel juga menegaskan kembali dirinya menolak ketika dimintai tolong Polri untuk membantu mengungkap kasus teror yang dialami. Alasannya, karena dia meyakini kasusnya tak benar-benar hendak diungkap.

“Ketika saya dituntut memberikan bukti, saya menolak. Kenapa saya menolak? Bukti serangan kepada saya yang sangat terang benderang saja dihilangkan kok. Alat bukti sidik jari dalam gelas yang dipakai untuk serang saya dihilangkan. Bukti sidik jari ditempat lain dihilangkan,” tukas Novel.

“Bukti CCTV sangat jelas dan sebelumnya pernah dipakai dalam pengungkapan kasus jambret dekat rumah saya, tidak diambil. Dan bukti-bukti lain tidak diambil,” ujar dia.

Novel curiga jika bukti-bukti yang dimiliki dirinya diserahkan kepada Polri maka bukti-bukti tersebut akan dihilangkan.

“Apakah kemudian saya dengan lugunya atau dengan bodohnya memberikan bukti-bukti itu semua sekarang untuk dihilangkan secara sempurna? Saya kira tidak begitu,” ucap dia.

Alasan lain Novel menolak membantu ungkap kasusnya karena merasa Polri sendiri mempersulit pengungkapan. Padahal, diakui Novel, sedari awal penyerangan terjadi, dirinya sudah berusaha bersikap sekooperatif mungkin.

“Dari polsek, polres, polda bertanya kepada saya saat saya berbaring di UGD. (Kesaksian) itu sudah saya terangkan, semua hal yang ditanya saya jelaskan. Setelah berjalan sebulan, dua bulan, tiga bulan, saya yakin bukti-bukti penting itu sudah pada dihilangkan,” cerita Novel.

Novel menceritakan akhirnya dia memilih mengungkapkan kecurigaan dan kekecewaannya di media.

“Karena itu saya mulai berkomunikasi ke media. Bahkan ketika saya sedang sakit pun, justru malah diputar balik, saya dikatakan tidak kooperatif, tidak mau memberi keterangan, menutup-nutupi informasi. Masa korban diserang?” pungkas Novel.

Dalam kesempatan ini, Novel membuka temuan dari hasil investigasi Komnas HAM yang salah satunya menyebut adanya abuse of process dalam upaya pengungkapan teror air keras.

“Proses pengungkapan perkaranya ada abuse of process. Disebutkan kalau proses pengungkapannya ada abuse of process, tapi tim gabungan (bentukan Kapolri)-nya melibatkan penyidik dan penyelidik,” ungkap dia.

“Saya sejak awal menyampaikan sejak pertama kali tim ini dibentuk, saya tidak percaya karena tim ini tidak membuka diri atau mengambil dari orang-orang yang benar-benar ingin mengungkap ini semua. Tapi diambil dari penyidik, penyelidik dan para staf ahli Kapolri juga dimasukkan,” tutur Novel.

(aud/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>