Menyusuri Sejarah Minangkabau dari Sudut Kawasan Kota Tua Batang Arau Padang

Di Kota Tua dengan seribu cerita ini terdapat sarana ibadah umat Islam yang dibangun sebelum Indonesia merdeka. Bangunan ini menjadi bukti kejayaan Islam pada masa penjajahan tempo dulu. Masjid tua dengan luas 822 meter persegi ini tetap terawat dan nyaman digunakan untuk beribadah. Masyarakat Muslim di kawasan Muara Batang Arau sangat bangga memiliki masjid ini dari generasi ke generasi.

Masjid Muhammadan merupakan bangunan masjid yang menjadi peninggalan umat Muslim keturunan India. Bangunan ini didirikan pada tahun 1943. Karena sudah ada sebelum negara Indonesia merdeka, masjid ini terbilang menjadi salah satu masjid tertua di Indonesia.

Kemudian, ada gedung Geo Wehry and Co dengan luas 118 meter persegi. Gedung yang berdiri sejak tahun 1926 ini memiliki lebih kurang 4 lantai ditambah ruang atap. Gedung tersebut merupakan tempat sebuah perusahaan dagang yang terkenal pada masanya. Kini gedung ini digunakan sebagai gudang penyimpanan barang oleh salah satu sesepuh di kawasan ini.

Ada juga gedung De Javasche Bank, merupakan eks gedung Bank Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 1830, dengan luas sekitar 100 meter persegi. Aktivitas Bank Indonesia sudah ditutup sejak lama hingga gedung ini beralih fungsi menjadi Museum Bank Indonesia.

Lalu gedung eks PT Surya Sakti, gedung sebuah perusahaan yang jaya pada masanya ini memiliki luas 239 meter persegi. Gedung ini dibangun sekitar akhir abad ke-19 sebagai kantor yang kemudian dibeli oleh seorang konglomerat bernama Dr TD Pardede yang digunakan sebagai gereja.

Kemudian, Padangsche Spaarbank, bangunan berarsitektur indah ini memiliki luas sekitar 493 meter persegi. Berdiri sejak tahun 1908, dahulunya digunakan sebagai Kantor Bank Tabungan Sumatera Barat. Namun, saat ini, gedung tersebut tidak digunakan lagi tanpa ada aktivitas berarti di sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *