Barcelona Segera Boyong Penyerang Sassuolo ke Camp Nou

Barcelona – Barcelona bakal membuat transfer mengejutkan pada Januari 2019. Blaugrana santer disebut akan memboyong penyerang Sassuolo, Kevin-Prince Boateng, ke Camp Nou.

Seperti dilansir The Guardian, Barca akan meminjam Boateng dari Sassuolo hingga akhir musim ini. Barcelona juga memiliki opsi untuk mempermanenkan status si pemain dengan banderol 8 juta euro (Rp 129 miliar) pada bursa transfer musim panas 2019.

Skuat Catalan memang membutuhkan pemain untuk menjadi pelapis Luis Suarez di lini depan. Saat ini, Suarez hanya satu-satunya penyerang yang dimiliki oleh Los Cules, setelah melepas Paco Alcacer ke Borussia Dortmund dan Munir El Haddadi ke Sevilla.

Rencananya, Kevin-Prince Boateng akan tiba di Barcelona pada Senin (21/1/2019) waktu setempat. Dia pun bakal menyelesaikan kesepakatan sebelum nantinya resmi menjadi pemain Barca.

Kehadiran Kevin-Prince Boateng diharapkan bakal menambah solid lini depan Barcelona. Apalagi, sang pemain juga bisa tampil sebagai false nine yang kerap menjadi andalan pelatih El Barca, Ernesto Valverde, ketika Luis Suarez absen.

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

2 dari 2 halaman

Komentar Kevin-Prince Boateng

Mantan pemain AC Milan itu pun mengaku akan segera berseragam Barcelona. Bagi Boateng, bisa memperkuat Los Cules merupakan sebuah kesempatan besar dalam kariernya.

“Barca, saya datang! Saya sedih meninggalkan Sassuolo tetapi ini adalah peluang besar (dalam karier saya),” ujar Boateng.

“Jangan tanya saya tentang Real Madrid, itu hanya masa lalu (sebagai pendukung Madrid). Saya hanya ingin fokus pada Barcelona, ​​dan saya berharap bisa mencetak gol di Santiago Bernabeu pada laga El Clasico berikutnya,” lanjut pemain 31 tahun tersebut.

Kevin-Prince Boateng diprediksi tidak akan kesulitan beradaptasi dengan gaya bermain di Spanyol. Pasalnya, dia pernah berseragam Las Palmas pada musim 2016-2017. Bersama Las Palmas Boateng mencetak 10 gol dari 29 pertandingan di seluruh ajang.

Sumber: The Guardian/Bola.com

HEADLINE: Edy Rahmayadi Mundur, Perang Pengaturan Skor Terus Berlanjut

Liputan6.com, Jakarta – Edy Rahmayadi akhirnya membuat keputusan. Minggu (20/1/2019), di Bali, ajang sambutan dalam Kongres Tahunan PSSI, justru dia gunakan untuk mengungkapkan pengunduran dirinya sebagai ketua umum PSSI.

Terhitung saat itu, Edy Rahmayadi yang menjabat sejak 2016 resmi berhenti dari posisinya sebagai ketua umum PSSI. Jabatan itu pun beralih ke tangan Joko Driyono, sang wakil ketua umum, sesuai mekanisme yang diatur dalam Pasal 39 Ayat 6 statuta PSSI.

Sebenarnya, bisa saja PSSI langsung menggelar pemilihan ketua umum baru dalam Kongres Luar Biasa. Syaratnya harus ada permintaan dari 50 persen atau 2/3 jumlah voters.

Namun, hingga kongres di Bali itu selesai, ternyata tidak ada permintaan itu. Artinya, kini Joko Driyono harus siap memimpin PSSI sebagai pelaksana tugas ketua umum hingga 2020, sesuai masa akhir jabatan Edy Rahmayadi. Sedangkan posisi terdahulu Joko diisi Iwan Budianto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Ketua Umum PSSI.

Jelas ini bukan tugas ringan bagi Joko. Pria asal Ngawi, Jawa Timur itu, kini jadi sorotan dan diharapkan bisa segera menyelesaikan berbagai persoalan yang membelenggu PSSI, terutama soal kasus pengaturan skor alias match fixing yang belakangn mulai terungkap.

Sebab, bukan rahasia lagi, belakangan pamor PSSI di bawah Edy Rahmayadi terus menurun, terutama lantaran kasus pengaturan skor yang belakangan terus menggerogoti.

Satu-persatu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI dijadikan tersangka oleh Satgas Anti-Mafia Bola, badan khusus yang dibentuk Mabes Polri dan Polda Metro untuk memberantas praktik pengaturan skor dalam sepak bola Indonesia. Badan ini diketahui oleh Hendro Pandowo.

Tak heran, begitu “prosesi” perpindahan kekuasan di pucuk pimpinan PSSI terjadi, seruan inilah yang dilontarkan banyak pihak.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, bahkan langsung melepas rilis, yang menegaskan mundurnya Edy Rahmayadi tidak akan menghentikan perang terhadap pengaturan skor. Ia justru mendesak PSSI untuk semakin gencar dan serius dalam membenahi permasalahan sepakbola nasional.

“PSSI harus segera melakukan identifikasi permasalahan-permasalahan sepakbola Indonesia agar tidak berlarut-larut dan menjadi masalah sistemik yang menghambat perkembangan sepakbola di Indonesia,” tutur Menpora.

2 dari 4 halaman

Berantas Hingga ke Akarnya

Joko memang tak punya pilihan selain mendukung pemberantasan praktik pengaturan skor sampai ke akar-akarnya. Maka itu, setelah serah terima jabatan dari Edy, dia pun langsung menegaskan, dirinya dan PSSI menghormati proses yang sedang berlangsung, termasuk juga investigasi yang tengah dijalankan Satgas Anti-Mafia Bola.

Joko menjelaskan, PSSI sebenarnya sudah memerangi match fixing, jauh sebelum kasus ini mencuat ke publik. Bahkan, pada 2017, PSSI sudah membentuk integrity departement atau departemen integritas untuk menekan praktik-praktik manipulasi skor di semua level kompetisi di bawah PSSI, dari level liga amatir sampai profesional.

“Pembentukan departemen integritas ini sesuai arahan FIFA pada 2017. Tim ini sesuai dengan rekomendasi anggota Komite Eksekutif PSSI. Kemudian terbentuk tim Adhoc. Tim bertugas merespons match fixing dan bekerja sama satu tahun,” kata Joko seperti rilis yang diterima Liputan6.com.

Maka itu, dalam Kongres Bali, PSSI pun membentuk Komite Ad Hoc Integritas. Komite yang diketuai Ahmad Riyadh ini bertugas memerangi pengaturan skor dan manipulasi pertandingan serta membangun sinergi dengan pemangku kepentingan lain, terutama pihak kepolisian.

Dalam bertugas, tim ini nantinya akan bersinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan INTERPOL. Bahkan, menurut Joko, MoU antara PSSI dan Polri beserta Interpol sudah terjalin untuk memerangi kecurangan-kecurangan di lapangan hijau.

3 dari 4 halaman

Joko Diperiksa

Joko sendiri siap membuktikan komitmennya. Salah satunya dia siap menghadiri panggilan Satgas Anti-Mafia Bola untuk memberikan keterangan terkait kasus pengaturan skor di sepak bola Indonesia ini. Rencananya, dia akan menemui Satgas Anti-Mafia Bola, Kamis (24/1).

Sebelumnya, Joko lewat pengacaranya sempat meminta penundaan pemeriksaan terhadap dirinya. Sebab, ketika itu, Joko masih harus fokus kepada pelaksanaan kongres tahunan PSSI di Bali ini.

Sebelumnya, Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, sudah terlebih dahulu menjalani pemeriksaan oleh Satgas Anti-Mafia Bola di Polda Metro Jaya, Rabu (16/1). Ketika itu Tisha diperiksa tak kurang dari 13 jam lamanya.

Satgas Anti-Mafia Bola memang tak tanggung-tanggung dalam menjalankan tugasnya. Sesuai instruksi Kapolri Jenderal Tito Karavian, mereka siap membabat habis siapa pun sosok-sosok yang ikut terlibat dalam praktik-praktik kotor di sepak bola Indonesia ini.

Itu artinya, Joko dan PSSI harus rela jika nantinya muncul nama-nama baru dari organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia itu sebagai tersangka dalam kasus pengaturan skor di sepak bola nasional.

Saat ini, ada dua sosok dari PSSI yang sudah ditetapkan menjadi tersangkat dalam kasus pengaturan skor. Mereka adalah Johar Lin Eng, anggota Exco dan Dwi Riyanto, anggota Komisi Disiplin PSSI.

4 dari 4 halaman

Limpahkan ke Kejaksaan

Sejauh ini, Satgas sendiri sudah menetapkan 11 tersangka terkait kasus pengaturan skor di sepak bola Indonesia. Ada 10 tersangka ditetapkan terkait pertandingan Liga 3 Persibara vs PS Pasuruan. Sedangkan satu tersangka lainnya dijerat dalam pertandingan Liga 2 PS Mojokerto Putra vs Aceh United.

Para tersangka ini dijerat dengan menggunakan Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau UU No 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan/atau Pasal 3, 4, 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU. Mereka diduga melakukan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan dan/atau tindak pidana suap dan/atau tindak pidana pencucian uang.

Akhir pekan ini, rencananya berkas perkara dari empat di antaranya sudah akan dilimpahkan Satgas ke Kejaksaan sehingga bisa secepatnya diproses di pengadilan. Kita tunggu saja…

Pemprov DKI Sebut Transisi Bazis ke Baznas Tak Hilangkan Fungsi

Liputan6.com, Jakarta – Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual DKI Hendra Hidayat mengatakan, transisi dari Bazis menjadi Baznas DKI guna menyelaraskan badan tesebut dengan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

“Kita selaraskan dengan undang-undang yang ada, aturan di atasnya,” kata Hendra di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

Dalam transisi tersebut, dia menyebut bukanlah bentuk pembubaran Bazis. Namun hanya peleburan saja. Tak hanya itu, Hendra menyebut tidak ada perubahan pola pengelolaan dari Bazis meskipun berganti nama.

“Itu sama seperti yang dilakukan oleh Bazis sekarang, istilahnya nanti ada bidang pengelolaan, bidang pengumpulan,” ujar dia.

Hendra juga menyatakan tim untuk seleksi pimpinan Baznas pun akan segera dibentuk dan pihaknya telah berkomunikasi dengan beberpaa pihak sebagai calon panelis.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menandatangani Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2019 tentang Penyelesaian Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Badan Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah (Bazis) Provinsi DKI Jakarta.

Pergub tersebut menjadi dasar hukum untuk proses transisi dari Bazis DKI menjadi Baznas Provinsi DKI Jakarta. Dan pada Pasal 2 Pergub Nomor 3 Tahun 2019 menyebutkan Bazis menyelesaikan pelaksanaan tugas dan fungsinya paling lambat sampai 7 Maret 2019.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Pujian hingga Harapan Mundurnya Edy Rahmayadi dari Ketua Umum PSSI

Liputan6.com, Jakarta – Edy Rahmayadi memilih mundur sebagai Ketua Umum PSSI. Kepastian mundurnya Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI diumumkan langsung saat memberikan sambutan pada pembukaan Kongres PSSI di Hotel Sofitel Bali, Minggu, 20 Januari 2019 kemarin.

Edy yang juga Gubernur Sumatera Utara itu mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI karena merasa gagal mewujudkan mimpi masyarakat Indonesia, yakni membawa timnas Indonesia berprestasi.

Mundurnya Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI ini pun mendapat beragam tanggapan. Salah satunya dari Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Pria yang karib disapa Bamsoet ini memuji Edy yang mengakui gagal memimpin PSSI.

Selain itu, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sumarsono berharap mundurnya Edy dapat membuat dirinya fokus bekerja memimpin Sumatera Utara.

Berikut pujian hingga harapan mundurnya Edy Rahmayadi dari jabatan Ketua Umum PSSI yang dihimpun Liputan6.com:

2 dari 6 halaman

1. Akui Kegagalan

Ketua DPR Bambang Soesatyo menghargai keputusan pengunduran diri Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Menurut dia, sangat jarang pimpinan yang mau mundur dari jabatannya karena merasa gagal.

“Secara gentle Edy mengakui mundur sebagai Ketum PSSI karena gagal menjalankan tugas sebagai pucuk pimpinan PSSI. Sangat jarang pimpinan yang mau mengakui kegagalan dan mundur dari jabatan yang diembannya,” ujar Bamsoet saat dikonfirmasi, Senin (21/1/2019).

Bamsoet mengatakan, banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh Ketum PSSI pengganti Edy Rahmayadi, untuk membenahi dunia sepak bola di Indonesia.

Terlebih, prestasi timnas sepak bola Indonesia beberapa waktu ini masih belum bisa menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Bamsoet menuturkan hal tersebut juga diperparah dengan terkuaknya kasus mafia sepak bola, terkait dengan pengaturan skor. Untuk itu, dia berharap agar Ketum PSSI baru dapat menyelesaikan kisruh sepak bola di Indonesia.

“Saya berharap Ketum PSSI yang baru harus benar-benar memahami tentang persepakbolaan Indonesia dan dapat memajukan prestasi anak bangsa melalui sepak bola, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Termasuk menyelesaikan karut-marut permasalahan yang ada,” kata politikus Golkar itu.

3 dari 6 halaman

2. Fokus Pimpin Sumut

Edy Rahmayadi resmi mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI pada Kongres Tahunan PSSI di Nusa Dua, Bali, Minggu, 20 Januari 2019. Kini mantan Pangkostrad itu diharapkan fokus bertugas sebagai Gubernur Sumatera Utara (Sumut).

“Mundur dari PSSI, memang lebih baik, supaya bisa konsentrasi melaksanakan tugas sebagai Gubernur Sumut,” kata Dirjen Otonomi Daerah, Sumarsono dalam keterangannya, Senin (21/1/2019).

Pria yang akrab disapa Soni ini menuturkan, perihal rangkap jabatan yang sempat diemban Edy Rahmayadi sebelum mundur dari Ketum PSSI itu diatur dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800/148/SJ yang dikeluarkan pada 17 Januari 2012. Oleh karenanya, Soni mengapreasi langkah Edy, sehingga dapat fokus sebagai kepala daerah.

“Apabila seseorang telah menjabat KDH (kepala daerah), dilarang merangkap jabatan sebagai pengurus organisasi keolahragaan,” ucapnya.

Selain itu, terkait larangan rangkap jabatan juga sejalan dengan ketentuan Pasal 40 Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan juncto Pasal 56 Ayat 1 PP 56/2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan.

Aturan tersebut menegaskan pengurus komite olahraga nasional, komite olahraga provinsi, dan komite olahraga kabupaten atau kota bersifat mandiri dan tidak terikat dengan kegiatan jabatan struktural dan jabatan publik.

“Salah satu alasannya dilarangnya jabatan rangkap KDH dalam kepengurusan olahraga adalah karena kedudukan KDH rentan pada penyalahgunaan kebijakan yang akan dibuatnya,” jelasnya.

4 dari 6 halaman

3. Harapan Pendamping Edy Rahmayadi

Edy Rahmayadi mengundurkan diri sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Pengunduran diri Edy diumumkan langsung dalam kongres tahunan PSSI di Nusa Dua, Bali.

Menanggapi pengunduran diri Edy, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck mengatakan, hal itu merupakan hak pribadi Edy. Menurut Ijeck, Gubernur Sumatera Utara itu pasti memiliki pertimbangan khusus.

“Itu hak Pak Edy untuk memutuskan mundur sebagai Ketua Umum PSSI,” kata Ijeck saat menghadiri special screening film ‘Orang Kaya Baru’ di Ringroad City Walks, Kota Medan, Minggu, 20 Januari 2019.

Ijeck mengaku tidak mengetahui pertimbangan Edy Rahmayadi memutuskan pengundaran dirinya. Pasalnya, Ijeck tidak ikut ke Bali menghadiri kongres PSSI.

Menurutnya, semua orang tahu loyalitas Edy di sepak bola Indonesia. Seperti PSMS yang dahulu tidak ada apa-apanya, karena Edy, PSMS menjadi bangkit. Begitu juga dengan PSSI, yang sepengetahuannya bukan kemauan Edy Rahmayadi untuk menjadi ketua umum.

“Tetapi, karena kemauan dari semua persepakbolaan daerah di Indonesia, sehingga Edy menjadi Ketua Umum PSSI. Setelah beliau menjadi ketua PSSI, baru PSSI diperhatikan, dilihat, dan didengar,” ucapnya.

“Beliau sangat cinta dengan olahraga sepak bola. Saya yakin betul, hati beliau sangat berat meninggalkan PSSI. Pak Edy pulang nanti ditanyakan kenapa, saya belum komunikasi,” dia menambahkan.

Ijeck menyebut Edy Rahmayadi secara khusus tidak ada berkonsultasi dengan dirinya, meski berstatus sebagai Wakil Gubernur Sumut.

Saat hendak berangkat ke kongres, Edy hanya memberitahu Ijeck akan berangkat dan menghadiri kongres tahunan PSSI.

“Saat itu pesan saya, mana yang terbaik untuk Abang. Hanya itu saya bilang,” ujarnya.

Mengenai selama menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, Ijeck memastikan Edy Rahmayadi tetap menjalankan perannya sebagai Gubernur Sumut dengan baik. Sebab, sebelum Edy menjabat Gubernur Sumut, mantan Pangkostrad itu sudah berada di PSSI.

“Tidak pengaruh walau Pak Edy menjabat sebagai Ketua Umum PSSI dengan kinerjanya sebagai gubernur. Sebelum jadi gubernur juga sudah di PSSI,” terangnya.

5 dari 6 halaman

4. Tokoh di Sumut Setuju

Mundurnya Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) disambut baik oleh Tokoh Masyarakat Sumatera Utara, yaitu Rahmat Shah.

Rahmat menyebut, mundurnya Edy sebagai Ketua Umum PSSI sangat bagus, karena akan fokus mengemban tugasnya sebagai Gubernur Sumut.

“Saya rasa bagus, karena beliau harus konsentrasi penuh kepada Sumut,” kata Rahmat.

Setelah Edy memutuskan mundur sebagai Ketua Umum PSSI, Rahmat menegaskan biarlah orang lain yang lebih memiliki waktu untuk mengurus organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia itu.

Rahmat juga setuju 100 persen Edy memutuskan mundur sebagai Ketua Umum PSSI, agar konsentrasinya ke Sumut kembali.

“Mudah-mudahan dengan beliau mundur, bisa mengabdi di Sumut, lebih tenang, damai, dan memiliki waktu. Kita doakan dan kita sangat mendukung,” Rahmat menandaskan.

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Perubahan Nama Negara Tetangga Picu Kerusuhan di Ibu Kota Yunani

Liputan6.com, Athena – Ribuan pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan polisi di ibu kota Yunani, Athena, dalam aksi protes besar-besaran menentang kesepakatan pemerintah setempat atas perubahan nama negara tetangga, Makedonia.

Kesepakatan itu, yang belum disetujui parlemen Yunani, menunjuk tetangga utara negara itu sebagai Republik Makedonia Utara.

Dikutip dari BBC pada Senin (21/1/2019), nama Makedonia dinilai sensitif bagi banyak orang Yunani, di mana hal tersebut merujuk pada klaim salah satu provinsi setempat yang bernama sama.

Ratusan ribu orang melakukan perjalanan dari seluruh wilayah Yunani untuk berunjuk rasa di dekat parlemen nasional negara itu.

Demonstran di Athena pada Minggu 20 Januari, meneriakkan “Makedonia adalah Yunani”, dan mengibarkan bendera Yunani.

“Kami tidak bisa menerima kesepakatan ini, untuk memberikan (nama) Makedonia kami, sejarah kami,” kata seorang pengunjuk rasa berusia lanjut, kepada kantor berita Reuters.

Pada satu titik, bentrokan terjadi di dekat gedung parlemen Yunani, ketika para demonstran bertopeng melemparkan batu dan kembang api ke polisi.

Tindakan itu segera dibalas oleh polisi yang membentuk barikade untuk memblokir pengunjuk rasa, yang berusaha menyerbu parlemen.

Isu penggunaan nama Makedonia menciptakan pertengkaran bertahun-tahun, sebelum kemudian menghasilkan kesepakatan kontroversial pada Juni lali, yang diteken oleh Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras, dan mitranya dari Makedonia, Zoran Zaev.

Pemungutan suara terkait kesepakatan itu, yang bertujuan untuk mengakhiri pertikaian 28 tahun antara kedua negara, direncanakan berlangsung di parlemen Yunani pada pekan ini.

Di lain pihak, Makedonia telah meratifikasi kesepakatan tersebut, yang disambut dengan suka cita oleh masyarakat di sana.


Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Sengketa Bermula Sejak 1991

Sementara itu, pihak oposisi di Yunani menuding PM Tsipras telah membuat terlalu banyak konsesi yang merugikan negara tersebut.

Pekan lalu ia berhasil lolos dari mosi tidak percaya, setelah mitra koalisinya menarik dukungan secara tiba-tiba.

Muncul kabar bahwa perubahan suara mendadak itu disebabkan oleh ancaman pembunuhan yang diterima oleh beberapa anggota parlemen, sejak beberapa bulan lalu.

Menilik ke belakang, sengketa nama bermula pada 1991 silam, menyusul perpecahan Yugoslavia, yang menjadikan beberapa wilayahnya merdeka, termasuk Makedonia.

Yunani telah lama berargumen bahwa penggunaan nama Makedonia menyiratkan klaim teritorial dan perampasan budaya. Di PBB, negara itu secara resmi dikenal sebagai Bekas Republik Yugoslavia Makedonia, dengan penekanan kuat pada nama “Yugoslavia”.

Para nasionalis Yunani berpendapat bahwa nama Makedonia hanya dapat merujuk pada provinsi dengan nama serupa di negara tersebut.

Perselisihan nama menyebabkan Yunani memblokir harapan Makedonia untuk bergabung dengan NATO dan Uni Eropa.

Punya DNA Juara, Allegri Minta Juventus Tetap Waspada

Liputan6.com, Turin – Hasil apik yang didapat Juventus sejauh musim ini tidak membuat pelatih Massimiliano Allegri lengah. Meski Bianconeri punya DNA sebagai tim juara, ia meminta anak asuhnya untuk tidak berleha-leha.

Juventus saat ini memuncaki klasemen Liga Italia Serie A dengan 53 poin. Keunggulan sembilan poin atas penghuni peringkat dua, Napoli, membuat Juventus semakin dekat dengan gelar Scudetto.

Ketegasan Juventus dalam meraih banyak trofi di musim ini pun telah terlihat saat mereka melakoni laga Supercoppa Italiana, Kamis (17/1/2019) lalu. Menghadapi musuh bebuyutannya AC Milan, Cristiano Ronaldo dan kolega menang dengan skor 1-0.

2 dari 3 halaman

Tetap Waspada

Selasa (22/1/2019), Juventus akan melakoni laga lanjutan Serie A kontra tim juru kunci klasemen, Chievo. Melihat perbedaan jauh pada klasemen, wajar jika Bianconeri diyakini bisa meraih tiga poin tanpa mengalami kesulitan berarti.

Namun, hal tersebut tidak membuat Allegri lengah. Sosok yang juga pernah melatih AC Milan tersebut berujar tim asuhannya harus tetap waspada, terlebih setelah kursi kepelatihan Chievo diisi oleh Domenico Di Carlo.

“Ini adalah laga Juventus-Chievo dan kami harus melakoninya dengan serius,” ujar Allegri dalam konferensi persnya, seperti yang dikutip dari Football Italia.

“Sejak Mimmo di Carlo mengambil alih, mereka berhasil meraih lima hasil imbang, satu kemenangan dan satu kekalahan. Mereka bisa percaya dan berjuang untuk mendapatkan tempat aman di Serie A hingga akhir,” sambungnya.

3 dari 3 halaman

Punya DNA Juara

Lebih lanjut, Allegri menuntut para anak asuhnya untuk sesegera mungkin menyelesaikan pertandingan dengan margin skor yang besar. Ia ingin Juventus tampil perkasa dan tak boleh membiarkan lawan mengejar ketertinggalan.

“Kami harus belajar cara menyelesaikan pertandingan, sebab saat lawan lengah, anda harus menghabisinya. Kami tak boleh memberi kesempatan kepada mereka untuk mengejar,” tambahnya.

“Skuat ini punya DNA juara dan itu artinya kami harus bekerja setiap harinya untuk menjadi lebih baik, serta tak boleh berpuas diri,” tandasnya.

Sebagai informasi, Juventus akan bertindak sebagai tuan rumah dalam laga kali ini. Pada pertemuan sebelumnya yang digelar di Marcantonio Bentegodi bulan Agustus lalu, Bianconeri keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 3-2.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan berikut ini:

Isu Perempuan Kembali Jadi Sorotan Rapor Human Rights Watch untuk RI, Kenapa?

Liputan6.com, Jakarta – Laporan tahunan tentang praktik hak asasi manusia di seluruh dunia oleh Human Rights Watch telah dirilis pada Sabtu 19 Januari 2019. Isinya menyorot kemajuan dan kemunduran di 90 negara dan wilayah termasuk Indonesia, mulai dari akhir 2017 hingga November 2018.

Khusus tentang Indonesia, yang menjadi sorotan adalah isu kebebasan beragama, kebebasan menyatakan pendapat dan berorganisasi, hak perempuan dan anak perempuan, identitas gender dan orientasi seksual, terorisme dan kontra-terorisme, pembunuhan di luar proses hukum atau extrajudicial killings, hingga Papua dan Papua Barat.

Isu perempuan dan anak perempuan disorot luas dalam laporan itu, terutama karena Indonesia dinilai masih belum berhasil menyelesaikan satu persoalan pelik, yaitu kawin anak.

“Pemerintahan Presiden Joko Widodo memulai langkah kecil pada 2018 untuk melindungi hak-hak warga yang paling rentan. Pada bulan April, Jokowi mengumumkan akan melarang kawin anak, tetapi gagal menentukan tenggat waktu penerapan larangan itu,” demikian paragraf pertama laporan tentang Indonesia seperti dikutip dari VOA Indonesia, Minggu (20/1/2019).

Laporan itu juga menyebut “Jokowi mengumumkan pada April 2018 bahwa ia sedang mempersiapkan keputusan presiden yang akan melarang kawin anak. UU Perkawinan No.1/1974 mengizinkan anak perempuan kawin pada usia 16 tahun dan laki-laki pada usia 19 tahun, dengan izin orang tua. Sekitar 14 persen anak perempuan di Indonesia kawin sebelum usia 18 tahun, dan 1 persen kawin sebelum usia 15 tahun.”

Laporan itu menggarisbawahi bahwa “belum ada tenggat yang ditetapkan Presiden Jokowi untuk menerapkan larangan kawin anak itu.”

Hal lain terkait isu perempuan dan anak perempuan di Indonesia yang disorot dalam laporan tahunan setebal 346 halaman itu adalah soal masih dilakukannya “tes keperawanan” yang kasar, tidak ilmiah dan diskriminatif” oleh Kepolisian dan TNI terhadap perempuan yang melamar untuk menjadi personil polisi dan TNI, meskipun ada tekanan publik yang kuat untuk menghapuskan praktik itu.



Saksikan juga video berikut ini:

2 dari 2 halaman

Hukum Diskriminatif

Human Rights Watch juga mencatat upaya Komnas Perempuan yang meminta bantuan pada Kantor Staf Presiden untuk melawan diskriminasi terhadap perempuan.

“Komnas Perempuan telah memperjuangkan pencabutan peraturan daerah berbasis hukum Islam yang diskriminatif, yang semakin marak di seluruh Indonesia,” demikian petikan laporan tersebut.

Masih banyaknya anak Indonesia yang bekerja dalam kondisi berbahaya di perkebunan tembakau dimana mereka terpapar nikotin, pestisida beracun dan bahaya lain.

“Meskipun pemerintah Indonesia melarang anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun melakukan pekerjaan berbahaya, otorita berwenang belum mengubah undang-undang atau peraturan perburuhan supaya secara eksplisit melarang anak-anak bekerja di perkebunan tembakau,” tegas laporan itu.

Hasil Lengkap Liga Inggris Pekan ke-23

Liputan6.com, London – Liga Inggris telah menyelesaikan pekan ke-23. Klub-klub papan atas meraih hasil positif pada pekan ini.

Liverpool mampu menang 4-3 atas Crystal Palace dalam lanjutan Liga Inggris, Sabtu (19/1/2019). Kemenangan ini membuat Liverpool tetap memuncaki klasemen sementara.

Manchester City sebagai pesaing terberat juga meraih kemenangan meyakinkan pada Liga Inggris pekan ke-23. Bermain di kandang Huddersfield, City menang tiga gol tanpa balas.

Hasil itu membuat City tetap menjaga persaingan di papan atas. The Citizens mengoleksi 56 poin atau berselisih empat poin dengan Liverpool.

Tottenham Hotspur yang berada di posisi ketiga juga meraih hasil positif. Menjalani derby London melawan Fulham, Spurs menang dengan skor tipis 2-1.


2 dari 3 halaman

Hasil Lain

Big match Liga Inggris pekan ke-23 mempertemukan Arsenal dengan London. Hasilnya, The Gunners menang dengan skor 2-0.

MU juga terus menunjukkan kualitasnya. Setan Merah menang 2-1 melawan Brighton di Old Trafford.

Berikut hasil lengkap Liga Inggris pekan ke-23:

3 dari 3 halaman

Hasil Liga Inggris

Wolverhampton 4 – 3 Leicester City

AFC Bournemouth 2 – 0 West Ham United

Liverpool 4 – 3 Crystal Palace

MU 2 – 1 Brighton

Newcastle 3 – 0 Cardiff City

Southampton 2 – 1 Everton

Watford 0 – 0 Burnley

Arsenal 2 – 0 Chelsea

Huddersfield 0 – 3 Manchester City

Fulham 1 – 2 Tottenham

Saksikan video pilihan di bawah ini

TKN ke Habiburokhman: Debat Pilpres Bukan Seperti Jawab Ujian Sekolah

JakartaJuru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menanggapi usulan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno yang ingin ada 50 pertanyaan untuk setiap tema dalam debat Pilpres 2019. Ace menilai yang terpenting bukanlah banyaknya pertanyaan, melainkan bagaimana pasangan kandidat menyampaikan visi dan misi ke masyarakat.

“Yang terpenting dari debat itu adalah kemampuan untuk menyampaikan dan menjelaskan visi, misi, program serta kemampuan capres atau cawapres untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa ini,” kata Ace kepada detikcom, Minggu (20/1/2019).

Ace mengatakan, menguji kemampuan capres dan cawapres memang penting. Debat itu juga agar masyarakat tahu sejauh mana calon yang ada menguasai persoalan yang dihadapi bangsa ini.
“Tapi apakah perlu atau tidak daftar pertanyaan banyak itu? Ini bukan pada banyaknya pertanyaan, tetapi lebih kepada tujuan dari kemampuan kandidat tersebut untuk menggali dan menjelaskan program yang ditawarkan kepada masyarakat,” katanya.
“Sebab, debat kandidat capres dan cawapres itu bukan seperti ujian sekolah, debat capres dan cawapres itu kemampuan untuk dapat menawarkan program terbaik buat masyarakat, sehingga dari situ bisa ketahuan mana yang memiliki kemampuan yang betul-betul dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi sesuai tema debat tersebut,” imbuhnya.

Ace mengatakan, dirinya menyadari bahwa setiap tema dalam debat memilii banyak turunan bahasan. Namun, dia menegaskan tujuan debat tersebut yakni bagaiamana agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang jelas dan lugas dari para kandidat.

“Jadi sekali lagi, ini bukan soal seperti menjawab ujian sekolah, ini soal bagaimana capres dan cawapres mampu menjelaskan program, visi dan misi sesuai harapan rakyat,” katanya.

Terkait dengan kekhawatiran Habiburokhman akan adanya kebocoran soal dalam debat nanti, Ace menegaskan bahwa semua pihak harus percaya pada integritas KPU dan panelis debat.

“Kalau kita percaya bahwa KPU dan panelis sendiri berintegritas, kenapa kita harus tidak memiliki kepercayaan terhadap mereka? Toh ada UU dan aturan juga yang mengatur tentang misalnya adanya kebocoran dalam hal pertanyaan debat tersebut. Ada sanksi pidananya,” kata Ace.

Juru bicara Direktorat Advokasi BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Habiburokhman mengusulkan agar panelis menyiapkan 50 pertanyaan untuk setiap tema dalam debat Pilpres 2019. Dia juga menilai pertanyaan untuk debat Pilpres 2019 masih rawan bocor meski KPU sepakat tidak lagi menyodorkan kisi-kisi kepada capres/cawapres.

“Kami mengusulkan panelis menyiapkan sedikitnya 50 pertanyaan untuk setiap tema. Dari 50 pertanyaan tersebut lalu diundi oleh moderator untuk diajukan kepada paslon. Dengan demikian jikapun terjadi kebocoran, tetap susah bagi siapapun untuk memprediksi pertanyaan mana yang akan muncul,” ujar Juru bicara Direktorat Advokasi BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Habiburokhman, dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (20/1/2019).
(jor/fdu)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

5 Jurus Bangkitkan Semangat Kerja, Apa Saja?

Liputan6.com, Jakarta Sebagai seorang pegawai di suatu perusahaan tentunya akan memiliki pekerjaan yang sangat monoton setiap harinya. Hal ini terkadang akan membuat Anda merasa cepat bosan dan tidak bersemangat, bukan?

Meskipun hal ini wajar, namun jangan biarkan Anda untuk larut dalam keadaan seperti ini. Berikut berdasarkan lifestyle.abs, ada 5 hal yang dapat membantu untuk membangkitkan semangat kerja Anda:

1. Kelilingi diri Anda dengan rekan kerja yang memiliki semangat tinggi

Bertemannya dengan rekan kerja yang bisa memberi pengaruh baik bagi Anda. Jika Anda memiliki rekan kerja yang baik, memiliki semangat kerja yang tinggi setiap hari, maka semangat yang mereka miliki setidaknya akan tertular kepada Anda.

2. Cobalah untuk mengerjakannya secara satu per satu

Saat ini multitasking memang menjadi salah satu syarat yang diajukan oleh pihak perusahaan bagi para pegawainya.

Namun, di saat semangat kita sedang turun, cobalah untuk mengerjakan tugas-tugas Anda secara perlahan dan satu per-satu.

Hal ini dapat mengistirahatkan otak Anda dari kepenatan akibat tumpukan tugas yang Anda kerjakan secara bersamaan.

3. Buat segalanya menjadi lebih mudah

Jika Anda merasa naik bis atau angkutan umum untuk pergi ke tempat kerja terasa menyulitkan, dan membuat Anda terasa begitu lelah, maka cobalah menggunakan kendaraan umum yang akan mempermudahkan Anda.

Cobalah untuk menggunakan ojek online atau bahkan taksi. Selain mempermudahkan Anda hal ini juga dapat membuat Anda merasa lebih nyaman.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Selain itu, jika Anda merasa pekerjaan Anda akhir-akhir ini begitu menyulitkan maka Anda dapat meminta pasangan, teman atau sahabat, bahkan keluarga Anda untuk menyemangati Anda.

Jika hal tersebut belum berhasil, hal lain yang harus Anda lakukan adalah memberi keyakinan pada diri Anda bahwa semuanya akan mudah untuk Anda lalui.

4. Rehatlah sebentar

Jika Anda masih merasa semangat Anda belum sepenuhya kembali, maka lakukanlah istirahat sejenak seperti menonton Youtube, membaca buku, atau menonton sebuah film kesukaan Anda.

Beristirahat sejenak tidak membuat tugas-tugas Anda menumpuk, bahkan hal tersebut dapat menyegarkan kembali pikiran Anda dan memberi semangat baru untuk menyelesaikan semua pekerjaan Anda.

5. Apresiasi setiap hasil kerja Anda

Jangan tunggu gajian atau bahkan akhir pekan untuk mengapresiasi hasil kerja Anda, hal tersebut pastinya akan membuat Anda tidak bersemangat.

Terkadang Anda harus merayakan dengan sederhana pencapaian yang telah didapatkan, karena hal ini akan membuat Anda lebih bersemangat lagi untuk melanjutkan segala tugas-tugas mendatang.

Mungkin mengembalikan semangat kerja Anda akan terasa begitu sulit. Namun satu hal yang terpenting adalah Anda harus yakin jika itu akan terjadi maka semangat Anda akan kembali pulih lagi nantinya.