Menyaksikan Keindahan Matahari Pagi di Pantai Kuwaru

Banyaknya wisatawan ini menjadi kesempatan bagi Tri Haryadi untuk menyewakan kudanya di pantai ini. Ia mengaku setiap minggunya pengunjung wisatawan yang naik kudanya bisa mencapai seratus orang. Tarifnya dibedakan antara satu putaran saja atau 1 jam menaiki kudanya.

“Kalo satu putaran 30 ribu kalo satu jam ya 100 ribu rupiah,” katanya.

Setidaknya ada empat hingga lima ekor kuda di Pantai Kuwaru setiap minggunya. Semua kuda dari kuda lokal dan kuat. “Kita disini dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore,” katanya.

Menaiki kuda di pantai tentu mempunyai pengalaman tersendiri bagi wisatawan. Termasuk bagi Atar wisatawan asal Surakarta. “Biasanya di kebun binatang ya tapi ini di pantai berpasir. Kudanya juga dah biasa sepertinya,” katanya.

Selain menunggangi kuda, ia juga menikmati suasana alam pantai Bantul dari atas kuda. Selama satu jam menunggang kuda di pantai Kuwaru ini ia pun seolah tidak berada di Bantul.

“Pas agak kesana gitu suasananya beda. Beda, kayak di film-film eropa gitu,” katanya.

Citra, warga Jogja mengaku datang ke pantai Kuwaru bukan untuk berwisata. Namun ia datang ke Pantai Kuwaru untuk acara kantor.

“Ada gathering kantor. Jadi kayak outbond gitu disini. Seru tempatnya adem jadi enak acara disini,” katanya.

Kegiatan outbond di pantai ini biasa dilakukan kantornya setiap tahun. Suasana alam yang terjaga ditambah fasilitas umum yang cukup membuat kegiatan tahunan digelar di pantai Kuwaru.

“Setiap tahun kesini, semuanya sudah ada yang urus sih. Cuma kalo kesini pasti seru,” katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

BMKG imbau pada para wisatawan untuk sementara tak dekati bibir pantai di Bali Selatan lantaran ombak sedang tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *