Buku Jurnalis Turki Ini Ungkap Detik-Detik Mutilasi Jamal Khashoggi

Liputan6.com, Istanbul – Sebuah buku baru yang ditulis oleh tiga jurnalis Turki dari surat kabar yang dekat dengan pemerintah, memberikan perincian baru seputar pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, yang tewas dijagal di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018.

“Kekejaman Diplomatik: Rahasia Kegelapan dari Pembunuhan Jamal Khashoggi,” ditulis dalam bahasa Turki dan mulai dijual pada Desember 2018.

Buku itu mengutip rekaman audio yang berisi tentang sejumlah kejadian sebelum dan ketika Khashoggi dibunuh oleh tim beranggotakan belasan figur Saudi, demikian seperti dilansir The New York Times, Jumat (18/1/2019).

Rekaman itu, yang berisi momen sebelum kematian Jamal Khashoggi, saat berkunjung ke Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober, merupakan bukti yang diperoleh dan disimpan pejabat Turki. Dan pejabat intelijen Turki membocorkan beberapa detail rekaman guna memaksa Arab Saudi untuk mengakui kejahatan tersebut.

Pejabat intelijen Turki itu kemudian memberikan pengarahan ke tiga jurnalis investigasi Sabah –yang dekat dengan pemerintahan Presiden Recep Erdogan– yang kemudian mengolahnya menjadi sebuah buku.

Buku baru itu juga menawarkan deskripsi paling komprehensif hingga saat ini tentang isi rekaman, yang eksistensinya telah mencuat sejak awal penyelidikan kasus tersebut.

Rekaman itu berisi audio adegan ketika tim operasi Saudi menyusun rencana mereka sebelum Jamal Khashoggi tiba di konsulat, dan kemudian berisi audio tentang apa yang terjadi selanjutnya.

Seorang pejabat keamanan Turki lain, yang berbicara dengan syarat anonim, mengonfirmasi secara terpisah bahwa rincian yang dijelaskan dalam buku itu akurat.

Buku itu tidak menjelaskan bagaimana pemerintah Turki memperoleh rekaman itu. Tetapi dikatakan bahwa pejabat intelijen Turki telah mengumpulkan rekaman audio dari beberapa lokasi di konsulat.

Rekaman itu pula-lah yang disebut-sebut diberikan oleh Turki kepada pejabat intelijen negara Barat, salah satunya Direktur CIA Amerika Serikat, Gina Haspel.

Para wartawan mengidentifikasi salah satu pejabat di rekaman itu sebagai Maher Abdulaziz Mutreb, seorang pejabat keamanan dan sering menjadi pendamping Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman. Mutreb terdengar memberi perintah dan mengarahkan percakapan tim pembunuh dengan Jamal Khashoggi, kata buku itu.


Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

‘Hewan kurban mudah dibelah, tapi manusia perlu waktu…’

Jurnalis Sabah dalam buku itu mengatakan, Mutreb memberikan rencana kepada Salah al-Tubaigy, seorang pejabat forensik tinggi pemerintah Saudi, mengatakan kepadanya bahwa mereka akan mencoba membawa Khashoggi kembali ke Arab Saudi. Jika Khashoggi menolak, “Kami akan membunuhnya di sini dan menyingkirkan mayatnya,” kata Mutreb memberitahu Tubaigy, menurut buku itu.

“Pertama, kami akan memberitahunya (Khashoggi) ‘Kami akan membawamu ke Riyadh,'” kata Mutreb kepada Tubaigy, menurut buku itu dengan mengutip rekaman audio.

“Jika dia (Khashoggi) tidak datang, kita akan membunuhnya di sini dan menyingkirkan mayatnya,” lanjut Mutreb.

“Jamal (Khashoggi) tinggi, sekitar 1,80 meter,” kata Tubaigy.

“Sendi hewan kurban mudah dibelah, tetapi memotong-motong (manusia) memerlukan waktu.”

“(Tapi) saya selalu bekerja dengan mayat,” katanya. “Aku tahu cara memotong dengan baik. Saya belum pernah bekerja pada tubuh yang hangat sampai sekarang, tetapi saya bisa mengatasinya dengan mudah. Biasanya saat mengerjakan mayat, saya memakai headphone dan mendengarkan musik, sambil minum kopi dan merokok.”

“Setelah saya memotong-motongnya, Anda akan membungkusnya dalam kantong plastik dan memasukkannya ke dalam koper dan mengambil (bagian-bagian tubuhnya),” Tubaigy menambahkan.

Jamal Khashoggi (AFP Photo/Str)

Dalam beberapa menit setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul, Khashoggi dibawa ke kantor konsul. “Lepaskan lenganku, apa yang kamu lakukan?” terdengar Khashoggi berteriak.

Begitu Khashoggi memasuki ruangan, tulis para wartawan, Mutreb terdengar berkata, “Ayo, duduk. Kami datang untuk membawa Anda ke Riyadh.”

Jawaban Khashoggi singkat dan jelas, “Saya tidak akan pergi ke Riyadh.”

Tim pembunuh ingin Khashoggi mengirim pesan berikut kepada putranya Salah Khashoggi, “Anakku, aku di Istanbul. Jangan khawatir jika Anda tidak mendengar kabar dari saya untuk sementara waktu.”

Khashoggi menolak, dan Mutreb memerintahkan orang-orangnya untuk mengeluarkan alat-alat yang mereka bawa untuk memotong-motong tubuhnya, kata buku itu. Audio menangkap suara alat-alat tersebut diletakkan di atas meja.

“Apakah kamu akan membunuhku? Apakah Anda akan mencekik saya?” Khashoggi terdengar bertanya.

Mutreb mengatakan kepadanya bahwa dia akan “dimaafkan” jika dia bekerja sama, jelas para wartawan dalam buku itu.

Mutreb kemudian memerintahkan lima agen Saudi untuk menyerang Khashoggi.

Salah satu agen, “kemungkinan besar Thaar Ghaleb al-Harbi,” jelas buku itu, mencoba menutup mulut Khashoggi, tetapi audio menunjukkan bahwa Khashoggi mengelak.

Al-Harbi termasuk di antara penjaga kerajaan Saudi, dan dipromosikan tahun lalu ke pangkat letnan karena keberanian dalam membela istana Putra Mahkota di Jeddah. Buku itu mengatakan kelompok itu juga termasuk Mohammed Saad Alzahrani, penjaga kerajaan lainnya.

Foto Jamal Khashoggi, wartawan Arab Saudi yang dibunuh di Istanbul (AP/Jacquelyn Martin)

Para pembunuh akhirnya berhasil meletakkan kantong plastik di atas kepala Khashoggi, kata buku itu. Butuh lima menit sampai dia menarik napas terakhir, dan kata-kata terakhirnya tercatat sebagai, “Jangan tutup mulutku. Saya menderita asma. Jangan, kamu mencekikku.”

Khashoggi meninggal pada pukul 13:24, buku itu melaporkan, hanya 10 menit setelah memasuki gedung pada 2 Oktober 2018.

“Detik terakhir di konsulat berlalu dengan suara serak korban yang meninggalkan dunia ini,” tulis para wartawan.

Setelah Khashoggi meninggal, Mustafa al-Madani, pria Saudi yang dikirim untuk menjadi “peniru” Khashoggi dan Saif Saad al-Qahtani, melepas pakaian korban, kata buku itu.

Harbi dan Zahrani membantu Tubaigy ketika dia memotong-motong tubuh, kata buku itu, menggambarkan ahli forensik menghujani perintah kepada orang-orang di sekitarnya. “Tunggu apa lagi?” Teriaknya.

Ketika adegan itu berlangsung, personel konsulat merasa mual, kata buku itu.

“Menurut audio,” para wartawan menulis, “potongan-potongan yang terdengar mungkin adalah suara penggunaan alat yang mirip dengan pisau untuk memotong tulang-tulang tubuh, sementara suara bernada tinggi seperti gergaji otopsi listrik yang sering terdengar, juga ikut terekam.”

Kisah Anak Pekerja Serabutan Lolos Seleksi CPNS 2018

Liputan6.com, Jakarta – Oktober 2018 lalu menjadi saat yang penuh tanda tanya bagi Fauzi Rizki Arbie (25). Betapa tidak, saat itu kontrak Fauzi di Dinas Perpustakan Kota Bandung tidak diperpanjang.

Apalagi ayahnya bekerja serabutan, kadang bekerja tetapi kadang juga tidak, sementara ibunya sebagai ibu rumah tangga. Kebetulan saat itu ayah Fauzi, Amirudin Arbie, mendapat panggilan bekerja sebagai mandor bangunan di Lombok, NTB.

“Ayah saya kerjanya serabutan, ketika ada kerjaan ya kerja, ketika gak ada ya dia gak kerja,” ujar Fauzi, seperti dikutip dari laman Menpan.

Sejak itu, Fauzi tinggal berdua dengan ibunya, Nenny Mulyanie, di kota yang berjuluk Paris van Java. Dalam kondisinya yang menganggur, ia mengaku tidak tenang. Pasalnya, sebagai anak laki-laki, ia merasa bertanggungjawab terhadap ibunya.

“Sempat tidak tenang, tak ada kegiatan untuk menambah penghasilan orang tua,” lanjutnya bercerita.

Kondisi tersebut mendorong Fauzi untuk berusaha keras memperoleh pekerjaan yang mapan, yakni menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang merupakan impiannya.

Kebetulan, saat itu pemerintah sedang membuka seleksi CPNS Tahun Anggaran 2018 (CPNS 2018). Berbekal pengalaman bekerja di pemerintahan, Fauzi mendaftarkan diri pada rekrutmen CPNS 2018. Ia mendaftar pada formasi pengelola teknik informasi bidang monitoring dan evaluasi di Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Perjuangan dimulai saat melakukan pendaftaran secara online. Tiga hari ia mencoba mendaftar di web resmi Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN), namun selalu gagal karena banyaknya orang yang hendak mendaftar.

Ia juga mengakui, dengan latar belakang pendidikan D-III, agak sulit untuk mencari posisi yang tepat. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan teknik komputer di Politeknik Piksi Ganesha Bandung.

Akhirnya, Fauzi memantapkan pilihannya di Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), meskipun formasinya hanya satu, yang membuatnya pesimis.

Dua minggu berlalu. Saat pengumuman seleksi administrasi, ia menemukan namanya berhak ikut ke tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Ia sadar sepenuhnya bahwa SKD dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) ini tak dimungkinkan ada kecurangan atau ‘titipan’. Ia pun menyiapkan diri dengan belajar keras, karena hanya kemampuannya sendiri yang bisa menolongnya, selain kekuatan doa kepada Tuhan YME.

Selama 100 menit, ia berkutat dengan kumpulan soal Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dan Tes Intelegensia Umum (TIU). Untuk lolos, Fauzi harus memenuhi ambang batas dari tiap-tiap kelompok soal.

Hasil keringatnya pun langsung tertera saat ia selesai mengerjakan soal. Hasilnya, Fauzi mendapat nilai 70 untuk TWK, 100 untuk TIU, dan 136 untuk TKP.

“Nilai saya tidak memenuhi passing grade di bagian TKP dan TWK. Saya hanya bisa berdoa, kalau memang sudah rejeki mungkin ada cara lain,” imbuh Fauzi, yang gemar naik gunung ini.

2 dari 3 halaman

Adanya Peraturan Baru, Fauzi Jadi Lolos CPNS

Tanpa disangka, Kementerian PANRB kemudian mengeluarkan Peraturan Menteri PANRB No. 61/2018 tentang Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan Formasi PNS dalam Seleksi CPNS Tahun 2018.

Adanya regulasi yang mengatur soal ranking itu, menguntungkan Fauzi yang mendapat nilai kumulatif cukup tinggi pada SKD. Anak terakhir dari dua bersaudara ini pun dinyatakan lolos dan berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Dalam benaknya, yang ia tahu SKB tidak berbeda jauh dengan SKD yang berbasis CAT. Ia kaget saat membaca pengumuman, ternyata SKB terdiri dari psikotes, wawancara, CAT, TOEFL, dan praktik kerja.

Rasa pesimis kembali menghantuinya. Ia sadar, bahwa yang lolos sampai tahap ini adalah peserta yang unggul. Ia harus bersaing dengan dua orang lain karena setiap formasi diikuti tiga orang peserta untuk diambil salah satu yang terbaik, setelah nilainya diintegrasikan dengan nilai SKD. Bobotnya, 40 persen untuk SKD dan 60 persen untuk SKB.

Namun demikian, ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Dengan tekad bulat, Fauzi melangkah ke ibukota dengan harapan bisa menaikkan derajat kedua orang tuanya.

Sebelum ujian, ia selalu minta doa restu dengan mencium tangan dan kaki ibunya. Tak lupa, melalui sambungan telepon, ia juga meminta doa kepada ayahnya yang saat itu berada di Lombok.

Doa dan harapan kedua orang tuanya itu menjadi pemicu semangat Fauzi menghadapi rangkaian seleksi CPNS. Fauzi menekankan, ia selalu berusaha menyeimbangkan antara doa dan usaha keras.

“Doa tanpa usaha itu bohong, tapi usaha tanpa doa itu sombong”, begitu kutipan yang selalu menjadi pegangan hidupnya.

Berbekal doa kedua orang tuanya, serta usaha yang keras, Fauzi berhasil lolos SKB dan memasuki tahap pemberkasan.

3 dari 3 halaman

Bertekad Mengabdikan Diri dan Membahagiakan Orang Tua

Perjuangan yang sudah ia lakukan sampai tahap sejauh ini, ia persembahkan untuk kedua orang tuanya. Menurut Fauzi, sebagai anak laki-laki, sudah sepatutnya untuk mengangkat derajat serta membahagiakan mereka.

“Saya ingin memberangkatkan mereka umroh dan insya Allah akan mendekatkan ayah dan ibu saya agar tidak berjauhan. Saya juga ingin membalas budi atas kebaikan mereka, meski tidak mungkin, setidaknya saya tidak tinggal diam,” tutur Fauzi.

Kini, ia sudah berhasil membuktikan apa yang ia yakini, lulus seleksi CPNS tanpa bantuan orang lain tetapi dengan kemampuannya diri sendiri.

Apresiasi juga ia sampaikan kepada pemerintah karena berhasil melaksanakan rekrutmen abdi negara yang transparan dan akuntabel. Sistem CAT ini ia yakini tak ada celah terjadinya kecurangan.

“Tidak ada kecurangan karena dengan komputerisasi dan hasilnya real time,” imbuhnya.

Fauzi membulatkan tekadnya untuk mengabdikan diri kepada Indonesia dan membahagiakan kedua orang tuanya.

Dengan menjadi CPNS, ia ingin ikut memperbaiki sistem komunikasi yang selama ini belum terintegrasi. Ia memiliki cita-cita untuk mengembangkan teknologi informasi agar lebih berguna bagi masyarakat luas, terutama di daerah yang belum terjangkau.

“Saya ingin sistem informasi itu terhubung hingga ke pelosok, jangan cuma di kota besar,” tandasnya.

4 Momen Paling Menggelitik Debat Pilpres Perdana

JakartaDebat capres-cawapres 2019 perdana selesai digelar semalam. Momen menggelitik bermunculan dalam ajang adu gagasan calon pemimpin RI tersebut.

Dirangkum detikcom, Jumat (18/1/2019), setidaknya ada 4 momen menarik dalam debat capres-cawapres 2019 perdana. Berikut 4 momen unik di debat perdana antara Joko Widodo-Ma’ruf Amin versus Prabowo Subianto-Sandiaga Uno:

1. Sandiaga tolak bicara Gerindra
Momen ini terjadi ketika calon presiden petahana Joko Widodo bertanya kepada Prabowo soal pengurus Partai Gerindra yang menurutnya kebanyakan diisi oleh lelaki. Jokowi menanyakan itu karena, menurut dia, visi-misi Prabowo Sandi menjanjikan pemberdayaan perempuan.

Prabowo menjawab Jokowi dengan menyebut partainya punya Wakil Ketua Umum Rachmawati Soekarnoputri. Prabowo juga membanggakan sayap Partai Gerindra yang bernama Perempuan Indonesia Raya dan menurut Prabowo, Partai Gerindra punya caleg perempuan terbanyak. Setelah menjawab Jokowi, Prabowo memberi gestur mempersilakan Sandiaga berbicara.

“Saya bukan Gerindra lagi, Pak. Nggak bisa jawab,” kata Sandiaga.

“Bener, bener, bener. Sorry, sorry, sorry,” ucap Prabowo.

2. Debat caleg eks napi koruptor berujung Prabowo joget kecil

Prabowo Subianto dan Jokowi terlibat debat sengit soal caleg eks napi koruptor. Jokowi mempertanyakan eks napi koruptor yang diusung Partai Gerindra, yang menurutnya pencalonan itu diteken sang ketua umum dalam hal ini Prabowo sendiri.

Jokowi mengulangi pertanyaannya mengenai jumlah mantan napi korupsi yang maju dalam pileg dari Partai Gerindra. Jokowi bertanya karena pencalegan itu diteken oleh seorang ketum, dalam hal ini Prabowo, dan sekjen.

“Mohon maaf, maksud saya mantan napi korupsi yang Bapak calonkan sebagai caleg di Gerindra itu berdasarkan data ICW ada enam yang diteken oleh Ketum dan Sekjen…,” lalu pertanyaan Jokowi terhenti.

Pertanyaan Jokowi terhenti lantaran Prabowo mengangkat tangan dengan bertanya kepada moderator ‘boleh saya menanggapi?’. Pertanyaan Prabowo itu dijawab ‘tidak boleh’ oleh moderator.

Sontak kemudian para tamu tertawa. Lalu Prabowo menunjukkan gestur joget kecil di atas panggung sembari tersenyum. Sandiaga, yang berada di sebelahnya, lalu merangkul dan melakukan gerakan memijit-mijit bahu Prabowo. Sejumlah tamu tertawa melihat peristiwa ini.

3. Jokowi gulung lengan kemeja

Joko Widodo menunjukkan gestur serius ketika menekankan dirinya dan Ma’ruf Amin akan terus bekerja. Jokowi menyampaikan hal itu dalam sesi closing statement.

“Jokowi-Amin akan pertaruhkan jabatan dan reputasi dan akan kami gunakan semua kemampuan yang kami miliki untuk perbaikan bangsa ini,” kata Jokowi.

Setelah mengucapkan hal itu, Jokowi-Ma’ruf Amin masih memiliki waktu sekitar satu menit. Moderator Ira Koesno mempersilakan pasangan ini untuk memanfaatkan waktu tersisa.

“Kami ingin bekerja,” tegas Jokowi. Jokowi lantas menggulung lengan kemejanya.

4. Sandiaga cium tangan Ma’ruf 5 kali

Usai debat, cawapres Sandiaga Uno menghampiri cawapres Ma’ruf Amin. Sandi lantas mencium tangan Ma’ruf Amin berkali-kali.

Pantauan detikcom di panggung debat Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, semalam, Jokowi lebih dahulu menyampaikan pernyataan penutup. Lalu dilanjutkan Prabowo.

Setelah itu, Jokowi-Ma’ruf tampak menghampiri Prabowo-Sandiaga. Jokowi dan Prabowo bersalaman dan cipika-cipiki.

Sementara itu, Sandiaga menyalami Ma’ruf Amin sambil mencium tangannya. Terpantau lima kali Sandiaga mencium tangan Ma’ruf.

Sebelum debat dimulai, Sandiaga juga mencium tangan Ma’ruf Amin. Ma’ruf lalu tampak menepuk pundak Sandiaga.
(gbr/van)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

4 ‘Serangan’ Jokowi ke Prabowo di Debat Pilpres Perdana

Jakarta – Presiden Joko Widodo kerap melontarkan pernyataan tajam ke Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di debat Pilpres perdana semalam. Apa saja?

1. Beban Masa Lalu

Jokowi menyinggung soal beban masa lalu di awal debat. Meski ia tak menyinggung kasus penculikan aktivis, namun pernyataan ini banyak dianggap sebagai sindiran keras Jokowi ke Prabowo.

“Pertama, akan saya mulai dari saya, Pak Prabowo, saya tidak memiliki beban masa lalu sehingga enak dalam bekerja, enak dalam memberi perintah,” kata Jokowi dalam debat capres 2019 di Hotel Bidakara, Jaksel, Kamis (17/1/2019).

Jawaban ini disampaikan atas pertanyaan capres Prabowo Subianto. Prabowo bertanya soal bagaimana Jokowi memastikan tidak ada pejabat negara yang memiliki konflik kepentingan terutama terkait impor beras dan gula.

2. 6 Caleg Koruptor

Jokowi juga melontarkan pertanyaan tajam ke Prabowo soal caleg koruptor. Menohok sekali saat Jokowi menyebut caleg itu diteken Prabowo sebagai Ketum Gerindra.

“Kita tahu korupsi adalah kejahatan luar biasa, bahkan Pak Prabowo katakan sudah stadium 4 meskipun saya ndak setuju, saya ndak setuju,” ujar Jokowi di debat capres 2019 di Hotel Bidakara, Jaksel, Kamis (17/1/2019).

“Tapi menurut ICW, partai yang Bapak pimpin paling banyak calonkan mantan napi korupsi. Calon itu yang tanda tangan Ketum, berarti Pak Prabowo tanda tangan,” sebut Jokowi.

Prabowo pun menjawab tudingan Jokowi itu. “Kalau kasus itu sudah melalui proses, dia sudah dihukum dan kalau memang hukum mengizinkan, kalau dia masih bisa dan rakyat menghendaki dia karena dia mempunyai kelebihan-kelebihan lain, mungkin korupsinya juga nggak seberapa, mungkin dia…,” kata Prabowo dalam debat Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jaksel, Kamis (17/1/2019).

3. Soal prioritaskan perempuan

Jokowi juga mempertanyakan visi misi Prabowo-Sandiaga yang memprioritaskan perempuan, namun jajaran pimpinan parpolnya laki-laki.

“Dalam visi-misi Bapak, menyebutkan bahwa setiap kebijakan akan berperspektif gender dan pemberdayaan perempuan, akan memprioritaskan pemberdayaan perempuan. Tapi saya melihat dalam struktur partai yang Bapak pimpin, seperti ketua umum, ketua dewan pembina, ketua dewan pakar, ketua harian, semuanya laki-laki. Bagaimana Bapak menjawab inkonsistensi ini,” tanya Jokowi dalam debat pilpres di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Prabowo pun menjelaskan bahwa partainya masih muda. Di usia partai ke-10 tahun, dia menjelaskan, pengurus dipilih berdasarkan kapabilitas.

“Saat penyusunan tentunya kita memilih dan menunjuk siapa yang paling pertama dan paling mau untuk muncul. Tetapi di beberapa eselon, seperti wakil ketua umum, kita punya Ibu Rachmawati Soekarnoputri. Kami juga punya sayap partai yang namanya Perempuan Indonesia Raya,” ungkap Prabowo.

“Kemudian di caleg UU mewajibkan 30 persen perempuan, kita mungkin mendekati 40 persen dan itu tekad kami,” jelasnya.

4. Singgung Hoax Ratna Sarumpaet

Jokowi juga menyinggung kasus hoax Ratna Sarumpaet di arena debat Pilpres. Hal itu terlontar saat Prabowo menyebut ada ketidakadilan di Indonesia.

Prabowo mencontohkan kepala daerah yang berdeklarasi mendukung paslon nomor urut 01 tidak ditangkap. Namun, kepala daerah yang mendukung paslon 02 ditangkap.

“Itu tidak adil, karena menyampaikan pendapat itu dilindungi,” ujar Prabowo.

Jokowi meminta Prabowo tidak asal tuduh. Setiap masalah hukum ada mekanismenya tersendiri. Nah sindiran soal hoax Ratna Sarumpaet ini kemudian diucapkan.

“Ya jangan menuduh seperti itu Pak Prabowo. Karena kita ini adalah negara hukum ada mekanisme hukum yang kita lakukan,” ujar jokowi.

Jokowi mengatakan silakan melapor jika ada bukti. Jokowi lalu menyindir kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet.

“Kalau ada bukti sampaikan saja ke aparat, jangan grasa-grusu. Misalnya jurkam Pak Prabowo katanya dianiaya, babak belur ternyata operasi plastik,” katanya.
(van/ear)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PKS Sindir Arahan Saling Apresiasi di Debat Capres: Kayak Anak SMA

JakartaPKS menyindir arahan moderator debat perdana Pilpres 2019 agar para calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) saling mengapresiasi. Arahan semacam itu dianggap PKS tidak sesuai. Lho kok?

“Menurut saya itu jadi tidak benar dari moderator. Masa sih sekelas capres-cawapres diminta untuk pernyataannya yang damai, kemudian juga pun saling apresiasi. Ini kayak untuk anak-anak SMA. Jadi harusnya nggak perlu kayak begituan,” kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (18/1/2019).

“Ini para capres-cawapres itu kan para negarawan gitu ya, mereka ngertilah apa yang harus mereka lakukan. Tidak perlu dibegituin gitu lho,” imbuhnya.
Menurut Hidayat, hal yang penting adalah kedua paslon bisa saling berangkulan dan saling menyapa. Hidayat juga menyebut hal yang penting adalah rakyat mendapatkan pencerahan tentang kedua capres-cawapres.

“Setelah tahun 2014 yang lalu mereka berdebat, sekarang berdebat lagi, hasilnya bagaimana? Dulu yang disampaikan Pak Jokowi tahun 2014 ternyata dikonfirmasi oleh beliau sampai hari ini pun beliau belum melaksanakan dan beliau tidak menyadari bahwa beliau melaksanakan,” ujarnya.

Hidayat juga menyoroti Jokowi yang dilihatnya banyak menyerang Prabowo secara personal. Padahal menurutnya, Prabowo tidak melayangkan serangan kepada lawannya itu secara personal.

“Ya terutama, kalau yang saya pahami sih Pak Prabowo tidak secara personal gitu ya menyerang Pak Jokowi. Tapi kadang-kadang Pak Jokowi yang malah menuntut, kan termasuk tentang caleg dari Gerindra yang kata beliau paling banyak mantan napi koruptornya dan itu ditandatangani oleh Ketua Umum dan Ketua Umumnya Pak Prabowo. Ini kan sebuah blunder ya,” tutur Hidayat.

Menurut Hidayat, caleg di tingkat nasional yang paling banyak mantan napi koruptor bukanlah dari Gerindra, melainkan dari partai lain. Namun, Hidayat tak menyebut secara gamblang apa partai yang dimaksudnya.

“Jadi tohokan yang agak individual ini menurut saya agak melenceng, tidak kena sasarannya. Lebih daripada itu, orang juga kemudian menjadi diingatkan tentang sikap Pak Jokowi. Justru Pak Jokowi lah yang tegas menyampaikan bahwa mantan napi koruptor itu juga punya hak untuk dicalegkan. Itu pernyataan Pak Jokowi sendiri. Nah, kalau sikap dasar beliau demikian kenapa beliau mengkritik orang lain?” tegasnya.

Sebelumnya, pada sesi closing statement, masing-masing paslon tidak ada yang memberikan pernyataan apresiasi kepada lawan debat. Padahal kedua paslon diminta menutup debat perdana dengan pernyataan menyejukkan sekaligus apresiasi antarpaslon.

Capres Jokowi saat menyampaikan closing statement menegaskan bersama cawapres Ma’ruf Amin sudah memahami persoalan bangsa. Jokowi menegaskan tidak ada beban masa lalu dalam memimpin pemerintah.

Hal yang sama dilakukan capres Prabowo. Prabowo dalam closing statement-nya menegaskan dirinya bersama cawapres Sandiaga Uno bertekad mencari jalan keluar atas kebocoran-kebocoran di negara.

Setelah itu, kedua pasangan bersalaman. Sandiaga bahkan mencium tangan Ma’ruf Amin.
(azr/dhn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kemlu RI Pulangkan WNI yang Bebas dari Ancaman Hukuman Mati di Malaysia

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Luar Negeri RI telah memulangkan dan menyerahterimakan dua WNI yang terbebas dari ancaman hukuman mati di Malaysia kepada pihak keluarga. Prosesi itu dilaksanakan di Kemlu RI Jakarta pada 17 Januari 2019.

Kedua WNI tersebut adalah Siti Nurhidayah asal Brebes, Jawa Tengah, dan Mattari asal Bangkalan, Madura.

Siti Nurhidayah (SN) ditangkap pada 6 November 2013 dalam penerbangan transit di Penang dari Guang Zhou membawa narkotika jenis sabu. Hasil pendalaman Tim Perlindungan WNI menguatkan keyakinan bahwa SN adalah korban penipuan.

Dalam proses persidangan, pengacara berhasil menghadirkan sejumlah saksi kunci yang mengetahui dan bersaksi bahwa SN adalah korban. SN dibebaskan dari semua dakwaan pada 15 November 2018.

“Hasil pendalaman Tim Perlindungan WNI terhadap 2 kasus ini memperkuat keyakinan bahwa Siti Nurhidayah adalah korban penipuan. Demikian pula dengan Mattari adalah korban salah tangkap. Karena itu kita berikan pendampingan dan pembelaan semaksimal mungkin,” ujar Lalu Muhamad Iqbal, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, dalam rilis yang diterima Liputan6.com, Jumat (18/1/2019).

Sementara itu, Mattari ditangkap pada 14 Desember 2016 di sebuah proyek konstruksi tempatnya bekerja di negara bagian Selangor, Malaysia. Mattari dituduh melakukan pembunuhan terhadap seorang WN Bangladesh yang jenazahnya ditemukan dekat tempatnya bekerja.

Pengacara KBRI Kuala Lumpur, Gooi & Azzura, berhasil meyakinkan hakim bahwa bukti-bukti yang ada tidak memadai, khususnya karena tidak ada saksi yang melihat atau mengetahui langsung kejadian tersebut. Pada 2 November 2018, Hakim di Mahkamah Tinggi Syah Alam membebaskan Mattari dari semua tuduhan. Namun demikian, baru 8 Januari 2019, ijin pemulangan diterima dari Imigrasi Malaysia.

“Selama proses hukum, KBRI selalu memberikan pendampingan kepada keduanya. Termasuk dalam bentuk memfasilitasi komunikasi dengan keluarga masing-masing,” ungkap Galuh Indriyati, staf KBRI Kuala Lumpur yang selama ini melakukan kunjungan ke penjara dalam rangka pendampingan bagi WNI yang menjalani proses hukum di wilayah kerja KBRI Kuala Lumpur.

Sementara itu, putra tunggal Siti Nurhidayah, Muhamad Ali Al Farisi atas nama keluarga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah atas pendampingan dan pembelaaan yang diberikan kepada ibunya.

“Saya tidak tahu harus mengucapkan apalagi selain terima kasih kami sekeluarga atas perjuangan Pemerintah membebaskan Ibu saya yang korban penipuan. Semoga menjadi pelajaran bagi yang lain,” ujar mahasiswa semester 8 Teknik Elektronika yang ditinggal ibunya saat di kelas 2 SMA ini.

Sejak 2011, sebanyak 442 WNI terancam hukuman mati di Malaysia. Pemerintah berhasil membebaskan sebanyak 308 WNI dan saat ini masih ada 134 WNI terancam hukuman mati, menurut data Kementerian Luar Negeri RI.


Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

WNI Dibebaskan dari Sandera Abu Sayyaf di Filipina

Di lain kabar, seorang nelayan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi sandera Abu Sayyaf, Samsul Saguni, dilaporkan telah dibebaskan dari sekapan kelompok separatis yang berbasis di sekitar kepulauan selatan Filipina itu.

Menurut keterangan dari Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal, Samsul dilepaskan pada Selasa, 15 Januari 2019, sekitar pukul 15.35 waktu setempat.

“Samsul Saguni saat ini masih berada di Pangkalan Militer Westmincom di Jolo, Filipina Selatan, guna pemeriksaan kesehatan dan menunggu diterbangkan ke Zamboanga City,” tutur Iqbal saaat dihubungi Liputan6.com pada Rabu (16/1/2019).

Setelah diserahterimakan secara resmi kepada KBRI Manila, Samsul akan diproses pemulangannya ke Indonesia. Meski demikian, waktu pengembalian korban ke Tanah Air belum bisa dipastikan.

“Tergantung kondisi di Filipina,” ujar Iqbal.

Samsul Saguni diculik pada 11 September 2018 di perairan pulau Gaya, Semporna, Sabah. 

Seorang WNI lainnya atas nama Usman Yunus, yang diculik oleh Abu Sayyaf bersamaan dengan Samsul, telah lebih dahulu bebas pada tanggal 7 Desember 2018.

Sebelumnya, keduanya disekap bersama dengan tiga korban penculikan lainnya –seorang warga negara Malaysia dan dua orang WNI– di perairan Kinabatangan, dekat dengan Pulau Tawi Tawi di Filipina, ketika menangkap ikan di wilayah ini. Baca selengkapnya…

Kata Julian Jacob soal Isu Pacaran dengan Marion Jola

Liputan6.com, Jakarta – Kabar kedekatan Julian Jacob dengan Marion Jola mengemuka beberapa bulan terakhir. Penyebabnya, interaksi yang dilakukan Julian Jacob dan Marion Jola di media sosial yang kemudian membuat warganet curiga.

Disinggung soal kedekatannya dengan Marion Jola, Julian Jacob hanya tertawa. Dengan ekspresi malu-malu, ia pun mulai terbuka soal Marion Jola.

“Kenapa tuh? Ada apa? Coba tanya dia (Marion) deh. Kita pacaran apa nggak,” kata Julian Jacob saat ditemui di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

“Ya untuk sekarang sih kita yang pasti saling support dalam pekerjaan, dalam hidup, jadi teman aja, jadi teman kayak buat kita semangat,” Julian Jacob menambahkan.



2 dari 3 halaman

Dipertemukan Instagram

Menurut Julian Jacob, dirinya dan wanita 18 tahun itu sudah dekat sejak setahun yang lalu. Namun hubungan istimewa tersebut baru saja terbangun beberapa bulan ini.

“Kita kenal sebenarnya sudah setahun sih dan kayak baru sering hampir setiap hari ketemu jalan gitu sih dua bulan, sebulan. Sebenarnya bukan (musik) sih, instagram yang mempertemukan kita, bukan musik,” Julian Jacob menguraikan.

3 dari 3 halaman

Pengagum Marion Jola

Diakui Julian Jacob, dirinya sangat mengagumi dengan Marion Jola. Sehingga saat Marion Jola masih berjuang di ajang pencarian bakat, Julian Jacob selalu mendukungnya, bahkan hingga mengirimkan direct messenger (DM).

“Pertama kali memang ngefans, aku DM (Instagram). Aku bilang pas waktu dia di Indonesian Idol aku DM semangat ya. Terus dia balas dia bilang ‘oh kak Julian aku dulu suka nonton sinetronnya gitu-gitu’. Oh akhirnya kita kenal, terus temenan terus nggak tahu juga sih sekarang kayak dekat aja gitu,” tuturnya. (Fimela.com/ Lanny Kusumastuti)

Usai Berhenti dari ITB, Begini Kabar Izhak dan 9 Adiknya

Liputan6.com, Polewali Mandar Masih ingat dengan Muhammad Izhak? Ya, dia adalah mantan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memutuskan berhenti kuliah demi merawat sembilan adiknya. Keputusan itu diambil mantan mahasiswa Fakultas Teknik Kimia angkatan 2013 itu setelah kedua orangtuanya meninggal karena sakit.

Izhak tersenyum semringah saat Liputan6.com menyambangi kediamannya di Dusun Tojangan, Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Kamis sore, 17 Januari 2019. Kehidupan pemuda berusia 23 tahun itu kini jauh lebih baik.

Kisah Izhak yang harus berhenti kuliah demi merawat sembilan adiknya pada Desember 2017 berhasil menggugah hati banyak orang, baik itu secara personal maupun secara kelompok yang tergabung dalam suatu organisasi. Bantuan itu ada yang berupa uang, ada pula yang berupa benda.

“Jumlahnya ratusan juta, saya tidak bisa hitung totalnya secara detail,” kata Izhak kepada Liputan6.com.

Yang jelas, bantuan itu seluruhnya dipergunakan mantan mahasiswa ITB itu dengan sangat hati-hati. Selain untuk biaya adik-adiknya sekolah, bantuan yang masuk ke rekening pribadi milik Izhak itu juga digunakan Izhak untuk melanjutkan kuliahnya di Universitas Terbuka Majene.

“Saya ambil jurusan manajemen, karena tidak ada jurusan Teknik Kimia. Saya mengulang dari awal, sekarang baru mau masuk semester dua. Setiap Sabtu Minggu saya bolak-balik ke Majene untuk ngampus,” paparnya.

Mantan mahasiswa ITB itu sengaja memilih kuliah pada hari Sabtu dan Minggu agar tetap ada yang bisa mengurus si bungsu, Muhammad Chairul, yang baru berumur dua tahun. “Kalau Sabtu-Minggu kan adik saya yang cewek bisa merawat Chairul,” imbuhnya.

2 dari 3 halaman

Pengusaha yang Dermawan Bantu Izhak

Izhak dan sembilan adiknya tak lagi tinggal di rumahnya yang lama, ia kini memiliki rumah baru yang dibangun di atas tanah peninggalan ayahnya tak jauh dari tempat tingggal sebelumnya. Biaya pembangunan rumah baru sederhana itu diberikan oleh seorang dermawan asal kota Surabaya.

“Sekarang tinggal di sini, ini rumah dibangunkan oleh seorang pengusaha, dia minta namanya tidak disebutkan,” kata Izhak saat ditemui di kediamannya.

Kala itu, pengusaha asal Kota Pahlawan itu datang menggunakan mobil menemui Izhak. Kepada pengusaha itu Izhak menyebutkan bahwa ia memiliki sebuah tanah yang telah dibanguni fondasi rumah, tetapi pembangunannya belum dilanjutkan karena terkendala biaya.

“Saya tidak tahu dari mana dia tahu rumah saya, kemungkinan dari supirnya yang antar itu. Setelah saya jelaskan tentang tanah ini dia langsung tawarkan untuk bangunkan rumah,” ucap Izhak.

Tak hanya dari pengusaha asal Surabaya itu, seorang TKW di Arab Saudi juga memberikan bantuan kepada Izhak dan saudara-saudaranya. Bahkan, majikan TKW tersebut yang diceritakan kisah tentang Izhak juga ikut memberikan bantuan.

“Majikannya TKW itu bahkan menjadi semacam donatur tetap untuk keluarga saya,” ungkap Izhak.

3 dari 3 halaman

Bantuan Alumni ITB

Ikatan Alumni ITB sendiri tidak tinggal diam melihat apa yang dialami Izhak kala itu. Bantuan demi bantuan diberikan baik dari alumni fakultas maupun alumni kampus.

“Ada banyak sekali bantuan dari kakak-kakak alumni. Dari Ikatan Alumni Teknik Kimia, Ikatan Alumni ITB Sulawesi Selatan dan Barat, maupun Ikatan Alumni ITB yang organisasi besar,” ucapnya.

Saat ini, Izhak sedang disibukkan dengan pembangunan Production Center yang digagas oleh Ikatan Alumni ITB. Production Center itu nantinya akan menjadi lahan usaha agar Izhak dapat melanjutkan hidup.

“Jadi ini yang sementara saya bangun, Production Center, nanti di sini jadi tempat pemeliharaan ternak modern dan pengembangan pembuatan gula aren,” jelas Izhak sambil menunjukkan lokasi pembangunan Production Center-nya.

Izhak menyebutkan biaya pembangunan Production Center itu seluruhnya ditanggung oleh ikatan alumni ITB. Tak hanya itu, dalam prosesnya, IA ITB juga terus mengontrol pembangunan Production Center tersebut.

“Kemarin salah satu perwakilan ikatan alumni datang lihat sudah sejauh mana perkembangannya. Kalau di persentasekan ini kira-kira sudah rampung 70 persen,” jelasnya.

Menurut Izhak, production center yang tengah ia bangun adalah model tempat perawatan hewan ternak yang sangat mutakhir, model seperti itu pertama kali digunakan oleh Darmono di Cikampek.

“Jadi ini yang kedua, semoga bisa sebesar punya Pak Darmono, kemarin sebelum saya bangun ini saya sempatkan untuk ke tempat pak Darmono melihat bagaimana punya dia,” ucapnya.

“Yang jelas semoga apa yang tengah saya geluti ini dapat menjadi berkah buat saya dan keluarga saya,” ia memungkasi.


Saksikan video pilihan menarik berikut:

Ketum PSI ke Prabowo: Caleg Perempuan Terbanyak PSI, Bukan Gerindra

Jakarta – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menuding capres Prabowo Subianto berbohong soal caleg perempuan terbanyak.

“Prabowo bohong lagi di debat kemarin. Dia mengklaim partainya paling banyak memiliki caleg perempuan di DPR RI,” ujar Grace dalam keterangannya, Jumat (18/1/2019).

Grace lantas merujuk data KPU soal caleg perempuan terbanyak. Menurutnya, PSI adalah partai dengan caleg perempuan terbanyak, bukan Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo.
“Mohon Pak Prabowo jangan main klaim sepihak. Caleg DPR RI perempuan PSI paling banyak. Bukan caleg Gerindra,” klaim Grace.

Sebelumnya diberitakan, Prabowo berbicara soal caleg perempuan terbanyak dalam debat capres 2019. Angkanya, kata Prabowo, hampir 40 persen

“Kita punya sayap partai, Perempuan Indonesia Raya dan kita punya caleg perempuan terbanyak, undang-undang mewajibkan 30 persen, kita hampir 40% mungkin tidak sampai 40 (persen) tapi mendekati dan itu tekad kami, kita mengakui ini perjuangan kita belum puas,” kata Prabowo dalam debat perdana Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/1).

Jika merujuk data KPU, memang benar Gerindra memiliki hampir 40% caleg perempuan untuk DPR RI. Namun prosentase caleg perempuan untuk DPR RI terbanyak bukanlah dari Gerindra, melainkan PKPI. Adapun partai yang paling banyak mengusung caleg perempuan untuk DPR RI adalah PSI.

Berikut data caleg DPR RI menurut rekapitulasi KPU:

1. PKB: 38,26% (220 dari 575 caleg)
2. Gerindra: 37% (213 dari 575 caleg)
3. PDIP: 37,9% (215 dari 575 caleg)
4. Golkar: 37,91% (218 dari 575 caleg)
5. Nasdem: 38,26% (220 dari 575 caleg)
6. Garuda: 48% (180 dari 375 caleg)
7. Berkarya: 39,8% (229 dari 575 caleg)
8. PKS: 39,4% (212 dari 538 caleg)
9. Perindo: 38,6% (222 dari 575 caleg)
10. PPP: 41,2% (230 dari 557 caleg)
11. PSI: 45,56% (262 dari 575 caleg)
12. PAN: 37,9% (218 dari 575 caleg)
13. Hanura: 41,68% (233 dari 559 caleg)
14. Demokrat: 39,72% (228 dari 574 caleg)
19. PBB: 41,44% (172 dari 415 caleg)
20. PKPI: 55,93% (99 dari 177 caleg)
(gbr/dkp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dikritik Amien Rais karena Peran Kecil di Debat, Ma’ruf: Saya kan Wapres

Jakarta – Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais mengkritik peran cawapres KH Ma’ruf Amin yang tidak banyak berperan dalam debat perdana pilpres 2019. Menanggapi hal itu, Ma’ruf mengatakan sang capres, Joko Widodo lebih banyak mengetahui persoalan di masa pemerintahannya.

“Ya itu tadi, saya kan wapres, porsi utama itu presiden. Saya hanya menambah saja. Jangan seperti saur manuk (seperti burung yang saling bersautan), sini ngomong sana ngomong,” ujar Ma’ruf di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2019).

Saat debat perdana pilpres 2019 semalam, Ma’ruf mengatakan kritikan soal kinerja Jokowi dalam masa pemerintahannya lebih banyak berkembang. Untuk itu, Ma’ruf mengira dirinya tidak pantas untuk menjawab soal kritikan tersebut.
“Masalah yang banyak berkembang tadi malem itu masalah yang kebijakan yang sudah dilakukan Pak Jokowi, kan tidak pantas saya yang jawab, yang lebih tahu soal Pak Jokowi, nah gitu saya kira,” katanya.

Ma’ruf kemudian mengatakan porsi bicaranya dalam debat hanya terkait terorisme. Meski ada sedikit berbicara hal lain, ia mengatakan dirinya lebih fokus terhadap cara mengatasi terorisme.

“Jadi kalau masa lalu, yang kritik soal ini soal ini yang jawab harus Pak Jokowi, tapi dalam hal tertentu saja saya jawab. Dan memang porsi yang diberikan itu tentang terorisme, walaupun saya ngomong soal lain, ada soal difabel, disabilitas juga soal reformasi hukum dengan penataan regulasi. Tapi memang porsi saya bagaimana mengatasi terorisme ke depan, saya kira itu,” tutur Ma’ruf.

Sebelumnya Amien Rais mengkritik Ma’ruf ketika acara debat selesai. Menurut politikus PAN itu, ada yang menonjol dalam debat, yaitu peran Ma’ruf Amin yang tidak banyak bicara selama debat berlangsung.

“Saya lihat memang ada yang menonjol. Yang menonjol itu hampir tak ada peran Kiai Ma’ruf Amin, saya melihat seperti itu. Kedua, Pak Prabowo terlalu santun, sama sekali tak mau nyerang balik, itu mungkin juga ada hikmahnya,” ujar Amien setelah menonton debat di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019).
(eva/elz)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>