Muatan Sakral Tari Guel Aceh dan Arti Mimpi Menaklukkan Hati Sang Gajah Putih

Liputan6.com, Aceh – “Tem o item…m Engingku ine…e,” syair pembuka terdengar begitu syahdu. Seorang penari keluar dari arah kiri, menuju ke tengah dengan kaki berjinjit.

Tubuh penari tampak membungkuk, bahunya maju mundur, lengan timbul tenggelam dalam lipatan kain bersulam kerawang Gayo yang menutupi punggung. Gerakannya rampak seirama tabuhan rebana.

Pada satu titik penari mengempas dan mengibaskan kain ke udara seperti orang memutar adonan pizza. Terkadang penari berlari kecil sambil menukik bak seekor elang yang tengah bermanuver di udara.

Penari bergerak mendekat, mengitari, lalu memberi sembah. Kiranya dia hendak merayu seorang penari lain yang tengah duduk bersimpuh agar mengikuti gerakannya, lalu keduanya bergerak bersamaan, padu padan dalam hentak estetis berirama.

Gerakan-gerakan di atas adalah gerakan tari guel. Tarian ini merupakan tarian tradisional yang berasal dari Tanah Gayo, dan dapat kita temukan di Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

Tari guel dulu adalah tarian yang sakral. Pagelaran tari guel tidak boleh sembarang tempat, panggung atau pentas, karena kesakralannya.

Namun, penampilan tari guel saat ini sangat mudah ditemukan pada acara-acara formal seperti menyambut tamu agung, hingga pernikahan. Tari guel mengalami modifikasi atau penambahan-penambahan, baik gerak, syair, hingga jumlah penari, seiring perkembangannya.

Syair yang mengiringi tabuhan rebana serta gerak yang menyepadan, melahirkan nuansa magis yang begitu kental. Tari guel menggubah sebuah gerak filosofi yang berkait erat dengan alam kehidupan.

Adat dan budaya Gayo melekat di dalamnya. Agama adalah pendulum yang membuat guel tak bisa terpisah dari hal satu ini, sebagaimana guel bermula dari salam, begitu pun para penari sadar akan sifat manusia yang berpantang angkuh; berserah seluruh.

Penjiwaan penari guel tentang etik kehidupan tertinggi itu mengaktual dalam gerak simbolik yang mereka tampilkan. Maka, sebenarnya tidak sembarang orang boleh menarikan guel, karena, mereka yang berhati bersih dan berjiwa tulus saja yang layak.

2 dari 2 halaman

Cerita Rakyat di Balik Tari Guel

Tari guel berkait erat dengan foklor atau cerita rakyat ‘Sengeda dan Bener Merie’. Mimpi Sengeda membawanya pada sebuah pertemuan dengan seekor gajah putih, yang konon adalah jelmaan abangnya, Bener Merie.

Skema Sengeda menaklukkan hati Sang gajah putih yang akhirnya berbalas menjadi puncak tarian ini. Guel berakhir saat gajah putih bersedia mengikuti Sengeda ke Kesultanan Aceh Darussalam sebagai persembahan untuk putri sultan yang tengah mengidam-idamkanya.

Seluruh penduduk kampung yang terlalui rombongan menepungtawari gajah putih sebagai wujud rasa syukur dan gembira. Belakangan, prosesi tepung tawar tampil dalam gerak cincang nangka, yang pelakunya adalah penari guel perempuan.

Struktur Tari Guel

Tari guel terbagi dalam 4 babak. Munatap menjadi awal babak, menggambarkan bentuk persuasi Sengeda yang hendak menaklukkan hati gajah putih, lalu berlanjut ke babak redep yang menggambarkan kesediaan gajah putih menuruti keinginan Sengeda.

Ketibung dan cincang nangka menjadi dua babak pengakhiran. Dua babak yang menggambarkan semakin kuatnya keinginan gajah putih mengikuti Sengeda, hingga akhirnya Sengeda berhasil menggiring gajah putih ke Kesultanan Aceh Darussalam.

“Drama antara Sengeda dan gajah putih yang hadir dalam tari guel, sejatinya pesan, manusia bisa hidup saling berdampingan dan harmonis dengan alam, layaknya Sengeda menaklukkan hati gajah putih yang lalu berjalan beriringan. Asal, tak ada tendesi menghancurkan seperti kebiasaan manusia, saat ini,” kata seorang penikmat budaya Gayo asal Meulaboh, S. Yadi Machmad (30), kepada Liputan6.com, Sabtu pagi (23/2/2019).

Saksikan video pilihan berikut ini:

Pelayat Berdatangan ke Rumah Duka Eks Napi Teroris Noeim Ba’asyir

Solo – Mantan narapidana kasus terorisme, Noeim Ba’asyir meninggal dunia, malam ini. Rumah duka keponakan Abu Bakar Ba’asyir tersebut, sudah ramai dikunjungi para pelayat.

Pantauan detikcom, Minggu (24/2/2019), dini hari, tenda sudah dipasang di depan rumah duka, Jalan Kenong, Kelurahan Joyotakan RT 03 RW 04, Serengan, Solo. Kursi-kursi sudah ditata di sekitar rumah.

Di dalam rumah duka terdapat para pelayat wanita yang juga menemani istri Noeim, Nunik. Dua putra Abu Bakar Ba’asyir juga terlihat melayat, yakni Abdul Rosyid dan Abdul Rochim.

Adik kandung Noeim, Muhammad Fauzi, mengatakan kakaknya meninggal sekitar pukul 21.00 WIB di Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Kustati, Solo. Dia saat itu tengah berangkat menuju acara pernikahan temannya.

“Di jalan dia merasakan sesak napas. Dia memang punya riwayat asma. Lalu dibawa ke IGD RS Kustati,” kata Fauzi saat ditemui detikcom di rumahnya.

Noeim masih sempat menyetir motor bersama istrinya menuju rumah sakit. Belum sempat dipasangi alat uap untuk melegakan asma, Noeim sudah tak sadarkan diri.

“Dari rumah sakit menyatakan meninggal karena sakit jantung. Prosesnya hanya lima menit setelah di RS,” ujar dia.

Rencananya, jenazah keponakan Abu Bakar Ba’asyir itu akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Muslim (TPM) Polokarto, Sukoharjo, Minggu (24/2) pagi.

“Subuh kita mandikan, lalu dikafani dan diaalatkan. Pukul 09.00 WIB berangkat dari sini menuju pemakaman,” katanya.
(bai/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

5 Warga Aceh Hilang Misterius di Hutan Damar

Liputan6.com, Aceh – Aman Habibi (30) dan empat rekannya masuk ke hutan untuk mencari getah damar pada Kamis, 21 Februari 2019 lalu. Mereka tiba-tiba raib bak tertelan rerimbunan.

Enam warga Kampung Rampah, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur itu mulai berangkat menuju hutan dengan bekal seadanya pada pukul 07.00 WIB. Mereka berencana keluar hutan menjelang tengah hari.

Namun, Aman dan empat rekannya tak kunjung kembali dari hutan hingga tengah hari. Saat itu, keluarga belum merasa khawatir karena hari masih siang.

Senja mulai menyelubung, malam pun datang, rimba bersulih gelap dan menyeramkan, namun, Aman dan empat rekannya tak kunjung pulang. Keluarga mulai khawatir, kenapa mereka belum kembali?

Hingga tengah malam, tak satu pun dari mereka yang pulang ke rumah, keluarga kian kalut. Penduduk pun mulai berkumpul, saling tanya, saling berselisih, hingga mengambil satu simpulan, mereka harus menyusul Aman dan empat rekannya ke hutan.

Menurut Kapolsek Serbajadi, Ahmad Yani, pencarian belum membuahkan hasil hingga saat ini. Padahal, warga telah menelusuri rimba tempat Aman dan rekannya mencari getah damar.

“Belum diketahui keberadaannya, dan warga masih melakukan pencarian di hutan Kampung Rampah, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur,” kata Ahmad kepada Liputan6.com, Jumat malam (23/2/2019).

Seorang pelajar belum berumur 17 tahun berada dalam barisan pencari getah yang menemani Aman ke hutan. Mahadi (18), Zainuddin (17), Safrizal (16), dan Iwan (15), adalah empat nama-nama mereka.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Polisi Periksa 7 Orang Terkait Kebakaran Kapal di Muara Baru

Jakarta – Kebakaran sejumlah kapal di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, belum padam. Polisi sudah memeriksa 7 orang terkait kebakaran kapal tersebut.

“Lebih kurang 7 orang kita periksa,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono, di Lokasi kebakaran, Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jaktim, Sabtu (23/2/2019)

Dia menambahkan, saat ini pihaknya masih fokus pada pemadaman api. Mengenai potensi adanya kelalaian Eddy menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Kita bisa menentukan dari hasil pemeriksaan laboratorium,” tuturnya.

Dia menduga kebakaran tersebut akibat adanya percikan api dari kapal yang sedang dilas. Percikan api itu, lanjut Eddy, menyambar ke mesin dan menimbulkan kebakaran.

“Dugaan sementara ini kan ada alat penyedot air di sebuah kapal itu yang patah. Kemudian dilas, ada percikan api yang menuju ke mesin. Ini dugaan sementara, nanti akan kita pastikan dari pemeriksaan laboratorium forensik,” pungkasnya.

Petugas Damkar awalnya menerima informasi kebakaran pukul 15.19 WIB. Hingga pukul 23.01 WIB, api masih berkobar.
(rvk/yld)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ketika Eceng Gondok Bikin Dongkol Nelayan Gorontalo

Liputan6.com, Gorontalo – Eceng gondok atau sering disebut gulma tampak merusak pemandangan di pantai sekitar Pelabuhan Gorontalo.

Tidak hanya merusak pemandangan, keluhan juga datang dari nelayan setempat. Mereka mengeluhkan enceng gondok yang memenuhi pantai Kelurahan Pohe, Kecamatan Hulontalangi, Kota Gorontalo.

Karena tanaman mengambang ini seringkali menyangkut di mesin perahu dan juga jala ikan.

“Dengan tercemarnya pantai Gorontalo dengan eceng gondok ini sering mengganggu kapal. Jala ikan kami pun sering rusak akibat tersangkut di tumpukan eceng gondok ini,” kata Jefri, salah satu nelayan kepada Liputan6.com, Sabtu (23/2/2019).

Kehadiran tanaman ini sudah kerap dikeluhkan, bahkan di teluk Gorontalo, enceng gondok bertebaran di mana-mana.

“Tanaman ini berasal dari Danau Limboto yang terbawa arus hingga ke Teluk Gorontalo dan memenuhi pinggiran pantai sekitar pelabuhan Gorontalo,” kata Jefri.

Sudah bertahun-tahun kondisinya demikian dihadapi nelayan. Biasanya jika ada hujan di hulu, air danau mengalirkan tanaman ini ke arah muara dan menuju Teluk Gorontalo. Kejadian serupa juga melanda nelayan di Kecamatan Dumbo raya tepatnya di Kelurahan Leato.

“Padahal sering melakukan bersih-bersih lingkungan ternyata eceng gondok ini tidak ada habisnya,” kata nelayan lainya, Wahyu Urumi.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Ketika Perayaan Imlek dan Haul Gus Dur Berpadu di Solo

Solo – Nilai Pluralisme sudah melekat dengan sosok Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Hal itulah yang juga diangkat dalam peringatan Haul Gus Dur ke-9 di Solo.

Sebelum puncak acara haul, ribuan orang dari lintas agama, etnis dan budaya mengikuti kirab, Sabtu (23/2/2019). Mereka menggaungkan semangat persatuan di dalam kebhinnekaan Indonesia.

Terlihat berbagai atraksi budaya tampil dalam kirab tersebut, antara lain aksi liong dan barongsai, tarian Jawa, wayang orang hingga seni musik hadrah. Beberapa peserta membawa spanduk ajakan bertoleransi.

Adapun kirab dimulai setelah Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo dan putri Gus Dur, Yenny Wahid mengibarkan bendera start. Peserta kemudian berjalan dari Stadion Manahan menuju Stadion Sriwedari.

Kirab bertajuk Berjuta Warna Satu Jiwa Indonesia ini kemudian akan dilanjutkan acara haul di dalam Stadion Sriwedari. Diperkirakan ada 101 ribu orang yang hadir mengikuti acara tersebut.

“Acara ini juga sekaligus memperingati HUT ke-274 Kota Solo dan perayaan Imlek yang kebetulan jatuh di bulan Februari. Diharapkan acara ini semakin meningkatkan toleransi kita sesama manusia,” kata ketua panitia haul, Husein Syifa usai kirab.

Sementara itu, Ketua Panitia Bersama Imlek Surakarta, Sumartono Hadinoto, mengatakan Imlek tahun ini merupakan satu rangkaian acara haul Gus Dur. Hari ini, haul juga menandai berakhirnya rangkaian acara imlek di Solo.

“Dulu memang saya dan panitia haul sudah berkomunikasi. Acara imlek kali ini sengaja dimundurkan waktunya agar bareng dengan haul Gus Dur,” kata Martono.

Kolaborasi kedua pihak tersebut tidak lain karena sosok Gus Dur juga dirasa penting bagi warga keturunan Tionghoa. Budaya Tionghoa dapat kembali muncul berkat kebijakan Gus Dur.

“Kalau boleh mewakili masyarakat Tionghoa di Indonesia, saya sangat bersyukur punya sosok membanggakan seperti Gus Dur. Berkat beliau, kami bisa merayakan imlek kembali,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Haul Gus Dur ke-9 bakal dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Mahfud Md dan KH Mustofa Bisri (Gus Mus). Selain pembacaan doa, tokoh-tokoh tersebut juga akan memberikan testimoninya selama mengenal Gus Dur.
(bai/skm)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ini Poin Pidato Politik Jokowi di Konvensi Rakyat Besok

Liputan6.com, Jakarta Calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) akan menyampaikan pidato politik di ‘Konvensi Rakyat Optimis Indonesia Maju’ di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat pada Minggu 24 Februari 2019.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir mengungkapkan poin-poin yang akan disampaikan Jokowi pada acara tersebut. Hal itu disampaikan Erick usai menjadi pembicara di acara seminar bertajuk ‘Mengapa Harus Memilih’ yang diselenggatakan Alumni Theresia Bersatu di Pecenongan, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019).

“Pasti kan apa yang selama ini dipertanyakan, rencana ke depan Pak Jokowi mau apa, akan dijawab,” ujar Erick.

Dia memastikan, pemaparan pada pidato politik nanti berbeda dengan visi misi yang disampaikan saat debat capres. Dia juga tak menampik Jokowi akan menyampaikan program baru untuk pemerintahan periode berikutnya.

“Pasti akan menekankan mengenai data-data yang saya presentasikan tadi, mengenai SDM di mana kita lihat pertumbuhan kita bagus, hasilnya bagus, tapi masih ada kebutuhan yang penting untuk pembangunan SDM ke depan,” tutur Erick.

Dia juga mengklaim bahwa pemerintahan Jokowi saat ini telah berhasil menciptakan 10,4 juta lapangan pekerjaan di Indonesia. Jokowi, kata dia, berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah lapangan kerja di Indonesia untuk memperbaiki ekonomi rakyat.

“Yang menarik itu akan terus ditingkatkan, dipersiapkan. Jangan sampai nanti kita ribut-ribut 2019, tapi 2024 ke atas kita tidak siap atas perubahan yang terjadi di dunia,” ucap Erick.

2 dari 2 halaman

Bukan Tiru Prabowo

Erick menampik tudingan pidato politik Jokowi itu meniru capres nomor urut 2, Prabowo Subianto. Apa yang dilakukan Jokowi besok, berbeda dengan kubu penantang di Pilpres 2019.

“Enggak. Yang suka meniru bukan kita kok. Saya rasa ini, konvensi rakyat optimis Indonesia maju, saya rasa beda. Jadi ini buat rakyat semuanya. Dan program pemerintah jelas semua menuju ke rakyat, mulai KIS, KIP, dana desa, dan lain-lain,” katanya.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Anjing Gila Serang 22 Orang di Kolaka Utara

Liputan6.com, Kendari – Serangan anjing gila menakutkan warga Kolaka Utara dan sekitarnya. Sejak merebak pada pertengahan Januari, korban gigitan hewan liar ini sudah mencapai 22 orang hingga Sabtu (23/2/2019).

Karena peristiwa yang dianggap luar biasa ini, Pemkab Kolaka Utara menetapkannya sebagai daerah siaga I Rabies. Penetapan status ini dilakukan sejak Kamis (22/2/2018).

“Beberapa korban sudah dirawat intensif. Kami naikkan daerah ini sebagai lokasi siaga I rabies,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadis) Kolaka Utara, Irham.

Pantauan di lokasi, korban terdiri dari orang dewasa, remaja, dan balita. Data terbaru dari Dinas Kesehatan, ada 3 orang korban usia balita dan anak-anak, 2 remaja, dan 18 orang dewasa.

Korban gigitan menyebar pada 6 kecamatan di Kolaka Utara. Ketiganya yakni, Poreghu, Lapai, Ngapa, Tiwu, Lasusua, dan Katoi. Korban terbanyak berada di Kecamatan Lasusua dengan 7 korban, sisanya tersebar di 5 kecamatan lainnya.

Anjing dengan virus rabies sudah menjadi endemik di Kolaka Utara. Setiap tahun, hampir selalu ada gigitan dengan jumlah signifikan. Namun, awal tahun 2019 jumlahnya sangat mencolok.

“Dari tahun ke tahun selalu muncul. Jumlahnya naik turun,” kata Irham.

Pihaknya sudah berkeliling pada sejumlah kecamatan melakukan Vaksin Anti Rabies (VAR) kepada hewan ternak. Hal ini untuk mempersempit pola persebaran virus rabies.

“Kita menemui pemilik ternak dan memberi VAR. Vaksin hingga saat ini masih cukup, apalagi dibantu Kementerian Kesehatan dan Pertanian,” katanya.

Munculnya virus rabies di Kolaka Utara diawali dengan gigitan yang terjadi di wilayah Kecamatan Ngapa. Sampai Sabtu (23/2/2019), ada lima korban gigitan anjing di wilayah ini.

2 dari 2 halaman

Asal Mula Anjing Gila

Kepala Desa Tadaumera Kecamatan Ngapa Kabupaten Kolaka Utara, Ahmad Yani bercerita, gigitan pertama kali, berasal dari salah seekor induk anjing milik warganya.

“Induk anjing itu melahirkan 2 ekor anak, nah oleh pemiliknya, dua ekor anaknya diberi sama tetangga rumah,” ujar Ahmad Yani memulai ceritanya.

Dia melanjutkan, mengetahui anaknya diberikan kepada orang lain, induk anjing menyerang orang yang membawa anak anjing itu. Berhasil menghindar, orang yang membawa anak anjing itu tetap memaksa membawa pulang kedua ekor anak anjing ke rumahnya.

“Mulai saat itu, induknya mulai bertingkah aneh. Dia menyerang dan menggigit warga atau pejalan kaki yang melintas di sekitar lokasi,” ujarnya.

Karena beberapa kali mengancam nyawa, induk anjing berhasil diburu dan dibunuh warga. Polisi dari Polsek Ngapa Kecamatan Kolaka Utara bahkan ikut serta dalam perburuan anjing.

Maride (49) warga Desa Tadaumera mengatakan was-was hendak keluar rumah. Petani yang sehari-hari bekerja di sawah ini bahkan membawa senjata tajam untuk menjaga diri.

Sejumlah warga di Kolaka Utara sempat mengalami perawatan di Puskesmas. Tercatat, ada 19 orang yang sempat masuk puskesmas dan mendapatkan perawatan intensif.

“Hanya ada beberapa yang sempat rawat inap. Sisanya, diobati lukanya lalu diberikan vaksin anti rabies, kemudian dibolehkan pulang ke rumah,” ujar Kadis Kesehatan Kolut, Irham.

Puluhan warga Kolaka Utara yang bermukim di sekitar wilayah Kecamatan Lasusua, Ngapa dan Lapai yang khawatir langsung menuju puskesmas terdekat untuk mendapatkan vaksin.

“Pengunjung bervariasi, mulai dari orang besar sampai anak kecil. Sampai hari ini, Insya Allah stok VAR untuk masyarakat bisa mencukupi,” pungkasnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Pengiriman Senjata Rakitan Menuju Aceh Berakhir di Kargo Bandara Soetta

Liputan6.com, Tangerang Kepolisian Bandara Soekarno Hatta mengamankan satu pucuk senjata api rakitan di area terminal kargo. Senjata tersebut masih terbungkus rapi dalam bentuk paket pengiriman dari Lampung menuju Aceh. 

Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta, Kompol James membenarkan adanya pengamanan satu pujuk senjata api tersebut.

“Benar ada, kami mendapat laporan dari petugas Avsec yang berjaga di sana,” ujarnya, Sabtu (23/2/2019).

James juga menjelaskan, senjata tersebut didapati pada Jumat, 22 Februari 2019 pukul 15.20 WIB. Setelah, menerima laporan dari petugas keamanan X-Ray Angkasa Pura Kargo yang menemukan satu pucuk yang diduga senjata api rakitan.

“Senjata itu terbungkus rapi, dalam proses pengirimannya barang tersebut dikirim dari J&T Lampung menuju Aceh dan transit di J&T Bandara Soetta,” katanya. 

Pada proses penyelidikan, diketahui senjata api tersebut merupakan jenis Revolver dan peluru jenis Revolver kaliber 38 sebanyak 35 butir. 

“Barang buktinya sudah diamankan pihak kami dan sedang dalam proses penyelidikan terkait siapa pengirimnya,” ungkapnya. 


2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini

Donald Trump dan Kim Jong Un Gadungan Ditangkap di Vietnam

Hanoi – Peniru pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ditangkap untuk kemudian diinterogasi oleh polisi di Vietnam. Penangkapan dilakukan setelah keduanya muncul di ibu kota Vietnam, Hanoi, yang akan menjadi tempat berlangsungnya pertemuan Trump dan Kim asli pekan depan.

Peniru Kim, Howard X dan peniru Trump, Russell White bertemu di pusat kota Hanoi pada Jumat (22/2) waktu setempat, menjelang pertemuan Trump dan Kim asli pada 27-28 Februari mendatang. Pertemuan tersebut akan menjadi pertemuan puncak yang kedua bagi kedua pemimpin negara tersebut.

Trump dan Kim gadungan itu ditangkap saat diwawancarai di sebuah stasiun TV lokal. Sekitar 10 polisi Vietnam datang ke stasiun TV tersebut dan memerintahkan keduanya untuk tidak lagi muncul di media atau akan dideportasi.


“Mereka pada dasarnya menyuruh berhenti melakukan peniruan atau kami akan menendang Anda keluar dari negara ini,” ujar Howard X kepada AFP, Sabtu (23/2/2019) setelah dia dibebaskan dari pemeriksaan dan kembali ke hotelnya. Dia yakin para polisi berpakaian preman mengawasinya di hotel tersebut.

Polisi mengatakan bahwa Trump dan Kim palsu tersebut hanya bisa bepergian di Hanoi dengan rencana perjalanan dan pemandu perjalanan yang disetujui. Howard X yang merupakan warga Hong Kong, bersikeras bahwa dirinya berada di Vietnam secara legal dan tidak akan pergi dari negara itu kecuali dipaksa.

Sebelumnya, pasangan peniru ini muncul bersama penjaga keamanan berpakaian hitam di Hotel Metropole Hanoi dan Opera House pada Jumat (22/2). Mereka pun langsung dikerumuni para insan pers.

Di depan para jurnalis, Russell White meniru gaya Trump dengan mengatakan bahwa kedatangan mereka berniat untuk menurunkan ambisi nuklir Korut.

“Kami berupaya menuju perdamaian. Melalui negosiasi, dengan dialog, kami tentu saja ingin membantu Korea Utara,” tutur Russell menirukan gaya Trump.

Perkataan tersebut dibalas oleh koleganya, Howard X. Sambil bercanda, peniru Kim itu menjawab bahwa Trump mungkin harus mengabaikan ambisi nuklir Pyongyang untuk bertemu langsung.

“Semoga dia bisa mengabaikan semua rudal nuklirku dan mencabut sanksi-sanksi,” kata Howard X, yang juga berkunjung ke Singapura menjelang pertemuan pertama Trump dan Kim tahun lalu.

(ita/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>