Menteri Agama di Pusaran Korupsi Jual Beli Jabatan

Liputan6.com, Jakarta – Penetapan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy sebagai tersangka kasus jual beli jabatan kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) menyeret sang Menteri Lukman Hakim Saifuddin.

Penangkapan Romahurmuziy atau Romi itu, berbuntut para penggeledahan ruangan Menteri Agama. Hasil penggeledahan ruangan itu cukup mengejutkan banyak pihak. KPK menemukan uang senilai ratusan juta dari ruang kerja Lukman Hakim.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, uang dalam pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat itu kini telah disita oleh penyidik. KPK belum bisa menjelaskan keterkaitan uang tersebut dengan dugaan korupsi yang dilakukan Romi.

Selain uang, KPK juga menyita sejumlah dokumen dari penggeledahan di ruang Menag, Sekjen Kemenag, dan Kepala Biro Kepegawaian.

Menag Lukman Hakim Saifuddin memberi keterangan kepada awak media di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (18/3). Lukman Hakim mendatangi kantor Kemenag setelah ruang kerjanya disegel dan digeledah penyidik KPK. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

“Diamankan sejumlah dokumen terkait proses seleksi kepegawaian baik bagaimana tahapannya dan hasilnya. Diamankan juga dokumen terkait hukuman disiplin yang diberikan kepada slaah satu tersangka,” ucap Febri.

Terkait penggeledahan itu, Lukman Hakim justru berterima kasih kepada KPK.

“Saya mendapatkan informasi, ruangan saya sudah bisa dibuka lagi dan proses penggeledahan KPK sudah, katanya sudah selesai. Saya sangat berterima kasih KPK bekerja cepat,” ujar Menag Lukman Hakim di kantornya, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019). 

Lukman mengaku belum tahu barang apa saja yang dibawa tim penyidik KPK dari penggeledahan.  Namun pastinya, dia mengaku ingin segera kembali bekerja di ruangannya. Sebab ada dokumen yang harus ditindaklanjuti terkait tugas-tugasnya. 

“Katanya sudah selesai sehingga saya harus segera memasuki ruangan saya karena ada surat-surat yang harus saya tindaklanjuti, yang harus saya baca, yang harus tandatangani,” ujar dia.

Lukman masih enggan berkomentar banyak terkait  penanganan kasus dugaan suap seleksi jabatan pimpinan tinggi di institusi yang dia pimpin. Dia hanya kembali mengulang pernyataan sebelumnya usai KPK menangkap Ketum PPP Romahurmuziy.

“Saya clear, bahkan saya mengajak seluruh ASN Kemenag untuk memberikan dukungan penuh kepada KPK, kepada seluruh aparat penegak hukum kita dalam rangka mengungkap kasus ini sehingga ini bisa cepat tuntas dan lalu kemudian ke depan kita bisa menatap lebih baik lagi,” ucap dia.

Dia mengaku ingin menunggu perkembangan hasil penyeldikan KPK. 

“Saya harus menghormati institusi negara KPK, dan sebaiknya saya menahan diri dulu untuk tidak menyampaikan hal ini kepada publik sebelum saya menyampaikannya kepada KPK, yang mengusut kasus ini,” ucap Lukman.

Lukman berjanji kooperatif kapan pun lembaga antirasuah itu melayangkan surat panggilan untuk meminta keterangan terkait kasus tersebut.

Namun sejauh ini, dia belum tahu kapan agenda pemeriksaan itu dijadwalkan. “Belum tahu (kapan ke KPK),” jelas dia.

Sementara itu, usia penggeledahan ruamg Menag, KPK mengaku sudah mengantongi nama pihak-pihak mana saja yang dianggap dipengaruhi oleh Romi dalam kasus jual beli jabatan.

“Tentu sudah kami identifikasi ya,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (18/3/2019).

Namun, Febri tak mau membocorkan siapa pihak yang bisa dipengaruhi oleh Romi dalam jual beli jabatan di Kemenag. Termasuk soal dugaan Menag Lukman yang dipengaruhi oleh Romi.

“Sampai saat ini tentu belum bisa disampaikan, karena hal itu terkait dengan materi penanganan perkara. Nanti akan kami dalami terlebih dahulu, dari proses-proses penggeledahan kah, mempelajari barang bukti ataupun nanti pemeriksaan saksi-saksi,” kata Febri.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *