Ikut Sukseskan Pariwisata Indonesia, Menpar Apresiasi PHRI

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sekaligus Ketua Umum Program Visit Wonderful Indonesia Haryadi B. Sukamdani. Apresiasi tersebut disampaikan karena berpartisipasi aktif menyukseskan pencapaian kunjungan wisatawan mancanegara.

“Hal ini perlu dipertahankan oleh PHRI, untuk memberikan pelayanan standar maksimal kepada para konsumen yaitu wisatawan,” ujar Arief Yahya saat Rakernas PHRI IV di Jakarta, Senin (11/2/2019), seperti dilansir Antara.

Menurut Arief, wisatawan mancanegara cenderung akan kembali ke sebuah destinasi jika mendapatkan pelayanan akomodasi yang baik. Aplaagi, jika ditunjang pengalamana berwisata yang berkesan.

Arief berharap PHRI terus mendukung pemerintah, sedangkan pemerintah akan terus bekerja melakukan promosi dan branding destinasi wisata di Tanah Air.

“Pemerintah akan bergerak sesuai ruang tugas pokok dan fungsi sekaligus ketentuan yang berlaku. Dan yang terpenting adalah industry lead government dan bukan sebaliknya,” kata Arief.

Dalam kesempatan itu, Hariyadi Sukamdani mengatakan sepanjang 2018 jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia sekitar 15,8 juta orang dan pergerakan wisatawan Nusantara sebanyak 265 juta. Target 20 juta wisman pada 2019, lanjut Hariyadi, harus disukseskan dengan strategi yang tepat.

“Tahun ini, kami mendukung pemerinth dengan membuat program-program untuk meningkatkan okupansi di bidang hotel atau restoran. Tidak hanya itu, kami juga membuat strategi untuk produk hot deals yang belum maksimal. Di samping kerja sama businss to business dengan maskapai dan travel online besar. Kami meyakin itu menjadi strategi yang ampuh untuk menggapai target 20 juta wisman,” harap Hariyadi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jawab Tantangan Menpar, Banyuwangi Festival Siapkan 30 Atraksi Wisata untuk Milenial

Liputan6.com, Banyuwangi – Atraksi wisata Banyuwangi Festival yang rutin digelar sejak 2012 kembali diluncurkan untuk 2019. Sebanyak 99 atraksi bakal digelar sepanjang tahun ini. Dari 99 atraksi itu, 30 atraksi didedikasikan untuk para milenial.

“Karena milenial ini mendominasi pasar pariwisata, jadi memang ada atraksi atau agenda wisata yang di-setting khusus untuk segmen milenial,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam keterangan tertulis kepada Liputan6.com, Kamis (31/1/2019).

Pemilihan beragam atraksi wisata bagi para milenial tersebut dilakukan berdasar hasil survei terhadap perilaku dan hobi yang banyak disukai oleh para generasi milenial yang juga sering disebut sebagai Generasi Y.

“Pilihannya jatuh ke event musik, sport, teknologi, seni budaya, dan religi,” ujar Anas.

Atas dasar riset tersebut, lanjut Anas, Banyuwangi merancang event-event yang menjadi kegemaran generasi millennial. Di antaranya adalah E-Sport Competition (18-19 September 2019) yang membidik atlet dan komunitas pencinta e-sport.

“Kita sedang rumuskan, nanti kompetisinya apa saja. Bisa Mobile Legends, Player Unknown’s Battelgrounds (PUBG), atau LoL. Atau semuanya kita kompetisikan,” ujarnya.

Untuk ajang musik, Banyuwangi Festival menyajikan beragam pilihan, yaitu Jazz Pantai Banyuwangi (9-10 Agustus), Jazz Gunung Ijen (21 September), Festival Band Pelajar dan Remaja Se-Jawa dan Bali (26-27 Februari dan 18-19 Oktober), dan Student Jazz Festival (24 September).

“Semua musisi yang hadir juga berdasarkan aspirasi milenial,” kata Anas.


2 dari 2 halaman

Olahraga dan Film

Sementara, milenial penggemar olahraga terutama sepeda dan lari, ada 14 event sport tourism yang treknya melintasi destinasi-destinasi wisata di Banyuwangi. Di antaranya, Banyuwangi Ijen Green Run (21 Juli), Tour de Banyuwangi Ijen (23-26 September), Alas Purwo Geopark Run (17 November), dan Chocolate Glenmore Run (16 Februari).

“Pasti asyik berolahraga sambil menikmati kesejukan Banyuwangi yang telah ditetapkan sebagai kawasan geopark nasional,” kata Anas.

Tak hanya itu, Banyuwangi juga menggelar Festival Film Pendek (9 Juli) dan Festival Juragan Pintar (30 Maret). “Juga ada beragam festival lainnya untuk milenial,” ujarnya.

Anas menambahkan, Banyuwangi juga sudah menyiapkan video iklan khusus untuk segmen milenial yang tidak hanya menjual keindahan alam. “Tapi kita bikin narasinya yg sesuai kehidupan milenial yang dikemas dalam cerita yang fun dan lucu,” tutur Anas.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sebelumnya mengatakan 50 persen target wisatawan di Indonesia adalah kalangan milenial. Karena itu, program wisata yang dirancang pemangku kepentingan haruslah mengakomodasi kepentingan milenial.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Destinasi Digital Puri Bambu Bojongkoneng Dinilai Sukses

Liputan6.com, Jakarta Generasi Pesona Indonesia (GenPI) dinilai memiliki kreativitas hal itu bisa dilihat dari acara soft launching Destinasi Digital Puri Bambu Bojongkoneng, Bandung, Sabtu (30/12). Memanfaatkan Cimenyan Festival, destinasi ini langsung diserbu pengunjung.

Sejak pagi, kawasan Cimenyan, Bojongkoneng, Bandung Utara, sudah ramai didatangi wisatawan. Semua begitu antusias ingin melihat secara langsung keunikan Pasar Puri Bambu.

“Keramaian ini sudah kami prediksi. Soalnya destinasi digital saat ini begitu digandrungi kaum millenial. Padahal ini baru soft launching. Kita harapkan ini akan terus ramai seperti ini,” ujar Kabid Promosi Disparbud Kabupaten Bandung, Vena Andriawan.

Antusiasnya wisatawan menghadiri soft launching ini sangatlah wajar. Karena destinasi digital ini menawarkan spot foto yang intagramable. Menurut Vena, saat ini baru di sajikan 3 spot foto. Tetapi nantinya akan terus dikembangkan.

“Detinasi digital ini menyajikan konten yang keren. Spotnya juga instagramable, di sana ada 3 beautifull view. Ada hutan bambu, spot sunrise dan city light,” tuturnya.

Bukan saja destinasinya yang keren, atraksi yang dihadirkan pun paten. Sajiannya lengkap dengan menonjolkan kekuatan seni budaya Jawa Barat (Jabar). Apalagi seni yang ditampilkannya pun unik. Semua bertema bambu sesuai dengan nama pasar digital Pasar Puri Bambu.

Ada Rampak Karinding, atraksi bambu gila, serta Tari Tarawangsa. Ada juga berbagai permainan tradisonal yang unik dan menarik. Permainan ini terangkum dalam kaulinan lembur seperti egrang bambu dan babatokan dari batok kelapa.

“Kita juga melakukan kolaborasi dengan warga Cimenyan. Karena tujuan dari destinasi digital adalah untuk mengangkat perekonomian masyarakat. Seluruh kuliner yang dijual merupakan olahan masyarakat sekitar. Nantinya juga akan terus kita gelar workshop soal bambu yang menjadi keahlian masyarakat sekitar. Sehingga destinasi ini semakin bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Bagi Ketua GenPI Nasional Mansyur Ebo, kehadiran Pasar Puri Bambu semakin melengkapi destinasi yang ada di Bandung. Sekaligus mensukseskan program destinasi digital yang dicanangkan Kemenpar. Pasaran adalah bentuk kopi darat atau offline komunitas netizen dan masyarakat umum yang tematik. Anak muda zaman “now” tidak mau yang biasa-biasa saja. Semua harus punya cerita, asyik difoto, dan kreatif.

“Mereka maunya berlama-lama nongkrong, seperti di cafe, asal jaringan telekomunikasinya bagus. Spotnya keren. Nah kita sediakan wadahnya lewat destinasi digital ini,” ucap Mansyur Ebo.

Menteri Pariwisata selalu mengapresiasi langkah dan ide-ide kreatif yang dimunculkan komunitas GenPI. Menpar pun mendorong konsep ini terus dihadirkan oleh komunitas GenPI lainnya di berbagai daerah.

“Menciptakan atraksi baru yang kekinian dengan memanfaatkan potensi lokal serta menggandeng unsur Pentahelix. Ini merupakan acara yang tidak hanya mengangkat cultural value tapi juga akan menciptakan economic value sehingga akan membuatnya sustainable. Salam Pesona Indonesia. GenPI! Gasss!,” kata Menpar Arief Yahya.

(*)

Malang Strudel Carnival Targetkan 10 Ribu Pengunjung

Liputan6.com, Jakarta Menyambut ulang tahun ke-4, Malang Strudel menggelar Malang Strudel Carnival. Event ini melibatkan semua pihak. Seperti klien, UMKM, dan customer. Khususnya, warga Malang Raya. 10 Ribu pengunjung jadi target.

Sejak diluncurkan pada 24 Desember 2014, Malang Strudel telah menjadi salah satu oleh-oleh terfavorit di Malang. Didirikan oleh artis Teuku Wisnu, produk oleh-oleh menjelma menjadi pilihan wajib wisatawan yang berkunjung ke Malang.

Sebagai apresiasi bagi pelanggan, Malang Strudel Carnival digelar. Acara ini diselenggarakan dalam rangka mewadahi dan mengajak pelaku wisata, pelaku UMKM, dan komunitas se-Malang Raya. Semua diajak berpartisipasi. Tujuannya, memberikan knowledge dan hiburan lengkap untuk pengunjung acara.

Malang Strudel Carnival tahun ini menghadirkan serangkaian acara. Antara lain food competition, talkshow pariwisata di era digital dan milenial, bedah film, senam fantasi, pentas musik (band), hingga tausiah.

Di samping itu, ada 100 tenan yang didirikan. Jumlah tersebut diisi kuliner, UMKM, wisata, dan hotel. Dalam dua hari perhelatan, panitia menargetkan 10 ribu pengunjung. Terbagi atas masyarakat lokal sebanyak 80% dan wisatawan 20%.

Owner Malang Strudel, Teuku Wisnu, menyatakan usahanya akan mendukung Malang sebagai destinasi wisata.

“Misi utama Malang Strudel adalah fokus memperkenalkan Malang sebagai destinasi pariwisata. Semakin dikenal, kunjungan wisatawa ke Malang juga meningkat. Usaha Malang Strudel pun bisa ikut berkembang. Kita mengharapkan keberkahan dari majunya pariwisata Malang,” papar Teuku Wisnu, diamini CEO Malang Strudel Donny Kris Puryono.

Sedangkan Asisten Deputi Strategi Komunikasi Pemasaran I Kemenpar Hariyanto mengatakan, pariwisata telah ditetapkan sebagai leading sector dan menjadi core economy Indonesia. Pertumbuhan sektor pariwisata pun sangat menggembirakan. Rata-rata di atas 20% setiap tahun.

“Tahun depan adalah tahun pembuktian kita bisa mencapai target utama meraih 20 juta wisman. Kita sudah menyiapkan berbagai strategi pamungkas khususnya dalam bidang pemasaran,” ujarnya.

Menurutnya, Co-Branding adalah salah satu program unggulan Kemenpar untuk semakin menancapkan branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia. Malang Strudel terpilih menjadi salah satu mitra terbaik dengan berbagai aktivasi brand yang super kreatif.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menambahkan, oleh-oleh adalah bagian yang tak terpisahkan dari pariwisata. Yaitu sebagai amenitas yang melengkapi destinasi wisata. Berdasarkan survey BPS, pengeluaran rata-rata wisatawan untuk oleh-oleh mencapai 7% dari budget yang mereka keluarkan.

“Malang Strudel sebagai pionir oleh-oleh kekinian yang diendorse (bahkan dimiliki) selebritis, tentunya memiliki posisi yang istimewa. Dalam waktu yang cukup singkat telah menjadi brand oleh-oleh yang sangat besar dan mampu mengangkat branding Kota Malang,” ungkapnya.

Dikatakan, Kemenpar menempatkan endorser sebagai bagian dari strategi media yang terdiri dari Paid, Owned, Social Media dan Endorser. Endorser punya peran yang tak kalah penting, karena dalam marketing siapa yang bicara itu penting.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku mengapresiasi inovasi yang dilakukan Malang Strudel dengan menyelenggarakan Malang Strudel Carnival. Event adalah bagian dari atraksi pariwisata yang bisa menarik wisatawan berkunjung sekaligus menguatkan city branding.

“Kemenpar sangat concern dengan event-event yang terkait dengan pariwisata. Kami telah mengkurasi 100 top event di berbagai daerah yang akan kami promosikan kepada para wisatawan,” bebernya.

Menpar Arief berharap, ke depan Malang Strudel Carnival bisa melengkapi daftar top 100 event tersebut. Khususnya event yang millenlial friendly. Sebab, portofolio customer/traveller yang sedang tumbuh saat ini adalah generasi milenial. “Tahun 2019, kami targetkan bisa menggaet 10 juta wisman dari segmen milenial,” ungkasnya.

(*)

Jelang KasmaRUN 2018 and Pesta Tahun Baru 2019, Hunian Hotel di Bintan Melonjak Drastis

Liputan6.com, Bintan Daya tarik KasmaRUN 2018 and The New Year Eve Party di Bintan benar-benar luar biasa. Mampu memberikan multiplier effect positif. Buktinya, tingkat hunian kamar hotel dan apartemen di sekitar venue pun sold out.

KasmaRUN 2018 and The New Year Eve Party akan digelar, Senin (31/12). Lokasinya di Lagoi Bay, Bintan, Kepulauan Riau. Jelang bergulirnya event, kamar hotel dan apartemen di sekitar venue penuh. Total sampai berita ini diturunkan sudah ada 972 orang peserta yang sudah memesannya.

“Tingkat hunian hotel dan apartement di Bintan saat ini sangat positif. KasmaRUN ini menjadi salah satu treatment terbaik menghadirkan wisatawan di Bintan. Momentumnya bersamaan dengan tahun baru. Penuhnya tingkat okupansi jadi sinyal positif bagi perekonomian Bintan,” ungkap Kadispar Bintan Luki Zaiman Prawira, Sabtu (29/12) sore.

Memudahkan peserta, kamar hotel dan apartemen dijadikan satu paket dengan tiket KasmaRUN. Peserta tidak perlu lagi memikirkan lokasi strategis untuk menginap. Potensi KasmaRUN adalah menghasilkan perputaran uang Rp 485 Juta. Angka tersebut mengacu slot 40% peserta mancanegara atau berjumlah 388 wisman.

Didominasi peserta Singapura dan Malaysia, kemampuan spending wisman di Kepulauan Riau berkisar Rp 500 Ribu hingga Rp1 Juta per hari. Lalu, rata-rata length of stay para wisman berkisar 2,5 hari. Jumlah tersebut akan semakin membesar. Sebab, KasmaRUN menarik minat peserta lokal di luar Kepulauan Riau.

Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa mengatakan, event ini positif.

“KasmaRUN event yang luar biasa. Sebab, mampu menghadirkan minimal 388 peserta mancanegara. Jumlah itu tentu belum dengan keluarganya. sebab, peserta pasti membawa serta keluarga, kerabat, atau sahabatnya. Sebab, KasmaRUN momen terbaik menyambut pergantian Tahun Baru 2019. Kehadiran mereka tentu bagus bagi perekonomian. Masyarakat bisa menikmati tambahan income,” kata Rizki.

Kuatnya arus masuk wisatawan memang tidak lepas dari kemasan KasmaRUN. Sebab, event ini ramah bagi keluarga. Buktinya, ada slot khusus bagi keluarga. Terbagi dalam 3 kategori, para peserta pun bisa memilih slot Family, Single, dan Couple. Kiki-sapaan Rizki Handayani menambahkan, KasmaRUN destinasi terbaik menikmati liburan.

“KasmaRUN adalah event keluarga. Mereka bisa berlari bersama menikmati eksotisnya view di sepanjang track. Setelah berlari, peserta juga bisa menikmati berbagai wahana yang ada di sana. Setelah itu lalu bersama-sama countdown menuju 2019. Jadi, pastikan event ini tidak terlewatkan,” kata Kiki lagi.

Mengakomodir kebutuhan keluarga, KasmaRUN juga menawarkan sejumlah destinasi. Seperti keunikan Rumah Imaji. Sesuai namanya, destinasi ini sarat imajinasi dengan spot foto 3D art. Ada juga Food Gram yang menjadi spot terbaik menikmati kuliner. Destinasi lainnya adalah Latern Park yang berupa taman lentera instagramable. Atau, meletakan gembok cinta di Love Lock.

Bagi penikmati wisata air, maka Pantai Lagoi destinasi terbaik. Pengunjung bisa bermain kayak, jetski, dan bersnokling ria. Bila ingin menikmati sunset penutup tahun 2018, maka Yeah Cafe adalah spot terbaik. Pengunjung juga bisa mencoba permainan odong-odong, mini train, dan scooter. Untuk cenderamata, silahkan datang ke Plaza Lagoi. Ada beragam produk yang ditawarkan di sana.

“KasmaRUN ini sebenarnya paket lengkap menikmati pesta pergantian tahun. Peserta bisa memacu adrenalin melalui lintasan lari. Berikutnya, lalu bergembira bersama menikmati malam pergantian tahun baru. Secara geografis, kawasan Bintan ini juga mudah dijangkau,” ujar Kabid Pemasaran Area II Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Kiagoos Irvan Faisal.

Posisi Bintan memang strategis. Bintan dekat dengan Singapura dan Malaysia. Aksesibilitasnya juga mudah baik melalui udara atau jalur laut. Untuk jalur laut, ada banyak pilihan ferry dari Singapura dan Malaysia. Pun demikian dengan rute laut dari Batam.

“Ada banyak pilihan menuju Bintan. Pastikan Anda berada di sana sehari jelang event. Sebab, KasmaRUN memiliki banyak kemeriahan,” jelasnya lagi.

Menawarkan berbagai kemeriahan, KasmaRUN akan berbagi kegembiraan melalui DJ Performance, LED Dance, Live Music, dan Flash Mob. KasmaRUN juga menebar warna-warni melalui Games, Foam Party, Colour Party, Bazaar, Laser Party hingga Pesta Kembang Api. Mendengar progress positif KasmaRUN, apresiasi pun diberikan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

“KasmaRUN memang luar biasa. Keunikannya mampu menghadirkan banyak wisman. Mereka tentu juga sudah bersiap menikmati pesta pergantian Tahun Baru 2019. KasmaRUN ini spot terbaiknya karena ada banyak event yang ditawarkan. Silahkan berkunjung ke Bintan karena atraksi, aksesibilitas, dan juga amenitasnya terbaik. Enjoy Bintan, selamat Tahun Baru 2019,” tutup Menpar.

(*)

Menpar Apresiasi NTB yang Sukses Luncurkan Calender of Event 2019

Liputan6.com, Jakarta Calendar of Event (CoE) terbaik dideklarasikan Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk 2019. NTB pun jadi provinsi pertama yang melaunching CoE-nya. Dari 18 event, 22% slot diantaranya masuk 100 Top Event Nasional.

Total ada 18 event yang disiapkan #CalendarOfEventNTB2019. Prosesi launching-nya dilakukan Sabtu (29/12) pukul 10.00-12.35 WIB. Venue-nya pun spesial, Area Kedatangan Terminal 3 (T3U) Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta. Dari total event yang dirilis, 4 slot berstatus 100 Top Event Nasional. Sebut saja, ada Festival Pesona Bau Nyale, Tambora, Moyo, hingga Khazanah Ramadhan.

“NTB kini hadir dengan spirit baru. Berkat dukungan dari Presiden Joko Widodo dan Kemenpar, kami bersemangat menyongsong tahun 2019. Dengan komposisi event seperti ini, kami optimistis bisa meraih target 4 Juta kunjungan wisatawan di 2019,” ungkap Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Sabtu (29/12).

Merilis 18 event dengan 22% diantaranya 100 Top Event Nasional, Pulau Seribu Masjid ditarget 4 Juta kunjungan wisatawan. Rinciannya, masing-masing 2 juta bagi wisman dan wisnus. Target ini realistis sebab, NTB memiliki destinasi dengan brand luar biasa.

“NTB sangat eksotis, baik alam atau budayanya. Untuk itu, perlu sinergi kuat dengan banyak pihak untuk optimalisasi potensi NTB tersebut,” terangnya.

Demi mengoptimalkan program, support diberikan Kemenpar. Empat program 100 Top Event Nasional milik NTB akan disubsidi Rp1 Miliar per event. Kemasan terbaik juga akan diberikan melalui pemakaian kostum, musik, koreografi, hingga konsep karnavalnya. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun menerangkan, NTB menjadi provinsi pertama yang me-launching CoE 2019.

“Kami ucapkan selamat atas launching CoE NTB untuk 2019. NTB jadi provinsi pertama di Indonesia yang melaunching CoE-nya untuk tahun depan. Mereka memiliki 4 agenda dengan status 100 Top Event Nasional. Jumlah ini sangat banyak karena setiap provinsi idealnya hanya 3 event yang masuk,” terang Menpar.

Mendukung atraksi luar biasa NTB, skenario besar juga sudah disiapkan Kemenpar. Memakai konsep BAS, seluruh link media promosi milik Kemenpar di mancanegara khususnya akan menayangkan TVC eksotisme Lombok-Sumbawa. Berikutnya, didorong dengan kekuatan media sosial. Ada juga famtrip, misi penjualan ke kota dan originasi utama, event MICE, hingga penyusunan paket tour.

“Sejak awal 2019, branding Lombok-Sumbawa akan dilakukan masif. Cara ini efektif untuk menarik wisman. Setelah itu, baru media sosial,” katanya lagi.

Menpar pun optimistis, pariwisata NTB akan pulih kembali. Apalagi, Pulau Seribu Masjid ini memiliki brand kuat sebagai destinasi wisata halal. Mengacu Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2018, NTB ini berada di urutan pertama dengan nilai 58. Strip kedua ditempat Aceh, lalu Jakarta di posisi 3. Pada 2016, NTB bahkan memenangkan 3 award di World Halal Tourism Award.

“Target kunjungan wisatawan ke NTB akan tercapai. Selain alam dan budayanya yang kuat, NTB ini punya image bagus. NTB kuat di halal tourism. Status halal ini justru menguntungkan NTB dalam menarik kunjungan wisman. Setelah mendeklarasikan status halal tourism, arus masuk wisman justru naik 50%. NTB tidak lagi di bawah bayang-bayang Bali,” ujar Menpar.

Lebih lanjut, NTB juga diuntungkan oleh aspek aksesibilitas. Bandara Internasional Lombok terkoneksi langsung dengan Malaysia dan Singapura. Ada 2 maskapai yang menghubungkan rute ini, yaitu Silk Air dan AirAsia. NTB juga terkoneksi dengan kota besar Makassar, Surabaya, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Banjarmasin, dan Bali. Maskapainya Lion Air, Garuda Indonesia, Citilink, dan Batik Air.

“Kami akan bantu NTB mewujudan target 4 Juta wisatawan. Event-event NTB akan dikunjungi banyak wisatawan. Selain unik dan menarik, aksesibilitas di NTB bagus. Semuanya normal di sana. Yang jelas, NTB dengan atraksi yang dimiliki sudah siap menerima kehadiran wisatawan,” tegas Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa.

Bagaimana dengan amenitasnya? Secara umum, amenitas di Pulau Seribu Masjid sudah berfungsi baik. Aspek amenitas di wilayah Lombok Selatan bahkan sudah beroperasi penuh 100%. Untuk zona Lombok Tengah sudah tercapai 75%, lalu Lombok Utara sudah bergulir 50%. Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Ricky Fauziyani mengatakan, CoE siap digelar penuh di NTB.

“Untuk akomodasi sudah tidak ada masalah. Semua sudah siap. Event-event yang masuk CoE ini bisa digelar secara penuh. Amenitas di NTB sudah siap dari beberapa bulan terakhir. Perkembangan fase recovery #NTBBangkit ini positif,” tutur Ricky.

Mengusung tema ‘The Spirit of Lombok-Sumbawa’, #CalendarOfEventNTB2019 akan didukung dengan paket wisata terbaik. Ada beberapa opsi paket yang bisa dipilih wisatawan. Sebut saja Paket NTB Bangkit 4D3N, Paket NTB Bangkit 5D4N A dan B, 4D3N Voluntour Lombok Sumbawa Recovery, hingga 5D4N Exotic Voluntour Authentic Sasak Tribe. Selain itu, ada 5D4N Voluntour Gili T Coral Re-Plantation.

“Paket-paket wisata terbaik ini akan efektif mendukung wisatawan. Selain menikmati event, wisatawan juga bisa menikmati sisi eksotis lain dari NTB. Semua dibuat menarik. Yang jelas, ada banyak experience unik dan berbeda yang akan diberikan kepada wisatawan,” tutup Kabid Pemasaran Area II Regional III di Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Hendry Noviardi.

(*)

Menpar Puji Kesigapan Balawista Saat Evakuasi Korban Tsunami

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengunjungi lokasi terdampak tsunami Selat Sunda di Pandeglang, Banten. Menpar bertemu Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista). Sigapnya kinerja Balawista dalam membantu evakuasi korban dan wisatawa mendapat pujian Menpar, Kamis (27/12).

Menpar Arief Yahya mengunjungi Pandeglang didampingi Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar)  Rizki Handayani, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dadang Rizky Ratman, Ketua Tim Tourism Crisis Center Guntur Sakti, Asdep SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga Kemenpar Wisnu Bawa Tarunajaya, dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati.

Pada kunjungannya, Menpar bertemu dengan PHRI Provinsi Banten, yang diwakili oleh GM Hotel Marbela dan pengurus PHRI Banten lainya. Dari sini, ia mendapatkan informasi up date mengenai kondisi Pantai Anyer yang tidak terdampak. Begitu juga dengan tingkat okupansi dan penyampaian aspirasi dari pengurus PHRI Provinsi Banten.

Menpar juga bertemu Balawista di Pantai Pasir Putih Carita, Banten. Ketua Umum Balawista Banten Ade Ervin menjelaskan, total terdapat 1.800 pengungsi yang terdampak langsung. Mereka kehilangan harta benda yang berhasil dievakuasi Balawista.

“Pada hari pertama setelah kejadian, Balawista melakukan pencarian dan penyelamatan korban. Di hari ketiga hingga sekarang kami juga melakukan distribusi bantuan ke berbagai titik pengungsian,” ujar Ade Ervin.

Dijelaskannya, personel Balawista yang diterjunkan berjumlah 200 orang. Saat kejadian, mereka langsung sigap melakukan evakuasi di berbagai titik bencana. Terutama di sepanjang Pantai Carita. “Pada malam itu kami melihat air laut pasang. Personel kami berhasil mengevakuasi hampir 1000 wisatawan,” ujarnya.

Balawista yang berinduk di bawah naungan Dinas Pariwisata Banten, berharap mendapat dukungan dari Kemenpar. Khususnya dalam bentuk pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menambah personel Balawista.

“Paling tidak kami membutuhkan 1.200 SDM, Karena personel kami baru 200 orang. Sedangkan destinasi wisata di Pantai Carita ini sangat panjang. Serta kami berharap bisa didirikan beberapa menara pantau. Yang saat ini, kami miliki baru dua menara. Satu berada di Anyer dan Tanjung Lesung,” ucap Ade.

Menpar Arief Yahya yang mendengar kesaksian dari Balawista, langsung memberi apresiasi setinggi-tingginya. Menurutnya, Balawista merupakan bagian dari masyarakat yang terdampak. Namun, mereka tetap berperan aktif melakukan evakuasi kepada wisatawan.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada seluruh Balawista, yang sudah membantu fase recovery pasca bencana. Semoga Allah membalas keikhlasan teman-teman dengan pahala yang terbaik,” ujar Menpar Arief.

Menpar juga mengatakan, strategi pemulihan bencana dilakukan saat fase tanggap darurat selesai, yaitu hingga 4 Januari 2019. Pada fase pemulihan, Kemenpar akan melakukan strategi untuk memulihkan SDM, pemulihan destinasi dan melakukan pemasaran di destinasi yang tak terdampak.

Dalam kunjungan ke posko Balawista tersebut, Menpar memberikan bantuan untuk operasional Balawista berupa life jacket, Handy Talkie, Pakaian dan Dana Infak sumbangan Kementerian Pariwisata.

(*)

Sambut 2019, Menpar Siapkan Mitigasi Bencana untuk Pariwisata

Jakarta – Target wisman 17 juta tidak tercapai tahun ini, salah satunya karena bencana alam. Rencana mitigasi bencana pun disiapkan demi tercapainya target wisman 2019.

Beberapa bencana alam di tahun 2018 jadi tantangan bagi Kemenpar dalam meraih target 17 juta kunjungan wisman. Menteri Pariwisata Arief Yahya https://www.detik.com/tag/menpar/ pun menilai perlunya mitigasi bencana agar wisatawan terjamin keamanannya dan tidak menimbulkan trauma atau citra buruk Indonesia di mata wisman.

“Teroris, bencana alam bisa terjadi kapan saja. Yang terpenting bagaimana kita mitigasinya. Saya ceritakan saja, terorisme di Jalan Thamrin. Kita menanganinya dengan baik. Kita wajib mengumumkan apa yang terjadi dan juga mencabut semua promosi tentang daerah yang terkena bencana,” tutur Menpar Arief Yahya dalam acara Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona Kemenpar, Kamis (20/12/2018).

Arief pun mencontohkan mitigasi bencana Erupsi Gunung Agung yang relatif cepat, hanya 6 bulan sudah selesai. Yang terpenting semua tahapan mitigasi sudah dilewati, dari tanggap darurat, rehabilitasi hingga normalisasi. Begitu pula dengan kejadian pesawat jatuh.

BACA JUGA: Antara Turis Berkualitas vs Kuantitas, Menpar Pilih Mana?

Harus diakui, disaster atau bencana itu dampaknya sangat besar bagi dunia pariwisata. Apalagi bencana, baik alam maupun bencana keamanan seperti terorisme, yang tidak dapat diprediksi

Untuk itu Arief sudah menyiapkan tim khusus yang selalu siap berjaga sewaktu-waktu bencana yang tidak diinginkan itu terjadi.

“Kita sudah membuat tim Mitigation Plan yang sangat solid di Kemenpar ini. Jadi kita sudah siap. Bencana selalu terjadi, tidak bisa diprediksi. Relatively tidak bisa dihindari, tapi kalau sudah terjadi bagaimana mengatasinya. Saya menggunakan standar dunia, UNWTO,” lanjut Arief.

Tahun depan, Arief berharap tidak ada bencana lagi dalam skala besar yang bisa mengganggu industri pariwisata sehingga target 20 juta wisman https://www.detik.com/tag/wisatawan/ optimis bisa tercapai.

“Kita harapkan seperti itu. Semakin cepat recovery, semakin bagus,” tutup Arief.

(wsw/fay)

Menpar: Target Wisman Tidak Tercapai, Target Devisa Tercapai

Jakarta – Target 17 juta wisman di tahun 2018 tidak tercapai. Namun target devisa di tahun ini sebesar US$ 17 miliar optimistis akan tercapai.

Tahun 2018 ini target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dipatok sebesar 17 juta orang. Namun target ini tidak terealisasi, karena kenyataannya hanya sekitar 16,2 juta wisman sampai akhir tahun ini atau hanya sekitar 95% dari target yang ditetapkan.

Namun kabar baiknya, target devisa dari sektor pariwisata sebesar US$ 17 Miliar tahun 2018 ini optimis akan tercapai. Sampai saat ini, devisa yang masuk dari sektor pariwisata sudah lebih dari US$ 17 Miliar, dengan rata-rata spending wisatawan mencapai US$ 1.100.

“Bad newsnya adalah, target wismannya kemungkinan 17 juta tidak tercapai. Good newsnya target devisa tercapai. Kalau orang yang orientasinya ke revenue negara, maka aman lah kita, US$ 17 miliar tahun 2018 ini,” ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam acara Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kamis (20/12/2018).

Menurut Arief, tidak tercapainya target kunjungan wisman ini diakibatkan oleh 3 faktor. Yang pertama adalah gempa Lombok, kemudian polemik Zero Dollar Tourism dan terakhir adalah kecelakaan Lion Air JT610.

“Penyebabnya ada 3 besar, yang satu bencana alam, yang kedua musibah pesawat, dan ketiga adalah polemik yang terjadi. Kita harapkan tidak terjadi lagi di 2019 agar target kita 20 juta wisman tercapai,” imbuh Arief.

Untuk tahun 2019, Menpar Arief tetap optimis mampu meraih target 20 juta wisman. Karena sebelum 3 kejadian besar itu terjadi rata-rata per bulan ada 1,5 juta wisman yang datang berkunjung ke Indonesia.

“Sebelum kejadian-kejadian itu, kita per bulan sudah tercapai 1,5 juta (wisman) kalau ini bisa kembali selama di 2019, kalau 1,5 juta per bulan kita bisa pertahankan total sudah 18 juta tinggal tambahan 2 juta lagi saya rasa tidak terlalu susah,” tutup Menpar Arief Yahya. (wsw/fay)