Selisih Tipis di Survei Median, Tim Prabowo Optimistis Bisa Salip Jokowi

Jakarta – Hasil survei Median menunjukkan selisih elektabilitas Joko Widodo-Ma’ruf Amin dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kian tipis. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga enggan berpuas diri.

“Survei median itu perlu diapresiasi. Walaupun kami tidak merasa puas dan berbangga, namun hasil itu perlu dijadikan sebagai alat perbandingan dengan survei internal yang dilakukan,” ujar Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Saleh Partaonan Daulay, kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Saleh mengatakan, selama ini hasil survei internal yang dilakukan pihaknya memang menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dari waktu ke waktu. Dia pun optimistis tak lama lagi, Prabowo-Sandiaga akan mampu mengungguli sang petahana.


“BPN tetap akan fokus meningkatkan elektabilitas pasangan 02. BPN yakin betul bahwa beberapa waktu ke depan, elektabilitas paslon 02 bisa menyalip pasangan 01. Tentu ini sesuatu yang sangat mungkin. Terbukti dari hasil survey median dan survei internal yang dilakukan oleh tim BPN,” katanya.

Saleh juga mengatakan, pihaknya akan terus menggenjot seluruh mesin parpol koalisi dan relawan. BPN akan berupaya semaksimal mungkin agar suara Prabowo-Sandiaga dapat terus meningkat.

“BPN dan paslon 02 terus akan turun langsung ke masyarakat. BPN dan paslon 02 akan mendengar langsung apa keluhan dan apa keinginan mereka yang harus dikerjakan pemerintah. Sebagaimana yang telah dilakukan, masukan dan aspirasi mereka itu akan dijadikan sebagai rujukan dalam menentukan langkah yang akan diambil paslon ini ke depan,” ucap Saleh.

Politikus PAN itu juga berharap, melalui debat antar-kandidat, Prabowo-Sandiaga akan menggaet suara rakyat. Mengingat, kata Saleh, debat perdana kemarin memberikan efek positif pada paslon nomor urut 02 itu.

“Kami juga berharap bahwa debat yang sudah dan akan dilakukan dapat mendukung peningkatan elektabilitas paslon 02. Menurut pengamatan yang kami lakukan, debat yang dilakukan kemarin sangat berimplikasi positif bagi paslon 02. Diharapkan, undecided voters pada akhirnya menetapkan pilihan pada Prabowo-Sandi,” tutur anggota DPR itu.

Berikut hasil survei elektabilitas capres-cawapres oleh Median pada Januari 2019:

Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 47,9 persen
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 38,7

Undecided voters: 13,4 persen

Survei dilakukan pada 6-15 Januari 2019 terhadap 1.500 responden, populasinya seluruh warga yang memiliki hak pilih. Survei dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error survei +/- 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
(mae/elz)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

KLB Rabies Melanda Kabupaten Dompu NTB

Liputan6.com, Nusa Tenggara Barat Rabies tengah melanda Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Bahkan pemerintah Kabupaten Dompu sudah resmi menyatakan, rabies menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Akibat terkena gigitan anjing liar, yang positif rabies, sebanyak dua orang meninggal dunia. Saat ini, ada satu pasien yang masih dirawat di rumah sakit di daerah Dompu.

Pasien tersebut sudah mulai membaik setelah menjalani perawatan di ruang isolasi. Ketika sudah sembuh, ia sudah diperbolehkan pulang. Kepala Dinas Kesehatan NTB, Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, lebih lanjut soal KLB rabies.

“Data hingga kemarin pagi, Minggu, 20 Januari 2019, jumlah warga yang terkena gigitan ada 192 orang. 192 orang itu adalah korban gigitan anjing, tapi bukan berarti semuanya terjangkit virus rabies. Pokoknya, yang digigit anjing,” terang Eka saat dihubungi Health Liputan6.com melalui sambungan telepon, Senin, 21 Januari 2019.

Penetapan KLB rabies juga didorong adanya temuan kasus dua orang yang meninggal akibat gigitan anjing liar. Hasil uji laboratorium dari Balai Besar Veteriner Denpasar, Bali juga menemukan, satu ekor anjing yang dijadikan sampel terpapar virus rabies yang mematikan.



Simak video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Kasus gigitan anjing

Gigitan anjing liar, yang bisa berpotensi rabies, semakin meningkat di Kabupaten Dompu sejak Juli-Agustus 2018. Warga yang terkena gigitan anjing liar semakin bertambah.

“Kasus gigitan anjing sebenarnya sudah terjadi Juli-Agustus 2018. Tapi pada waktu itu belum ditemukan adanya warga yang meninggal karena gigitan anjing. Hingga akhirnya, baru-baru ini ada warga yang meninggal akibat rabies. Kena gigitan anjing liar,” Eka menambahkan.

Data Dinas Kesehatan NTB mencatat, korban gigitan anjing pada Juli-Agustus 2018 sebanyak 7 orang, Oktober ada 7 orang, November ada 27 orang, Desember sebanyak 64 orang. Kemudian korban gigitan anjing pada Januari 2019 sebanyak 84 orang.

Jumlah korban gigitan anjing dari Juli 2018 sampai 20 Januari 2019 sebanyak 192 orang.

Harga Daging Ayam Naik pada Awal Pekan

Liputan6.com, Jakarta – Jelang perayaan Imlek pada 5 Februari 2019, harga ayam potong dan telur ayam kampung di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, terpantau melonjak.

Seperti disebutkan Lina (37), seorang pedagang ayam potong yang sehari-hari berjualan di pasar tersebut.

Dia mengatakan, pihak penyalur acapkali meninggikan harga jual kala waktu mendekati perayaan hari besar seperti Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 kemarin.

“Mau Imlek, itu juga pengaruh. Tiap mau Imlek naik. Baru habis Imlek stabil lagi. Pemasok ninggiin harga. Kemarin pas Natal dan tahun baru juga lonjak banget, malah lebih tinggi,” ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (21/1/2019).

Sebagai perbandingan, ia menuturkan, ayam potong bagian paha sebelumnya dijual pada rentang harga antara Rp 35-38 ribu per kg. Saat ini, lanjutnya, meningkat jadi Rp 40 ribu per kg.

Begitu juga dengan bagian sayap, yang naik jadi Rp 35 ribu per kg dari sebelumnya Rp 30 ribu per kg. Serta ayam potong bagian dada yang dijual Rp 50 ribu per kg, melonjak dari harga awal Rp 45-48 ribu per kg.

2 dari 2 halaman

Harga Telur di Pasar Tradisional

Harga telur juga naik di pasar Kebayoran Lama. Herman (29), pedagang telur menyatakan, beberapa produk telur seperti telur ayam kampung, telur bebek dan telur puyuh harganya naik per hari ini.

“Baru hari ini (pada naik). Telur ayam kampung Rp 2.200 (per butir), terakhir Rp 1.900. Telur bebek Rp 2.400 (per butir), kemarin Rp 2.300. Kalau telur puyuh naik dari Rp 28 ribu (per kg) jadi Rp 30 ribu,” bebernya.

Berbanding terbalik, harga telur ayam dalam negeri yang dijual Herman justru menurun sejak 3 hari silam, yakni dari Rp 25 ribu per kg menjadi Rp 24 ribu per kg pada hari ini.

Sementara itu, Udin (19), pedagang telur lain di Pasar Kebayoran Lama menceritakan, telur ayam dalam negeri harganya memang sudah terpangkas sejak beberapa hari lalu.

“Telur ayam dalam negeri sekarang Rp 25 ribu per kg, turun. Tadinya Rp 26 ribu. Sudah dua hari turunnya,” ungkap dia.

Sama seperti Herman, telur puyuh dan telur bebek yang ia miliki juga secara harga melambung.

Dia memasang harga untuk telur puyuh Rp 29 ribu per kg dari tawaran semula Rp 28 ribu, sedangkan telur bebek Rp 2.400 per butir, atau naik Rp 100 dari harga sebelumnya Rp 2.300.

“Cuma telur ayam kampung doang yang masih biasa (belum berubah harga), masih Rp 2 ribu per butir,” pungkas dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

PT Timah Kembangkan Teknologi Penambangan Laut Ramah Lingkungan

Liputan6.com, Jakarta – PT Timah (Persero) sedang merancang purnarupa (prototipe‎) penambangan timah di laut dengan konsep ramah lingkungan. langkah ini telah menjadi komitmen perusahaan dengan pemerintah.

Direktur Utama Timah Riza ‎Pahlevi mengatakan, perusahaan sudah menjalankan penambangan timah di darat dengan metode ramah lingkungan. Sedangkan untuk tambang ramah lingkungan di laut, saat ini tengah tahap merancang prototipe.

“Sekarang yang di darat udah berjalan, sedangkan untuk yang di laut tengah dalam tahap pembuatan prototipe,” ‎kata Riza, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/1/2019).

Rancangan purnarupa penambangan timah ramah lingkungan di laut akan selesai pada tahun ini berbarengan dengan penetapan zonasi penambangan timah di laut.

“Tahun ini mudah-mudahan sudah selesai. ‎ Iya (berbarengan dengan zonasi),” tuturnya.

Ia menegaskan, teknologi yang digunakan untuk penambangan timah di lautan harus ramah lingkungan untuk menjaga masa depan lingkungan hidup. “Ya. dan itu sifatnya enviromental friendly,” tandasnya.

2 dari 2 halaman

Laba PT Timah Capai Rp 255,54 Miliar Kurtal III 2018

Laba PT Timah Tbk (TINS) tercatat sebesar Rp 255,545 miliar atau Rp 34 per saham hingga September 2018. Angka tersebut turun sekitar 15 persen dari Rp 300,573 miliar atau Rp 41 per saham pada periode yang sama tahun lalu.

Penurunan laba TINS disebabkan antara lain oleh peningkatan beban pokok pendapatan, beban umum serta administrasi dan beban keuangan. 


Mengutip laporan keuangan per September 2018 yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (29/11/2018), pendapatan usaha TINS meningkat 2,75 persen dari Rp 6,621 triliun per September 2017 menjadi Rp 6,803 triliun per September 2018.

Meski demikian, pertumbuhan pendapatan perseroan tidak sebanding dengan kenaikan beban perusahaan. Beban pokok pendapatan TINS naik 4,6 persen, dari Rp 5,469 triliun menjadi Rp 5,720 triliun. Hal inilah yang menyebabkan laba kotor TINS turun 6,08 persen menjadi Rp 1,082 triliun, dari Rp1,152 triliun per September 2017.

Teror Candi Borobudur, Misteri Ledakan 9 Bom di Pagi Buta

Liputan6.com, Jakarta – Senin 21 Januari 1985, hari baru saja berganti. Petugas keamanan Candi Borobudur melirik jam dinding di pos jaga yang menunjukkan pukul 01.20 WIB. Saatnya untuk berpatroli. Dua orang petugas kemudian meninggalkan Pos Jaga I untuk mengelilingi candi Buddha terbesar di dunia itu.

Catatan Sejarah Hari Ini (Sahrini) Liputan6.com mengutip, baru 10 menit berkeliling, kedua petugas itu dikejutkan bunyi menggelegar. Baru saja keduanya berlari menuju sumber bunyi itu, terdengar bunyi lain yang tak kalah besar. Belakangan diketahui kalau itu adalah bunyi ledakan dari bom yang sengaja ditujukan untuk menghancurkan situs tersebut.

Ada sembilan kali ledakan di pagi itu. Ledakan terakhir terdengar pada pukul 03.40 WIB. Namun, dalam suasana yang gelap gulita itu, masih belum diketahui apa yang sebenarnya terjadi. Para petugas keamanan lokal pun masih menunggu kedatangan aparat untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Petugas Garnisun Magelang tiba di lokasi sekitar pukul 04.30 WIB dan langsung menyisir kawasan candi yang terkena ledakan. Mereka menyaksikan batu-batu candi berserakan. Terlihat dengan jelas kalau kejadian ini memang disengaja.

“Ledakan ternyata telah merusak 9 stupa berlubang. 3 yang berada di sisi timur batur pertama Arupadhatu, 2 lagi yang terdapat di batur kedua dan 4 lainnya di batur ketiga,” tulis Daoed Joesoef, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta tokoh pemugaran candi tersebut dalam bukunya Borobudur yang diterbitkan tahun 2004.

Namun, muncul kabar kalau belum semua bom yang dipasang meledak. Masih ada yang bom terpasang yang menunggu waktu untuk meledak. Sekitar pukul 05.00 WIB, seorang personel Sat Brimob Polda Jawa Tengah diperintahkan Dansat Brimob Kolonel Pranoto (Kasat Brimob waktu itu) untuk mendatangi Candi Borobudur dan menjinakkan bom yang belum meledak.

Anggota Brimob itu yakni Sersan Kepala Sugiyanto. Pria asal Boyolali itu dengan berani menjinakkan bom yang belum meledak. Bersama dengan tim Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) dari Kompi 5155 Brimob Jogja, dia menemukan 2 buah bom yang siap meledak.

Ternyata, pelaku teror berencana meledakkan 11 bom di Candi Borobudur. Pukul 08.00 WIB adalah tenggat waktu bom terakhir meledak. Sembilan buah bom meledak dan 2 bom dapat dijinakkan Sugiyanto. Hebatnya, dia menjinakkan itu seorang diri.

“Saat itu peralatan belum seperti sekarang. Berbekal seragam dinas Brimob dan tekad baja, saya melakukan aksi penjinakan bom itu. Dalam benak saya, hanya Allah yang dapat menyelamatkan nyawa saya kalau bom itu meledak ketika tengah saya tangani,” ucap Sugiyanto seperti dilansir Tribrata Polda Jateng, Jumat (9/11/2018).

Dalam proses penjinakan bom itu, Sugiyanto hanya membawa sebuah tool kit standar operator penjinak, selimut bom, dan sebuah metal detector. Tidak ada X-ray seperti saat ini, yang dapat menembus sekat. Sehingga benda yang ada di dalamnya dapat dideteksi.

“Pada waktu itu, bom terbungkus kertas tebal dengan perekat lakban. Seingat saya, benda itu cukup besar. Saya tidak bisa mengetahui apa isi di dalamnya,” terang dia.

Ia bercerita, bom yang berhasil dijinakkannya berupa dinamit dengan berat sekitar 1 kg. Dinamit itu dilengkapi dengan sebuah inisiator, 2 baterai dan sebuah timer.

Tanpa body protector dan peralatan canggih, Sugiyanto berhasil mencegah 2 stupa luluh lantak karena ledakan. Atas jasanya ini, Sugiyanto mendapatkan penghargaan dari Kapolri berupa kesempatan untuk melanjutkan jenjang karier menjadi perwira Polri.

2 dari 3 halaman

Misteri Peneror Candi

Bayang-bayang akan adanya serangan terhadap Borobudur sudah tercium jauh-jauh hari. Saat proses pemugaran berlangsung, 10 Agustus 1973 hingga diresmikan 23 Februari 1983, Daoed Joesoef yang menjadi tokoh di balik pemugaran Borobudur mengaku kerap menerima surat kaleng dan selebaran gelap. Isinya berupa makian, hujatan, dan kutukan.

“Isinya berupa makian, hujatan dan kutukan bahwa saya orang kafir. Karena bertanggung jawab atas pembangunan berhala terbesar di Tanah Air,” ujar Daoed.

Menurut dia, dari gaya bahasa yang dipakai dan ayat-ayat yang diketengahkan, sebenarnya sudah jelas si penulis surat kaleng hidup dan berada di lingkungan yang mana.

Spekulasi pelaku peledakan pun bermunculan. Pemerintah mengarahkan kecurigaan pada kelompok Islam radikal. Ketegangan antara pemerintah dan kelompok Islam memang meningkat sejak peristiwa Tanjung Priok pada September 1984 dan penolakan asas tunggal Pancasila.

Tiga bulan berlalu, sosok di balik pengeboman Candi Borobudur masih dalam penyelidikan intensif. Sampai akhirnya muncul kejadian meledaknya sebuah bus bernama Pemudi Express di Banyuwangi, Jawa Timur.

Dari situlah akhirnya terbongkar, jika bus itu meledak lantaran ada bom yang dibawa penumpangnya. Bom itu tak tahan panas, lantaran bergesekan dengan mesin mobil.

Polisi pun bergerak cepat, bom yang meledak di Pemudi Express menjadi titik masuk untuk memburu pelaku bom Candi Borobudur, yang kemudian merujuk pada nama Abdul Kadir Al-Habsy.

Ia pun diamankan dan terbongkarlah jika bom dalam mobil itu akan diledakkan di Bali, dengan sasaran hotel-hotel atau tempat prostitusi di Pulau Dewata.

Dari sini muncul nama Husein bin Ali Al-Habsyi, yang tak lain kakak kandung dari Kadir. Keduanya pun ditetapkan sebagai tersangka.

Kadir mengakui jika bom itu berkaitan dengan kejadian Borobudur. Namun Husein menolak keras jika disebut terlibat. Sampai kemudian muncul nama otak di belakang kejadian itu adalah Mohammad Jawad alias Krisna alias Abu Mahdi.

Pria yang disebut-sebut sebagai ustaz asal Jakarta itulah yang disebut Kadir dan Husein sebagai dalang. Namun demikian, ia raib tak berbekas.

Di pengadilan jaksa penuntut menuduh mereka meledakkan Borobudur sebagai balas dendam atas peristiwa Tanjung Priok 1984. Mereka menolak tuduhan jaksa, tapi pengadilan tetap memutuskan mereka bersalah.

Kadir kemudian divonis 20 tahun penjara dan Husein dihukum seumur hidup. Tapi Husein mendapatkan grasi dari pemerintah Habibie pada 23 Maret 1999. Sedangkan siapa Mohammad Jawad hingga kini masih misteri. Siapa Jawad tak ada yang mengetahui. Bahkan, termasuk Kadir dan Husein yang juga hanya mengenal orang itu dalam waktu singkat.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Mimpi Warga Garut yang Bakal Terwujud

Liputan6.com, Garut – Bagi masyarakat Garut, Jawa Barat, reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Garut Kota, membuka lembaran memori warga, kedigdayaan legenda ‘si Gomar’ dan ‘si Kuik’, dua kereta uap jaman Belanda, yang pernah menjadi kereta unggulan di masa nya.

Mulai tahun ini pemerintah ngebut reaktivasi jalur kereta api lawas di beberapa titik wilayah Jawa Barat. Pemerintah menargetkan pembangunan jalur itu akan rampung dalam dua tahun ke depan.

“Yang paling penting segera dimulai, semoga dua tahun selesai,” ujar Jokowi, kepada wartawan di Cibatu, Garut, Jumat (18/1/2019) lalu.

Menurut Jokowi, untuk mengurai kemacetan lalau lintas, pemerintah berupaya menghidupkan kembali jalur lawas kereta api. Tercatat ada empat titik jalur reaktivasi kereta di Jabar, yang akan dimulai pembangunannya tahun ini.

Dimulai dengan jalur nostalgia kereta api Cibatu-Garut, pemasangan rel baru yang sudah mencapi 50 meter.

Kemudian jalur kereta kota Banjar-Pangandaran, dilanjutkan jalur Rancaekek-Tanjungsari, serta jalur kereta Bandung-Ciwidey yang berada di sekitaran Bandung Raya.

Khusus Garut, sebagian bangunan yang berdiri di atas lahan PT KAI mulai dibongkar. Dari 1.077 bangunan, sebanyak 230 sudah menerima uang bongkar, sedangkan sisanya terus dihelat sambil melanjutkan pembangunan.

Menurut Jokowi, pengaktifan rel kereta api diharapkan mampu menumbuhkan pusat ekonomi baru masyarakat, terutama yang berkenaan dengan pariwisata tiap daerah. “Dulunya di sini (Garut) kereta ada untuk ke kawasan wisata dan sekarang kita aktifkan lagi,” ujarnya.

Mantan Walikota Solo itu, mencontohkan momen kunjungan pesohor Hollywood. Charlie Chaplin saat menggunakan stasiun Cibatu, di Garut dalam lawatan wisatanya pada 1926 silam. “Dulu juga Charlie Chaplin naik dari Bandung ke Garut menggunakan stasiun Cibatu ini, dua kali lagi,” ujarnya.

Dengan segudang potensi wisata di Jawa Barat saat ini, Pemerintah bakal kebut pembangunan reaktivasi kereta dalam dua tahun ke depan. “Mundur-mundur sedikit lah gak masalah,” ujar dia sambil tersenyum menyapa wartawan.

2 dari 2 halaman

Mempermudah Akses Perjalanan

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyatakan, ada dua proyek reaktivasi di Jawa Barat yang akan selesai tahun ini. “(Jalur kereta) Cibatu-Garut tahun ini selesai, jalur Cianjur-Bandung juga tahun ini selesai,” ujarnya menambahkan.

Khusus reaktivasi jalur Cibatu-Garut, pemerintah memfokuskan pembangunan jalur sepanjang 19,8 kilometer itu, untuk menghidupkan sektor wisata.

Sedangkan Cianjur-Bandung bakal mempermudah akses warga dari Bogor, Sukabumi, Cianjur jika ingin berpergian ke Yogyakarta. “Jadi gak usah muter lagi kalau ke Yogyakarta,” ujarnya.

Ihwal adanya penolakan beberapa warga di sekitar bantalan rel, Budi menyatakan jika PT KAI dan pemerintah sudah memberikan uang kerahiman bagi mereka.

Sedangkan anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan jalur Cianjur-Bandung menghabiskan dana hingga Rp 200 miliar. “Tak mungkin lakukan sendiri harus kerja sama dengan pemda, nanti mereka yang lakukan,” ujarnya.

Imam Fatah (19), salah satu warga Garut kota mengaku bangga bisa kembali menyaksikan beroperasinya jalur kereta api Cibatu-Garut. Menurut dia, selama ini dirinya hanya bisa berandai-andai soal jalur kereta tersebut.

Seiring kemacetan yang terus meningkat setiap tahunnya, pengoperasian jalur kereta api, bakal memberikan banyak alternatif bagi warga, dalam perjalanan.

“Sepertinya menggunakan kereta lebih menyenangkan, sebab tidak ada macet,” ujar dia.

Tidak hanya itu, bagi generasi zaman now, pengoperasian jalur kereta Cibatu-Garut Kota-Cikajang, akan kembali membuka memori masyarakat Garut akan kehebatan dua kereta uap legendaris di Garut, dalam melayani masyarakat.

“Mungkin namanya bukan si Gomar lagi, dan keretanya kan bakal lebih cepat dan baik,” harap dia bangga.

Dalam dua hari lawatannya di kota intan Garut, banyak agenda yang dilakukan Presiden Jokowi. Mulai peresmian reaktivasi rel kereta api Cibatu-Garut kota, pemberian sertfikat wakaf tempat ibadah, peresmian perumahan tukang cukur Garut, peresmian pembangunan asrama santri Darul Arqam Garut, Penyerahan bantuan PKH tahun 2019, pengarahan pendamping desa, hingga penyerahan ribuan sertifikat tanah di Bayongbong.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Apa yang Menyebabkan Pencairan Es di Antartika Terus Meningkat Sejak 1979?

Liputan6.com, Antarktika – Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences pada Senin, 14 Januari 2019 mengungkap sebuah temuan baru. Dalam laporannya, disebutkan bahwa Antartika kehilangan es enam kali lebih banyak setiap tahunnya, bila dibandingkan dengan 40 tahun lalu.

Akselerasi pencairan es Antartika, yang sebagian besar terkait dengan perubahan iklim antropogenik, telah menyebabkan permukaan laut global naik lebih dari setengah inci sejak 1979.

“Itu baru disebabkan oleh puncak gunung es-nya,” kata penulis utama riset ini, Eric Rignot, yang juga merupakan ilmuwan di NASA dan profesor di UC Irvine.

“Ketika lapisan es Antartika terus mencair, kami memperkirakan permukaan air laut di dunia akan naik bermeter-meter pada abad-abad mendatang,” imbuhnya, sebagaimana dikutip dari Forbes, Minggu (20/1/2019).

Rignot dan rekan-rekannya menghitung laju tahunan hilangnya es Antartika dari 1979 hingga 2017 menggunakan beberapa bukti pengamatan, termasuk program Landsat (Landsat program) gagasan NASA.

Konstelasi satelit pengamat Bumi ini diluncurkan pertama kali pada 23 Juli 1972. Misi tersebut memungkinkan tim peneiti untuk mengamati “ruang hampa di bawah lapisan es” dari 176 cekungan Antartika selama empat dekade.

Citra udara yang dihasilkan dari Operation IceBridge milik NASA, yang telah menerbangkan pesawat penelitian di benua yang berada di Kutub Selatan ini sejak 2009, juga membantu para peneliti memperkirakan hujan salju tahunan, erosi angin, ketebalan lapisan es, dan tingkat pembuangan gletser dengan akurasi tinggi.

Dengan menyisir seluruh data tesebut, tim menemukan bahwa Antartika telah melepaskan lebih banyak es secara signifikan ke lautan setiap dekade (10 tahun).

Selama 1980-an, misalnya, es di Antartika mencair rata-rata sekitar 40 gigaton per tahun. Dari 2009 hingga 2017, jumlah itu meningkat sampai 252 gigaton.


Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Perubahan Iklim?

Selama dekade terakhir, sekitar 63 persen dari total kehilangan es di Antartika berasal dari Antartika Barat.

Antartika Timur membentuk 20 persen dari total kehilangan, sedangkan Semenanjung Antartika bertanggung jawab atas 17 persen sisanya.

Pendorong terbesar hilangnya es tersebut adalah circumpolar deep water (CDW), yakni massa air yang amat asin dan hangat, yang didorong di bawah es yang mengambang oleh arus barat kutub yang lebih kuat.

Air ini dengan cepat mencairkan lapisan es dan gletser dari bawah permukaan, dan diperkirakan akan terus memperburuk pencairan es di benua itu.

“Hubungan antara perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia dan hilangnya es Antartika, itu rumit. Emisi gas rumah kaca dan penipisan ozon terkait dengan pergeseran kutub barat, terlihat selama setengah abad terakhir. Perubahan itu telah mengekspos bongkahan-bongkahan es Antartika yang lebih rentan terhadap CDW,” ucap Rignot.

Memahami Bunuh Diri, Isu yang Sempat Diangkat Prabowo

Jakarta – Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto sempat mengangkat isu bunuh diri di Indonesia. Menurut tinjauannya, bunuh diri disebabkan oleh impitan kesulitan ekonomi. Sebenarnya, bunuh diri tak melulu disebabkan oleh masalah ekonomi.

Prabowo, dalam pidato kebangsaannya pada Senin (14/1) lalu, menyebut ada kasus bunuh diri di Grobogan, Jawa Tengah yang disebabkan oleh beban ekonomi. Hal ini menjadi kontroversial karena kubu rival politik Prabowo membantahnya.

Selanjutnya, dia mengaku telah mendapat belasan laporan peristiwa bunuh diri, termasuk gantung diri seorang guru di Pekalongan dan seorang ibu di Gunung Kidul DIY. Ini kisah-kisah yang masuk berita, yang tidak masuk berita mungkin lebih banyak lagi, kata Prabowo dari mimbar pidatonya saat itu.

Terlepas dari kontroversi politik akibat isu bunuh diri yang diangkat Prabowo, kajian bunuh diri sudah dilakukan di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Ada kelompok pegiat pencegahan bunuh diri bernama Into The Light yang berisi anak-anak muda, mengkaji isu kesehatan jiwa.

Pendiri dan Kepala Koordinator Into The Light, Benny Prawira Siauw, menjelaskan kepada detikcom soal faktor-faktor yang melatarbelakangi bunuh diri.

“Kita seolah-olah berpikir bahwa ada satu penyebab tunggal. Padahal sesungguhnya tidak demikian. Itu fallacy (sesat pikir),” kata Benny di Semanggi, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Memahami Bunuh Diri, Isu yang Sempat Diangkat PrabowoPendiri dan Kepala Koordinator Into The Light Benny Prawira Siauw (Foto: Adhi Indra Prasetya/detikcom)

Dia tidak sedang berbicara soal pidato Prabowo, melainkan soal isu bunuh diri secara ilmiah. Menurut suicidolog ini, bunuh diri tak pernah dilatarbelakangi satu faktor saja. Misalnya, hanya faktor ekonomi saja atau faktor kesehatan saja. Yang tampak di depan mata sebagai penyebab bunuh diri dinilainya hanya sebagai pemicu dari akumulasi pelbagai faktor.

Faktor pemicu yang nampak di permukaan bisa berupa problem ekonomi, asmara, gagal ujian di sekolah, dan lain sebagainya. Di balik itu, ada faktor risiko dan faktor pelindung. Dua jenis faktor itu saling berebut pengaruh di diri manusia, yang satu mendorong bunuh diri dan yang satu menjauhkan dari bunuh diri.

Kelompok Into The Light menyoroti risiko bunuh diri pada kaum muda. Sejauh ini diketahui, hubungan anak-orang tua turut menjadi faktor. Kondisi sosial dan psikologis yang menaungi si anak juga turut menjadi faktor.

Perundungan (bullying) dan kekerasan seksual di masa lalu bisa menjadi pendorong anggota generasi muda bunuh diri. Risiko akan meningkat bila kegiatan si pemuda dengan masyarakat kurang terjalin baik, misalnya kegiatan bersama komunitas keagamaan yang bisa menyelamatkan pemuda dari risiko bunuh diri.

Depresi menjadi faktor pendorong bunuh diri. Dia mengutip survei Kehidupan Keluarga Indonesia tahap kelima (Indonesian Family Life Survei 5th Wave). Hasilnya 21,8% responden berusia 15 tahun ke atas melaporkan gejala depresi sedang atau berat.

Depresi di Indonesia sendiri punya berbagai faktor pendorong, yakni ketidakcukupan ekonomi, pengangguran, bencana alam, konflik sosial, ketidakamanan tempat tinggal, masalah kesehatan kronis, aktivitas fisik rendah, hingga konsumsi tembakau dan penyalahgunaan zat tertentu.

Koordinator Psikolog Yayasan Pulih, Danika Nurkalista, memberikan pandangannya. Lewat konseling psikologi, dia dan yayasannya selama ini kerap menangani masalah kecenderungan bunuh diri.

Danika menjelaskan, bunuh diri selalu dilatarbelakangi oleh permasalahan kompleks. Karena tak ada jalan keluar dari masalah, maka seseorang berpikir mengakhiri hidupnya. Jelas, itu bukan solusi. Namun ada faktor yang menonjol sejauh pengamatannya sembari mencegahan bunuh diri hingga saat ini.

“Seseorang yang mengalami kekerasan itu berisiko mengalami dampak-dampak depresi sampai akhirnya berpikiran akan kematian atau bunuh diri,” kata Danika di kantor Yayasan Pulih, Jl Teluk Peleng Nomor 63A, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019).

Faktor yang melatarbelakangi bunuh diri antara satu orang dengan yang lain berbeda-beda, karena tiap individu punya masalah yang berbeda-beda pula. Bahkan faktor hormonal yang merupakan bawaan sejak lahir juga bisa menjadi faktor bunuh diri.

Sulit untuk kita mengambil kesimpulan bahwa orang itu masalahnya cuma satu, karena biasanya masalahnya banyak, berlapis, kata Danika.

Misalnya, satu kasus bunuh diri nampak dipicu oleh masalah pekerjaan. Namun setelah ditelusuri, ternyata ada masalah rumah tangga pula yang dihadapi si pelaku, di dalam persoalan itu ada tekanan dari lingkungan masyarakat. Semua masalah berjalin satu sama lain.

Contoh lain dari masa lalu, satu siswa SMP bunuh diri. Sekilas nampak siswa tersebut bunuh diri karena tak mampu bayar sekolah. Namun setelah dilihat lebih dalam, anak itu mendapat tekanan dari pihak sekolah, punya masalah komunikasi dengan orang tua, atau mengalami masalah kompleks lainnya.

Simak juga berita-berita lain di detikcom dengan tema masalah bunuh diri.

Untuk mengakses layanan konseling pencegahan bunuh diri, Kementerian Kesehatan mempersilakan masyarakat untuk mengakses nomor telepon gawat darurat (emergency) di 119, bebas pulsa.

Lima rumah sakit juga disiagakan Kementerian Kesehatan untuk melayani panggilan telepon konseling pencegahan bunuh diri, yakni:
1. RSJ Amino Gondohutomo Semarang (024) 6722565
2. RSJ Marzoeki Mahdi Bogor (0251) 8324024, 8324025, 83240467
3. RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta (021) 5682841
4. RSJ Prof Dr Soerojo Magelang (0293) 363601
5. RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang (0341) 423444

Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan , 24 jam.

(dnu/dhn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cara Polri Kurangi Generasi Milenial Alami Kecelakaan Lalu Lintas

Liputan6.com, Jakarta – Untuk meminimalisasi angka kecelakaan di usia produktif, Ditlantas Polda Metro Jaya menggelar acara ‘Millenial Road Safety Festival’.   

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV,  Minggu (20/1/2019), Ditlantas Polda Metro Jaya menggelar acara di Bundaran Hotel Indonesia pada Minggu pagi.

Kegiatan dilakukan guna menurunkan angka kecelakaan di jalan yang didominasi oleh generasi milenial sebanyak hampir 55 persen dari total jumlah kecelakaan.

“Kita evaluasi dari jumlah data kecelakaan lalu lintas. Semakin tahun semakin meningkat,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf.  

Ditargetkan kegiatan yang akan dilakukan secara berkelanjutan hingga 31 Maret, dapat menurunkan angka kecelakaan gererasi milenial hingga dibawah 30 persen.  

Bukan hanya di kawasan ramai, nantinya aksi kampanye berkendara sehat juga akan masuk ke sekolah-sekolah agar bisa menjangkau lebih banyak kaum millenial.  (Karlina Sintia Dewi)

Bisakah Indonesia Bangun Infrastruktur Tanpa Utang?

Liputan6.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir November 2018 sebesar USD 372,9 miliar atau setara Rp 5.258 triliun (USD 1=Rp 14.101). Rasio utang tersebut 34 persen terhadap PDB. Pemerintah pun selalu menegaskan, bertambahnya utang karena gencar melakukan pembangunan infrastruktur.

Lalu bisakah Indonesia membangun infrastruktur tanpa mengandalkan utang?

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, pembangunan infrastruktur masif di era Jokowi-JK untuk mengejar ketertinggalan yang terjadi selama berpuluh-puluh tahun. Akibatnya, untuk mencari pembiayaan, pemerintah berupaya mencari cara cepat.

“Salah satunya kan karena memang misi atau ambisi Pak Jokowi untuk membangun infrastruktur pengennya ngebut nih. Karena kita memang tertinggal cukup lama. Pak Harto 30 tahun berkuasa dengan segala kekurangannya dia bangun jalan tol memang sudah ada tuh Jagorawi segala macam tapi lambat banget,” ujarnya dalam sebuah diskusi di Kawasan Tebet, Jakarta, Sabtu (19/1/2019).

Bhima melanjutkan, pembiayaan cepat yang dikaji tentu bukan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebab APBN adalah instrumen yang digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional dalam negeri baik belanja pegawai, belanja modal, pendidikan, kesehatan dan beberapa hal lain.

“Problemnya kalau kita lihat dari nafsu atau mimpi besar Jokowi untuk membangun infrastruktur itu APBN tidak cukup. Pastinya tidak akan cukup. Apbn itu sebagian besar sudah habis 23 persen habis untuk belanja pegawai, sebagian lagi untuk belanja operasional dalam bentuk belanja barang, pengadaan itu sifatnya konsumtif,” jelasnya.

Setelah mempertimbangkan kondisi APBN, pemerintah tentu mengandalkan pos-pos lain untuk mencari pendanaan dalam rangka mewujudkan terhubungnya Indonesia dari Sabang hingga Merauke melalui pembangunan infrastruktur. Salah satu yang diandalkan adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta.

Namun, karena satu dan lain hal maka swasta seiring berjalannya waktu tidak tertarik melakukan investasi. Dengan kondisi ini, maka BUMN menjadi korban untuk mencari sebanyak-banyaknya pendanaan yang tentunya dijamin oleh negara.

“Swasta bilang saya tertarik untuk masuk ke proyek infrastruktur. Problemmnya itu adalah bukan pendanaan, swasta bisa nyari dana dari bank, dana dari saham, dari utang pinjaman lain. Swasta bisa cari banyak mekanisme itu. Yang jadi pertanyaan sekarang ini kenapa swasta tidak masuk dan porsinya itu cenderung mengalami penurunan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Masalah adalah pembebasan lahan. Pembebasan lahan itu butuh waktu 10 sampai 20 tahun,” tandasnya.

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Utang Indonesia Terus Naik dalam 10 Tahun

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir November 2018 sebesar USD 372,9 miliar atau setara Rp 5.258 triliun (USD 1=Rp 14.101), rasio utang tersebut 34 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menilik posisi 10 tahun lalu, utang Indonesia ternyata naik. Pada 2008, Indonesia memiliki utang sekitar Rp 1.636,7 triliun atau USD 149,5 miliar dengan rasio utang hampir mirip yaitu 33 persen terhadap PDB. 


Kenaikan ini bukan tanpa alasan, mengutip data Kementerian Keuangan, Kamis (17/1/2019), utang digunakan untuk menggenjot pembangunan infrastruktur, pembiayaan pendidikan, pembiayaan kesehatan, perlindungan sosial dan pembiyaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Dana Desa.

Adapun kenaikan signifikan terjadi pada 2015 hingga 2017, dengan penambahan utang sekitar Rp 1.166 triliun.

“Apabila kita bandingkan dalam kurun waktu 2012-2014 dan 2015-2017, utang pemerintah bertambah dari Rp 609,5 triliun menjadi Rp 1.166 triliun yang mengalami kenaikan sebesar 191 persen,” demikian dikutip dari laman kemenkeu.go.id, Jakarta.

Kemenkeu menegaskan, walaupun akhir-akhir ini utang pemerintah meningkat, namun tidak melanggar amanat Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara dimana defisit APBN masih terjaga kurang dari 3 persen terhadap PDB dan rasio utang kurang dari 60 persen dari PDB.

Terdapat 3 indikator risiko yang menunjukkan bahwa utang pemerintah dikelola dengan baik. Pertama, penurunan porsi kepemilikan asing dalam utang pemerintah.

Data menunjukkan bahwa rasio utang dalam valuta asing, terhadap total utang pemerintah terus menurun contohnya dari 2015 sebesar 44,5 persen ke 38,6 persen di 2018.

“Hal ini menunjukkan risiko utang yang berasal dari nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing dapat ditekan. Artinya utang Indonesia tidak terdampak apabila ada pengaruh dari luar negeri atau global,” tulis Kemenkeu.

Kedua, kenaikan rasio utang dengan tingkat bunga tetap terhadap total utang pemerintah. Hal ini berarti risiko utang pemerintah tidak terlalu terpengaruh oleh situasi pasar yang tidak stabil (floating). Ketiga, kenaikan rasio utang yang jatuh tempo lebih dari 3 tahun terhadap total utang pemerintah.

“Data menunjukkan bahwa dalam 4 tahun terakhir rasio ini meningkat dari 21,4 persen ke 26,5 persen. Hal ini berarti risiko beban pembayaran utang pemerintah dalam jangka pendek memiliki tren menurun, artinya alokasi pembayaran utang dalam APBN akan mengecil, seiring dengan meningkatnya porsi utang yang memiliki jatuh tempo menengah/panjang, sehingga setiap tahunnya APBN tidak akan terbebani oleh cicilan utang dan dapat dialokasikan untuk belanja produktif lainnya,” mengutip penjelasan Kemenkeu.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: