Menikmati Pemandangan Pagi Bersama Siamang di Warung Si Amang

Menurut pemilik ‘Warung Si Amang’ Abdullah P, kedua ekor siamang yang sering datang ke warungnya itu sempat beberapa kali punya anak.

Menurut Bang Lah, dari tiga ekor anak siamang tersebut, satu di antaranya didapati tewas disiram air panas oleh orang tidak bertanggung jawab.

Sementara, dua ekor lainnya tidak tahu ke mana rimbanya. Kemungkinan besar kedua anak siamang itu hilang diburu pemburu.

“Sudah tiga kali beranak. Dua tidak tahu ke mana. Mungkin diburu oleh siapa. Satu lagi kedapatan mati disiram air panas,” ungkapnya.

Hewan yang Dilindungi

Sebagai catatan, siamang merupakan primata dari famili Hylobatidae. Hewan ini memiliki ciri-ciri berbulu hitam pekat kecuali bagian wajah, jari, telapak tangan, ketiak, dan telapak kaki.

Hewan yang punya beberapa nama latin ini tidak punya ekor, bermata gelap agak kecoklatan, berhidung pesek, dan memiliki rentang tangan yang lebih panjang dari tubuhnya.

Siamang memiliki kantung khusus yang terletak di bawah dagunya. Kantung tersebut membantu meningkatkan volume suara mereka.

Hewan ini masuk dalam kategori omnivora. Mereka pemakan buah-buahan tetapi terkadang juga memakan pucuk dedaunan.

Siamang banyak hidup di Asia Tenggara. Mereka juga banyak ditemukan di beberapa tempat, seperti Semenanjung Malaya, Malaysia, dan Sumatera.

Menurut Azhar dari Komunitas Hutan Wakaf Aceh, siamang merupakan satwa liar yang dilindungi oleh undang-undang.

Hal ini sebagaimana disebut dalam Permen LHK RI Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi.

Juga tertera dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Siamang di warung yang ada di Aceh Jaya itu, hewannya tidak diikat, atau dipelihara oleh pemilik warung. Hewan itu pulangnya ke hutan kalau malam,” ujar Azhar kepada Liputan6.com, Kamis (1/11/2018).

Karena itu, fenomena siamang yang sering datang warung Abdullah P, menurut Azhar bukan merupakan bentuk pelanggaran. Ia malah bisa menjadi ikon wisata di kawasan tersebut.

Simak video pilihan berikut ini:

Seorang balita asal Blitar harus kehilangan jari tangannya akibat gigitan Siamang. Kini korban dirujuk ke RS di Malang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *