Anggaran TNI Disoal, Menhan: Sudahlah Gatot Nurmantyo, Sudah, Sudah

Jakarta – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menjawab pernyataan Mantan Panglima TNI, Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo terkait anggaran TNI. Memaparkan peningkatan anggaran TNI, Ryamizard meminta Gatot untuk berhenti berbicara mengenai anggaran militer.

“Ya sudah lah, Gatot Nurmantyo sudah, sudah. Dulu anggaran kita sebelumnya Rp 50-60 T, sekarang Rp 100 T lebih. Rp 108 T, apalagi? mau ngambil uang rakyat? Nggak mungkin. Kita tentara rakyat, rakyat dulu lah diutamakan,” kata Ryamizard di restoran D’cost VIP, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2018).

Ryamizard juga membandingkan kondisi militer dan rakyat di India. Menurutnya, India punya tentara yang kuat namun masyarakatnya banyak yang miskin dan tidak punya tempat tinggal.


“Kalau di India sana hebat tapi rakyatnya banyak yang miskin, kalau kepanasan mati, kalau kedinginan mati. Itu tidak boleh terjadi di sini dong, masa menomor-10-kan rakyat, pokoknya alutsista bagus (tapi) rakyat terserah, (itu) nggak benar, bukan tentara rakyat itu,” ujar Ryamizard.

Dia melanjutkan, saat ini Indonesia masih jauh dari ancaman perang bersekala besar. Ancaman yang banyak terjadi saat ini, kata Ryamizard, berupa bencana dan terorisme sehingga harus lebih diprioritaskan.

“Situasi pertahanan ini kan saya bilang, ancaman yang nyata dan belum nyata, yang nyata ini kan banyak gempa, teroris. Yang belum nyata yang perang besar, itu kan jauh. Kita tentara rakyat berasal dari rakyat masa rakyat dinomorduakan, nggak nomor 1 rakyat,” ujar eks KSAD tersebut.

Gatot sebelumnya berbicara soal kondisi nasional. Ada suatu hal yang menurutnya kritis, yakni soal kekuatan TNI yang tidak didukung oleh pemerintah dari segi anggaran.

“Saat ini yang kritis adalah anggaran. Saya tidak menyalahkan siapa pun juga, tapi saya harus sampaikan karena saya mantan Panglima TNI, agar rakyat bersatu jangan terpecah-pecah,” kata Gatot di Surabaya, Jumat (12/4).

Gatot kemudian berbicara mengenai APBN-Perubahan tahun 2017 saat ia masih menjadi Panglima TNI. Tambahan untuk TNI disebutnya tak sebanding dengan institusi pertahanan-keamanan lainnya.

“Saat saya menjabat Panglima TNI, saya sudah berusaha sekuat mungkin tapi saya tidak berdaya. APBN-P, TNI yaitu Dephan, Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, dan TNI AU jumlah personelnya lebih dari 455 ribu mempunyai ratusan pesawat tempur, punya ratusan kapal perang, ribuan tank, dan senjata berat. Anggarannya hanya Rp 6 T lebih. Sehingga Dephan dapat Rp 1 T, AD dapat Rp 1 T lebih, AU Rp 1 T lebih, AL dapat Rp 1 T lebih Mabes TNI dapat Rp 900 miliar,” tambah Gatot.
(elz/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Indonesia Miliki 5 Kapal Selam, Menhan: Nggak Cukup, Idealnya 12

Surabaya – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengungkapkan saat ini total ada 5 unit kapal selam yang dimiliki Indonesia. Jumlah itu menurutnya masih sangat kurang untuk menjaga wilayah perairan dalam negeri.

“Nggak cukup untuk menjaga wilayah. Idealnya 12 (unit),” kata Ryamizard usai peluncuran dan penamaan kapal selam Alugaro di Hanggar kapal Selam PT PAL Surabaya, Kamis (11/4/2019).

Untuk itu, lanjut Ryamizard, pihaknya sudah berencana akan menambah lagi unit kapal selam tidak lama lagi. Sehingga pertahanan di perairan nusantara semakin kokoh.

“Enggak lama lagi, mungkin dalam waktu 5 atau 6 tahun. Anggarannya 1.200 juta dollar. Itu dapat tiga (unit),” terang Ryamizard.

Sementara itu Direktur Pembangunan Kapal PT PAL Turitan Indaryo menjelaskan, kapal selam yang cocok untuk perairan Indonesia harus melihat dimensi dan kegunaannya.

“Dimensi dan kegunaan itu sangat penting itu kenapa kita memilih (kapal selam) medium ya. Bukan yang gede itu. Karena luasan perairan (Indomesia) sangat besar,” terang Turitan.

Menurut Turitan, kapal selam dengan besar tidak cocok dengan teritorial Indonesia. Sebab kapal selam dengan ukuran besar kurang lincah dan tidak efektif digunakan di perairan yang banyak pulau seperti di Indonesia

“Masing-masing pulau butuh pengamanan sehingga dimensi ini sangat optimal untuk menjaga teritori perairan Indonesia,” ujar Turitan.

“Jadi mending banyak daripada satu tapi manuvernya tidak lincah itu kurang efektif. Tapi kita tidak menutup (membuat kapal selam) yang besar,” pungkasnya.
(fat/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Menhan: Kalau Ada yang Bilang Kafir Saya Tempeleng

JakartaMenteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu prihatin dengan mudahnya seseorang mencap orang lain dengan istilah kafir. Ryamizard menegaskan, persatuan harus dijaga meski berbeda agama.

“Kemudian ribut-ribut masalah agama, kan ini sudah ada wadah juga Ketuhanan Yang Maha Esa karena kita bukan negara agama, bukan negara Islam. Kita negara kesatuan RI,” ujar Ryamizard dalam sambutan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Bela Negara di Kemhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2019).

Ryamizard menekankan Pancasila sebagai dasar negara yang mengayomi umat beragama. Setiap orang harus saling menghormati.

“Saya selalu baca surat itu lakum diinukum waliyadiin, agamamu, agamamu. Kamu tidak menyembah apa yang saya sembah dan saya tidak menyembah apa yang kamu sembah. Masuk neraka itu urusan Tuhan, enaknya kalau bilang kafir-kafir. Kalau ada yang bilang kafir, saya tempeleng. Pancasila itu persatuan Indonesa yang berperikemanusiaan,” tuturnya.

Karena itu, masyarakat diminta tetap menjaga persatuan dan kesatuan. “Pancasila sama dengan ajaran Islam kok, silaturahmi, dengan silaturahmi itu kebersamaan. Yang tidak melaksanakan silaturahmi kata Allah, tidak akan diberikan rahmat dari Allah,” ujar Ryamizard.
(fdn/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Menhan Beberkan Ancaman Berbahaya bagi Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu mengungkap beberapa ancaman berbahaya yang harus dihadapi Indonesia. Diantaranya, kata dia, adalah ancaman terorisme, bencana alam, narkoba hingga kejahatan cyber.

“Ancaman nyata itu teroris, bencana alam, pemberontakan, narkoba, kemudian cyber intelligent. Ini nyata-nyata sekali. Bencana berulang, teroris terus menerus, narkoba apalagi,” kata Menhan Ryamizard dalam Rapat Pleno Khusus MPR RI tentang ‘Pertahanan, Keamanan dan Wilayah Negara’ di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (27/2).

Menurutnya, ancaman terorisme adalah yang paling menakutkan. Karena para teroris tersebut melakukan merubah mindset masyarakat dan jika dibiarkan bisa mengancam keutuhan negara.

“Beberapa waktu lalu, di Jawa Timur ya ada seorang ibu membiarkan dia dan anaknya dengan bom. Ini kan mindsetnya sudah berubah. Seorang ibu dan istri kan dalam berumah tangga ingin punya anak,” ungkapnya.

Karena itu, Ryamizard menyarankan Alustsista negara sebaiknya dikerahkan untuk mengantisipasi ancaman yang ada di Indonesia. Serta negara harus tetap wasapada dengan kemungkinan ancaman lainnya.

“Maka seharusnya alutsista dan kekuataan dikerahkan kepada yang nyata. Yang belum nyata ya, kita waspada saja,” ucapnya.

Selain itu, Menhan Ryamizard menuturkan pihaknya terus berkoordinasi dengan kementerian pendidikan untuk menangkal ancaman terorisme. Lanjutnya, radikalisme bisa di luluhkan dengan program deradikalisasi.

“Cara mengatasi dari luarnya, ya yang pertama yang sudah kena radikal ya deradikalisasi. Tapi kalau sudah mengancam keamanan nasional ya, susah itu,” tandasnya.

Reporter: Sania Mashabi

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Sumpah Pocong dan Debat Terbuka Wiranto vs Kivlan

Jakarta – Tantangan Menko Polhukam Wiranto ke eks Kaskostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen untuk sumpah pocong mengungkap dalang kerusuhan 1998 berbuntut panjang. Ajakan Wiranto ditanggapi Kivlan dengan menyodorkan tantangan baru.

“Oleh karena itu, saya berani katakan berani untuk sumpah pocong aja ’98 itu yang menjadi bagian kerusuhan itu saya, Prabowo, Kivlan Zen? Sumpah pocong kita. Siapa yang sebenarnya dalang kerusuhan itu?” ucap Wiranto di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2019).

Tantangan yang dilemparkan Wiranto itu merupakan bentuk tanggapan atas pernyataan Kivlan. Sebelumnya seperti dilansir cnnindonesia.com, Kivlan menuding Wiranto turut melengserkan Soeharto. Kivlan menyebut bukti dari tudingannya adalah dari sikap Wiranto yang secara tiba-tiba meninggalkan Jakarta saat keadaan sedang genting. Wiranto saat itu menjabat Pangab.
Dia pun menuding Wiranto dikendalikan oleh kelompok para jenderal untuk melengserkan Soeharto. Bahkan, kata dia, Wiranto menolak saat mendapat Instruksi Presiden (Inpres) untuk mengamankan Jakarta.
Menjawab Kivlan, Wiranto menepis terlibat dalam kerusuhan yang terjadi pada tahun itu. Wiranto yang kala itu juga menjabat Menhan, mengaku memobilisasi pasukan untuk meredakan konflik.

“Tiga hari saya mampu amankan negeri. Tanggal 13 Mei terjadi penembakan Trisakti, siang kerusuhan di Jakarta. Tanggal 14 Mei kerusuhan memuncak, 14 malam saya kerahkan pasukan dari Jatim masuk Jakarta sehingga 15 pagi Jakarta aman dan situasi nasional aman,” kata Wiranto. Dalam tanggapannya ini, Wiranto menantang untuk Kivlan untuk sumpah pocong.

Kivlan menjawab tantangan Wiranto dengan mengajak debat terbuka di televisi. Dia tak setuju dengan ajakan sumpah pocong.

“Kalau mau dia pakai itu untuk mengungkap sejarah kejadian 1998, mari saya ajak debat di depan TV seluruh rakyat Indonesia melihat debat saya sama Wiranto,” kata Kivlan ketika dihubungi, Rabu (27/2/2019).

Kivlan meminta Wiranto tak menyeret nama eks Danjen Kopassus Prabowo Subianto. Menurutnya, Prabowo kini berstatus sebagai capres dan tidak melontarkan serangan kepada Wiranto.

Bukan hanya debat di televisi, Kivlan juga menantang Prabowo menyelesaikan perkara dalang kerusuhan 1998 lewat dua pengadilan. Dia mengatakan pengadilan bisa memutuskan siapa sebenarnya yang salah.

“Kalau dia mau, kita debat di TV atau kita ke pengadilan militer atau pengadilan HAM. Pengadilan militer itu adalah menyatakan mengungkap kejadian tahun ’98 siapa yang bersalah yang melanggar hukum militer, saya atau Wiranto. Prabowo atau Wiranto?” sebut Kivlan.

Bagaimana respons Wiranto soal tantangan debat di televisi dari Kivlan? Wiranto menegaskan pernyataannya sudah cukup.

“Sudah cukup saya komentari itu. Kita pemilu gini. Semua sedang konsentrasi ke bangsa, bukan ke urusan-urusan seperti ini,” tutur Wiranto di JCC, Rabu (27/2).
(gbr/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kivlan Zen Tantang Wiranto Debat di TV Ungkap Dalang Kerusuhan 1998

Jakarta – Menko Polhukam Wiranto menantang eks Kaskostrad Mayjen (purn) Kivlan Zen sumpah pocong demi mengungkap dalang kerusuhan 1998. Kivlan menjawab tantangan Wiranto dengan mengajukan tantangan lain!

“Kalau mau dia pakai itu untuk mengungkap sejarah kejadian 1998, mari saya ajak debat di depan TV seluruh rakyat Indonesia melihat debat saya sama Wiranto,” kata Kivlan ketika dihubungi, Rabu (27/2/2019).

Kivlan meminta Wiranto tak menyeret nama eks Danjen Kopassus Prabowo Subianto. Menurutnya, Prabowo kini berstatus sebagai capres dan tidak melontarkan serangan kepada Wiranto.
“Tidak usah Prabowo diikut-ikutkan, Prabowo kemarin tidak ikut dia menghujat Wiranto, dia capres. Jadi dia tidak ada menghujat-hujat Wiranto. Dia sudah melupakan sejarah itu, saya nggak bisa melupakan sejarah itu karena dia… kekacauan Indonesia, tata negara Indonesia kacau ini gara-gara sejarah tahun 98 turunnya Pak Harto,” kata Kivlan.

Tak hanya debat di televisi, Kivlan menantang Prabowo menyelesaikan perkara dalang kerusuhan 1998 lewat dua pengadilan. Dia mengatakan pengadilan bisa memutuskan siapa sebenarnya yang salah.

“Kalau dia mau, kita debat di TV atau kita ke pengadilan militer atau pengadilan HAM. Pengadilan militer itu adalah menyatakan mengungkap kejadian tahun 98 siapa yang bersalah yang melanggar hukum militer, saya atau Wiranto. Prabowo atau Wiranto?” sebut Kivlan.

Sebelumnya diberitakan, Wiranto menantang Kivlan Zen melakukan sumpah pocong terkait tuduhan turut melengserkan Soeharto pada 1998. Wiranto, yang saat ini menjabat Menko Polhukam, juga menepis terlibat dalam kerusuhan yang terjadi pada tahun itu.

“Oleh karena itu, saya berani katakan berani untuk sumpah pocong aja ’98 itu yang menjadi bagian kerusuhan itu saya, Prabowo, Kivlan Zen? Sumpah pocong kita. Siapa yang sebenarnya dalang kerusuhan itu?” ucap Wiranto di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (26/2).

Selain menjabat Pangab, Wiranto menjabat Menhan pada 1998. Wiranto kala itu mengaku memobilisasi pasukan untuk meredakan konflik.

“Tiga hari saya mampu amankan negeri. Tanggal 13 Mei terjadi penembakan Trisakti, siang kerusuhan di Jakarta. Tanggal 14 Mei kerusuhan memuncak. (Tanggal) 14 malam saya kerahkan pasukan dari Jatim masuk Jakarta sehingga 15 pagi Jakarta aman dan situasi nasional aman,” kata Wiranto.
(gbr/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Menhan: Pilpres Kok Pakai Perang-perangan?

JakartaMenteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyindir pihak yang menganggap Pilpres 2019 bak perang. Dukungan terhadap calon presiden (capres) jangan membuat permusuhan.

“Saya tidak setuju yang kemarin itu, ada mendukung nomor satu, nomor dua kayak mau perang saudara. Itu nggak benar,” kata Ryamizard di Golden Boutique Hotel, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019).

Menhan menyebut, siapapun yang memenangi Pilpres 2019, merupakan hasil pilihan rakyat. “Yang penting siapapun jadi presiden kan sama juga dipilih rakyatnya juga dua-duanya. Kok pakai perang-perangan segala,” imbuh dia.

Dia berharap masyarakat tak terpecah belah jelang pencoblosan pemilu pada 17 April. Persaudaraan kata Ryamizard harus tetap dijaga.

“Nggak boleh masalah politik, masalah hukum memutus silaturahim. Jadi jangan sampai dengan pemilu ini kita memutus silaturahmi, tidak boleh,” tegas Ryamizard.
(fdn/hri)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tantangan Sumpah Pocong 2 Jenderal

Jakarta – Isu kerusuhan 1998 kembali naik ke permukaan. Menko Polhukam Wiranto dituduh ikut melengserkan Soeharto.

Tuduhan itu datang dari Kivlan Zein. Wiranto pun menantang Kivlan untuk melakukan sumpah pocong.

“Oleh karena itu, saya berani katakan berani untuk sumpah pocong aja ’98 itu yang menjadi bagian kerusuhan itu saya, Prabowo, Kivlan Zen? Sumpah pocong kita. Siapa yang sebenarnya dalang kerusuhan itu?” ucap Wiranto di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2019).

Diketahui, di akhir masa Orde Baru, Wiranto menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata RI (ABRI) dan juga Menteri Pertahanan (Menhan).

Wiranto menepis tuduhan Kivlan yang menyebutnya dalang kerusuhan 1998. Dia mengatakan berdiskusi dengan aktivis ’98 untuk mencegah terjadinya kerusuhan nasional.

“Justru saya sendiri, saudara-saudara sekalian, melakukan berbagai langkah persuasif, edukatif, kompromis, dialogis dengan teman-teman reformis supaya jangan terjadi kekacauan, jangan muncul kerusuhan nasional yang akan merugikan bangsa Indonesia. Bukan saya sebagai dalang kerusuhan, saya mencegah kerusuhan terjadi,” ungkapnya.

Wiranto kala itu mengaku memobilisasi pasukan untuk meredakan konflik.

“Tiga hari saya mampu amankan negeri. Tanggal 13 Mei terjadi penembakan Trisakti, siang kerusuhan di Jakarta. Tanggal 14 Mei kerusuhan memuncak, 14 malam saya kerahkan pasukan dari Jatim masuk Jakarta sehingga 15 pagi Jakarta aman dan situasi nasional aman,” kata Wiranto.

Wiranto juga menegaskan tidak ada keinginan untuk mengkudeta pemerintahan Presiden Soeharto saat itu.

“Peluang untuk saya kudeta tidak saya lakukan, saya cinta teman-teman reformis. Tak ada keinginan mengarah pada melakukan langkah mengacaukan ’98 sebagai Menhan dan Pangab,” ujar Wiranto.

Sebelumnya seperti dilansir cnnindonesia.com, Kivlan menuding Wiranto turut melengserkan Soeharto. Kivlan menyebut bukti dari tudingannya adalah dari sikap Wiranto yang secara tiba-tiba meninggalkan Jakarta saat keadaan sedang genting.

“Ya, sebagai panglima ABRI waktu itu, Pak Wiranto kenapa dia meninggalkan Jakarta dalam keadaan kacau dan kenapa kita yang untuk amankan Jakarta tidak boleh kerahkan pasukan, itu,” kata Kivlan di Gedung AD Premier, Jakarta Selatan, Senin (25/2).

“Jadi kita curiga lho keadaan kacau masa nggak boleh mengerahkan pasukan untuk amankan, kenapa dia tinggalkan Jakarta, dan kemudian dia minta Pak Harto supaya mundur,” kata Kivlan.

Dia pun menuding Wiranto dikendalikan oleh kelompok para jenderal untuk melengserkan Soeharto. Bahkan, kata dia, Wiranto menolak saat mendapat Instruksi Presiden (Inpres) untuk mengamankan Jakarta.
(jbr/rna)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dibalik Rutan Medaeng, Ahmad Dhani Menulis Surat Untuk Menhan

Liputan6.com, Surabaya – Terdakwa dugaan kasus pencemaran nama baik, ujaran Idiot, Ahmad Dhani Prasetyo kembali merilis surat curahan hati (curhat) yang ditulisnya di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Surabaya, di Medaeng Sidoarjo.

Dhani yang sebelumnya menulis surat untuk sang mama dan pengakuannya sebagai NU, kali ini dia menulis surat curhat tentang persoalan hukum yang dihadapi dan ditujukan kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu.

Salah satu sahabat dan juga simpatisan Ahmad Dhani, Fika menyampaikan bahwa inti dari surat itu mengeluhkan atas ditahan dirinya, padahal putusannya belum inkrah.

“Surat curhatan mas Dhani pada jenderal. Inti dari isi surat itu mas Dhani mengeluhkan belum ada putusan inkrah kok ditahan padahal yang lain kalau masih banding tidak ditahan,” kata Fika di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (26/2/2019).

Menurut Fika, atas penahanan tersebut Ahmad Dhani sedih. Apalagi hari ini ulang tahun putrinya, Safeea, yang kedelapan. Ahmad Dhani tidak bisa menghadiri ultah putrinya.

“Saya lihat sendiri kemarin Safeea bilang pada mas Dhani supaya keluar izin 4 hari dari pondok ini (rutan medaeng). Surat curhatan mas Dhani saya terima tadi pagi,” ujar Fika.

2 dari 3 halaman

Isi Surat Ahmad Dhani

Berikut adalah isi surat curhat dari Ahmad Dhani Prasetyo yang berjudul Surat kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu :

Siap Jenderal, lapor

Saya divonis hakim PN, pengujar kebencian berdasarkan SARA.

Saya divonis Anti Cina Saya divonis Anti Kristen

Kakanda Jenderal pasti tidak percaya bahwa saya Anti Cina dan Anti Kristen. Apalagi Saudara saya yang nasrani, dan partner bisnis saya yang kebanyakan dari Tionghoa. Tapi kenyataannya saya divonis begitu.

Kakanda Jenderal adalah saksi hidup bagaimana darah NKRI saya bergelora. Saat Kakanda adalah Kepala Staf AD pada tahun 2003.Kakanda perintahkan band Dewa 19 untuk memberi semangat warga Aceh untuk tetap setia kepada NKRI.

Di atas tank, kami keliling Kota Aceh untuk meneriakkan NKRI harga mati. Bisa saja GAM waktu itu menembaki kami, banyak kelompok separatis yang bisa saja mendekat dan menembak kami.

Namun saat ini situasi negara aneh. Saat saya mengajukan banding atas vonis hakim, saya malah ditahan dengan dua surat ketetapan. Salah satunya atas perkara yang seharusnya saya tidak ditahan.

Jangan salah paham jenderal, saya tidak sedang bercerita soal keadaan saya, tapi saya sedang melaporkan tentang situasi politik negara kita.

Apakah saya korban perang total seperti yang dikabarkan Jenderal Moeldoko, mudah-mudahan bukan. Tapi di penjara, saya merasakan tekanan yang luar biasa.

Demikianlah Kakanda Jenderal, saya melaporkan dari Sel Penjara Politik.

Tertanda Ahmad Dhani Kangen SOP Buntut buatan Nyonya Ryamizard Ryacudu

Rutan Medaeng 26 Februari 2019

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Di Balik Rutan Medaeng, Ahmad Dhani Menulis Surat untuk Menhan

Liputan6.com, Surabaya – Terdakwa dugaan kasus pencemaran nama baik, ujaran Idiot, Ahmad Dhani Prasetyo kembali merilis surat curahan hati (curhat) yang ditulisnya di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Surabaya, di Medaeng Sidoarjo.

Dhani yang sebelumnya menulis surat untuk sang mama dan pengakuannya sebagai NU, kali ini dia menulis surat curhat tentang persoalan hukum yang dihadapi dan ditujukan kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu.

Salah satu sahabat dan juga simpatisan Ahmad Dhani, Fika menyampaikan bahwa inti dari surat itu mengeluhkan atas ditahan dirinya, padahal putusannya belum inkrach.

“Surat curhatan Mas Dhani pada jenderal. Inti dari isi surat itu Mas Dhani mengeluhkan belum ada putusan inkrach kok ditahan padahal yang lain kalau masih banding tidak ditahan,” kata Fika di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (26/2/2019).

Menurut Fika, atas penahanan tersebut Ahmad Dhani sedih. Apalagi hari ini ulang tahun putrinya, Safeea, yang kedelapan. Ahmad Dhani tidak bisa menghadiri ultah putrinya.

“Saya lihat sendiri kemarin Safeea bilang pada Mas Dhani supaya keluar izin 4 hari dari pondok ini (rutan medaeng). Surat curhatan Mas Dhani saya terima tadi pagi,” ujar Fika.

2 dari 3 halaman

Isi Surat Ahmad Dhani

Berikut adalah isi surat curhat dari Ahmad Dhani Prasetyo yang berjudul Surat kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu :

Siap Jenderal, lapor

Saya divonis hakim PN, pengujar kebencian berdasarkan SARA.

Saya divonis Anti Cina Saya divonis Anti Kristen

Kakanda Jenderal pasti tidak percaya bahwa saya Anti Cina dan Anti Kristen. Apalagi Saudara saya yang nasrani, dan partner bisnis saya yang kebanyakan dari Tionghoa. Tapi kenyataannya saya divonis begitu.

Kakanda Jenderal adalah saksi hidup bagaimana darah NKRI saya bergelora. Saat Kakanda adalah Kepala Staf AD pada tahun 2003. Kakanda perintahkan band Dewa 19 untuk memberi semangat warga Aceh untuk tetap setia kepada NKRI.

Di atas tank, kami keliling Kota Aceh untuk meneriakkan NKRI harga mati. Bisa saja GAM waktu itu menembaki kami, banyak kelompok separatis yang bisa saja mendekat dan menembak kami.

Namun saat ini situasi negara aneh. Saat saya mengajukan banding atas vonis hakim, saya malah ditahan dengan dua surat ketetapan. Salah satunya atas perkara yang seharusnya saya tidak ditahan.

Jangan salah paham jenderal, saya tidak sedang bercerita soal keadaan saya, tapi saya sedang melaporkan tentang situasi politik negara kita.

Apakah saya korban perang total seperti yang dikabarkan Jenderal Moeldoko, mudah-mudahan bukan. Tapi di penjara, saya merasakan tekanan yang luar biasa.

Demikianlah Kakanda Jenderal, saya melaporkan dari Sel Penjara Politik.

Tertanda Ahmad Dhani Kangen SOP Buntut buatan Nyonya Ryamizard Ryacudu

Rutan Medaeng 26 Februari 2019

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: