Mengupas Kehebatan 4 Pelatih Kontestan Semifinal Piala Presiden 2019

Lipuan6.com, Jakarta – Semifinal Piala Presiden 2019 bukan hanya persaingan para pemain di atas lapangan saja. Tapi, juga adu kepintaran para pelatih. Mereka akan beradu taktik dan strategi agar timnya bisa melangkah ke final.

Lengkap sudah kontestan di semifinal Piala Presiden 2019. Arema FC akan menghadapi Kalteng Putra dalam format kandang-tandang pada 2 dan 5 April 2019.

Duel ini sekaligus menjadi pertarungan sesama juru racik asal impor, Milomir Seslija (Bosnia-Herzegovina) versus Gomes de Oliveira (Brasil).

Adu cerdik antara kedua pelatih yang tak kalah seru ialah ketika Persebaya Surabaya yang dilatih Djajang Nurdjaman akan berjumpa Madura United yang ditangani oleh Dejan Antonic (Serbia) pada 3 dan 6 April mendatang.

Djajang menjadi satu-satunya pelatih berdarah Indonesia yang bertarung di babak semifinal Piala Presiden 2019.

Di momen-momen genting seperti ini, mental dan pengalaman pelatih akan berbicara. Kebetulan, keempat juru taktik di atas telah kenyang asam garam sepak bola Indonesia.

Babak semifinal Piala Presiden 2019 berpeluang menampilkan tontonan yang seru dan menarik. Setiap pelatih yang dapat memilah-milih pemain dan strategi yang tepat, berpotensi membawa timnya melaju ke babak pamungkas.

Berikut Bola.com mengulas empat pelatih kontestan babak semifinal Piala Presiden 2019. Simak detailnya di bawah ini:

Dugaan Pengaturan Skor, Bali United Hanya Andalkan Pemain dan Pelatih

Liputan6.com, Jakarta Program televisi Mata Najwa kembali mengupas soal pengaturan skor yang terjadi di seputar sepak bola Indonesia pada Rabu (20/2/2019). Tiga nara sumber ditampilkan yaitu Hendro Pandowo (Ketua Satgas Antimafia Bola), Akmal Marhali (Koordinator Save Our Soccer), dan Maruarar Sirait (Anggota Dewan Pembina PSSI).

Tim Mata Najwa juga menyiapkan video tiga hasil wawancara dengan pihak yang diduga terlibat dalam kegaduhan sepak bola di Indonesia.Tiga narasumber tersebut adalah supir Joko Driyono, perangkat pertandingan, dan Dwi Irianto alias Mbah Putih.

Ketika mewawancarai satu perangkat pertandingan yang disembunyikan identitasnya, Najwa menanyakan sederet kasus pengaturan skor yang terjadi di kompetisi sepak bola Indonesia.

Perangkat pertandingan itu menyebutkan banyak laga di Liga 1 telah diatur.Bahkan, dia menyebut ada kongkalikong wasit dengan Exco PSSI berinisial IB. Selain IB, Exco PSSI berinisial PT yang dekat dengan Bali United pun disebut-sebut.

Selain hal tersebut, nara sumber itu juga mengatakan bahwa sosok berinisial YT terlibat dalam pengaturan skor terkait Bali United. YT kerap memberikan uang Rp 40 juta pada setiap pertandingan yang dimenangi Bali United.

“Saya tidak mengetahui hal itu (meminta bantuan perangkat pertandingan). Kalau tim mau menang siapa sih yang tak mau menang, kami mintanya ke pelatih dan pemain,” ucap CEO Bali United, Yabes Tanuri dikutip dari instagram resmi klub asal Pulau Dewata itu.

Sebelumnya, Arema FC juga geram dikait-kaitkan dengan dugaan pengaturan skor.. Arema FC kesal karena tudingan itu seperti menampikkan kerja keras pemain dan pengurus.

“Kami ingin para pengelola klub diajak berdiskusi bagaimana susah payah kami menghidupi klub. Karena itu, tuduhan-tuduhan (skandal pengaturan skor) itu menyakitkan, seperti menampik perjuangan dan jerih payah Arema secara keseluruhan,” kata media officer Arema FC, Sudarmadji.



2 dari 3 halaman

Data yang Janggal

Beragam pernyataan yang disampaikan oleh perangkat pertandingan itu terungkap tidak sesuai dengan hasil pertandingan. Ada beberapa kejanggalan data yang tidak sesuai dengan yang diungkapkan oleh narasumber.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima media, ini beberapa kejanggalan yang terjadi:

1. Arema FC Vs Borneo FC di Liga 1 2018

Narasumber anonim itu menyebut bahwa IB telah memerintahkan wasit untuk memenangkan Arema FC saat melawan Borneo FC pada Liga 1 2018 dengan imbalan Rp 20-25 juta.Namun, jika dilihat pada data pertandingan, ternyata Arema kalah 1-2 dari Borneo pada putaran pertama di Samarinda.

Lalu, ada hasil imbang 2-2 saat kedua tim bertanding pada putaran kedua di Malang. Selain itu, pernyataan sang perangkat pertandingan tersebut terkait dengan laga Borneo FC melawan PSM Makassar juga kurang sesuai dengan kenyataan.

2. PSM Makassar Vs Borneo FC di Liga 1 2018

IB kembali dituduh terlibat untuk memenangkan Borneo FC atas Juku Eja, julukan PSM. Ketika dicek pada hasil pertandingan, justru PSM Makassar dua kali memenangi laga dengan Borneo FC di Liga 1 2018.

PSM Makassar menang 1-0 di Stadion Andi Matalatta, dan menang 2-1 di Stadion Segiri, Samarinda.

3. Bantahan dari anggota Exco PSSI berinisial PT

PT diduga menjadi dalang pengaturan skor Bali United saat bermain di kandang pada Liga 1 2018. Namun, PT membantah terlibat dalam penyuapan kepada perangkat wasit pada pertandingan Bali United.

3 dari 3 halaman

Fakta yang Benar

Meski ada yang janggal, ada beberapa data dan fakta pertandingan yang diungkapkan perangkat pertandingan sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Fakta yang benar yaitu ketika inisial PT meminta Bali United menang atas Persela Lamongan di Bali (hasil pertandingan Bali United menang 2-1) dan inisial F meminta Persija menang atas Mintra Kukar di Liga 1 2018 (hasil pertandingan Persija 2-1 Mitra Kukar).

Selain itu, ada juga soal inisial IB yang meminta Arema tidak kalah dari Bhayangkara FC pada laga Piala Presiden agar menjaga peluang lolos dari grup (hasil pertandingan Arema 0-0 Bhayangkara FC).

Sandiaga: Prabowo Kuasai Topik Infrastruktur, Pangan, Energi dan SDA

Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno mengatakan Prabowo Subianto akan melakukan persiapan terakhir sebelum debat capres 2019 kedua digelar. Sandi menyatakan Prabowo menguasai tema debat yang seputar infrastruktur, pangan, energi dan sumber daya alam.

“Besok simulasinya simulasi terakhir di Kertanegara kita insyaallah sudah siap dan insyaallah lancar,” kata Sandiaga di Posko ASA Center, Jalan Cikajang, Jakarta Selatan, Minggu (16/2/2019).

Sandiaga mengatakan, Prabowo sudah sangat rileks menghadapi debat kedua nanti. Dalam simulasi yang sudah dilakukan, Sandi menyebut dia hanya menambahkan data terbaru terkait tema debat nanti.
“Kemarin kalau kita simulasi dia banyak ketawa terus saya bilang bapak udah ngerti semuanya, saya hanya menambah beberapa data-data terakhir, dan tentunya saya berperan sebagai bapak Jokowi yang memberikan pertanyaan pada beliau, nampaknya beliau siap,” ujarnya.
Sandi menambahkan, Prabowo juga sudah menguasai topik debat. Ditambah lagi, kata Sandi, Prabowo pernah menulis buku berjudul Paradoks Indonesia.

“Beliau sudah menguasai topiknya, topik infrastruktur, topik pangan topik energi dan sumber daya alam, juga topik yang berkaitan dengan lingkungan hidup jadi alhamdulillah beliau punya pengalaman yang menyeluruh, beliau pernah nulis buku, Paradoks Indonesia dan itu banyak mengupas diagnosa permasalahan yang ada di Indonesia,” ucapnya.
(abw/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Inspirator Pelestarian Lingkungan, Pemkot Bitung Resmikan Monumen Alfred Russel Wallace   

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Kota Bitung beserta segenap elemen masyarakat pencinta lingkungan, menyelenggarakan kegiatan perayaan 100th Natuurmonument Goenoeng Tangkoko Batoeangoes pada tanggal 20 – 21 Februari 2019, bertempat di lapangan Singkanaung – Kampung wisata Batuputih. Kegiatan perayaan dikemas dalam berbagai kegiatan tontonan yang penuh tuntunan yang terdiri dari Workshop masyarakat & Komunitas, Talkshow, Pameran dan Konser Musik Alam.

Kegiatan talkshow akan menampilkan narasumber ahli diantaranya : Harry Hisler – UK; Dou Van Hoang – Vietnam ; Khouni Lomban Rawung dan Rahmi Handayani yang akan mengupas terkait pendekatan kampanye dan pelestarian lingkungan hidup melalui berbagai perspektif yang berbeda.

Kegiatan pameran akan melibatkan 24 komunitas lingkungan dan pariwisata yang bersama sama akan melandasi pengembangan kampung wisata Batuputih sebagai kampung wisata berbasis konservasi. Musisi Nugie dan Tanita bersama The early bird, lamp of bottle, jarank pulang dan 4play akan menyajikan konser alam yang mengajak seluruh pengunjung menghargai dan merawat alam melalui alunan musik.

Sebagai puncak kegiatan, akan diresmikan monumen Alfred Russel Wallace sebagai sosok inspirator dalam gerakan pemuliaan lingkungan bertempat di dalam Taman Wisata Alam Batuputih dan Batuangus. Monumen ini juga sekaligus menjadi simbol keunikan satwa endemik di Sulawesi serta menjadi peringatan bahwa mengkonsumsi satwa liar asli secara berlebihan bisa berujung pada kepunahan. Pada acara ini akan dihadir bapak Paul Smith OBE, Country Director British Councill Indonesia sebagai perwakilan negara sahabat.

Kota Bitung merasa bangga karena sejak kunjungan Wallace hingga hari ini, Batuputih mampu menarik para ilmuwan dan pelajar dari seluruh belahan dunia untukmempelajari keunikan dan kekayaan serta keanekaragaman hayati Sulawesi Utara di Tangkoko. Kehadiran monumen ini diharapkan dapat melindungi dan menghormati warisan alam kita sampai ke generasi yang akan datang.

Walikota Bitung, Max Lomban menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melanjutkan keteladanan para pendahulu dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, namun juga turut mendorong percepatan pembangunan pariwisata di kawasan Batuputih. Akan turut diluncurkan paket wisata “Jelajah Tangkoko” sebagai paket unggulan bagi para wisatawan untuk dapat menjelajahi keunikan alam dan budaya di kawasan Tangkoko.

Hutan Tangkoko-Batuangus

Hutan Tangkoko-Batuangus, merupakan salah satu hutan konservasi tertua di Indonesia yang ditetapkan melalui surat keputusan Gubernur Jendral Hindia Belanda pada tahun 21 Februari 1919. Pada tanggal 24 Desember 1981, kementrian pertanian Republik Indonesia merubah status Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus seluas 1.250 Ha menjadi Taman Wisata Alam Batuputih (615 Ha) dan TWA Batuangus (635 Ha).

Sesuai dengan penetapan awalnya, tujuan pengelolaan kawasan ini adalah untuk perlindungan dan pelestarian satwa endemik, dan kegiatan wisata. Dalam perkembangannya, cagar alam Gunung Tangkoko-Batuangus mengalami perubahan berdasarkan SK Mentri Kehutanan RI No SK/1826/Menhut-VIII/KUH/2014 tentang penetapan kawasan hutan pada kelompok hutan Dua saudara seluas 8.5045.07 Ha. Kawasan ini terdiri dari Cagar Alam Dua Saudara (7.247,46 Ha) TWA Batu putih (649 ha), TWA Batuangus ( 648.57 Ha)

Terlepas dari penamaan yang berganti, dunia tetap mengenal kawasan TANGKOKO sebagai salah satu laboratorium hidup dengan tempat keragaman ekologi yang menawan. Adalah Alfred Russel Wallace, seorang naturalis berkebangsaan Inggris yang memulai perjalanan dan pengamatannya dengan meneliti fauna di kepulauan Indonesia bagian timur. Hasil pengamatannya dituliskan dalam sebuah buku bertajuk “THE MALAY ARCHIPILAGO”. Sebuah buku yang menginspirasi jutaan generasi setelahnya tentang kekayaan biogeografi untuk sekelompok pulau yang dipisahkan oleh selat yang dalam yang memisahkan lempeng ASIA dan AUSTRALIA”.

Sepak Terjang Alfred Russel Wallace

Alfred Russel Wallace dikenal sebagai penemu teori evolusi melalui seleksi alam dan membuat tulisan bersama Charles Darwin yang membahas subjek tersebut. Beliau dianggap sebagai “Bapak dari Biogeografi”- sebuah studi mengenai distribusi secara geografi dari flora dan fauna.

Alfred Russel Wallace yang lahir pada 8 Januari 1823 dan meninggal pada 7 November 1913) adalah seorang naturalis, ahli biologi, penjelajah, geografer dan antropolog dari Britania Raya. Ia paling dikenal akan pemahamannya tentang teori evolusi melalui seleksi alam. Tulisannya yang membahas tentang subjek tersebut diterbitkan bersamaan dengan beberapa tulisan Charles Darwin pada tahun 1858. Hal ini mendorong Darwin untuk mempublikasikan gagasannya sendiri dalam bukunya yang berjudul “Origin of Species”(Asal Usul Spesies).

Wallace banyak melakukan penelitian lapangan, pertama-tama di lembah Sungai Amazon dan kemudian di Kepulauan Melayu (Nusantara),termasuk Celebes (Sulawesi). Observasinya yang tajam menyoroti keunikan dari biogeografi Sulawesi.

Di Indonesia, Wallace mengidentifikasi pembagian flora dan fauna yang sekarang dikenal dengan istilah Garis Wallace. Garis tak kasat mata ini melintang melewati di antara Bali dan Lombok ke arah utara di antara Borneo dan Sulawesi. Garis Wallace membagi kepulauan Indonesia menjadi dua bagian flora dan fauna yang berbeda, bagian barat terdiri dari fauna yang berasal dari Asia (primata, macan, harimau, gajah, badak, dsb) dan bagian timur terdiri dari fauna asal Australia (kakaktua, perkici, cendrawasih, marsupial, dsb).

Garis Wallace dan batasan biogeografi antara Papua dan Maluku kini didefinisikan sebagai area ekologis yang dikenal sebagai Wallacea. Wallacea dideskripsikan sebagai zona dengan persilangan flora dan fauna yang unik antara Asia dan Australia. Zona ini terdiri dari Sulawesi dan Kepulauan Maluku bagian utara, dan Kepulauan Nusa Tenggara bagian selatan.

Sekarang ini, zona tersebut dianggap sebagai salah satu dari titik dengan keanekaragaman hayati yang terkaya di dunia, dimana spesies baru yang bahkan belum pernah ditemukan oleh peneliti sebelumnya masih bermunculan sampai hari ini. Dalam sejarah taksonomi, penamaan spesies hewan berdasarkan nama Wallace jumlahnya lebih banyak jika dibandingkan dengan nama-nama yang lain.

Wallace melakukan perjalanan ke wilayah Minahasa dari bulan Juni sampai September 1859. Ia mengunjungi Batu putih selama seminggu pada pertengahan September tahun 1859 untuk mencari spesimen Maleo – burung endemik Sulawesi – sebagai bahan koleksi di museum sejarah alam di Inggris. Populasi Maleo di Batuputih sekarang sudah punah karena telur-telur mereka diambil oleh masyarakat untuk dikonsumsisecara berlebihan. Namun sampai saat ini sebagian masyarakat masih mengingat tempat bersarang Maleo yang terletak di sepanjang garis pantai ini di masa lampau.

Wallace mencatat bahwa masyarakat setempat biasanya berjalan sejauh 50 km untuk mengumpulkan telur Maleo di Batuputih, sebuah desa nelayan yang didirikan oleh warga keturunan Kepulauan Sangihe-Talaud. Burung Maleo, termasuk sarang dan telur mereka, kini sudah dilindungi hukum Republik Indonesia.

35 tahun setelah kunjungan Wallace, seorang Belanda ahli botani Dr. Sijfert Koorders melakukan survei di hutan Minahasa secara ekstensif pada tahun 1894-1895,tetapi ia sendiri tidak sempat mejelajahi Tangoko. Beliau sudah mempelajari publikasi dari Wallace dan mereka berdua surat-menyurat menggenai beberapa hal. Koorders juga sempat memberi nama sekelompok pohon di Sulawesi Wallaceodendron, sebagai tanda untuk menghormati Wallace. Dr. Koorders menjabat sebaga iketua Perkumpulan Perlindungan Alam Hindia Belanda (Nederlandsch-Indische Vereeniging tot Natuurbescherming), yang mengusulkan beberapa kawasan konservasidi Jawa, Sumatera, Sulawesi, Maluku dan Papua. Meskipun Koorders tidak pernah survei hutannya sendiri, “Goenung Tongkoko-Batoeangoes” di resmikan oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai cagar alam pada 1919 karena memiliki “nilai ilmiah” berdasarkan flora dan fauna (Anoa, Babirusa dan Maleo).

Wallace sangat terpukau dengan Sulawesi karena keunikan formasi geologinya yang terbagi atas dua kawasan ekologi. Berdasarkan penelitiannya terhadap burung, serangga, mamalia, tumbuhan dan biota lainnya, ia bisa menjelaskan secara detail mengenai apa yang disebutnya sebagai “anomali dan eksentriknya sejarah alam di Sulawesi” Kata beliau, Sulawesi merupakan “..pulau yang kaya akan makhluk yang khas, banyak keistimewaan dan keindahan… sejumlah fauna disini begitu luar biasa dan tidak ada duanya di belahan dunia yang lain”

Sulawesi adalah satu-satunya wilayah di Asia yang mempunyai baik primata (seperti ragam spesies tarsius dan macaca) dan marsupial (seperti ragam spesies kuse kerdil dan kuskus beruang). Kita bisa melihat apa yang menjadi inspirasi di balik konsep biogeografi Wallace dan evolusi dari seleksi alam: “Maka dari itu, Sulawesi menunjukkan kepada kita bukti nyata mengenai pentingnya kita mempelajari distribusi geografis fauna.”


(*)

Prabowo Akan Banyak Improvisasi di Debat Capres Kedua

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon mengatakan Prabowo sudah siap menghadapi debat capres pada 17 Februari 2019 mendatang. Dia yakin debat kali ini akan lebih banyak improvisasi.

“Saya kira Pak Prabowo menguasai data-data, kita lihat saja nanti di panggung seperti apa. Akan lebih banyak improvisasi,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Sementara itu, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan, jelang debat capres, Prabowo lebih banyak membaca tentang materi debat. Termasuk membaca berita soal materi debat tersebut.

“Banyak mendengar dari orang-orang yang ahli yang mengerti di bidang persoalan pangan, energi dan infrastruktur serta lingkungan hidup. Beliau juga banyak membaca beberapa berita yang terkait dengan persoalan itu,” ujar Muzani.

Prabowo tidak akan merubah gaya dalam debat. Menurut Muzani, mantan Danjen Kopassus itu akan tidak akan merendahkan siapapun di debat nanti.

Diketahui, debat capres kedua akan mengupas persoalan infrastruktur, lingkungan hidup, energi dan sumber daya alam. Debat rencananya digelar di Hotel Sultan, Jakarta Selatan.


Reporter: Sania Mashabi

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

12 Cara Nyeleneh Orang Hadapi Masalah, Bikin Gagal Paham

Liputan6.com, Jakarta – Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita menemui berbagai masalah atau hambatan dalam menjalani aktivitas, bukan? Oleh sebab itu, orang-orang berusaha mencari cara atau solusi untuk mengatasi hambatan yang mereka hadapi.

Namun cara yang dipilih bisa berbeda-beda, ada yang masuk diakal dan juga tidak. Seperti sejumlah orang ini misalnya, mengatasi masalah dengan cara nyeleneh yang malah bikin kita gak habis pikir.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini potret recehnya orang-orang saat cari solusi untuk mengahadapi masalah. Cara orang-orang ini jangan sampai ditiru kecuali untuk lucu-lucuan saja ya.

1. Bisa menghilangkan gerah ya?

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

2 dari 12 halaman

2. Kedinginan? Ya pakai selimutlah

3 dari 12 halaman

3. Malah bikin rusak ponselnya

4 dari 12 halaman

4. Sebuah tutorial mengupas kulit durian

5 dari 12 halaman

5. Sambil menyelam, minum air

6 dari 12 halaman

6. Berisik banget nih

7 dari 12 halaman

7. Saking kepengen punya ayam

8 dari 12 halaman

8. Cara bikin pisang cepat matang

9 dari 12 halaman

9. Sampai tahun depan juga enggak bakal penuh

10 dari 12 halaman

10. Buang-buang tenaga saat banjir

11 dari 12 halaman

11. Airnya cuma cukup memadamkam api cemburu

12 dari 12 halaman

12. Ketika alat tulismu hilang

Istana Darul Makmur, Situs Bersejarah Dalam Lautan Sampah

Liputan6.com, Aceh – Di Kampung Pande, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh, pernah berdiri sebuah istana yang dikelilingi pemandangan alam memesona. Namun, agresi militer Belanda membuat kampung dan seluruh bangunan kerajaan rata dihantam meriam.

Belanda kemudian mengubah kawasan itu menjadi lokasi pembuangan sampah dan penampungan tinja. Belakangan, Kampung Pande masuk dalam kawasan proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Menurut literasi, pada 1201 Masehi, Kampung Pande didatangi 500 ulama dari Bagdad dipimpin Syeikh Abdurrauf Tuan Di Kandang. Sultan Johan Syah, cucu dari Putra Tuan Di Kandang, anak dari Syeikh Abdurrauf Al Bagdadi, kala itu mendirikan Kesultanan Aceh Darussalam.

Di kawasan Kampung Pande terdapat masjid dan istana pelantikan, dikenal dengan nama Istana Darul Makmur. Istana ini menjadi tempat memantau aktivitas para pedagang yang datang ke Kerajaan Aceh Darussalam.

“Pada agresi Belanda 1873 Istana Darul Makmur Kampung Pande dan seluruh kawasan Kutaraja sekarang dimeriam. Istana terbakar sedangkan ahli pandai besi dan emas di Kampung Pande menghilang,” tutur Ketua Peubeudoh Sejarah Adat Budaya Aceh (Peusaba), Mawardi Usman, kepada Liputan6.com, Kamis malam (7/2/2019).

Proyek pembangunan IPAL dan PLTSa di kawasan Kampung Pande tentu saja menuai kecaman. Arkeolog Husaini Ibrahim menyebut proyek pembangunan IPAL di Kampung Pande merusak situs bersejarah.

Kawasan tersebut merupakan pusat awal berdirinya Kerajaan Aceh pada abad 12 silam. Itu dibuktikan dengan ditemukan sejumlah batu nisan tokoh masa lalu dan lainnya di lokasi proyek tahun 2017 yang dananya berasal dari APBN senilai Rp 107 miliar itu.

Nilai sejarah Kampung Pande diperkuat penelitian dan pemindaian georadar oleh Guru Besar ITB, Teuku Abdullah Sanny. Hasilnya, banyak peninggalan Kerajaan Aceh masa lalu di tempat itu.

Berbagai bukti Kampung Pande merupakan situs bersejarah terkubur di kedalaman 28,30 meter. Situs sejarah Kampong Pande diyakini terkubur akibat gempa tektonik berkekuatan besar.

Ada tiga kelompok kedalaman tempat situs Kampong Pande terkubur terdeteksi dengan georadar. Kedalaman 3,5 meter yang diyakini akibat gempa dan tsunami 2004 silam, kedalaman 12,15 meter, dan kedalaman 28,30 meter.

Pada Oktober 2017 lalu, Tim pemantau penggunaan dana alokasi khusus DPR RI sempat digadang-gadang akan mendatangi kawasan proyek IPAL. Di saat yang sama, seorang  pewaris Kerajaan Aceh, Putri Mehran, menemui dan meminta Komisi X Bidang Budaya DPR RI mengirim surat ke Kemendikbud untuk menghentikan proyek IPAL.

“Tidak ada, tidak ada hasil. Paling disetop sementara,” ketus Mawardi.

2 dari 2 halaman

Minta Dibangun Replika

Peubeudoh Sejarah Adat Budaya Aceh (Peusaba) mengusulkan, pemerintah membangun replika Istana Darul Makmur di Kampung Pande. Selain mempertegas eksistensi Istana Darul Makmur, juga sebagai obyek pariwisata.

Menurut Ketua Peusaba, Mawardi, replika istana kerajaan lazim ditemukan di luar negeri. Dia mencontohkan replika Istana Malaka di Malaysia.

“Pembangunan ini akan menggenjot pariwisata dan membangkitkan kesadaran sejarah Aceh pada generasi muda sekarang,” kata Mawardi.

Para pemerhati sejarah turut merespon usulan pembangunan replika Istana Darul Makmur di Kampung Pande. Salah satunya Sailendra Wangsa mengatakan, wacana tersebut mesti didukung, karena Aceh sudah banyak kehilangan objek sejarah.

“Apabila wisatawan mancagera yang berkunjung ke Aceh menanyakan dimanakah letak dan bagaimana bentuk Istana Aceh terdahulu, maka akan susah untuk kita menjelaskannya. Dengan adanya replika Istana ini setidaknya akan membantu kita dalam mengupas sejarah di masa lalu,” ujar Sailendra, dalam keterangan diterima Liputan6.com, Kamis (7/2/2019).


Simak juga video pilihan berikut ini:

Mazda Tebar Bocoran SUV Kompak, CX-3 Terbaru?

Liputan6.com, Jakarta – Mazda akan meluncurkan SUV compact terbarunya di ajang Geneva Motor Show 2019. Sayangnya, Mazda belum membocorkan model SUV yang diluncurkan. Namun, diperkirakan SUV tersebut adalah CX-3 generasi terbaru.

Dilansir dari Paultan, SUV kompak tersebut kemungkinan akan menggunakan SkyActive-Vehicle Architecture dan mengadopsi filosofi desain Kodo terbaru seperti yang diterapkan pada Mazda 3 generasi keempat.

Pada pengumuman itu, Mazda juga membocorkan sebuah teaser yang menampilkan buritan belakang dari SUV compact tersebut. Dari siluet gambar tersebut, sekilas desain atapnya seperti memiliki kemiripan dengan CX-3 yang dipasarkan saat ini.

Lampu belakangnya menggabungkan desain lingkaran yang juga mirip dengan CX-5 yang saat ini beredar.

Sayangnya, Mazda belum mau membocorkan terkait penggunaan dapur pacu pada CX-3 terbaru ini. Mereka hanya mengatakan bahwa mobil ini nantinya akan tetap mengadopsi teknologi SkyActiv.

Sumber: Otosia.com

2 dari 3 halaman

Sajian Terbaru dari Mazda CX-9

Belum genap setahun meluncur di pasar otomotif nasional, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) sebagai distributor resmi merek Mazda di Indonesia, kembali meluncurkan Mazda CX-9 dan Mazda MX-5 paling baru.

Pada dasarnya, kedua model ini tak mengalami ubahan signifikan, melainkan hanya melakukan penambahan fitur di Mazda CX-9 dan juga power untuk Mazda MX-5.






Pembahasan kali ini Liputan6.com akan mengupas  Mazda CX-9 terbaru. Menurut Presiden Direktur PT EMI Roy Arman Arfandy, setelah diluncurkan awal 2018, Mazda CX-9 tmendapatkan sambutan luar biasa dari konsumen otomotif Indonesia.

“Hingga akhir bulan September lalu, kami telah berhasil mencatat angka penjualan sebanyak 242 unit atau menyumbang 5,6 persen dari total penjualan Mazda secara nasional dalam kurun waktu tersebut,” ujar  Roy saat acara Mazda Power Drive 2018 yang berlangsung di Epiwalk, Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Sabtu (20/10/2018).

Roy juga mengklaim, crossover berkapasitas tujuh penumpang ini dicari konsumen lantaran memiliki desain menawan, praktisan saat digunakan harian, pengendalian hebat dan efisiensi bahan-bakar terbaik di kelasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Pilihan di Bawah Ini:

Mengenal Ghosting, Menghilang Tanpa Jejak Ketika Tumbuh Benih Cinta

Liputan6.com, New York – Pernahkah Anda mengalami putus komunikasi secara tiba-tiba dengan orang yang sedang Anda ‘incar’ untuk dijadikan kekasih?

Mulanya, segala sesuatu terjalin lancar dan mulus, sesuai rencana. Namun, mendadak dia mulai tak merespons satu pesan Anda. Lalu, menjawabnya dengan intensitas tak secepat seperti awal pendekatan.

Kemudian setelah itu, dia sudah tak hanya ogah-ogahan membalas pesan, namun juga tak menerima panggilan Anda, atau mematikan teleponnya untuk jangk waktu lama. Apa yang Anda dengar hanyalah suara dari voicemail.

Di satu sisi, Anda mungkin mulai khawatir. Tanda tanya besar mendadak muncul di benak Anda: Mengapa? Ada apa? Apa yang bisa menjelaskan ‘lenyapnya’ mereka secara tiba-tiba?

Karena diselimuti rasa penasaran, Anda akhirnya memutuskan untuk mencari tahu melalui seluruh media sosial yang dia gunakan. Begitu melihat pembaruan darinya di jagat maya atau dari teman bersama, rasa was-was Anda pun sedikit terobati. Dia masih hidup dan sehat.

Tetapi, tahukah Anda bahwa dia baru saja ‘raib’ dari hidup Anda dan melakukan ghosting? Apa itu ghosting?

Ghosting, yang berarti memutus semua komunikasi tanpa meberikan penjelasan sepatah katapun, disebut sedang marak terjadi di tengah masyarakat saat ini. Termasuk di kalangan milenial dan anak-anak remaja.

Tetapi, ilmuwan menyebut bahwa ghosting adalah perilaku yang lumrah dilakukan oleh manusia saat melakukan interaksi. Meski istilah ghosting kerap dikaitkan dalam konteks kencan, tetapi ini juga terjadi dalam jalinan persahabatan.

Hadir Pula di Komunikasi Bisnis

Bahkan, kini telah merambah ke dunia bisnis dan menjadi tren nyata dalam hubungan profesional. Misalnya saja ada sejumlah perusahaan yang mengklaim bahwa mereka telah menjadi korban ghosting, di mana seorang bos mengaku bahwa ada beberapa pegawainya yang tiba-tiba absen masuk kantor selama beberapa bulan –dan tidak pernah muncul kembali– tanpa ada komunikasi terlebih dahulu.

Temuan ini dilaporkan berdasarkan survei yang dilakukan oleh Federal Reserve Bank of Chicago. Mereka kemudian mencatatnya dalam Beige Book yang rilis pada bulan Desember 2018, sebuah laporan yang melacak tren pekerjaan.

Ghosting disebut sebagai perilaku manusia yang aneh. Lantas, apa yang mendorong seseorang melakukannya? Apakah beberapa orang lebih suka memilih ghosting ketimbang strategi lain untuk mengakhiri sebuah hubungan? Selain itu, apa dampak ghosting pada mereka yang ‘mengejar’?

Para psikolog baru-baru ini mulai mengupas persoalan ini.

“Tidak ada banyak makalah aktual yang diterbitkan tentang ghosting,” kata Tara Collins, seorang profesor psikologi di Winthrop University di Rock Hill, Carolina Selatan.

“Tetapi ketika penelitian tentang ghosting mulai muncul, psikolog juga dapat memanfaatkan apa yang mereka ketahui tentang psikologi hubungan, untuk menawarkan beberapa petunjuk, imbuhnya, seperti dilansir Live Science, Minggu (3/2/2019).


Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 5 halaman

1. Fenomena Baru

Ghosting adalah kejadian yang tak jarang terjadi dan dapat menimpa siapa saja di Bumi ini. Sebuah penelitian yang melibatkan 1.300 orang, yang diterbitkan dalam Journal of Social and Personal Relationships pada tahun 2018, menemukan bahwa sekitar seperempat orang dari jumlah tersebut menjadi korban ghosting. Sedangkan seperlimanya melaporkan bahwa mereka adalah pelaku ghosting.

Ghosting dalam persahabatan mungkin adalah kasus yang umum, sebab lebih dari sepertiga peserta penelitian mengaku bahwa mereka telah melakukan ghosting kepada teman atau menjadi korban ghosting seseorang.

Angka-angka ini mungkin jumlahnya akan lebih tinggi, karena survei lain yang dilakukan pada tahun 2018 menemukan 65 persen dari peserta (1.300 orang) melaporkan bahwa mereka sebelumnya pernah melakukan ghosting kepada mantan pasangan, dan 72 persen melaporkan bahwa eks calon kekasih mereka telah melakukan ghosting.

Namun kenyatannya, ada beberapa strategi berbeda yang bisa diambil oleh seseorang untuk mengakhiri sebuah hubungan. Sebagian besar orang di dunia ini mungkin baru menyadari bahwa ghosting adalah strategi yang umum diterapkan, terutama karena teknologi telah mengubah cara manusia dalam berinteraksi satu sama lain.

“Saya menduga bahwa mereka yang mengabaikan mantan pasangannya atau mitra kerjanya untuk waktu yang lama, juga merupakan efek dari penggunaan media sosial dan teknologi,” kata Collins kepada Live Science.

“Ketika begitu mudah bagi kedua insan untuk bisa saling berkomunikasi tanpa bertatap muka sebelumnya, maka ghosting adalah ‘alat’ yang sangat jelas dan sengaja dipakai oleh seseorang yang ingin mengabaikanmu,” imbuhnya.

Ghosting, dalam konteks strategi, menjadi umum diterapkan bagi mereka yang berkenalan melalui media sosial atau situs kencan daring (online).

Di zaman serba canggih seperti sekarang, orang-orang dapat menjalin hubungan romantis dengan seseorang yang tidak pernah mereka temui sebelumnya. Karena alasan inilah, seseorang yang melakukan ghosting akan lebih mudah untuk meninggalkan semuanya dan menghilang tanpa konsekuensi, kata Collins.

3 dari 5 halaman

2. Bagaimana Orang-Orang Mengakhiri Hubungan?

Dalam sebuah makalah tahun 2012, yang diterbitkan dalam Journal of Research in Personality, Collins dan rekannya menganalisis taktik perpisahan dan mengidentifikasi sikap yang umum digunakan oleh manusia.

Salah satu strategi yang paling umum dipakai adalah “konfrontasi terbuka,” di mana mereka langsung mendiskusikan dengan bertatap muka untuk mengakhiri hubungan.

Sementara itu, ada pula yang menerapkan strategi “penghindaran”, di mana satu pasangan mengurangi kontak dengan orang lain, menghindari pertemuan di masa depan atau mengungkapkan sedikit informasi tentang kehidupan pribadi mereka.

Namun strategi terpopuler lainnya adalah “menyalahkan diri sendiri,” yang pada dasarnya diterjemahkan menjadi “itu bukan kamu, ini aku.”

“Ada juga yang memutuskan hubungan dengan menggunakan strategi ‘peningkatan biaya’. Ini pada dasarnya membuat hubungan begitu buruk, sehingga pasanganmu memutuskan untuk setop,” ucap Collins.

Orang lain dapat pula menggunakan strategi “komunikasi yang dimediasi” untuk putus, yang berarti: pihak pertama berbicara tentang keinginan untuk mengakhiri hubungan kepada pihak ketiga, dengan harapan bahwa pihak ketiga akan menyampaikannya kepada pihak kedua atau pasangan.

Pihak ketiga ini tak hanya berwujud manusia, tapi juga media sosial atau surat elektronik.

Ghosting kerap dikaitkan dengan kombinasi antara teknik penghindaran dan strategi komunikasi yang dimediasi, menurut Collins.

“Anda menghindar dari pertemuan dan tidak ingin berbicara dengan orang tersebut, lalu media sosial Anda adalah pihak ketiga yang memberi tahu dia bahwa Anda telah pergi,” begitu kata Collins.

4 dari 5 halaman

3. Siapa yang Biasanya Ghosting?

Ghosting sebenarnya lebih banyak mengungkapkan tentang kepribadian ghoster (orang yang melakukan ghosting) daripada ghostee (korban ghosting).

“Orang-orang yang tidak suka memiliki kedekatan secara emosional, mereka mungkin lebih cenderung untuk ghosting,” kata Collins.

Dalam sebuah studi tahun 2018, para peneliti membagi orang menjadi: mereka yang memiliki mindset tetap tentang masa depan, percaya pada takdir dan berpikir bahwa suatu hubungan dapat atau tidak terjalin; dan mereka yang memiliki mindset berkembang dan percaya bahwa hubungan membutuhkan usaha untuk bersemi.

Sebanyak 60 persen dari kelompok pertama mengungkapkan bahwa ghosting adalah cara yang dapat diterima untuk mengakhiri hubungan dan lebih mungkin melakukannya. Sedangkan pihak kedua hanya 40 persen yang membenarkannya.

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam Journal of Social and Personal Relationships.

5 dari 5 halaman

4. Waktu Ghosting

Ahli hubungan asmara umumnya menyarankan untuk melepaskan orang yang melakukan ghosting. Jika Anda tergoda untuk berhubungan dengan mereka, pikirkanlah tentang hasil yang Anda dapatkan.

Seseorang yang ‘membayangi’ Anda telah menunjukkan ketidakmampuannya sendiri untuk menangani konflik dengan cara yang sehat. Tanyakan pada diri sendiri, apakah Anda benar-benar ingin kembali menjalin hubungan dengannya?

Langkah berikutnya: tahan godaan untuk mencari tahu tentang hidupnya di media sosial. Jika Anda tidak bisa melepaskannya, Anda mungkin bisa mengatakan padanya untuk memberi tahu bahwa perilakunya tidak dapat diterima, tidak dewasa dan tidak berbelas kasih.

Penyidik Pidsus Selidiki Kasus Suap Proyek Rp 49 Miliar di Bulukumba

Liputan6.com, Bulukumba Setelah tiga bulan lebih ditangani oleh bidang Intelijen, penyelidikan kasus dugaan suap proyek senilai Rp 49 miliar di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, kini diserahkan ke bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel).

“Dari hasil operasi bidang Intelijen kita, ditemukan pendapat hukum yang kuat. Sehingga kasusnya diserahkan ke bidang Pidsus dan selanjutnya akan diselidiki lebih mendalam,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel), Tarmizi saat ditemui usai menunaikan salat Jumat di Masjid yang berada di kawasan Kantor Kejati Sulsel, Jumat (1/2/2019).

Tak hanya pelimpahan penanganan, seluruh bukti awal yang ditemukan dari hasil operasi tim bidang Intelijen juga diserahkan ke bidang Pidsus guna didalami lebih lanjut.

Di antaranya, kata Tarmizi, bukti terkait adanya aliran dana dalam bentuk mata uang dollar Singapura dan terkait asal muasal uang yang berasal dari rekanan Pemerintah Kabupaten Bulukumba.

“Jadi seluruh bukti dalam kasus dugaan suap proyek di Kabupaten Bulukumba Itu akan didalami lebih lanjut kembali oleh penyelidik bidang Pidsus,” ujar Tarmizi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Mahasiswa Tagih Progres Penyelidikan

Sebelumnya, Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa (PPM) Sulsel mengaku telah melaporkan resmi kasus dugaan suap proyek tersebut ke Kejati Sulsel. Bahkan mereka terhitung ketujuh kalinya berunjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel menagih kejelasan penanganan kasus yang mereka laporkan itu.

Ahmad Yani, yang bertindak sebagai koordinator aksi Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa (PPM) Sulsel mengatakan unjuk rasa yang dilakukan pihaknya semata untuk mempertanyakan sejauh mana tindak lanjut kasus dugaan suap dalam mendapatkan proyek irigasi senilai Rp 49 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang telah dilaporkan pihaknya sejak dua bulan lalu.

“Kejati seharusnya mengambil langkah tegas untuk mengupas persoalan tersebut hingga ke akar-akarnya. Apalagi kesaksian seorang oknum Aparat Sipil Negara (ASN) yang membeberkan keterlibatannya dalam menyuap proyek asal Pemerintah Pusat tersebut menjadi viral di media sosial, facebook,” kata Yani dalam orasinya.

Menurutnya, pengakuan oknum ASN Dinas Pendidikan Kabupaten Bulukumba di media sosial itu sangat jelas. Dimana oknum yang bersangkutan dengan terang-terangan mengaku telah menyuap untuk memuluskan upaya Kabupaten Bulukumba mendapatkan proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 49 miliar.

Tak hanya itu, oknum ASN tersebut bahkan menyebarkan foto surat rekomendasi yang digunakan olehnya dalam mengurus upaya penyuapan agar Kabupaten Bulukumba mendapat kucuran proyek irigasi senilai puluhan miliar tersebut.

“Jadi tak hanya bukti foto rekomendasi yang diduga diberikan oleh Bupati Bulukumba kepada oknum ASN tersebut yang dibeberkan sendiri oleh oknum ASN yang bersangkutan. Tapi melalui media sosial facebook, ia juga memperlihatkan pecahan uang Rp 100.000 dan pecahan Rp 50.000,” ungkap Yani.

Seharusnya kata dia, penegak hukum tidak mendiamkan berita viral yang disebarkan oleh oknum ASN itu. Melainkan tegas Yani, demi menjaga supremasi penegakan hukum, maka kasus tersebut harus segera ditindak lanjuti dengan memeriksa oknum ASN yang bersangkutan serta memeriksa Bupati Bulukumba selaku terduga pemberi surat rekomendasi kepada oknum ASN dalam rangka pemulusan proyek pusat yang dimaksud.

“Tapi buktinya tidak ada tindak lanjut hal ini. Padahal kami juga sudah laporkan secara resmi bahkan membantu Kejati dengan memasukkan bukti-bukti terkait termasuk foto kegiatan proyek irigasi yang dimaksud,” ujar Yani.