Mengungkap Dalang di Balik Hoaks Penculikan Anak di Makassar

Liputan6.com, Makassar Tim Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Dit Reskrimsus Polda Sulsel) mendalami peran admin akun media sosial (medsos) Makassar Info terkait dugaan sebagai sumber awal munculnya berita hoaks alias bohong.

Salah satu berita hoaks yang dimaksud yakni kasus penculikan anak yang terjadi di Jalan Batua Raya 7 Kota Makassar.

“Yang memberikan info awal kita akan periksa nanti. Termasuk media sosial seperti Makassar Info, Sosmed Makassar dan lainnya. Kita akan periksa apa dasar mengupload itu dan dimana didapat berita itu,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani di Aula Mapolda Sulsel, Selasa (6/11/2018).

Ia mengungkapkan, satu dari dua orang tersangka kasus penyebaran berita hoaks terkait penculikan anak di Makassar, mengaku mendapatkan berita awal tersebut dari sebuah akun medsos Makassar Info yang kemudian ia lanjut menyebarkannya dengan cara memposting berita itu menggunakan akun facebook miliknya.

“Ada dua tersangka dalam kasus ini. Masing-masing Nurmiati warga Jalan Tinumbu Makassar dan Usman warga Jalan Borong Makassar. Kalau Nurmiati mengaku dapat berita awal dari grup whatsapp. Sedangkan Usman dapat dari medsos Makassar Info,” terang Dicky.

Sehingga dalam penyidikan kasus ini, tim siber akan terus mengembangkan. Diantaranya mendalami peran admin akun medsos yang diduga menjadi sumber awal tersangka mendapatkan berita hoaks tentang penculikan anak di Kota Makassar yang selanjutnya tersangka menyebarkannya melalui akun facebook miliknya.

“Itu pasti ada sanksi. Siapa pun yang menyebarkan berita tidak benar dengan alasan berbagi informasi adalah salah. Apalagi tidak konfirmasi ke pejabat publik yang berwenang dalam mengeluarkan berita tersebut,” tegas Dicky.

Ia mengharapkan, masyarakat kedepannya agar selalu bijak dan hati-hati sebelum menyebarkan sebuah informasi yang belum dicek kebenarannya kepada pejabat publik yang berwenang.

“Karena kalau berita yang dimaksud tidak benar (hoaks) maka akan jadi korban nantinya. Dan kalau ada tidak berkenan dengan pemberitaan itu maka dia akan jadi tersangka. Termasuk kejadian ini,” tutur Dicky.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

hoax lagu penyembah setan 3 hoax legendaris di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *