Menguji Nyali Dalang Kerusuhan Lapas Lambaro Aceh Menyerahkan Diri, atau..

Pasca kaburnya 113 narapidana dari Rumah Tahanan (Rutan) Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA, Lambaro, Aceh Besar, sejumlah keluarga mendatangi lapas tersebut dan menanyakan keberadaan keluarganya.

“Pak, anak saya Ibnu Jasad (27) di kamar 38 bagaimana kabarnya,” tanya seorang ibu, Juwariah kepada petugas yang sedang berjaga-jaga di Lapas Kelas IIA Lambaro, Aceh Besar dilansir Antara.

“Saat ini kami belum bisa memberikan keterangan bu, hari Senin saja ibu kembali,” jawab seorang petugas jaga yang mengenakan seragam polisi di pintu utama Lapas tersebut.

Juwariah mengaku berasal dari Gampong (desa) Batee Linteung, Peukan Bilui, Aceh Besar dan anaknya sudah dua tahun menjalani hukuman kurungan karena kasus narkoba.

“Anak saya terkena kasus sabu-sabu, divonis hukuman 3,5 tahun dan sudah menjalani hukuman sekitar 2 tahun,” sebutnya sembari meninggalkan LP Kelas IIA Lambaro, Aceh Besar.

Ibu rumah tangga (IRT) lainnya, Aini juga mendatangi LP Lambaro, dan menanyakan keberadaan seorang narapidana atas nama Muchlis.

“Pak, saya keluarganya Muchlis yang ditahan di sini karena kasus ganja, mau kasih tau ke dia istrinya sedang sakit,” kata Aini kepada petugas di pintu Lapas Kelas IIA Lambaro, Aceh Besar.

Petugas jaga pun memberikan jawaban yang sama yakni, “Senin saja ibu kembali ya”. Ada pun jumlah narapidana yang ditempatkan di Lapas Kelas IIA Lambaro, Aceh Besar diketahui berjumlah 720 orang dan pada Kamis (30/11)sore sebanyak 113 warga binaan itu melarikan atau kabur melalui jendela depan dan pagar belakang.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Seorang napi warga negara asing yang sempat kabur pada 11 Desember lalu akhirnya ditangkap di Lombok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *