Prihatin Akses Jalan dan Jembatan di Seluma, Menteri Desa Minta Pemda Aktif Melapor ke Pusat

Liputan6.com, Seluma Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko P Sandjojo terharu dengan kondisi infrastruktur disejumlah desa di Kabupaten Seluma, Bengkulu yang dinilai sangat memprihatinkan.

“Saya melihat infrastruktur sangat menyedihkan. Karena untuk jalan saja, saya merasakan bahwa kaki saya masih keseleo. Belum lagi jembatan yang lumayan mengkhawatirkan juga. Itu berarti saya sangat mengapresiasi perjuangan sehari-hari masyarakat. Apalagi kalau ada keadaan yang darurat,” kata Eko saat mengunjungi Desa Sinar Pagi, Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma dalam rangka peresmian pengoperasian listrik pada Senin (18/2).

Dengan kondisi infrastruktur yang sangat menyedihkan itu, Eko mengajak kepada Bupati Seluma maupun Bupati lainnya di Bengkulu untuk segera berkorrdinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Perhubungan agar mendapat program untuk pembangunan akses jalan dan jembatan yang kondisinya sangat memprihatinkan.

“Oleh karena itu, saya ajak Bupati untuk segera bertemu dengan kementerian terkait. Di samping kementerian desa juga memang ada program jembatan. Ini menjadi perhatian. Kalau tidak, kasihan masyarakatnya. Apa-apa akan menjadi mahal. Kami dari kementerian desa akan perjuangkan, Paling tidak jembatannya bisa dilalui kendaraan. Lumayan serem juga jembatannya. Yang jelas, Ini harus diperjuangkan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut Eko menyampaikan bahwa Presiden RI Joko Widodo selalu memerintahkan para menteri kabinet kerja untuk terus turun ke desa-desa supaya mengetahui kondisi dan mendengar langsung keluhan masyarakat.

“Jadi dengan mengetahui secara langsung ternyata masuk ke desa ini saja jalannya setengah mati. Sebetulnya program dari pemerintah pusat banyak. Cuma perlu dari pemda untuk lebih aktif lagi melaporkan, agar dana-dana dari pusat itu tepat kepada yang benar-benar membutuhkan. Ada sekitar Rp 560 triliun dari 19 kementerian. Karena penting informasi ini supaya diperjuangkan agar dana-dana tersebut bisa tepat sasaran. Jangan desa-desa maju mendapat program dan desa-desa sangat tertinggal malah tidak mendapatkan program,” katanya.

Terkait program dana desa, Eko menyarankan kepada desa-desa yang masih tertinggal infrastrukturnya untuk terus meningkatkan infrastrukturnya.

“Jadi, saya sarankan di sini atau Desa Sinar Pagi dan desa-desa lainnya yang infrastrukturnya sangat kurang untuk terus membangun infrastruktur dengan dana desa. Selain itu juga buat desa-desa wisata yang bisa mendatangkan pendapatan dan bisa mendapatkan pekerjaan ke masyarakat di sini,” katanya.



(*)

Manajer Madura United Sarankan Klub Tahan Opsi KLB

Liputan6.com, Jakarta Manajer Madura United, Haruna Soemitro berharap klub-klub bisa menahan diri dengan kemungkinan digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Ini menyusul ditetapkannya Joko Driyono,Plt Ketua Umum PSSI sebagai tersangka oleh Satgas Antimafia Bola.

Dia menilai PSSI saat ini sudah sistematis dan berjalan di jalurnya. Itu sebabnya, klub yakin penetapan Joko Driyono sebagai tersangka tidak akan mempengaruhi hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT LIB.

“Kita ingin PSSI melalui exco melakukan terobosan yang bagus, mengantisipasi persoalan-persoalan kedepan. Khususnya aspirasi yang berkembang di masyarakat khususnya klub,” terangnya dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan usai Haruna mengikuti RUPS di The Sultan Hotel, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019).

Menurut Haruna, Exco harus segera melakukan terobosan-terobosan yang bagus dan aspiratif yang sesuai dengan aspirasi klub.Kalau pun KLB menjadi jalan terbaik, yang jadi penggagas sebaiknya jangan klub.

Dia mengkhawatirkan, sepak bola sebagai pemersatu bangsa bisa kembali tercabik-cabik gara-gara KLB PSSI. Apalagi suasana perpolitikan di Indonesia sedang panas karena ini tahun politik.

“KLB itu sebaiknya diendorse oleh Exco dan jalan itu menurut saya yang terbaik,”katanya.

2 dari 2 halaman

Jalan Terbaik

Haruna mempersilahkan kalau kemungkinan KLB diajukan oleh anggota Exco. Soalnya KLB bisa dilakukan lewat dua mekanisme yaitu satu melalui klub dengan 2/3 suara atau dari exco sendiri sudah cukup.

“Saya pikir itu yang harus kita junjung tinggi dan hormati agar ke depan perkembangan sepak bola ini tidak terganggu, kompetisi bisa berjalan normal. Saya masih yakin dan memberikan kepercayaan kepada exco untuk memberikan keputusan yang terbaik,” katanya.

Mengenal Pagpag, Menu Favorit Warga Miskin Filipina yang Terbuat dari Sampah

Liputan6.com, Manila – Kehidupan di kawasan kumuh Manila sangat sulit, di mana menyediakan makanan di atas meja adalah tantangan besar.

Untuk mengakalinya, banyak warga di ibu kota Filipina itu kerap menyantap daging sisa yang didaur ulang, dan umum dikenal dengan nama “pagpag”.

Ini adalah istilah yang ditujukan pada makanan sisa, biasanya berupa daging yang diambil dari sampah restoran, untuk kemudian dicuci, dimasak dan dijual kembali ke masyarakat miskin di kawasan kumuh Manila. Bisa dibilang, ini adalah makanan utama mereka sehari-hari.

Sebagian besar konsumen pagpag berada pada posisi paling bawah dalam “strata masyarakat” Filipina, yang sering kali gagal memenuhi asupan hariannya. Oleh karenanya, sajian yang jauh dari higienis itu adalah altenatif pangan yang bisa disantap segera atau untuk nanti.

Dikutip dari situs Odditycentral.com pada Minggu (17/2/2019), pagpag kini menjadi bisnis yang menguntungkan di tengah komunitas warga miskin Manila, karena seringkali pedagangnya membeli bahan baku daging sisa dengan harga murah dari pengepul.

Daging sisa dikumpulkan oleh pengepul dari para pemulung yang mengais tumpukan makanan sisa atau produk pangan kedaluwarsa, yang diambil di jaringan restoran cepat saji dan supermarket di ibu kota Filipina.

Tidak jarang, para pemulung ini mengais makanan di tengah “lalu lalang” kucing dan tikus liar, lalu membungkusnya dalam kantong plastik dan dibawa ke pengepul.

Satu kantong plastik daging pagpag biasanya dijual seharga 20 peso (sekitar Rp 14.000), yang bisa dimasak menjadi beberapa porsi hidangan murah seharga rata-rata 10 peso (sekitar Rp 7.354) per porsi.

Cara memasaknya pun jauh dari standar sehat, di mana daging sisa dicuci berkali-kali dengan alasan “menghilangkan kotoran yang melekat” ketika diambil dari tumpukan sampah.

Setelah tulang-tulangnya dibuang, daging sisa itu kemudian dicampur beragam bumbu, sayur, dan saus hingga menjadi hidangan baru yang dijajakan di warung makan kumuh.

“Dengan kondisi hidup yang kami jalani sekarang, ini (pagpag) sangat membantu. Ketika Anda membeli seporsi besar dalam beberapa peso, Anda sudah dapat memberi makan satu keluarga,” kata salah seorang konsumen.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Bukan Lagi Pilihan Terakhir

Pagpag dulunya merupakan pilihan terakhir bagi sebagian besar penghuni kawasan kumuh di sekitar Manila, sesuatu yang hanya akan mereka makan pada hari-hari terburuk, ketika tidak mendapatkan cukup uang untuk membeli sedikit beras.

Tetapi, dengan inflasi yang terus meningkat, membuat banyak orang semakin sulit untuk membeli makanan yang layak, sehingga pagpag pun menjadi alternatif santapan sehari-hari.

Meski sebagian telah dikonsumsi oleh orang lain, namun banyak konsumen pagpag meyakini bahwa daging bekas itu aman dikonsumsi karena telah dicuci sebelum kembali dimasak.

Beberapa konsumen lain bahkan menyebutnya enak dan bergizi, tetapi otoritas kesehatan di Filipina menganggapnya sebagai risiko kesehatan yang mengkhawatirkan.

Kadang-kadang daging sisa disemprot dengan desinfektan sebelum dibuang, dan di lain waktu, bahan baku tersebut menjadi penuh dengan patogen berbahaya seperti salmonella, karena disimpan dalam kondisi yang tidak layak dalam waktu lama.

Salome Degollacion, seorang tetua di Helping Land, salah satu wilayah kumuh terbesar di Manila, mengatakan kepada CNN bahwa banyak orang meninggal karena menyantap pagpag.

“Tetapi ketika Anda tidak punya pilihan lain, saya kira risikonya layak untuk diambil,” ujar Degollacion.

Sementara itu, menurut Melissa Alipalo, seorang ahli pembangunan sosial, terdapat sebuah gengsi di benak masyarakat Filipina, bahwa sesulit apapun hidup mereka, pantang untuk terus menerus makan dari piring pemberian orang lain.

“Namun, karena kondisi ekonomi mereka tidak kunjung membaik, maka pagpag adalah pilihan terbaik untuk bertahan hidup sekaligus menyingkirkan diri dari kebiasaan meminta-minta,” jelas Alipalo.

Waku-Peduli, Aksi Kepedulian Wakuliner Kurangi Angka Kelaparan

Liputan6.com, Jakarta – Salah satu masalah terbesar yang terjadi di Indonesia adalah masih banyak jumlah anak-anak yang terlantar dan kelaparan. Selain itu, pemenuhan kebutuhan gizi mereka pun bisa dibilang mengkhawatirkan. Itulah yang disorot oleh Wakuliner, perusahaan marketplace di Indonesia yang bergerak di bidang kuliner.

Wakuliner yang baru berdiri sejak Agustus 2017 memiliki misinya di bidang filantropis. “Wakuliner sangat memperhatikan isu kelaparan dan gizi anak di Indonesia,” ujar Anthony Gunawan, CEO Wakuliner pada Liputan6.com di acara perdana Waku-Peduli, Sabtu 16 Februari 2019 di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Putra Utama 3, Tebet, Jakarta Selatan.

Acara tersebut turut menghadirkan Tung Desem Waringin selaku presiden komisaris Wakuliner. Tung ikut berbagi keceriaan bersama anak-anak melalui acara edukasi dan beberapa games di dalamnya.

Waku-Peduli merupakan aksi kampanye besutan Wakuliner untuk membantu anak-anak dan keluarga yang hidup dalam kemiskinan. Kegiatan ini pun menjadi bentuk tanggung jawab Wakuliner terhadap masyarakat dan lingkungan. Kampanye yang bertajuk ‘Tidak ada lagi anak kelaparan, yuk Wakuliner-an’ ini memiliki sasaran yaitu anak-anak terlantar yang kelaparan berlokasi di wilayah Jakarta.

“Waku-Peduli ini dijalankan dengan dua program,” kata Hana Muthia, Project Manager Waku-Peduli. Kedua program tersebut mengajak konsumen Wakuliner untuk turut serta dalam kegiatan kampanye ini.

“Wakuliner akan mendonasikan Rp 500,- dari setiap pelanggan yang memesan makanan melalui fitur Kuliner Nusantara dan Katering di aplikasi Wakuliner,” jelas Hana. Bila banyak pelanggan yang memesan lewat aplikasi ini, akan semakin besar uang yang terkumpul untuk didonasikan kepada setiap anak yatim piatu dan kaum dhuafa.

Ada juga program kedua yang digagas oleh Indra, Kepala Pemasaran Wakuliner yang turut dalam kegiatan Waku-Peduli ini. “Program kedua adalah memberikan makanan gratis,” sambung Indra. Satu keluarga dari kaum dhuafa akan diberi makanan gratis setiap harinya, dari satu perusahaan yang berlangganan katering harian di Wakuliner.

Acara kampanye Waku-Peduli memang baru digelar, tapi aksinya sudah dilaksanakan sejak Januari 2019. Waku-Peduli telah membantu tiga keluarga dari kaum dhuafa dan satu yayasan, yaitu Panti Asuhan Putra Nusa yang terletak di Jakarta Pusat. Mereka berharap bisa membangun kesadaran bersama bahwa kelaparan dan perbaikan gizi pada anak merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat.

Hana pun memiliki harapan atas berjalannya program ini ke depannya. “Harapan saya, semoga program ini bisa membantu pemerintah Indonesia dalam mengurangi angka kelaparan dan gizi, khususnya anak-anak Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, Hana ingin mengajarkan kuliner yang sehat melalui program katering sehat ini. “Program pemberian katering sehat ini akan membantu mengurangi angka gizi buruk di Indonesia,” tutupnya.  (Esther Novita Inochi)

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kebakaran di Pulau Tasmania Ancam Hancurkan Hutan Purba dan Tanaman Langka

Liputan6.com, Hobart – Hutan hujan purba dan spesies flora alpine yang langka, dua-duanya berlokasi di Pulau Tasmania, menghadapi masa depan suram, menyusul meluasnya kebakaran semak liar di negara bagian paling selatan di Australia itu.

Meski cuaca yang lebih basah –dan berpotensi turun salju– mendorong pihak berwenang menurunkan kondisi darurat, namun para ilmuwan tetap memperingatkan tentang risiko kerusakan lingkungan alam yang unik di pulau itu.

Dikutip dari The Straits Times pada Jumat (15/2/2019), kebakaran itu telah menghanguskan lebih dari 205.000 hektar lahan di wilayah barat daya, barat, dan pusat Pulau Tasmania, yang menurut ilmuwan, dipicu oleh perubahan iklim.

Sebagian besar hutan eukaliptus asli telah beradaptasi dengan kebakaran yang sering terjadi, tetapi Tasmania adalah kawasan lindung bagi spesies purba, yang keberadaannya sudah ada sejak jutaan tahun lalu ketika Australia menjadi bagian dari benua super Gondwana.

Terletak di Tasmanian Wilderness World Heritage Area, spesies ini lebih terbiasa dengan zaman es daripada kebakaran hutan, di mana komposisinya termasuk pinus pensil yang tumbuh lambat, pinus raja billy, dan tanaman bantal.

“Mereka membutuhkan lingkungan dingin, sangat basah dan tahan api,” kata David Bowman, Profesor Biologi Perubahan Lingkungan di University of Tasmania, kepada AFP, setelah melakukan perjalanan untuk memeriksa hutan belantara yang terbakar.

“Ini seperti taman bonsai yang mengamuk,” katanya menggambarkan spesies terkait.

“Beberapa batang pinus pensil ini berusia 1.000 tahun, tetapi mereka hasil kloning, jadi mereka sudah ada di sana selama 10.000 tahun,” lanjut Bowman.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Perubahan Iklim Dituding Sebagai Pemicu

Sementara para ilmuwan tetap berharap hutan hujan bersifat cukup basah untuk menghalau kerusakan akibat kebakaran terburuk, model-model iklim menunjukkan kecenderungan pengeringan yang lebih besar di Tasmania barat.

Selain itu, terjadi pula peningkatan badai petir kering yang bertanggung jawab atas kebakaran baru-baru ini.

Nick Earl, rekan peneliti di University of Tasmania, memperingatkan dalam sebuah makalah baru-baru ini bahwa perubahan iklim dapat secara permanen mengubah kelayakan ekosistem tersebut.

“Beberapa daerah di pantai barat Tasmania dulunya memiliki risiko yang sangat kecil, atau sangat kecil terhadap kemungkinan kebakaran hutan, karena selalu dalam kondisi lembab,” catat mereka.

“Spesies endemik seperti Pinus Pensil, Huon Pine dan Deciduous Beech dapat dihancurkan oleh satu api, ini sangat mengkhawatirkan,” lanjutnya.

Risiko ini telah mendorong seruan agar lebih banyak sumber daya tersedia bagi pemadam kebakaran di daerah terpencil, dalam upaya menjaga ekosistem yang tak tergantikan.

“Pinus pensil benar-benar setara dengan harimau Tasmania atau Setan Tasmania (Tasmanian Devil),” kata Bowman. “Ini adalah urusan serius bagi kita secara budaya.”

Arab Saudi Pangkas Produksi, Harga Minyak Melonjak

Liputan6.com, New York – Harga minyak naik dua persen setelah produsen utama Arab Saudi menyatakan akan memangkas ekspor minyak dan memberikan penurunan lebih dalam untuk produksinya.

Akan tetapi, membengkaknya persediaan minyak mentah AS membatasi reli harga minyak. Persediaan minyak AS naik pada pekan lalu ke level tertinggi sejak November 2017.

Ini seiring pemurnian dipangkas ke posisi terendah sejak Oktober 2017. Hal ini berdasarkan pernyataan the Energy Information Administration (EIA).

Kenaikan terjadi meski impor turun ke posisi terendah. Hal ini seiring produksi minyak mentah domestik tetap pada posisi teratas untuk minggu kelima berturut-turut.

Harga minyak Brent naik USD 1,23 ke posisi USD 63,65 pada pukul 11.26 waktu setempat. Harga minyak global acuan tersebut sebelumnya sentuh posisi tertinggi ke posisi USD 63,98, kemudian penguatan terbatas usai rilis data.

Sementara itu, harga minyak AS naik USD 1,07 ke posisi USD 54,17 per barel. “Laporan cenderung tertekan. Pasar bertahan karena harapan kesepakatan perdagangan, dan indeks Dow Jones menguat,” ujar Analis Price Futures Group, Phil Flynn, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (!4/2/2019).

Namun, menurut Wakil Presiden Senior INTL FCStone, Tom Saal, laporan yang agak turun tidak banyak mengguncang sentimen pasar yang sangat positif.

“Ini sedikit turun. Namun, berita tentang Arab Saudi cukup signifikan sehingga pasar bereaksi terhadap hal itu lebih dari pada hal lainnya saat ini,” kata Saal.

2 dari 2 halaman

Pangkas Produksi Minyak

Pada Selasa pekan ini, Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih menuturkan, produksi Arab Saudi akan turun di bawah 10 juta barel per hari pada Maret.

Ini lebih dari setengah juta di bawah target yang disepakati dalam kesepakatan antara OPEC dan sekutunya. Hal ini bertujuan untuk membatasi pasokan global.

The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) mengatakan telah memangkas produksi hampir 800 ribu barel per hari pada Januari menjadi 30,81 juta barel per hari. Arab Saudi pun bertanggung jawab atas sebagian besar pengurangan itu.

“Ini fakta kalau ekonomi dunia kehilangan momentum di tengah sejumlah besar risiko penurunan termasuk ketegangan perdagangan AS dan China yang masih berlangsung dan ketidakpastian politik,” ujar PVM Oil Associates, Stephen Brennock.

Pembatasan AS di sektor energi Venezuela harus menghapus 300 ribu barel per hari dalam pasokan pada tahun ini. Hal itu berdasarkan Goldmand Sachs.

Harga minyak telah naik 20 persen sepanjang 2019. Akan tetapi, sebagian besar kenaikan itu terjadi pada awal Januari sebelum pengenaan sanksi AS terhadap sektor energi Venezuela.

Pasokan minyak global tetap dipasok dengan baik. Badan Energi Internasional mengatakan, kalau laporan pasar bulanan dan produksi masih harus melebihi permintaan pada 2019.

“Harga minyak tidak meningkat secara mengkhawatirkan karena pasar masih bekerja dari surplus yang dibangun pada paruh kedua 2018,” tulis EIA.

“Dalam hal kuantitas, pada 2019, AS akan meningkatkan produksi minyak mentah lebih dari produksi Venezuela saat ini. Dalam hal kualitas, lebih rumit, masalah kualitas,” ujar dia.

Produksi minyak mentah AS akan tumbuh 1,45 juta barel per hari pada 2019. Kemudian tahun depan sekitar 790 ribu barel sehingga mencapai 13 juta barel per hari pada 2020.

Adapun pertumbuhan yang dipimpin oleh produksi minyak AS telah membangun persediaan global untuk produksi minyak mentah dan olahan.


Saksikan video pilihan di bawah ini:


Malaysia Gagalkan Penyelundupan 30 Ton Trenggiling untuk Obat Tradisional

Liputan6.com, Kuala Lumpur – Pihak berwenang Malaysia mencatatkan rekor penyitaan sekitar 30 ton trenggiling, yang diperkirakan bernilai US$ 2 juta, atau setara Rp 28 miliar.

Dikutip dari Channel News Asia pada Selasa (12/2/2019), penyitaan tersebut meliputi sekitar 1.800 kotak penuh trenggiling beku, yang dimasukkan ke dalam tiga unit freezer berukuran besar.

Selain itu, ditemukan pula 572 ekor trenggiling sangat beku pada enam unit freezer berukuran sedang. Sebanyak 61 ekor lainnya disita dalam kondisi hidup di kandang-kandang sempit.

Pihak bea cukai Malaysia juga menemukan sebanyak 361 kilogram pangolin, alias produk obat-obatan khas Tiongkok dari bahan baku trenggiling.

Penyitaan besar-besaran ini bermula dari sebuah petunjuk pada penggrebekan sebuah pabrik dan gudang pengolahan trenggiling di negara bagian Sabah, pada Kamis pekan lalu.

Menurut kepala polisi setempat, Omah Mammah, seorang pria berusia 35 tahun ditangkap, karena diduga bertanggung jawab atas operasional pabrik dan gudang terkait, sekaligus menyimpan kunci terhadap sindikat penjualan hewan ilegal.

Diyakini bahwa praktik penyelundupan trenggiling ini telah berjalan selama hampir satu dekade terakhir, di mana hal itu diduga kuat berasal dari transaksi dengan pemburu liar, untuk kemudian didistribusikan di Malaysia via pasar gelap.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Mamalia Langka yang Banyak Diperdagangkan

Saat ini, sebagian besar negara di Asia Tenggara tengah berjuang bersama memberantas perburuan liar dan penyelundupan trenggiling, mamalia langka yang paling banyak diperdagangkan di dunia.

Makhluk yang sangat terancam punah, juga dikenal sebagai trenggiling bersisik, telah lama menjadi target buruan karena bagian tubuh mereka dianggap berkhasiat dalam pengobatan tradisional Tiongkok.

Di beberapa masyarakat negara Asia Timur lainnya, seperti Vietnam Korea, daging trenggiling juga kerap dianggap sebagai bahan makanan lezat, yang merepresentasikan prestise dan kemakmuran.

Sebelumnya, Malaysia sering menggagalkan upaya penyelundupan trenggiling dari dan ke luar negeri, namun dalam skala yang jauh lebih kecil. Baru sekarang, Negeri Jiran berhasil mengungkapnya secara besar-besaran.

“Temuan ini menyiratkan bahwa populasi trenggiling bisa jadi dalam kondisi mengkhawatirkan, mengingat fakta bahwa permintaan akan satwa dilindungi tersebut tetap tinggi. Saya harap bukan hanya menyita, namun juga memberantas hingga ke akar masalahnya di hulu,” ujar Kanitha Krishnasamy, salah seorang pimpinan Traffic, lembaga sosial yang memantau risiko penyelundupan di Asia Tenggara.

Menebak Kekhawatiran Sri Mulyani soal GoPay & Ovo

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani mulai memberikan perhatian khusus kepada perusahaan penyedia jasa pembayaran digital seperti Ovo dan GoPay. Bahkan dirinya meminta seluruh pegawai Kementerian Keuangan mempelajari tentang teknologi keuangan digital itu.

Menurut Sri Mulyani, perkembangan pembayaran qr code di Indonesia begitu pesat. Oleh karena itu Kementerian Keuangan harus menguasai industri tersebut agar bisa membuat kebijakannya.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, kekhawatiran Sri Mulyani itu berkaitan dengan potensi pajak dari transaksi online atau digital.

“Potensi ke depan cukup besar sementara metode dan regulasi pajaknya masih konvensional,” ujarnya kepada detikFinance, Selasa (12/2/2019).
Jika pemerintah tidak melakukan perubahan dari sisi regulasi perpajakan, menurut Bhima penerimaan negara nantinya akan tidak optimal. Apalagi sekarang masyarakat Indonesia mulai terbiasa denga transaksi digital.

Selain itu Bhima menilai, Sri Mulyani juga mengkhawatirkan adanya transfer pricing dan penghindaran pajak melalui transfer uang secara digital.

“Teknologi berubah modus penghindaran pajak jg makin beragam,” tambahnya.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta kepada seluruh pejabat dan pegawai Kementerian Keuangan untuk menyesuaikan perkembangan teknologi dalam menentukan suatu kebijakan ke depannya.

Sri Mulyani menyebutkan bahwa sekarang ini terdapat teknologi pembayaran digital seperti Go-Pay dan Ovo.

“Kita harus memahami ini, mengantisipasi, mengelola, memanage, memanfaatkan. Kalau tidak kita ketinggalan. Ini tanggung jawab yang berat,” kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/2/2019). (das/dna)

10 Wisata Populer Ini Ditutup Akibat Ulah Manusia, Salah Satunya di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Di era digital yang serba dimudahkan dalam mengakses segala hal, membuat orang-orang hanya cukup memantau memantau media sosial untuk update berita terbaru tentang berbagai hal.

Begitu juga saat kamu ingin mengetahui informasi tentang tempat wisata baik yang ada di luar maupun dalam negeri.

Biasanya, sebelum mengunjungi tempat wisata kamu akan mencari referensinya di berbagai media sosial terkait tempat wisata yang ingin kamu kunjungi.

Namun, dengan mudahnya mencari informasi tentang tempat wisata tersebut, tak diimbangi dengan pengunjung yang sebaiknya menjaga serta melestarikan tempat wisata tersebut agar tetap terjaga dengan baik.

Saat ini, tanpa disadari banyak tempat wisata populer di dunia ini hilang karena rusak dan hancur.

Berikut Liputan6.com, Selasa (12/2/2019) telah merangkum dari Brightside beberapa tempat terkenal yang sekarang sudah ditutup akibat ulah pengunjungnya.

2 dari 11 halaman

1. Maya Bay, Phi Phi Island, Thailand

Tempat ini menjadi populer di kalangan wisatawan karena film The Beach yang diperankan oleh Leonardo DiCaprio.

Sejak saat itu, sekitar 5.000 orang datang ke Pulau Phi Phi ini per tahunnya. Akibatnya, lingkungan mulai tercemar karena banyak turis yang tak menjaga lingkungan. Pada Juni 2018, Maya Bay resmi ditutup untuk perbaikan dan rehabilitasi alam.

3 dari 11 halaman

2. Terumbu Karang di Christmas Island, Australia

Hanya dalam waktu 10 bulan saja, sekitar 90 persen terumbu karang di sini sudah hancur. Hal ini diakibatkan oleh panas dari global warming yang disebabkan oleh manusia.

4 dari 11 halaman

3. Air Terjun Guaira di Perbatasan Brasil – Paraguay

Air Terjun Guaira merupakan air terjun terkeren di dunia. Namun lambat laun terkikis menjadi waduk yang disebabkan adanya pembangunan bendungan pembangkit listrik tenaga air, sedangkan batu-batu air terjun di sana hancur karena ledakan dinamit.

5 dari 11 halaman

4. Gua Altamira di Spanyol

Gua prasejarah yang menampilkan gambar dan lukisan ini ditutup untuk pengunjung pada tahun 2002. Banyaknya lukisan yang rusak dan berjamur yang disebabkan oleh karbon dioksida dan uap air dari napas para pengunjung.

6 dari 11 halaman

5. Karang di Raja Ampat, Indonesia

Terumbu karang seluas 1.600 meter persegi ini rusak karena dihantam kapal pesiar pada tahun 2017. Dibutuhkan waktu puluhan tahun untuk pemulihannya.

7 dari 11 halaman

6. Gletser Chacaltaya di Bolivia

Bongkahan es batu ini terbentuk dari 18.000 tahun yang lalu dan merupakan salah satu yang tertinggi di Amerika Selatan.

Namun sejak tahun 1980, wilayah ini mulai mencair dengan cepat dan pada tahun 2009, bongkahan es menghilang sepenuhnya akibat pemanasan global

8 dari 11 halaman

7. Danau Poopo, Bolivia

Pada tahun 2016, danau Poopo dikabarkan mongering dikarenakan perubahan iklim dan pengembangan pertanian dan pertambangan yang ada di sekitarnya.

Ini merupakan kali kedua danau Poopo mongering. Sebelumnya, danau ini mongering pada tahun 1994 namun kembali terisi karena air hujan.

9 dari 11 halaman

8. Wedding Cake Rock, Australia

Bukit berbatuan ini menjadi sangat populer pada tahun 2015 dan harus ditutup karena kekhawatiran tentang stabilitas tempatnya yang kurang kokoh.

Namun penutupan, ancaman denda, dan bahkan kehadiran polisi tidak bisa mencegah wisatawan melompati pagar hanya karena ingin berfoto di tempat yang indah ini.

10 dari 11 halaman

9. Duckbill, Oregon

Monumen batu ini merupakan objek wisata yang populer hingga 29 Agustus 2016. Namun sekelompok orang menghancurkan monument alam ini karena sebelumnya ada seseorang teman yang terluka di sana.

11 dari 11 halaman

10. Pont des Arts, Paris

Jembatan yang dikenal karena gembok cinta ini memiliki berat totalnya sekitar 45 ton. Pemerintah setempat mengkhawatirkan keadaan sungai Seine karena banyaknya kunci gembok yang dilemparkan ke dalamnya.

Khawatir juga kalau jembatan akan roboh karena beban dari banyaknya gembok di sana. Akhirnya, pemerintah setempat pun melepas puluhan ribu gembok dan memasang panel kaca, sehingga orang tidak bisa lagi mengunci gembok cinta di sana.

Rencana Pensiun Masyarakat RI Mulai dari Wirausaha hingga Terima Bantuan Anak

Liputan6.com, Jakarta – Sebanyak 68 persen responden dalam survei HSBC menyebutkan ingin masa tua yang nyaman. Akan tetapi, hanya 30 persen saja yang sadar dan tergerak berinvestasi untuk masa pensiun.

Hal itu ditunjukkan dalam laporan survei HSBC bertajuk Future of Retirement, Bridging the Gap.

Head of Wealth Management PT Bank HSBC Indonesia,  Steven Suryana mengatakan, kesenjangan ini mengakibatkan mayoritas responden survei memiliki kekhawatiran akan mandiri secara keuangan saat masa pensiunnya nanti.

Itu seperti sebesar 86 persen khawatir akan dapat hidup dengan nyaman, 83 persen khawatir akan meningkatnya kebutuhan biaya kesehatan, dan 77 persen khawatir akan kehabisan dana pensiun. 

“Masa pensiun merupakan saat seseorang idealnya menikmati masa istirahat bersama keluarga setelah bertahun-tahun bekerja. Namun hal ini harus direncanakan dengan matang sedari dini. Sayangnya kesadaran ini biasanya timbul saat kita sudah mendekati masa pensiun,” ujar dia di Jakarta Selatan, Selasa (12/2/2019).

Dia menambahkan, masa pensiun di Indonesia saat ini seringkali diasosiasikan dengan waktu untuk bermain dan merawat cucu.

Namun, survei HSBC menunjukkan 2/3 responden usia kerja menyatakan akan lanjut bekerja setelah pensiun.

Itu antara lain seperti memulai berwirausaha (54 persen), sedangkan sisanya memilih untuk mengandalkan kebutuhan sehari-hari dari hasil tabungan (29 persen), kembali mencari pekerjaan (25 persen), serta membangun kos-kosan atau menyewakan rumah (19 persen). 

“Yang juga mengkhawatirkan adalah lebih dari 3/4 responden usia kerja mengharapkan anaknya akan membantu mereka di masa pensiun. Sedangkan kenyataannya saat ini hanya kurang dari 1/3 responden usia pensiun menerima bantuan dari anaknya,” ujar dia.

2 dari 2 halaman

Sumber Dana Lain

Sementara itu, lanjut dia, beberapa sumber dana lain yang diharapkan menopang masa pensiun seperti tunjangan dari tempat kerja, atau tabungan akan semakin berkurang seiring dengan bertambah tua usia. 

Oleh sebab itu, dia menjelaskan pentingnya untuk seseorang memvisualisasikan masa pensiun kelak sedari sekarang. 

“Dengan memiliki visi masa pensiun yang jelas, bersama mitra keuangan yang tepat, persiapan pensiun dapat dilakukan dengan efektif, menggunakan beragam instrumen yang sesuai dengan profil risiko yang kita miliki,” kata dia.

Sebagai informasi, survei HSBC bertajuk Future of Retirement Bridging the Gap ini menyasar 1.050 responden di Indonesia yang menunjukkan masih minimnya kesiapan pensiun di kalangan usia kerja.

Meski memiliki penghasilan tetap per bulannya, sebanyak 9 dari 10 menyatakan kekhawatiran mereka untuk menutup beragam biaya di masa pensiunnya. 


 Saksikan video pilihan di bawah ini: