Astrid Tiar Ajarkan Anak Main Hujan-hujanan

Liputan6.com, Jakarta – Astrid Tiar menginginkan momen berharga bersama anak-anaknya. Dan ia memulai dengan hal yang kecil.

Bagi Astrid Tiar, bisa membahagiakan anak-anaknya tak melulu dengan pergi ke mal atau tempat wisata.

“Sebagai ibu bagaimana berkreasi menciptakan momen sama keluarga saya di rumah. Dari hal-hal kecil saja. Momen terakhir banget itu aku hujan-hujanan bareng anak-anak, ungkap Astrid Tiar, di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Astrid Tiar, mengaku ia tak khawatir anak-anaknya sakit akibat mandi hujan. Lantaran usai bermain, mereka langsung mandi.

2 dari 3 halaman

Takut

Awalnya, kedua buah hati Astrid Tiar takut bermain hujan-hujanan. Namun, setelah dibujuk dengan penjelasan sederhana keduanya pelan-pelan mencobanya.

“Kok anakku takut hujan. Aku bilang, ‘Hujan itu enggak galak, enggak menyakitkan, asal habis hujan-hujanan enggak kering di badan’,” tambahnya.

3 dari 3 halaman

Ketagihan

Dan kini, anak-anak Astrid Tiar justru ketagihan mandi hujan lagi. Sampai-sampai mereka merengek untuk mandi hujan, padahal tak sedang turun hujan.

“Aku ambil selang, mari hujan-hujanan. Itu sangat langka zaman now. Orang pasti ke mal, water park, it’s ok tapi enggak melulu. Bahagia itu sederhana,” papar Astrid Tiar. (Antaranews.com)

PKS dan Gerindra Serahkan 2 Nama Cawagub DKI ke Anies Baswedan Hari Ini

Liputan6.com, Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra menyampaikan dua nama calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta kepada Gubernur Anies Baswedan untuk dilanjutkan ke Pimpinan DPRD DKI Jakarta. Dua nama cawagub tersebut adalah Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta, Sakhir Purnomo, yang mewakili Pimpinan PKS dan Gerindra DKI Jakarta, sudah menyampaikan surat ajuan tersebut melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Saefullah.

“Pemberkasan sudah selesai semua, Alhamdulillah, dan sudah diterima Sekda Pak Saefullah,” ujar Sakhir di Balai Kota, Jakarta, Jum’at (1/3/2019).

Sakhir mengatakan, dua nama tersebut juga sudah ditandatangani oleh kedua partai pengusung, baik di tingkat Pusat maupun Provinsi. Selain itu, saat menyampaikan surat tersebut, Sakhir menjelaskan bahwa Anies Baswedan berhalangan menerima dikarenakan sedang ada agenda penting lainnya.

“Kami memohon doa dan dukungan seluruh warga Jakarta, semoga Allah memudahkan proses-proses berikutnya hingga pelantikan dan pelaksanaan tugas Wakil Gubernur definitif kedepannya,” tandas Sakhir.

2 dari 3 halaman

Imbangi Kelemahan Anies Baswedan

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta Syarif menyebut tim panelis fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan calon Wakil Gubernur (cawagub) DKI, menginginkan sosok yang dapat mengimbangi Anies Baswedan.

“Peran wagub akan mengisi kelemahan gubernur selama ini,” kata Syarif saat dihubungi, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Para cawagub DKI sebelumnya harus menjalani uji kepatutan dan kelayakan. Saat fit and proper test tim panelis menghadirkan sejumlah tokoh, mulai dari pengamat hingga akademisi. Kata Syarif, hal itu guna meminta masukan mengenai isu yang ditanyakan kepada cawagub.

Syarif menyebut beberapa isu itu yakni mengenai perencanaan dan penyerapan APBD DKI, kebijakan percepatan pembangunan dan aspirasi kalangan pengusaha dan pelaku UMKM terutama PKL.

“Selanjutnya, polarelasi politik partai dan konflik tata ruang dan lingkungan hidup serta pengentasan kemiskinan,” ucap dia.

Oleh karena itu, dia menilai nantinya, wagub terpilih banyak memikul beban sebagai eksekutor.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Trump Kabarkan Hasil Pertemuan dengan Kim ke Presiden Korsel-PM Jepang

Jakarta – Usai pertemuan yang berakhir tanpa hasil dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertolak ke Washington. Dalam perjalanan udaranya, Trump berbicara melalui sambungan telepon dengan pemimpin Jepang dan Korea Selatan.

Dilansir AFP, Jumat (1/3/2019), juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan kepada reporter yang ikut dalam perjalanan Trump menggunakan Air Force One bahwa pembicaraan itu berlangsung berlangsung masing-masing 15 menit. Trump berbicara dengan PM Jepang Shinzo Abe dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

“Dia memberikan mereka kabar terbaru tentang pertemuan itu,” kata Sanders.


“Dia mengatakan kepada mereka bahwa dia akan melanjutkan pembicaraan,” imbuh Sanders.

Pertemuan Trump dengan Kim berakhir lebih cepat dari yang semula direncanakan. Padahal pertemuan tersebut semula dimaksudkan menindaklanjuti pertemuan pertama bersejarah mereka di Singapura pada 2018.

Setelah pertemuan, Trump mengumbar alasan tidak ada kesepakatan antara dia dan Kim. Salah satu alasannya, Kim meminta AS meniadakan sanksi-sanksi yang dijatuhkan kepada Korut.

“Pada dasarnya, mereka menginginkan sanksi-sanksi dicabut secara keseluruhan, dan kita tak bisa melakukan itu,” kata Trump dalam konferensi pers seusai pertemuan, seperti dilansir CNN, Kamis (28/2/2019).
(gbr/tsa)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cegah Sakit Saat Berhubungan Seks, Foreplay Kuncinya

Liputan6.com, Jakarta Banyak wanita mengeluh kesakitan saat berhubungan seks. Untuk mengatasinya, satu hal yang perlu diperhatikan untuk mengurangi perasaan tersebut sebenarnya hanyalah pemanasan atau foreplay.

Ginekolog Jen Gunter mengatakan pada New York Times bahwa ada beberapa kemungkinan penyebab aktivitas seksual terasa menyakitkan. Di sini foreplay memainkan peran dalam mengurangi rasa sakit, serta mempersiapkan tubuh untuk berhubungan seksual dan meningkatkan gairah seksnya.

“Walaupun foreplay jarang menyembuhkan seks yang menyakitkan, kebanyakan orang sesungguhnya menginginkan lebih dari yang mereka dapatkan, jadi menggandakan foreplay adalah seks yang bersih dan yang paling penting, menyenangkan,” kata Gunter.

Selama ini, orang-orang menganggap foreplay hanyalah tentang ciuman, petting, atau memainkan payudara selain penetrasi. Walaupun begitu, pakar seks Tammy Nelson menyatakan bahwa seluruh aktivitas seksual yang dilakukan sebelum “sajian utama” bisa dianggap sebagai foreplay.

Seperti dikutip dari Your Tango pada Kamis (28/2/2019), Nelson menyatakan bahwa foreplay adalah stimulasi erotis yang terjadi sebelum hubungan seksual. Sayangnya, suami seringkali tidak terlalu menganggap hal ini penting. 


Simak juga video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Segala macam stimulasi erotis

“Foreplay seringkali diremehkan dan diabaikan. Biasanya, pria heteroseksual terlalu bersemangat untuk melakukan penetrasi seks karena fisiologi mereka menyebabkan tubuh jauh lebih siap untuk berhubungan seks lebih cepat daripada wanita,” tulis Nelson.

Dia menambahkan, dibutuhkan hingga 45 menit stimulasi erotis bagi tubuh wanita untuk siap menerima penetrasi. Jika tidak siap, pasangan akan merasa tidak nyaman dan sulit untuk orgasme.

“Jaringan wanita berubah selama fase bergairah untuk memungkinkan alat kelaminnya memanas dan melepaskan pelumasan alami agar dia bisa menerima penetrasi dengan baik.”

“Jika tubuhnya tidak diberikan waktu yang cukup untuk mempersiapkan aktivitas itu, maka rasa sakit dan terkadang, kerusakan pada jaringan vagina bisa terjadi,” tambah Nelson.

Karena itu, foreplay yang lebih panjang memungkinkan tubuh wanita mengalami transformasi yang dibutuhkan untuk menerima penetrasi yang baik. Sehingga, Nelson menyarankan Anda untuk tahu apa yang dibutuhkan pasangan agar dia bergairah.

“Namun, foreplay tidak menyembuhkan semua rasa sakit seksual, jadi pastikan terus untuk memeriksa pasangan Anda dan cari bantuan tambahan jika sakit berlanjut, bahkan jika sudah cukup foreplay,” tambah Nelson.

Antiklimaks Pertemuan Trump dan Kim Jong

Jakarta – Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un di Hanoi, Vietnam, antiklimaks. Pertemuan tersebut seolah menjadi hambar karena kedua belah pihak tidak menyepakati kesepakatan apapun.

Pertemuan Trump dan Kim berakhir lebih cepat dari yang semula direncanakan. Padahal pertemuan tersebut semula dimaksudkan untuk menindaklanjuti pertemuan pertama bersejarah mereka di Singapura 2018 lalu.

Momen pertemuan Trump dan Kim.Momen pertemuan Trump dan Kim. Foto: CNN

Setelah pertemuan Trump mengumbar alasan tidak ada kesepakatan antara dia dan Kim. Salah satu alasannya karena Kim meminta AS meniadakan sanksi-sanksi yang dijatuhkan kepada Korut.

“Pada dasarnya, mereka menginginkan sanksi-sanksi dicabut secara keseluruhan, dan kita tak bisa melakukan itu,” kata Trump dalam konferensi pers usai pertemuan, seperti dilansir media CNN, Kamis (28/2/2019).

Trump mengatakan bahwa dirinya memiliki ‘waktu yang sangat produktif’ selama diskusi dengan Kim. Namun, dikatakan Trump, bahwa tak ada hal yang harus ditandatangani.

“Kami memiliki sejumlah opsi namun saat ini kami memutuskan untuk tidak melakukan satupun dari opsi-opsi tersebut,” tutur Trump.

Pertemuan tertutup Trump dan Kim diketahui juga membahas mengenai denuklirisasi. Namun, kesepakatan tak terjalin di antara dua pimpinan itu.

Kim sendiri menyampaikan keseriusannya untuk mencapai kesepakatan denuklirisasi dengan. Menurut Kim, kehadirannya di Hanoi merupakan bentuk keseriusan.

“Jika saya tidak bersedia melakukan itu, saya tak akan ada di sini sekarang,” ujar Kim melalui seorang penterjemah seperti dilansir media CNN, Kamis (28/2).

Meskipun tanpa hasil, Trump nampak mengapresiasi pertemuan dengan Kim. Trump mengatakan, dia dan Kim ‘saling menyukai’.

“Kami saling menyukai.. ada kehangatan di antara kami dan saya berharap itu tetap ada, saya pikir akan tetap ada,” terang Trump.

Diketahui, pertemuan puncak yang jadi sorotan dunia di Hanoi antara Trump dan Kim guna membahas penghentian uji coba senjata nuklir dan peluru kendali jarak jauh. Namun, seperti diketahui tak ada hasil konkret dari pembicaraan mereka.
(zak/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Twitter Dituntut BlackBerry, Gara-gara Apa?

JakartaBlackBerry menggali ‘kekayaan’ dari berbagai paten yang dimilikinya. Kali ini, Twitter menjadi sasarannya.

Dalam tuntutan yang didaftarkan ke pengadilan wilayah California pusat, BlackBerry mengklaim bahwa Twitter secara tidak sah mengasimilasikan sistem pesan mobile miiknya ke sejumlah layanan termasuk aplikasi Twitter dan iklan Twitter.

Dikutip dari Neowin, Kamis (28/2/2019), teknologi yang diduga dilanggar, melibatkan fitur olah pesan yang membantu merampingkan banjir notifikasi dan teknik yang mengatur ulang indikator pesan ketika penerima membaca pesan.

BlackBerry juga menuding Twitter mengkooptasi teknologinya untuk menentukan apakah penerima telah membaca pesan dalam percakapan atau belum, dan menggunakan sistem untuk memungkinkan satu atau lebih pengguna melihat konten informasi melalui server hub data.

Secara umum, gugatan tersebut mencakup isu penggunaan teknik penargetan iklan milik BlackBerry, berdasarkan demografi pengguna, minat, dan data lokasi perangkat seluler

Mantan penguasa pasar ponsel ini menginginkan media sosial yang dipimpin Jack Dorsey ini mengkompensasi kerugian yang mungkin dialami BlackBerry akibat penggunaan paten ini.

Ini bukan pertama kalinya BlackBerry menyasar layanan media sosial yang diduga menyontek teknologinya. Sebelumnya, BlackBerry juga menuntut Facebook atas pelanggaran paten terkait teknologi pengiriman pesna miliknya. (rns/krs)

Pertemuan dengan Kim Berakhir Tanpa Hasil, Trump Tinggalkan Hanoi

HanoiPresiden Amerika Serikat Donald Trump langsung bertolak meninggalkan Hanoi, Vietnam usai berakhirnya pertemuan puncak dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un. Pertemuan yang dinanti banyak pihak tersebut berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan mengenai denuklirisasi.

“Saya akan naik ke pesawat dan terbang kembali ke tempat yang indah bernama Washington, DC,” kata Trump kepada para wartawan sebelum menaiki pesawat kepresidenan Air Force One pada Kamis sore, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (28/2/2019).

Pertemuan puncak antara Trump dan Kim berakhir mendadak tanpa menghasilkan kesepakatan denuklirisasi. Kepada para wartawan, Trump menjelaskan bahwa kegagalan pertemuan tersebut adalah karena sanksi-sanksi AS terhadap Korut.

“Pada dasarnya, mereka menginginkan sanksi-sanksi dicabut secara keseluruhan, dan kita tak bisa melakukan itu,” kata Trump dalam konferensi pers usai pertemuan tertutup dengan Kim yang berakhir lebih cepat dari rencana.
“Kita belum menyerah akan apapun,” ujar Trump seraya menambahkan bahwa dirinya menantikan pertemuan kembali dengan Korut di masa mendatang. “Mereka memiliki potensi yang luar biasa, sulit dipercaya,” imbuhnya.

“Dia ingin denuklirisasi, tapi dia hanya ingin melakukan area yang kurang penting dari apa yang kita inginkan,” kata Trump mengenai Kim Jong-Un.

Sebelum memulai pertemuan puncak tersebut, Trump mengatakan bahwa dirinya tak ingin terburu-buru untuk mencapai kesepakatan.

“Kita akan lihat, tak perlu terburu-buru, kita ingin melakukan kesepakatan yang tepat,” ujar Trump saat duduk di samping Kim di hotel mewah Metropole di Hanoi, sebelum pertemuan dengan Kim dimulai.

“Saya telah banyak mengatakan sejak awal bahwa kecepatan tidaklah penting bagi saya,” tutur Trump. “Kecepatan tidak penting bagi saya. Apa yang penting adalah bahwa kita melakukan kesepakatan yang tepat,” imbuhnya seperti dilansir CNN, Kamis (28/2/2019).

Adapun Kim Jong-Un mengatakan bahwa dirinya “akan melakukan yang terbaik untuk mencapai hasil yang pada akhirnya hebat, bagus.”

(ita/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Berakhir Mendadak Tanpa Kesepakatan, KTT Trump-Kim Kurang Persiapan

Hanoi – Pertemuan puncak antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-Un di Hanoi, Vietnam berakhir mendadak tanpa mencapai kesepakatan apapun.

Pertemuan kedua pemimpin itu berakhir lebih cepat dari yang semula direncanakan. Padahal pertemuan tersebut semula dimaksudkan untuk menindaklanjuti pertemuan pertama bersejarah mereka di Singapura tahun lalu. Namun keduanya gagal menjembatani perbedaan di antara mereka sehingga tidak bisa menandatangani pernyataan bersama seperti yang semula direncanakan.

Seorang mantan diplomat AS, Joseph Yun mengatakan, berakhirnya KTT Trump-Kim di Hanoi secara mendadak tersebut menunjukkan kurangnya persiapan.

“Anda tahu, saya sudah datang ke banyak pertemuan puncak. Biasanya itu melibatkan begitu banyak pekerjaan di tingkat kerja dan pada kenyataannya kesepakatan adalah kesimpulan yang sudah pasti,” tutur Yun, mantan diplomat AS mengenai isu Korut seperti dilansir media CNN, Kamis (28/2/2019).

“Kali ini kita melihat sangat sedikit persiapan dan saya khawatir tentang itu. Dan kita berbicara tentang Singapura tidak memiliki substansi tetapi setidaknya Singapura akan meletakkan dasar. Jadi kita melihat sesuatu. Dan seperti yang Anda tunjukkan, pemerintah kami menurunkan standar setiap hari namun mereka tidak dapat memenuhi itu,” imbuh Yun.

Sebelumnya Trump mengatakan, kegagalan pertemuan dengan Kim tersebut pada akhirnya adalah mengenai sanksi-sanksi. “Pada dasarnya, mereka menginginkan sanksi-sanksi dicabut secara keseluruhan, dan kita tak bisa melakukan itu,” kata Trump dalam konferensi pers usai pertemuan tertutup dengan Kim hari ini.

“Kita belum menyerah akan apapun,” ujar Trump seraya menambahkan bahwa dirinya menantikan pertemuan kembali dengan Korut di masa mendatang. “Mereka memiliki potensi yang luar biasa, sulit dipercaya,” imbuhnya seperti dilansir media CNN.

“Dia ingin denuklirisasi, tapi dia hanya ingin melakukan area yang kurang penting dari apa yang kita inginkan,” kata Trump mengenai Kim Jong-Un.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa Kim tidak siap untuk memenuhi tuntutan-tuntan AS.

“Kami tidak mendapatkan hal yang masuk akal bagi Amerika Serikat. Saya pikir Ketua Kim berharap bahwa kami akan melakukannya. Kami memintanya untuk melakukan lebih banyak. Dia tidak siap untuk melakukan itu. Tapi saya masih optimis,” tandas Pompeo.
(ita/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sidang Perdana Ratna Sarumpaet, Wasekjen Gerindra Terlihat di PN Jaksel

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal Andre Rosiade tampak terlihat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan saat sidang perdana Ratna Sarumpaet. Namun, dia menyangkal kedatangannya untuk menghadiri sidang Ratna.

“Gue enggak ada urusan sama mak lampir, ada urusan lain,” katanya, Kamis (28/02/2019).

Urusan tersebut, kata Andre, adalah persoalan perusahaan. Namun, dia tidak menyebutkan secara gamblang persoalan apa yang dimaksud.

Kendati tidak menghadiri persidangan Ratna Sarumpaet, Andre menyebut pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menginginkan pelaku kasus Ratna segera ditemukan. Dia menyatakan kalau pihaknya adalah korban hoaks Ratna.

“Sidang ini kan dihubung-hubungkan dengan kita nih, yang pasti kan kami (BPN) korban,” ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Akui Salah

Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet mengakui kesalahan di hadapan majelis hakim saat sidang perdana kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Saya ingin menyampaikan sebagai warga negara yang harus berhadapan dengan pengadilan. Pengalaman dari saya ditangkap dan apa yang saya ketahui baik melalui bacaan saya betul melakukan kesalahan,” ucap Ratna, Kamis (28/2/2019).

Meski begitu, Ratna Sarumpaet merasa ada beberapa poin yang tidak sesuai fakta. Dia melihat kasusnya bernuasa politik.

“Yang terjadi di lapangan dan terjadi peristiwa penyidikan ada ketegangan bahwa memang ini politik,” ucap dia.

Karenanya Ratna berharap majelis hakim mengutamakan keadilan dibandingkan kekuasaan.

“Dengan semua unsur yang ada di sini, marilah menjadi hero untuk bangsa ini. Bukan untuk saya. Tapi di atas segalanya hukum bukan untuk kekuasaan,” tutup dia.

Dalam dakwaannya, jaksa menyatakan Ratna Sarumpaet dinilai telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

“Akibat rangkaian cerita seolah-olah memar disertai foto-foto wajah dan kondisi lebam mengakibatkan kegaduhan, keonaran di masyarakat baik di media sosial dan terjadi unjuk rasa,” ungkap jaksa, Kamis (28/2/2019).

Perbuatan Ratna Sarumpaet, sambung Jaksa, dengan mengaku menjadi korban penganiayaan disertai kata-kata dan pemberitahuan kepada banyak orang ternyata berita bohong tersebut telah mencipatakan pro dan kontra di kelompok masyarkat.

“Perbuatan terdakwa (Ratna Sarumpaet) itu melanggar Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),” kata jaksa.


Saksikan video pilihan berikut ini: