Jangan Ada Dendam di Antara Malaysia dan Indonesia…

Liputan6.com, Putra Jaya – Sudah jadi rahasia umum bahwa Malaysia kerap menjadi tujuan para tenaga kerja Indonesia (TKI), meski sejumlah kasus kekerasan melanda para penyumbang devisa besar untuk negara itu. Hal tersebut juga sempat membuat hubungan kedua negara tegang.

“Hubungan kita memang terkadang menjadi renggang, tapi kami tetap memerlukan TKI,” ujar Penasihat Eksekutif Editorial Sinar Harian, salah satu surat kabar terbesar di Malaysia, Abdul Jalil pada Kamis 14 Februari 2019 lalu di kantornya.

Abdul mengatakan bahwa TKI sudah banyak membantu Malaysia sejak dahulu kala. Para TKI banyak yang bekerja di bidang pertanian, perindustrian, tekstil dan juga menjadi asisten rumah tangga (ART).

Ia juga yakin pekerja WNI yang diperlakukan layak di Malaysia jumlahnya jauh lebih tinggi dari kasus kekerasan.

“Kami menentang sekali kekerasan. Kasus kekerasan terhadap TKI di sini selalu diusut ke jalur hukum. Kita tak akan melepaskan begitu saja. Tapi memang proses peradilan membutuhkan waktu,” sebut Abdul.

Salah satu kasus tersebut adalah yang menimpa Adelina Lisao, seorang TKI asal Kupang. Kasus tahun 2018 itu sempat menjadi sorotan global karena pahlawan devisa itu diketahui dipaksa majikannya untuk tidur di samping seekor anjing di area garasi rumah.

“Proses peradilan kasus kematian TKI yang di Penang (Adelina Lisao) masih berjalan di mahkamah hingga saat ini. Majikannya sudah diproses hukum, jangan bimbang,” tutur Abdul.

Menurut Abdul, saat ini ada sekitar dua juta buruh migran di Malaysia, yang mayoritasnya berasal dari Indonesia dan Kamboja. Ia meminta secara khusus kepada Indonesia sebagai tetangga dekat Malaysia untuk tetap berhubungan baik. “Kita ini serumpun. Jangan ada dendam di antara kita,” ucap Abdul.

Ia pun menceritakan bahwa telah memiliki asisten rumah tangga dari Semarang, Indonesia sejak 28 tahun terakhir.

“Mbak Sumi ini sudah menjadi bagian dari keluarga saya. Dia mendidik anak saya, mengajar anak saya mengaji, Bahkan saya dan keluarga pernah dua hingga tiga kali ke kampung dia di Semarang,” ungkap dia.

Abdul menuturkan bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia akan terus berjalan baik meski terkendala gesekan kasus kekerasan terhadap sejumlah TKI di negaranya.

“Saya sudah lama berhubungan dengan Indonesia. Kita ada hubungan yang akrab, Ada hubungan akrab ada G2G (government to government), P2P (people to people), B2B (business to business). Malaysia dan Indonesia ini sebenarnya serumpun.”

“Dengan badan-badan seperti Iswami ini. Dia menjadikan hiubungan kita lebih akrab. Jangan ada dendam di antara kita,” tegas Abdul.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Akses Pendidikan untuk Anak-Anak TKI

Sementara itu, pemerintah RI dan Malaysia telah menyepakati berbagai upaya peningkatan perlindungan dan hak tenaga kerja Indonesia (TKI) di Negeri Jiran.

Hal itu diutarakan oleh menteri luar negeri kedua negara, Menlu RI Retno Marsudi dan Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Senin 23 Juli 2018.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian oleh kedua menteri adalah mengenai pentingnya akses pendidikan terhadap anak-anak TKI yang ikut merantau bersama orang tuanya yang bekerja di Negeri Jiran.

“Saya mengapresiasi atas perubahan kebijakan pemerintahan Malaysia saat ini yang menekankan pentingnya akses pendidikan kepada semua orang, termasuk anak-anak TKI di Malaysia,” kata Menlu Retno.

Pada gilirannya, Menlu Saifuddin menjelaskan bahwa Indonesia-Malaysia akan bekerja sama menambah fasilitas pendidikan dan komunitas pembelajaran baru di Sabah. Sebelumnya, kedua pemerintah telah bekerjasama membangun fasilitas serupa di Kuala Lumpur dan Johor.

“Kami akan menindaklanjuti permintaan Indonesia terkait pembangunan sekolah di Sabah,” kata Saifuddin.

Kedua menteri menegaskan bahwa tim teknis dari masing-masing negara akan bertemu untuk merealisasi rencana tersebut.

Prioritas

Pada kesempatan terpisah usai pertemuan bilateral, Menlu RI Retno Marsudi menjelaskan bahwa isu perlindungan WNI dan TKI merupakan agenda prioritas kebijakan luar negeri kedua negara. Sikap tersebut pun telah diejawantahkan melalui sejumlah tindakan positif dari pemerintah Malaysia belakangan terakhir.

“Kita sangat mengapresiasi bagaimana pemerintah Malaysia sekarang sangat kooperatif dalam memberikan notifikasi dan akses kekonsuleran bagi pemerintah RI untuk menangani WNI dan TKI yang terkendala secara hukum,” kata Retno.

“Prioritas terhadap perlindungan WNI dan TKI ini merupakan sebuah pergeseran kebijakan yang baik yang telah menjadi komitmen antara Tun Mahathir dan Presiden Jokowi saat keduanya bertemu di Bogor Juni lalu,” tambah Menlu RI.

Teater Boneka Papermoon Indonesia Tampil di Kota Budaya Lahore

Jakarta – KBRI Islamabad terus berupaya mempererat kerja sama bilateral serta memperkenalkan Indonesia secara luas di Pakistan. Sebagai salah satu caranya, KBRI Islamabad mendorong penampilan Teater Boneka Papermoon.

Dalam rilis yang diterima, Minggu (17/2/2019), KBRI Islamabad mendorong Teater Boneka Papermoon dari Yogyakarta menjadi bagian dalam pertunjukan bergengsi Rafi Peer Theatre Workshop yang berlangsung 3 hari sejak 15-17 Februari 2019 di kota budaya Lahore, Pakistan.

Teater Boneka Papermoon Indonesia Tampil di Kota Budaya LahoreFoto: Dok. KBRI Islamabad

Ajang pertunjukan yang bertajuk ‘International Puppet Festival’ tersebut juga diikuti oleh penampil dari Jerman, Turki, dan seniman lokal terkemuka. Sebagai tamu kehormatan, Dubes RI Iwan Suyudhie Amri menjelaskan bahwa pertunjukan wayang telah lama menjadi bagian dalam khazanah budaya Indonesia dalam menyampaikan pesan-pesan nilai luhur kemanusiaan.
“Serupa dengan wayang, penampilan boneka Papermoon dalam festival ini juga diharapkan menjadi media komunikasi antar-budaya yang dapat mendorong saling pengertian dan kerja sama kedua bangsa,” jelas Dubes Iwan.

Teater Boneka Papermoon Indonesia Tampil di Kota Budaya LahoreFoto: Dok. KBRI Islamabad

Suguhan kawula muda Indonesia yang menampilkan cerita ‘Letters to the Sky’ dengan tokoh Puno dan Tala mampu menguras emosi penonton. Pertunjukan menggambarkan secara apik kedalaman hubungan batin antara yang masih hidup dengan seseorang yang telah tiada namun memiliki arti tersendiri dalam kehidupan seseorang.

Pihak penyelenggara sangat mengapresiasi partisipasi Indonesia. Dalam perbincangan dengan KBRI, Direktur Rafi Peer Saadan Pirzada menyampaikan antusiasme untuk bekerja sama dengan KBRI menyelenggarakan workshop wayang golek dan festival film Indonesia di Pakistan.
(gbr/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Zola Bela Sikap Chelsea Terkait Hudson Odoi

Liputan6.com, London – Asisten Manajer Chelsea, Gianfranco Zola membela sikap Chelsea yang belum juga memberi menit yang bermain untuk gelandang muda Callum Hudson Odoi. Zola mengatakan, Odoi mendapatkan jatah bermain paling banyak jika dibandingkan pemain 18 tahun lainnya.

Sejauh ini, Odoi belum juga mendapatkan kesempatan jadi starter di Chelsea. Saat di Liga Europa, Odoi hanya tampil selama enam menit saja di Liga Europa melawan Malmo.

Januari lalu, Chelsea menolak tawaran 35 juta pounds dari Bayern Munchen. Zola mengatakan pihaknya tak perlu memperlakukan Odoi dengan lebih agar harganya bisa naik.

“Saya tak setuju dengan pendapat itu. Dia selalu hampir masuk ke dalam tim utama,” kata Zola seperti dikutip Sky Sports.

“Selama ada kesempatan dia bermain, terkadang sejak awal. Manajer punya banyak alasan untuk membuatnya merasa terlibat atau diinginkan.”

2 dari 2 halaman

Bela Diri

Zola mengatakan tak banyak pemain berusia 18 tahun yang mendapatkan jatah bermain seperti Odoi. Chelsea dipastikannya selalu mengapresiasi bakat Odoi.

“Dia punya masa depan cedera di klub ini. Seluruh staf pelatih menyukai dia. Anda harus mengerti dia dikelilingi oleh pemain hebat dan Anda harus bekerja keras agar bisa lebih baik,” kata Zola.

“Itulah yang kami inginkan dari dia. Kami ingin memastikan dia terus membaik karena dia bisa menjadi lebih baik.”

Kampanye di Jatim, Sandi Sempatkan Besuk Ahmad Dhani

Sidoarjo – 10 Hari menginap di Rutan Medaeng karena kasus ‘idiot’ pencemaran nama baik, Ahmad Dhani Prasetyo mendapat kunjungan dari Sandiaga Uno.

Cawapres nomor urut 02 itu tiba di Rutan Medaeng sekitar pukul 09.40 WIB, Sabtu (16/2/2019).

Dengan memakai kaus warna biru dan bercelana krem, Sandi juga menyapa pengunjung rutan. Sesekali Sandi menerima ajak swafoto dari pengunjung.
Saat ditanya terkait kunjungannya di tengah kesibukan berkampanye di Jatim, Sandi hanya tersenyum kepada wartawan.
“Nanti saja mas setelah keluar besuk,” kata Sandi kepada wartawan usai turun dari mobil, Jumat (16/2/2019).

Dari pantauan detikcom, para pengunjung juga terlihat mengapresiasi kedatangan Sandi. Mereka menyebut-nyebut nama cawapres Prabowo tersebut.

“Mas Sandi..Mas Sandi,” teriak pengunjung yang disambut lambaian tangan Sandi.
(fat/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Joko Driyono Tersangka, Anggota DPR Minta Polri Usut Mafia Judi Bola

Jakarta – Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (Jokdri), ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan barang bukti yang terkait pengaturan skor sepakbola atau match fixing. Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Martin Hutabarat, mendorong Polri untuk turut mengusut mafia judi bola yang melatarbelakangi munculnya praktik match fixing.

“Sesudah mengusut pelaku-pelaku pengaturan skor bola ini, Polri harus segera mengusut mafia-mafia judi, yang selama ini ada di belakang mereka,” kata Martin dalam keterangannya, Jumat (15/2/2019).

Martin berpendapat jika kejahatan match fixing tidak diberantas sampai ke akar, maka tak menutup kemungkinan akan terulang di waktu yang akan datang. “Kalau hanya pelaku-pelaku pengaturan skor saja, tanpa ikut menangkap gembong-gembong mafia judi sepakbola, maka pengaturan skor akan tetap berulang dalam pertandinganpertandingan bola kita,” ujar Martin.
Martin menggambarkan kebobrokan kondisi sepakbola di Tanah Air dibanding negara-negara lain, yang menurutnya lebih minim potensi sumber daya manusia (SDM)-nya.
“Kroasia negara kecil, berpenduduk empat juta orang dan luas wilayahnya tidak sebesar Banten, bisa menjadi finalis juara sepakbola dunia tahun lalu. Negara-negara Amerika Latin yang pemain-pemain bolanya tidak berbeda jauh tingginya dengan pemain sepakbola kita seperti Maradonna, Messie dan lain-lain bisa berulangkali menjadi juara dunia,” tutur dia.

“Padahal iklim di Amerika Latin sama-sama tropis, tidak berbeda panas suhunya dengan Indonesia. Kok Indonesia yang memiliki penduduk 270 juta orang, memiliki lebih 26.000 lapangan sepakbola dan menjadikan sepakbola sebagai olahraga paling populer di Indonesia, tidak mampu mengukir prestasi ditingkat Asia Tenggara sekalipun,” sambung dia.

Terlepas dari dorongan agar mafia judi bola diberantas, Martin mengapresiasi ketegasan Polri dalam memberantas mafia bola. Dia mengungkapkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian pantas mendapatkan penghargaan atas komitmennya.

“Kita di DPR mengapresiasi gebrakan Satgas Antimafia Bola, yang telah menetapkan Plt Ketum PSSI sebagai tersangka kasus pengaturan skor. Ini sudah perjuangan yang lama di DPR, untuk mendorong agar Polri serius mengusut mafia judi yang berada di belakang praktik pengaturan
skor ini. Secara khusus kepada Kapolri Tito, patut diberikan penghargaan,” ungkap Martin.

Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola mengumumkan status Jokdri yang telah ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka pada Jumat malam. Satgas juga telah mengajukan permohonan cekal Jokdri kepada pihak Imigrasi.
(aud/knv)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Heboh Pengumuman Salat Jumat Prabowo Dianggap Politis

Jakarta – Rencana Prabowo Subianto untuk salat Jumat di Masjid Agung Semarang (MAS) menjadi heboh karena muncul isu adanya penolakan dari Takmir Masjid. Pihak Masjid sudah menegaskan tak ada pelarangan, hanya saja keberatan dengan sosialisasi Prabowo salat di MAS karena dinilai politis.

Kabar soal penolakan pihak Masjid yang biasa dikenal dengan sebutan Masjid Kauman Semarang itu beredar jelang kedatangan Prabowo yang rencananya akan salat Jumat pada Jumat (15/2). Alasannya salat Jumat yang akan diadakan oleh Prabowo itu dinilai mempolitisir ibadah dan memakai masjid untuk kepentingan politik.

Politisasi itu dapat dilihat dari upaya mengerahkan massa dan menyebar pamflet ke masyarakat agar ikut salat Jumat bersama Prabowo Subianto di masjid tersebut.

Ketua Takmir Masjid Agung Semarang, KH Hanief Ismail membantah pihaknya melarang Prabowo datang. Ia menyatakan hanya keberatan karena adanya pamflet yang dipasang di sekitar Masjid Kauman soal kedatangan Prabowo itu.

“Kami hanya merasa keberatan adanya pamflet ajakan salat Jumat bersama Prabowo di Masjid Kauman. Artinya keberatan kami salat dijadikan ajang kampanye atau dipolitisasi,” ujar Hanief saat ditemui di kediamannya di Semarang, Kamis (14/2/2019).

Hanief mengaku memang sudah ada pemberitahuan lisan soal kegiatan salat Jumat Prabowo di MAS. Namun terkait pemasangan pamflet dan spanduk tidak diberitahukan. “”Pemberitahuan sudah lisan, pasang pamflet dan spanduk tidak (memberitahu) sama sekali,” tuturnya.

Di dekat Masjid Kauman sempat ada spanduk selamat datang Prabowo dan juga poster Prabowo-Sandi. Sedangkan di traffic light Jalan Pemuda menuju Masjid Kauman juga terpasang bendera Partai Gerindra. Namun tepat saat salat zuhur ada beberapa orang yang melepas spanduk dan poster yang terpasang dekat dengan masjid.

“Kami khawatir jamaah yang lain tersinggung, karena jamaah kan macam-macam, ada yang punya orientasi pilihan beda, ada yang punya orientasi masjid murni steril dari hal politis dan duniawai, kami njagani (antisipasi),” ucap Hanief.

Heboh Pengumuman Salat Jumat Prabowo Dianggap PolitisFoto: KH Hanief Ismail. (Angling Adhitya Purbaya/detikcom).

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah membantah pihaknya yang menyebar pamflet soal kedatangan eks Danjen Kopassus itu. Meski begitu, Hanief memberi warning agar tak ada pembicaraan atau kegiatan politik saat Prabowo salat Jumat di Masjid Kauman.

Ia mencontohkan Jusuf Kalla dan Hatta Rajasa saat maju Pilpres juga pernah Salat di Masjid Kauman. Saat itu, kata Hanief, tidak ada woro-woro atau mengajak massa. Begitu pula saat Pilgub Jateng, ketika Cagub Ganjar Pranowo ataupun Sudirman Said datang mereka beribadah tanpa ajak rombongan.

“Jangan ngomong masalah politik di masjid, itu saja. Waktu Pilpres yang dulu pak JK datang tidak bawa rombongan pak Hatta Rajasa datang pas saya ngaji, beliau sampaikan sesuatu yang tidak bersifat kampanye. Pak Ganjar dan pak Sudirman Said juga, Pak Marmo (Soemarmo Mantan Wali Kota Semarang) dan pak Hendi (Wali Kota Semarang) keduanya juga sering,” urainya.

Soal kedatangan Prabowo untuk Salat Jumat di MAS ternyata sudah dikoordinasikan Partai Gerindra. DPC Gerindra menginstruksikan kadernya untuk salat bareng sang ketum, namun dilarang menggunakan atribut partai. Larangan itu tercantum dalam surat instruksi nomor JT-01/02-005/A/DPC-Gerindra/2019. Surat instruksi agar mengikuti salat berjemaah bersama Prabowo itu meminta para kader mengenakan baju bernuansa putih islami.

“Nah itu karena kegiatannya di masjid, itu ada keterangan yang saya sampaikan bahwa karena saya tahu masjid itu tidak boleh digunakan untuk kampanye, karena sebagai tempat ibadah. Maka di situ untuk menyambut kedatangan beliau, dan tidak boleh menggunakan atribut partai. Tapi harus menggunakan baju islami,” ujar Sekretaris DPC Gerindra Semarang, Joko Santoso, saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (14/2).

Soal kabar ‘penolakan’ terhadap Prabowo ini mendapat tanggapan dari Fahri Hamzah. Dia mengaku curiga permasalahan ini muncul karena ada campur tangan penguasa.

“Saya agak curiga bahwa memang kaki tangan kekuasaan itu terlalu jauh itu untuk intervensi hal-hal yang sifatnya pribadi. Orang pergi salat Jumat kan peribadatan pribadi. Saya memang mendengar ada keluhan dari tim Pak Prabowo bahwa mereka dibatasi untuk ketemu masyarakat,” kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/2).

Pernyataan Fahri dibantah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin. Timses capres petahana itu mengingatkan masjid memang tidak boleh menjadi tempat untuk kampanye dan mengapresiasi langkah takmir MAS.

“Masjid itu memang bukan tempat yang dibolehkan untuk kampanye. Oleh karena itu, sikap dan langkah takmir masjid itu sudah benar,” ungkap Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding yang juga politikus PKB, Kamis (14/2).

Sementara itu menurut Bawaslu, tak ada larangan bagi siapa saja yang hendak beribadah di tempat ibadah. Hanya saja Bawaslu mengingatkan kepada tim Prabowo-Sandiaga untuk melepas atribut politik saat berada di masjid. Bawaslu pun akan melakukan pengawasan.

“Sudah otomatis di sana akan dilakukan pengawasan oleh (Bawaslu) daerah., Bawaslu daerah artinya mengawasi kegiatan yang dilakukan oleh tim kampanye dan peserta pemilu 2019” ujar Ketua Bawaslu Abhan di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (14/2).

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/imk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sultan dan Raja Nusantara Kerahkan Pasukan Adat Menangkan Jokowi

Liputan6.com, Jakarta – Dewan Adat Nasional, yang berisi para sultan dan raja Nusantara, mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin. Menurut Ketua Dewan Adat Nasional, Irwannur Latubual, dukungan pihaknya kepada pasangan calon nomor urut 01 sudah disepakati dalam rapat kebangsaan 12 Februari 2019.

“Kami dari Dewan Adat Nasional sudah sepakat sesuai hasil rapat kebangsaan 12 Februari 2019 untuk mendukung bapak Insinyur Joko Widodo dan bapak Profesor doktor Kiai Ma’ruf Amin. Dan pusat rumah juang Jokowi-Ma’ruf Amin untuk menjadi presiden dan wakil presiden republik Indonesia 2019 2024,” kata Irwannur di kantor pusat DPP PDI Perjuangan, di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019). 

Dukungan tersebut dengan alasan Jokowi sudah bekerja sesuai harapan, dan semua pembangunan kelihatan di seluruh Nusantara. Untuk itu, para raja, sultan, dan pemangku adat seluruh Nusantara mendukung Jokowi agar menyelesaikan pekerjaan pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan.

Sebagai wujud konkret dukungan itu, dengan Rumah Juang Nusantara yang mereka kelola, Dewan Adat akan menampung seluruh relawan dan pasukan adat nusantara demi kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Ada puluhan juta pasukan adat nusantara yang siap bekerja memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Ini menjadi Padan, Pasukan adat Dewan Adat Nasional, untuk semua bekerja keras dan kompak selalu bangkit bersama mendukung Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf,” kata Irwannur.

2 dari 3 halaman

Rumah Kebudayaan

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Krisytiyanto menyatakan pihaknya mengapresiasi dukungan dari Dewan Adat Nasional tersebut. Dukungan itu sangat wajar karena Jokowi terus menggerakkan Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan, sebagaimana pesan dari Bung Karno melalui Trisakti.

Atas perintah itu pula, DPP PDI Perjuangan selalu bertekad menjadikan kantor-kantor partai sebagai rumah kebudayaan. Yakni sebagai tempat untuk memberikan ekspresi bagi seluruh kebudayaan nusantara.

“Kami menyambut baik dukungan yang diberikan tersebut,” ujar Hasto.

Pihaknya juga mengapresiasi rencana masyarakat adat Indonesia yang akan segera melakukan deklarasi besar-besaran. “Karena inilah keindonesiaan kita, sebagai perpaduan yang menyeluruh dari Sabang sampai Merauke, sebagai suatu kekuatan kebangsaan,” pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Sasar Pemilih Milenial, Partai Nasdem Andalkan Caleg Muda

Liputan6.com, Jakarta – Berbagai partai politik kini menyasar milenial sebagai lumbung perolehan suara. Misalnya saja, yang dilakukan Partai Nasdem. Untuk Pemilu 2019, NasDem telah mendaftarkan kader mudanya sebagai calon anggota legislatif.

Ketua Bappilu Partai Nasdem Effendy Choirie atau Gus Choi mengungkapkan alasan partai mengusung para kaum muda sebagai caleg.

“Caleg itu 70-an persen muda. Bahkan kalau di daerah mungkin sampai 90 persen. Yang tua-tua sudah enggak ada, sudah sedikit sekali. Seusia saya yang 55 tahun itu ya sudah sedikit kan. Pada umumnya yang muda. NasDem kan memang hasil survei peminat NasDem memang banyak yang muda” kata Gus Choi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/02/2019).

Gus Choi menambahkan, pada umumnya generasi lama sudah mempunyai pilihan partai. Sehingga umumnya mereka tidak pindah-pindah partai. Oleh karena itu, Nasdem berupaya merangkul kaum muda bahkan yang belum pernah berpolitik sekalipun.

“Karena ini banyak muda, maka di ABN (Akademi Bela Negara/Sekolah Kader Nasdem) itu usianya yang ikut ABN itu usianya antara 23 tahun sampai 30 tahun. Bahkan banyak sekali yang belum pernah berpartai,” katanya.

2 dari 2 halaman

Ketu DPC NasDem Termuda

Salah satu bukti keterlibatan anak muda di partai Nasdem adalah Muhammad Reza Syarifuddin Zaki. Dia merupakan ketua partai termuda di Sumedang dan juga ketua DPC Nasdem termuda seluruh Indonesia.

“Sekarang di kepengurusan kami 50 persen lebih ialah anak-anak muda dan 38 persen ialah pengurus perempuan,” papar Ketua Dewan Pimpinan Cabang Nasdem Kabupaten Sumedang ini.

Ia juga mendaftar sebagai calon legislatif DPR RI untuk daerah pemilihan Jawa Barat IX yang meliputi Sumedang, Majalengka dan Subang.

Sementara Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Zuhad Aji Firmantoro di tempat terpisah mengatakan tantangan dan cobaan partai politik di lima tahun ke depan akan semakin berat. Karenanya, butuh figur pemimpin yang kuat.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, salah satu caranya dengan melakukan penguatan sistem pengkaderan partai politik secara kontinyu dan berjenjang. Tujuannya, kata dia, agar pemuda yang dipersiapkan support dengan kebutuhan yang ada saat ini.

“Untuk hasilkan pemimpin, maka perkuat sistem pengkaderannya,” ujar Zuhad.

Hanya saja, sambung dia, setelah melakukan pengkaderan, partai politik tidak boleh membiarkan kader muda berjalan sendiri. Tetap harus dikawal dan diberikan ruang untuk bisa mengeluarkan potensi dirinya.

“Kader yang potensial dikawal betul. Kalau bisa dikawal sampai jadi (pemimpin). Diberikan posisi yang strategis dalam partai,” harapnya.

Zuhad juga mengapresiasi langkah yang dilakukan partai politik yang sedari awal melakukan pengkaderan. Contohnya Partai Nasdem yang merangkul anak muda dan mempersiapkannya sebagai calon pemimpin.

“Itu bagus sekali. Saya mendukung partai politik yang ingin menghasilkan calon pemimpin dengan pengkaderan,” pujinya.

Sementara Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Kornelise menginginkan agar partai politik dan pemerintah memberikan ruang bagi pemuda.

“Pemuda harus diberikan peran yang besar oleh negara,” usulnya.


Saksikan video pilihan berikut ini:

KPU Segera Keluarkan Surat Keputusan Pencoretan Mandala Shoji dari Daftar Caleg

Liputan6.com, Jakarta – Ketua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos segera memerintahkan seluruh petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), untuk mencoret nama caleg Partai Amanat Nasional (PAN) Mandala Shoji. Pasalnya, artis tersebut terbukti melanggar Undang-Undang Pemilu.

“Nanti kami diminta mengomunikasikan kepada semua KPPS yang ada di dapil tersebut agar (namanya) di TPS dicoret dari DCT-nya,” kata Betty saat hadir dalam acara Forum Silaturahmi Kamtibmas Kapolda Metro Jaya Bersama Tokoh Lintas Agama Menjelang Pemilu 2019, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (12/2/2019).

Menurut dia, pihaknya juga terus berkomunikasi dengan KPU RI. Termasuk soal surat keputusan pencoretan Mandala Shoji.

“Mandala Shoji Dapil 1 dari PAN tentu sudah kami teruskan kepada KPU RI yang menetapkan Mandala sebagai caleg DPR RI adalah KPU. Sejauh komunikasi saya dengan ketua KPU RI sedang ditindaklanjuti, nanti dikeluarkan surat keputusannya,” ujar Betty.

Pencoretan nama Mandala Shoji itu, lanjut dia, berdasarkan keputusan bersama.

“Pencetakan DCT sudah terjadi dan nanti kalau ketika kami coret berdasarkan surat keputusan KPU DKI dan KPU RI,” pungkasnya.

Sebelumnya, presenter yang terjun ke politik, Mandala terbukti melanggar aturan saat melakukan kampanye. Ia kedapatan membagikan kupon umrah dan door prize kepada masyarakat di sekitar Pasar Gembrong Lama, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Dengan begitu permasalahan inipun diangkat di meja hijau hingga pengadilan memutuskan, artis yang juga calon anggota legislatif dari Partai Amanat Nasional ini divonis 3 bulan penjara dan denda Rp 5 juta subsider 1 bulan penjara.

“Menyatakan terdakwa Mandala Abadi dan Lucky Andriyani terbukti bersalah melakukan tindak pidana pemilihan umum,” ujar ketua majelis hakim Disbeneri Sinaga saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2018).

2 dari 3 halaman

Sempat Buron

Artis sekaligus calon legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN) Mandala Shoji menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat setelah sempat buron. Dia pun dikirim ke Lapas Salemba setelah ditetapkan bersalah melakukan pidana pemilu.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Kuntadi mengapresiasi sikap gentle Mandala untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Eksekusi dilakukan setelah administrasinya selesai diurus di Kantor Kejari Jakpus.

“Hari ini yang bersangkutan secara gentle dan kita apresiasi langkahnya menyerahkan diri dan tadi langsung kita kirim ke LP Salemba untuk pidananya selama 3 bulan,” ujar Kuntadi di kantornya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019).

Mandala Shoji sendiri sejatinya dieksekusi pada 21 Januari 2019 setelah salinan putusan pengadilan diterima jaksa. Namun Mandala sempat menghilang selama sekitar dua pekan hingga akhirnya menyerahkan diri.

Meski begitu, kejaksaan tidak memasukkan Mandala Shoji  ke dalam daftar pencarian orang (DPO) atau menjadikannya sebagai buronan.

“Karena ini pelanggaran pidana pemilu, pada prinsipnya kita kedepankan persuasif. Masih dalam tahap imbauan (memenuhi panggilan jaksa), tapi kalau memang batas imbauan nggak dipenuhi pasti langsung kita ambil langkah-langkah,” tutur Kuntadi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Profil Ezechiel N’Douassel, Pemain Andalan Persib Bandung Asal Afrika

Liputan6.com, Jakarta Persib Bandung mengalahkan Persiwa Wamena dengan skor 7-0 pada babak 32 besar Piala Indonesia 2019, Senin (11/2/2019).

Tujuh gol Maung Bandung dilesakkan Ezechiel N’Douassel pada menit ke-16, 38, dan 55. Kemudian Srdan Lopicic pada menit ke-51 lewat titik penalti, Esteban Vizcarra menit ke-64, Beckham Putra Nugraha menit ke-80, dan Ghozali Siregar pada menit ke-90.

Pelatih Miljan Radovic mengapresiasi penampilan anak buahnya. Ia menlilai, pemain yang diturunkan tampil agresif dan sesuai dengan instruksi meskipun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan.

Salah satu yang menjadi bintang dalam pertandingan ini adalah Ezechiel N’Douassel dengan mencetak tiga gol.

2 dari 4 halaman

Ezechiel N’Douassel si Ibrahimovic-nya Persib

Sebelum bergabung dengan Persib, mungkin tidak banyak yang kenal dengan striker dengan tinggi badan hampir dua meter ini.

Ezechiel N’Douassel memang digadang-gadang akan kembali menjadi tumpuan Persib Bandung untuk mengejar gelar di tahun 2019 ini.

Pemain yang disebut sebagai Zlatan Ibrahimovic Persib ini akan melakoni musim kedua bersama Persib Bandung. Pemain asal Chad, Afrika itu diharapkan dapat membantu lini depan Persib kembali tajam.

Persib Bandung mendapatkan striker 30 tahun ini dengan status free alias gratis sejak kontraknya habis bersama klub besar Israel, Hapoel Tel Aviv pada Juni 2017 melalui agen Amougou Mathieu.

3 dari 4 halaman

Pemain dari negara kecil di Afrika

Ezechiel N’Douassel adalah pemain Lahir 22 April 1988 di N’Djamena, Chad. Bagi yang belum tahu Chad adalah sebuah negara yang terletak di Afrika Tengah dan tidak mempunyai garis pantai karena terletak di tengah benua dan terkurung oleh negara lainnya.

Negara asal striker Persib Bandung ini juga termasuk kategori salah satu negara termiskin di dunia.

Walaupun Ezechiel N’Douassel berasal dari salah satu negara termiskin di dunia namun ia memilki banyak pengalaman dan pernah membela beberapa tim Eropa dan Afrika.

Ezechiel N’Douassel memiliki pengalaman cukup mentereng di Eropa. Lima tim Benua Biru pernah dibelanya, yakni dari Rusia, Turki, Israel dan Prancis.

Adapun tim yang pernah dibelanya adalah Tourbillion FC, MC Oran, USM Bilda, Club Africian, FC Terek Grozny, Konyaspor, Club Aricain, NA Hussein Dey, Maccabi Tel Aviv FC, Ironi Kiryat Shmona dan Hapoel Tel Aviv.

Sejak menjalani karier sebagai pemain profesional, Ezechiel N’Douassel paling sering tampil di Ligue 1 Pro Tunisia.

4 dari 4 halaman

Salah satu pemain terbaik Afrika di Liga Indonesia

Debutnya bersama Timnas dilakoni Ezechiel N’Douassel pada 24 Maret 2007 saat Chad ditaklukkan Afrika Selatan 0-3 di babak kualifikasi Piala Afrika dan tercatat sudah mencetak 7 gol dari 35 laga.

Jika dihitung sejak karier profesionalnya Ezechiel N’Douassel sudah puluhan gol untuk timnya.

Sedangkan untuk Persib Bandung Ezechiel N’Douassel Sudah mencetak 17 gol dicetak dalam 22 laga yang dimainkannya di Liga 1 2018.

Tak hanya mencetak gol, pemain berusia 30 tahun itu juga andal membantu serangan dan sukses mencetak tiga assist.

Ketajaman Ezechiel N’Douassel diyakini akan berlanjut pada Liga 1 2019. Seperti diketahui, manajemen Maung Bandung masih tertarik menggunakan jasa pemilik nama lengkap Ezechiel Aliadjim N’Douassel dan pernah dinobatkan salah satu dari pemain asal benua Afrika yang memesona di Liga 1 2018.