Mengapa Arif Yustian Korban Lion Air Jatuh Tak Terdaftar di Manifes?

Liputan6.com, Jakarta – Tangis keluarga pecah mengiringi prosesi pengantaran jenazah Arif Yustian (20), korban Lion Air PK-LQP ke tempat peristirahatan terakhir di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karang Anyar, Bojonggede, Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/11/2018) siang.

Raut wajah sahabat, tetangga hingga teman kantor juga nampak tidak bisa menyembunyikan kesedihan.

Tubuh Sariyoso, ayah korban terlihat lemas seperti tak kuasa menahan kesedihan saat melihat jenazah sang anak dikebumikan. Dari mulutnya terus mengucapkan doa dengan berlinang air mata.

Sariyoso harus menerima kenyataan sang anak sudah pergi selamanya. Khoirul Anam, perwakilan dari PT Sky Pacific Indonesia, tempat Yustian bekerja terus menenangkan ayah korban.

Khoirul Anam mengatakan, pihak perusahaan selalu mendampingi keluarga dari hari pertama korban dinyatakan hilang hingga proses pemakaman. Termasuk mendampingi keluarga untuk mendapatkan asuransi.

“Dari tiga karyawan kami yang menjadi korban, dua di antaranya sudah dimakamkan,” kata Khoirul usai pemakaman almarhum Yustian.

Arif Yustian yang akrab disapa Iyus adalah salah satu penumpang pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang, yang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat pada Minggu 29 Oktober 2018.

Jasad Iyus teridentifikasi tim DVI Mabes Polri, Kamis kemarin dan jenazahnya langsung dibawa ke rumah duka di Kampung Kelapa RT 05/19, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Anak dari pasangan Sariyoso dan Yenti Sulastri dikebumikan tak jauh dari rumahnya, di TPU Karang Anyar, sekitar pukul 13.15 WIB, setelah disalatkan di musala Assyifa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *