Sosok Menyeramkan di Balik Kesurupan Massal Siswa SMP Kupang

Liputan6.com, Kupang – Sedikitnya delapan siswa di salah satu SMPN di Kupang, NTT mendadak kesurupan saat mengikuti pelajaran di kelas, Kamis, 21 Februari 2019 sekitar pukul 12.00 Wita.

Pantauan wartawan, siswa yang sedang kesurupan itu digotong menuju ruangan guru. Sementara lainnya dijemput orangtuanya kembali ke rumah. Untuk mengusir roh jahat, para guru dan siswa lainnya melakukan doa bersama.

“Kejadiannya beruntun saat siswa mengikuti les tambahan. Kita doa bersama dan puji Tuhan, mereka sadar kembali,” ujar salah seorang guru.

Ia mengatakan, kesurupan massal itu kerap terjadi di sekolah tersebut. Dalam empat hari terakhir, kata dia, beberapa siswa sering mengalami kesurupan.

“Hari Senin, empat siswa, kemarin tiga siswa, dan hari ini delapan. Memang di sekolah ini sering terjadi kesurupan massal,” katanya.

Guru itu mengatakan, dari pengakuan siswa yang ikut kesurupan, sebelum dirasuki roh jahat, ia melihat sosok makhluk gaib yang menyeramkan. Sosok gaib itu menampakkan dirinya, kemudian terjadilah kesurupan massal.

“Pihak sekolah sempat datangkan pendoa (hamba Tuhan), bahkan setiap Sabtu digelar pembinaan rohani dari lintas agama, tetapi kejadian ini masih saja terjadi dan sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar,” ungkapnya.

Ia menuturkan, dari pengakuan seorang pendoa, lokasi sekolah itu dipenuhi roh jahat atau makhluk gaib. 


Simak video pilihan berikut ini:

Top 3 Berita Hari Ini: Pengakuan Oknum Guru SD di Malang Cabuli Lebih dari 20 Siswi

Malang – Top 3 berita hari ini, dunia pendidikan Tanah Air kembali tercoreng oleh ulah seorang guru yang sejatinya memberikan keteladanan yang baik pada anak didiknya. IM, oknum guru olahraga di salah satu SD di Malang diduga telah mencabuli lebih dari 20 siswinya.

Laporan aksi bejat oknum guru ini terkuak saat salah satu orangtua murid melapor ke polisi. Dikatakan IM mencabuli siswinya dengan memeluk sampai menggerayangi tubuh mereka.

IM sendiri sudah beberapa kali pindah sekolah. Ada dugaan di sekolah tempatnya mengajar sebelumnya juga terjadi aksi pencabulan. 

Sementara itu, dua penumpang gelap pembunuh sopir online di Garut akhirnya tertangkap. Kedua tersangka diringkus di dua lokasi berbeda. Abang ditangkap di Bandung dan Keling di Gilimanuk Bali.

Terlilit utang adalah motif di balik pembunuhan keji tersebut. Tidak hanya lewat pukulan ke arah korban, kedua tersangka membacok korban Yudi dengan sebilah kapak ke arah wajah.

Aksi tersebut tak hanya cukup sampai di situ. Meski korbannya telah bersimbah darah, Abang dan Keling menggilas korban dengan mobil hingga meninggal dunia.

Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini:

1. Korban Guru Cabul di Kota Malang Lebih dari 20 Siswi

Komnas Perlindungan Anak mengunjungi sekolah tempat kejadiaan dugaan kasus guru cabul di Kota Malang (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mendorong kepolisian mengusut tuntas kasus dugaan seorang guru cabul di Kota Malang. Kasus ini sendiri sudah sepekan lebih dalam proses penyelidikan polisi setempat.

Ketua Komnas PA, Aris Merdeka Sirait mengatakan, diduga jumlah siswi yang jadi korban guru cabul di salah satu sekolah di Kota Malang ini bisa lebih dari 20 siswi sekolah dasar.

“Ini sudah termasuk predator anak. Karena ada peristiwa yang berulang-ulang dilakukan oleh guru itu,” kata Aris di Kota Malang, Senin, 18 Februari 2019.

 Selengkapnya…

2. Akhir Drama 2 Penumpang Gelap Pembunuh Sopir Online di Garut

Kapolres Budi AKBP Budi Satria Wiguna menunjukan sejumlah bukti pembunuhan Yudi, sopi online Pake Taxi(Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Setelah pengejaran dua pekan lebih, jajaran Kepolisian Resort Garut, Jawa Barat berhasil meringkus JS alias Keling dan D alias Abang, dua tersangka pembunuhan keji terhadap Yudi alias Jablay, sopir online aplikasi Fake Taxi yang ditemukan meninggal Sabtu, (2/2/2019) lalu. 

Aksi kedua tersangka terbilang sadis, pelaku JS alias Keling menghabisi korban bersama D alias Abang, rekannya, karena keduanya mengaku terlilit persoalan hutang. Akibat kondisi itu, mereka nekat merencanakan membunuh korban dengan berpura-pura sebagai konsumen.

Mereka melakukan pemukulan dengan tangan kosong, kemudian membacoknya dengan sebilah kapak ke arah wajah korban hingga terkapar.

Selengkapnya… 

3. Jejak Kenangan di Museum Nike Ardila

Museum Nike Ardila

Usianya masih sangat belia saat itu, 19 tahun. Namun, jejak tentangnya langgeng hingga kini. Kenangan tentang Nike Ardilaa saat ini masih tersimpan rapi di sebuah rumah yang terletak di Jalan Aria Utama Nomor 1, Desa Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.

Rumah tersebut dinamai Rumah Kenangan Nike Ardilla (RKNA). Di dalamnya terdapat kumpulan barang-barang yang dimiliki Nike semasa hidupnya, pun sejumlah barang yang memiliki kaitan erat dengan dirinya, termasuk dengan kematiannya.

Suasana melankolis langsung terasa begitu kaki memijak teras museum. Sosok Nike Ardilla dengan potongan rambut dan raut wajah khasnya seolah menatap pengunjung dari sebuah poster yang terpampang di bagian depan museum.

Selengkapnya…

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

3 Tahun Tak Ada Bantuan Renovasi, Aktivitas Belajar di SD Bojonegoro Dihentikan

Liputan6.com, Bojonegoro – Meski anggaran pendidikan tahun ini naik, sejumlah sekolah di Bojonegoro, Jawa Timur dalam kondisi memprihatinkan. Salah satunya terlihat di SDN Sumberharjo Satu. Siswa terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar karena kondisi gedung sekolah tidak laik. 

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Senin (18/2/2019), bagian atap dan dinding sudah rusak parah. Bahkan, jika hujan turun para siswa terpaksa dievakuasi ke ruangan lain lantaran ruang kelas bocor.

Tak hanya itu, bangku dan meja belajar pun sudah rusak, sehingga sebagian tidak bisa lagi digunakan.

Menurut pihak sekolah, kondisi ini telah berlangsung selama 3 tahun terakhir. Mereka mengaku telah sering mengajukan bantuan renovasi, namun hingga kini tak kunjung terealisasi.  (Rio Audhitama Sihombing) 

Permintaan Terakhir Mubarok Sebelum Tewas Kena Ledakan Granat di Bogor

Liputan6.com, Jakarta – Suasana duka masih menyelimuti tempat tinggal Muhammad Ibnu Mubarok di Kampung Wangun Jaya, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bocah berusia 10 tahun ini meninggal dunia akibat terkena ledakan granat pada Kamis 14 Februari 2019 siang. Ledakan granat juga merenggut nyawa temannya, Muhammad Doni (14). Dia meninggal dunia beberapa jam kemudian setelah sempat di rawat di RSUD Leuwiliang.

Sementara temannya yang lain Khoirul Islami (10) menderita luka di bagian kaki.

Di mata ayahnya Muhammad Abdul Majid (42), Ibnu Mubarok dikenal sebagai sosok anak yang baik, patuh terhadap orangtua, dan pola pikirnya seperti orang dewasa.

“Kalau saya sedang kerja, tanpa disuruh dia nyamperin terus bantuin. Perilakunya beda sama kakak-kakaknya. Di sekolahnya juga gitu, rajin,” terang Abdul, Minggu (17/2/2019).

Bocah yang masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar ini juga rajin membaca Alquran dan salat lima waktu. Terlebih, semenjak dia menjadi seorang muazin di masjid yang dibangun ayahnya sebulan lalu, ia selalu datang ke masjid lebih awal.

“Dia baru sebulan jadi muazin. Setelah saya suruh jadi muazin, salatnya makin bersemangat. Datang ke masjid paling awal,” terang Abdul.

Abdul mengaku tidak memiliki firasat buruk. Namun ada satu permintaan anaknya yang tidak akan pernah ia lupakan. Seminggu sebelum insiden ledakan, anak bungsunya meminta berhenti bersekolah dan ingin belajar ilmu agama Islam di pondok pesantren.

“Enggak tahu alasannya kenapa tiba-tiba ingin berhenti sekolah dan memilih pesantren,” ucap Abdul dengan nada sedih dan berlinang air mata.

Pada saat itu Abdul keberatan dan meminta anaknya tetap bersekolah hingga lulus SD. Namun ia berjanji kepada Mubarok akan membangun pondok pesantren dekat rumahnya setelah anaknya lulus.

“Saya sempat bilang ke dia, beresin sekolah sampai SD, nanti bapak bikin pesantren. Kamu sama temen-temen bisa mondok disitu, jadi enggak perlu jauh-jauh pesantrennya,” kata dia.

Abdul memang berniat untuk membangun sebuah pondok pesantren. Bahkan lahan dan materialnya sudah dia persiapkan sejak beberapa tahum silam.

“Saya sudah persiapkan sedikit-sedikit materialnya buat pesantren, untuk anak-anak belajar ilmu agama lebih dalam,” terang Abdul.

2 dari 2 halaman

Martabak Terakhir

Kenangan yang tidak pernah dia lupakan adalah ketika anak keempat dari empat bersaudara ini membawakan martabak untuk sang ayah yang sedang berada di masjid.

“Sehari sebelum kejadian, malam jam 10-an dia datang. Pak, ini ade bawa kue. Masya Allah, itu malam terakhir saya dikasih kue. Saya engga nyangka,” ucap Abdul.

Beberapa jam sebelum ajal menjemput pun, Mubarok merengek minta diantarkan ke sekolah oleh kakaknya. “Memang suka dianterin, tapi kemarin itu ngerengeknya beda,” kata dia.

Namun, Abdul tak menyadari tanda-tanda itu adalah firasat bahwa Mubarok akan meninggal. Usai pulang sekolah, Mubarok tewas mengenaskan kena ledakan granat di samping rumahnya.

Granat berbentuk lonjong itu dipukul-pukul menggunakan batu hingga terjadi ledakan dan mengenai ketiga orang tersebut.

“Saat meledak kaca jendela dan bangunan rumah ikut bergetar, saya juga sampai kaget,” kata dia.

Saat keluar rumah, ia mendapati Mubarok dan dua temannya sudah terkapar bersimbah darah. Ketiganya kemudian dibawa ke RSUD Leuwiliang untuk mendapatkan penanganan medis.

“Waktu di rumah napas anak saya sudah tersendat-sendat. Kalau dua temannya masih bisa mengerang kesakitan,” terang Abdul.

Mubarok dinyatakan sudah meninggal dunia. Doni dalam keadaan kritis hingga akhirnya meninggal dunia Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Semenjak kejadian itu, Abdul terlihat murung. Dia kerap menyendiri di belakang masjid. Tak hanya itu, Siti Nurhasanah (41), ibu Mubarok pun selalu menitikkan air mata kerap kali ditemui kerabat dan tetangganya.

Siti mengaku saat kejadian dirinya tengah mengajar di sekolah madrasah. Namun ia sudah beberapa kali membuang granat tersebut meskipun awalnya benda tersebut dikira onderdil kendaraan.

“Pertama saya umpetin di dapur. Kedua saya buang ke tempat sampah. Saya engga tahu kalau itu bom, tapi pas dipegang berat juga,” kata dia.

Menurut Siti, bahan peledak itu ditemukan anaknya saat lari pagi di lapangan tembak, tempat anggota TNI/Polri latihan menembak pada 3 Februari 2019.

“Sama dia dibawa pulang. Disimpan di lemari pakaian, kadang dibawa-bawa ngaji. Mungkin dia enggak tahu kalau itu bom,” kata dia.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Jangan Ada Dendam di Antara Malaysia dan Indonesia…

Liputan6.com, Putra Jaya – Sudah jadi rahasia umum bahwa Malaysia kerap menjadi tujuan para tenaga kerja Indonesia (TKI), meski sejumlah kasus kekerasan melanda para penyumbang devisa besar untuk negara itu. Hal tersebut juga sempat membuat hubungan kedua negara tegang.

“Hubungan kita memang terkadang menjadi renggang, tapi kami tetap memerlukan TKI,” ujar Penasihat Eksekutif Editorial Sinar Harian, salah satu surat kabar terbesar di Malaysia, Abdul Jalil pada Kamis 14 Februari 2019 lalu di kantornya.

Abdul mengatakan bahwa TKI sudah banyak membantu Malaysia sejak dahulu kala. Para TKI banyak yang bekerja di bidang pertanian, perindustrian, tekstil dan juga menjadi asisten rumah tangga (ART).

Ia juga yakin pekerja WNI yang diperlakukan layak di Malaysia jumlahnya jauh lebih tinggi dari kasus kekerasan.

“Kami menentang sekali kekerasan. Kasus kekerasan terhadap TKI di sini selalu diusut ke jalur hukum. Kita tak akan melepaskan begitu saja. Tapi memang proses peradilan membutuhkan waktu,” sebut Abdul.

Salah satu kasus tersebut adalah yang menimpa Adelina Lisao, seorang TKI asal Kupang. Kasus tahun 2018 itu sempat menjadi sorotan global karena pahlawan devisa itu diketahui dipaksa majikannya untuk tidur di samping seekor anjing di area garasi rumah.

“Proses peradilan kasus kematian TKI yang di Penang (Adelina Lisao) masih berjalan di mahkamah hingga saat ini. Majikannya sudah diproses hukum, jangan bimbang,” tutur Abdul.

Menurut Abdul, saat ini ada sekitar dua juta buruh migran di Malaysia, yang mayoritasnya berasal dari Indonesia dan Kamboja. Ia meminta secara khusus kepada Indonesia sebagai tetangga dekat Malaysia untuk tetap berhubungan baik. “Kita ini serumpun. Jangan ada dendam di antara kita,” ucap Abdul.

Ia pun menceritakan bahwa telah memiliki asisten rumah tangga dari Semarang, Indonesia sejak 28 tahun terakhir.

“Mbak Sumi ini sudah menjadi bagian dari keluarga saya. Dia mendidik anak saya, mengajar anak saya mengaji, Bahkan saya dan keluarga pernah dua hingga tiga kali ke kampung dia di Semarang,” ungkap dia.

Abdul menuturkan bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia akan terus berjalan baik meski terkendala gesekan kasus kekerasan terhadap sejumlah TKI di negaranya.

“Saya sudah lama berhubungan dengan Indonesia. Kita ada hubungan yang akrab, Ada hubungan akrab ada G2G (government to government), P2P (people to people), B2B (business to business). Malaysia dan Indonesia ini sebenarnya serumpun.”

“Dengan badan-badan seperti Iswami ini. Dia menjadikan hiubungan kita lebih akrab. Jangan ada dendam di antara kita,” tegas Abdul.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Akses Pendidikan untuk Anak-Anak TKI

Sementara itu, pemerintah RI dan Malaysia telah menyepakati berbagai upaya peningkatan perlindungan dan hak tenaga kerja Indonesia (TKI) di Negeri Jiran.

Hal itu diutarakan oleh menteri luar negeri kedua negara, Menlu RI Retno Marsudi dan Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Senin 23 Juli 2018.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian oleh kedua menteri adalah mengenai pentingnya akses pendidikan terhadap anak-anak TKI yang ikut merantau bersama orang tuanya yang bekerja di Negeri Jiran.

“Saya mengapresiasi atas perubahan kebijakan pemerintahan Malaysia saat ini yang menekankan pentingnya akses pendidikan kepada semua orang, termasuk anak-anak TKI di Malaysia,” kata Menlu Retno.

Pada gilirannya, Menlu Saifuddin menjelaskan bahwa Indonesia-Malaysia akan bekerja sama menambah fasilitas pendidikan dan komunitas pembelajaran baru di Sabah. Sebelumnya, kedua pemerintah telah bekerjasama membangun fasilitas serupa di Kuala Lumpur dan Johor.

“Kami akan menindaklanjuti permintaan Indonesia terkait pembangunan sekolah di Sabah,” kata Saifuddin.

Kedua menteri menegaskan bahwa tim teknis dari masing-masing negara akan bertemu untuk merealisasi rencana tersebut.

Prioritas

Pada kesempatan terpisah usai pertemuan bilateral, Menlu RI Retno Marsudi menjelaskan bahwa isu perlindungan WNI dan TKI merupakan agenda prioritas kebijakan luar negeri kedua negara. Sikap tersebut pun telah diejawantahkan melalui sejumlah tindakan positif dari pemerintah Malaysia belakangan terakhir.

“Kita sangat mengapresiasi bagaimana pemerintah Malaysia sekarang sangat kooperatif dalam memberikan notifikasi dan akses kekonsuleran bagi pemerintah RI untuk menangani WNI dan TKI yang terkendala secara hukum,” kata Retno.

“Prioritas terhadap perlindungan WNI dan TKI ini merupakan sebuah pergeseran kebijakan yang baik yang telah menjadi komitmen antara Tun Mahathir dan Presiden Jokowi saat keduanya bertemu di Bogor Juni lalu,” tambah Menlu RI.

Hasil Piala FA: Newport County 1-4 Man City

NewportManchester City memenangi duel dengan Newport County di babak kelima Piala FA. The Citizens menang 4-1 atas klub divisi empat Liga Inggris itu.

Dalam pertandingan di Rodney Parade, Minggu (17/2/2019), masih belum ada gol di babak pertama. City kesulitan membongkar pertahanan rapat Newport County.

City melepaskan percobaan pertama pada menit kedelapan. Riyad Mahrez yang mengancam dari sisi kanan pertahanan Newport County, bisa ditepis oleh Joe Day.

Ederson menyelamatkan gawang City dari kebobolan. Sundulan pemain tengah Newport County, Tyreeq Bakinson, pada menit ke-14 berhasil ditepis oleh kiper Brasil itu.

Dua percobaan jarak jauh yang dilepaskan Leroy Sane dan Fernandinho untuk City masih belum mencapai sasaran. Arahnya melesat.

Percobaan Mahrez pada menit ke-20 juga sama. Belum membuahkan karena diselamatkan oleh Day.

City tak beruntung pada menit ke-34. Tendangan Sane dari dalam kotak penalti masih mengajar mistar.

Di sepanjang babak pertama ada 12 tembakan yang dilepaskan City. Hanya ada dua yang mencapai sasaran. Tim asuhan Josep Guardiola kesulitan menembus pertahanan Newport County.

City akhirnya bisa memecah kebuntuan pada menit ke-54. Sane yang membukukan namanya di papan skor.

Umpan terobosan dari Gabriel Jesus diselesaikan dengan tendangan kaki kiri. Bolanya sempat menyentuh kiper Newport County, Day, tapi tetap masuk ke gawang.

City nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-58. Tendangan Danilo dari sisi kanan serangan City membentur gawang kiri Newport County.

Beberapa saat setelah itu, Ederson melakukan blunder. Bola sapuannya saat mengantisipasi backpass hampir direbut pemain tuan rumah.

City menggandakan keunggulan pada menit ke-75. Aksi individu Phil Foden diakhiri dengan tendangan terarah dari luar kotak penalti.

Sane nyaris menambah gol lagi pada menit ke-85. Tendangannya dari jarak dekat masih bisa ditahan oleh Day dengan mukanya.

Newport County memperkecil kedudukan pada menit ke-88. Padraig Amond menyelesaikan umpan panjang dengan tendangan kaki kanan saat dikawal dua bek City.

City kembali menjauh semenit kemudian. Foden mencetak gol kedua dengan tendangan terarah usai menerima umpan dari Sane.

City kian tak terkejar dengan gol Mahrez pada masa injury time. Dia menyelesaikan umpan terobosan dengan tendangan keras dari dalam kotak penalti.

Di sisa pertandingan tak ada lagi gol tambahan, City pun menang dan menjejak ke babak keenam Piala FA.

Susunan Pemain

Newport County: Day, Butler, Demetriou, O’Brien, Bennett (Franks 86), Poole, Bakinson (Sheehan 61), Labadie (Dolan 69), Willmott, Matt, Amond

Man City: Ederson, Zinchenko, Stones, Otamendi, Danilo, Fernandinho (Laporte 79), Sane, David Silva (Guendogan 82), Foden, Mahrez, Gabriel Jesus

(cas/yna)


Seleksi Penerimaan PPPK Eks Tenaga Honorer Kemenag Dibuka Hari Ini

Liputan6.com, Jakarta Pendaftaran seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) untuk Kementerian Agama (Kemenag) mulai dibuka hari ini, Kamis (14/2/2019). Pada rekrutmen tahap I tahun 2019 ini, Kemenag mengusulkan 20.790 formasi, semuanya adalah untuk tenaga guru dan dosen.

“Para calon peserta bisa mendaftar mulai hari ini, Kamis (14/2/2019) secara online melalui website BKN (https://sscasn.bkn.go.id atau https://ssp3k.bkn.go.id),” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag M. Nur Kholis Setiawan, seperti dikutip dari laman Setkab.

Data Biro Kepegawaian Kemenag, menurut Nur Kholis, mencatat ada 42.539 eks tenaga hororer K-II yang sudah terekam dalam database BKN dan sudah ikut ujian pada tanggal 3 November 2013. Sebanyak 20.790 di antaranya adalah tenaga guru dan dosen. Sisanya adalah tenaga administrasi umum, penyuluh agama, dan lainnya.

Jumlah 20.790 itu terdiri dari 20.719 tenaga guru di madrasah, guru bimas, dan guru pendidikan agama pada sekolah yang tersebar di 32 Provinsi (selain Papua Barat dan Kalimantan Utara). Sementara 71 lainnya adalah tenaga honorer dosen pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

“Peraturan Pemerintah No 49/2018 mengatur bahwa pengangkatan PPPK harus melalui mekanisme seleksi. Karenanya, kalau sudah dibuka pendaftaran tahap I, kami undang eks tenaga honorer K-II dari unsur guru dan dosen yang sudah terekam dalam database BKN dan sudah ikut ujian pada tanggal 3 November 2013 namun tidak lulus untuk segera mendaftar,” ujar Nur Kholis seraya menambahkan, bagi mereka yang lulus seleksi, akan diangkat sebagai PPPK.

Menurut Sekjen Kemenag itu, Eks Tenaga Honorer K-II untuk tenaga guru dan dosen yang akan mengikuti seleksi disyaratkan berusia maksimal 57 tahun per 1 April 2019. Mereka berkualifikasi pendidikan minimum S1/D-IV untuk guru, dan S2 untuk dosen.

“Mereka juga harus masih aktif mengajar di madrasah/sekolah yang dibuktikan dengan surat penugasan. Demikian juga untuk dosen, aktif mengajar di Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN),” ucap Nur Kholis.

Sekjen Kemenag itu juga menegaskan, bahwa seluruh proses pengadaan PPPK Kementerian Agama tidak dipungut biaya. Karena itu, dia mengimbau agar tidak mempercayai apabila ada orang/pihak tertentu (calo) yang menjanjikan dapat membantu kelulusan dalam setiap tahapan seleksi.

2 dari 2 halaman

Rekrutmen PPPK: 31 Ribu Orang Sudah Daftar di SSP3K

Setelah sempat tertunda, pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) telah resmi dibuka untuk pendaftar. Total ada 31 ribu orang yang sudah mendaftar.

Menurut cuitan @BKNgoid, per Kamis (14/2/2018) sudah ada 31.886 akun yang terbentuk di portal SSP3K. Di antaranya, 4.556 orang sudah submit dokumen.

Yang perlu diingat adalah pendaftaran PPPK tahap I hanya dibuka sampai 17 Februari 2019 mendatang. Dokumen-dokumen yang sudah masuk SSP3K pun sedang diverifikasi secara real-time.

“Jadi tes pertama itu tes seleksi administrasi, jadi silakan siapkan scan dokumen-dokumen yang dibutuhkan,” ungkapnya Kepala Biro Humas BKN M. Ridwan.

pada portal SSP3K, peserta akan diminta mengisi persyaratan untuk mencetak Kartu Informasi Akun, kemudian juga harus  mengunggah foto diri sambil memegang KTP dan Kartu Informasi Akun sebagai bukti. Ada juga form Resume yang harus diisi dengan benar.

Target awal BKN adalah menyelesaikan seluruh prosesi tes pada bulan Februari dan mengumumkannya pada bulan Maret. Sehingga, sebelum pemilihan presiden (pilpres), mereka yang lolos sudah bisa bekerja dengan status PPPK.

Minimal lama jabatan PPPK adalah satu tahun. Namun, Ridwan menyebut ada peluang pegawai dapat dipekerjakan sebelum pensiun.

Ngasih Angpao Pusing, Dapat Angpao Langsung Habis (1)

Jakarta – Selamat Hari Raya Imlek! Xin Nian Kuai Le, Wan Shi Ru Yi! Angpao Na Lai? (arti: Selamat tahun baru, semoga semua keinginan terkabul, angpaonya mohon diberikan kepada saya?)

Meskipun sudah lewat seminggu lebih tapi tidak ada salahnya kita membahas budaya imlek ini. Bertepatan dengan tanggal 5 Februari 2019 tahun ini adalah Tahun Baru Imlek 2570 bagi yang merayakan.

Tentu saja banyak tradisi menarik seperti pertunjukan barongsai dan kumpul bersama keluarga, namun juara dari semuanya tetap tradisi berburu angpao. Berburu angpao memang asyik, saya pun setiap menerima angpao tidak bisa tidak tersenyum dan berkata, “Xie Xie, Xie Xie” (arti: terima kasih banyak).

Tidak banyak yang tahu, orang dewasa pun tetap mendapatkan angpao lho. Tapi tidak semuanya. Secara garis besar, pihak yang mendapatkan angpao antara lain:

– Orang tua dan Mertua: Orang tua dan Mertua mendapat angpao dari anak yang sudah menikah sebagai bentuk cinta dan terima kasih kepada orang tua.
– Kakek dan Nenek: Sama seperti orang tua, kakek dan nenek juga turut mendapatkan angpao sebagai bentuk penghormatan kepada mereka.
– Anak dan cucu: Anak dan cucu yang belum menikah mendapat angpao dari orangtua dan kakek/nenek.
– Saudara kandung yang belum menikah: Saudara yang belum menikah juga bisa mendapatkan angpao dari saudaranya.
– Sanak saudara dan anak-anak lain di lingkungan tempat tinggal dan bekerja.

Banyak juga ya? Pasangan yang baru saja menikah biasanya merasakan transisi yang cukup mengejutkan saat tahun lalu masih berburu angpao tetapi tahun ini harus memberikan angpao.

Tidak jarang terjadi, pasangan yang terkejut dengan jumlah uang yang harus disiapkan untuk angpao dan tidak siap dengan dananya, akhirnya tidak memberikan angpao sama sekali.

Betul, angpao itu yang dilihat niatnya bukan jumlahnya, tapi penasaran nggak sih cara mengatur uang untuk dana angpao dan cara mengajarkan anak menggunakan angpao dengan baik?

Di artikel bagian pertama ini kita bahas dulu mengenai cara mengatur uang untuk dana angpao.

1. Yang terpenting adalah niat baik
Memberi angpao adalah tradisi tanda cinta, respek, dan ucapan syukur. Sayang sekali kalau tradisi sebaik ini digantikan dengan kompetisi membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Sebelum menyiapkan angpao, ingatkan diri sendiri untuk membuang gengsi jauh-jauh. Bila memang tahun ini belum memiliki rejeki untuk memberikan angpao, tidak apa untuk hanya hadir dan merayakan kebersamaan keluarga.

2. Perhitungkan dana yang dibutuhkan
Menghitung perkiraan angpao yang diperlukan itu mudah, namun niatnya seringkali datang pas-pasan sebelum hari Imlek tiba he he. Jauh hari, bicarakan dengan pasangan mengenai siapa saja dan berapa yang akan diberikan.

Pada prinsipnya, berikan semampu dan serelanya. Anda dapat menggunakan panduan 10-30% pendapatan sebagai batas dana angpao. Bila sudah mengetahui jumlah dana yang dibutuhkan, ada beberapa cara untuk mengumpulkan dana tersebut:

a. Pos sosial
Setiap bulan, sebaiknya setiap keluarga memiliki pos sosial sebagai bagian dari anggaran keuangan keluarga. Pos sosial disisihkan dari pendapatan sesuai dengan kemampuan masing-masing pasangan. Bila dana angpao tidak melebihi pos sosial, Anda tidak perlu repot-repot menyiapkan dana khusus untuk angpao.

b. Menabung
Bila dana angpao melebihi pos sosial yang disiapkan bulanan, siapkan tabungan khusus sebelum bulan Imlek tiba.

c. THR
Alternatif lain untuk menyiapkan dana angpao yaitu dengan menyisihkan sebagian uang THR atau bonus tahunan. Dana angpao bisa dikategorikan sebagai pengeluaran tahunan, oleh karenanya Anda dapat juga menyiapkan dana tersebut bersumber dari penghasilan tahunan.

Dengan menerapkan perencanaan keuangan jangka pendek yang baik, keluarga dapat terhindarkan dari drama-drama yang tidak perlu. Bicarakan, rencanakan, dan disiplin adalah kunci dalam mengatur keuangan keluarga.

Di sisi lain, bagi pasangan yang sudah memiliki anak, ada hal lain yang masih perlu dipikirkan setelah merencanakan dana angpao, yaitu mengajar anak agar angpao tidak segera habis untuk beli kuota pulsa atau barang game online.

Cara untuk mengajarkan anak memahami dan mengelola angpao ada banyak, dan akan kita bahas setelah ini, atau anda bisa juga belajar dengan cara mengikuti kelas atau workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami “Seputar Keuangan” atau klik di sini.

Ayah-Bunda, mendapatkan angpao imlek adalah tradisi tahunan yang merupakan momentum baik untuk mengajarkan anak-anak pentingnya mengatur keuangan.

Momentum yang baik tentu harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, namun sayang sekali banyak orang tua yang sering melewatkan kesempatan baik tersebut.

Mungkin terlalu sibuk, atau belum tahu tips dan triknya? Akan kita bahas di artikel berikutnya.

Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)

Kisah Guru Nur Kalim: Terima Hadiah Umrah dan Tolak Undangan TV

Surabaya – Tidak hanya sabar dan berjiwa besar, Nur Kalim juga menunjukkan jika dirinya penuh tanggung jawab. Ia memilih menunaikan kewajibannya mengurus orang tua dan melewatkan kesempatan tampil di TV yang bisa jadi hanya datang sekali dalam hidupnya.

Nama Nur Kalim mendadak mencuri perhatian dalam sepekan terakhir. Pengajar di SMP PGRI Wringinanom Gresik itu dipuji banyak orang karena kesabarannya menghadapapi salah satu anak didiknya.

Seperti dalam sebuah video singkat yang viral di media sosial pada Minggu (10/2), Nur begitu sabar menghadapi murid yang menantangnya berkelahi di depan kelas. Tidak hanya mengeluarkan cacian, tangan sang murid juga sempet mencengkram kerah baju Nur.

Mendapat perlakuan yang tidak sepantasnya dari sang murid, Nur justru menunjukkan jiwa besar dan kesabarannya sebagai pengajar.
Berbanding lurus dengan video yang menyebar luas, Nur pun kian dikenal banyak orang. Bahkan setelah kejadian itu, Nur mengaku, tiba-tiba banyak yang menghubunginya via telepon. Dari pagi hingga malam.

Tidak hanya itu, sikap sabar yang ditunjukkan Nur juga diapresiasi banyak pihak. Salah satunya oleh perusahaan pasar modal di Jakarta.

Tidak tanggung-tanggung, Nur dihadiahi paket ibadah umrah gratis. Bahkan ketika ditemui detikcom, Nur mengaku sudah mengirimkan beberapa persyaratan yang diminta perusahan pasar modal tersebut.

“Sudah, sudah saya kirim KTP-nya,” kata Nur Kalim saat ditemui di SMP PGRI Wriginanom Gresik, Rabu (13/2).

Ia juga menyanggah pemberitaan yang menerangkan dirinya menolak ajakan umrah. Menurutnya itu tidak benar.

“Sudah-sudah mas, itu tidak benar. Saya mohon izin mau ngajar bentar ya, mohon maaf,” kata Nur Kalim.

Sementara itu, Henny Lestari, CEO perusahaan pasar modal yang mengajak Nur Kalim umrah, Henny Lestari menyampaikan, Nur akan berangkat ke Tanah Suci pada Maret mendatang. Namun jika belum memungkinkan, maka Nur akan terbang April bareng dai kondang, Aa Gym.

Selain diajak umrah, Nur juga mendapat hadiah sepeda dari Anggota DPD RI, Ahmad Mawardi. Menurutnya, Nur bisa menjadi teladan bagi para guru lain jika menangani murid kurang ajar juga bisa dilakukan dengan kesabaran dan kelembutan.

Semakin hari nama Nur semakin dikenal. Selain media yang ingin tahu lebih dalam mengenal sosoknya, undangan talk show dari televisi pun turut menghampiri.

Namun Nur menolak tampil di TV. Alasannya sederhana, sang guru tak ingin meninggalkan orang tuanya yang sedang sakit. Selan itu, Nur juga mengaku sedang kerepotan menjalani profesinya.

“Saya ndak mau karena orang tua ada yang sakit. Dan juga saya saat ini tengah mengoreksi hasil ujian anak-anak. Saya juga masih mengajar,” kata Nur.

Penolakan tersebut seolah menunjukkan jika Nur bukan hanya sosok yang memiliki jiwa besar, tapi juga penuh tanggung jawab. Ia memilih menunaikan kewajibannya mengurus orang tua dan melewatkan kesempatan tampil di TV yang bisa jadi hanya datang sekali dalam hidupnya.
(bdh/bdh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pendaftaran PPPK 2019 Resmi Dibuka Hari ini

Liputan6.com, Jakarta Pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) resmi dibuka pada Selasa (12/2/2019) ini. Pendaftaran online PPPK dibuka hingga 5 hari mendatang. 

Ini seiring langkah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) yang resmi menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) PANRB Nomor 2 Tahun 2019 yang mengatur pengadaan PPPK.

“Pendaftaran online PPPK akan dimulai hari ini, Selasa, 12 Februari 2019 dan akan ditutup 17 Februari 2019,” ujar Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB Mudzakir di Jakarta.

Menurut Mudzakir, Permen PANRB tersebut menetapkan bahwa pendaftaran secara daring dilakukan melalui laman sscasn.bkn.go.id.

Seleksi PPPK pada tahap ini dibuka untuk Tenaga Honorer Eks K-II yang telah mengikuti tes pada 2013 untuk jabatan guru, dosen, dan tenaga kesehatan yang terdapat dalam data base Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Khusus untuk Penyuluh Pertanian, database-nya ada pada Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pertanian.

Seleksi kompetensi yang dilakukan untuk PPPK akan meliputi kompetensi manajerial, kompetensi teknis dan kompetensi sosial kultural yang dilakukan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Pada seleksi PPPK ini juga akan dilakukan wawancara berbasis komputer untuk menilai integritas dan moralitas.

Untuk jabatan guru, diperlukan kualifikasi berpendidikan paling rendah S-1 (Strata Satu) atau D-4 (Diploma Empat) dan juga masih aktif mengajar. Sementara bagi jabatan dosen, dipersyaratkan memiliki kulifikasi pendidikan paling rendah S-2 (Strata Dua) dan masih aktif bertugas di instansi pemerintah.

2 dari 2 halaman

Jabatan Lain

Pada jabatan tenaga kesehatan, dibutuhkan pendidikan minimal D-3 dan masih aktif bertugas di unit pelayanan kesehatan instansi pemerintah. Sedangkan untuk jabatan penyuluh pertanian diperlukan kualifikasi pendidikan paling rendah SMK jurusan pertanian atau sederajat dan masih aktif bertugas.

Sementara untuk tenaga kependidikan pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Baru, dibutuhkan bagi mereka yang memiliki pendidikan paling rendah sesuai dengan kualifikasi pendidikan jabatan fungsional yang akan diduduki.

Mudzakir pun mengimbau kepada Tenaga Honorer Eks K-II, dosen PTN baru dan tenaga penyuluh pertanian yang memenuhi syarat, untuk segera mendaftarkan diri pada seleksi PPPK tahap pertama ini.

“Sistem seleksi juga akan dilaksanakan secara transparan, bersih, akuntabel dan bebas dari KKN,” tegas Mudzakir.