Harga Minyak Naik Ditopang Rencana OPEC Potong Produksi

Liputan6.com, Jakarta Harga minyak naik tipis pada hari Senin (Selasa pagi WIB), membalikkan kerugian sebelumnya karena investor mengabaikan data soal perlambatan ekonomi China.  Investor masih fokus pada rencana Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya untuk memangkas produksi minyak.

Dilansir dari Reuters, Selasa (22/1/2019), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 12 sen menjadi USD 62,83 per barel. Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate naik USD 19 sen menjadi USD 53,99 per barel.

Pasar keuangan Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup pada hari Senin untuk liburan Hari Martin Luther King Jr.

Bursa saham global turun setelah data menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada 2018 ke level terendah dalam 28 tahun. Angka-angka itu menimbulkan kekhawatiran bahwa prospek pertumbuhan global mungkin akan semakin gelap, terutama karena ketegangan perdagangan AS-China.

“Tetap sangat mungkin bahwa perang perdagangan antara China dan AS telah mengambil bagian dalam perlambatan ekonomi China ini,” kata kepala analis pasar CMC Markets, Michael Hewson. “Tetapi investor juga harus mempertimbangkan bahwa  dalam 10 tahun ke depan, ekonomi China tidak mungkin tumbuh pesat seperti yang telah terjadi selama 10 tahun terakhir.”

Pasar saham masih menguat sepanjang bulan ini, yang telah memberikan investor minyak kepercayaan lebih untuk bertaruh secara agresif pada kenaikan harga minyak mentah.

Analis mengatakan latar belakang yang lebih kuat untuk pasar keuangan dan prospek pertumbuhan produksi minyak mentah yang lebih lambat adalah pendorong utama di balik reli minyak.

“Kinerja pasar saham adalah salah satu alasan mengapa minyak terus bergerak lebih tinggi. Tampaknya juga ada kepercayaan umum bahwa pemotongan produksi yang disepakati OPEC dan Rusia akan cukup untuk menyeimbangkan pasar,” PVM Oil Associates mengatakan dalam sebuah catatan.

Sementara ada kekhawatiran bahwa ekonomi global yang melambat dapat berdampak pada permintaan minyak, pengurangan produksi yang dilaksanakan oleh OPEC kemungkinan akan mendukung harga minyak mentah, kata para analis.

“Anda tidak bisa membenarkan harga minyak di level ini. Kami pada dasarnya memprediksi rata-rata harga minyak hampir USD 70 per barel untuk Brent pada 2019, “kata ahli strategi komoditas ING Warren Patterson. “Saya semakin khawatir tentang seberapa ketat pasar akan memasuki tahun 2020.”

Pertumbuhan ekonomi China menyentuh level terendah 28 tahun. Sebuah laporan terpisah dari Biro Statistik Nasional China menunjukkan produksi kilang minyak mentah pada tahun 2018 naik ke rekor 12,1 juta barel per hari, naik 6,8 persen dari tahun sebelumnya.

Di Amerika Serikat, perusahaan-perusahaan energi memotong jumlah rig pengeboran minyak hingga 21 rig pada pekan lalu, penurunan terbesar dalam tiga tahun, mengambil hitungan turun ke 852, terendah sejak Mei 2018, perusahaan jasa energi Baker Hughes mengatakan pada hari Jumat.

2 dari 2 halaman

Simak video pilihan di bawah ini:

Penumpang Belakang Wajib Gunakan Sabuk Pengaman, Ini Alasannya

Liputan6.com, Jakarta – Bagi pengendara dan penumpang mobil, wajib hukumnya untuk menggunakan seatbelt atau sabuk pengaman. Hal tersebut, untuk mengurangi risiko yang menyebabkan luka hingga kematian jika terjadi kecelakaan.

Melansir laman resmi Suzuki Indonesia, penggunaan sabuk pengaman juga untuk menahan posisi badan untuk tetap berada di jok, dan tidak terhempas saat mengalami benturan akibat kecelakaan. Tentu hal ini penting, karena terkait keselamatan kita sendiri. Kendati demikian, masih banyak orang menyepelekan dan menganggap yang wajib memakai hanya yang berada di kursi depan.

Nyatanya, baik itu yang duduk di depan maupun di belakang, semuanya diharuskan memakai sabuk pengaman. Namun lagi-lagi, masyarakat seolah tidak mengindahkan hal tersebut. Padahal hal tersebut merupakan aturan keselamatan berkendara bagi diri sendiri maupun lainnya yang berada di satu kendaraan.

Sangat penting menggunakan sabuk pengaman saat bepergian atau berkendara dengan memakai mobil, karena sejatinya bukan hanya penting bagi sopir dan penumpang depan, bagi tiap penumpang adalah wajib dan penting.

Tak jarang, bahkan hampir kebanyakan orang menganggap penggunaan sabuk pengaman supaya tidak ditilang saja. Padahal efeknya sungguh fatal apabila kita mengabaikan penggunaan sabuk pengaman. Terutama pada keselamatan kita saat kecelakaan tidak dapat terhindarkan.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Nyatanya, beberapa kasus kecelakaan yang sering terjadi adalah justru penumpang baris kedua dan terakhir yang mengalami cedera lebih parah. Hal ini salah satu penyebabnya adalah tidak memakai safety belt atau sabuk pengaman.

Mengapa demikian? Alasannya saat penumpang yang tidak menggunakan sabuk pengaman terutama penumpang di bagian belakang, baik kedua maupun terakhir akan mengalami efek seperti bola pinball yang memantul dari satu sisi ke sisi lainnya saat terjadi benturan keras pada kasus kecelakaan. Hal ini juga berdampak fatal akan keselamatan, mulai dari luka-luka hingga kematian.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Banyak Tol Baru Rusak, Pengusaha: Kontraktornya Diburu-buru

Jakarta – Rusaknya sejumlah ruas tol Trans Jawa disebut karena pembangunannya dilakukan asal jadi dengan mengabaikan kualitas. Menurut Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) Andi Rukman Karumpa itu karena pemerintah kejar target.

“Mungkin kontraktornya merasa terkejar waktu, dikebut, jadi buru buru. Namanya juga human error. Kadang kadang kecelakaan, terjadi kerusakan pada konstruksi,” katanya saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Senin (21/1/2019).

“Jangan semata mata kita hanya ingin membuat target bahwa ini jadi, ini jadi, tapi kualitasnya terabaikan,” tambahnya.

Pihaknya di satu sisi mengapresiasi langkah pemerintah dalam mempercepat akselerasi pembangunan infrastruktur. Hanya saja jangan mengabaikan hal penting lainnya.

“Semangat pemerintah harus kita hargai untuk membangun infrastruktur secara masif. Tapi yang perlu diperhatikan juga bahwa secara perencanaan dan pengawasan juga tidak boleh diabaikan,” jelasnya.

Apalagi jalan tol tidak dibangun untuk digunakan dalam jangka pendek saja. Dengan demikian, ketahanannya harus diperhatikan.

“Pekerjaan konstruksi ini kan pekerjaan long term, akan dinikmati oleh masyarakat sepanjang masa. Jadi tidak semata-mata hanya groundbreaking, kemudian hanya peresmian segala macam. Harus betul betul diperhatikan dengan baik,” sebutnya.

Pemerintah diharapkan tidak hanya mementingkan panjang tol yang terbangun.

“Pertanyaannya bukan berapa yang jadi, tapi kualitas mutu konstruksi kita harus lakukan dengan baik. Jangan bicara target ruas tapi bicara kualitas, bukan kuantitasnya,” tambahnya.

Seperti diketahui, pada 16 Januari 2019, ruas jalan Tol Pemalang-Batang KM 321 menuju Kabupaten Batang, Jawa Tengah mengalami kerusakan. Tol yang baru diresmikan 20 Desember 2018 kemarin itu mengalami kerusakan berupa keretakan pada jalan. Bahkan pondasi penahan ruas tol kanan-kirinya juga mengalami longsor.

Bahkan kerusakan juga pernah terjadi di ruas tol Salatiga-Kartasura, Jawa Tengah. Talut atau lereng disamping ruas tol tersebut ambles. Kerusakan talut terjadi pada 24 Desember 2018, atau 4 hari setelah diresmikan.

(eds/eds)

Soal Tol Retak, Pengamat: Tak Apa Tunda Peresmian, yang Penting Oke

Jakarta – Pengamat transportasi dari Unika Soegijpranata Semarang Djoko Setijowarno, menilai kerusakan yang terjadi di beberapa ruas tol Trans Jawa merupakan resiko percepatan pembangunan. Percepatan tersebut membuat beberapa konstruksi jalan menjadi kurang sempurna.

Djoko mengingatkan agar pemerintah bukan hanya pikirkan target dan percepatan pembangunan saja tapi juga keselamatan.

“Sebenarnya nggak apa-apa lah kalau bicara keselamatan, ‘Pak (Jokowi) ini ditunda satu dua bulan gak apa apa lah’. Gak apa-apa nggak bisa (selesai) pas Pilpres yang penting lebaran oke,” kata Djoko saat dihubungi detikFinance, Minggu (20/1/2019).


Namun, Djoko juga membenarkan bahwa target percepatan pembangunan tidak boleh dilupakan. Target tersebut menurutnya penting agar pekerjaan bisa selesai sesuai jadwal.

“Target (harus) tetap ada, tapi jangan sampai mengabaikan keselamatan itu aja. Target penting ya biar orang bekerja itu sesuai jadwal,” ungkap Djoko.

Djoko juga ingatkan agar pemerintah dapat menentukan dan mengawasi titik rawan di jalan tol. Dia juga katakan agar daerah-daerah yang rusak jalan tolnya harus cepat-cepat diperbaiki.

“Jadi sekarang daerah-daerah rawan itu yang mesti ditangani cepat-cepat, saya kira kalau cuma satu dua meter kerusakan bisa diperbaiki segera saja cepat-cepat. Lalu, kita juga harus lihat titik-titik mana yang rawan itu harus diawasi,” kata Djoko. (das/das)

Gejala HIV AIDS yang Perlu Kamu Ketahui, Agar Tidak Keliru

Liputan6.com, Jakarta Kamu pasti pernah kan mendengar HIV/AIDS? Ya, HIV AIDS merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia. Penyakit yang diperingati setiap tanggal 1 Desember dengan aksi simpati ini adalah penyakit yang masih menjadi momok masyarakat dunia akibat penyebarannya yang cepat dan masif.

Maka dari itu penting buat kamu untuk mencegah dan mengetahui gejala HIV/AIDS agar bisa melindungi dirimu dan orang-orang di sekitarmu. Berikut adalah penjelasan tentang apa itu HIV/AIDS dan Gejala HIV/AIDS yang perlu kamu ketahui seperti Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (19/1/2019).

2 dari 4 halaman

Pengertian HIV AIDS

AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip dan menyerang spesies lainnya (SIV, FIV dan lain-lain).

Virus dalam penyakit AIDS adalah HIV atau Human Immunodeficiency Virus. HIV adalah virus yang melemahkan sistem kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor.

Jadi perlu kamu ketahui bahwa HIV dan AIDS memiliki arti yang berbeda. AIDS adalah penyakitnya sedangkan HIV adalah virus yang menyebabkan AIDS. Bisa dikatakan positif AIDS jika HIV telah berhasil merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Didiagnosa menderita HIV bukan berarti seseorang memiliki AIDS atau mereka akan meninggal.

Banyak mitos yang keliru soal penularan HIV, sehingga pengidapnya kerap dijauhi bukan berdasarkan alasan yang tepat. Penularan HIV tidak melalui air liur, keringat, sentuhan, ciuman, gigitan nyamuk atau bekas toilet. Penularan HIV terutama berasal dari kontak cairan tubuh seperti darah dan sperma melalui perilaku seksual dan penggunaan jarum suntik.

3 dari 4 halaman

Gejala HIV AIDS yang Perlu Kamu Ketahui

Walaupun penyakit ini mampu menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, namun sayangnya gejala awal dari penyakit ini kurang diketahui. Biasanya orang akan menyadari saat telah mencapai stadium yang parah. Berikut gejala HIV AIDS yang harus kamu tahu:

1. Demam

Hal yang tak terduga dari gejala HIV AIDS awal adalah demam ringan, sakit tenggorokan dan pembengkakan kelenjar getah bening. Jika seseorang telah memiliki tanda-tanda tersebut, maka HIV telah memasuki aliran darah dan mulai merusak kekebalan tubuh. Demam ini bisa sembuh sendiri, namun akan muncul lagi secara mendadak.

2. Kelelahan

Ketika virus tersebut telah memasuki tubuh sesorang, maka virus ini akan menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Sehingga dapat menyebabkan kelelahan dan kelemahan di dalam tubuh. Rasa sakit pada semua bagian persendian dan otot.

3. Nyeri Pada Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh dan kemungkinan besar akan mengalami peradangan saat terjadi infeksi. Jika peradangan terjadi di kelenjar getah bening, maka ketiak, pangkal paha, dan leher kemungkinan akan terasa nyeri.

4. Ruam di Kulit

Sebuah ruam kulit seperti bisul dan jerawat yang tiba-tiba menyerang tubuh juga dapat menjadi tanda awal dari penyakit ini. Penyakit kulit ini terjadi beberapa saat setelah orang itu terinfeksi HIV.

5. Mual, Muntah dan Diare

Diare yang terus menerus dan disertai dengan mual dan muntah juga menjadi tanda bahwa Anda terinfeksi penyakit ini.

6. Berat badan Berkurang Disertai Batuk Kering

Batuk kering dan turunnya berat badan secara drastis juga merupakan tanda awal penyakit HIV AIDS. Hal ini terjadi karena lagi-lagi disebabkan virus HIV yang mengganggu kesehatan sel tubuh lain.

Selain gejala HIV AIDS di atas, sumber lain juga berpendapat adalah yang lain mungkin sebagai awal dari gejala HIV AIDS. Gejala HIV AIDS lainnya adalah gangguan saraf, infeksi jamur pada mulut, tenggorokan, mudah memar tanpa sebab, sesak napas dan berkeringat di malam hari.

4 dari 4 halaman

Terdapat 3 Fase HIV AIDS

Para pengidap HIV banyak yang tidak menyadari bahwa ia positif HIV karena gejala-gejala dialami sangatlah umum. Dan jika seseorang telah positif HIV, ia akan mengalami 3 fase infeksi HIV yang kemudian menjadi AIDS, fase tersebut sebagai berikut:

1. Fase pertama: Infeksi HIV Akut

Fase ini di mana orang yang terjangkit mengalami gejala HIV AIDS yang sudah disebutkan di atas. Gejala-gejala di atas sering diabaikan karena hamper mirip dengan gejala flu.

2. Fase kedua: Fase Laten HIV

Fase ini justru orang yang terjangkit tidak menunjukkan ciri khas tertentu. Namun pada fase inilah virus di dalam tubuhnya mulai membelah diri dan menyebar sehingga perlahan darah putih mulai berkurang dan mudah terinfeksi.

3. Fase ketiga: AIDS

Fase ini adalah fase puncak dari AIDS. Virus HIV sudah mampu membuat tubuh penderita memicu penyakit lain seperti pneumonia, meningitis, TBC atau kanker.

Hal yang bisa kamu lakukan saat mengalami salah satu gejala di atas adalah langsung periksakan ke dokter. Dengan begitu dokter akan langsung bertindak sebelum virus HIV menyebar ke seluruh tubuh.

Untuk mencegah dan melindungi diri dari penularan HIV, kamu bisa melakukan beberapa hal seperti:

• Pelajari bagaimana HIV menyebar

• Hindari alkohol dan obat-obatan terlarang

• Lakukan hubungan seks yang aman

• Jangan pernah berbagi jarum atau alat suntik

• Hindari menyentuh darah dan cairan tubuh orang lain

• Lakukan perawatan medis jika kamu hamil

Bagi kamu yang sehat, bersyukurlah. Peran kamu bisa juga menjadi penyemangat bagi penderita yang sudah terjangkit HIV. Penderita HIV AIDS bukan untuk dihindari tetapi untuk dibantu untuk lebih semangat dalam menjalani hidupnya.



Reporter: Loudia Mahartika

Mengungkap Tabir Jasad Perempuan dalam Tong di Surabaya

Liputan6.com, Surabaya – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang korban perempuan yang teridentifikasi sebagai pengusaha “laundry” atau penatu.

“Mayat korban ditemukan oleh seorang pemulung di dalam tong plastik warna hijau terbungkus seprai di pinggir Jalan Romokalisari Surabaya pada hari Kamis kemarin, 17 Januari,” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan, Jumat (18/1/2019).

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), mayat korban pembunuhan yang dipenuhi luka teridentifikasi bernama Ester Lilik Wahyuni (51), yang beralamat di Jalan Simpang Darmo Permai Selatan XIII/ 03 Sambikerep, Surabaya.

“Mayatnya ditemukan tanpa identitas. Kami mengungkap identitasnya berdasarkan hasil olah TKP. Dari situ kami mengetahui bahwa korban di tempat tinggalnya itu membuka usaha laundry,” ungkapnya dilansir Antara.

Penyelidikan polisi mendapati korban di tempat usahanya memiliki dua orang karyawan, masing-masing beirnisial SR, usia 19 tahun, dan MA, usia 20 tahun, keduanya asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Rudi mengatakan, kedua karyawan tersebut tidak berada di lokasi saat polisi melakukan penggeledahan di rumah korban pembunuhan.

“Keduanya kami tangkap di Pelabuhan Gresik tadi pagi. Mereka hendak pulang ke Pulau Bawean dan sedang menunggu kapal,” ucapnya.

Pada masing-masing kaki SR dan MA tampak dihadiahi polisi timah panas.

2 dari 2 halaman

Motif Pelaku Pembunuhan

Menurut Rudi, keduanya, yang baru bekerja selama delapan hari di tempat usaha laundry Jalan Simpang Darmo Permai Selatan itu, akhirnya mengakui telah melakukan pembunuhan berencana terhadap juragannya.

“Motifnya adalah sakit hati. Mereka mengaku diusir dari tempat kerjanya karena dituduh mencuri telepon seluler milik korban dan tidak diberi gaji setelah bekerja selama seminggu,” ujarnya.

MA kepada wartawan saat dirilis tadi sore di Polrestabes Surabaya membenarkan pengakuannya seperti yang telah disampaikan oleh Kapolrestabes Rudi Setiawan.

“Kami dijanjikan gaji bulanan sebesar masing-masing Rp 1,7 juta. Tapi belum sampai sebulan bekerja kami diusir karena dituduh mencuri telepon seluler. Padahal kami tidak mencuri. Saya tanyakan ke teman saya SR juga bilang tidak mencuri,” katanya.

MA dan SR merasa jerih payahnya selama seminggu bekerja berhak mendapat upah.

“Karena upah kami tidak dibayarkan. Akhirnya kami merencanakan pembunuhan. Kami hanya minta Rp 100 ribu untuk ongkos pulang ke Bawean. Seandainya dikasih, tentunya tidak akan terjadi pembunuhan,” ucap MA.

Polisi mengungkap pembunuhan terjadi di rumah korban yang sekaligus juga tempat usaha laundry pada tanggal 14 Januari, sekitar pukul 14.40 WIB, dengan cara dipukuli di bagian dada, muka dan dicekik lehernya hingga tak bernyawa.

Mayat korban kemudian dibungkus menggunakan seprei dan dimasukkan ke tong plastik, lalu dibuang di pinggir Jalan Raya Romokalisari Surabaya dengan mengendarai sepeda motor berboncengan. Kedua pelaku juga sempat membawa lari uang korban senilai Rp 2,4 juta.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Pilpres 2019, JK Sebut Stabilitas Politik di Indonesia Baik

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut stabilitas politik di Indonesia berjalan baik di tahun politik, dibandingkan dengan negara di kawasan Asia Tenggara atau negara lain, terbukti dengan tidak adanya konflik dalam pelaksanaan pemilu.

“Saya yakin di antara negara-negara ASEAN dan negara lainnya, Indonesia mempunyai stabilitas politik yang baik. Meskipun pemilu ribut di dunia maya, ribut di TV dan sebagainya, tapi tidak ada masalah di lapangan,” kata Wapres JK saat memberikan kuliah umum “Indonesia and the World: Future Trajectory Opportunities and Challenges” di Hotel Mandarin Oriental Jakarta, Kamis (17/1/2018).

JK mengatakan euforia pesta demokrasi lima tahunan sekali di Indonesia saat ini lebih terasa di media sosial dan media arus utama seperti televisi. Di lapangan, justru tidak ada keributan akibat keberpihakan politik di Pilpres 2019.

Dalam Pilpres 2019, ada 2 kubu yang bertarung sengit, namun tidak terjadi konflik menjadi kunci keberlangsungan demokrasi di Tanah Air.

“Tidak ada konflik di antara kita semua. Itu modal pokok bahwa demokrasi Indonesia bisa berjalan dengan baik, walaupun juga ada tantangan-tantangan demokrasi yang timbul dari hal-hal tersebut,” jelas Jusuf Kalla seperti dikutip dari Antara.

Tantangan tersebut terlihat dari tren demokrasi di sejumlah negara maju, seperti Amerika Serikat dan Inggris, yang menurut JK semakin populis. Hal itu antara lain disebabkan oleh timbulnya pesimisme terhadap sistem demokrasi di kalangan masyarakat negara maju.

2 dari 3 halaman

Fenomena Donald Trump

Fenomena Donald Trump, kata JK, yang memenangi Pilpres AS dan menerapkan sejumlah kebijakan ekslusif di negaranya, serta referendum Brexit (British Exit) dari Uni Eropa, menjadi bukti tren politik dunia cenderung berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Sindrom Trump dan Brexit itu menjadi suatu tanda bahwa orang menjadi lebih populis, karena akibat kegagalan prinsip demokrasi yang mengutamakan kepada angka-angka, tapi tidak kepada sisi ‘human’ dari demokrasi tersebut,” tutur JK.

Oleh karena itu, JK berpesan kepada generasi muda dan penerus bangsa untuk tidak mengabaikan tren tersebut, sehingga dapat menghadapi sejumlah tantangan demokrasi di Tanah Air.

“Tantangan itu bagi kita merupakan bagian yang harus kita hadapi, dan tentu kita juga harus memperhatikan tren di dunia ini. Karena itulah, kita melihat peran dan pandangan keterbukaan yang populis, yang menimbulkan suatu bangsa menjadi berubah dan maju,” ujar Wapres.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Titel Juara ke-10 Rossi Disamakan dengan Makhluk Mitologi

JakartaValentino Rossi masih mengejar titel juara dunia ke-10. Tercapai atau tidaknya target itu diyakini akan lebih bergantung pada Yamaha ketimbang Rossi.

Rider Yamaha itu telah mengumpulkan sembilan titel gelar juara balap motor di sepanjang kariernya, termasuk tujuh di kelas primer. Akan tetapi, terakhir kali Rossi memenangi titel juara dunia pada 2009 atau 10 tahun lalu.

Selama ini, The Doctor mentok dengan finis runner-up tiga kali beruntun di antara 2014-2016. Bukan hanya kemunculan para rival yang lebih muda dan kompetitif seperti Jorge Lorenzo dan Marc Marquez, namun Rossi turut dihambat oleh serangkaian masalah yang dialami motor M1 dalam dua tahun terakhir.


Pengamat top MotoGP Carlo Pernat mengakui akan sulit bagi Rossi meraih gelar juara dunia ke-10. Namun, Pernat meyakini Yamaha akan lebih berperan atas sukses atau tidaknya Rossi mencapainya.

“Bahwa Rossi mengejar titel juara ke-10, yang hampir seperti mahkluk mitologi. Ini adalah mission impossible untuk Tom Cruise, tapi di film-filmnya menjadi bisa dilakukan,” jawab Pernat saat ditanya tantangan yang paling dinantikan fans di MotoGP 2019.

“Menurut saya, bisa atau tidaknya akan lebih bergantung pada Yamaha daripada pada dia,” lanjut pengamat asal Italia itu dilansir GPOne.

“Rossi dipersiapkan dengan baik, bahkan tahun lalu ketika M1 kurang kompetitif seperti di Malaysia, dia bisa berada di posisi depan. Valentino seperti binatang balap dan akan bersaing. Tapi sudah jelas di usia 40 tahun, tidak ada lagi ruang peningkatan dan kita harus memperhitungkannya.”

“Anda tidak bisa mengabaikan perbedaan usia dibandingkan dengan lawan-lawan, risiko-risikonya, dalam kondisi-kondisi tertentu yang mungkin tidak akan diambil sementara para pebalap lain mengambilnya. Saya yakin bahwa dia akan bersaing, tapi akan bergantung pada Yamaha.” (rin/raw)

HEADLINE: Shutdown Terlama dalam Sejarah AS, Ego Donald Trump Semata?

Liputan6.com, Washington, DC – Meja prasmanan disiapkan di Gedung Putih, aneka makanan ditata di atas nampan perak mewah, lilin-lilin panjang pun dinyalakan. Senin petang, 14 Januari 2019, Presiden Amerika Serikat Donald Trump siap menjamu tim Clemson University yang baru saja memenangkan ajang College Football Playoff National Championship.

Menurut Trump, makan malam saat itu bertema ‘Great American Food’.

Menunya terdiri atas 300 burger yang dipesan dari McDonald’s, Wendy’s dan Burger King’s; sejumlah piza; dan kentang goreng yang ‘naik kelas’ setelah ditempatkan di gelas-gelas kertas yang menyandang cap kepresidenan AS. Mangkuk-mangkuk perak mengkilat, yang berisi berbagai macam saus, diletakkan di tengah.

Satu-satunya makanan sehat yang ada di atas meja adalah salad sayuran, yang masih dikemas dalam wadah-wadah plastik transparan. 

Donald Trump menjamu tim Clemson Tigers dengan makanan cepat saji (AP Photo/Susan Walsh)

“Karena shutdown…kami keluar dan memesan makanan cepat saji ala Amerika. Aku yang bayar,” kata Donald Trump pada sejumlah reporter di State Dining Room, seperti dikutip dari BBC News, Selasa (15/1/2018).

“Ada piza, 300 hamburger, dan banyak kentang goreng, makanan favorit kita,” tambah sang miliarder nyentrik. Menurutnya, itu pilihan yang lebih baik ketimbang opsi lain, menghidangkan salad racikan ibu negara Melania Trump. 

Saat ditanya, apa makanan cepat saji favoritnya, Trump mengaku suka semuanya. Itu pilihan menu yang ‘patriotris’ — versi dia tentu saja.

“Selama buatan Amerika, saya suka. Ini semua adalah produk Amerika,” kata Trump.

Presiden AS Donald Trump menghidangkan makanan cepat saji di Gedung Putih , sebagai dampak dari penutupan sementara pemerintahan negeri itu (AP/Susan Walsh)

Belum jelas berapa duit yang dikeluarkan Trump untuk membayar orderan makanan cepat saji itu.

Ia mengaku tak ingin membatalkan acara makan malam hanya karena shutdown yang membuat para staf Gedung Putih dirumahkan atau dipaksa cuti.

Meski dengan menu seadanya, makan malam berjalan lancar. Satu per satu anggota tim Clemson Tigers yang berjas necis bergiliran mengambil hidangan. Menumpuk kotak karton berisi burger dan makanan lain di atas piring porselen putih.

Sejumlah warganet mengomentari reaksi para atlet saat melihat ke arah meja prasmanan. Ada yang memasang wajah lempeng, tersenyum, nyengir. Ekspresi wajah Matt Bockhorst, pemain bertahan, saat menumpuk dua Big Macs di piringnya pun memancing tanda tanya.

Matt Bockhorst kemudian merespons tanda tanya itu lewat akun Twitternya.

Sejumlah warganet juga membandingkan menu yang dihidangkan Donald Trump dengan pendahulunya.

“Presiden kita, @realDonaldTrump, yang paling luar biasa. Ia menyajikan McDonald’s dan Wendy’s untuk tim sepak bola Clemson. Sementara Obama pasti menyajikan salmon kukus dan asparagus untuk mereka!,” tulis pengguna Twitter, @RickySunnyvale1.

Para atlet yang berkunjung biasanya ditawari makan dari dapur Gedung Putih. Juru bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders mengatakan penutupan pemerintahan atau shutdown memaksa menu baru disajikan.

“Karena kubu Demokrat menolak untuk bernegosiasi tentang keamanan perbatasan, banyak staf di Gedung Putih cuti, sehingga presiden secara pribadi mengeluarkan uang untuk hidangan beberapa makanan cepat saji favorit semua orang,” kata dia seperti dikutip dari New York Times

Yang pasti, dampak kebijakan Donald Trump tak hanya berhenti hingga junk food yang ditata mewah untuk menjamu para tamu negara.

Tak hanya staf rumah tangga Gedung Putih, sekitar 800 ribu pekerja sektor publik terdampak shutdown. Mereka diminta cuti. Opsi lain, kerja tanpa dibayar.

Penutupan pemerintahan AS pernah terjadi pada masa lalu. Namun tak pernah sepanjang ini. Shutdown bermula pada 22 Desember 2018 dan telah berlangsung setidaknya selama 25 hari.

Shutdown kedua dalam pemerintahan Donald Trump — pertama terjadi Januari 2018 lalu — adalah yang terlama sepanjang sejarah Amerika Serikat.

Shutdown dipicu penolakan Donald Trump untuk menyetujui anggaran federal, kecuali jika menyertakan dana pembangunan tembok di sepanjang perbatasan Meksiko. Namun, House of Representatives (lower-chamber Kongres AS) yang dikuasai kubu Demokrat ogah meloloskan dana US$ 5,7 miliar yang diajukan pemerintah untuk membangun tembok perbatasan. 

Sekitar seperempat bagian pemerintah federal terus tutup. Entah sampai kapan. Sementara, sejumlah karyawan sektor penting seperti petugas lalu lintas udara dan agen Secret Service tetap bekerja tanpa menerima gaji hingga skema anggaran pengeluaran disepakati.

Saat menghadiri konvensi American Farm Bureau Federation di New Orleans, Senin 14 Januari 2019, Donald Trump berkoar akan memperjuangkan tembok perbatasan yang dijanjikannya sepanjang kampanye Pilpres AS.

“Jika alasannya untuk menjaga keamanan orang-orang Amerika, aku tidak akan pernah mundur,” kata dia di hadapan para petani yang juga ikut terpukul akibat shutdown. Mereka tak bisa mengakses informasi yang penting bagi pertanian, pinjaman dibekukan, pun dengan dana talangan yang dijanjikan. 

Presiden AS, Donald Trump berbincang saat melakukan perjalanan untuk melihat prototipe tembok perbatasan AS dan Meksiko di San Diego, Selasa (13/3). Tembok ini adalah perwujudan dari janji Trump pada kampanye presiden 2016 lalu. (AP/Evan Vucci)

Kebijakan anti-imigran Donald Trump juga membuat sektor pertanian kekurangan tenaga kerja. Yang mengejutkan, dalam pidatonya Trump berjanji akan membuat aturan yang lebih mudah bagi para imigran untuk datang ke AS. Untuk dipekerjakan di ladang. “Anda butuh orang-orang itu,” kata dia.

Sementara itu, di luar lokasi konvensi, ratusan demonstran menggelar aksi. Membawa poster berisi tuntutan dan patung Donald Trump berwarna emas, mereka berseru, “Lock him up” — Penjarakan dia. 


Saksikan video terkait Donald Trump berikut ini:

2 dari 3 halaman

Dampak Mengerikan

Tak ada yang tahu kapan penutupan pemerintah AS atau shutdown bakal berakhir. 

Donald Trump sejauh ini menolak saran untuk membuka kembali pemerintahan, selama setidaknya beberapa pekan, sementara negosiasi terus dilanjutkan dengan kubu Demokrat terkait pembangunan tembok perbatasan yang konon tak bisa ditembus.

Taipan properti itu juga menepis solusi penetapan kondisi darurat nasional untuk ‘potong kompas’, tetap membangun tembok perbatasan dengan dana darurat, tanpa persetujuan Kongres.

“Aku tak akan menetapkan kondisi darurat,” kata Trump pada Senin 14 Januari 2019 seperti dikutip dari situs woodtv.com. “Itu terlalu mudah, kita tidak harus melakukannya.”

Jajak pendapat yang dilakukan Washington Post-ABC News yang dipublikasikan pada 13 Januari 2019 menunjukkan, 54 persen warga AS menolak pembangunan tembok perbatasan, sementara 42 persen mendukungnya.

Sementara, 87 persen kubu Republik mendukung pembangunan tembok tersebut, sementara di kubu Demokrat, 84 persen menolaknya.

Dan, Donald Trump bersikukuh tak akan mundur. Di sisi lain kubu Demokrat bergeming. Deadlock. Buntu. Seminggu terakhir berlalu tanpa negosiasi apapun. 

Dampak shutdown pun kian menyulitkan warga AS. Sektor penerbangan kena dampaknya. 

Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport, salah satu bandara tersibuk di AS, mengingatkan calon penumpang untuk menyediakan waktu tiga jam untuk pemeriksaan keamanan.

Penyebabnya, kebanyakan staf badan keamanan transportasi AS atau Transportation Security Administration, yang harus bekerja tanpa dibayar selama shutdown, memilih tak datang ke tempat kerja.

Seperti dikutip dari Business Insider, karena antrean yang panjang, banyak penumpang ketinggalan pesawat.

Sementara itu, kekacauan terjadi di penjara federal dengan keamanan tingkat tinggi di Manhattan, negara bagian New York.

Sejumlah tahanan mogok makan sejak Senin 14 Januari 2019, setelah jadwal kunjungan keluarga dibatalkan pekan lalu dengan alasan kekurangan staf. Penjara dengan nama resmi Metropolitan Correctional Center (MCC) adalah salah satu pusat penahanan terpenting dalam sistem penjara federal AS, yang menampung sekitar 800 tahanan, demikian dikutip dari New York Times pada Selasa (15/1/2019).

Sejumlah tahanan teroris, penjahat kerah putih, dan bahkan raja narkoba asal Meksiko, El Chapo pernah jadi penghuninya.

Di sisi lain, keluarga sipir penjara pun merana akibat shutdown. “Aku harus mencemaskan bahan bakar mobil, resep obat yang harus ditebus,” kata Carol Hall, seperti dikutip dari situs wctv.tv. “Aku juga harus mengkhawatirkan pasta gigi, tisu toilet, makanan, barang-barang kebutuhan harian.”

Hall mengaku, alasan ia berbagi kisah adalah agar orang-orang memahami bahwa shutdown tak hanya memengaruhi para pegawai federal, tapi juga keluarga mereka.

Warga sipil pun ikut kena getahnya. Terutama mereka yang tak mampu secara finansial. Misalnya, penutupan pemerintahan membuat 38 juta warga Amerika tak bisa mendapatkan kupon makan.

Sektor bisnis ikut terpukul. CEO Delta Air Lines, Ed Bastian mengaku, shutdown akan mengurangi pendapatan maskapainya sekitar US$ 25 juta bulan ini.

Sejumlah pemangku kepentingan di AS, yang ada di Washington DC hingga Wall Street membayangkan skenario mengerikan jika penutupan sebagian pemerintah AS — yang sudah memecahkan rekor terlama sepanjang sejarah — akan berlangsung hingga musim semi atau bahkan lebih lama lagi.

Di luar dampak langsungnya terhadap bisnis, para ekonom mengatakan, shutdown mengancam mengguncang kepercayaan konsumen dan mengurangi penjualan ritel, terutama karena pekerja dan kontraktor federal yang tidak dibayar berhenti mengeluarkan uang untuk kendaraan, rumah, hingga hiburan. Banyak sektor usaha bakal terpukul.

Hambat Penegakan Hukum

Petugas imigrasi AS melakukan razia imigan gelap ke 100 toko 7-Eleven (AP)

Shutdown yang telah berlangsung selama 25 hari terbukti menghambat upaya penegakan hukum di seluruh pemerintah federal. Juga menghentikan inspeksi pembangkit listrik dan sumur minyak, memperlambat penyelidikan kasus penipuan keuangan dan audit pajak, menghambat investigasi kecelakaan pesawat dan bahkan menunda penyelidikan dalam kasus privasi Facebook.

Seperti dikutip dari Politico, pelatihan bagi para jaksa yang menangani kasus pornografi anak dan penjualan narkoba online terpaksa dihentikan.

Departemen Kehakiman juga merumahkan sebagian besar hakim administratifnya, yang bertugas menegakkan hukum imigrasi. Dan, Komisi Komunikasi Federal tidak bisa menanggapi keluhan konsumen, misalnya tentang robocall.

Para penegak hukum yang seharusnya menyelidiki kasus polusi, bahaya keselamatan, dan ancaman lainnya duduk di rumah alih-alih menangani kasus yang mengancam orang banyak.

Aksi Simpati

Di sisi lain, shutdown memicu aksi solidaritas. Sebuah kelompok bantuan bencana yang didirikan oleh koki selebritas José Andrés menyatakan akan menawarkan makanan gratis kepada para pegawai pemerintah di Washington DC.

Sebelumnya, petugas pengawas aviasi dan lalu lintas udara (air-traffic controller) di Kanada mengirim ratusan boks piza ke rekan mereka di Amerika Serikat (AS), yang tetap bekerja di tengah kondisi penutupan sementara pemerintah federal. 

Lebih dari 70 anggota Kongres Amerika Serikat juga menolak menerima gaji atau menyumbangkannya ke badan amal untuk membantu pekerja federal yang tidak menerima gaji.

Sembilan dari 15 kementerian tingkat kabinet tidak mendapat pendanaan selama government shutdown, mengakibatkan pegawainya tidak menerima upah.

Tetapi, gerakan amal (dan secara politis cerdas) itu tampaknya belum menyebar ke pejabat Gedung Putih atau anggota kabinet Trump.

Situs Quartz menghubungi lembaga kementerian dan badan di kabinet Trump, serta kantor wakil presiden dan kantor pers Gedung Putih dalam beberapa hari terakhir, untuk menanyakan apakah pejabat Trump, wakil presiden atau presiden sendiri membuat sumbangan amal selama shutdown.

Sejauh ini, tidak ada satu pun dari total 20 lembaga yang dihubungi oleh Quartz mengikuti jejak langkah anggota Kongres AS yang menyumbangkan gajinya.

Anggota kabinet pemerintahan Presiden Donald Trump adalah salah satu yang terkaya dalam sejarah Amerika Serikat. Mulai dari Menteri Keuangan Steven Mnuchin yang punya usaha produksi film di Hollywood; Menteri Pendidikan Betsy DeVos yang adalah miliarder (dalam dolar AS); hingga penasihat kepresidenan Ivanka Trump dan Jared Kushner, anak dan menantu Trump yang masing-masing mengelola bisnis sendiri.

Kabinet Trump punya sejarah memberikan gaji mereka untuk kepentingan donasi, dengan DeVos pernah mendonasikannya ke sebuah penggalangan amal dan sang presiden sendiri berjanji untuk memberikan seluruh upahnya senilai US$ 400.000 per tahun (Rp 5,6 miliar) ke badan amal.

Tapi, kantor pers Gedung Putih tidak segera menanggapi pertanyaan tentang sumbangan lebih lanjut yang mungkin Trump atau DeVos berikan kepada pekerja federal selama government shutdown.

Wakil Presiden Mike Pence menghasilkan US$ 230.700 per tahun. Dan kantornya juga tidak merespons selama beberapa hari tentang apakah dia menolak menerima gaji atau menyumbangkan gaji ke badan amal selama shutdown.

3 dari 3 halaman

Ego Donald Trump?

Donald Trump sedang bertaruh. Di satu sisi, ia sedang berupaya memenuhi janji kampanyenya untuk membangun tembok perbatasan yang tak bisa ditembus. Di sisi lain, ia akan kena dampaknya. 

Ketika shutdown justru bikin masalah dan bikin banyak orang susah, ia pun dipersalahkan. 

Washington Post-ABC News menggelar jajak pendapat terhadap 788 responden warga AS yang dilakukan pada 8 – 11 Januari 2019, dengan margin of error 4,5 persen.

Survei itu mengawali jajak dengan mengajukan pertanyan inti: “Menurut Anda, siapa yang paling bertanggung jawab atas situasi ini?”

Hasilnya, 53 persen orang AS mengatakan kepada jajak pendapat bahwa mereka menyalahkan Presiden Trump dan fraksi Partai Republik di Kongres AS, demikian seperti dikutip dari USA Today, Senin (14/1/2019).

Level penerimaan bersih (net approval rating) Donald Trump pun melorot dari  -10 poin menjadi -14 poin, demikian dikutip dari CNN pada Selasa 15 Januari 2015.

Apakah Donald Trump layak dipersalahkan?

Mengomentari penutupan pemerintahan di AS, pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah mengatakan bahwa “drama” di Negeri Paman Sam tersebut tak lain dan tak bukan disebabkan oleh ‘ego’ Presiden Donald Trump.

“Egonya besar sekali kelihatan sejak awal ia berkuasa,” jelas Rezasyah.”Saya melihat ini seperti menonton episode The Apprentice, dengan Trump mengambil keputusan dengan cepat dan keras namun tak melihat dampak buruknya bagi dalam negeri sendiri.”

(Government shutdown) ini sudah mendapat banyak keluhan dari aparatur di dalam negeri dan kedutaan besar AS di luar negeri. Meski layanan visa buka, pegawai kedutaan yang notabenenya karyawan Kementerian Luar Negeri AS ikut terdampak shutwdown karena lembaga pusat mereka kena. Ini mempersulit hal-hal seperti keimigrasian, antrean panjang, aturan jam kerja semakin tidak menentu.”

Menurut dia, sudah terlalu banyak keruwetan yang dibuat oleh Trump lewat shutdown. “Dan Donald Trump, memasuki shutdown hari ke-25 tidak menunjukkan akan mengalah. Sikap ia yang seperti ini menunjukkan bahwa dirinya bukan negarawan, tapi politikus yang terbiasa menang-kalah atas usulannya,” jelas Rezasyah.

Trump telah berulang kali berjanji untuk menolak negosiasi rancangan undang-undang yang awalnya didukung oleh kedua belah pihak untuk membuka kembali pemerintah, tanpa dana untuk temboknya, The Guardian melaporkan.

House of Representatives fraksi Partai Demokrat berencana untuk memperkenalkan paket RUU untuk membuka kembali pemerintah.

Fox News melaporkan, sudah ada pertemuan di Gedung Putih pada Rabu 2 Januari 2019 lalu antara Trump dan dua pemimpin teratas dari setiap partai dari masing-masing kamar (House of Representative dan Senat) untuk membahas negosiasi paket RUU itu dan kebuntuan terkait government shutdown.

Rencana anggota DPR fraksi Demokrat mencakup satu RUU untuk mendanai Kementerian Keamanan Dalam Negeri sesuai anggaran normal hingga 8 Februari –dengan sekitar US$ 1,3 miliar dialokasikan untuk keamanan perbatasan. Tapi, paket itu belum termasuk uang senilai US$ 5 miliar untuk membangun tembok yang diinginkan presiden di perbatasan AS-Meksiko.

Juru bicara pemimpin fraksi Republik di Senat AS, Mitch McConnell telah menjelaskan bahwa Senat tidak akan menyetujui RUU itu jika Presiden Donald Trump tidak mendukungnya. Namun, McConnell sendiri masih bungkam terhadap situasi shutdown –atau dinilai berlindung untuk menghindari sorotan yang selama ini menyasar kepada sang Presiden.

“Trump tidak berpikir tentang sustainibility atau keberhasilannya bertahan dalam memerintah. Perspektifnya winner takes all. Kalau aku kalah, semua harus kalah,” kata Rezasyah.

“Jika ia terus melanjutkan sikapnya yang seperti ini, kepercayaan masyarakat terhadap Trump bisa semakin menyusut,” lanjut dosen Universitas Padjajaran itu.

Sementara itu, Presiden Donald Trump juga telah memutar otak untuk mencari sumber pendanaan lain agar temboknya tetap dibangun, yakni “dengan Meksiko yang membayarnya.”

Trump mengatakan bahwa pemerintahannya akan mengejar paket kesepakatan perdagangan baru dengan Meksiko, sebagai cara tidak langsung agar Negeri Aztec membiayai pembangunan tembok di perbatasan –suatu opsi yang memungkinkan menurut analis, terlepas apakah Mexico City akan menyetujuinya atau tidak.

“Trump juga memaksakan agar tembok itu turut dibayar oleh Meksiko … tapi itu adalah sebuah penghinaan terhadap Meksiko. Keputusan seperti ini bukan sesuatu hal yang dilakukan secara sepihak seperti Trump saat ini, namun, lebih melalui sharing. Tapi Trump tidak melakukan hal itu,” jelas Teuku Rezasyah.

“Dan beberapa lembaga pemerintahan AS memandang ada yang tidak konstitusional dari pembangunan tembok itu di perbatasan, dan oleh karenanya Partai Demokrat mungkin menolak menyetujui pembiayaan.

“Kemudian Trump terus memaksakan hal tersebut menunjukkan egonya yang semakin besar.

“Kita tinggal tunggu saja siapa yang akan menggerakkannya atau menginisiatifkan impeachment ini, apakah Kongres atau penegak hukum lewat penyelidikan soal Rusia.”

Namun, Rezasyah menampik jika shutdown ini akan menjadi instabilitas besar bagi sistem demokrasi di AS.

“Mereka sudah berdemokrasi sejak lama, sudah stabil dan matang. Sekarang, hanya jangan sampai Trump mencegah agar kepemimpinannya justru goyah akibat egonya sendiri seperti shutdown atau mendadak terjadi masalah lain yang tak terduga selama penutupan pemerintahan.”

Namun, jika shutdown terus terjadi, menurut Teuku Rezasyah, approval rating Trump mungkin akan turun. Dan, dengan semakin dekatnya Pilpres AS 2020, Trump mungkin tidak akan dipilih kembali oleh internal Republik untuk mewakili mereka dalam pencalonan presiden AS periode 2020 – 2024.

“Partai Republik juga terlihat agak pasif dalam shutdown ini ya. Dengan penutupan yang terus berlarut, mungkin akan ada kemungkinan bahwa Republik akan mengharapkan Trump mengendurkan egonya.”

The Guardian, pada 13 Januari 2019 melaporkan bahwa beberapa anggota Partai Republik yang berhaluan moderat tampaknya mulai goyah dengan shutdown yang berlarut-larut –sesuatu hal yang kemudian ditanggapi sinis oleh politisi Partai Demokrat di Senat AS.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, Senator AS fraksi Partai Demokrat dari Negara Bagian Connecticut, Chris Murphy mengatakan “ini sudah menjadi penutupan paling bodoh yang pernah ada”.

“Satu-satunya alasan shutdown adalah karena Presiden Trump menginginkannya seperti itu,” katanya. 

Sementara itu, menurut S&P Global Ratings, shutdown telah membebani ekonomi AS senilai US$ 3,6 miliar. Dan jika shutdown terus berlangsung untuk dua pekan lagi, nominal itu akan melampaui total anggaran yang diajukan Trump untuk membangun temboknya di perbatasan yakni sebesar US$ 5 miliar.


Hasil yang Dipetik dari Pilpres AS

Donald Trump berpidato di hadapan para pendukungnya di New York Hilton Midtown, New York, AS (9/11). Trump langsung menyampaikan pidato kemenangannya setelah meraih kemenangan di electoral vote pada Pilpres AS. (PHOTO / Timothy A. CLARY)

Sementara itu, pengamat Amerika Serikat dari Universitas Indonesia Suzie Sudarman mengatakan bahwa shutdown yang terjadi di AS saat ini merupakan “hasil yang dipetik dari Pilpres AS 2016”.

“Ini adalah contoh di mana ideologi AS diwujudkan, mereka yang memilih Trump maka mereka pula-lah yang merasakan kebijakannya yang in-sensitif kepada warganya sendiri,” nilai Suzie menggarisbawahi shutdown yang menyebabkan 800.000 pegawai federal AS tidak digaji atau terpaksa dirumahkan.

“Trump adalah orang yang akan melakukan apa saja untuk mewujudkan apa yang ia inginkan. Sulit diprediksi ke depannya akan seperti apa melihat rekam jejaknya selama ini. Tapi egonya yang besar mungkin akan membuatnya terus melanjutkan shutdown dengan mengabaikan para pekerja federal yang mungkin tidak menerima gaji.”

Menurut Suzie, ini adalah kali pertama di mana selama shutdown, baik pemerintah eksekutif dan legislatif tidak bernegosiasi secara signifikan untuk menyelesaikan penutupan pemerintahan.

“Pada shutdown era Obama, baik Gedung Putih dan Kongres saling bertemu untuk menemukan jalan tengah agar mencapai kompromi,” jelas Suzie, mereferensi penutupan pada 1-17 Oktober 2013 disebabkan ketika House of Representatives (lower-chamber Kongres) dari fraksi Partai Republik menawarkan resolusi berkelanjutan yang bertujuan menunda atau menggunduli Undang-Undang Perawatan Terjangkau, yang dikenal sebagai Obamacare.

“Tapi pada era Trump, negosiasi dan kompromi seperti itu tidak ada, dengan masing-masing kukuh dengan keinginannya. Terutama Donald Trump dengan pembangunan temboknya.”

Viral Video SBY ‘Dicueki’, PD Tunjuk Hidung Pro-Jokowi

Jakarta – Video capres Prabowo Subianto yang dideskripsikan mengabaikan Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ramai diperbicangkan di media sosial. PD pun lantas menuding pendukung capres petahana Joko Widodo (Jokowi) di balik beredarnya potongan video tersebut.

Peristiwa dalam video itu terjadi di acara pidato kebangsaan ‘Indonesia Menang’ Prabowo di Plenary Hall, JCC Senayan, Jakarta, Senin (14/1) malam. Saat itu, capres nomor urut 01 itu tengah menyambut SBY yang datang sebagai pimpinan parpol koalisinya.

Prabowo dan Presiden ke-6 RI itu lantas berjalan bersama rombongan menuju holding room. Mulanya, keduanya tampak asyik berbincang dan berjalan bersamaan. Di tengah perjalanan, Prabowo kemudian berhenti dan berbalik badan meninggalkan SBY untuk menyapa seorang pria asing. Pria asing itu disebut-sebut sebagai diplomat dari negara sahabat.

SBY, dalam video itu, tampak menunggu Prabowo menyapa sang diplomat asing. Prabowo dan diplomat asing itu kemudian tampak berbincang sambil berjalan bersama-sama menuju holding room melewati SBY yang tengah menunggu bersama rombongan lainnya. SBY pun kemudian tampak berjalan di belakang keduanya.
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, kemudian menjelaskan perihal peristiwa itu. Andre mengatakan tidak ada maksud dari capres nomor urut 02 itu meninggalkan SBY. Sebab, pasca menyapa sang diplomat, Prabowo kembali berbincang dengan SBY.

“Nggak ada ninggalin Pak SBY. Lihat aja di Insta Story gue, serunya sama (Pak Prabowo dan) Pak SBY. Gimana menyenangkannya di dalam (holding room),” ujar Andre yang kala itu ikut mendampingi Prabowo dan SBY, saat dimintai konfirmasi, Selasa (15/1/2019).

Andre lantas menduga ada pihak yang ingin merusak hubungan antara Prabowo dan SBY. Mengingat, video yang diunggah tidaklah utuh.

“Jadi kelihatan ada pihak yang sengaja ingin merusak hubungan Pak Prabowo dan Pak SBY. Menggoreng-goreng. Kan ada di media sosial bahwa Pak Prabowo tinggalkan SBY kan. Saya rasa ini upaya merusak hubungan Pak Prabowo dan Pak SBY, nggak ada ninggalin. Dia hanya manggil temannya lalu bareng-bareng bersama Pak SBY dan Pak Prabowo masuk ke dalam. Orang di dalam mereka akrab. Tampak bagaimana Pak Prabowo menghormati Pak SBY,” tuturnya.

“Jadi ini hanya video yang sengaja dipotong untuk merusak hubungan harmonis Pak Prabowo dan Pak SBY. Karena melihat begitu akrabnya, begitu hormatnya, Pak Prabowo dengan Pak SBY,” imbuh Andre.

Berbeda dengan BPN yang tidak menyebut pihak mana yang diduga memotong dan ‘memelintir’ video itu, elite Partai Demokrat dengan tegas menuding sang rival. Wasekjen PD Rachland Nashidik menuding pro-Jokowi lah yang berupaya mengadu domba dua jenderal tersebut.

“Ada saja ulah Jokower mengadu domba,” kata Wasekjen PD Rachland Nashidik kepada wartawan, Selasa (15/1/2019).

“Begini kejadian sebenarnya. SBY tiba di JCC dan dijemput ke mobil oleh Prabowo dan Sandi. Rombongan lalu berjalan ke holding room yang berjarak 100 meter. Tengah melangkah, ada seorang diplomat datang. Prabowo spontan menghampiri dan menariknya berjalan bersama rombongan ke holding room. Fragmen itu hanya sekejap. Tak sedetikpun dapat ditafsir sebagai perilaku Prabowo tak menghormati SBY,” bebernya menjelaskan kejadian saat itu.

[embedded content]
(mae/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>