Messi Malam Tadi: Mencuri dari Young, Kolongi Fred, Lewati Smalling, Perdaya De Gea

Barcelona – Terlepas dari gol keduanya yang berbau kebetulan, gol pertama Lionel Messi adalah bukti kehebatan dia. Lini belakang Manchester United dibuat pontang-panting.

Situs statistik Whoscored memberi nilai sempurna 10 untuk Messi dalam laga Barcelona vs Manchester United di leg kedua babak delapan besar Liga Champions. Messi tampil luar biasa di laga tersebut, dengan dua gol menjadi klimaks performanya.

Mega bintang asal Argentina itu membuka keunggulan Barcelona melalui gol yang sudah menjadi ciri khasnya, saat laga baru berjalan 16 menit. Messi pantas berterima kasih pada Ashley Young atas gol tersebut, setelah pemain asal Inggris itu kehilangan bola di wilayah pertahanan MU.

Young gagal membuang bola dengan sempurna saat ditekan oleh Ivan Rakitic. Saat mencoba kembali menyapu si kulit bundar, Young sudah kalah cepat oleh Messi yang berhasil merebut dan menguasai si kulit bundar.

Kurang dari sedetik setelah momen itu, Messi membuat malu Fred saat dia membuat bola melintas di antara dua kaki pemain asal Brasil itu. Messi kemudian terus berlari dari sisi kiri ke muka kotak penalti.

Melihat ada Smalling dan Jones berdiri mengadang, Messi menunda melepas tembakan.

Dia lantas meningkatkan kecepatan lari diagonalnya. Lalu saat mendapat sudut tembak, meski di tengah jepitan tiga pemain Setan Merah, Messi mengayun kaki kirinya. Messi tahu ke mana harus membidik, ke pojok kanan bawah gawang De Gea.

Sambil menjatuhkan diri, kiper asal Spanyol itu mencoba menggapai bola. Tapi itu tak membuahkan hasil.

Apa yang dikatakan Ole Gunnar Solskjaer usai pertandingan itu menunjukkan kalau MU memang harus mengakui bahwa Lionel Messi terlalu hebat buat mereka.

“Saya harus bilang bahwa dia ada di kualitas teratas –dia menjadi pembeda.”

Messi tercatat tujuh kali melakukan dribble malam tadi, dengan enam di antaranya sukses. Dia menjadi pemain dengan dribble terbanyak, mengungguli Philippe Coutinho dengan tiga dribble sukses.

Dengan Cristiano Ronaldo (dan Real Madrid) sudah kehilangan mahkota juaranya, tahun ini Lionel Messi bisa merebutnya. Menjadikan lagi Barcelona sebagai kampiun Liga Champions. (din/din)


Kisah Si Bungsu yang Sering Mencuri

Saya nggak ngapa-ngapain di rumah. Setiap hari untuk makan kadang susah, kadang ada rezeki sampai kelebihan dan kadang susah juga. Nggak tahu dapatnya uang berapa kita juga nggak tahu.”

Saat menemani berkunjung pada Selasa, 26 Februari, Tina, keponakan M, meminta detikX menyalakan senter ponsel supaya sedikit terang. Tina sendiri mengaku tidak tahu bagaimana kebiasaan di rumah M tersebut.

Di rumah yang berjarak hampir 6 kilometer dari jalan raya Kecamatan Sukoharjo itulah selama enam bulan ini terjadi persetubuhan sedarah yang menimpa Putri—bukan nama sebenarnya. Putri tak lain anak perempuan M. Pelakunya adalah M bersama dua anak laki-lakinya yang tinggal di rumah tersebut, SA, 24 tahun, dan YF, 15 tahun.

Kini ketiganya mendekam di sel tahanan Polres Tanggamus, Lampung, untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Atas perbuatan sungguh bejat itu, mereka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Begitu teganya mereka melakukan perbuatan itu kepada gadis 18 tahun penderita tunagrahita atau retardasi mental itu. Ketika ditemui detikX, M sekarang ini hanya bisa menunduk dan menangis.

“Saya menyesal sudah melakukan ini,” ucap M, yang sehari-hari bekerja sebagai penambang pasir kali, kepada detikX di Mapolres Tanggamus, Jalan Jenderal Sudirman, Tanggamus, Rabu, 27 Februari 2019.

M mengaku, dari hasil menambang pasir, setiap pekan ia mengantongi uang Rp 150-250 ribu. Hidup keluarga yang pas-pasan itu membuat M selalu bertengkar dengan istrinya, Hayani. Tak tahan terhadap kondisi itu, Hayani minggat dari rumah pada 2004.

“Saya nggak ngapa-ngapain di rumah. Setiap hari untuk makan kadang susah, kadang ada rezeki sampai kelebihan dan kadang susah juga. Nggak tahu dapatnya uang berapa kita juga nggak tahu,” kata M.

Pelarian Pencuri Motor di Padang Sidempuan Terhenti di dalam Angkot

Patroli, Padang Sidempuan – Seorang pencuri motor yang lolos dari kejaran warga akhirnya diciduk polisi. Mereka berhasil ditangkap saat kabur dengan angkutan kota di Padang Sidempuan, Sumatera Utara. 

Seperti ditayangkan Patroli Indosiar, Jumat (1/3/2019), dengan mengendarai motor, dua anggota polisi ini memburu pencuri tersebut.

Merasa mobilnya dikejar polisi, sang sopir angkot menghentikan mobillnya. Alhasil, petugas langsung membekuk pelaku. Pria berusia 16 tahun itu diketahui telah mencuri motor warga saat salat Subuh di salah satu masjid di Padang Sidempuan.

Residivis yang baru keluar dari penjara sebulan lalu itu mengaku terpaksa mencuri lantaran butuh uang untuk mengobati ibunya yang sedang sakit parah. Akibat perbuatannya, pelaku kini terancam hukuman 6 tahun penjara. (Galuh Garmabrata)

4 Kebijakan Anies Usai Ditinggal Sandi hingga yang Menuai Kontroversi

Liputan6.com, Jakarta – Memimpin Jakarta sendirian, itulah yang dilakukan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI sepeninggal Sandiaga Uno yang memilih mendampingi Prabowo sebagai cawapresnya di Pilpres 2019.

Kurang lebih 7 bulan sudah, terhitung dari Agustus 2018, Anies menata Ibu Kota tanpa seorang wakil gubernur. Satu harapannya untuk sosok yang akan menemaninya memimpin DKI Jakarta, kerja keras dan all out.

“Kemudian kalau (di) Jakarta harus mau kerja keras, jadi jangan tanggung. Harus all out, tuntas,” kata Anies.

Sempat diwarnai tarik ulur antara Gerindra dan PKS selaku partai pengusung, kini dua nama telah dipastikan akan memperebutkan posisi orang nomor 2 di DKI Jakarta sebagai pendamping Anies Baswdean. Mereka adalah Agung Yulianto dan Ahmad Syaiku. Fit and proper test juga sudah dilakukan.

Sejak ditinggal Sandi sejak Agustus 2018, tak sedikit kebijakan penting telah diwujudkan untuk mengubah wajah Jakarta oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Tidak hanya perubahan drastis dari sisi pembangunan di perkotaan maupun birokrasi, kebijakannya dengan merotasi ribuan pejabat di lingkungan Pemprov DKI belakangan ini masih jadi sorotan. Bahkan ada yang menilainya kebijakan tersebut berbau politis.

Berikut sejumlah kebijakan Anies Baswedan selama memimpin Jakarta sendiran dalam hal menata Ibu Kota sekaligus yang tuai kritikan:

2 dari 6 halaman

1. Rotasi Ribuan Pejabat DKI

Tercatat ada sekitar 1.125 pejabat di lingkungan Pemprov DKI yang dirotasi, Senin, 25 Februari kemarin di halaman Balai Kota. Terdiri dari 15 pimpinan tinggi pratama atau eselon II (setingkat kepala dinas), 274 administrator atau eselon III (setingkat camat) dan 836 pengawas atau eselon IV (setingkat lurah).

Banyak pihak yang menilai kebijakan tersebut sangat kental aroma politis. Salah satunya diungkap oleh Ketua DPRD Prasetyo Edi Marsudi.

Pras menduga pencopotan pejabat DKI yang dilakukan Anies karena faktor like and dislike.

“Ini aneh ini buat saya dan tempat-tempat itu kok berbaunya politis sekali,” ujar Prasetio di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa, 26 Februari 2019.

Perombakan jabatan di level kepala dinas memang menjadi hak diskresi gubernur. Namun, lanjut Pras, pencopotan pejabat eselon III seperti camat dan eselon IV dinilai tidak bijak.

Terkait tudingan tersebut, Anies pun angkat bicara. Di sisi lain Anies mengatakan, dirinya tak bisa melarang siapapun untuk mengemukakan pendapat. Namun, perihal rotasi serta mutasi yang dilakukannya terhadap jajarannya didasarkan atas evaluasi kinerja, bukan personal.

“Ini adalah semua soal kinerja selama satu setengah tahun ini. Dan imajinasi orang boleh-boleh saja ya,” ungkap Anies Baswedan.

3 dari 6 halaman

2. Copot Pejabat DKI Terlibat Jual Beli Jabatan

Selain rotasi jabatan, mantan Menteri Pendidikan era Presiden Jokowi ini belum lama ini menyatakan akan mencopot pejabat Pemprov DKI Jakarta bila terbukti terlibat dalam jual beli jabatan lurah dan camat.

Dia menyebut itu bentuk penyuapan jika pejabat memberikan sejumlah uang untuk mendapatkan kedudukan.

“Kalau dia tidak lapor dan kemudian hari ketahuan, langsung saya copot. Karena berarti itu penyuapan,” kata Anies di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (28/2/2019).

Akan tetapi, Anies menyebut itu pemerasan bila terdapat pejabat dipaksa untuk memberikan kepada oknum ketika proses rotasi.

4 dari 6 halaman

3. Serahkan 500 Sertifikat Tanah

Bertempat di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membagikan 500 sertifat tanah kepada warga Cipayung dan Makasar. Penyerahan sertifikat berdasarkan arahan dari program pemerintah pusat.

Selain itu, lanjut Anies, sertifikat tersebut merupakan bentuk kepastian hukum, sehingga tidak mudah untuk diakui oleh pihak lain.

“Jangan sampai Bapak Ibu terima sertifikat, habis itu ada yang datang dengan iming-iming, malah langsung dijual. Malah langsung laku, langsung gak punya tanah lagi nanti,” kata Anies Baswedan, Kamis (18/2/2019).

5 dari 6 halaman

4. Resmikan 3 JPO Senilai Rp 53 M

JPO Gelora Bung Karno dan JPO Bundaran Senayan, dua jembatan yang kini telah direvitalisasi oleh Anies Baswesdan. Selain untk menghadirkan fasilitas untuk masyarakat, Anies menyebut JPO dapat menjadi salah satu ikon Ibu Kota.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, JPO Bundaran Senanya, JPO GBK dan JPO Polda Metro secara resmi dibuka,” ucap Anies di Senayan, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Tak seperti JPO pada umumnya, dua jembatan yang baru saja diresmikan ini memiliki sejumlah kelebihan. Di antaranya memiliki lampu LED dan lampu sorot warna warni RGB, CCTV 24 jam, tong sampah, dan disertai lift yang ramah wanita hamil dan penyandang disabilitas.

“Saya selalu menggarisbawahi (JPO) dirancang untuk bisa ramah bagi disabilitas. Kesataraan fasilitas bagi semua warga ibu kota, kususnya penyandang disabilitas,” ujar dia.

6 dari 6 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Unik! Minuman Ini Tersaji di Dalam Gelas Labu 3 Liter

Jakarta – Gerai minuman ini punya gelas saji yang unik. Mereka menyajikan ragam minuman ringan beralkohol semi beku ke dalam gelas labu ukuran super jumbo!

Siapa yang tidak tergoda dengan minuman bersoda yang didinginkan hingga ‘slushy’. Dulu, minuman ini mudah didapat di salah satu jaringan convenience store asal Amerika Serikat.

Unik! Minuman Ini Tersaji di Dalam Gelas Labu 3 LiterFoto: Instagram

Tersedia dalam beragam rasa dan warna yang cerah, minuman tersebut sering dibeli berbagai golongan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Sayangnya, semenjak convenience store tersebut tutup, tak banyak gerai lain yang sediakan menu serupa.

Tapi di salah satu gerai minuman di Las Vegas, minuman dingin itu tersaji di tempat berbentuk unik. Bentuknya menyerupai tabung panjang dengan bagian ujung bawah berbentuk bulat.

Baca juga: Keren! Foto-foto Makanan dan Minuman yang Dibuat Melayang di Udara

Unik! Minuman Ini Tersaji di Dalam Gelas Labu 3 LiterFoto: Instagram

Bisa dibilang mirip seperti labu destilasi hanya tabungnya lebih panjang dan tak memiliki cabang. Tentunya bentuk penyajian unik tersebut mencuri perhatian netizen.

Apalagi warna minuman semi bekunya beragam dan warna warni. Minuman unik itu bisa didapat di Fat Tuesday, Las Vegas. Dilihat dari akun instagram resminya, ada beberapa ukuran tabung gelas yang bisa dipilih pengunjung.

Rasa dari minuman yang ada juga cukup beragam dan tak hanya mencakup minuman berkarbonasi biasa. Sebab ada yang sengaja dicampur dengan minuman beralkohol. Pilihannya tersedia dari rasa stroberi, margarita, apple banana banshee, rum runner hingga mango tango.

Unik! Minuman Ini Tersaji di Dalam Gelas Labu 3 LiterFoto: Instagram

Gelas tabung paling panjang mampu memuat sebesar 100 oz atau sekitar 2957 ml minuman. Dilihat dari Yelp, seporsi 100 oz Mug milik Fat Tuesday dibanderol seharga $36 atau sekitar Rp 506 ribu. Jika ingin merefilnya, cukup berikan uang sebesar $25 atau sekitar Rp 351 ribu.

Rekaman aksi saat seorang pelayan menyiapkan menu unik itu berhasil jadi bahan omongan netizen. Para netizen justru makin ingin mencicip minuman tersebut. Bagaimana dengan Anda?

Baca juga: Nyess! Minuman Bersoda dengan Rasa Unik dari Belut Panggang Hingga Kari (dwa/odi)

HEADLINE: Negosiasi Kim Jong-un dan Donald Trump Gagal Total, Sinyal Bahaya?

Liputan6.com, Hanoi – Pada Kamis pagi, 28 Februari 2019, untuk kali pertamanya, Kim Jong-un menjawab langsung pertanyaan yang dilontarkan wartawan asing.

“Ketua Kim, apakah Anda yakin (akan ada kesepakatan)?,” itu pertanyaan yang dilontarkan seorang jurnalis. 

Pemimpin muda Utara Korea itu sempat terdiam. Namun tak lama kemudian bibirnya bergerak.

“Terlalu dini untuk mengatakannya. Namun, saya tidak bilang bahwa saya pesimistis,” kata Kim Jong-un yang kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Inggris. “Berdasarkan apa yang saya rasakan saat ini, saya yakin akan ada hasil yang baik.” 

Delapan bulan setelah bersua di Singapura, Kim Jong-un dan Donald Trump menggelar pertemuan kedua di Hanoi, Vietnam. Usai basa-basi, pamer kemesraan, dan makan malam bersama, kedua pemimpin membahas pokok permasalahan: perwujudan denuklirisasi Korut dengan ganjaran pencabutan sanksi atas Pyongyang.

Tapi, sejarah damai gagal tercipta hari itu.

Awalnya, pertemuan diharapkan bisa berujung pada pernyataan berakhirnya Perang Korea yang secara de facto masih berlangsung hingga saat ini. AS dan Korut juga digadang-gadang akan bersepakat untuk mendirikan kantor penghubung di ibu kota masing-masing. Kalaupun sanksi tak dicabut sepenuhnya, setidaknya bakal ada pelonggaran. 

Namun, pertemuan keduanya diakhiri secara tiba-tiba. Lebih cepat dari jadwal. Tanpa hasil. Gagal total. 

Seorang pria berdiri di dekat layar TV yang memperlihatkan siaran pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Vietnam, di sebuah toko elektronik di Seoul, Korea Selatan (28/2). (AP Photo/Lee Jin-man)

Kedua pemimpin hengkang dari lokasi pertemuan di Sofitel Legend Metropole Hanoi sekitar pukul 13.30 waktu setempat, hanya 4,5 jam setelah pembicaraan dimulai.

Kim dan Trump juga batal makan siang bersama, meski meja-meja telah ditata, hidangan sudah disiapkan. Agenda penandatanganan kesepakatan tak jadi dilakukan. 

“Tak ada kesepakatan yang dihasilkan kali ini,” demikian isi pernyataan tertulis Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, seperti dikutip dari CNN News. “Namun, tim masing-masing berharap untuk menggelar pertemuan kembali pada masa yang akan datang.”

Tak lama kemudian, Donald Trump menggelar konferensi pers. Miliarder nyentrik itu bersikukuh, pertemuannya dengan Kim berlangsung produktif.

“Kami memiliki waktu yang sangat, sangat produktif,” kata Trump. Namun, ia menambahkan, dirinya dan Menlu AS Mike Pompeo merasa, itu bukan saat yang tepat untuk menandatangani kesepakatan apapun.

Presiden AS itu menambahkan, pembicaraannya dengan Kim Jong-un berakhir karena diktator Korut itu meminta penghapusan semua sanksi AS dan internasional atas negaranya sebagai imbalan atas penutupan sebagian — bukan keseluruhan — fasilitas nuklir milik rezim Pyongyang.

“Pada dasarnya mereka ingin sanksi dicabut seluruhnya dan kami tak bisa melakukannya,” kata Trump dalam konferensi pers di Hanoi. “Mereka mengaku rela melakukan denuklirisasi atas sejumlah besar area yang kita inginkan, namun tak mungkin menghapus semua sanksi untuk itu,” kata suami Melania Trump tersebut seperti dikutip dari The New York Times.

Penghapusan sanksi internasional, yang membatasi kemampuan Korea Utara mengimpor minyak dan mengekspor barang-barang menguntungkan termasuk batubara dan hasil laut, adalah tujuan utama Pyongyang dalam semua negosiasi. Di sisi lain, bagi AS, sanksi-sanksi tersebut adalah alat tawar menawar yang signifikan.

Trump mengatakan, ia dan Kim mendiskusikan soal penutupan kompleks nuklir utama Korut di Yongbyon, di mana proses pengayaan plutonium, tritium, dan uranium untuk bahan bakar bom nuklir dilakukan. 

Meskipun Yongbyon adalah fasilitas nuklir terbesar Korut, tapi itu bukan satu-satunya. Dalam konferensi pers, Trump mengakui bahwa negara itu punya fasilitas pengayaan nuklir lain, yang kemampuannya mungkin lebih besar.

Belum lagi rudal balistik, hulu ledak nuklir, dan sistem senjata pemusnah massal yang belum terungkap sepenuhnya. Diduga disembunyikan rapat-rapat rezim Pyongyang.

Yongbyon Nuclear Research Centre, Korea Utara (GeoEye Satellite Image/AFP PHOTO via ABC Australia)

Trump juga mengaku bahwa ia dan Kim Jong-un mendiskusikan soal kasus Otto Warmbier, mahasiswa AS yang tewas setelah jadi tahanan di Korut.

Warmbier, mahasiswa University of Virginia, ditangkap saat bepergian di Korea Utara karena mencuri poster propaganda. Pada 2016 dia dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa.

Lebih dari setahun kemudian dia dibebaskan dan kembali ke Amerika Serikat dalam keadaan sakit parah. Dokter menyebut, dia menderita cedera otak serius. Warmbier meninggal pada Juni 2017.

Donald Trump mendapat pujian atas kembalinya Warmbier dan segelintir orang Amerika lainnya yang ditahan di Korea Utara.

Jika presiden pendahulu menyebut kasus Warmbier sebagai contoh kebrutalan rezim Kim Jong-un, Trump menolak untuk menyalahkan sang pemimpin Korut.

Otto Warmbier, mahasiswa Amerika yang menghabiskan 17 bulan di tahanan Korea Utara (AP Photo/Jon Chol Jin)

“Saya tidak percaya bahwa dia akan membiarkan itu terjadi, itu tidak menguntungkannya,” kata Trump.

“Penjara itu kasar, tempat yang brutal, di mana hal-hal buruk terjadi. Tapi saya tak yakin, ia (Kim Jong-un) tahu soal itu.” Belakangan, pembelaannya itu dikecam ramai publik AS.

Kegagalan negosiasi membuat normalisasi hubungan antar-dua negara beringsut dari hasil yang diinginkan. Kim Jong-un gagal menghasilkan pencabutan sanksi terhadap Korut, di sisi lain Trump gagal memaksa Pyongyang ambil langkah konkret untuk mengakhiri program nuklirnya — sebuah keberhasilan yang sangat ia butuhkan untuk mengimbangi sejumlah gejolak domestik di AS.

Ketika Trump berniat berbincang santai di pinggir kolam renang bersama Kim Jong-un, mantan pengacaranya, Michael Cohen bersaksi menyudutkannya di depan Kongres. Agenda kedua pemimpin tersebut kemudian dibatalkan. 

Michael Cohen pada Rabu 27 Februari 2019 mengatakan kepada panel penyidik Kongres bahwa eks kliennya itu adalah sosok yang “rasis, penipu dan tukang bohong”. Dan jika Trump kalah pada Pilpres 2020, ia menyebut, transisi kekuasaan tak akan berjalan damai.

Eks pengacara Donald Trump, Michael Cohen (AP/Pablo Martinez Monsivais)

Dalam konferensi pers, Trump sempat bereaksi atas kesaksian Cohen. Menyebutnya berisi 95 persen kebohongan, nyaris 100 persen — kecuali soal bahwa ia tak berkolusi dengan Rusia dalam Pilpres 2016. 

Seperti biasanya, ia juga menyerang mantan pengacaranya dalam cuitan di Twitter. 

Tak seperti tanggapannya atas kesaksian Cohen, Trump berupaya keras menahan diri soal Kim Jong-un. Bicaranya tak berapi-api dan tanpa retorika. Tak ketinggalan, ia juga membela diri.

“Aku bisa saja menandatangani kesepakatan hari ini, lalu kalian akan mengatakan, ‘Ah, itu transaksi yang buruk’…Aku lebih baik melakukan dengan benar daripada buru-buru.” 

Donald Trump juga menyebut, meski negosiasi berlangsung tanpa hasil, hubungannya dengan Kim Jong-un tetap hangat. Pertemuan, kata dia, diakhiri dengan jabat tangan.

Di sisi lain, Trum tak berhasil mengurangi efek kejut kesaksian Michael Cohen dengan kegagalan negosiasinya dengan Kim Jong-un. Nobel Perdamaian yang ia harapkan pun kian jauh dari jangkauan.


Saksikan video menarik berikut ini: 

2 dari 3 halaman

Konsekuensi Mengkhawatirkan

“Welcome to Hanoi, city of peace” — kalimat itu terpampang di videotron yang berbaris di sisi jalan, dari bandara menuju pusat kota Hanoi. Bendera Amerika Serikat dan Korea Utara tersebar di sejumlah wilayah ibu kota Vietnam itu.

Sementara, gambar Kim Jong-un dan Donald Trump terpampang di kaos-kaos yang dijajakan untuk menyambut sebuah momentum penting: KTT AS-Korut yang memberi harapan damai di Semenanjung Korea.

Warga mencoba kaus bergambar wajah Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di sebuah toko di Hanoi, Jumat (22/2). Pembuatan kaus itu menyambut KTT kedua AS-Korea Utara di Vietnam pada 27 Februari mendatang. (Nhac NGUYEN/AFP)

Namun, harapan itu tak terwujud. Kim Jong-un dan Donald Trump balik kanan ke negara masing-masing dengan tangan hampa, tanpa kesepakatan. Negosiasi gagal.

Donald Trump bersikukuh bahwa hubungannya dengan Kim Jong-un tetap baik. Ia juga yakin pihak Korut tak akan lagi melakukan uji coba senjata nuklir atau mengancam akan mengirimkan rudal ke negara lain. 

Belakangan, ia juga mengucapkan terima kasih pada tuan rumah atas sambutan hangat dan kemurahan hati Pemerintah Vietnam. Ucapan itu ia sampaikan lewat Twitter.

Lantas, bagaimana dengan Kim Jong-un? Rezim Korut belum mengeluarkan pernyataan apapun. 

“Kontribusi utama KTT AS-Korut kali ini adalah memperkuat fakta Kim tak punya niat untuk melepaskan kemampuan nuklirnya,” kata Cheon Seong Whun, seorang pejabat keamanan nasional dalam pemerintahan mantan Presiden Korea Selatan Park Geun Hye, seperti dikutip dari www.theatlantic.com. Diplomasi denuklirisasi, dia menambahkan, sudah mati. 

“Saya khawatir tentang konsekuensinya,” kata Jean H. Lee, seorang ahli Korea di Wilson Center, sebuah lembaga penelitian di Washington.

Ia menambahkan, situasi kian pelik pasca kegagalan tersebut. “Apakah kedua pemimpin dan tim mereka membuat langkah yang cukup baik untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, atau apakah kita akan menuju periode negosiasi yang macet — atau lebih buruk lagi, ketegangan — yang akan memberi Korea Utara lebih banyak waktu dan insentif untuk terus membangun program senjata mereka?,” tambah Lee. 

Kebuntuan negosiasi disayangkan oleh pihak Korea Selatan. “Sangat disesalkan mereka tidak dapat mencapai kesepakatan yang utuh”, kata Kim Eui-kyeom, juru bicara Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. 

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (dua kanan) dan sang istri Kim Jung-sook (kanan) foto bersama Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (dua kiri) dan sang istri Ri Sol Ju (kiri) di Gunung Paektu, Korea Utara, Kamis (20/9). (Pyongyang Press Corps Pool via AP)

“Namun, tampak jelas bahwa kedua belah pihak telah membuat kemajuan yang lebih signifikan dari sebelumnya.”

Yang lebih jelas lagi, kegagalan diplomasi Kim dan Trump berdampak langsung pada Korsel. Mata uang won melemah, bursa saham pun anjlok. 

Hubungan kian tak pasti

Guru Besar Hukum Internasional di Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menilai bahwa KTT yang berakhir tanpa hasil, membuat hubungan antara AS dan Korea Utara kembali tidak pasti.

Dia berpendapat bahwa meski masih ada optimisme tentang masa depan penyelesaian isu denuklirisasi, namun hasil KTT Vietnam tetap akan berdampak buruk bagi kedua belah pihak.

“Memang kedua pemimpin negara mengatakan hubungan mereka berjalan hangat, tapi kita tidak tahu apa yang dirasakan oleh para birokratnya. Apakah mereka akan tetap bersemangat untuk mengurusi hal ini?,” ujar Hikmahanto, menyayangkan gagal terwujudnya hitam di atas putih antara Donald Trump dan Kim Jong-un.

Hikmahanto juga berpendapat bahwa gagalnya pembicaraan di Hanoi akan turut memengaruhi kondisi ekonomi Korea Utara, yang telah berusaha untuk bangkit, melalui upaya meminta penghapusan sanksi internasional yang tegas dan keras.

“Salah satu yang masih menjadi tanda tanya besar adalah apakah benar pernyataan Donald Trump tentang potensi ekonomi Korea Utara, yang berkali-kali dia sebut di Hanoi. Jika memang begitu, apakah pemerintahannya mau berkompromi untuk mencabut sanksi, di mana Kim Jong-un menyatakan mau untuk mengusahakan denuklirisasi,” ujar Hikmahanto  saat dihubungi Liputan6.com pada Kamis (28/2/2019).

Sementara, Suzie Sudarman, pengamat kebijakan AS dari Universitas Indonesia menilai, KTT Vitenam dinilai tidak substantif, kaena cenderung bersifat lokal, antara Washington dan Pyongyang.

“Isu yang diangkat dalam pertemuan ini berdampak pada dunia internasional, yakni tentang denuklirisasi, sehingga pembahasan antara dua negara saja tidak cukup. Kalaupun misalnya (KTT Vietnam) berhasil, tentu dibutuhkan dukungan dari pihak ketiga yang berkompeten untuk mengawasinya, tidak bisa hanya oleh AS dan Korea Utara,” tambah dia. 

Suzie menambahkan bahwa tidak substantifnya pertemuan Trump-Kim, salah satunya, disebabkan oleh ketidakhadiran lembaga internasional yang berkompeten di tengah-tengahnya.

“Setidaknya diperlukan kehadiran IAEA (lembaga atom dunia) untuk mengawasi pembicaraan denuklirisasi, (sehingga) syukur-syukur bisa mencapai kesepakatan hitam di atas putih,” ujar Suzie.

Selain itu, masih menurut Suzie, apabila terjadi kesepakatan terkait denuklirisasi di Semenanjung Korea, diperlukan pula pembicaraan lanjutan dengan Rusia dan China, dua negara yang dikenal dengan Korea Utara.

Hal ini dimaksudkan agar tercipta keseimbangan dalam tindakan lanjut denuklirisasi. “Sehingga tidak semata-mata karena tuntutan AS, yang nyatanya sulit dipenuhi Korea Utara karena beberapa keterbatasan,” ujar Suzie.

3 dari 3 halaman

Kim Jong-un Wujudkan Ancaman?

Dua bulan sebelum KTT AS-Korut di Vietnam digelar, Kim Jong-un sejatinya sudah menyampaikan peringatan.

Dalam pidato Tahun Baru 2019, Kim Jong-un mengatakan tekadnya untuk denuklirisasi lengkap tetap tidak berubah, tetapi, dia mungkin harus mencari “cara baru” jika Amerika Serikat terus menuntut tindakan sepihak dari Korea Utara.

Duduk di kursi berlapis kulit, mengenakan jas hitam yang dipadu dasi abu-abu, Kim Jong-un mengatakan, bakal ada kemajuan yang lebih cepat dalam denuklirisasi jika Amerika Serikat mengambil tindakan yang sesuai –yakni dengan meringankan sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Korut.

Kim Jong-un menegaskan, Korea Utara mungkin tak akan punya pilihan lain selain mengeksplorasi ‘cara baru’ untuk melindungi kedaulatan, kepentingan, serta untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

Tak jelas apa yang ia sebut sebagai ‘cara baru’ itu.

Kim Jong-un menambahkan, hal tersebut akan dilakukan, “jika Amerika Serikat salah membuat perhitungan atas kesabaran rakyat (Korut), memaksakan sesuatu kepada kita dan mengejar sanksi dan tekanan tanpa menepati janji yang dibuat di hadapan dunia,” kata dia seperti dikutip media pemerintah, Rodong Sinmun.

Seperti dikutip dari situs www.businessinsider.sg, ‘cara baru’ yang disebut Kim dalam pidato tahun barunya dikhawatirkan sebagai dimulainya kembali uji coba rudal nuklir — yang menurut Pyongyang telah berakhir April 2018 lalu. 

Pidato Kim bulan lalu juga bisa jadi mengisyaratkan perluasan 12 fasilitas senjata nuklir yang sudah ada di negara itu.

Sebelum KTT Vietnam, intelijen AS dan para ahli Korea Utara berulang kali memperingatkan bahwa Pyongyang tidak mungkin menyerahkan senjata nuklirnya secara utuh.

Sebuah laporan intelijen yang diterbitkan bulan lalu menegaskan kembali gagasan bahwa para pemimpin negara Korut memandang senjata nuklir sebagai hal penting bagi kelangsungan rezim.

Berbeda dengan Donald Trump yang langsung pulang ke Amerika Serikat naik Air Force One, Kim Jong-un dilaporkan tetap tinggal di Hanoi hingga Sabtu 2 Maret 2019. 

Ia akan menyempatkan diri berjalan-jalan dan bertemu dengan sejumlah pejabat Vietnam dalam apa yang ia sebut sebagai ‘kunjungan persahabatan’.

Dengan itu, Kim Jong-un mungkin berkesempatan untuk menunjukkan pada rakyatnya, juga pada dunia bahwa pertemuannya dengan Donald Trump adalah salah satu bagian dari kunjungannya. Bukan agenda tunggal.

Dan, dunia hanya bisa menanti apa yang akan dilakukan pemimpin muda Korut itu. Apakah ia akan bersabar atau mewujudkan ancamannya?

MU Tekuk Palace, Solskjaer Temukan Penerus Carrick

Liputan6.com, Jakarta – Kemenangan Manchester United (MU) atas Crystal Palace, Kamis dini hari WIB (28/2/2019) jadi panggung bagi James Garner. Tampil untuk pertama kali bersama Setan Merah, pemain berusia 17 tahun tersebut berhasil mencuri perhatian sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer.

Debut Garner bersama MU tidak berlangsung lama. Dia baru masuk pada menit ke-89 saat Setan Merah sudah unggul 3-1 pada pertandingan yang berlangsung di Selhurst Park itu. 

Garner masuk menggantikan posisi Fred. Meski hanya beberapa menit di lapangan, Garner ternyata mampu membuat Solskjaer terkesima. Pelatih asal Norwegia itu bahkan tidak ragu membandingkannya dengan salah satu gelandang terbaik Setan Merah di era modern. 

“Saya percaya dia punya kesempatan untuk masa depan yang hebat,” kata Solskjaer dilansir Dailymail.co.uk. “Tentu kami masih terus bekerja, dia tahu kami percaya kepadanya.”

“Kami yakin dia bakal jadi penerus Michael Carrick. Saya tahu dia masih muda, dan saya tahu tidak adil membandingkan anak-anak dengan pemain hebat seperti Michael, tapi dia punya watak yang sama,” beber mantan penyerang MU tersebut menambahkan. 

2 dari 3 halaman

Bermain Simpel

Garner bukan wajah yang familiar di skuat MU. Dia baru menandantangani kontrak profesional bersama MU pada 23 Mei 2018. Sebelum menjalani debutnya melawan Palace, Garner sebernarnya sudah dua kali dipanggil ke skuat utama, yakni melawan Reading dan Valencia di awal musim ini. Namun saat itu, Garner hanya berada bangku cadangan. 

Garner kembali dipanggil setelah MU diterpa badai cedera. Pria kelahiran Birkenhead itu masuk skuat inti bersama beberapa pemain muda lainnya, Tahith Chong dan Angel Gomes. 

Ada beberapa yang menurut Solskjaer membuat Garner mirip Carrick yang kini menjadi bagian dari staf pelatih Setan Merah. “Dia bisa melihat permainan, dia bermain simpel, dia bermain menyusuri garis, di mana saya pikir Scott McTominay juga tampil baik hari ini.”

“Beberapa umpan menyusur garis kepada Paul (Pogba) sangat luar biasa,” bebernya. 

3 dari 3 halaman

Berpekuang Tampil Lawan Southampton

Penampilan gemilang melawan Palace bukan tidak mungkin bakal membuka peluang Garner kembali ke skuat inti MU saat menjamu Southampton di Old Trafford, Sabtu (2/3/2019). 

Saksikan juga video menarik di bawah ini:


Pemprov DKI akan Rombak Jembatan Penyeberangan di Pasar Minggu dan Daan Mogot

Liputan6.com, Jakarta – Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan pihaknya berenca merevitalisasi beberapa jempatan penyeberangan orang (JPO). Di antaranya yakni JPO Pasar Minggu dan jembatan gantung Daan Mogot.

Hari mengatakan, desain kedua JPO tersebut sedang dalam tahap penyelesaian. Dia menyebut desain dua JPO itu akan mengedepankan sisi modern dan artistik seperti JPO Bundaran Senayan, Polda Metro Jaya ataupun Gelora Bung Karno (GBK). 

“Di Pasar Minggu dan di jembatan gantung Daan Mogot semua bareng. Maret kami perencanaan konstruksi (pembangunan) fisik mungkin Mei,” kata Hari di Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).

Hari mengakui kedua jembatan itu kondisinya rusak berat dan secara kontruksi yang di Daan Mogot telah dirubuhkan. Kata dia, untuk revitalisasi kedua JPO tersebut direncanakan selesai tahun ini. 

“Yang Pasar Minggu belum, rencananya pekan ini kita robohin. Desain finalnya hopefully awal Maret udah selesai,” ucapnya.

Selama revitalisasi itu, Hari menyebut akan disediakan pelican crossing yang dapat dimanfaatkan sementara oleh masyarakat. 

“Pelican crossing kita buka, setelah udah terbangun kita tutup,” jelas Hari.

 

2 dari 2 halaman

Tutup Pelican Crossing

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan ketiga jembatan penyeberangan orang (JPO) yang telah diresmikan dapat digunakan masyarakat mulai, siang ini, Kamis, 28 Februari 2019.

Anies menyatakan dengan dioperasikannya ketiga JPO itu, pelican crossing yang di Bundaran Senaayan dan GBK akan ditutup.

“Jam 12.00 WIB nanti pelican crossing akan ditutup. Semua menggunakan JPO, kemudian kita sesang finalisasi untuk lift,” kata Anies di Senayan, Jakarta Pusat.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: