Jokowi-Prabowo Saling Gempur di Kandang Lawan, Siapa Unggul?

Liputan6.com, Jakarta – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade angkat suara atas klaim Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto. Menurut Andre, pernyataan Hasto hanyalah klaim sepihak.

Andre mengatakan fakta dilapangan berkata lain, Prabowo-Sandi mendapat respons positif dari warga di Jawa Tengah.

“Mendongeng ya boleh saja, tapi faktanya sambutan di Jateng ke kami itu luar biasa, tanpa dimobilisasi,” kata Andre saat dihubungi Liputan6.com, Kamis 14 Februari 2019.

Andre optimis, suara Prabowo-Sandi akan terus meningkat di wilayah yang disebut-sebut sebagai kandang Banteng tersebut. Setidaknya, suara Prabowo-Sandi bisa mendekati perolehan Jokowi-Ma’ruf Amin. 

“Setidaknya memperkecil lah, atau bisa menang, kita optimis terus meningkat,” jelas Andre.

Selain Jawa Tengah, Hasto juga menyinggung wilayah Jawa Barat yang pada periode lalu menjadi basis pemenangan Prabowo.

Menurut Andre, klaim kemenangan di Jawa Barat berdasarkan survei internal TKN Jokowi-Ma’ruf terbantahkan. Misalnya dengan survei yang dilakukan sejumlah pihak tentang elektabilitas peserta Pilpres.

“Simulasi Radar Bogor sudah berikan gambaran, bahwa masyarakat Jabar milih kami, ya walau gubernurnya, walikota Bogor katanya dukung Pak Jokowi, ya boleh saja klaim itu engga apa-apa,” Andre menandasi.

Sebagai informasi, hasil survei Radar Bogor menyebutkan sebanyak 61,64 persen warga mencoblos paslon 02 Prabowo-Sandiaga Uno. Sedangkan 38,36 persen-nya mencoblos Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Luas area simulasi pencoblosan suara ini terjadi serentak di 12 kota dan kabupaten di Jabar, yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bandung, Cimahi, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Depok, Cianjur, Karawang, Purwakarta, Kota Sukabumi, dan Kabupaten Sukabumi.

2 dari 2 halaman

Klaim TKN

Sebelumnya, dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto menyebut Prabowo-Sandi mendapat kerugian ganda. Hal ini diakibatkan ekspansi mereka di Jawa Tengah yang tidak membuahkan hasil.

Sementara di Jawa Barat yang menjadi basis kemenangan mereka malah kebobolan.

“Ada perubahan peta politik di Jawa Barat, maka seluruh Parpol koalisinya, relawan dan tokoh setempat mendapatkan amunisi untuk memenangkan Jokowi-KH Maruf Amin dengan suara di atas 63 persen,” sebut Hasto.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

3 Kondisi Ani Yudhoyono Saat Dirawat di Rumah Sakit

Liputan6.com, Jakarta – Ani Yudhoyono, istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tengah berjuang melawan kanker darah yang dideritanya. Perempuan yang akrab dipanggil Ibu Ani itu kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit National University, Singapura, terhitung sejak 2 Februari 2019.

Tak sedikit doa serta dukungan dari seluruh keluarga besar dan tokoh penting negeri ini dipanjatkan untuk kesembuhan wanita kelahiran Yogyakarta, 6 Juli 1952 itu.

Begitu pula dari para warganet yang terus memberikan semangat untuk kesembuhan Ibu Ani Yudhoyono lewat #CepatSembuhBuAni. Salah satu ciutan datang dari Fajar Surya.


“Semoga cepat diangkat penyakitnya Bu Ani.” Disertai dengan emoticon dua tangan terkatup di dada, simbol doa.

Dalam foto yang dipostingnya, terselip pula doa agar keluarga diberi ketabahan dan selalu setia mendampingi. Lantas, seperti apa kondisi Ani Yudhoyono di di Singapura setelah divonis kanker darah:

2 dari 5 halaman

1. Masih Dalam Tahap Observasi

Adalah Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang mengunggah foto Ibu Ani tengah berbaring saat dijenguk Mantan Menkopolhukam era SBY, Djoko Suyanto beserta istri. 


Andi juga mengungkap kondisi Ibu Ani yang saat ini masih dalam tahap observasi oleh dokter dari Singapura dan Dokter Kepresidenan. Dia juga meminta doa pada masyarakat Indonesia untuk kesembuhan istri Presiden ke-6 RI SBY.

“Bu Ani sedang tahap observasi, mohon doa dari masyarakat Indonesia untuk Bu Ani agar bisa kembali beraktivitas. Mohon maaf jika banyaknya masyarakat yang mau menjenguk. Namun karena alasan tertentu pihak tim kedokteran untuk sementara melarang. Sekali lagi mohon doa dan terima kasih atas perhatiannya,” ucap Andi.

3 dari 5 halaman

2. Terbaring Lemas

Kondisi sang ibu yang tengah terbaring lemas di ruang perawatan juga ditunjukkan sang putra bungsu Edhy Baskoro Yudhoyono lewat akun akun instagramnya @Ibasyudhoyono.

Meski terbaring lemas di tempat tidur dengan wajah yang pucat, Ibu Ani tetap berusaha tersenyum manis untuk anak, menantu, dan cucu-cucunya.




View this post on Instagram

Mungkin foto/post ini adalah foto/post yang tidak begitu menyenangkan bagiku & keluargaku; disertai dengan senyuman rasa haru tapi aku percaya bahwa Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Yang Maha Menyembuhkan, Tuhan Yang Maha Mendengar, Tuhan Yang Maha Mengabulkan segala doa’ agar benar-benar menyembuhkan hingga kembali sehat walafiat tanpa kurang satu apapun Memo-ku Kristiani Herrawati binti Sarwo Edhie Wibowo tercinta dari segala rasa sakit (blood cancer) ini. Aku berdoa setiap saat dalam nafasku, tawakal dan ikhlas agar ada mukjizat dan kemurahan Allah SWT mengabulkan doa hambamu ini seorang anak yang sangat menyayangi ibunya agar dimudahkan, dilancarkan dan diberikan semangat untuk sembuh dari segala perawatan & pengobatannya . Amiiin Amiiin Amiiin Ya Allah Ya Rabb.. Terima Kasih juga kepada semuanya termasuk keluarga besar, para dokter dan suster yang turut mendoakan, memberikan support dan merawat selama ini kepada Memo. InsyaAllah Tuhan mengabulkan doa-doa semua yang terindah termasuk memberikan kita semua panjang usia, kesehatan dan kekuatan dalam kehidupan ini. Salam hormatku untuk semua. Selamat, Sehat, Sukses dan Rahayu 🙏🏻🙏🏻

A post shared by Edhie Baskoro Yudhoyono (@ibasyudhoyono) on Feb 12, 2019 at 11:06pm PST


“Mungkin foto/post ini adalah foto/post yang tidak begitu menyenangkan bagiku dan keluargaku. Disertai dengan senyuman rasa haru,” tulis Ibas dalam keterangan foto tersebut.

Namun, Ibas melanjutkan, dia percaya Tuhan akan mengabulkan segala doa dan benar-benar memberikan mujizat kepada sang Ibunda.

4 dari 5 halaman

3. Wajah Pucat

Ibu Ani Yudhoyono menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit National University, Singapura, sejak 2 Februari 2019. Itu berarti ibu dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini telah 11 hari menjalani pengobatan kanker darah yang didapnya.

Sesaat pernyataan resmi SBY dalam sebuah video yang mengabarkan kondisi sang istri, beredar foto-foto yang memperlihatkan Ibu Ani tengah terbaring di rumah sakit.

Tidak hanya terlihat lemas, Ibu dari Ibas dan AHY ini juga terlihat pucat. Hal ini terlihat dari akun @AndiArief yang diposting pada hari ini, Rabu (13/2/2019). Dalam foto tersebut terlihat SBY tengah mengusap wajah istrinya yang nampak pucat dengan penuh kasih sayang.

“Semua orang akan mendapatkan ujian. Tapi kesetiaan akan dikenang selalu,” tulis Andi Arief di Twitter seperti dikutip Health Liputan6.com dari akun @AndiArief_ pada Rabu, 13 Februari 2019.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

KPU Tangerang Sosialisasi Cegah Politik Uang ke Pemilih Muda

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang, Banten, melakukan sosialisasi tentang pencegahan politik uang karena dianggap sebagai benih korupsi. 

“Perlu ada pemahaman kepada pemilih untuk menghindari politik uang karena mencederai demokrasi,” kata Komisioner KPU Kabupaten Tangerang, Ahmad Subagja di Tangerang, Selasa (12/2/2019) yang dilansir dari Antara

Selain itu, politik uang juga dikhawatirkan mampu melahirkan pemimpin yang hanya menumpuk kekayaan ketika terpilih, karena harus mengembalikan uang yang telah diserahkan.

Sosialisasi tersebut dilakukan kepada pemilih pemula yang berdomisili di kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Serang maupun Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Berdasarkan hasil pleno KPU setempat, total daftar pemilih tetap (DPT) di Tangerang mencapai 1.875.124 pemilih. Dari jumlah tersebut 948.270 adalah pemilih laki-laki, sedangkan 926.854 adalah pemilih perempuan.

Mereka ini nantinya akan memberikan hak suaranya pada 17 April 2019 yang tersebar di 8.851 TPS pada 29 kecamatan, 246 desa serta 28 kelurahan.

2 dari 3 halaman

Bahaya Politik Uang

Komisioner KPU Kabupaten Tangerang ini juga menjelaskan bahayanya politik uang serta pengaruhnya bagi para pemilih pemula. Untuk itu pihaknya menggandeng relawan demokrasi dalam sosialisasi tersebut.

Ahmad juga berharap para pemilih tidak terpengaruh dengan berita bohong atau hoaks yang dianggap menyesatkan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Tujuannya agar mendapatkan informasi yang benar dari narasumber berkompeten.

Pihaknya juga memperkirakan perpindahan pemilih dalam mencoblos surat suara terdapat di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Jambe dan Universitas Pelita Harapan (UPH) Kecamatan Kelapa Dua.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Survei Caleg DKI-1: Imam Nahrawi-Eko Patrio-Habiburokhman Masuk DPR

Jakarta – Lembaga survei Charta Politika merilis hasil surveinya tentang tingkat pengenalan calon anggota DPR di daerah pemilihan DKI Jakarta 1. Hasilnya, Imam Nahrawi menjadi caleg yang paling banyak dikenal.

“Jadi di DKI 1 yang paling dikenal, yang paling tinggi tingkat pengenalannya, itu ada Imam Nahrawi 51,8 persen. Kemudian nomor 2 ada Habiburokhman (31,7 persen),” kata Direktur Riset Charta Politika, Muslimin, di Resto Es Teler 77, Jalan Adityawarman, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2019).

Imam Nahrawi.Imam Nahrawi (Ari Saputra/detikcom)

Survei dilaksanakan pada 18-25 Januari 2019. Survei dilaksanakan dengan wawancara tatap muka kepada total 2.400 responden atau 800 responden di tiap dapil. Margin of error di tiap dapil kurang-lebih 3,4 persen. Survei dilakukan di DKI Jakarta karena dianggap sebagai barometer nasional.
Selain tingkat pengenalan caleg, Charta Politika melakukan survei elektabilitas calon anggota DPR RI dari dapil DKI 1. Responden diberi pertanyaan ‘di antara nama-nama tokoh di bawah ini, siapakah yang Bapak/Ibu/Saudara pilih jika pemilihan umum legislatif dari dapil DKI Jakarta 1 dilaksanakan hari ini?’. Hasilnya, Imam Nahrawi masih menduduki posisi puncak.

“Jadi, begitu kita sebutkan beberapa nama, terutama urutan 1-2, kita sebutkan nama-nama caleg di dapil DKI 1, 15,1 persen yang akan memilih Imam Nahrawi. Kemudian Mas Eko (Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio) 3,8 persen. Mas Eko memang tingkat pengenalan hanya 20,2 persen. Begitu diuji, elektabilitasnya sangat signifikan, yaitu langsung naik 3,8 persen,” ungkap Muslimin.

Eko Patrio.Eko Patrio (Noel/detikFoto)

Responden juga diberi simulasi kertas suara. Di dapil DKI 1, pengaruh partai politik disebut lebih kuat karena banyak responden yang mencoblos gambar partai dibanding nama caleg.

“Kalau kita lihat dari beberapa nama memang nama-nama yang populer itu pada akhirnya cukup banyak yang kemudian orang mencoblos. Kemudian yang kedua, untuk khususnya di Gerindra dan PDIP, kalau kita lihat jauh lebih banyak yang mencoblos gambar partainya dibanding calegnya. Artinya adalah dapil 1 ini partai politiknya jauh lebih kuat dibanding caleg-calegnya, terutama di Gerindra dan PDIP,” jelasnya.

Untuk perolehan kursi, hasil survei Charta Politika menunjukkan akan ada beberapa partai yang kehilangan kursi dari DKI 1. Namun, ada juga partai yang justru menambah jumlah kursinya.

“Kursi itu akan hilang di dapil 1, kemudian PPP dan Demokrat kalau menggunakan simulasi yang sekarang. Walaupun kemudian Gerindra yang cukup signifikan karena dari 1 kursi di 2014, sekarang dari simulasi kita, Gerindra akan mendapatkan 2 kursi untuk di dapil 1,” tuturnya.

“Sisanya ada PKB, karena tadi didongkrak oleh suara Imam Nahrawi, kemudian Golkar masih bertahan dengan 1 kursi dan PDIP 1 kursi. Kemudian PKS juga hilang ya, walaupun sebenarnya masih ada sekitar 30 persenan yang tidak mencoblos kertas suara,” imbuh Muslimin.

Fenomena PKB, yang mendapatkan dongkrak suara dari Imam Nahrawi, disebut Muslimin juga terjadi di beberapa dapil. Selain itu, PKB diuntungkan karena memiliki nomor urut 1.

“Jadi peningkatan PKB cukup signifikan di survei kita karena tadi di beberapa survei kita coattail effect ya dapat karena ada Ma’ruf Amin yang tetap diasosiasikan PKB. Ada juga keberuntungan di PKB itu karena mereka nomor 1. Angka 1 cukup berpengaruh di beberapa level. Karena kita uji terbuka beberapa pemilih, tapi pas tertutup pada memilih PKB. Jadi ketika nomor 1 PKB dan calegnya nomor 1, itu punya potensi ternyata walaupun tidak populer,” papar Muslimin.

“Terutama bagi pemilih yang sampai bilik suara hanya memilih paslon 01 atau 02 saja, ketika dia membuka kertas besar, sudah pilih nomor 1 saja. Ketika tingkat pengetahuan masyarakat rendah terhadap caleg-caleg, maka bisa diuntungkan di situ,” ucapnya.

Berikut ini 10 besar tingkat pengenalan calon anggota DPR RI dapil DKI Jakarta 1:
Imam Nahrawi 51,8 persen
Habiburokhman 31,7 persen
Putra Nababan 26,7 persen
Wanda Hamidah 26,3 persen
Asril Hamzah Tanjung 24,4 persen
Chica Koeswoyo 23,7 persen
Bambang Atmanto Wiyogo 23,5 persen
M Yusuf Mujenih 22,9 persen
Mardani Ali Sera 22,7 persen
Sb. Wiryanti Sukamdanu 21,3 persen

Berikut ini 10 besar elektabilitas calon anggota DPR RI dapil DKI Jakarta 1:
Imam Nahrawi 15,1 persen
Habiburokhman 6,8 persen
Eko Hendro Purnomo 3,8 persen
Putra Nababan 3,6 persen
Bambang Atmanto Wiyogo 3,5 persen
M Yusuf Mujenih 3,5 persen
Chica Koeswoyo 3,3 persen
Wanda Hamidah 2,3 persen
Mardani Ali Sera 2,1 persen
Asril Hamzah Tanjung 2,0 persen

Berikut ini perolehan kursi partai politik dapil DKI Jakarta 1:
PKB 1 kursi
Gerindra 2 kursi
PDIP 1 kursi
Golkar 1 kursi
NasDem 0 kursi
Garuda 0 kursi
Berkarya 0 kursi
PKS 0 kursi
Perindo 0 kursi
PPP 0 kursi
PSI 0 kursi
PAN 1 kursi
Hanura 0 kursi
Demokrat 0 kursi
PBB 0 kursi
PKPI 0 kursi
(azr/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

KPU: Mandala Shoji Langgar Pidana Pemilu, Tetap Dicoret dari Caleg

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan tetap mencoret Mandala Shoji dari daftar caleg tetap (DCT) DPR RI dari PAN. Sebab, Mandala terbukti melakukan pelanggaran pemilu.

“Dasarnya KPU undang-undang. Di undang-undang itu kan jelas kalau pidana pemilu maka dicoret. Sudah jelas,” kata Ketua KPU Arief Budiman di Hotel Sari Pan Pasific, Jl Mh Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019).

Arief mempersilakan jika pihak Mandala mau melaporkan KPU ke polisi atau Bawaslu. Sementara, Komisioner KPU Hasyim As’yari mengatakan pihak Mandala tidak memiliki dasar jika melaporkan ke Bawaslu karena putusan itu sudah inkrah tidak bisa di-kasasi.
“Jika ada calon dan kemudian dia melakukan tindak pidana pemilu yang sudah diputuskan oleh pengadilan dan putusan itu sudah berkekuatan hukum tetap, maka dia harus menjalankan sanksi pidananya. Selain itu juga dia harus jalankan sanksi administrasinya. Apa sanksi administrasinya? Yakni dibatalkan sebagai calon,” ujar Hasyim.

Hasyim mengatakan nama Mandala di surat suara tidak bisa dicoret apabila surat suara sudah dicetak. Karena itu, KPU akan menerbitkan SK pembatalan Mandala Shoji sebagai caleg terlebih dulu.

Setelah itu, KPU akan mengirimkan surat kepada KPPS untuk mengumumkan mandala bukan lagi caleg untuk ditempel di TPS.

“Sesegera mungkin (diumumkan) kalau sudah ada keputusan KPU tentang yang bersangkutan itu. Jadi yang bersangkutan itu harus dibatalkan dulu baru diumumkan gitu,” kata Hasyim.

Hasyim menilai jika masih ada yang mencoblos Mandala di surat suara maka suaranya tidak sah. “Artinya kalau masih coblos calon maka menjadi tidak sah,” ujarnya.

Sebelumnya pengacara Mandala, Elza Syarief, menyebut kasus yang menjerat kliennya adalah pelanggaran kampanye, bukan pidana. Elza berharap Mandala tidak dicoret dari DCT karena hak politiknya tidak dicabut.

“Kan tadi saya katakan upaya hukum kita, kita melakukan kampanye. Ini kan kejahatan, mau dituntut ya. Saya pasti keras. Hak politiknya nggak hilang kok,” kata pengacara Mandala, Elza Syarief, di LP Salemba, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Jumat (8/2).
(yld/idh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Lewat Vlog di Youtube, Ahok Bocorkan Format Shownya

Liputan6.com, Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok memberi bocoran mengenai program show yang akan dibuatnya. Program tersebut telah lama disebut, sejak mantan Gubernur DKI Jakarta itu masih ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Bocoran tersebut disampaikan Ahok dalam akun video berbagi youtube, Panggil Saya BTP berjudul BTPVLOG #4 – BELAJAR NGEVLOG. Video tersebut dibagikan pada Jumat 1 Februari 2019.

Hingga Sabtu (2/2/2019), vlog tersebut telah ditonton 123,778 akun.

“Karena saya baru di dunia VLOG, maka saya harus belajar dari awal mengenai cara membuat VLOG, serta peralatan apa saja yang digunakan. Saya belajar mengenai hal ini dari @Goenrock (youtube.com/goenrock). Tidak hanya itu, dia menemani saya untuk membeli peralatan VLOG,” demikian tulis akun Panggil Saya BTP.

Dalam perbincangannya dengan @Goenrock yang merupakan content creator, saat ke toko kamera, Ahok membeberkan rencananya membuat show yang namanya masih dirahasikan. Apa saja kontennya?

“Kita ini dibilang apa ya, mencakup banyak hal. Namanya juga memberi arti hidup ke orang,” kata Ahok vlognya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok dalam vlognya. (foto: akun youtube Panggil Saya BTP)

Dia menuturkan, konten pertama ada empat segmen. Segmen pertama, seperti stand up comedy. Dia akan mengundang komika dan bekerja sama dengan mereka.

“Saling celetuk, yang penting orang yang menonton bisa melupakan kesulitan hidup sejenak,” kata dia.

Segmen kedua, lanjut Ahok, tentu orang ingin mengetahui komentar komentarnya terhadap BTP atau berita terkini populer.

“Saya juga akan undang host yang kompeten juga untuk mengomentari itu. Ganti ganti, kita undang orang untuk komentar,” kata dia.

Segmen ketiga, Ahok membagikan pengalamannya selama di tahanan karena kasus penistaan agama. “Segmen empat kami mau menyanyi, saya ada band BTP, band teman penjara. Saya ciptakan 1 lagu, somebody kinder,” kata Ahok.

2 dari 3 halaman

Alasan Belajar Ngevlog

Sementara itu, dalam video tersebut, Ahok minta dibantu mencari kamera yang cocok dan bagus untuk membuat vlog. Dia juga ingin belajar teknik pengambilan angel seperti bagaimana angel di dalam mobil dan di luar ruangan.

“Jadi kalau saya jalan minimal kan bisa lah,” lanjut Ahok.

Dia menjelaskan, akan jalan-jalan keluar negeri kurang lebih 2,5 bulan hingga tiga bulan. Sehingga butuh rekomendasi kamera dan alat apa saja yang cocok untuk membuat vlog.

Mengenai masalah pengeditan, dia menyerahkan kepada orang yang lebih profesional. 

“Yang penting saya diajarin cara ambil sudutnya bagaimana supaya editnya gampang. Kalau saya ambilnya salah, kasihan yang editnya. Kalau dipaksain juga hasilnya mungkin juga enggak bagus. Saya juga tidak mau terlalu panjang, yang penting penting saja, kita mau sampaikan apa,” tutur Ahok.

Ahok berharap, waktu 2,5 bulan di luar negeri bisa mendapat inspirasi dari negara-negara yang dikunjunginya. 

“Vlog saya itu pengennya dapat sesuatu yang menginspirasi saya atau memberi pencerahan. Istilahnya bagaimana kita menemukan arti hidup,” kata Ahok.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pulang Kampung, Ahok Ziarah ke Makam Ayahanda

Liputan6.com, Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok pulang ke kampung halamannya di Belitung, Bangka Belitung. Ahok pulang bersama Ibunda, dan ketiga anaknya Nicholas Sean, Nathania Purnama dan Daud Albeenner Purnama.

Hal ini terlihat di akun instagram putra sulung Ahok, Nicholas Sean yang diunggah di instagram storynya. Nicholas menceritakan setiap jengkal perjalanan pulangnya ke Belitung. Mulai dari perjalanannya ke bandara hingga mendarat di Bandara Internasional HAS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan.

“Kami sudah mendarat, hi Pa, welcome home,” kata Nico kepada Ahok, Sabtu (2/2/2019).

Saat mendatar di bandara, beberapa penumpang meminta berfoto bersama Ahok. Termasuk seorang turis wanita.

Setibanya di Belitung, Ahok dan keluarganya langsung berziarah ke makan ayahanda, Indra Tjahaja Purnama.

“Sekarang kami sudah di Belitung, dan akan ke makam kungkung (kakek) dan paman saya,” ucap Nico.

Nico menceritakan, bahwa makam kakeknya berada di atas bukit. “Kuburannya tinggi sekali di atas bukit,” ucap Nico.

Sesampainya di makam, Ahok pun memberikan seikat bunga di atas makam ayahandanya dan mulai mendoakannya.

Usai mendoakan ayahandanya, Ahok dan keluarga langsung pulang ke rumah. Ahok memang berencana pulang kampung setelah bebas dari penjara. Kemudian, Ahok juga berencana jalan-jalan ke luar negeri.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini

4 Pernyataan Ahok Saat Kampanyekan Stafnya di Pileg 2019

Liputan6.com, Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok sudah bebas dari penjara. Ia pun mulai kembali melakukan aktivitasnya. Salah satunya seperti yang dilakukan hari ini, Rabu (30/1/2019).

Ahok memilih berkampanye untuk stafnya yang juga caleg DPRD DKI Ima Mahdiah dari PDIP. Berkunjung ke daerah dapil 10, Ahok yang mengenakan kaos merah mendatangi rumah relawan Ima.

Mengenai kedatangannya berkampanye di tempat Ima, Ahok tak menjawab apakah akan bergabung dengan PDIP atau tidak. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu justru mengatakan akan jalan-jalan terlebih dahulu.

Berikut sejumlah hal yang dilakukan Ahok saat berkampanye untuk Ima, seperti dihimpun Liputan6.com:

2 dari 6 halaman

1. Kampanye Hemat

Di depan hadapan puluhan relawan, Ahok meminta relawan semangat untuk mengawal Ima demi mengawal APBD DKI.

“Kita selalu katakan kalau enggak ada orang yang punya nurani jaga, APBD bisa bobol, makanya kita perlu kirim banyak orang jaga uang rakyat di APBD. Saya anjing penjaga, Ima termasuk konsisten, saya katakan kamu harus masuk (DPRD),” ujar Ahok di Meruya, Rabu (30/1/2019).

Ahok menyebut, Ima saat ini menjadi direktur utama perusahaan miliknya yakni Basuki Solusi Konsultindo (BSK).

Ahok juga meminta Ima tidak khawatir mengenai dana kampanye. Sebab selama ia kampanye, hanya bermodal kartu nama dan program kerja.

“Kampanye sehemat mungkin, kita nggak pernah tawarin duit, tawarin kartu nama biar silaturahim enggak putus,” kata Ahok.

3 dari 6 halaman

2. Menangkan PDIP

Ahok meminta relawan memenangkan tidak hanya Ima melainkan juga PDIP.

“Bapak ibu tanggung jawab menangin Ima dulu. Bukan hanya Ima harus menang, PDIP harus menang telak biar punya suara kuat mengontrol, harus ada partai nasionalis kuat,” Ahok menandaskan.

4 dari 6 halaman

3. Belum Gabung PDIP

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjawab kabar dirinya bergabung dengan PDIP. Menurut Ahok, dirinya sejak dulu memang sudah berhubungan baik dengan PDIP.

“Saya memang dari dulu ya hubungan baik dengan PDIP,” katanya di kawasan Meruya, Jakarta Barat, Rabu (30/1/2019).

Meski berhubungan baik dengan PDIP, Ahok mengatakan tidak mendaftar sebagai anggota.

“Saya mau jalan-jalan dulu,” ujarnya.

5 dari 6 halaman

4. Nyoblos di Luar Negeri

Selain itu, Ahok menyebut tidak akan mencoblos di Indonesia saat Pilpres 17 April 2019. Dia mengaku akan menggunakan hak pilihnya di luar negeri.

“Di luar negeri mungkin, enggak tahu di Jepang atau di mana,” kata Ahok.

Menurut Ahok, ia masih liburan di luar negeri saat pemungutan suara. Ia akan berada di luar negeri selama 2,5 bulan.

“Saya kan ditahan 20 setengah bulan lebih, saya kira saya manusia biasa pengen juga 2,5 bulan jalan-jalan ke luar negeri lah,” kata pria yang sekarang ini disapa BTP.

Selama 2,5 bulan liburan, Ahok akan kembali ke Indonesia pada Mei untuk memulai Ahok Show di salah satu stasiun TV. Sedangkan rencana Ahok sebagai pembicara akan dilakukan pada Oktober.

“Mungkin Oktober mungkin ya. Saat ini saya mulai jalan-jalan dulu, saya sudah dapat SIM internasional,” tandasnya.

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Catat! Segera Urus Jika Ingin Pindah Mencoblos

Selasa 29 Januari 2019, 08:38 WIB

Infografis

Erwin Dariyanto – detikNews

Catat! Segera Urus Jika Ingin Pindah Mencoblos

(erd/jat)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com