Geger Temuan 3 Jasad Bocah Kebumen Mengambang di Kolam Ikan

Liputan6.com, Kebumen – Keheningan petang Desa Adikarso, Kebumen, Jawa Tengah pecah oleh teriakan histeris Suwati (53). Wanita setengah baya ini menemukan jasad bocah tenggelam di kolam ikan.

Warga yang mendengar teriakan dan isak tangis Suwati langsung meriung sumber malapetaka ini. Desa Adikarso berduka.

Belakangan, tiga bocah ini diketahui merupakan siswa kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Adikarso. Mereka adalah sobat sepermainan. Ketiga anak ini yakni M.Taofah (9), Fahri (9), dan Akhsan (10).

Temuan jasad tiga bocah ini terbilang dramatis. Sore itu, Suwati yang rumahnya berdekatan dengan kolam yang belum terisi ikan ini melihat sejumlah pakaian dan sepeda kecil tergeletak di sekitar kolam.

Ia curiga. Sebabnya, saat itu sudah petang dan tak ada tanda-tanda anak-anak di sekitarnya. Ia khawatir, pemilik sepeda dan pakaian itu tenggelam di kolam ikan.

Terdorong rasa penasaran itu, ia mengambil sebilah bambu dan mengorek air kolam yang keruh. Kecurigaannya benar, satu jasad menyembul dari dalam kolam.

“Sekitar pukul 17.30 Wib kemarin hari Jumat, saksi Suwati melihat sejumlah pakaian dan sepeda anak kecil tergeletak di pinggir kolam,” kata Kasubbag Humas Polres Kebumen, AKP Suparno, dalam keterangan tertulisnya kepada Liputan6.com, Sabtu (23/2/2019).

Suwati pun menjerit melihat jasad ini. Teriakan ini mengundang tetangga-tetangga Suwati berdatangan dan terus bertambah seiring menyebarnya kabar temuan bocah tenggelam di kolam ikan.

2 dari 2 halaman

Penyebab Tenggelamnya 3 Bocah di Kolam Ikan

Sejumlah warga lantas turun ke kolam untuk mengevakuasi jenazah korban. Mereka juga mencari kemungkinan ada korban lain.

Sementara sebagian warga mencari keberadaan korban lain, warga lainnya melaporkan peristiwa tenggelamnya tiga bocah di kolam ikan ke Pemerintah Desa Adikarso yang lantas meneruskannya ke Polsek Kebumen.

Polisi pun langsung mengolah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau dugaan pidana.

“Diperkirakan korban meninggal 5 jam sebelum tubuhnya ditemukan,” ucapnya.

Kesimpulan itu juga diperkuat oleh tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kebumen. Tak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh ketiga korban.

“Dari hasil olah TKP, kemungkinan korban tidak bisa berenang sehingga tenggelam dan kehabisan udara,” dia menerangkan.

Usai olah TKP dan pemeriksaan jenazah, kepolisian menyerahkan jenazah kepada keluarga masing-masing. Saat ini, ketiganya telah dimakamkan.

Menurut Suparno, galian kolam tersebut, adalah galian yang akan digunakan untuk kolam ikan. Namun kolam yang berukuran lebar 5 meter x 8 meter serta kedalaman air kolam 170 cm itu, belum sempat diisi ikan.

Suparno mengimbau agar orang tua lebih intensif mengawasi anak-anaknya ketika bermain. Jangan sampai anak-anak yang belum panjang nalar ini bermain di tempat-tempat berbahaya. Harapannya, kejadian serupa tak terulang di masa mendatang.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Operasi Penyelamatan Pahu di Kalimantan

Liputan6.com, Balikpapan – Pagi-pagi, Pahu (20) terlihat bersemangat menapaki sekeliling boma, kandang buatan hutan Kelian Kutai Barat (Kubar) Kalimantan Timur (Kaltim). Sesekali badak betina seberat 356 kilogram ini mengendus sekaligus menukil tanah mempergunakan moncongnya di kubangan lumpur.

Hewan mamalia besar bernama latin decerorhinus sumatrenis ini sepertinya sedang mencari sisa makanan.

“Pagi hari memang merupakan jadwalnya masuk kandang rawat untuk meminta makan,” kata Koordinator Tim Rescue Badak Kalimantan, Arif Rubianto, beberapa waktu lalu.

Rutinitas Pahu memang seperti itu setiap paginya. Badak Sumatra ini gemar menikmati ragam pakan dedaunan dan buah buahan khas Kalimantan. Satwa langka yang ditemukan di Kubar ini menyukai tiga jenis makanan, yakni rumpun semak, akar pohon (liana), dan buah nangka.

Kedatangan pawang sembari membawa keranjang pakan pun tidak luput perhatiannya. Salah seorang keeper tim rescue ini cukup mencicit menirukan bunyi persis disuarakan badak. Suaranya persis lumba-lumba yang dibunyikan terus menerus.

“Kadang kala suaranya seperti kicauan burung,” papar Arif.

Seolah paham panggilan makan, Pahu setengah berlari memasuki kandang. Badak Sumatra ini lahap menikmati pakan segar kegemarannya.

Kala badak asyik bersantap dimanfaatkan tim medis mengobservasi kesehatan fisiknya. Seluruhnya diperiksa, mulai ujung kepala hingga setiap pangkal buku kakinya.

Kesimpulannya, badak Pahu dalam kondisi prima. Kesehatannya terus membaik terlihat dari peningkatan signifikan berat badannya menjadi 356 kilogram. “Berat badan badak semula hanya 320 kilogram.  Sekarang sudah naik dan kesehatannya normal,” ungkap Arif.

Selama tiga bulan terakhir, Pahu memperoleh penanganan khusus dari tim medis maupun pawang. Tidak sembarang orang diperkenankan berinteraksi dengan badak yang statusnya sangat terancam ini. Salah satu alasannya, menjaga agar badak tidak berlaku jinak terhadap manusia.

“Nantinya badak akan dilepaskan di alam liar. Hanya keeper khusus yang boleh memberi makan mempergunakan tangan. Petugas lainnya dilarang mendekati pagar perawatan,” ujar Arif.

Selesai memperoleh perawatan, Pahu lantas dibiarkan kembali ke kandang utamanya berukuran 50 x 80 meter. Tempat dimana ia menghabiskan waktunya seharian bermalasan.

2 dari 3 halaman

Badak di Belantara

Kegiatan badak terbilang monoton, berkubang dalam lumpur, menggosok badan, makan siang, berendam air, tidur siang, makan sore, tidur malam hingga dilanjutkan pagi harinya.  

“Seluruh aktifitasnya terekam dalam cctv di pagar kandang,” ungkap Arif.

Selama itu pula, mereka mengidentifikasi ciri fisik badak setinggi 101 centimeter dan berat 356 kilogram. Ukuran badannya terbilang kerdil bila dibandingkan sejawatnya badak sumatra berukuran lebih kekar setinggi 145 centimeter dan berat 800 kilogram.

Selain itu, gigi seri badak kalimantan saat dihitung sebanyak empat buah, sedikit lebih banyak dari badak sumatra hanya dua buah.

Uniknya lagi, ciri fisik badak kalimantan pun berbeda dengan kerabat dekatnya, badak di Sabah Malaysia. Badak negeri jiran sedikit lebih besar dengan tinggi 120 centimeter dan berat 550 kilogram.

Hanya memang, kajian genetiknya menempatkannya dalam rumpun populasi badak sumatera. Soal keberadannya ribuan kilometer di Kalimantan masih misteri. Belum ada penjelasan ilmiah keberadaan badak Sumatera di Kalimantan.

Pahu sendiri terperangkap lubang jebakan tim rescue di sekitar Sungai Kedang Pahu Kabupaten Kubar Kaltim, November lalu. Lokasi penemuan badak berdekatan dengan Sungai Pahu yang merupakan salah satu anakan Sungai Mahakam.

Nama sungai ini lantas diabadikan sebagai nama temuan badak kalimantan.

Penangkapannya merupakan prestasi sendiri mengingat tim berjibaku memburu badak kalimantan sejak tiga tahun terakhir. Mereka awalnya hanya menelusuri mitos soal keberadaan satwa langka badak di belantara.

Selama bertahun tahun, masyarakat Kaltim mendengar rumor kawanan badak. Informasinya bersumber dari warga adat dan pegawai perkebunan. Sayangnya memang belum ada bukti otentik keberadaannya.

Titik terang fakta keberadaannya mulai terkuak dua tahun silam, bulan Maret 2016. Tim rescue mendapati badak berusia 10 tahun terjerat senar jebakan pemburu. Badak malang lantas di evakuasi ke kantong populasi I Kubar.

Sayangnya, badak dinamai Najag ini gagal bertahan hidup. Badak sumatra ini menderita infeksi akut di kaki kirinya dimana terdapat luka jeratan sedalam 1 centimeter.

Peristiwa ini sepertinya menjadi pembelajaran tim rescue badak. Mereka akhirnya extra hati hati dalam penyelamatan penanganan badak yang populasinya diperkirakan tersisa tiga ekor di Kalimantan.

“Petugas rescue ada 40 orang yang mengawasi aktifitas badak selama 24 jam,” tutur Arif.

3 dari 3 halaman

Mencarikan Jodoh Pahu

Tim rescue ini pun akhirnya memperluas area pemantauan hingga masuk perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Kerja kerasnya terjawab dengan ditangkapnya Pahu di suatu kawasan di Kalbar.

Saat bersamaan, penggiat lingkungan sedang mengupayakan aktifasi pembangunan suaka badak seluas 6.700 hektare berlokasi di Kelian Kubar. Lokasi suaka ini nantinya bisa menjadi pusat perkembangbiakan satwa badak di Kalimantan.

“Temuan Pahu menjadi awal pembibitan badak,” ungkap Arif.

Sementara ini, sudah tersedia sarana kandang khusus perawatan, pembibitan, dan infrastruktur tim rescue lapangan. Secepatnya akan ditambah sarana baru seperti pedok, kandang rawat, karantina, klinik satwa, pondok pawang, pembibitan pakan, dan infrastruktur.  

Manusia harus campur tangan aktif dalam upaya penyelamatan keberlangsungan badak di Kalimantan. Proses perkembangbiakan diupayakan dengan mengawinkan spesies badak yang sama. Tugas utama adalah mencarikan badak jantan dijodohkan dengan Pahu.

“Ini program jangka panjang yang akan berlangsung selama 25 hingga 100 tahun kedepan,” tegasnya.

Tim rescue mencari kelompok kawanan Pahu yang masih tersisa. Bukan perkara gampang mengingat luasnya medan harus dijangkau. Apalagi mereka mengejar waktu dengan para pemburu liar.

Tim rescue memasang lubang jebakan di sejumlah lokasi perlintasan badak. Pemasangan jebakan diperluas hingga memasuki wilayah perbatasan di Kaltara dan Kalteng. “Kalau ada badak pejantan akan dikawinkan dengan Pahu,” sebutnya.

Di sisi lain, tim pun berjibaku membaca berbagai informasi dari camera trap sudah terpasang. Petugas melawan berbagai kendala seperti faktor cuaca, sulitnya medan hingga non teknis. “Sebelum turun di lapangan ada pelatihan dulu bagi pemula,” tuturnya.

Kalimantan Program Director WWF Indonesia Irwan Gunawan mengabarkan, Pahu merupakan sub spesies badak baru dunia. Badak ini memiliki kekerabatan yang erat dengan badak sumatra. Uji tes DNA sedang dilakukan guna memperkuat teori genetik badak ini.

“Ada kecenderungan temuan sub genetis spesies baru badak,” ungkapnya.

Irwan mengatakan, keberadaan badak kalimantan terungkap berkat masifnya eksploitasi sumber daya alam di Kalimantan. Sejumlah wilayah jelajah badak sudah beralih rupa menjadi kawasan terbuka seperti pemukiman warga, pertambangan, dan perkebunan.

Hanya saja memang populasi badak ini berada dalam ambang gawat nyaris punah. Soal ini, WWF menjadi salah satu non goverment organization (NGO) yang mendorong realisasi pembentukan lokasi suaka di Hutan Restorasi Kelian Kubar.

Pihak pemerintah, dalam hal ini Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim Sunandar tetap menguatarakan optimisnya dalam upaya penyelamatan badak. “Populasi kemungkinan badak masih tersisa 10 hingga 12 ekor. Keberadannya tersebar merata di seluruh hutan Kalimantan,” sebutnya.

Lokasi dugaan kuat perlintasannya sudah diketahui, hanya belum bisa di publikasi. Khawatirnya merangsang pihak lain melakukan perburuan.

Seluruh badak badak nantinya akan direlokasikan ke Hutan Kelian Kubar. Hutan ini menjadi pusat perkembangbiakan berkelanjutan badak kalimantan. Campur tangan manusia diharapkan mendorong populasinya menjadi 20 ekor.

Langkah terakhir adalah menetapkan lokasi hutan tempat pelepasliaran kawanan badak. BKSDA Kaltim menghubungi sejumlah daerah yang menyatakan kesediannya menjadi lokasi pelepasliaran badak. “Ada beberapa daerah bersedia menjadi lokasi pelepas liaran badak,” tegasnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

5 Warga Aceh Hilang Misterius di Hutan Damar

Liputan6.com, Aceh – Aman Habibi (30) dan empat rekannya masuk ke hutan untuk mencari getah damar pada Kamis, 21 Februari 2019 lalu. Mereka tiba-tiba raib bak tertelan rerimbunan.

Enam warga Kampung Rampah, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur itu mulai berangkat menuju hutan dengan bekal seadanya pada pukul 07.00 WIB. Mereka berencana keluar hutan menjelang tengah hari.

Namun, Aman dan empat rekannya tak kunjung kembali dari hutan hingga tengah hari. Saat itu, keluarga belum merasa khawatir karena hari masih siang.

Senja mulai menyelubung, malam pun datang, rimba bersulih gelap dan menyeramkan, namun, Aman dan empat rekannya tak kunjung pulang. Keluarga mulai khawatir, kenapa mereka belum kembali?

Hingga tengah malam, tak satu pun dari mereka yang pulang ke rumah, keluarga kian kalut. Penduduk pun mulai berkumpul, saling tanya, saling berselisih, hingga mengambil satu simpulan, mereka harus menyusul Aman dan empat rekannya ke hutan.

Menurut Kapolsek Serbajadi, Ahmad Yani, pencarian belum membuahkan hasil hingga saat ini. Padahal, warga telah menelusuri rimba tempat Aman dan rekannya mencari getah damar.

“Belum diketahui keberadaannya, dan warga masih melakukan pencarian di hutan Kampung Rampah, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur,” kata Ahmad kepada Liputan6.com, Jumat malam (23/2/2019).

Seorang pelajar belum berumur 17 tahun berada dalam barisan pencari getah yang menemani Aman ke hutan. Mahadi (18), Zainuddin (17), Safrizal (16), dan Iwan (15), adalah empat nama-nama mereka.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Titik Terang Penemuan Jasad Perempuan dalam Karung di Perairan Jepara

Liputan6.com, Kendal – Polisi memastikan jasad perempuan dalam karung yang ditemukan di sekitar perairan Teluk Awur, Kabupaten Jepara, Jumat (22/2), sebagai Sri Setijawati (48), korban pembunuhan yang dibuang ke Sungai Kalibodri Kendal.

Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappita mengatakan, hal tersebut dibuktikan dengan pemeriksaan sidik jari korban yang dicocokkan dengan data kependudukan.

Dalam pencocokan sidik jari tersebut, lanjut dia, terdapat 18 titik persamaan yang disimpulkan identik dengan korban Sri Setijawati. Adapun dari ciri-ciri fisik didapati bakas luka tusuk di leher serta pinggang. Diduga korban pembunuhan.

Korban sendiri sempat di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang untuk diautopsi, sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan, Sabtu (23/2/2019) dilansir Antara.

Sebelumnya diberitakan, sesosok jasad perempuan dalam karung yang ditemukan di sekitar perairan Teluk Awur, Kabupaten Jepara, Jumat (22/2).

Sri Setijawati warga Kota Semarang, diduga dibunuh oleh Ashar warga Perumahan Witjitraland, Kabupaten Kendal pada 13 Februari 2019.

Belum diketahui pasti alasan pelaku menghabisi korban di rumahnya dengan menusuk lehernya.

Korban sendiri sempat disimpan di sebuah rumah kosong selama tiga hari sebelum akhirnya dibuang ke sungai. Pelaku pembunuhan sendiri menyerahkan diri dengan di antar keluarganya ke polisi.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Saham Kraft Tersungkur, Kekayaan Warren Buffett Susut Rp 60 Triliun

Liputan6.com, Jakarta – Strategi beli dan tahan ala miliarder yang juga investor Warren Buffett tidak selalu berhasil. Hal ini seiring saham Kraft Heinz Inc melemah menjelang akhir pekan ini.

Seperti diketahui, salah satu pemegang saham Kraft Heinz yaitu perusahaan investasi Buffett yaitu Berkshire Hathaway Inc.

Saham Kraft Heinz Inc merosot usai laporkan hasil kinerja keuangan mengecewakan, memangkas dividen. Hal itu seperti terungkap dalam investigasi Securitiy and Exchange Commision (SEC) atau regulator utama untuk bursa saham Amerika Serikat (AS).

Ini berita kurang baik untuk investor Berkshire Hathaway. Saham Kraft Heinz turun 28 persen ke posisi terendah. Pada penutupan, saham Kraft Heinz di posisi USD 34,95.

Saham Kraft menjadi penghambat terbesar di sektor barang konsumsi. Indeks sektor saham barang konsumsi merosot 0,48 persen. Penurunan saham Kraft termasuk terbesar dalam satu hari. Demikian mengutip laman Marketwatch, Sabtu (23/2/2019).

Perusahaan investasi Warren Buffett kehilangan sekitar USD 4,3 miliar atau sekitar Rp 60,39 triliun (asumsi kurs Rp 14.044 per dolar AS) dalam satu hari seiring penurunan saham Kraft Heinz.

Berkshire Hathaway, termasuk salah satu investor terbesar di Kraft Heinz. Kepemilikan Berkshire Hathaway di Kraft termasuk terbesar keenam untuk penempatan investasi. Selain itu, perusahaan investasi Warren Buffett tempatkan dana di Apple, sejumlah bank dan Coca Cola.

2 dari 2 halaman

Pergeseran untuk Konsumsi Makanan Sehat Pengaruhi Bisnis Kraft

Mengutip laman CNBC, sebagai salah satu pemilik perusahaan investasi dan manajer investasi yang paling dihormati di dunia, Buffett terkenal dengan strategi pembeliannya dengan murah dan memasukkannya ke dalam filosofi investasi, serta berkelanjutan.

Meski lebih sederhana, dan mungkin kurang menggairahkan dari pada taktik lain di wall street yang mencoba mengatur waktu pasar dengan jangka pendek, metode Buffett telah lama menjadi tulang punggung bagi banyak orang yang mencari tingkat imbal hasil yang andal dan bebas drama dalam periode lebih lama.

Dengan demikian, pergerakan saham dua digit hampir tidak pernah terjadi bagi para manajer di Berkshire Hathaway yang condong ke arah dividen cukup besar dan arus kas yang stabil.

Ke depan, Kraft Heinz akan memberikan dividen pemegang saham sebesar 40 sen setiap kuartal. Jumlah itu penurunan signifikan dari 63 sen yang dibayarkan sebelumnya.

Namun, pilihan Buffett terhadap merek melalui investasi di Kraft Heinz dan Coca Cola telah bebani biaya dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini di tengah perubahan di antara konsumen yang pilih makanan dan minuman lebih sehat dan lokal. Sentimen itu juga bebani penjualan barang konsumsi di AS.

Meski saham Coca Cola telah naik lebih dari lima persen selama 12 bulan terakhir, raksasa minuman ini turun lebih dari 4,5 persen pada Februari. Di sisi lain, manajemen mengeluarkan proyeksi laba 2019 yang suram selama kuartal IV.

Sedangkan saham Kraft Heinz susut lebih dari 28 persen dalam 12 bulan terakhir. Meski demikian, Buffett tetap mempertahankan investasinya di Kraft meski ada perubahan dari konsumsi makanan ringan.

“Mereka masih bisnis yang sangat, sangat bagus,” ujar Buffett dalam wawancara kepada CNBC pada Mei 2018.

Investor mengakui kekuatan di balik merek Kraft Heinz tampaknya terkikis selama beberapa tahun terakhir. Ini akibat dari pergeseran tren makanan dan negosiasi antara pengecer dan merek makanan kemasan besar.

Kekhawatiran itu muncul ketika Kraft Heinz mengatakan biaya lebih tinggi dan tekanan berari pada nilai mereknya.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kisah Anak Difabel yang Diam-diam Punya Kehidupan Online Menakjubkan

Oslo

Robert dan Trude meratapi kehidupan sepi dan terkungkung yang mereka pikir dijalani Mats, anak mereka yang difabel. Namun ketika Mats wafat, pasangan itu baru sadar bahwa banyak orang di Eropa menyalakan lilin tanda berkabung untuk putra mereka.

Artikel ini pertama kali terbit di situs radio Norwegia, NRK.

“Pola pikir kami sangat tradisional. Kami tak ingin dia mengubah atau mengacaukan ritme kesehariannya.”

Duduk di sebuah kafe dekat kantornya di alun-alun kota Oslo, Norwegia, Robert Steen (56) memaparkan betapa ia kerap khawatir jika anaknya tak kunjung terlelap hingga tengah malam.

“Jika melihat ke belakang, saya rasa kami seharusnya lebih tertarik pada gim, dunia di mana putra kami menghabiskan hampir seluruh waktunya,” kata Robert.

“Karena kami tak punya ketertarikan itu, kami kehilangan kesempatan untuk mengetahui yang tidak kami pahami,” tuturnya.

Robert menyampaikan kata-kata terakhir tentang Mats akhir tahun 2014 di sebuah kapel di satu pemakaman di ibu kota Norwegia.

Di antara mereka yang duduk mendengarkan pidato itu, termasuk sanak famili dan sejumlah tenaga medis yang mengenal dekat Mats, ada sekelompok orang asing.

Hanya Robert yang pernah bertemu mereka. Itu pun baru sekali: malam sebelum pemakaman.

Beberapa tahun di akhir hidupnya, Mats hampir tidak pernah meninggalkan ruang bawah tanah di flat milik keluarganya.

Jadi cukup aneh bahwa ada orang-orang tak dikenal datang ke pemakamannya. Mats sendiri bahkan tidak pernah berjumpa dengan mereka.

Sebelum kematiannya, tamu-tamu yang berduka itu tidak mengenal Mats sebagai Mats, tapi Ibelin, seorang keturunan ningrat, perayu ulung, dan detektif.

Beberapa orang asing yang menghadiri pemakaman itu tinggal di dekat rumah Mats, tapi sebagian lainnya datang dari jauh. Kedatangan mereka dilandasi satu tujuan: meratapi kawan baik.

Di upacara pemakaman, salah satu dari orang asing itu tampil ke depan dan memberi sepatah kata. Ia berkata bahwa banyak orang di Eropa berkumpul dan menyalakan lilin untuk Mats.

Nasib telah tersurat di bintang-bintang, dan kenyataan tercantum dalam DNA-nya.

Mats, yang berlarian keliiling rumah sambil mengenakan mahkota saat ulang tahun keempat pada Juli 1993, akan menghadapi kenyataan bahwa ia bakal segera lumpuh.

Robert dan Trude mendengar vonis medis itu pada Mei 1993 di Rumah Sakit Ulleval.

Mereka belakangan paham mengapa putra mereka selalu jatuh dari ayunan dan menyakiti diri sendiri.

Sama halnya dengan kenapa Mats tidak memanjat tangga papan luncur di taman anak-anak, meski ia gemar merosot.

Juga penyebab Mats kerap menekuk lutut seperti orang tua saat beranjak dari posisi duduk dan alasannya tak berusaha berlomba dengan anak-anak seusianya.

Tim dokter berkata kepada Robert dan Trude bahwa Mats mengidap duchenne muscular dystrophy (DMD), sebuah gangguan yang menyebabkan pengenduran otot dan kerap menyerang anak laki-laki.

Gen dalam tubuh Mats mengandung kekeliruan yang mencegah ototnya berkembang secara normal. Itu pula yang akhirnya menghancurkan otot-ototnya.

“Setelah kami menidurkan Mats, malam itu kami memanggil dokter. Kami mendapat hak istimewa itu. Kami dapat menelepon dokter kapan pun kami membutuhkan informasi,” kata Robert.

Bersama Trude, Robert berbicara kepada dokter via telepon selama lebih dari setengah jam. “Setidaknya (penyakit) ini tidak akan membunuh anak saya!” kata Robert.

“Dokter terdiam beberapa saat, lalu berkata, ‘Tidak, tapi pengalaman kami menunjukkan, pasien kami yang menderita penyakit ini tidak akan bertahan lebih dari umur 20 tahun,'” tuturnya.

Robert terdiam. “Mats mampu mencapai 25 tahun.”

Di kediaman keluarga di Ostensjo, sebelah tenggara Oslo, Robert dan Trude mengupayakan segala cara untuk putra mereka.

Mats diyakini tidak akan menjalani kehidupan normal seperti yang ada dalam bayangan orang tuanya. Dia akan mati muda dan dipisahkan dari mereka tanpa memberi arti apapun kepada dunia.

Namun seluruh anggapan itu keliru.

Jika DNA telah merancang kehidupan kita sebelum kita dilahirkan, mampukah kita memilih masa depan kita sendiri?

Faktanya, Mats menemukan jalan keluar dan menciptakan sosok baru atas dirinya sendiri.

Di awal dekade 2000-an, Robert dan keluarganya pindah ke sebuah rumah di Langhus, sebelah selatan Oslo. Rumah itu dirancang agar ramah kursi roda.

Walaupun Mats diizinkan bermain konsol permainan grafis Game Boy selama libur sekolah, sosok Mario Bros tetap tak dapat memahami rasanya menjadi sosok yang berbeda.

Mats terus duduk di kursi roda bersama asisten yang mendampinginya ke mana pun.

Robert dan Trude terus memikirkan aktivitas yang mungkin disenangi Mats pada waktu senggang, terutama ketika kawan-kawan sekelasnya bermain sepakbola atau berlarian di luar ruangan.

Barangkali gim online? Robert memberi Mats kata sandi komputer keluarga. Dan sejak saat itu, sebuah dunia yang baru terbuka bagi anak berusia 11 tahun tersebut.

“Selama 10 tahun terakhir hidupnya, Mats bermain antara 15 ribu hingga 20 ribu jam. Itu setara dengan bekerja penuh waktu selama 10 tahun,” kata Robert.

Namun gim itu ternyata menimbulkan percekcokan dalam keluarga.

“Ketika perawat datang pukul 10 malam, Mats sudah tidur. Pekerjaan mereka mengawasi Mats di tempat tidur, bukan memaksanya untuk tidur.”

“Mats protes, ogah-ogahan mengikuti perintah itu,” ujar Robert.

Mats ternyata telah berevolusi menjadi pemain gim. Dan pemain gim tidak tidur sebelum larut.

Lantas siapakah Mats selama jam permainan itu? Dia menjadi Lord Ibelin Redmoore dan kadang-kadang Jerome Walker.

“Ibelin dan Jerome adalah perpanjangan diri saya. Mereka mewakili sisi lain kepribadian saya,” tulis Mats.

Mats membenamkan diri ke planet Azeroth dalam gim populer World of Warcraft.

Azeroth adalah dunia fantasi yang mistis. Terdapat sejumlah benua, lautan, hutan, tebing dan tanah datar, perkampungan serta kota.

Mats menghabiskan hampir seluruh waktunya di sebuah wilayah yang bernama Eastern Kingdoms.

Sebagai pemain gim online, Anda akan memahami dunia itu satu per satu, seperti halnya Anda mengenal dunia nyata secara fisik.

Di dunia khayalan itu terdapat tempat untuk berwisata, wilayah dan kota yang akan Anda kuasaisebagian lebih baik dibandingkan lainnya.

Di area tertentu, Anda wajib berhati-hati, sementara di wilayah lainnya Anda akan dengan senang hati menjelajah. Anda akan menemukan penginapan di suatu kawasan, lalu bertemu orang-orang baru yang menarik.

Begitulah semestinya dunia berjalan. Dan seperti itu pula Azeroth bergulir.

Mats menempuh perjalanan hidupnya di sana dan menemukan lingkaran pertemanan dengan orang-orang menyenangkan.

“Saat saya melewati ruang bawah tanah Mats pada siang hari, gordennya tertutup. Itu adalah kepedihan yang saya ingat betul,” ucap Robert yang bekerja di bagian keuangan kantor wakil wali kota Oslo.

“Oh tidak, saya pikir dia belum memulai harinya. Saya sedih karena dunianya sangat terbatas.”

Tapi mereka yang tak bermain gim tidak dapat melihat gambaran utuhnya. Mereka tidak tahu bahwa gim lebih dari sekadar menembak dan mendapatkan poin.

“Kami pikir ini semua hanyalah permainan. Kami kira itu sebuah kompetisi yang seharusnya dimenangkan,” kata Robert.

Lalu muncul pula persoalan ritme sirkadian di tubuh Mats, di setiap waktu selama 24 jam kesehariannya.

“Kami tidak mengerti mengapa sangat penting bagi Mats untuk terus online saat petang dan malam.”

“Tentu saja orang tidak bermain pagi atau siang hari karena itu adalah waktu di mana mereka berada di sekolah atau tengah bekerja.”

“Kami awalnya memahami semua ini setelah ia wafat. Di akhir hayatnya, kami masih berkeras ia harus tidur jam 11 malam, seperti orang-orang normal lainnya,” ujar Robert.

Lisette Roovers adalah salah satu kawan Mats di dunia gim online yang berasal dari Breda, Belanda. Ia hadir dalam pemakaman Mats tahun 2014.

Lisette juga datang ke Norwegia untuk mengunjungi temannya, Kai Simon Fredriksen, yang juga bermain gim online bersama Mats.

“Saya mengenal Mats bertahun-tahun. Sangat mengejutkan mendengar kabar ia meninggal dan itu berdampak pada saya,” kata Lisette.

Lisette kini berusia 28 tahun. Ia berumur 15 tahun ketika bertemu Mats yang kala itu berusia 16 tahun. Atau tepatnya, ketika karakter gim Lisette, Rumour, bertemu Ibelin.

“Kami bertemu di Goldshire,” kata Lisette.

“Itu bukan tempat yang nyaman lagi, tapi saat itu Goldshire adalah kampung kecil yang menyenangkan, di mana Anda bisa bertemu karakter baru yang menarik.”

“Saya mencari seseorang untuk bermain. Di antara mereka yang di duduk di api unggun adalah sosok yang belakangan saya kenal sebagai Ibelin,” kata Lisette.

“Sayaatau Rumourbertingkah laku impulsif. Saya keluar dari semak-semak dan merebut topi Ibelin. Kami berdiri dan saling menatap beberapa saat, lalu saya kabur membawa lari topinya.”

Lisette tersenyum kecil.

Mats juga menulis perjumpaan pertamanya dengan Lisette di sebuah unggahan blog berjudul Love.

“Di dunia yang lain ini, seorang anak perempuan tidak akan melihat kursi roda atau hal-hal lain sebagai pembeda. Mereka akan menemukan jiwa, hati, dan pikiran saya yang hidup dalam tubuh yang kuat dan cakap,” tutur Mats.

“Untungnya, hampir sebagian besar karakter di dunia virtual ini terlihat menawan,” tambahnya.

Di sisi lain, Lisette berkata, “Mats adalah kawan baik, kadang-kadang ia teman yang sangat dekat.”

“Kami saling bertukar pesan tentang apapun, tapi dia tidak menceritakan kondisinya. Saya kira kehidupannya sama sepertinya saya, contohnya kami sama-sama membenci sekolah.”

Tapi ada hal-hal yang sempat tidak mereka sepakati.

“Dia menulis bahwa ia membenci salju, sedangkan saya menyukainya. Saya tidak mengerti bahwa ketidaksukaannya itu berkaitan dengan kursi roda. Saya tidak tahu sama sekali,” kata Lisette.

Kecintaan Lisette pada gim membuat orang tuanya khawatir. Mereka takut studinya terganggu dan Lisette tak akan memiliki kehidupan sosial.

Keputusan yang diambil orang tuanya adalah memutus akses Lisette kepada gim online. “Dijauhkan dari kawan-kawan di permainan itu sangat berat bagi saya,” tuturnya.

Namun Mats bersiasat untuk melanggengkan perkawanan itu. Meski ia tak menemukan Lisette di gim itu, Mats berkomunikasi dengannya melalui saluran lain.

“Dia menulis surat yang sangat serius untuk orang tua saya dan mendorong mereka memahami betapa penting gim itu bagi saya. Saya menyimpan surat itu,” kata Lisette.

Robert dan Trude tahu putra mereka saling berbalas pesan dengan seseorang bernama Lisette.

“Mats sempat berbicara tentang karakter gim itu sejumlah avatartapi kami tidak memperhatikan secara khusus. Dia cerita pada kami tentang Rumour, dan tentang hal-hal lainnya,” kata Robert.

“Dia atau Lisette mengirimnya kado, termasuk pada hari ulang tahunnya. Itu sangat menyentuh dan kami menggodanya. Dia tersipu dan sangat malu.”

“Kami pikir Lisette adalah teman baik karena hadiah-hadiah itu. Anda bisa menyebut kado itu sebagai bukti nyata pertemanan.”

“Kami tidak menyebut orang-orang yang bersentuhan dengannya sebagai kawan. Kami menyebut mereka avatar. Persepsi kami tentang pertemanan sangatlah tradisional,” ujar Robert.

Dalam gim World of Warcraft, Anda dapat bermain sendiri atau bergabung dengan orang lain dan membentuk kelompok atau serikat.

Mats adalah bagian dari kelompok seperti itu yang bernama Starlight. Kawanan itu berisi 30 anggota.

“Tidak ada yang hanya sekadar menjadi anggota Starlight,” kata Robert yang kini memahami gim itu.

“Untuk menjadi anggota, Anda harus direkomendasikan seseorang yang telah lebih dulu masuk. Anda harus lulus masa percobaan selama satu hingga dua bulan,” ujarnya.

Starlight bertahan selama lebih dari 12 tahun dan kelompok ini masih aktif hingga kini.

“Starlight adalah grup yang spesial karena terus bersama dalam waktu yang sangat panjang. Itu barangkali didasarkan pada pertemanan yang sangat mendalam,” kata Robert.

Kai Simondikenal sebagai Nomine dalam permainan ituberusia 40 tahun. Ia adalah pemimpin Starlight.

Setiap tahun sejak Mats meninggal tahun 2014, Starlight menggelar peringatan khusus untuk mengenang kawan mereka itu.

Tahun 2018, saat tengah mengenang Lord Ibelin Redmoore, Kai Simon berkata kepada rekan-rekannya agar lebih fokus berlari dan berenang.

“Ibelin adalah seorang pelari,” kata Kai. “Sangat penting baginya untuk berlari dan berbagi pengalaman berlari itu dengan orang lain.”

Apakah Kai tengah berbicara tentang Mats atau karakter yang dimainkan Mats? Mungkin itu tidak penting. Barangkali memang seperti itu jika seseorang telah menyatu dengan karakter permainan.

Pada musim panas tahun 2013, Mats berusia 24 tahun. Keluarganya berlibur di Mallorca, Spanyol, sementara ia tak bisa ikut plesir dan tinggal di ruang bawah tanah bersama pendampingnya.

Mats sama sekali tidak boleh sendirian. Selama bertahun-tahun ia memiliki pendamping yang berbeda-beda, termasuk pamannya.

Mats beruntung, beberapa pendampingnya juga punya kesenangan yang sama terhadap gim online.

Ketika orang tuanya berada di Spanyol, Mats memulai blognya yang berjudul Musings of Life (Renungan Hidup). Dalam unggahan berjudul My Escape (Pelarian Saya), dia menulis tentang kehidupan di Azeroth.

“Keterbatasan saya tidak dipersoalkan, belenggu saya hancur dan saya bisa menjadi siapapun yang saya inginkan. Di sana saya merasa normal,” tulisnya.

Mats membagikan tulisannya itu kepada para anggota Starlight. Satu per satu. Itulah proses bagimana mereka akhirnya mengetahui kondisi yang dihadapi Mats dalam dunia offline.

Lisette mengingat kembali saat-saat ia membaca blog milik Mats pertama kali.

“Saya tumbang. Hati nurani saya terluka karena saya beberapa kali menggodanya di permainan gim dan tak pernah betul-betul sengaja melakukannya.”

“Lalu saya berpikir, ‘Apakah saya harus mengubah perilaku terhadapnya?’ Namun saya memutuskan tetap bersikap seperti biasanya. Dia juga menuliskan itu sebagai keinginannya.”

Tanggal 18 November 2014, Mats meninggal.

Dalam kondisi kritis, Mats dilarikan ke rumah sakit. Dokter sempat berhasil membuat kondisinya stabil dan mempertimbangkan untuk memulangkannya.

Namun belakangan seluruh keluarga Mats diminta segera datang ke rumah sakit.

“Dia berada di lantai empat, di ruangan di ujung koridor. Setiap detik sangat berharga. Koridor itu sangat panjang,” kata Robert.

Robert dan istrinya, Trude, datang terlambat.

Foto yang diabadikan Robert memperlihatkan seorang anak muda yang pucat dengan rambut berombak. Foto itu menggambarkan mata, hidung mancung dan mulut yang selama ini selalu ditutup masker pernafasan.

Mats terlihat seperti tengah tertidur pulas.

Beberapa tahun sebelum itu, Lisette membuatkan Mats sebuah gambar. Ibelin menopang Rumour. Syal menutup hidung dan mulut Ibelin.

“Mats menerima gambar itu melalui email,” kata Robert. “Sekarang gambar itu tergantung di tembok rumah kami.”

Sehari setelah Mats wafat, seluruh keluarganya berada di rumah. “Bel terus berbunyi, karangan bunga dan tetangga berdatangan. Kami menangis,” kata Robert.

Robert memikirkan orang yang harus ia beri kabar tentang kematian Mats. Dia mengingat para pemain gim dan mencari cara berkomunikasi dengan mereka secara langsung.

“Sebelum Mats meninggal, saya tidak pernah berpikir dapat memiliki kata sandinya.” Tapi kini Robert sangat membutuhkannya.

“Ketika itu, pikiran saya lalu tertuju pada blognya.”

Faktanya, Mats pernah memberi ayahnya kata sandi untuk masuk ke blognya. Saat itu, tujuannya agar Robert dapat terus-menerus memeriksa seberapa sering unggahan Mats dibaca publik.

“Anda tidak tahu siapa yang berperan dalam kehidupan anak Anda jika Anda tak mengenal dunia digital mereka,” kata Anne Hamill alias Chit, pakar psikologi berusia 65 tahun asal Inggris, yang juga berstatus anggota Starlight.

“Buat kesepakatan dengan anak Anda tentang bagaimana berkomunikasi dengan kawan-kawan dunia digital mereka, kalau-kalau sesuatu terjadi.”

“Kalau tidak, mereka memiliki sekelompok teman yang akan terus bertanya-tanya tentang apa yang terjadi,” kata Anne.

Di akhir unggahan blog tentang kematian Mats, Robert menuliskan alamat email bagi siapapun yang ingin berkomunikasi dengannya.

“Saya menulis itu lalu menangis. Saya mengetuk tanda ‘terbitkan’. Saya tidak tahu apakah akan ada balasan yang masuk sampai email pertama datang, sebuah pesan belasungkawa dari salah satu anggota Starlight.”

“Saya membaca email itu keras-keras, ‘Sangat pedih menulis pesan untuk seseorang yang tidak pernah saya temui, tapi sangat saya kenal.’ Pesan itu menghadirkan kesan mendalam,” ujar Robert.

Setelah itu datang lebih banyak pesan berisi ucapan duka cita dan tentu kehidupan Mats dalam permainan online itu.

“Mats melampaui batasan fisik dan memperkaya banyak orang di dunia,” begitu salah satu pesan itu.

“Kepergian Mats sangat memukul saya. Saya tak dapat menuliskan kata-kata betapa rindunya saya pada dia.”

“Saya tak percaya satupun orang di Starlight. Tapi jika saya harus memilih, saya hanya akan mempercayainya,” demikian pesan lain untuk Mats.

Ketika Starlight mengetahui kematian Mats, mereka mengumpulkan uang sehingga mereka yang berkantong tipis berkesempatan pergi ke Norwegia untuk menghadiri pemakaman.

Robert berkata, keluarganya sangat tersentuh.

“Kami mengangis dan terus menangsis akibat kebahagiaan emosional yang datang dari kenyataan tentang kehidupan Mats.”

“Dengan kawan-kawan yang nyata, orang-orang baik yang sangat peduli dan bersedia datang dari negara lain untuk melihat pemakaman orang yang tidak pernah mereka temui. Ikatan itu sangat kuat,” kata Robert.

Lisette datang dari Belanda. Begitu pula Anne yang terbang dari Inggris, Janina dari Finlandia, dan Rikke dari Denmark.

Atas nama anggota Starlight, Kai yang asli Oslo juga menggelar kebaktian.

“Saat kita berkumpul di sini, sebuah lilin dinyalakan bagi Mats di Belanda. Lilin lain dihidupkan di pusat Irlandia, dan di sebuah perpustakaan di Swedia.”

“Peringatan terhadapnya dilakukan di salon kecantikan di Finlandia, kantor pemerintahan di Denmark, dan banyak tempat di Inggris.”

“Di seluruh Eropa, Mats diingat oleh lebih banyak orang dibandingkan mereka yang punya kesempatan datang ke pemakaman ini.”

“Saya bertemu Mats di dunia di mana tidak ada persoalan tentang siapa dirimu, tubuh seperti apa yang kamu miliki atau bagaimana kamu terlihat di dunia nyata, di balik papan tuts,” ujar Kai.

“Di dunia itu, yang terpenting adalah sosok apa yang kamu pilih dan bagaimana kamu bersikap terhadap orang lain.”

“Yang menentukan siapa dirimu, adalah apa yang ada di sini (Kai meletakkan tangannya ke tempat peribadatannya) dan di sini (Kai menyentuh hatinya).”

Dalam blog miliknya, Mats menulis tentang monitor komputer yang ditatapnya hampir seumur hidupnya, “Ini bukan monitor, ini adalah gerbang ke manapun hatimu berkehendak.”

Vicky Schaubert bekerja untuk stasiun radio publik milik pemerintah Norwegia, Norsk rikskringkasting (NRK) di Oslo. Anda dapat membaca karyanya melalui tautan ini.

Kredit foto paling atas: Blizzard Entertainment/Patrick da Silva Saether/NRK


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Heboh Jasad Wanita Terbungkus Karung di Tengah Laut Jepara

Patroli, Jepara – Warga Teluk Awur, Jepara, Jawa Tengah, dihebohkan dengan jasad wanita terbungkus karung yang ditemukan seorang nelayan saat tengah mencari ikan di tengah laut. Oleh nelayan jasad tersebut di bawa ke tepi pantai. 

Seperti ditayangkan Patroli Indosiar, Sabtu (23/2/2019), hasil penyelidikan aparat Polres Jepara, korban bernama Sri Setijawati (48), warga Pandean Lamper, Semarang. Diduga dia merupakan korban pembunuhan yang terjadi di Kendal, 16 Februari lalu.

Sebelumnya, pelaku pembunuhan bernama Ashar, warga Gembyang, Kelurahan Patukangan, telah menyerahkan diri ke Mapolres Kendal karena mengaku telah menghabisi nayawa seorang wanita.

Pelaku saat hati lantaran ia diminta mengembalikan uang komisi penjualan rumah sebesar Rp 500 ribu oleh korban. 

Karena panik usai membunuh korban, pelaku sempat menyimpan jasadnya di kamar mandi, sebelum akhirnya  dibuang dari atas jembatan Sungai Kalibodri. (Galuh Garmabrata)

4 Fakta Menarik Kemenangan Timnas Indonesia U-22 Atas Kamboja

Jakarta Timnas Indonesia U-22lolos ke semifinal Piala AFF U-22 2019 setelah menang 2-0 atas Kamboja di laga terakhir Grup B di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Jumat (22/2/2019). Kemenangan tersebut memiliki sejumlah arti bagi Tim Garuda Muda.

Sebelum menghadapi Kamboja, Timnas Indonesia U-22 dalam kondisi tertekan karena masih bersaing ketat dengan Malaysia dan Myanmar untuk lolos ke semifinal sebagi runner-up Grup B. Satu tempat di semifinal dari juara Grup B sudah dipastikan oleh Kamboja yang meraih dua kemenangan atas Malaysia dan Myanmar di dua laga sebelumnya.

Kemenangan atas Kamboja menjadi harga mati bagi tim asuhan Indra Sjafri itu untuk melangkah semifinal. Berkat dua gol yang dicetak Marinus Wanewar, Tim Garuda Muda berhasil mengamankan tempat di semifinal meski di pertandingan Grup B lainnya Malaysia menang 1-0 atas Myanmar.

Kamboja yang berhasil membungkam Malaysia dan Myanmar seakan tidak berdaya menghadapi serangan bergelombang yang dilakukan Osvaldo Haay dkk. Bahkan para pemain depan mereka sampai frustrasi untuk bisa menembus pertahanan Tim Garuda Muda yang dikawal Nurhidayat Haji Haris, Bagas Adi Nugroho, Firza Andika, dan Asnawi Mangkualam.

Penampilan baik Awan Setho di bawah mistar gawang Timnas Indonesia U-22 membuat para pemain tim tuan rumah semakin frustrasi sepanjang pertandingan. Pada akhirnya Kamboja tetap bisa tersenyum karena sudah memastikan diri melangkah ke babak empat besar Piala AFF U-22 2019 sebagai juara Grup B.

Beberapa hal menarik dirangkum Bola.com dari hasil pertandingan antara Timnas Indonesia U-22 kontra Kamboja.

2 dari 5 halaman

Marinus Wanewar Cetak 2 Gol Dalam 1 Laga untuk Timnas Indonesia

Dua gol yang dicetak Marinus Wanewar dalam pertandingan kontra Kamboja menjadi sebuah momen yang sangat berharga bagi pemain asal Papua tersebut. Dua golnya ke gawang Kamboja tak hanya membawa Timnas Indonesia U-22 lolos ke semifinal Piala AFF U-22 2019, tapi juga membuktikan ketajaman dirinya sebagai seorang striker.

Dalam pertandingan kontra Kamboja, Marinus Wanewar untuk pertama kalinya berhasil mencetak dua gol dalam satu pertandingan untuk Timnas Indonesia. Sebuah fakta yang membuktikan Marinus Wanewar mampu menjadi striker yang tajam di kotak penalti lawan.

Piala AFF U-22 2019 menjadi turnamen kedua yang dijalani Marinus Wanewar bersama Tim Garuda Muda. Sebelumnya, Marinus Wanewar memperkuat Timnas Indonesia U-22 untuk pertama kalinya pada SEA Games 2017 asuhan Luis Milla.

Tercatat dalam turnamen pertamanya pada Agustus 2017 itu, Marinus Wanewar hanya berhasil mencetak satu gol. Yang menarik, satu-satunya gol yang dicetak Marinus dalam turnamen itu terjadi saat Timnas Indonesia U-22 menang tipis 1-0 atas Timor Leste, di mana golnya menjadi sangat penting saat itu.

Laga kontra Malaysia di Piala AFF U-22 2019, Rabu (20/2/2019), menjadi laga di mana Marinus berhasil kembali mencetak gol untuk Tim Garuda Muda setelah 2018 tak memperkuat tim nasional. Akhirnya dua gol Marinus ke gawang Kamboja menambah pembendaharaan golnya untuk Timnas Indonesia.

3 dari 5 halaman

Marinus Bersaing dengan Striker Vietnam untuk Menjadi Top Scorer Piala AFF U-22 2019

Tak hanya berhasil membuktikan kualitasnya sebagai seorang striker yang tajam di lini depan, Marinus Wanewar yang mencetak dua gol ke gawang Kamboja juga memantapkan namanya di daftar pencetak gol terbanyak sementara Piala AFF U-22 2019.

Dengan tambahan dua gol ke gawang Kamboja, sejauh ini Marinus sudah mencetak tiga gol di Piala AFF U-22 2019. Pemain asal Papua itu untuk sementara berada di daftar teratas pencetak gol bersama striker Vietnam, Tran Danh Trung.

Seperti halnya Marinus, striker muda Vietnam yang masih berusia 18 tahun itu juga awalnya hanya mencetak satu gol di pertandingan pertama Vietnam kontra Filipina. Saat itu Vietnam menang 2-1. Dua gol tambahan dicetak Tran Danh Trung saat Vietnam menang telak 4-0 atas Timor Leste di laga kedua.

Dengan bersaing di daftar pencetak gol sementara Piala AFF U-22 2019, Marinus Wanewar pasti termotivasi untuk terus memberikan yang terbaik bagi Timnas Indonesia U-22. Setidaknya, Marinus harus bisa membuktikan dirinya lebih baik daripada Tran Danh Trung ketika Timnas Indonesia U-22 dan Vietnam berhadapan di semifinal.

4 dari 5 halaman

Kamboja Kebobolan untuk Pertama Kalinya di Piala AFF U-22 2019

Dua gol yang dicetak Marinus Wanewar ke gawang Kamboja tak hanya menjadi bukti ketajaman dirinya sebagai striker Timnas Indonesia U-23. Namun, dua gol tersebut menjadi pil pahit bagi Kamboja yang dalam dua pertandingan pertama mereka sama sekali tidak kebobolan.

Momen umpan silang yang dilepaskan Witan Sulaeman ke jantung pertahanan Kamboja pada menit ke-19 menjadi mimpi buruk bagi tim tuan rumah. Meski sempat merasa berhasil menggagalkan peluang Timnas Indonesia U-22, keuletan Marinus Wanewar mencari bola dan menceploskannya ke gawang Kamboja menjadi akhir dari sebagian cerita bahagia tim tuan rumah.

Gol tersebut mencoreng catatan positif Kamboja di Piala AFF U-22 2019. Tim tuan rumah itu sebelumnya berhasil mencatatkan cleansheet dalam dua pertandingan pertama mereka.

Kamboja berhasil mengamankan gawangnya dari serbuan pemain muda Malaysia di pertandingan pertama Grup B Piala AFF U-22 pada Senin (18/2/2019). Saat itu Kamboja berhasil meraih tiga poin pertama berkat kemenangan tipis 1-0.

Cleansheet Kamboja berlanjut di pertandingan kedua. Tim asuhan Felix Dalmas itu berhasil menjaga gawangnya tetap perawan di laga kedua yang berakhir dengan kemenangan 2-0.

Marinus Wanewar berhasil mematahkan tren positif tim tuan rumah dengan dua gol yang dicetaknya di pertandingan terakhir Grup B Piala AFF U-22.

5 dari 5 halaman

Meski Kalah dari Indonesia, Kamboja Cetak Sejarah Lolos dari Fase Grup

Meski berstatus menjadi tuan rumah dalam Piala AFF U-22 2019, tak banyak yang berpikir Kamboja bisa berbicara banyak di turnamen Asia Tenggara pertama di kategori usia di bawah 22 tahun itu. Banyak yang memprediksi perebutan menuju semifinal hanya melibatkan Timnas Indonesia U-22, Malaysia, dan Myanmar.

Namun, Kamboja justru membuat kejutan sejak pertandingan pertama. Kamboja berhasil menang tipis 1-0 atas Malaysia yang berlanjut dengan kemenangan 2-0 atas Myanmar di laga kedua.

Dua kemenangan tersebut sudah cukup bagi Kamboja untuk memastikan diri melangkah ke semifinal Piala AFF U-22 2019. Sejak awal, apa pun hasil pertandingan kontra Timnas Indonesia, Kamboja sudah mencetak sejarah dengan melangkah lolos ke babak empat besar. Itu menjadi hal belum pernah mereka lakukan dalam sejarah sepak bola mereka di level Asia Tenggara.

Kamboja akan menghadapi Thailand dalam pertandingan semifinal Piala AFF U-22 2019. Pertandingan tersebut akan digelar pada Minggu (24/2/2019).

Kisah Ilmuwan India Temukan Matematika Ratusan Tahun Sebelum Eropa

New DelhiAn explosion of coloursIndia menghasilkan penemuan matematika menakjubkan beberapa abad sebelum ilmuwan negara Barat. (Getty Images)

Seperti Cina, sejak lama India telah mendapatkan manfaat besar dari desimal atau sistem bilangan yang menggunakan basis sepuluh.

India mulai menerapkan sistem desimal setidaknya pada abad ketiga.

Desimal masih terus kita gunakan hingga saat ini. Dalam sistem ini, posisi angka menunjukkan satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya.

Kita tak tahu bagaimana India menemukan sistem desimal. Tapi mereka tentu menyempurnakan dan meletakkan dasar angka satu hingga sembilan yang digunakan di seluruh dunia.

Lebih dari itu, India bahkan menciptakan angka baru: nol.

Tak lebih dari ruang kosong

Penggunaan desimal pertama di India diketahui muncul pada abad ke-9, meski banyak pihak yang yakin masyarakat India telah gunakan desimal ratusan tahun sebelumnya.

Angka desimal itu ditemukan di sebuah tembok di candi kecil di dalam kawasan Benteng Gwailor, India bagian tengah.

Tempat itu merupakan pemujaan terhadap matematika karena menyimpan angka nol.

Gwalior FortressSebuah candi kecil di benteng India diketahui sebagai tempat pertama penggunaan angka nol. (Getty Images)

Yang mengejutkan, sebelum India menemukan angka itu, nol tidak pernah ada dalam ilmu pengetahuan.

Peradaban Mesir Kuno, Mesopotamia, dan Cina memang mengenal simbol nol, tapi bukan sebagai angka, melainkan sebuah ruang kosong.

Adalah orang-orang India yang mengubah nol menjadi angka secara tetap. Konsep itu lantas merevolusi matematika.

Sejak saat itu hingga sekarang, angka nol memungkinkan kita membuat angka dalam jumlah besar dalam cara yang sangat efisien.

The zero in GwailorAngka nol tertua ditemukan di tembok sebuah candi di India. (BBC)

Bagaimana mereka menemukan nol?

Kita tidak akan pernah tahu secara persis.

Tapi sepertinya ide dan simbol nol berasal dari hitung-hitungan bermedium batu di atas tanah.

Ketika batu-batu itu diambil, sebuah lekukan tetap tertinggal di tempatnya. Ini dianggap merepresentasikan perubahan dari ada menjadi tiada.

Namun mungkin juga ada alasan kultural di balik penemuan angka nol ini.

Hole on the groundKalkulasi yang dibuat di atas tanah meninggalkan lubang bulat setelah pengurangan. (BBC)

Konsep ketiadaan dan keabadian adalah bagian dari sistem kepercayaan India kuno.

Baik agama Buddha maupun Hindu meyakini konsep ketiadaan dalam ajaran mereka.

Oleh karena itu, tak mengherankan bahwa sebuah budaya yang antusias terhadap ketiadaan dapat mengakomodasi gagasan angka nol.

Masyarakat India bahkan menggunakan terminologi shunya yang merepresentasikan ide filosofis tentang kekosongan sebagai istilah baru ilmu matematika.

Shunya mudra
Ini adalah shunya mudra, sebuah gestur yang dikultuskan dalam ajaran Buddha dan Hindu. Dalam bahasa sansekerta, shunya berarti kekosongan, pembukaan, atau ruang. (Getty Images)

Dari nol hingga jumlah tak terbatas

Pakar matematika termashyur India, Brahmagupta, menunjukkan sejumlah penggunaan dasar angka nol pada abad ke-7.

Aturan dasar tersebut masih terus diajarkan di sekolah di berbagai penjuru dunia hingga sekarang.

1 + 0 = 1

1 – 0 = 1

1 x 0 = 0

Indian numbers of the 9th centuryPenciptaan angka nol memungkinkan temuan-temuan lain dalam matematika (BBC)

Namun Brahmagupta kesulitan tatkala berusaha membagi angka satu dengan nol.

Pernyataannya, angka apa yang jika dikalikan nol maka hasilnya sama dengan satu?

Solusinya membutuhkan konsep matematis baru: ketidakterbatasan.

The infinity symbolKonsep ketidakterbatasan memecahkan teka-teki pembagian angka nol. (Getty Images)

Hanya ketidakterbatasan yang masuk akal dalam pembagian angka nol.

Dan pembaruan ilmu itu juga disumbangkan ahli matematika asal India lainnya, yaitu Bhaskara, pada abad ke-12.

Bagaimana logika hitung-hitungan itu?

Jika Anda mengambil satu buah dan membaginya menjadi dua, maka Anda mendapatkan dua buah.

Jika Anda memotongnya menjadi tiga, Anda akan memegang tiga buah.

Pembagian lebih lanjut akan menghasilkan pecahan-pecahan yang lebih kecil, tapi dengan jumlah yang lebih banyak.

Pada akhirnya, Anda akan mendapatkan jumlah buah yang tak terbatas.

Bhaskara lalu sampai pada pemikiran bahwa angka satu dibagi nol sama dengan tak terbatas.

Sliced avocado used as an example of fractioningAkhirnya, angka pecahan menghasilkan angka tak terbatas. (Getty Images)

Namun kalkulasi menggunakan angka nol berkembang lebih dari itu.

Meski disepakati bahwa tiga dikurangi tiga sama dengan nol, lantas apa hasil dari tiga dibagi empat?

Sepertinya jawaban Anda atas soal itu adalah ‘tidak ada’. Namun orang-orang India menemukan bentuk baru dari ketiadaan: angka negatif.

Masyarakat India mengenal angka negatif dan nol karena mereka meyakini nominal itu sebagai entitas abstrak.

Numbers floatingMasyarakat India yakin angka adalah entitas yang abstrak. (Getty Images)

Angka-angka bukan sekedar untuk menghitung atau mengukur, tapi juga memiliki nyawa, mengambang tanpa seutas tali di dunia nyata.

Pemikiran itu menghasilkan ledakan ide matematis.

X dan Y

Pendekatan abstrak orang India terhadap matematika mengungkap cara baru menyelesaikan persamaan kuadrat.

Pemahaman Brahmagupta soal angka negatif memungkinkannya melihat bahwa persamaan kuadrat akan selalu memiliki dua solusi. Salah satu dari jawaban itu dapat berupa angka negatif.

Brahmagupta bahkan mampu memecahkan persamaan kuadrat dengan dua variabel (X dan Y).

Perkembangan itu baru terjadi di dunia belahan barat tahun 1657.

Ketika itu, pakar matematika asal Prancis, Pierre de Fermat, mempresentasikan hal yang sama, tanpa sadar itu telah ditemukan di India ratusan tahun sebelumnya.

Pierre de FermatPierre de Fermat ‘memecahkan’ persamaan kuadrat tahun 1657. (Getty Images)

Brahmagupta juga mengembangkan bahasa baru untuk mengekspresikan solusi atas persamaan itu.

Saat bereksperimen, ia menggunakan inisial dua warna untuk menunjukkan variabel.

Itulah yang memunculkan penggunaan X dan Y, dua inisial yang masih kita gunakan hingga sekarang.

Tak berhenti di situ

Para ahli matematika di India juga bertanggung jawab atas penemuan baru dalam ilmu trigonometri.

The Earth, the Moon and the Sun in a right triangleAhli astronomi India mampu menghitung perkiraan jarak antara bumi, bulan, dan matahari dengan pendekatan trigonometri. (BBC)

Benar bahwa orang-orang Yunani adalah yang pertama kali mengembangkan ‘kamus’ yang menerjemahkan geometeri ke angka dan sebaliknya.

Namun ahli matematika membawa pengetahuan itu tahap yang lebih jauh.

Mereka menggunakan trigonometri untuk mempelajari dunia di sekitar mereka, termasuk navigasi laut dan menghitung jarak antar galaksi.

Para pakar matematika India itu mengkalkulasi jarak antara bumi dan bulan serta rentang antara bumi dan matahari.

PiKonsep Pi yang sulit dipahami. (Getty Images)

Mereka juga memecahkan misteri salah satu angka paling penting dalam matematika: Pi.

Pi adalah rasio numerik antara keliling dan diameter lingkaran. Angka ini muncul dalam setiap kalkulasi dan sangat berguna bagi para arsitek, karena perhitungan lingkaran selalu membutuhkan Pi.

Selama berabad-abad, ahli matematika mencari nilai pasti Pi, tapi baru pada abad ke-6, seorang pakar asal India bernama Aryabhata menemukan perkiraan yang tepat: 3,1416.

Aryabhata saat itu juga menggunakan nilai Pi untuk menghitung keliling bumi. Ia menemukan angka 39.968 kilometer, tak beda jauh dengan yang kita yakini benar saat ini, yakni 40.075 kilometer.

A Pi formed of sticks and stonesFormula nilai Pi masih dianggap sebagai penemuan bangsa Eropa. (Getty Images)

Madhava menyadari bahwa dengan menambah dan mengurangi pecahan berbeda, perhitungan formula Pi yang tepat dapat ditemukan.

Formula itu kini masih terus diajarkan di banyak universitas di seluruh dunia, seolah-olah itu ditemukan pakar matematika asal Jerman bernama Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17.

(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Meme Otomotif Pekan Ini: Surprise dari Kepolisian

Liputan6.com, Jakarta – Dalam berbagai jejaring sosial baik itu Facebook, Instagram maupun Twitter, gambar/foto lucu atau yang biasa disebut Meme kerap ditemui.

Berbagai hal bisa dijadikan Meme menarik, tidak terkecuali yang berkaitan dengan otomotif.

Meme otomotif kali ini merupakan kiriman Heni R.

Dalam meme tersebut nampak sebuah foto kepolisian yang tengah menggelar razia lalu lintas. Namun lokasi razia yang dipilih bukan di jalan raya, melainkan di area sekolahan.

Apes bagi pengendara yang berniat menghindari razia. Niatan kabur dengan mencari jalan tikus atau ngumpet ke sekolah, malah mendapati razia di sekolahan.

Nah, jika Anda memiliki meme menarik seputar dunia otomotif, kirim saja ke email kami di otoliputan6@gmail.com.