Dalam 6 Bulan, SMF Telah Salurkan Rp 948 Miliar untuk KPR FLPP

Liputan6.com, Jakarta – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), atau SMF kembali melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) dengan Bank Penyalur KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Ini dilakukan untuk mewujudukan ketersediaan rumah yang layak dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengungkapkan, penandatanganan ini merupakan kerjasama lanjutan setelah PKO sebelumnya yang ditandatangani bersama, PPDPP, SMF dan Bank Pelaksana, pada 14 Agustus 2018 lalu. Rencananya komitmen bersama ini akan ditegaskan ulang setiap tahun.

Ananta menyampaikan, sejak Agustus 2018 hingga saat ini, SMF telah berhasil merealisasikan penyaluran dana KPR FLPP kepada 28.932 debitur. Adapun total penyaluran dana mencapai Rp 948 miliar, melalui 10 bank penyalur KPR FLPP yang merupakan bagian dari realisasi program FLPP 2018 sebesar Rp 5,896 triliun.

“Realisasi penyaluran KPR FLPP tersebut merupakan komitmen SMF dalam Program Penurunan Beban Fiskal direalisasikan melalui pemberian dukungan kepada Pemerintah lewat program KPR FLPP, yang berkoordinasi dengan BLU PPDPP, Kementerian PUPR,” ujarnya dalam penandatangan perjanjian kerjasama, di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Ananta mengaku yakin dengan adanya sinergi yang kuat, program sejuta rumah dapat tercapai dan memberikan kontribusi luar biasa bagi perekonomian Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan rumah.

Dukungan dari SMF, kata Ananta, juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan penyaluran KPR FLPP dalam ketersediaan likuiditas bagi penyaluran KPR FLPP. Sehingga semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang memperoleh fasilitas KPR FLPP di samping adanya penyerapan tenaga kerja dari pembangunan rumah yang berujung pada terciptanya multiplier effect.

2 dari 3 halaman

Kurangi Beban Fiskal

Ananta mengatakan, adanya Surat Menteri Keuangan, No. S-163/MK.6/2018 tanggal 12 April 2018, perihal penurunan beban fiskal dalam KPR program FLPP dan SSB, dan Keputusan Menteri PUPR No 463/KPTS/M/2018, tentang proporsi pendanaan kredit atau pembiayaan pemilikan dan perumahan rakyat, menjadi dasar bagi SMF sebagai Special Mission Vehicle (SMV) menjalankan fungsi sebagai fiscal tools pemerintah dalam penyediaan dana jangka menengah panjang guna merealisasikan penurunan beban fiskal pemerintah.

Adapun dalam program penyaluran KPR FLPP ini, SMF memiliki peran dalam mengurangi beban fiskal pemerintah dengan membiayai porsi 25 persen pendanaan KPR FLPP. Sehingga pemerintah hanya menyediakan 75 persen dari total pendanaan FLPP dari semula yang sebesar 90 persen.


Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Kemendag Temukan Penjualan Gula Rafinasi Secara Online

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menemukan penjualan gula rafinasi melalui situs jual beli online. Penjualan tersebut melanggar aturan mengingat gula jenis ini tidak boleh diperdagangkan secara bebas lantaran bukan merupakan gula konsumsi.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag Veri Anggriono mengatakan, selama melakukan pengawasan, Kementerian Perdagangan menemukan penjualan gula rafinasi melalui situs online. Namun masih dalam jumlah yang kecil.

“Kami temukan selama pengawasan di pedagang-pedagang online, tidak dalam jumlah banyak mereka lakukan perdagangan, tetapi ini melanggar. Ini pedagang gula rafinasi ini kan dikhususkan untuk industri dan tidak seyogyanya di daftarkan di online,” ujar dia di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Menurut dia, dari hasil pengawasan tersebut, mayoritas dijual di wilayah Jawa, seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat. Untuk jumlahnya, Veri mengaku masih melakukan pendalaman terkait temuan ini.

“Jumlahnya belum bisa kami pastikan, tapi yang pasti yang melanggar industri penggunanya,” kata dia. 

“Jadi mereka beli dengan jumlah tertentu padahal industrinya hanya keburuhannya 10 ton misalnya, dia ajukan pembelian dengan 20 ton. Karena si industri rafinasinya hanya lihat base on dokumennya saja, tidak memeriksa berapa kebutuhan indsutri makanan dan minuman yang ditemukan,” lanjut Veri.

Sementara untuk sanksi, Veri menyatakan bahwa pedagang yang kedapatan menjual gula rafinasi ini secara bebas ke pasaran akan dikenakan sanksi mulai dari administrasi hingga pidana.

“Sudah diedarkan ke industri penggunanya. Ada mereknya dan itu sudah kita limpahkan ke Polri dan sudah dalam tingkat pengadilan. Saya lupa berapa merek itu,” tandas dia.

2 dari 3 halaman

60 Ribu Ton Gula Rafinasi Rembes ke Pasar

Sebelumnya, Kementrian perdagangan (kemendag) bersama Polri mengungkap kasus penggunaan gula rafinasi yang seharusnya diperuntukkan untuk industri. Gula rafinasitersebut diketahui telah dijual bebas di pasar untuk konsumsi umum.

Jumlah gula rafinasi yang dijual bebas atau bocor di pasaran tersebut mencapai 60 ribu ton. Penemuan tersebut di sejumlah daerah di Pulau Jawa, seperti Yogjakarta, Temanggung, hingga Purworejo.

“Pabrik ini melakukan sebagaimana mestinya, tapi oknum di pabrik ini ada kerjasama dengan tersangka yang kami tahan sekarang ini,” kata Kombes Pol Syahardiantono, Kabagpenum Mabes Polri, saat ditemui di lokasi pabrik PT Permata Dunia Samudera Utama (PDSU), di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, pada Kamis 20 September 2018. 


Di lokasi pabrik ini, Polri bersama Kemendag, menyita 360 ton gula rafinasi yang belum sempat beredar.

Modusnya, menambah jumlah pesanan dari Unit Dagang (UD) I.S dari 6 ribu ton, menjadi 60 ribu ton. Modus ini telah dilakukan sejak 2016.

“Sehingga kami mengejar sampai ke tempat ini, keterangan yang kami dapat dari tersangka, ada kerjasama,” terangnya.

Pihak kepolisian tengah menyelidiki adanya indikasi permainan dari petinggi PT PDSU, untuk meloloskan kecurangan dokumen.

“Kemungkinan ada tersangka lain, kami sudah keluarkan surat penangkapan. Inisialnya menyusul, akan kami sampaikan,” jelasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Glass, Misteri dan Ketegangan di Sebuah Film Superhero

Liputan6.com, Jakarta – Pernah menonton film Unbreakable (2000) atau Split (2016)? Tahun ini, deretan karakter dari dua film tersebut dipertemukan oleh sang sutradara, M. Night Shyamalan dalam film terbarunya, Glass.

Glass kembali menghadirkan nuansa misteri dan ketegangan layaknya Unbreakable dan Split. Tema superhero yang disuguhkan dalam Unbreakable, dibawa kembali dalam film ini melalui narasi dari karakter Mr. Glass.

Menyusul dua film tersebut, Glass melengkapi trilogi bertema Eastrail 177 Trilogy karya M. Night Shyamalan. Selain karakter, alur ceritanya pun menjadi pengembangan dari Unbreakable dan Split.

Alur cerita dalam Glass terjadi bertahun-tahun setelah Unbreakable, dan beberapa waktu usai Split. Dikisahkan, tiga karakter utamanya, David Dunn (Bruce Willis), Kevin Wendell Crumb (James McAvoy), dan Elijah Price alias Mr. Glass (Samuel L. Jackson), ditangkap lalu dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa.

Ketiganya dihadapkan pada Dr. Ellie Staple (Sarah Paulson) yang berusaha meyakinkan bahwa kekuatan mereka hanyalah ilusi dari keterbelakangan mental masing-masing. Namun, beberapa dari mereka memiliki rencana untuk kabur dari rumah sakit sambil membuktikan kepada dunia bahwa kekuatan superhero itu ada.

2 dari 4 halaman

Masuk Akal

Menyaksikan Glass secara keseluruhan, M. Night Shyamalan nampaknya mulai unjuk kebolehan dalam membangun sebuah waralaba superhero versinya. Hasilnya pun patut diacungi jempol.

Alur cerita yang ditampilkan hampir 20 tahun lalu dalam Unbreakable, terasa masuk akal ketika dimasukkan untuk film Glass. Pengembangan karakter utama Split yang memiliki banyak kepribadian, termasuk si monster mengerikan, dimainkan lagi secara apik oleh James McAvoy.

Satu lagi yang patut diapresiasi adalah dilibatkannya aktor Spencer Treat Clark sebagai Joseph Dunn, putra dari David Dunn. Dalam Unbreakable, sang aktor kala itu masih anak-anak.

Kembalinya aktris Charlayne Woodard sebagai ibu dari Elijah serta Anya Taylor-Joy sebagai Casey Cooke juga semakin membuat kisah film ini dramatis.

Urusan misteri dan plot twist (kejutan cerita), M. Night Shyamalan lagi-lagi memasukkan unsur-unsur tersebut secara apik dan rapi. Bila kita menonton dua film sebelumnya, maka beberapa kejutan akan mencengangkan kita. Akhir ceritanya pun sukar ditebak, membuat film ini layak diberi tepuk tangan.

3 dari 4 halaman

Bukan Film Marvel atau DC

Dari segala kelebihan tersebut, Glass masih memiliki beberapa hal yang dirasa kurang memuaskan. Salah satunya adalah adegan perkelahian antar manusia super.

Glass memang bukan film Marvel atau DC yang sarat dengan pertempuran dan pertarungan mega dahsyat. Film ini bisa dianggap memiliki adegan perkelahian yang membumi sampai-sampai terlalu masuk akal.

Sayangnya, beberapa adegan laga selalu digambarkan secara lambat dalam waktu singkat.

Pada intinya, Glass bukanlah film superhero yang sarat dengan bumbu laga. Film ini lebih menekankan pada kondisi psikologis orang-orang yang memiliki kekuatan super.

4 dari 4 halaman

Kekecewaan

Banyaknya dialog yang menginterupsi momen perkelahian, dirasa bakal menimbulkan kekecewaan bagi para pecinta adegan laga yang menonton film ini.

Motif beberapa karakter untuk mencapai tujuannya ini bisa dianggap masuk akal. Meskipun, cara M. Night Shyamalan dalam menyibak misteri yang dihadirkan terkesan agak memaksakan. Misalnya saja dengan memasukkan cerita buku komik ke dalam salah satu motifnya.

Glass bisa menjadi satu hiburan menarik bagi para pecinta film berjenis ketegangan. Film ini juga menjadi penutup yang pas bagi Unbreakable dan Split.

Namun seperti yang sudah disampaikan, ini bukanlah film superhero yang sarat adegan laga. Jadi, siapkan ruang di dalam otak sebelum menontonnya agar bisa menerka-nerka berbagai misteri dalam film ini.

#10YearsChallenge, Dolar AS di 2009 Rp 11.930, Sekarang Berapa?

Jakarta – Belakangan ini warganet tengah terjangkit virus tagar 10 years challange. Mereka memajang foto transformasi 10 tahun lalu dan sekarang.

Tujuan dari tantangan itu untuk melihat perbedaan di antara kedua masa itu. detikFinance mencoba ikut tantangan 10 years challange itu tapi dari sisi ekonomi. Pertama dari sisi nilai tukar kita, Rupiah.

Bagaimana perbedaan nilai tukar rupiah terhadap dolar di 2009 dan 2019. Sebesar apa perbedaannya?

Melansir data Reuters, Kamis (17/1/2019), nilai pada penutupan 1 Januari 2009 dolar AS berada di posisi Rp 11.380. Sementara pada 1 Januari 2019 dolar AS sudah berada di posisi Rp 14.160.
Jika dihitung perubahannya maka nilai tukar rupiah selama 10 tahun sudah turun 24.4%. Tapi kondisi nilai tukar rupiah pada kedua masa itu sedikit berbeda. Pelemahan rupiah di sepanjang 2018 masih lebih baik ketimbang di 2008.

Dolar AS pada 1 Januari 2008 berada di posisi Rp 9.385, sementara di 1 Januari 2009 sudah berada di level Rp 10.950 atau melemah 16,67%. Dolar AS juga sempat melonjak hingga Rp 12 ribuan.

Tentu banyak faktor yang membuat rupiah di tahun itu begitu terpuruk. Kondisi ekonomi global menjadi biang kerok.

“Ya betul 2008 itu karena ada krisis global,” kata Vice President Research Artha Sekuritas Indonesia Frederik Rasali.

Krisis saat itu merupakan krisis finansial global yang terjadi di banyak negara. Indonesia pun terkena imbasnya.

Di sepanjang 2018, menurut data chart Reuters nilai tukar rupiah pada penutupan 1 Januari 2018 berada di posisi Rp 13.535, sementara pada penutupan 1 Januari 2019 berada di level Rp 14.105. Jika dihitung penurunannya mencapai 4,21%.

Namun kondisi rupiah di 2018 juga begitu berfluktuatif. Bahkan rupiah sempat anjlok hingga level Rp 15 ribuan di bulan Oktober.

Faktor eksternal disebut sebagai penyebab penguatan dolar AS saat itu. Tahun lalu memang begitu banyak gejolak yang disebabkan naiknya suku bunga acuan The Fed hingga ketegangan dua negara ekonomi besar yakni AS dan China. (das/zlf)

Jejak Tony Prasetiantono dalam Perekonomian Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Universitas Gadjah Mada berduka. Rabu malam (16/1/2019) Ekonom yang juga dosen Fakultas Ekonomika Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta A. Tony Prasetiantono tutup usia.

Berpulangnya A. Tony Prasetiantono dikabarkan oleh Ketua Harian Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) yang juga Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

“Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia Bapak A. Tony Prasetiantono,” kata Budi kepada Liputan6.com, Kamis (17/1/2019).

Tony meninggal di Jakarta pada Hari Rabu, 16 Januari 2019 pukul Jam 23.30 WIB. Saat ini, jenazah berada di jakarta dan pagi ini, 17 Januari 2019 direncanakan tiba di Jogja.

Nantinya jenazah Tony akan disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Kompleks Pesona Merapi Blok J78, Sleman. Tony Meninggalkan istri bernama Eva Supita Dewi dan seorang anak Meidyana Sashaputri.

Menurut Budi, Tony merupakan sosok intelektual yang baik dan humoris. “kita sangat kehilangan. Semoga almarhum mendaoat tempat di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Amin,” kata Budi.

Tony Prasetiantono merupakan ekonom sekaligus dosen senior Fakultas Ekonomika Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada. Tulisan-tulisannya mengenai ekonomi kerap hadir di berbagai media di Indonesia.

2 dari 5 halaman

Latar Belakang Pendidikan

Anthonius Tony Prasetiantono lahir di Muntilan, Jawa Tengah 27 Oktober 1962. Ia tercatat sebagai alumni SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Pada 1986 Ia lulus dengan predikat cum laude dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada. Tony juga merupakan mahasiswa teladan I di Universitas Gadjah Mada. Tony kemudian terdaftar sebagai dosen tetap di FEB UGM sejak 1986.

Pada tahun 1991 Tony melanjutkan studi masternya dan berhasil meraih gelar Master of Science (MSc) dari University of Pennsylvania, Philadelphia, Amerika Serikat. Kemudian pada 2005 gelar Ph.D berhasil diraih Tony dari Australian National University, Australia.

3 dari 5 halaman

Menduduki Jabatan Penting pada sektor Perekonomian Indonesia

Sejak 1986 hingga saat ini Tony tercatat sebagai dosen tetap Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada. Pada 2010 hingga 2018 Tony menjabat sebagai Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada. Tak hanya itu, Tony pernah memegang sejumlah jabatan penting di luar UGM.

Tony juga tergabung dalam grup riset bidang ekonomi pembangunan, ekonomi moneter, klaster ekonomi dan biokimia.

Tony sempat menduduki jabatan-jabatan penting pada bidang perekonomi di Indonesia. Di antaranya pernah menjabat komisaris independen Bank Mandiri tahun dari 2003 hingga 2005. Kemudian menjadi Chief Economist Bank BNI sejak September 2006 hingga 2010.

Sejak tahun 2011, Tony menjabat menjadi komisaris independen Bank Permata. Tony juga pernah menjadi anggota komite informasi di Lembaga Penjamin Simpanan pada 2009-2010 dan anggota Komite Seleksi Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK) pada 2017.

Tony tercatat sebagai member Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI)sejak 2017 hingga 2020 mendatang.

4 dari 5 halaman

Aktif Menulis

Dalam bidang perekonomian Tony dikenal aktif menulis di berbagai kolom media nasional. Tulisan-tulisannya merupakan pengamatan Tony mengenai ulasan berbagai perkembangan ekonomi di Indonesia. Pada tulisan-tulisanya Tony juga menyampaikan gagasan bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Sejak 2009 Tony juga tercatat sebagai anggota Dewan Redaksi Majalah Prisma. Majalah Prisma merupakan majalah yang fokus pada jurnal pemikiran sosial ekonomi.

Beberapa tulisan kolom Tony Sempat diterbitkan menjadi beberapa buku, antara lain, Rambu-rambu yang Diabaikan (2005); Keluar dari Krisis: Analisis Ekonomi Indonesia (2000); dan Agenda Ekonomi Indonesia(1995).

Pria penikmat aliran musik jazz ini juga sempat terlibat dalam beberapa penelitian pada tahun 2000 ia melakukan penelitian terkait evaluasi dan implementasi program subsidi kredit untuk usaha kecil di Bank Indonesia.

Lalu pada 2003 Tony melakukan penelitian di Australian National University mengenai Indonesia Update Annual Conference. Ia juga mengerjakan project Indonesia CEO Gathering pada tahun 2003. Sebelumnya, pada 1996-2000 ia pernah meneliti Pertamina.

5 dari 5 halaman

Ekonom senior

Tony Prasetiantono merupakan ekonom senior yang sudah malang melintang di bidang makro ekonomi dan ekonomi pembangunan dan perbankan.

Pemikirannya turut menjadi sumbangsih untuk menjaga kestabilan perekonomian Tanah Air.

Ia pernah mengatakan, minimnya risiko Indonesia terkena krisis tak lepas dari kebijakan yang diambil oleh pemerintahan.

Kebijakan pemerintahan dalam hal ini, tentu policy mix, yaitu kombinasi kebijakan moneter dan fiskal. Tetapi proyek infrastruktur tetap menjadi panglima. Semua pihak mengakui itu,” ujar Tony pada Rabu (12/9/2018).

Selain kebijakan pemerintah di ranah moneter dan fiskal, lanjut dia, ada dua faktor positif yang mendukung analisis Nomura. Pertama, banyaknya proyek infrastruktur strategis yang menjadi daya tarik investor asing untuk menanamkan modal ke Indonesia sehingga mampu menangkal krisis.

”Tidak hanya strategis, proyek-proyek infrastruktur tersebut menjadi daya tarik karena efisien dan daya saingnya meningkat drastis. Ini yang membuat investor asing terkesan,” kata dia.

Kedua, kondisi sektor perbankan yang baik. Saat ini Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal perbankan berada di angka 22 persen. Hal itu menjadi garansi tidak akan terjadi krisis ekonomi yang berasal dari sektor perbankan, seperti terjadi pada krisis 1998.

”Bank masih bisa memberikan kredit (lending) dengan ekspansi 9 sampai 10 persen. Suatu hal yang tidak terjadi pada krisis 1998 lalu,” lanjut dia.

Kendati Indonesia berisiko kecil terpapar krisis, Tony tetap berharap pemerintah bisa mengendalikan defisit transaksi berjalan (CAD) yang mencapai 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Caranya adalah dengan mengerem proyek-proyek berbasis impor atau menggunakan devisa negara.

Dolar AS Tekan Rupiah ke Rp 14.125

Jakarta – Dolar Amerika Serikat (AS) menekan mata uang rupiah pada pagi ini. Dari data perdagangan Reuters, Kamis (17/1/2019), pukul 09.30 WIB nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di angka Rp 14.125.

Dari grafik yang ditunjukkan, dolar AS terpantau bergerak menguat menuju level Rp 14.135. Dolar AS bergerak di kisaran Rp 14.105 hingga Rp 14.135.

Jika ditarik dalam lima hari terakhir, pergerakan dolar AS terpantau cukup stabil di kisaran Rp 14.000 hingga Rp 14.145. Volatilitas dolar AS terpantau lebih stabil jika dibandingkan tiga bulan sebelumnya yang sempat mencapai posisi Rp 15.200-an.

Dari data RTI hari ini, dolar AS berhasil menekan sejumlah mata uang lainnya. Selain rupiah, ada korean won, dolar taiwan, dolar new zealand hingga dolar singapura yang berhasil ditekan.

Sementara rupiah tercatat melemah di seluruh mata uang dunia. British pound, euro dan dolar AS menjadi tiga mata uang dunia yang paling dalam menekan rupiah pagi ini.

(eds/eds)

MRT Jakarta Menuju Operasi dan Menanti Fase II

Jakarta – Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta segera beroperasi dalam waktu kurang dari dua bulan lagi. Dengan progres pembangunan mencapai 98,1%, MRT dipastikan bakal beroperasi pada Maret 2019 mendatang.

Pada tahap awal ini, Ratangga – sebutan untuk kereta MRT Jakarta – akan beroperasi di atas jalur layang dan bawah tanah yang membentang sepanjang 16 km dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI). Masyarakat tentu sudah tak sabar untuk bisa menjajal moda transportasi yang sudah lama dinanti-nantikan ini.

Namun, kendala sedang merundung MRT Jakarta untuk melanjutkan pembangunan fase II yang dimulai dari Bundaran HI hingga ke Kampung Bandan. Lokasi depo yang belum pasti menjadi tanda tanya mengenai rencana groundbreaking fase II yang seharusnya dimulai pada Januari 2019 ini.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Syahbandar berbagi cerita secara eksklusif dengan detikFinance mengenai hal tersebut. Termasuk kesiapan MRT menuju pengoperasian pada bulan Maret nanti dan rencana MRT melingkari kota Jakarta di masa depan. Berikut wawancara lengkapnya: (eds/zlf)

Punya Dana Rp 200 Juta, Mending Toyota Avanza 1.3 E AT atau Daihatsu Xenia 1.3 R AT?

Liputan6.com, Jakarta – Duet maut LMPV Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia telah terlahir kembali dengan penyegaran tampilan.  Meski mendapat perubahan, keduanya masih memiliki varian dengan harga tak jauh dari Rp 200 juta.

Jika Anda memiliki dana sekitar Rp 200 juta, ada 2 pilihan menarik, yaitu Toyota Avanza E 1.3 AT seharga Rp202,3 juta dan Daihatsu Grand Xenia 1.3 R AT yang dibanderol Rp198,55 juta.

Secara tampilan memang tak ada yang berbeda pada keduanya. Baik Toyota Avanza 1.3 AT maupun Daihatsu Grand Xenia 1.3 R AT sama-sama dibekali bumper baru yang dilengkapi dengan LED headlight. Bagian belakangnya pun sama persis, memiliki desain taillight baru.

Fitur Toyota Avanza 1.3 AT dan Daihatsu Grand Xenia 1.3 R AT pun tak jauh berbeda. Keduanya dibekali immobilizer, display AC digital, audio steering switch, dan new retractable mirror.

Mesin keduanya pun sama persis, 4-silinder DOHC 1.329cc bertransmisi otomatis 4-percepatan. Dapur pacu tersebut mampu menyemburkan tenaga sebesar 96,5 Tk dengan torsi maksimum mencapai 120 Nm.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Bahkan, tak ada perbedaan sedikit pun pada dimensi keduanya. Baik Toyota Avanza 1.3 AT maupun Daihatsu Grand Xenia sama-sama memiliki panjang 4.190 mm, lebar 1.660 mm, dan tinggi 1.695 mm.

Sekarang pilihan kami kembalikan kepada Anda, lebih suka mobil Toyota atau Daihatsu. Yang jelas, dengan budget Rp200 juta, Anda harus menyiapkan dana tambahan sebesar Rp2,3 juta untuk menebus Toyota Avanza 1.3 E AT. Sedangkan jika memilih Daihatsu Grand New Xenia 1.3 R AT, Anda masih menyisakan uang sebesar Rp1,45 juta.

Sumber: Otosia.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Ingin Liburan Murah ke Luar Negeri? Coba Kunjungi Negara Ini

Liputan6.com, Jakarta – Jika Anda merencanakan liburan ke luar negeri tetapi tidak ingin mengeluarkan budget yang terlalu besar, maka Anda patut memikirkan dan menambahkan Bulgaria kedalam daftar destinasi yang akan Anda kunjungi.

Mengapa Bulgaria? Karena seperti dilansir pada laman countryliving.com, Kamis (17/1/2019), Bulgaria selama dua tahun belakangan ini menjadi destinasi negara untuk berlibur termurah di dunia berdasarkan Holiday Costs Barometer.

Hal ini dpdapat dari rata-rata pengeluaran di Bulgaria dengan 42 destinasi lainnya. Pengeluaran tersebut termasuk harga kopi dari kedai kopi lokal, harga botol besar air mineral, tabir surya, harga makanan dan termasuk harga minuman anggur di restoran lokal. Namun sayangnya, perbandingan ini belum termasuk harga tiket dan hotel di sana.

Selain itu, total harga barang di resort yang berada di pesisir laut hitam, Bulgaria Sunny Beach Resort mencapai USD 46,18 atau setara Rp 652 ribu (Kurs USD 1 = Rp 14.124).

Peringkat kedua berasal dari Marmaris, sebuah resor Mediterania yang berada di Turki dengan total USD 57,74 atau setara Rp 815 ribu.

Tempat ketiga diduduki oleh Algarve, dengan total pengeluaran sebesar USD 64,16 atau setara Rp 906 ribu. Selain ketiga negara tersebut, Cape Town menjadi destinasi terjauh yang termurah, hal ini disebabkan oleh perubahan kurs.

2 dari 3 halaman

Daftar Negara

Sementara itu, Abu Dhabi merupakan destinasi termahal dengan total USD 215,63 atau setara Rp 3.045 juta dan diikuti oleh Mahe di Seychelles.

Laporan diatas menunjukkan bahwa setelah dilakukannya survei di beberapa destinasi menunjukkan bahwa seluruh destinasi yang ada mengalami penurunan harga. Ini disebabkan oleh harga makanan dan minuman lokal yang lebih murah.

Selain ketiga negara diatas, berikut adalah 10 negara yang termasuk kedalam destinasi termurah berdasarkan laporan tahunan dari countryliving:

1. Bulgaria (Sunny Beach), USD 46,23 atau Rp 652 ribu

2. Turkey (Marmaris), USD 58,04 atau Rp 819 ribu

3. Portugal (Algarve), USD 64,30 atau Rp 908 ribu

4. Afrika Utara (Cape Town), USD 68,52 atau Rp 967 ribu

5. Spanyol (Costa del Sol), USD 69,45 atau Rp 980 ribu

6. Jepang (Tokyo), USD 71,28 atau Rp 1.06 juta

7. Kenya (Mombasa), USD 71,69 atau Rp 1.012 juta

8. Czech Republic (Prague), USD 83,63 atau Rp 1.18 juta

9. Cyprus (Paphos), USD 89,20 atau Rp 1.2 juta

10. Indonesia (Bali), USD 89,25 atau Rp 1.26 juta.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Gonzalo Higuain Segera Gabung Chelsea

Jakarta Keinginan Chelsea mendatangkan Gonzalo Higuain tinggal menunggu waktu. Sky Sport Italia mengabarkan, Higuain bakal bergabung dengan The Blues dalam waktu dekat.

Kabar terbaru yang berkembang, Chelsea dan Juventus sebagai pemilik Higuain telah mencapai kesepakatan. Dalam waktu dekat, Higuain bakal menyelesaikan proses kepindahannya ke Stamford Bridge.

Sejak dibuka bursa transfer Januari 2019, Higuain menjadi target utama Chelsea. Manajer The Blues, Maurizio Sarri, dikabarkan tidak puas dengan kinerja dua striker Chelsea, Alvaro Morata dan Olivier Giroud.

Karena masalah ini, Sarri sering memasang Eden Hazard yang notabene sebagai pemain sayap berubah menjadi striker tengah. Hal itu akan tetap dilakukan Sarri hingga Chelsea mendapatkan striker baru.

Sarri berniat mendatangkan Higuain yang dinilai gagal bersama AC Milan. Selama bermain setengah musim bersama AC Milan, Higuain hanya mencetak delapan gol dari total 22 penampilan di berbagai ajang.

Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso, mengakui Higuain tidak kerasan di San Siro. Gattuso pun tidak memainkan Higuain sejak menit awal saat timnya kalah 0-1 dari Juventus di Piala Super Italia 2018.

Meski kemungkinan hanya enam bulan meminjam Higuain dari Juventus, AC Milan sudah mengeluarkan biaya hampir 17 juta euro untuk pembayaran peminjaman dan gaji. Kini, Higuain dikabarkan akan meneken kontrak sebagai pemain pinjaman di Chelsea selama enam bulan, dengan opsi perpanjangan selama setahun berikutnya.

Sumber: football-italia.net

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini: