Gelar Pengajian Jelang Pernikahan, Ammar Zoni Menangis

Bahkan kata Ammar Zoni, dialah yang paling sedih ketimbang Irish Bella. Maklum saja, saat sungkeman dirinya teringat mendiang ibunya 

“Tadi malah saya yang paling kejer (nangis). Jadi saya pribadi mengingat mama. Seandainya ada almarhum mama di samping bapak tadi itu benar-benar ya momen yang luar biasa banget tapi karena ini kan pasti yang ditunggu oleh seorang ibu. Di saat melihat anaknya menikah. Jadi ya itu aja sih yang membuat saya baper gitu,” ujar Ammar Zoni.

Bocah Korban Pencabulan Menangis di Tausiah, Tersangka Dicokok Polisi

Pekanbaru – Polres Kampar di Riau, menetapkan JU (48) sebagai tersangka pencabulan. Korbannya adalah bocah usia 11 tahun yang merupakan tetangganya sendiri.

“Tersangka JU sudah kita amankan atas laporan orang tua korban. Antara pelaku dengan korban merupakan tetangga,” kata Kapolsek Kampar, AKP Hendrizal Gani kepada wartawan, Kamis (25/4/2019).

Hendrizal menjelaskan, korban dan pelaku sama-sama warga Kampar. Kasus ini terungkap saat korban mendengarkan pengajian. Nenek korban menjadi ustazah di pengajian itu.


Saat korban mendengarkan tausiah itu, kata Hendrizal, tiba-tiba saja korban menangis. Neneknya langsung bertanya ada apa gerangan sehingga cucunya itu menangis.

“Saat ditanya, korban akhirnya menceritakan bahwa dia sudah pernah dicabuli pelaku,” kata Hendrizal.

Mendapat pengakuan tersebut, bocah tadi dibawa pulang dan dilaporkan ke ibu kandungnya. Mendengar anaknya jadi korban pencabulan, sang ibu syok. Kasus ini lantas dilaporkan ke Polsek Kampar.

“Atas laporan tersebut, kita langsung menindaklanjutinya. Pelaku inisial JU langsung kita tangkap saat berada di rumahnya,” kata Hendrizal.

Dari hasil pemeriksaan, lanjutnya, diketahui jika tersangka sudah lima kali melakukan perbuatan cabul. “Kita sudah melakukan visum terhadap korban untuk melengkapi alat bukti,” tutup Hendrizal.

(cha/dnu)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Umumkan Petugas KPPS yang Meninggal, Komisioner KPU Menangis

Jakarta Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia terus bertambah. Hal ini yang membuat Komisioner KPU Evi Novida Ginting bersedih saat konferensi pers tentang petugas KPPS yang meninggal dunia.

Tangis Evi pecah ketika membacakan data petugas KPPS yang meninggal dunia, sudah mencapai 144 dan yang sakit ada 883 orang‎.

“Penyelenggara pemilu (yang meninggal dunia) terus bertambah,” ujar Evi saat konferensi pers di Kantor KPU, Jakarta, Rabu, 24 April 2019.

Pantauan JawaPos.com, saat menahan tangisannya itu, Komisioner KPU Hasyim Asy’ari mencoba menenangkan koleganya itu untuk tegar.

“Itu karena mereka terus bekerja dan karena berdedikasi untuk memastikan seluruh proses penyelenggara pemilu berjalan luber dan jurdil di semua TPS,” katanya.

Terpisah, Komisioner KPU Hasyim Asy’ari menyerukan kepada KPUD untuk melakukan salat gaib usai melakukan salat Jumat pada Jumat, 26 April 2019 besok.

“Dalam rangka mendoakan saudara kita penyelenggara pemilu yang meninggal dunia,” katanya.

KPU juga menyampaikan bela sungkawa sedalam-sedalamnya kepada petugas KPPS yang gugur dalam penyelenggaran Pemilu 2019 ini. “Mereka telah bekerja hingga meninal dalam tugas kepemiluan,” pungkasnya.

Berikut daftar anggota KPPS yang sakit dan meninggal dunia per Rabu, 24 April 2019 pukul 15.15 WIB.

1. Aceh: sakit 46, wafat 2

2. Bengkulu: sakit 8, wafat 3

3. DKI Jakarta: sakit 26, wafat 4

4. Gorontalo: sakit 64, wafat 0

5. Jambi: sakit 8, wafat 1

6. Kalimantan Utara: sakit 15, wafat 0

7. Bangka Belitung: sakit 2, wafat 0

8. Kepulauan Riau: sakit 4, wafat 1

9. NTB: sakit 113, wafat 2

10. NTT: sakit 8, wafat 2

11. Papua: sakit 0, wafat 1

12. Papua Barat: sakit 2, wafat 0

13. Sulawesi Barat: sakit 43, wafat 1

14. Sulawesi Selatan: sakit 191, wafat 1

15. Sulawesi Tengah: sakit 83, wafat 1

16. Jawa Tengah: sakit 103, wafat 25

17. Jawa Barat: sakit 20, wafat 38

18. Lampung: sakit 40, wafat 7

19. Jawa Timur: sakit 13, wafat 14

20. Banten: sakit 17, wafat 6

21. Riau: sakit 25, wafat 5

22. Kalimantan Selatan: sakit 15, wafat 0

23. DI Yogyakarta: sakit 8, wafat 5

24. Kalimantan Tengah: sakit 10, wafat 1

25. Sulawesi Utara: sakit 3, wafat 4

26. Bali: sakit 5, wafat 0

27. Kalimantan Barat: sakit 0, wafat 5

28. Sumatra Barat: sakit 6, wafat 0

29. Sulawesi Tenggara: sakit 2, wafat 0

30. Kalimantan Timur: sakit 0, wafat 2

31. Sumatra Selatan: sakit 3, wafat 7

32. Sumatra Utara: sakit 0, wafat 5

33. Maluku: sakit 0, wafat 1

Total: sakit 883, wafat 144‎ petugas KPPS.

Istri Kapten Inter Milan Menangis Saat Siaran Langsung di TV

Nara semakin emosional ketika ditanya perselisihan keluarganya dengan saudara perempuan Icardi, Ivana. Ia menyalahkan Ivana terkait masalah Icardi di Inter Milan, yang mengakibakan kehilangan ban kapten.

Sebelumnya, Ivana menyebut Nara memiliki masalah otak setelah dilaporkan terus memanggil mantan suaminya. “Aku bukan penyihir. Kami selalu membantu keluarga,” jelas Nara.

“Ivana datang ke rumah saya beberapa bulan yang lalu dan kami membuka pintu untuknya dan pacarnya, yang juga seorang pemain bola.”

“Ivana tidak tulus. Mauro adalah pria yang hebat, dia tidak hanya membantu keluarga, tetapi dia juga membantu orang yang tidak kita kenal,” imbuhnya.

“Dia memberinya mobil untuk membantunya. Dia berbicara buruk tentang kakaknya, itu tidak ternilai harganya.”

5 Cara Bikin Cowok Menangis ala Netizen Ini Kocak, Cewek Wajib Tahu

Kadang cowok juga akan merasa sedih saat kehilangan sahabatnya. Apalagi sahabatnya menikah dengan orang lain, sehingga tidak bisa dekat lagi. Cara ini efektif membuat cowok menghindarimu dan siapa tau dibalik sana cowok menangis meratapi nasibnya yang kehilangan sahabatnya sendiri, gara-gara dinikahi orang lain.

Apalagi sahabat cowok tersebut cewek, dan si cowok memiliki rasa sehingga terjebak friendzone.

Foto: Ratna Sarumpaet Menangis Cium Tangan Amien Rais

Kamis 04 April 2019, 14:41 WIB

Foto News

AntaraFOTO/Sigid Kurniawan – detikNews

Jakarta detikNews – Amien Rais hadir dalam persidangan kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet. Ada yang menarik di sidang itu saat Ratna mencium tangan Amien untuk meminta maaf.

Ratna Sarumpaet menyampaikan permohonan maaf maaf dengan mencium tangan Amien Rais yang bersaksi dalam sidang lanjutannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Ratna Sarumpaet Jengkel Sampai Menangis, Nanik S Deyang Shock

JakartaRatna Sarumpaet meluapkan kekesalannya atas kesaksian Nanik S Deyang dalam persidangan. Ratna protes karena Nanik mengaku meminta izin mengupload foto wajahnya di Facebook yang mulanya diklaim karena penganiayaan.

“Saya jengkel sebenarnya. Jengkel karena terlalu banyak keterangan Nanik yang bohong,” ujar Ratna Sarumpaet kepada wartawan seusai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (2/4/2019).


Jengkelnya Ratna ditunjukkan dengan menangis di ruang sidang. Saat itu Nanik S Deyang yang juga Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, menerangkan awal mula meng-upload foto wajah bengkak Ratna Sarumpaet.

Menurut Ratna, Nanik Deyang tak pernah minta izin untuk meng-upload foto Ratna Sarumpaet yang bengkak seperti lebam.

Dalam persidangan, Nanik menerangkan, pada 2 Oktober 2018 sedang diadakan pertemuan antara Prabowo dan BPN di Bogor. Saat itu Nanik melihat Fadli Zon berfoto bersama Ratna dan meng-upload ke Twitter.

“Ya, jadi begini. Semula ada Pak Fadli Zon kan berdiri, ‘Mbak, ini di luar ada yang bilang hoax, ini nggak hoax kan, ah masa bohong?’ Terus difoto, terus, ‘Saya tweet ya, Mbak.’ Lalu langsung difoto. Saya kemudian berdiri, ‘Mbak, aku foto, ya’,” kata Nanik dalam persidangan.

Menurut Nanik, saat itu dia juga langsung memfoto Ratna dan mengunggahnya di media sosial. Nanik menyebut Ratna Sarumpaet sudah mengizinkannya karena Fadli Zon diperbolehkan mem-posting hal serupa.

“Ya (seizinnya). Jadi langsung tweet,” kata Nanik.

Tapi, setelah kabar penganiayaan terungkap sebagai hoax, Nanik menghapus posting-an terkait Ratna Sarumpaet.

Pemuda di Malang Menangis Saat Beri Kotak Surat untuk Sandiaga

Malang – Seorang pemuda mendadak menghampiri Sandiaga Uno saat mendatangi rumah pemenangan Bung Tomo di Jalan Ijen 6, Kota Malang. Pemuda itu menangis saat menyampaikan maksud dan tujuannya. Sandiaga mendengarkan apa yang disampaikan pemuda itu dan kemudian memeluknya.

Pemuda itu datang tiba-tiba ketika Cawapres 02 Sandiaga melayani wawancara dengan awak media. Sebelumnya, pemuda belum diketahui namanya itu, berdiri menunggu di samping Sandiaga.

“Bang Sandi, ini saya mau berikan sesuatu,” kata pemuda itu.


Sandiaga langsung sigap merespon dan menghadap pemuda itu. Sembari memberikan sebuah kotak, pemuda itu berbicara sambil menangis.

Sandi memeluk pemuda yang memberinya kotak surat/Sandi memeluk pemuda yang memberinya kotak surat/ Foto: Muhammad Aminudin

“Di kotak itu, berisi surat dari tulisan saya untuk Bang Sandi dan Pak Prabowo,” kata pemuda itu sembari menangis sesunggukan.

Sandi tak kuasa mendengarkan langsung memeluk pemuda itu dan berjanji akan menyimpan dan membaca surat-surat yang diberikan. “Terima kasih ya,” ujar Sandi seraya memeluk.

Sandiaga datang ke Malang untuk menghadiri donasi keluarga besar Bung Tomo untuk memberikan rumah pahlawan nasional itu demi pemenangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 mendatang, Minggu (31/3/2019).

Donasi rumah itu berada di Jalan Ijen 6, Kota Malang, itu disampaikan langsung oleh putri bungsu Bung Tomo, Ratna Sulistami Sutomo. Bersamaan Sandiaga berkampanye dengan tema kebudayaan yang digelar oleh Generasi Milenial Indonesia (GMI) serta Sobat Sandi.
(fat/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kartika Affandi: Perempuan Jangan Menangis karena Lelaki

Liputan6.com, Jakarta – Di usia 80-an, Kartika Affandi, pelukis sekaligus anak dari maestro lukis Affandi, masih bisa melakukan berbagai pekerjaan. Melewati hari-hari di masa tua, nenek yang akrab disapa mami ini bahkan masih memiliki tanggung jawab surat-menyurat untuk Museum Affandi.

Dalam wawancara eksklusif bersama Liputan6.com, di sela kampanye “Move Right” di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019, Kartika memberi pesan bahwa perempuan haruslah mandiri, tidak bergantung pada orang lain, terutama laki-laki.

“Jangan selalu menyalahkan orang lain. Kalau kita bisa melakukan sendiri, maka lakukanlah. Tidak boleh cengeng,” ungkap Kartika Affandi

Juga, ketimbang menangis karena lelaki, Kartika ingin para perempuan melakukan sesuatu yang lebih baik. “Jangan sekali-kali menangis karena laki-laki. Karena laki-laki bersenang-senang. Kalau kita nangis, rugi kita,” katanya semangat.

Pelukis yang bercita-cita mendirikan panti jompo khusus perempuan ini melihat pemudi zaman sekarang lebih mandiri dibandingkan perempuan generasinya dulu. Ia berharap, perempuan sekarang bisa melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi banyak orang.

Do something! Berbuatlah sesuatu yang kamu juga senang. Membuat apapun. Apa yang disenangi. Jadi, cintailah apa yang kau senangi” pungkas Kartika Affandi(Fairuz Fildzah)

Simak video pilihan di bawah ini:

Seorang pelukis asal Jerman menggabungkan teknik melukis dengan seni fotografi. Hal ini yang akhirnya membuat dirinya dikenal sebagai pelukis terkenal

Bicara soal Lambang Kakbah PPP, Suharso Monoarfa Menangis

BogorSuharso Monoarfa memberikan pidato penuh semangat dan tangis ketika dikukuhkan sebagai Plt Ketum PPP lewat forum Mukernas. Sembari menangis, Suharso berbicara soal lambang PPP, yaitu Kakbah.

“Kakbah yang sebagai lambang kita, simbol partai ini, itu tidak dengan serta merta dan dengan mudah diperoleh,” kata Suharso di Cisarua, Bogor, Rabu (20/3/2019).

Suharso lalu mengungkit masa kejayaan PPP. Menurutnya, masa kejayaan itu berakhir di 2004.
Dia lantas mengajak semua pihak untuk introspeksi. Suharso kembali menyinggung lambang PPP yakni Kakbah.

“Lambang kita itu luar biasa, tetapi kita seperti memperolok-olokkan. Lambang kita lambang apa?” tanya Suharso.

“Kakbah!” seru peserta Mukernas.

Sekali lagi Suharso bertanya ‘Apa’ nada tinggi yang kemudian dijawab ‘Kakbah’ oleh peserta Mukernas.

“Saudara, Kakbah saudara-saudara, tapi kita itu kadang-kadang jauh dari Kakbah…. Kita cuma ingat kalau kita mau umrah, haji atau mau salat,” sebut Suharso lirih.

“Ya Allah…,” katanya menangis.

Suharso mengajak semua kader bangkit. Dia lalu menyinggung yel-yel PPP yang lama. Yel-yel ini masih berkaitan dengan Kakbah.

“Kita lupa dengan Kakbah. Yuk coblos Kakbah. Apa? Yuk coblos Kakbah,” ucap Suharso.

“Yel itu tolong dihidupkan kembali, Yuk coblos Kakbah. Dan ada persatuan, ada pembangunan,” sebut dia.
(gbr/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>