Memburu KKB Penembak Pahlawan Pembangunan Papua

Jakarta – Tim gabungan TNI-Polri terus memburu kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya yang menyerang para pekerja trans Papua. Pengejaran terus dilakukan hingga para pelaku tertangkap, hidup atau mati.

Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel M Aidi mengatakan pihaknya tak memberi batasan waktu dalam proses pengejaran ini. Targetnya ialah menangkap para anggota kelompok yang disebut sebagai pelaku pelanggar kemanusiaan ini.

“Penindakan terus (pasca pembunuhan pekerja). Pengejaran masih berlanjut terus, targetnya kapan, tidak ada batas waktu. Target kita adalah pelaku pelanggaran kemanusiaan ini tertangkap hidup atau mati,” ujar Aidi kepada detikcom, Jumat (8/12/2018).

Selain mengejar para pelaku, tim gabungan TNI-Polri juga terus berupaya mengevakuasi korban. Sejauh ini, ada 16 korban yang telah berhasil dievakuasi.

“Kalau untuk yang sekarang ini kan hasilnya kita berhasil mengevakuasi 16 orang, sudah ditemukan,” kata Aidi.

Menurut Aidi, saat ini pasukan KKB telah lari dari Yigi karena wilayah itu sudah berhasil dikuasai oleh pasukan TNI. Dia memperkirakan anggota KKB pimpinan Egianus lari ke wilayah yang menurut mereka aman dari sergapan tim gabungan.

“Dan kita tidak surut dari situ, sekarang Yigi sudah bisa kita kuasai. Artinya di Yigi pasukan TNI sudah ada di situ dan mereka (KKB) lari ke tempat yang aman. Yigi, Mbua, dan distrik-distrik di sekitarnya kita duduki,” tuturnya.

Hingga kini, personel gabungan TNI-Polri masih mencari lima karyawan PT Istaka Karya yang belum diketahui nasibnya pascapenyerangan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Polisi berharap kelimanya bisa ditemukan dalam keadaan selamat.

“Mudah-mudahan kelima karyawan dapat ditemukan dalam keadaan selamat,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal seperti dilansir Antara, Sabtu (8/12).

Lima karyawan yang belum diketahui nasibnya yaitu M Ali Akbar, Petrus Ramli, Hardi Ali, Simon Tandi dan Riki Simanjuntak.

Kamal mengatakan karyawan PT Istaka yang berada di kamp di Distrik Yigi saat penembakan tercatat 28 orang. Sebanyak 16 orang di antaranya meninggal dalam insiden tersebut, termasuk satu staf BBPJN Papua.

Tujuh karyawan ditemukan selamat, tiga di antaranya masih dirawat di RS Caritas Timika. Selain itu, tercatat satu anggota Brimob yang terluka juga dirawat di rumah sakit tersebut.

Adapun nama-nama 16 jenazah korban KKB di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, yang sudah ditemukan yakni Agustinus T, Jepry Simaremare, Carly Zatrino, Alpianus, M, Muh. Agus, Fais Syahputra, Yousafat, Aris Usi, Yusran, Dino Kondo, Markus Allo, Efrandy Hutagaol, Samuel Pakiding, Anugrah Tolu, Emanuel Beli Naikteas dan Daniel Karre.

Jenazah korban penembakan itu ada yang sudah diserahkan ke keluarga. Antara lain Emanuel Beli Bano Naektias yang disambut tangis keluarga saat jenazahnya tiba di Lanud El Tari Kupang.

“Kami justru berharap anak kami selamat dalam kejadian tersebut. Namun Tuhan berkehendak lain. Kami menerima kepergiaannya,” kata ibu kandung korban Yoneta Koko.

Selain itu, isak tangis juga terjadi saat jenazah Fais Syaputra dimakamkan di TPU Sudiang, Makassar. Keluarga mendiang Fais juga bercerita soal masih ada 3 rekan Fais sesama pekerja proyek trans Papua yang belum diketahui keberadaannya.

“Mereka berangkat itu 8 orang, nah ini baru lima kembali. Sisanya, belum tahu apakah selamat atau tidak. Kita berharap sisanya ini selamat dan secepatnya ada kepastian. Dari tiga orang itu ada sepupu saya juga,” ujar adik kandung korban, Jonathan.

Sementara itu, keluarga Muhammad Ali Akbar (25), salah satu pekerja yang masih dicari keberadaannya berharap Ali segera ditemukan. “Saya liat di TV saja. Belum ada juga saya lihat. Tapi mudah-mudahan ada didapat secepatnya didapat baik meninggalkan atau selamat,” ujar ayah Akbar, M Gazali di kediamannya, Jalan Tator 6, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (8/12).

Para korban kekejaman KKB ini disebut sebagai pahlawan pembangunan trans Papua. Sebutan itu disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wapres Jusuf Kalla (JK) serta Panglima TNI.

“Dukacita yang dalam atas gugurnya para pahlawan pembangunan Trans Papua di Nduga. Medan Papua sungguh sulit, tetapi pembangunan jalan Wamena-Mamugu dan 35 jembatan di jalur ini, tetap diteruskan, demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita tidak takut!” tulis Jokowi dalam akun Twitter-nya, Rabu (5/12).
(haf/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *