Perpanjang Kontrak di Persib, Tanggung Jawab Ghozali Lebih Besar

Liputan6.com, Bandung Pemain sayap Persib Bandung Ghozali Siregar, resmi memperpanjang kontrak dengan ikatan kerja sama dua tahun. Kontrak terakhir Ghozo, sapaan akrabnya, itu baru akan habis pada 2021.

Perpanjangan kontrak Ghozali di Persib diumumkan pada, Selasa (15/1/2019) lalu.

“Alhamdulilah bisa menjadi bagian Persib lagi di tahun 2019. Dengan kontrak dua tahun ini tanggung jawabnya lebih besar karena harus kasih yang terbaik lagi tahun ini seperti tahun kemarin,” ujar Ghozo ditemui usai mengikuti sesi latihan Persib, Kamis (17/1/2019).

Ghozo tak memungkiri, dirinya dipertahankan Persib karena penilaian pelatih dan manajemen. Untuk itu ia pun mengambil kesempatan untuk membalas kepercayaan klub di musim depan.

“Karena kemarin kan prestasi saya di sini cukup memuaskan kenapa tidak diteruskan,” katanya.

2 dari 3 halaman

Betah

Selama satu musim berkostum Persib, pemajn berusia 26 tahun ini merasa betah. Sempat diragukan di awal musim, ia mampu menunjukkan kualitasnya di atas lapangan. Total ia mengemas 6 assist dan 5 gol di musim 2018.

“Ya pokoknya kalau main di Bandung itu terasa semangatnya saat stadion penuh. Luar biasa,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Siap Adaptasi

Mantan pemain Persiba Balikpapan ini juga siap bekerja dengan pelatih anyar Miljan Radovic di musim 2019. Ia pun mengaku siap mengikuti strategi yang diinginkan pelatih.

“Adaptasi lagi itu pasti. Kita mulai lembaran baru bersama-sama membangun tim sama pelatih baru juga,” katanya.

Saksikan video pilihan di bawah ini

Tata Cara Shalat Malam, Lengkap dengan Dasar Hukumnya

Liputan6.com, Jakarta Ibadah di waktu malam adalah ibadah paling tepat untuk membangun kekuatan mental manusia. Kerena itulah, sejak dulu para orang saleh memiliki kebiasaan bermunajat dengan Allah di malam hari. Salah satu ibadah yang paling dilakukan oleh umat muslim ketika malam hari adalah shalat malam. 

Namun apakah shalat malam berbeda dengan shalat tahajud dan bagiamana tata cara shalat malam?

Ada perbedaan antara shalat malam dan shalat tahajud. Shalat malam adalah shalat sunnah yang dilakukan pada waktu malam, terhitung sejak selesainya shalat isyak sampai terbit fajar, baik dilakukan sesudah tidur maupun sebelum tidur.

Contoh shalat malam adalah shalat tarawih, shalat witir, shalat hajat, shalat sunnah muthlaq (shalat sunnah yangg tidak punya sabab dan tidak terikat dengan waktu) yang dilakukan pada waktu malam. Dan seperti shalat sunnah rawatib (qabliyah-ba’diyah) yang tidak dilakukan pada waktunya kemudian diqodho pada waktu malam.

Shalat sunnah yang dilakukan sesudah tidur dengan jumlah rakaat yang tidak terbatas. Beberapa macam shalat sunnah seperti tersebut di atas dengan sendirinya menjadi shalat tahajud apabila dilakukan setelah tidur. Shalat tahajud lebih khusus daripada shalat malam. Shalat tahajud pasti shalat malam, tapi shalat malam belum tentu shalat tahajud.

2 dari 3 halaman

Shalat malam shalat paling afdhal

Nabi Muhammad SAW shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Shalat yang paling afdhal setelah shalat wajib adalah shalat malam” (HR. Muslim).

Allah juga perintahkan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melaksanakan tahajud, sebagai tambahan kewajiban untuk beliau,” “Pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji” (QS. al-Isra: 79).

Ini semua menunjukkan, shalat tahajud dan shalat malam adalah shalat yang sangat istimewa dalam islam.

3 dari 3 halaman

Tata cara shalat malam

Tidak ada tata cara shalat khusus dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang cara melakukan shalat malam, tetapi tata cara shalat malam yang ada adalah beragam, sehingga seorang muslim boleh melakukan cara yang mana saja. Dilansir dari carasholat.com, berikut telah kami rangkum beberapa tata cara shalat malam yang benar dan bisa kamu praktekan (Rabu, 16/1/2019).

1. Waktu shalat malamTata cara shalat malam yang pertama adalah waktu shalat malam. Waktu shalat malam adalah antara setelah isya’ sampai subuh. Shalat malam (qiyamul lail) boleh dikerjakan di awal malam, pertengahan malam, atau akhir malam. Ini semua pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sahabat Anas bin Malik – yang pernah menjadi pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam– menceritakan, “Setiap kami bangun agar ingin melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat malam, pasti kami bisa melihat beliau shalat.” (HR. Bukhari 1141 dan an-Nasai 1627).

Artinya, kami bisa menjumpai shalat malam yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, terkadang di awal malam, di pertengahan malam, dan terkadang di akhir malam.

2. Apakah harus tidur terlebih dahulu?

Tata cara shalat malam yang kedua adalah dalam ensiklopedi fiqh dinyatakan, qiyam lail lebih umum dari pada tahajud. Karena qiyam lail mencakup semua kegiatan ibadah di malam hari, baik berupa shalat, membaca Al-Quran, belajar mengkaji ilmu agama, atau dzikir.

Sementara tahajud hanya khusus untuk ibadah berupa sholat. Sementara ibadah lainnya, selain shalat, tidak disebut tahajud.Karena itulah, sebagian ulama berpendapat untuk bisa disebut tahajud, harus tidur dulu. Sebagaimana keterangan ar-Rafi’i – salah satu ulama Syafii – dalam kitab as-Syarhul Kabir.

Jika shalat itu dikerjakan sebelum tidur, tidak disebut tahajud, meskipun terhitung sebagai qiyamul-lail. Meskipun ulama lainnya mengatakan, bahwa ini bukan syarat. Artinya, orang bisa langsung melakukan tahajud, sekalipun dia belum tidur.

3. Jumlah rakaat

Tata cara shalat malam yang ketiga adalah jumlah rakaat. Jumlah rakaat shalat malam seperti yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah pembatasan. Seseorang boleh melakukan shalat malam kurang dari 11 rakaat, sebagaimana dia juga boleh mengerjakannya lebih dari 11 rakaat.

Hanya saja ulama berbeda pendapat, mana yang lebih afdhal, mengerjakan shalat malam dengan jumlah rakaat sedikit namun bacaannya panjang, ataukah mengerjakan shalat dengan jumlah rakaat banyak, namun bacaannya pendek.

Secara umum shalat dikerjakan 2 rakaat salam, 2 rakaat salam. Kemudian di penghujungnya ditutup dengan witir 1 rakaat. Karena itu, shalat malam sekaligus witirnya dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil. Bisa 3 rakaat, 5 rakaat, 7 rakaat, 9 rakaat atau 11 rakaat. Juga bisa lebih dari itu, dengan bilangan ganjil.

– Tata cara shalat malam untuk 11 rakaat. Dikerjakan 2 rakaat – 2 rakaat kemudian witir 1 rakaat di penghujungnya.

– Tata cara shalat malam untuk 9 rakaat. Dikerjakan 8 rakaat sekaligus, kemudian duduk tasyahud awal dan langsung berdiri ke rakaat ke-9, da duduk tasyahud akhir lalu salam.

– Tata cara shalat malam untuk 7 rakaat. Dikerjakan 7 rakaat sekaligus tanpa tasyahud awal, dan hanya duduk tasyahud akhir.

– Tata cara shalat malam untuk 5 rakaat. Dikerjakan 5 rakaat sekaligus dan hanya duduk di tasyahud akhir

– Tata cara shalat malam untuk 3 rakaat. Dikerjakan dengan cara yang tidak mirip dengan shalat maghrib. Bisa dengan 3 rakaat sekaligus, atau 2 rakaat salam, kemudian sahalat lagi 1 rakaat.


Reporter: Heri Setiawan

Pembangunan Palapa Ring Timur Selesai Tahun Ini

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan proyek Palapa Ring Timur akan selesai dikerjakan pada tahun ini.

Saat ini, proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang menjangkau 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia tersebut sudah selesai dikerjakan untuk wilayah Indonesia barat dan tengah.

“Barat dan tengah sudah selesai, sudah beroperasi, yang timur tahun ini targetnya,” kata dia di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Dia menjelaskan bahwa proyek tersebut tidak lain bertujuan untuk memberikan akses telekomunikasi yang merata ke seluruh wilayah Indonesia, khususnya daerah-daerah yang masih tergolong blank spot.

“Kalau kita lihat peta Indonesia sebelum Palapa Ring itu dibuat meskipun provider telekomunikasi sudah berusaha membuat koneksi ke berbaga wilayah di indonesia, ada beberapa wilayah di indonesia yang istilahnya blank spot,” jelas dia.

Salah satu penyebab akses internet yang tidak merata tersebut karena beberapa daerah yang tergolong blank spot memang tidak menarik secara bisnis bagi provider telekomunikasi swasta.

“Nah kalau perusahaan biasa tidak masuk, harus pemerintah yang masuk. itulah palapa ring, menghubungkan wilayah-wilayah yang selama ini masih blank, baik di barat, Natuna misalkan itu blank, kemudian di tengah itu juga ada beberapa daerah, Sulawesi terutama, Kalimantan, di timur paling banyak, Maluku dan Papua, dan NTT,” tandas dia.


Reporter: Wilfridus Setu Umbu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Palapa Ring Rampung, Harga Paket Data di Daerah 3T Bakal Sama dengan Jakarta

Pembangunan proyek tulang punggung jaringan komunikasi pita lebar Palapa Ring diperkirakan akan menghubungkan seluruh nusantara pada pertengahan 2019.

Imbasnya, seluruh daerah yang mulanya tak dibangun jaringan oleh operator telekomunikasi karena tak menguntungkan secara bisnis, kini bisa dikembangkan oleh operator dengan skema bisnis KPBU (kerja sama pemerintah dan badan usaha).

Jika operator telekomunikasi tak lagi membangun jaringan dari awal dan hanya melanjutkan Palapa Ring, menurut Menteri Komunikasi dan Informatia Rudiantara, biaya yang diperlukan untuk membangun jaringan di daerah-daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) pun bisa lebih murah.

Hal ini memberikan dampak berupa harga paket pulsa atau kuota data yang lebih terjangkau. Rudiantara berharap, harga pulsa dan kuota data bisa sama dengan di Ibu Kota.

Rudiantara mengibaratkannya seperti proyek tol laut yang memungkinkan harga bensin bisa sama di berbagai tempat di Indonesia.

“Harga data seluler, satu harga, akhir tahun ini. Jadi, Palapa Ring selesai tengah tahun 2019. Barat sudah operasi April dan ada operator yang bayar, Tengah itu selesai Desember kemarin sekarang operator boleh pakai untuk uji coba,” tutur Rudiantara saat ditemui di Daruba, Kab Pulau Morotai, Maluku Utara, Rabu (2/1/2019).

Glass, Misteri dan Ketegangan di Sebuah Film Superhero

Liputan6.com, Jakarta – Pernah menonton film Unbreakable (2000) atau Split (2016)? Tahun ini, deretan karakter dari dua film tersebut dipertemukan oleh sang sutradara, M. Night Shyamalan dalam film terbarunya, Glass.

Glass kembali menghadirkan nuansa misteri dan ketegangan layaknya Unbreakable dan Split. Tema superhero yang disuguhkan dalam Unbreakable, dibawa kembali dalam film ini melalui narasi dari karakter Mr. Glass.

Menyusul dua film tersebut, Glass melengkapi trilogi bertema Eastrail 177 Trilogy karya M. Night Shyamalan. Selain karakter, alur ceritanya pun menjadi pengembangan dari Unbreakable dan Split.

Alur cerita dalam Glass terjadi bertahun-tahun setelah Unbreakable, dan beberapa waktu usai Split. Dikisahkan, tiga karakter utamanya, David Dunn (Bruce Willis), Kevin Wendell Crumb (James McAvoy), dan Elijah Price alias Mr. Glass (Samuel L. Jackson), ditangkap lalu dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa.

Ketiganya dihadapkan pada Dr. Ellie Staple (Sarah Paulson) yang berusaha meyakinkan bahwa kekuatan mereka hanyalah ilusi dari keterbelakangan mental masing-masing. Namun, beberapa dari mereka memiliki rencana untuk kabur dari rumah sakit sambil membuktikan kepada dunia bahwa kekuatan superhero itu ada.

2 dari 4 halaman

Masuk Akal

Menyaksikan Glass secara keseluruhan, M. Night Shyamalan nampaknya mulai unjuk kebolehan dalam membangun sebuah waralaba superhero versinya. Hasilnya pun patut diacungi jempol.

Alur cerita yang ditampilkan hampir 20 tahun lalu dalam Unbreakable, terasa masuk akal ketika dimasukkan untuk film Glass. Pengembangan karakter utama Split yang memiliki banyak kepribadian, termasuk si monster mengerikan, dimainkan lagi secara apik oleh James McAvoy.

Satu lagi yang patut diapresiasi adalah dilibatkannya aktor Spencer Treat Clark sebagai Joseph Dunn, putra dari David Dunn. Dalam Unbreakable, sang aktor kala itu masih anak-anak.

Kembalinya aktris Charlayne Woodard sebagai ibu dari Elijah serta Anya Taylor-Joy sebagai Casey Cooke juga semakin membuat kisah film ini dramatis.

Urusan misteri dan plot twist (kejutan cerita), M. Night Shyamalan lagi-lagi memasukkan unsur-unsur tersebut secara apik dan rapi. Bila kita menonton dua film sebelumnya, maka beberapa kejutan akan mencengangkan kita. Akhir ceritanya pun sukar ditebak, membuat film ini layak diberi tepuk tangan.

3 dari 4 halaman

Bukan Film Marvel atau DC

Dari segala kelebihan tersebut, Glass masih memiliki beberapa hal yang dirasa kurang memuaskan. Salah satunya adalah adegan perkelahian antar manusia super.

Glass memang bukan film Marvel atau DC yang sarat dengan pertempuran dan pertarungan mega dahsyat. Film ini bisa dianggap memiliki adegan perkelahian yang membumi sampai-sampai terlalu masuk akal.

Sayangnya, beberapa adegan laga selalu digambarkan secara lambat dalam waktu singkat.

Pada intinya, Glass bukanlah film superhero yang sarat dengan bumbu laga. Film ini lebih menekankan pada kondisi psikologis orang-orang yang memiliki kekuatan super.

4 dari 4 halaman

Kekecewaan

Banyaknya dialog yang menginterupsi momen perkelahian, dirasa bakal menimbulkan kekecewaan bagi para pecinta adegan laga yang menonton film ini.

Motif beberapa karakter untuk mencapai tujuannya ini bisa dianggap masuk akal. Meskipun, cara M. Night Shyamalan dalam menyibak misteri yang dihadirkan terkesan agak memaksakan. Misalnya saja dengan memasukkan cerita buku komik ke dalam salah satu motifnya.

Glass bisa menjadi satu hiburan menarik bagi para pecinta film berjenis ketegangan. Film ini juga menjadi penutup yang pas bagi Unbreakable dan Split.

Namun seperti yang sudah disampaikan, ini bukanlah film superhero yang sarat adegan laga. Jadi, siapkan ruang di dalam otak sebelum menontonnya agar bisa menerka-nerka berbagai misteri dalam film ini.

Sebut Packaging Album Jelek, Anji Didatangi The Jawara

Liputan6.com, Jakarta – Mantan vokalis Drive, Anji sempat melayangkan kritik terhadap dua packaging album band Dadali dan The Jawara. Menurut Anji, dua album band tersebut masih kalah bagus dengan album Rizky Febian yang dianggapnya antimainstream dan unik.

Alhasil, Anji pun sempat kena semprot Dyrga Dadali yang tak terima dengan kritikan mantan kekasih Sheila Marcia tersebut. Hal serupa juga sempat dirasakan The Jawara. Band yang beranggotakan Ferdi, Irul, Tile, Indra dan Leo ini awalnya kesal mendengar kritikan Anji.

Namun pada akhirnya, para personel The Jawara akhirnya menerima dengan lapang dada usai mendengarkan jawaban lengkap Anji. “Awalnya juga memang sempat emosi, enggak ngeh di mana awal keributannya. Terus akhirnya gue pribadi tonton videonya dari awal sampai akhir. Ya enggak ada masalah kok,” ungkap Leo The Jawara.

Tak cuma itu, para personel The Jawara pun langsung bergegas menemui Anji untuk berdiskusi. Dalam sebuah video YouTube bertajuk “Bukan Dadali, The Jawara Tidak Marah. Kenapa??“, terlihat para personel The Jawara dan Anji mengupas tuntas permasalahan tersebut.

2 dari 3 halaman

Terima Kritik

The Jawara pun menerima kritikan Anji sebagai masukan yang membangun. Selain itu, Leo meminta semua warganet melihat lebih dulu video lengkap penjelasan dari Anji, agar tidak terjadi salah paham.

“Dalam artian, kritik. Dan aku ngomong ke manajemen, ‘Mas Anji itu sudah beli CD kita dan dia kritik, dan dia punya hak‘. Anyway, apapun itu, kritikannya ya kita terima, bukan nge-dumel. Gue balikin lagi ke manajemen, ‘Sebenarnya ini kritikan buat kita apa kalian sih?‘,” kata Leo The Jawara.

3 dari 3 halaman

Sudah Selesai

Di akhir video, Anji berharap masalah yang sempat viral di media sosial ini dapat diakhiri. Apalagi, dirinya tak pernah membahas kualitas karya musik dari band Dadali maupun The Jawara.

“Di video itu gue enggak pernah membahas soal lagunya ya. Cuma packaging saja yang bisa dibilang biasa saja, jelek. Tapi setelah mendengar penjelasan dari The Jawara soal ditujukan ke market yang memang sering beli bajakan, ya itu make sense (masuk akal),” jelas Anji.

“Dan seharusnya, masalah ini harusnya sih sudah selesai ya. Gue juga apresiasi The Jawara yang sudah ke sini,” tutupnya.

Spiced Honey, Si Hangat yang Jadi Color of The Year 2019

Liputan6.com, Jakarta – Dulux, merek cat dinding, baru saja meluncurkan Color of The Year 2019. Spiced honey terpilih mewakili warna tahun ini karena dinilai pas menggambarkan optimisme yang terpancar dari seluruh dunia.

Oscar Wezenbeek, Managing Director untuk AkzoNobel Decorative Paints East and South Asia menerangkan pemilihan warna tersebut berdasarkan hasil penelitian sejumlah ahli lintas bidang di Global Aesthetic Center yang berpusat di Belanda.

Warna spiced honey yang kecoklatan dinilai pas untuk memberikan perlindungan sekaligus semangat perubahan bagi banyak orang. Meski situasi dunia masih diliputi ketidakpastian, menurut Oscar, orang-orang mulai fokus mencari solusi atas hal tersebut.

“Setelah melewati tahun-tahun penuh ketidakpastian, mood yang terbentuk sekarang adalah merasa optimistis. Baik secara individual maupun komunitas, memutuskan untuk beraksi,” ujarnya dalam peluncuran Color of The Year 2019 di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Pihaknya kemudian memecah warna utama tersebut dalam empat palet yang terbagi menjadi mood berpikir, mood bermimpi, mood cinta, dan mood aksi. Masing-masing palet memiliki set warna sesuai mood yang hendak dibangun.

Mood berpikir, misalnya, didominasi oleh warna netral yang hangat seperti putih, turunan warna coklat, hingga hitam. Palet warna itu dinilai pas untuk menciptakan suasana yang lebih tenang dan kontemplatif sehingga orang lebih nyaman berpikir.

Sementara, mood bermimpi didominasi oleh warna pastel yang lembut, seperti beige, pink, hingga granit. Palet warna ini dianggap tepat untuk membangkitkan suasana yang merangsang orang bermimpi.

Set ketiga, mood cinta diwakili oleh warna yang intens, seperti hijau pupus, burgundi dan abu-abu pekat. Palet warna ini dinilai bisa membangun suasana hangat yang penuh cinta bagi orang-orang berada di ruangan.

“Sementara, mood aksi diwakili oleh warna bold yang ceria yang bisa menstimulasi orang untuk beraksi,” ujar Oscar yang menambahkan spiced honey yang dikombinasikan dengan warna oranye, hijau army, hingga merah cabai.

Saksikan video pilihan berikut ini:

HEADLINE: Kubu Jokowi dan Prabowo Siapkan Amunisi, Debat Capres Bakal Panas?

Liputan6.com, Jakarta – Panggung ‘perang’ debat capres cawapres sudah berdiri di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Simulasi pun sudah dilakukan pasangan capres dan cawapres.

Dua kubu peserta Pilpres 2019 juga sibuk mempersiapkan amunisi untuk menciptakan kejutan-kejutan pada Kamis 17 Januari 2019 malam sejak beberapa hari lalu. Mulai dari rapat antara tim sukses dengan para calon, meminta wejangan politikus senior, hingga berlatih retorika, sudah dilakukan.

Semua demi meraih hati pemilih pemula dan swing voters di pemilu nanti. 

Pembina Klub English Debate Society Universitas Indonesia, Anna Amalyah Agus mengatakan, debat capres cawapres menjadi penting untuk mengubah persepsi publik.

“Debat menjadi penting mengingat saat ini publik sudah mengalami “framing” dari media massa/media sosial (baik petahana maupun penantang) yang belum menggali kontenstan secara menyeluruh,” ujar Anna, kepada Liputan6.com, Jakarta, Rabu 16 Januari 2019.

Terlebih, Dosen Fakultas Ekonomi UI ini mengatakan, debat dapat menggali pribadi seseorang secara mendalam. Baik dari sisi intelektualitas maupun kepribadian.

“Aktivitas debat dapat menggali seseorang secara mendalam dari sisi intelektualitas (kemampuan menganalisis, kemampuan berpikir cepat dan kemampuan mempresentasikan ide secara menarik) maupun dari sisi kepribadian (kesantunan pilihan kata, mengikuti ketentuan/peraturan yang berlaku dan pengelolaan emosi),” kata Anna.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) Sri Budi Eko Wardani menilai, debat menjadi penting untuk membuat kampanye menjadi lebih dialogis. Debat capres cawapres menjadi ajang penyediaan informasi bagi warga agar bisa memilih dengan lebih rasional.

“Rasional dengan tanda kutip ya, tidak hanya didorong semata-mata karena emosional. Walau ada juga sedikit-sedikit, setidaknya bisa lebih kritis dalam menentukan pilihannya. Lebih tahu dengan risiko-risikonya ketika memilih pasangan A atau B,” ujar Sri Budi kepada Liputan6.com.

Sementara, baik kubu Jokowi-Maruf Amin maupun penantangnya, Prabowo-Sandiaga menyatakan siap tempur dengan amunisi penuh.

Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan, pasangan nomor satu ingin membuat debat bukan sekedar retorika. Jokowi-Ma’ruf juga akan memanfaatkan debat capres cawapres ini sebagai sarana untuk menampilkan karakter dasar mereka.

“Langkah-langkah persiapan sudah dilaksanakan dengan baik. Dan debat bukan sekedar retorika, debat itu justru mencerminkan kemurnian jiwa dari pemimpin itu dan karakter dasar dari pemimpin itu,” ucap Hasto di Posko Cemara, Rabu 16 Januari 2019.

Mereka juga sudah mengunci peluru debat capres cawapres untuk menyerang kubu lawan. Salah satunya, peluru yang berasal dari pidato kebangsaan Prabowo.

Kubu Prabowo-Sandiaga Uno pun sama. “Siap lahir batin, aman. Beliau dua hari ini, kemarin dan hari ini mematangkan di Hambalang bersama tim yang dipimpin Sudirman Said sebagai direktur konten dan debat, juga Pak Ferry Mursyidan Baldan, dan karena besok temanya hukum, korupsi, HAM, terorisme, juga dibantu sama Direktorat Hukum BPN Sufmi Dasco,” kata Juru Bicara BPN, Andre Rosiade, kepada Liputan6.com.

Ahli hukum tata negara dan pengamat politik Refli Harun memprediksi debat kali ini tidak akan sepanas yang dibayangkan masyarakat. Meski ada hal-hal yang akan menarik perhatian.

“Saya kira begini, tidaklah sefrontal itu. Tetap saja ada titik-titik yang barangkali akan cukup menarik terutama tentu yang kita nantikan serangan kubu Prabwo terhadap Jokowi karena kan biasa namanya penentang menyerang incumbent,” kata Refli saat dihubungi Liputan6.com, Rabu 16 Januari 2019.

Namun, akankah pertanyaan yang disiapkan baik oleh panelis maupun dua kubu, setajam yang dijanjikan?

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro menilai, sekecil apapun kejutan di debat capres cawapres, ada kemungkinan dapat menimbulkan antusiasme masyarakat. Terutama untuk swing voters.

“Sekecil apapun debat capres-cawapres menarik dan tak menutup kemungkinan akan menimbulkan simpati dam antusiasme masyarakat. Apalagi untuk swing voters yang posisinya wait and see. Presentasi secara utuh paslon dengan menunjukkan mimik, gestur, gerakan tubuh, pernyataan-pernyataan dan atau argumen-argumennya akan dilihat dan diamati secara seksama,” ujar Siti Zuhro kepada Liputan6.com, Rabu 16 Januari 2019.

Oleh karena itu, kata dia, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan ditanyakan pada debat capres cawapres malam ini. Terutama isu penegakan hukum dan HAM.

Menurut dia, dua isu ini sangat krusial bagi Indonesia. Dia sendiri menyoroti dua hal di kedua isu tersebut.

Pertama, hukum yang dianggap masih runcing ke bawah dan tumpul ke atas. “Harus dibenahi serius Lemahnya hukum membuat penegakan keadilan sulit diwujudkan. Bahkan perlakuan tebang pilih acapkali terjadi karena kentalnya praktik politik hukum yang ada,” tutur Siti Zuhro.

Sementara, pada isu HAM, dia menyoroti kasus persekusi dan penganiayaan. Terlebih, lanjut dia, kasus HAM sering disepelekan.

“Masalah HAM acapkali disepelekan sehingga tak sedikit, baik individu maupun komunitas dan masyarakat merasa dirugikan oleh tak tegaknya HAM di Indonesia. Masalah persekusi dan penganiayaan merupakan pengabaian terhadap HAM,” Siti Zuhro menjelaskan.


Saksikan video terkait debat capres dan cawapres ini:

2 dari 3 halaman

Ubah Format Agar Hadirkan Lebih Banyak Kejutan

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) Sri Budi Eko Wardani pesimistis, debat capres cawapres efektif untuk merebut hati swing voters. Ketika, sambung dia, format debat masih seperti saat ini.

Menurut dia, debat itu seharusnya lebih menyasar ke segmen-segmen masyarakat. Misalnya, untuk buruh, pedagang, atau perempuan. 

“Dalam lima kali debat yang diselenggarakan, tidak ada debat yang bentuknya lebih menyasar buruh misalkan atau segmen perempuan. Pertanyaan-pertanyaan juga sudah ditentukan, ada kisi-kisi. Jadinya cuma formalitas dan show saja yang dibumbui dengan infografis-infografis, meme, dan polling yang sifatnya entertain dari media,” ujar Sri Budi kepada Liputan6.com.

Oleh karena itu, dia menyarankan agar debat capres cawapres selanjutnya digelar di tempat yang lebih merakyat dan tidak terfokus di Jakarta. KPU juga harus mengundang kelompok-kelompok masyarakat yang bukan bayaran atau berasal dari pendukung dua kubu, seperti asosiasi pedagang pasar.

Debat juga akan efektif ketika moderator atau panelis menyuguhkan pertanyaan dengan contoh kasus nyata sehingga lebih spesifik.

“Misalkan soal HAM, terkait isu minoritas dan mayoritas. Bagaimana cara mengatasi agar kasus seperti pemotongan salib pada makam di Yogyakarta tidak terulang? Jangan bertanya bagaimana penegakan hukum terkait HAM nantinya. Pertanyaan harus menjurus, lebih spesifik,” kata Sri Budi.

Menurut dia, memungkinkan bagi KPU untuk mengubah format untuk debat selanjutnya. Terlebih, sambung dia, tidak ada aturan yang menyebut secara spesifik bentuk debat.

“Jadi debat bakal lebih hidup, ada solusi, dan lebih banyak kejutan. Jika tidak, jadinya cuma packaging saja yang diperhatikan, cara bicaranya, cara berpakaian, cara berbicara dan bumbu-bumbunya, bahasa tubuh. Jadinya show saja substansinya yang lebih banyak karena debat ini formatnya seperti ini,” ucap Sri Budi.

3 dari 3 halaman

Mengintip Peluru Kedua Kubu

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan ada empat isu yang diangkat pada debat capres cawapres perdana, Kamis (17/1/2019). Keempat tema itu yakni hukum, HAM, terorisme, dan korupsi. Tema ini diputuskan berdasarkan hasil finalisasi rapat internal.

Nah, kedua kubu telah menyusun sejumlah pertanyaan yang akan diajukan ke lawan pada debat malam ini. Berikut ini amunisi yang disiapkan kedua kubu dalam catatan Liputan6.com:

1. Isu HAM

Koordinator tim debat pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan, pihaknya telah menyiapkan senjata terkait isu HAM. 

Karding menyebut, kasus pelanggaran HAM yang diduga dilakukan terhadap pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bakal dibawa Jokowi-Ma’ruf Amin dalam debat.

Selama ini, nama Prabowo kerap diseret dalam dugaan penculikan aktivis saat menjadi Danjen Kopassus.

“Yang pertama soal kasus pelanggaran HAM dan penghilangan orang yang diduga dilakukan Pak Prabowo,” ujar Karding melalui pesan singkat, Jakarta, Selasa, 15 Januari 2019.

Sementara, kasus penyelesaian HAM masa lalu, dipandang bisa menjadi senjata oleh Prabowo-Sandiaga. Menurut juru bicara Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN), Nasir Djamil, ini merupakan bahan materi debat yang akan disampaikan.

“Bagaimana menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu. Kemudian kasus-kasus terkait orang hilang,” kata Nasir saat dihubungi Merdeka.

Menurut dia, sampai sekarang sudah ada tujuh kasus pelanggaran HAM yang diberikan kepada Kejaksaan Agung dari Komnas HAM, di mana belum ditindaklanjuti. Ini yang menjadi konsen pihak Prabowo-Sandiaga.

“Sekarang kan sudah ada tujuh kasus pelanggaran HAM yang diberikan kepada Kejaksaan Agung diberikan kepada komnas HAM. Tapi kan belum ditindak lanjuti,” kata Nasir.

Anggota Komisi III DPR RI itu mengatakan salah satu referensi Prabowo-Sandi menyelesaikan HAM kedepan yaitu lewat pengadilan HAM Ad Hoc.

“Ya kita lihat nanti apakah kemudian ada pengadilan pengadilan Ad hoc HAM soal ini,” ucapnya.

2. Penegakan Hukum

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menawarkan lima program penegakan hukum kepada masyarakat apabila kembali dipercaya memimpin Indonesia pada periode 2019-2024.

“Dalam misi kami tawarkan adalah penegakan sistem hukum bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya,” kata Direktur Hukum TKN Jokowi-Ma’ruf, Ade Irvan Pulungan seperti dilansir Antara, Minggu, 13 Januari 2019.

Program pertama, kata dia, adalah melanjutkan penataan regulasi. Menurut Irvan regulasi soal penegakan hukum masih tumpang tindih antara pemerintah pusat dan daerah.

Irvan kemudian melanjutkan program yang kedua adalah melanjutkan reformasi sistem penegakan hukum.

“Itu perlu proses waktu dan kebersamaan serta itikad baik agar penegakan hukum efektif,” ujarnya.

Program ketiga, sambung dia, adalah meningkatkan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Ade mengatakan, Jokowi selama memimpin pemerintahan tidak pernah melindungi apabila ada menterinya yang terjerat kasus korupsi. Sehingga mempersilahkan diproses secara hukum.

“Program keempat penghormatan dan pemenuhan HAM karena ini menjadi sorotan nasional dan internasional. Namun ini tidak bisa dilihat kasus per kasus atau di saat pemerintahan saat ini saja karena ada kaitannya dengan yang lalu,” katanya.

Program kelima menurut Ade, akan digalakkan budaya sadar hukum. Salah satu contohnya adalah telah melakukan tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan perbaikan regulasi.

“Kami tawarkan lima program itu kepada pemilih agar fokus menciptakan penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya,” ujarnya.

Dia mengakui selama empat tahun pemerintahan Jokowi, masih banyak masalah hukum yang belum terselesaikan. Sehingga menjadi salah satu prioritas untuk diselesaikan ketika Jokowi terpilih kembali.

“Komitmen itu dituangkan dalam Nawacita Jilid II sehingga diharapkan penegakan hukum bisa berjalan lebih efektif,” ucap Irvan.

Untuk masalah hukum, Politikus PKS Nasir Djamil menyebut pihaknya, akan lebih menekankan dalam soal transparansi dan akuntabilitas para penegak hukum. Ini menjadi fokus pihaknya.

Menurut dia, penegakan hukum yang adil juga ditentukan dari sikap pemimpin negara. Pasalnya, jika penguasanya tegas, maka hukum akan adil.

“Kalau penguasa punya sikap yang tegas, ya insyaallah (hukum akan adil),” tegasnya.

Juga soal kasus dugaan penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Sandiaga Uno pun mengungkapkan peluang mengangkat kasus tersebut, terbuka lebar. Karena menurutnya, ini berkaitan dengan masalah korupsi yang sudah akut.

“Ada kemungkinan (bahas kasus Novel Baswedan) karena masalah korupsi itu kan sudah sangat akut ada di stadium 4 kalau kanker, kalau penyakit sudah sangat kronis,” kata Sandiaga di Jakarta.

Dia menuturkan, dengan mengangkat kasus-kasus yang sedang berjalan, justru akan lebih mudah. Karena akan langsung bersinggungan dengan rakyat.

“Secara kontekstual pasti akan lebih mudah untuk mengangkat topik-topik atau kasus-kasus yang sedang berjalan dan dirasakan oleh masyarakat. Mana yang sudah adil, mana yang belum dirasakan keadilannya nah ini yang menjadi tugas kita bersama-sama tim menyiapkan,” ucap Sandiaga.

3. Korupsi

Koordinator tim debat pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan, akan mengangkat soal kasus yang sempat menyeret nama sang cawapres Sandiaga Uno. Nama bekas Wagub DKI Jakarta itu pernah disebutkan sebagai pemilik PT Duta Graha Indah (DGI) oleh mantan Bendum Partai Demokrat Nazaruddin.

“Kedua tentu, kita melihat bahwa KPK telah bekerja menggunakan kewenangannya untuk mengusut kejahatan atau korupsi korporasi. Saya kira salah satu yang mesti menjadi pertanyaan publik selama ini adalah kasus yang menimpa PT DGI di mana semua orang tahu komisarisnya adalah pasangan paslon 02,” kata Karding, tim debat pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

KPK masih mengusut kasus kejahatan korupsi korporasi PT DGI. KPK menetapkan PT DGI sebagai tersangka dalam kasus proyek pembangunan Rumah Sakit Khusus Infeksi dan Pariwisata RS Universitas Udayana sejak 5 Juli 2017. Proyek tersebut diduga memakan kerugian negara hingga Rp 25 miliar. Diduga ada enam proyek yang terlibat.

Perusahaan yang kini berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring ini diketahui bermitra dengan Permai Grup milik terdakwa korupsi Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin.

Karding menilai momentum debat itu menjadi tempat Prabowo dan Sandiaga untuk menjelaskan dua hal tersebut ke publik.

“Jadi ini tentu ruang dan hal strategis untuk kita minta penjelasannya kepada Pak Sandiaga Uno dan Pak Prabowo,” tandasnya.

Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ahmad Riza Patria, mengungkapkan masalah korupsi yang melibatkan pejabat negara bakal diangkat dalam debat perdana Pilpres 2019 pada 17 Januari 2019.

Apalagi, imbuh dia, kasus korupsi di Indonesia semakin banyak pada era reformasi ini.

“Dulu yang korupsi cuma di level pimpinan pusat di atas. Sekarang sampai ke pemerintah daerah. Bahkan sampai ke kepala desa,” ucap Riza kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019.

Riza mengacu pada tindak operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah yang marak di pemerintahan Jokowi.

4. Terorisme

Selain itu, untuk teroris, Prabowo-Sandiaga akan melihat paham radikalisme dalam membangun teroris. Hal ini diungkapkan oleh Mantan Ketua KPK Busyro Muqqodas, yang diminta masukannya.

Dia mengungkapkan, Prabowo meminta masukannya dalam bidang korupsi, terorisme dan good governance (tata kelola pemerintahan yang baik).

“Itu bidang bidang yang selama ini ada kaitannya juga, terorisme itu kan tidak lepas dari radikalisme, radikalisme bisa muncul dari ketidakadilan sosial maupun kesenjangan ekonomi akibat dari tata kelola pemerintahan,” paparnya.

Busyro menekankan, dirinya sekadar akademisi dan bukan timses Prabowo-Sandi bidang materi debat.

“Yang penting saya beri masukan dipakai atau enggak saya kan enggak ikut berperan lagi (sebagai pejabat). Tidak termasuk dalam timses atau struktural, jadi lebih saya sebagai akademisi dan praktisi,” ucapnya.

Paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf menitikberatkan pada penindakan hukum untuk mengatasi terorisme. Selain itu, dalam visi-misi yang dikumpulkan ke KPU, mereka juga berjanji akan mengurangi radikalisme.

Berikut kutipan visi-misi Jokowi-Ma’ruf terkait penanggulangan terorisme:

“Meningkatkan upaya terpadu untuk menanggulangi terorisme, mulai dari peningkatan pemahaman ideologi negara untuk mengurangi radikalisme, pengembangan sistem pendidikan, hingga penguatan sistem penegakan hukum untuk mengatasi tindakan terorisme.”

Melihat Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Pulau Terdepan RI

Jakarta – Pemerintah membangun jalan dan jembatan penghubung pulau terdepan Indonesia di Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku. Yuk Lihat foto-fotonya

Pemerintah  membangun dan memelihara jalan dan jembatan di pulau terdepan Indonesia yakni Pulau Yamdena, Pulau Selaru, dan Pulau Larat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku.Foto: Pool/Dok. Kementerian PUPR

Diskusi Seru Entrepreneur di Rumah Aspirasi Jokowi-Ma’ruf

Liputan6.com, Jakarta – Bincang seru tentang entrepreneurship digelar di Rumah Aspirasi Rakyat #01 di Jakarta Pusat. Acara dengan tema “Yang Muda Yang Kaya” itu menghadirkan narasumber entrepreneur dan peserta dari kalangan muda.

Kepala Kantor Rumah Aspirasi #01, Deddy Sitorus membuka diskusi sebelum para narasumber menyampaikan paparannya.

Adapun narasumber yang hadir adalah Denis Hadi (Hadikitchen), Audrey (gamers/brand ambassador ASUS ROG dan ffgaming.id), sertaRudi antoni (bussiness coach).

Deddy mengatakan, Rumah Aspirasi Rakyat #01 terbuka untuk masyarakat yang ingin menyampaikan hal positif sepanjang Pemilu 2019. Dia berharap diskusi hari ini menginspirasi anak-anak muda untuk menjadi entrepreneur sukses sejalan dengan semangat calon presiden Joko Widodo mendukung ekonomi kreatif.

“Rumah Aspirasi adalah publik space, terbuka untuk semua. Kita ingin pesta demokrasi ini menggembirakan, kreatif, dan menginspirasi,” kata Deddy, di Rumah Aspirasi Rakyat 01, Rabu (16/1/2019).

“Kita jangan bayangkan lagi usaha harus punya uang besar, punya tanah dan gedung. Zaman sekarang usaha hanya soal kemauan, ditambah dengan membangun jaringan di media sosial,” tambah Deddy.

Wakil Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf itu menambahkan, Rumah Aspirasi juga menjadi wadah untuk kreativitas anak-anak muda supaya tidak jengah dengan politik. Menurut Deddy, pemilih muda sangat menentukan pada Pemilu 2019 sehingga wajah politik harus menggembirakan supaya menarik.

“Kita tidak ingin pesta demokrasi diwarnai hoaks dan saling maki. Kita ingin berkontribusi pada kemajuan, salah satunya dengan diskusi entrepreneurship ini,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Prabowo Sebut Cadangan BBM 20 Hari, Ini Respons Kementerian ESDM

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian ESDM angkat bicara mengenai sindiran calon presiden nomor urut 2 Prabowo, terkait cadangan bahan bakar nasional yang hanya 20 hari.

Lalu apakah besaran cadangan tersebut cukup ‎memenuhi kebutuhan nasional?

Direktur ‎Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) , Djoko Siswanto mengatakan, pasokan Bahan bakar masih cukup meski hanya memiliki cadangan 20 hari. Hal ini terbukti saat libur panjang sehingga konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) meningkat.

“Natal, Tahun Baru kemarin 20 hari? aman enggak? Aman? Yah sudah,” kata Djoko, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Djoko mengungkapkan, cadangan BBM Indonesia saat ini masih lebih sedikit dibanding negara lain. Hal ini disebabkan anggaran yang terbatas untuk meningkatkan cadangan dengan membangun tangki penyimpanan.

“Karena kita itu perlu infrastruktur, perlu anggaran. Nah sudah begitu saja,”‎ tuturnya.

Djoko menuturkan, saat ini pemerintah berupaya meningkatkan ketahanan energi nasional. Dengan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) melalui program pencampuran 20 persen biodiesel dengan solar (B20), mendorong penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG), membangun dan meremajakan kilang, serta mendorong penggunaan kendaraan listrik.

“Sekarang kita punya program kendaraan menggunakan yang lebih ramah. Itu kita mau studi dulu. Nanti kalau kita bangun kilang besar-besar,” ujar dia.

2 dari 2 halaman

PLTU Masih Jadi Andalan, Jonan Pastikan RI Tetap Kembangkan Energi Baru

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) masih menjadi tulang punggung sumber pasokan listrik Indonesia selama 10 tahun ke depan.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, PLTU masih memegang peran utama memasok kelistrikan di Indonesia. Hal ini terlihat dalam bauran energi nasional dengan menetapkan porsi PLTU sebesar 50 persen sampai 55 persen.

“Kalau menurut saya 10 tahun ke depan PLTU kalau dari bauran energi PLTU itu sekitar 55 persen paling minim 50 persen pasti masih menjadi andalan,” kata dia di Jakarta, Rabu 9 Januari 2019.

Dia melanjutkan, negara lain pun‎ masih mengandalkan PLTU sebagai tulang punggung sumber pasokan listrik. Sebut saja negara di Eropa dan Amerika Serikat.

“Di negara Eropa misalnya Polandia juga penggunaan batu bara masih sekitar 60 persen, AS mungkin sudah sedikit di bawah 40 persen tapi masih ada kok,” tutur dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini: