Wiranto: Pentingnya Membangun di Wilayah Perbatasan

Liputan6.com, Morotai – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menilai pentingnya pembangunan di wilayah perbatasan. Karena menurutnya, ancaman sekarang sudah berubah, tidak lagi berorientasi pada serangan-serangan militer dari negara lain.

“Itu dulu sehingga kita harus memperkuat angkatan bersenjata kita, melatih pasukan-pasukan kita untuk melatih ancaman dari luar. Sekarang tidak mungkin. Karena negara lain nyerang negara lain. Itu biaya mahal dan akan dikutuk dunia internasional,” kata Wiranto dalam pencanangan Gerakan Pembangunan Terpadu Perbatasan (Gerbangdutas) di Morotai, Maluku Utara,  Senin 18 Maret 2019 di 

Wiranto menambahkan, ancaman saat ini berubah menjadi multidimensional. Seperti serangan narkoba, human trafficking, radikalisme, terorisme, illegal fishing, illegal logging. Ia pun mengambil salah satu contoh serangan narkoba.

Atas dasar itulah, Wiranto menegaskan pembangunan daerah perbatasan dan memperkuat perbatasan penting dilakukan. Kalau tidak, maka negara mudah rapuh.

“Akan banyak ancaman yang langsung ke jantung kehidupan bangsa Indonesia di pusat-pusat perkotaan. Jadi itulah sekelumit tentang bagaimana pentingnya dan tepatnya presiden membangun dari pinggiran,” ujar dia.

Wiranto pun memuji langkah pemerintahan di bawah pimpinan Joko Widodo. Ia mengatakan, Jokowi berani untuk menerobos kebijakan-kebijakan nasional yang berorientasi kepada pembangunan dari pinggiran.

“Membangun dari pinggiran perlu keberanian karena tidak populer. Karena uang yang dikeluarkan banyak tapi kelihatannya itu tidak dapat pujian banyak orang. Beda dengan di kota. Misal bangun menara yang tinggi pasti banyak yang tepuk tangan karena banyak yang lihat,” kata Wiranto.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Suhajar Diantoro mengatakan, membangun kawasan perbatasan bukan hanya urusan meningkatkan wibawa negara, tetapi juga bentuk keseriusan negara menunaikan janji kemerdekaan yaitu memuliakan seluruh rakyat Indonesia.

Suhajar menjelaskan, salah satu wujud nyata memuliakan seluruh rakyat Indonesia yakni menyejahterakan masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terpencil dan terluar, di gunung atau perbukitan di wilayah perbatasan negara tempat patok-patok batas negara.

5 Cara Jitu Membangun Percaya Diri ala Maudy Ayunda

Liputan6.com, Jakarta – Maudy Ayunda kembali membuat berita. Lewat akun Instagramnya @maudyayunda,  ia mengunggah foto yang menyatakan bahwa dirinya diterima di universitas ternama yaitu Harvard University atau Stanford University. Namun, ia kini alami dilema. 

Kesuksesan itu tak lepas dari kepercayaan diri yang dimiliki perempuan berusia 24 tahun. Hal itu terlihat dari cara Maudy berbicara dan talenta yang dimilikinya. Lewat video di akun YouTube-nya, dia menjawab pertanyaan warganet bagaimana menumbuhkan rasa percaya diri. Liputan6.com merangkum beberapa cara tersebut.

Terlibat Aktif dalam Berbagai Kegiatan

Membangun kepercayaan diri memanglah tidak mudah, banyak orang sering gagal untuk menanamkannya dalam diri. Tapi di sini Maudy Ayunda memberikan caranya agar kita memiliki investasi untuk hidup. Cara yang dilakukannya adalah dengan mengikuti banyak aktivitas.

“Mengikuti banyak aktivitas di mana akhirnya kita bisa membangun self love, cinta ke diri kita sendiri atau kebanggaan untuk diri kita sendiri,” ujar Maudy dalam video.

Abaikan Perkataan Buruk Orang Lain

Tidak perlu seperti orang lain, kepercayaan diri bisa dibangun dengan membuat diri menjadi apa yang membuat kita merasa nyaman untuk melakukannya. Jangan dengarkan apa yang dikatakan orang jika itu buruk untuk kita, ciptakan selalu kenyamanan.

“Kenapa aku akhirnya menjadi lebih nyaman sama diri aku sendiri adalah pada saat aku jadi obsessed banget with trying new thing (dengan mencoba hal baru). Jadi, aku selalu ngikutin teater, musical, sports, futsal, apa di mana akhirnya aku juga jadi pelan-pelan membangun diri sendiri,” kata Maudy.

2 dari 2 halaman

Ampuh Tumbuhkan Rasa Percaya Diri

Melakukan yang Anda Sukai

Tekuni hal-hal yang Anda sukai untuk kepentingan masa depan. Begitu juga dengan Maudy, dia lebih banyak mengikuti aktivitas yang membuatnya semakin cinta dengan dirinya sendiri.

“Lakukan apapun yang bisa grow your own passion and make you proud of yourself (tumbuhkan gairahmu sendiri dan membuatmu bangga dengan dirimu sendiri),” ujar Maudy memotivasi.

Apabila kita terus menekuni apa yang kita suka, kita akan menuai prestasi dari apa yang sudah kita lakukan. Terus berkarya dan lakukan semua itu dengan sungguh-sungguh.

Pilih Lingkungan yang Tepat

Kadang di titik tertentu kita mulai bosan dan  tidak semangat. Di saat itu, kita harus melalui proses pemaksaan diri agar terus tumbuh.

Lalukan sesuatu yang bersifat positif dan dapat membuat kehidupan masa depan Anda menjadi terarah. Cara yang dilakukan Maudy agar selalu tumbuh adalah dengan memilih lingkungan yang tepat.

“Kalau ngomongin caranya disekelilingi orang-orang yang terus juga tumbuh dan terus berinvestasi dalam hidupnya,” ujar pelantun lagu Perahu Kertas itu.

Banyak Belajar dan Menyerap Informasi

Percaya diri tidak tumbuh begitu saja. Maudy mengatakan bahwa dengan menyerap informasi dan membaca buku, Anda semakin dibuat sadar bahwa sebenarnya Anda belum tahu banyak tentang hal baru. Hal tersebut akan selalu membuat Anda berusaha untuk menjadi sukses seperti apa yang kita baca dalam buku.

Belajar mengenai hal baru yang belum Anda ketahui dapat menambah wawasan, dengan begitu akan tumbuh rasa percaya diri untuk terus maju. Tidak mudah puas dengan hasil yang kita capai dan selalu meningkatkan kemampuan dengan membaca. (Adinda Kurnia Islami)

Saksikan video pilihan di bawah:

India Bangun 14 Ribu Bunker Untuk Warga di Perbatasan Pakistan

New DelhiKetegangan India dan Pakistan kian meningkat. India tengah membangun lebih dari 14 ribu bunker untuk keluarga-keluarga yang tinggal di sepanjang perbatasannya dengan Pakistan di wilayah negara bagian Jammu dan Kashmir. Tujuannya, agar mereka tetap aman di rumah mereka dan tak harus dievakuasi jika terjadi serangan artileri.

Para insinyur pemerintah mengatakan, pengerjaan pembangunan baja bawah tanah dan struktur beton, yang dapat menelan biaya total US$ 60 juta, telah dimulai sejak Juni 2018 lalu, ketika hubungan antara kedua rival bersenjata nuklir itu memburuk.

Menurut pejabat pemerintah negara bagian dan para kontraktor ratusan bunker bawah tanah, dengan dinding dan atap yang tiga kali lebih tebal dari rumah biasa dan mengonsumsi baja 10 kali lebih banyak, telah selesai dibangun.
“Ini bisa menahan penembakan ringan,” kata seorang insinyur di departemen pekerjaan umum Jammu dan Kashmir yang ditugasi membangun bunker tersebut, seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (1/3/2019).

Selama ini, baku tembak memang sudah kerap terjadi di sepanjang perbatasan Kashmir. Namun baku tembak yang terjadi pada Selasa (26/2) dianggap sebagai penanda peningkatan ketegangan antara India dan Pakistan.

Ketegangan meningkat setelah aksi bom bunuh diri mengenai konvoi militer India di wilayah Kashmir pada 14 Februari lalu. Setidaknya 40 personel militer India tewas dalam serangan bom itu.

Pemerintah India menuding pemerintah Pakistan terlibat dalam bom bunuh diri itu. Namun Pakistan membantahnya. Sejak itu, bentrokan militer antara kedua negara terus terjadi. India dan Pakistan saling menembak jatuh pesawat militer kedua negara, hingga sejumlah bandara di sekitar Kashmir terpaksa ditutup sementara.

Pakistan juga menutup akses penerbangan sipil untuk sementara waktu akibat bentrokan di wilayah Kashmir.
(ita/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bantah Tudingan Minim Program, Ini Strategi Ekonomi Jokowi-Ma’ruf

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menjelaskan bahwa akan ada enam program aksi besar yang akan dilakukan capres petahana Joko Widodo apabila terpilih kembali menjadi presiden.

Hal ini merespon keluhan para pengusaha yang menyampaikan bahwa kampanye tahun ini hanya terlihat saling tuding dan kurang memperlihatkan program yang dibawakan kedua pasangan calon (paslon).

Sebelumnya, taipan Sofjan Wanandi mengeluhkan iklim politik Indonesia di tengah gelaran Pemilu 2019. Dia menilai para paslon hanya saling tuding dan minim menjelaskan apa program yang ingin diperkenalkan ke publik.

“Saya kemarin bertemu dengan banyak pengusaha, itu semua mempersoalkan kok kita kampanye kali ini tidak bicara program banyak ya? Cuma saling menghujat satu sama lain, ini gimana kita, ini mana yang harus kita pegang, nah ini yang menimbulkan was-was terhadap para pengusaha maka wait and see itu terjadi,” ungkap Sofjan pada saat menghadiri CNBC Economic Outlook 2019, Kamis (28/2/2019).
Berikut ini daftar program-program aksi besar yang disampaikan oleh Juru bicara TKN, TB Ace Hasan Syadzily kepada detikFinance, Jumat (1/3/2019).

1. Memantapkan Penyelenggaraan Sistem Ekonomi Nasional yang Berlandaskan Pancasila.
Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa perlu diwujudkan dalam sistem ekonomi nasional. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah sistematis untuk memantapkan penyelenggaraan sistem ekonomi yang berlandaskan Pancasila.
– Menyelesaikan penyusunan peraturan dan perundangan
tentang Sistem Perekonomian Nasional yang berlandaskan
ideologi Pancasila.
– Mewujudkan pelaksanaan Sistem Perekonomian Nasional
yang berlandaskan ideologi Pancasila.
– Pengembangan Ekonomi Kerakyatan yang berkelanjutan.

2. Meningkatkan Nilai Tambah dari Pemanfaatan Infrastruktur.
Percepatan pembangun infrastruktur dalam empat tahun terakhir telah memberikan manfaat pada kelancaran konektivitas dan penurunan biaya logistik. Tahapan berikutnya adalah meningkatkan pemanfaatan infrastruktur pada penciptaan nilai tambah ekonomi melalui langkah-langkah:
– Mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur untuk menumbuhkan sentra-sentra ekonomi baru dengan mengembangkan pembiayaan kreatif dan inovatif yang melibatkan Swasta, BUMN, maupun BUMD.
– Mengintegrasikan pembangunan infrastruktur dengan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Industri.
– Meningkatkan pemanfaatan infrastruktur bagi pengembangan UMKM.
– Memperluas akses perumahan/tempat tinggal/hunian dan bedah rumah bagi 5 juta Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), buruh, ASN, prajurit TNI, dan anggota Polri.
– Mengembangkan infrastruktur perkotaan: perumahan/ tempat tinggal/hunian, transportasi massal, sentra-sentra ekonomi yang terintegrasi, serta memastikan ketersediaan infrastruktur air bersih, tenaga listrik, dan pengolahan limbah/sampah.
– Mempercepat pembangunan infrastruktur digital untuk pengembangan ekonomi digital.
– Mengembangkan sistem angkutan umum terintegrasi antar- permukiman, desa, kota, dan provinsi, dengan kerja sama antara pemerintah dan badan-badan usaha.

3. Melanjutkan revitalisasi industri dan infrastruktur Pendukungnya untuk Menyongsong Revolusi Industri 4.0.
Agar perekonomian Indonesia memiliki daya saing, maka revitalisasi industri merupakan keniscayaan. Untuk itu, ada beberapa langkah yang akan dilakukan:
– Menguatkan kebijakan pengelolaan sumber daya alam dari berbasis komoditas menjadi lokomotif pembangunan ekonomi.
– Mempercepat pengembangan industri prioritas nasional, terutama di industri manufaktur, industri pangan, industri energi, serta industri kelautan/maritim, untuk menciptakan nilai tambah, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta memperkokoh struktur ekonomi menuju kemandirian.
– Menciptakan keterkaitan industri, baik ke depan maupun ke belakang melalui sinergi seluruh pelaku ekonomi nasional.
– Meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri (TKDN) untuk memperkuat industri nasional serta membuka lapangan kerja yang lebih luas di dalam negeri.
– Mengembangkan sentra-sentra inovasi serta peningkatan anggaran riset untuk mendorong inovasi teknologi serta revitalisasi science-technopark untuk keperluan masyarakat serta pengembangan teknologi yang diperlukan di era revolusi industri 4.0.
– Revitalisasi industri pengolahan pascapanen sub-sektor pangan, hortikultura, hingga perkebunan.
– Meneruskan program peningkatan produksi dan pemanfaatan energi fosil secara efisien serta meningkatkan nilai tambah untuk kemajuan perekonomian nasional.
– Meneruskan dan mengokohkan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk mencapai target yang terukur pada tahun 2025, termasuk memberikan akses kepada rakyat untuk mengembangkan dan mengelola sumber- sumber energi terbarukan.
– Meneruskan revitalisasi dan pembangunan sarana dan prasarana logistik domestik dan internasional, seperti pelabuhan dan gudang dengan fasilitas pengolahan pascapanen, agar biaya logistik dapat bersaing dengan memanfaatkan kemajuan digital.
– Mengembangkan industri kelautan/kemaritiman, serta mendorong investasi infrastruktur pendukungnya.

4. Mengembangkan sektor-sektor ekonomi baru.
Selain ekonomi berbasis sumber daya alam, kita juga memiliki beberapa potensi ekonomi baru yang perlu dikembangkan secara merata. Potensi ekonomi baru itu berbasis kekayaan alam dan juga modal sosial budaya yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas. Langkah- langkah yang bisa dilakukan:
– Mempercepat pengembangan sektor pariwisata yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan masyarakat sekitarnya. Fokus pada melanjutkan pembangunan 10 destinasi wisata baru (“Bali Baru”).
– Mempercepat pengembangan ekonomi dan industri kreatif dengan terobosan strategi kebijakan dan insentif melalui Badan Ekonomi Kreatif.
– Mengembangkan industri jasa keuangan berbasis syariah.
– Memfasilitasi berkembangnya ekonomi digital, termasuk transportasi online, dengan menciptakan peluang bisnis, kepastian hukum pada pelaku usaha dan perlindungan pada konsumen, serta meningkatkan daya saing demi kepentingan nasional.

5. Mempertajam reformasi struktural dan fiskal.
Reformasi struktural dan reformasi fiskal adalah kunci peningkatan daya saing perekonomian nasional. Arahnya adalah untuk meningkatkan efisiensi, kemudahan berusaha, dan menciptakan level of playing field yang berkeadilan. Langkah yang akan dilakukan:
– Melanjutkan reformasi struktural dan kemudahan berusaha secara terpadu dan berbasis teknologi informasi.
– Melanjutkan reformasi kebijakan fiskal untuk menghadirkan APBN yang sehat, adil, dan mandiri, serta mendukung peningkatan kesejahteraan, penurunan tingkat kesenjangan, dan peningkatan produktivitas rakyat.
– Melanjutkan reformasi perpajakan yang berkelanjutan untuk mewujudkan keadilan dan kemandirian ekonomi nasional, dengan target terukur, serta memperhatikan iklim usaha dan peningkatan daya saing.
– Optimalisasi PNBP dengan sistem yang terintegrasi serta tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel.
– Memperkuat sinergi tiga pilar (kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil) guna memperbaiki ketersediaan sumber pembiayaan, menurunkan tingkat bunga, sekaligus mendorong produksi nasional.
– Meningkatkan penyimpanan devisa hasil ekspor di dalam negeri sehingga bisa dimanfaatkan untuk ekonomi nasional.

6. Mengembangkan reformasi ketenagakerjaan.
Sektor ketenagakerjaan memiliki peran penting dalam peningkatan produktivitas dan daya saing bangsa. Untuk itu, upaya perlindungan dan penguatan dilakukan dengan:
– Membangun sistem perburuhan dan pengupahan yang dapat meningkatkan kesejahteraan buruh sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.
– Meningkatkan keterampilan pencari kerja dan buruh dengan pelatihan vokasi dan sertifikasi dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan kalangan pendidikan.
– Memperluas akses buruh untuk mendapatkan dana beasiswa pendidikan dan peningkatan keterampilan.
– Meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja di sektor informal.
– Mempercepat pembenahan sistem, pelayanan dan kualitas buruh migran, akses pembiayaan KUR, serta meningkatkan perlindungan bagi buruh migran secara terintegrasi. (dna/dna)

Dukungan Keluarga Uno ke Jokowi Dituding Akting, TKN: BPN Prabowo Panik!

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebut dukungan Keluarga Uno di Gorontalo untuk capres petahana Joko Widodo (Jokowi) hanyalah akting semata. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menduga tudingan itu bentuk kepanikan BPN Prabowo-Sandiaga.

“BPN panik lihat dukungan keluarga Uno terhadap 01,” ujar Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Ahmad Rofiq, kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

Rofiq meminta BPN Prabowo-Sandiaga untuk legawa. Menurut dia, dukungan keluarga Sandiaga Uno kepada Jokowi itu menunjukkan bahwa Jokowi merupakan pemimpin yang dicintai rakyatnya.
“Nggak usah baperan dan nuduh-nuduh bahwa dukungan ini rekayasa atau tekanan. Rakyat Indonesia semakin cerdas bahwa Pak Jokowi adalah pemimpin yang membangun, pemimpin yang memajukan rakyatnya. Jadi bukan pemimpin kaleng-kalengan,” katanya.

“Dukungan ini sebagai tanda bahwa Pak Jokowi semakin dicintai oleh semua lapisan masyarakat. Jokowi milik semua,” imbuh Rofiq.

Seperti diketahui, keluarga Uno di Gorontalo mendeklarasikan mendukung Jokowi untuk menjadi presiden sekali lagi. Jokowi pun hadir dalam deklarasi dukungan itu.

Perwakilan keluarga Uno, Rudi Hartono Uno mengungkap mengapa tak mendukung saudaranya di Pilpres. Sepanjang pembacaan deklarasi yang digelar di Hotel Maqna, Gorontalo, Kamis (28/2) malam itu, teriakan Jokowi menggema ke seluruh ruangan.

BPN Prabowo-Sandiaga kemudian angkat suara soal dukungan itu. Menurut BPN, dukungan keluarga Uno di Gorontalo itu tak mewakili keluarga Uno seluruhnya. Lagipula, BPN meyakini, dukungan keluarga Uno ke Jokowi hanyalah sandiwara semata.

“Kalau misalnya ada yang mendeklarasikan ya bagus, tapi saya tahu keluarga Uno yang di partai Koalisi Indonesia Maju, punya hubungan keluarga dan ‘masa ponakan sendiri nggak dicoblos, masa sepupu sendiri nggak dicoblos’ gitu lho. Kalaupun ada yang mendukung, itu cuma make up aja,” ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dian Fatwa kepada wartawan.

“Saya tahu mereka terikat dengan acting bahwa karena partainya berkoalisi dengan itu, jadi tentu saja harus tampak di publik mendukung pasangan Jokowi. Saya tahu itu. Tapi kami biasa saja, ini sebuah realita, kalau tidak, kita tahu lah, kalau nggak dosa-dosa politik akan dibuka, atau diproses secara hukum, karena hukum sekarang kan tumpul ke atas tajam ke bawah,” imbuh Dian.
(mae/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Edy Rahmayadi: Ada yang Bilang Saya Sombong, Padahal Saya Memang Begini

Medan – Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meminta wartawan mendukung program dan langkahnya bersama wakil gubernur membangun daerah itu. Ia mengaku tidak bisa berbohong.

“Jangan perkataaan saya selalu salah. Saya tidak mungkin bicara dan bertindak kalau tidak ada dasarnya,” ujarnya saat berbicara pada Silaturahmi Insan Pers Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut dengan wartawan sebagaimana dilansir Antara, Jumat (1/3/2019).

Ia menegaskan, dirinya tidak mungkin bisa meninggalkan wartawan karena perlu informasi dan memberitakan banyak hal. Oleh karena itu, ujar Edy, dia tidak pernah mau saat ada usulan melakukan somasi ke media yang membuat berita yang salah.

Tetapi, katanya, wartawan tidak boleh juga menghambat misi membangun desa menata kota.
“Ada yang bilang saya sombong. Padahal saya memang begini tampilannya,” katanya.

Dia menegaskan, tidak bisa berbohong sehingga saat ditanya wartawan, kalau tidak tahu, ia bilang tidak tahu.

Edy memberi contoh saat debat calon gubernur lalu, dia mengakui tidak tahu apa stunting. Namun setelah itu, saya belajar tentang stunting dan akhirnya mengetahui jelas tentang hambatan dalam pertumbuhan anak.

“Saat cape, saya mengadu kepada Tuhan saya. Ayo marilah bergandengan tangan membangun Sumut dengan saat ini, saya sebagai nahkoda,” ujar Edy.

Menurut Edy, jika nantinya dia tidak sanggup mengemban amanah rakyat sebagai gubernur, dia akan “lempar handuk”.

“Tapi saya belum lagi bekerja, jadi mari bergandengan tangan membangun Sumut,” ujar Edy.
(asp/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Olah Sampah di Jakarta, BPPT Usul Pakai Teknologi Termal

Jakarta – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus mengkaji teknologi pengolahan sampah dengan cepat, tanpa memerlukan lahan yang terlalu luas. BPPT mengusulkan penggunaan teknologi termal.

“BPPT terus mendukung Jakpro guna membangun Kota Jakarta. Kali ini kami juga tekankan pentingnya mengedepankan teknologi yang ramah lingkungan, dalam mengatasi timbunan sampah,” tuturnya di Kantor BPPT, Jakarta, seperti dalam keterangan tertulis, Jumat (1/3/2019).

Kepala BPPT juga menyebut pihaknya tengah melakukan asistensi dan evaluasi terkait rencana pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) atau Tempat Pengolahan Sampah menghasilkan listrik/PLTSa.
“ITF ini kan nantinya dibangun di tengah kota, salah satunya di kawasan Sunter, lalu Jakarta Barat, Timur dan Selatan juga ya, atau disebut ITF 1,2,3 dan 4. Tentu ini merupakan tantangan besar yang membutuhkan terobosan teknologi untuk mewujudkannya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Herman menyebut BPPT mengusulkan penggunaan teknologi termal yang tepat. Hal ini lantaran pembangunan ITF tersebut akan memiliki kapasitas pengolahan 2.000 ton.

“Kami merekomendasikan teknologi yang menggunakan proses termal. Dengan proses ini, timbunan limbah padat (sampah) dalam jumlah besar dapat diubah menjadi panas yang kemudian dikonversikan menjadi energi dalam bentuk energi listrik,” paparnya.

Mengenai keunggulan pengolahan sampah dengan menggunakan proses termal, Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT yang juga sebagai Plh Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT, Rudi Nugroho, menyebut ada dua keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan proses tersebut.

“Pertama, sampah dengan jumlah besar dapat dihabiskan dengan singkat. Kedua, diperoleh energi listrik yang dapat dimanfaatkan, baik untuk mendukung proses pengolahan sampah itu sendiri maupun untuk digunakan oleh masyarakat,” urai Rudi.

Teknologi pengolahan sampah dengan proses termal, lanjut Rudi saat ini dipandang paling efektif dan telah banyak digunakan oleh sebagian besar negara maju seperti Jepang, Singapura, Prancis, Austria, Finlandia. Negara-negara maju tersebut menggunakan teknologi incinerator untuk pengolahan sampah.

Teknologi yang dipakai, imbuhnya, menggunakan proses thermal incinerator type stoker grate yang dilengkapi sarana pengendali polusi udara. Dengan teknologi ini, sampah dapat musnah secara cepat, volume berkurang signifikan, dan ramah lingkungan..

“Lebih dari 70 persen pengguna teknologi termal bahkan telah mengkonversikan panas yang dihasilkan untuk selanjutnya diubah menjadi energi listrik,” kata Rudi.

Direktur Utama PT Jakpro, Dwi Wahyu Daryanto mengungkapkan memang kerjasama dengan BPPT untuk membantu pihaknya memilih teknologi yang tepat untuk digunakan dalam ITF. Untuk itu pihaknya menyerahkan pemilihan teknologi ke tangan instansi yang bergerak di bidang teknologi, yaitu BPPT.

“Jakpro ingin melanjutkan kerjasama dengan BPPT dalam menangani Sampah di Kota Jakarta. Dalam 2 tahun ke depan, Jakpro pun mendapat tugas untuk membangun 3 ITF (Intermediate Treatment Facility) sampah di Jakarta,” sebutnya.
(gbr/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

HEADLINE: Negosiasi Kim Jong-un dan Donald Trump Gagal Total, Sinyal Bahaya?

Liputan6.com, Hanoi – Pada Kamis pagi, 28 Februari 2019, untuk kali pertamanya, Kim Jong-un menjawab langsung pertanyaan yang dilontarkan wartawan asing.

“Ketua Kim, apakah Anda yakin (akan ada kesepakatan)?,” itu pertanyaan yang dilontarkan seorang jurnalis. 

Pemimpin muda Utara Korea itu sempat terdiam. Namun tak lama kemudian bibirnya bergerak.

“Terlalu dini untuk mengatakannya. Namun, saya tidak bilang bahwa saya pesimistis,” kata Kim Jong-un yang kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Inggris. “Berdasarkan apa yang saya rasakan saat ini, saya yakin akan ada hasil yang baik.” 

Delapan bulan setelah bersua di Singapura, Kim Jong-un dan Donald Trump menggelar pertemuan kedua di Hanoi, Vietnam. Usai basa-basi, pamer kemesraan, dan makan malam bersama, kedua pemimpin membahas pokok permasalahan: perwujudan denuklirisasi Korut dengan ganjaran pencabutan sanksi atas Pyongyang.

Tapi, sejarah damai gagal tercipta hari itu.

Awalnya, pertemuan diharapkan bisa berujung pada pernyataan berakhirnya Perang Korea yang secara de facto masih berlangsung hingga saat ini. AS dan Korut juga digadang-gadang akan bersepakat untuk mendirikan kantor penghubung di ibu kota masing-masing. Kalaupun sanksi tak dicabut sepenuhnya, setidaknya bakal ada pelonggaran. 

Namun, pertemuan keduanya diakhiri secara tiba-tiba. Lebih cepat dari jadwal. Tanpa hasil. Gagal total. 

Seorang pria berdiri di dekat layar TV yang memperlihatkan siaran pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Vietnam, di sebuah toko elektronik di Seoul, Korea Selatan (28/2). (AP Photo/Lee Jin-man)

Kedua pemimpin hengkang dari lokasi pertemuan di Sofitel Legend Metropole Hanoi sekitar pukul 13.30 waktu setempat, hanya 4,5 jam setelah pembicaraan dimulai.

Kim dan Trump juga batal makan siang bersama, meski meja-meja telah ditata, hidangan sudah disiapkan. Agenda penandatanganan kesepakatan tak jadi dilakukan. 

“Tak ada kesepakatan yang dihasilkan kali ini,” demikian isi pernyataan tertulis Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, seperti dikutip dari CNN News. “Namun, tim masing-masing berharap untuk menggelar pertemuan kembali pada masa yang akan datang.”

Tak lama kemudian, Donald Trump menggelar konferensi pers. Miliarder nyentrik itu bersikukuh, pertemuannya dengan Kim berlangsung produktif.

“Kami memiliki waktu yang sangat, sangat produktif,” kata Trump. Namun, ia menambahkan, dirinya dan Menlu AS Mike Pompeo merasa, itu bukan saat yang tepat untuk menandatangani kesepakatan apapun.

Presiden AS itu menambahkan, pembicaraannya dengan Kim Jong-un berakhir karena diktator Korut itu meminta penghapusan semua sanksi AS dan internasional atas negaranya sebagai imbalan atas penutupan sebagian — bukan keseluruhan — fasilitas nuklir milik rezim Pyongyang.

“Pada dasarnya mereka ingin sanksi dicabut seluruhnya dan kami tak bisa melakukannya,” kata Trump dalam konferensi pers di Hanoi. “Mereka mengaku rela melakukan denuklirisasi atas sejumlah besar area yang kita inginkan, namun tak mungkin menghapus semua sanksi untuk itu,” kata suami Melania Trump tersebut seperti dikutip dari The New York Times.

Penghapusan sanksi internasional, yang membatasi kemampuan Korea Utara mengimpor minyak dan mengekspor barang-barang menguntungkan termasuk batubara dan hasil laut, adalah tujuan utama Pyongyang dalam semua negosiasi. Di sisi lain, bagi AS, sanksi-sanksi tersebut adalah alat tawar menawar yang signifikan.

Trump mengatakan, ia dan Kim mendiskusikan soal penutupan kompleks nuklir utama Korut di Yongbyon, di mana proses pengayaan plutonium, tritium, dan uranium untuk bahan bakar bom nuklir dilakukan. 

Meskipun Yongbyon adalah fasilitas nuklir terbesar Korut, tapi itu bukan satu-satunya. Dalam konferensi pers, Trump mengakui bahwa negara itu punya fasilitas pengayaan nuklir lain, yang kemampuannya mungkin lebih besar.

Belum lagi rudal balistik, hulu ledak nuklir, dan sistem senjata pemusnah massal yang belum terungkap sepenuhnya. Diduga disembunyikan rapat-rapat rezim Pyongyang.

Yongbyon Nuclear Research Centre, Korea Utara (GeoEye Satellite Image/AFP PHOTO via ABC Australia)

Trump juga mengaku bahwa ia dan Kim Jong-un mendiskusikan soal kasus Otto Warmbier, mahasiswa AS yang tewas setelah jadi tahanan di Korut.

Warmbier, mahasiswa University of Virginia, ditangkap saat bepergian di Korea Utara karena mencuri poster propaganda. Pada 2016 dia dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa.

Lebih dari setahun kemudian dia dibebaskan dan kembali ke Amerika Serikat dalam keadaan sakit parah. Dokter menyebut, dia menderita cedera otak serius. Warmbier meninggal pada Juni 2017.

Donald Trump mendapat pujian atas kembalinya Warmbier dan segelintir orang Amerika lainnya yang ditahan di Korea Utara.

Jika presiden pendahulu menyebut kasus Warmbier sebagai contoh kebrutalan rezim Kim Jong-un, Trump menolak untuk menyalahkan sang pemimpin Korut.

Otto Warmbier, mahasiswa Amerika yang menghabiskan 17 bulan di tahanan Korea Utara (AP Photo/Jon Chol Jin)

“Saya tidak percaya bahwa dia akan membiarkan itu terjadi, itu tidak menguntungkannya,” kata Trump.

“Penjara itu kasar, tempat yang brutal, di mana hal-hal buruk terjadi. Tapi saya tak yakin, ia (Kim Jong-un) tahu soal itu.” Belakangan, pembelaannya itu dikecam ramai publik AS.

Kegagalan negosiasi membuat normalisasi hubungan antar-dua negara beringsut dari hasil yang diinginkan. Kim Jong-un gagal menghasilkan pencabutan sanksi terhadap Korut, di sisi lain Trump gagal memaksa Pyongyang ambil langkah konkret untuk mengakhiri program nuklirnya — sebuah keberhasilan yang sangat ia butuhkan untuk mengimbangi sejumlah gejolak domestik di AS.

Ketika Trump berniat berbincang santai di pinggir kolam renang bersama Kim Jong-un, mantan pengacaranya, Michael Cohen bersaksi menyudutkannya di depan Kongres. Agenda kedua pemimpin tersebut kemudian dibatalkan. 

Michael Cohen pada Rabu 27 Februari 2019 mengatakan kepada panel penyidik Kongres bahwa eks kliennya itu adalah sosok yang “rasis, penipu dan tukang bohong”. Dan jika Trump kalah pada Pilpres 2020, ia menyebut, transisi kekuasaan tak akan berjalan damai.

Eks pengacara Donald Trump, Michael Cohen (AP/Pablo Martinez Monsivais)

Dalam konferensi pers, Trump sempat bereaksi atas kesaksian Cohen. Menyebutnya berisi 95 persen kebohongan, nyaris 100 persen — kecuali soal bahwa ia tak berkolusi dengan Rusia dalam Pilpres 2016. 

Seperti biasanya, ia juga menyerang mantan pengacaranya dalam cuitan di Twitter. 

Tak seperti tanggapannya atas kesaksian Cohen, Trump berupaya keras menahan diri soal Kim Jong-un. Bicaranya tak berapi-api dan tanpa retorika. Tak ketinggalan, ia juga membela diri.

“Aku bisa saja menandatangani kesepakatan hari ini, lalu kalian akan mengatakan, ‘Ah, itu transaksi yang buruk’…Aku lebih baik melakukan dengan benar daripada buru-buru.” 

Donald Trump juga menyebut, meski negosiasi berlangsung tanpa hasil, hubungannya dengan Kim Jong-un tetap hangat. Pertemuan, kata dia, diakhiri dengan jabat tangan.

Di sisi lain, Trum tak berhasil mengurangi efek kejut kesaksian Michael Cohen dengan kegagalan negosiasinya dengan Kim Jong-un. Nobel Perdamaian yang ia harapkan pun kian jauh dari jangkauan.


Saksikan video menarik berikut ini: 

2 dari 3 halaman

Konsekuensi Mengkhawatirkan

“Welcome to Hanoi, city of peace” — kalimat itu terpampang di videotron yang berbaris di sisi jalan, dari bandara menuju pusat kota Hanoi. Bendera Amerika Serikat dan Korea Utara tersebar di sejumlah wilayah ibu kota Vietnam itu.

Sementara, gambar Kim Jong-un dan Donald Trump terpampang di kaos-kaos yang dijajakan untuk menyambut sebuah momentum penting: KTT AS-Korut yang memberi harapan damai di Semenanjung Korea.

Warga mencoba kaus bergambar wajah Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di sebuah toko di Hanoi, Jumat (22/2). Pembuatan kaus itu menyambut KTT kedua AS-Korea Utara di Vietnam pada 27 Februari mendatang. (Nhac NGUYEN/AFP)

Namun, harapan itu tak terwujud. Kim Jong-un dan Donald Trump balik kanan ke negara masing-masing dengan tangan hampa, tanpa kesepakatan. Negosiasi gagal.

Donald Trump bersikukuh bahwa hubungannya dengan Kim Jong-un tetap baik. Ia juga yakin pihak Korut tak akan lagi melakukan uji coba senjata nuklir atau mengancam akan mengirimkan rudal ke negara lain. 

Belakangan, ia juga mengucapkan terima kasih pada tuan rumah atas sambutan hangat dan kemurahan hati Pemerintah Vietnam. Ucapan itu ia sampaikan lewat Twitter.

Lantas, bagaimana dengan Kim Jong-un? Rezim Korut belum mengeluarkan pernyataan apapun. 

“Kontribusi utama KTT AS-Korut kali ini adalah memperkuat fakta Kim tak punya niat untuk melepaskan kemampuan nuklirnya,” kata Cheon Seong Whun, seorang pejabat keamanan nasional dalam pemerintahan mantan Presiden Korea Selatan Park Geun Hye, seperti dikutip dari www.theatlantic.com. Diplomasi denuklirisasi, dia menambahkan, sudah mati. 

“Saya khawatir tentang konsekuensinya,” kata Jean H. Lee, seorang ahli Korea di Wilson Center, sebuah lembaga penelitian di Washington.

Ia menambahkan, situasi kian pelik pasca kegagalan tersebut. “Apakah kedua pemimpin dan tim mereka membuat langkah yang cukup baik untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, atau apakah kita akan menuju periode negosiasi yang macet — atau lebih buruk lagi, ketegangan — yang akan memberi Korea Utara lebih banyak waktu dan insentif untuk terus membangun program senjata mereka?,” tambah Lee. 

Kebuntuan negosiasi disayangkan oleh pihak Korea Selatan. “Sangat disesalkan mereka tidak dapat mencapai kesepakatan yang utuh”, kata Kim Eui-kyeom, juru bicara Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. 

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (dua kanan) dan sang istri Kim Jung-sook (kanan) foto bersama Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (dua kiri) dan sang istri Ri Sol Ju (kiri) di Gunung Paektu, Korea Utara, Kamis (20/9). (Pyongyang Press Corps Pool via AP)

“Namun, tampak jelas bahwa kedua belah pihak telah membuat kemajuan yang lebih signifikan dari sebelumnya.”

Yang lebih jelas lagi, kegagalan diplomasi Kim dan Trump berdampak langsung pada Korsel. Mata uang won melemah, bursa saham pun anjlok. 

Hubungan kian tak pasti

Guru Besar Hukum Internasional di Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menilai bahwa KTT yang berakhir tanpa hasil, membuat hubungan antara AS dan Korea Utara kembali tidak pasti.

Dia berpendapat bahwa meski masih ada optimisme tentang masa depan penyelesaian isu denuklirisasi, namun hasil KTT Vietnam tetap akan berdampak buruk bagi kedua belah pihak.

“Memang kedua pemimpin negara mengatakan hubungan mereka berjalan hangat, tapi kita tidak tahu apa yang dirasakan oleh para birokratnya. Apakah mereka akan tetap bersemangat untuk mengurusi hal ini?,” ujar Hikmahanto, menyayangkan gagal terwujudnya hitam di atas putih antara Donald Trump dan Kim Jong-un.

Hikmahanto juga berpendapat bahwa gagalnya pembicaraan di Hanoi akan turut memengaruhi kondisi ekonomi Korea Utara, yang telah berusaha untuk bangkit, melalui upaya meminta penghapusan sanksi internasional yang tegas dan keras.

“Salah satu yang masih menjadi tanda tanya besar adalah apakah benar pernyataan Donald Trump tentang potensi ekonomi Korea Utara, yang berkali-kali dia sebut di Hanoi. Jika memang begitu, apakah pemerintahannya mau berkompromi untuk mencabut sanksi, di mana Kim Jong-un menyatakan mau untuk mengusahakan denuklirisasi,” ujar Hikmahanto  saat dihubungi Liputan6.com pada Kamis (28/2/2019).

Sementara, Suzie Sudarman, pengamat kebijakan AS dari Universitas Indonesia menilai, KTT Vitenam dinilai tidak substantif, kaena cenderung bersifat lokal, antara Washington dan Pyongyang.

“Isu yang diangkat dalam pertemuan ini berdampak pada dunia internasional, yakni tentang denuklirisasi, sehingga pembahasan antara dua negara saja tidak cukup. Kalaupun misalnya (KTT Vietnam) berhasil, tentu dibutuhkan dukungan dari pihak ketiga yang berkompeten untuk mengawasinya, tidak bisa hanya oleh AS dan Korea Utara,” tambah dia. 

Suzie menambahkan bahwa tidak substantifnya pertemuan Trump-Kim, salah satunya, disebabkan oleh ketidakhadiran lembaga internasional yang berkompeten di tengah-tengahnya.

“Setidaknya diperlukan kehadiran IAEA (lembaga atom dunia) untuk mengawasi pembicaraan denuklirisasi, (sehingga) syukur-syukur bisa mencapai kesepakatan hitam di atas putih,” ujar Suzie.

Selain itu, masih menurut Suzie, apabila terjadi kesepakatan terkait denuklirisasi di Semenanjung Korea, diperlukan pula pembicaraan lanjutan dengan Rusia dan China, dua negara yang dikenal dengan Korea Utara.

Hal ini dimaksudkan agar tercipta keseimbangan dalam tindakan lanjut denuklirisasi. “Sehingga tidak semata-mata karena tuntutan AS, yang nyatanya sulit dipenuhi Korea Utara karena beberapa keterbatasan,” ujar Suzie.

3 dari 3 halaman

Kim Jong-un Wujudkan Ancaman?

Dua bulan sebelum KTT AS-Korut di Vietnam digelar, Kim Jong-un sejatinya sudah menyampaikan peringatan.

Dalam pidato Tahun Baru 2019, Kim Jong-un mengatakan tekadnya untuk denuklirisasi lengkap tetap tidak berubah, tetapi, dia mungkin harus mencari “cara baru” jika Amerika Serikat terus menuntut tindakan sepihak dari Korea Utara.

Duduk di kursi berlapis kulit, mengenakan jas hitam yang dipadu dasi abu-abu, Kim Jong-un mengatakan, bakal ada kemajuan yang lebih cepat dalam denuklirisasi jika Amerika Serikat mengambil tindakan yang sesuai –yakni dengan meringankan sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Korut.

Kim Jong-un menegaskan, Korea Utara mungkin tak akan punya pilihan lain selain mengeksplorasi ‘cara baru’ untuk melindungi kedaulatan, kepentingan, serta untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

Tak jelas apa yang ia sebut sebagai ‘cara baru’ itu.

Kim Jong-un menambahkan, hal tersebut akan dilakukan, “jika Amerika Serikat salah membuat perhitungan atas kesabaran rakyat (Korut), memaksakan sesuatu kepada kita dan mengejar sanksi dan tekanan tanpa menepati janji yang dibuat di hadapan dunia,” kata dia seperti dikutip media pemerintah, Rodong Sinmun.

Seperti dikutip dari situs www.businessinsider.sg, ‘cara baru’ yang disebut Kim dalam pidato tahun barunya dikhawatirkan sebagai dimulainya kembali uji coba rudal nuklir — yang menurut Pyongyang telah berakhir April 2018 lalu. 

Pidato Kim bulan lalu juga bisa jadi mengisyaratkan perluasan 12 fasilitas senjata nuklir yang sudah ada di negara itu.

Sebelum KTT Vietnam, intelijen AS dan para ahli Korea Utara berulang kali memperingatkan bahwa Pyongyang tidak mungkin menyerahkan senjata nuklirnya secara utuh.

Sebuah laporan intelijen yang diterbitkan bulan lalu menegaskan kembali gagasan bahwa para pemimpin negara Korut memandang senjata nuklir sebagai hal penting bagi kelangsungan rezim.

Berbeda dengan Donald Trump yang langsung pulang ke Amerika Serikat naik Air Force One, Kim Jong-un dilaporkan tetap tinggal di Hanoi hingga Sabtu 2 Maret 2019. 

Ia akan menyempatkan diri berjalan-jalan dan bertemu dengan sejumlah pejabat Vietnam dalam apa yang ia sebut sebagai ‘kunjungan persahabatan’.

Dengan itu, Kim Jong-un mungkin berkesempatan untuk menunjukkan pada rakyatnya, juga pada dunia bahwa pertemuannya dengan Donald Trump adalah salah satu bagian dari kunjungannya. Bukan agenda tunggal.

Dan, dunia hanya bisa menanti apa yang akan dilakukan pemimpin muda Korut itu. Apakah ia akan bersabar atau mewujudkan ancamannya?

Cara Perusahaan Produk Bernutrisi Dukung Pemerintah Capai SDGs

Liputan6.com, Denpasar – Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi untuk Ibu dan Anak (APPNIA) pada hari ini meluncurkan riset dokumentasi berjudul ‘Dukungan APPNIA terhadap Percepatan Pencapaian SDGs dan Generasi Masa Depan Indonesia’.

Riset ini merupakan dokumentasi peran aktif serta komitmen jangka panjang APPNIA dalam mewujudkan capaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di tahun 2030 dan menciptakan generasi masa depan Indonesia yang berkualitas.

Ketua APPNIA, Rivanda Idiyanto mengatakan konten riset dokumentasi ini mencakup program dan aktivitas yang dilakukan perusahaan anggota APPNIA serta kerja sama asosiasi dengan pemerintah, sektor industri lain dan masyarakat.

“Kami ingin menjadi bagian penting dalam memberikan dukungan untuk meningkatkan status gizi juga kesehatan ibu dan anak di Indonesia melalui kemitraan dengan pemerintah dan stakeholder lain untuk menjalankan kegiatan secara terencana dan sistematis,” kata Rivanda sebagaimana rilis yang diterima Liputan6.com, Rabu (27/2/2019).

Rivanda menjelaskan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan 17 butir SDGs. Melalui berbagai aksi nyata, APPNIA berperan mewujudkan tiga butir SDGs di sektor kesehatan yaitu SDGs 2 (tanpa kelaparan), SDGs 3 (kehidupan sehat dan sejahtera), dan SDGs 6 (air bersih dan sanitasi layak) yang berkaitan erat dengan persiapan generasi masa depan Indonesia.

Fakta menunjukkan bahwa individu yang sehat memiliki kemampuan fisik dan daya pikir lebih kuat, sehingga memberikan mereka kemampuan berkontribusi secara produktif membangun masyarakat. Pencapaian SDGs dioptimalkan dalam bentuk kemitraan yang kolaboratif antara pihak perusahaan swasta, pemerintah, badan usaha milik negara, organisasi sosial dan asosiasi untuk memperbaiki gizi serta kesehatan ibu dan anak.

SDGs menjadi dasar perwujudan program nyata mencapai Indonesia tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, serta sanitasi yang layak,” tegas Rivanda.

Sepuluh perusahaan yang menjadi anggota APPNIA memiliki visi dan misi yang sama. Visi APPNIA adalah menjadi asosiasi yang dinamis dan kredibel di tingkat nasional dan internasional, bermitra dengan pemerintah dan pihak terkait untuk secara aktif mendukung peningkatan status gizi dan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

Adapun misi APPNIA yaitu aktif mendukung program nasional pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif untuk bayi usia 0-6 bulan, memastikan semua anggota APPNIA mematuhi peraturan yang berlaku, menyediakan produk bergizi dan berkualitas sesuai standar keamanan pangan, serta secara aktif bermitra dengan pemerintah dan pihak terkait lain dalam perbaikan gizi dan kesehatan ibu dan anak.

2 dari 2 halaman

Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Tinggi

Data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 menunjukkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) mencapai 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini tiga kali lipat lebih tinggi daripada target tujuan pembangunan milenium (Millennium Development Goals/MDGs), yaitu 102 per 100 ribu kelahiran hidup.

Menurut Rivanda, peningkatan gizi masyarakat khususnya ibu dan anak merupakan hal penting untuk mendukung pencapaian SDG 2 dan 3. “Program-program yang dilakukan perusahaan-perusahaan anggota APPNIA merupakan perwujudan suatu komitmen yang tertuang dalam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Creating Shared Value (CSV) masing-masing yang mendukung capaian SDGs,” katanya.

Untuk mencapai SDG 2, upaya yang dilakukan para anggota APPNIA yakni menciptakan lingkungan kondusif dan mandiri serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi, edukasi dan kampanye kecukupan gizi, kerja sama untuk meningkatkan pasokan pangan berkualitas serta inovasi produk.

Adapun untuk pencapaian SDG 3, program anggota APPNIA antara lain memberikan akses terhadap fasilitas kesehatan secara gratis, edukasi terkait kesehatan ibu dan anak, pemberian penyuluhan gizi, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, sarana air bersih, sanitasi, serta kebiasaan higienis melalui penguatan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Pencapaian SDGs dan penciptaan generasi yang berkualitas merupakan tanggung jawab seluruh stakeholder. Peluncuran riset dokumentasi ini merupakan bukti komitmen kami dalam mewujudkan masyarakat yang sehat demi masa depan bangsa,” ujar Rivanda.

OMD Dinobatkan Sebagai Global Media Agency of The Year

Liputan6.com, Singapura – OMD Worldwide, yang merupakan bagian dari Omnicom Media Group Agency, dinobatkan sebagai Global Media Agency of the Year oleh Adweek, publikasi perdagangan iklan mingguan asal Amerika.

Dalam memilih OMD, Adweek menilai dari segi kinerja perusahaan yang mengesankan setelah tahun 2017. Adweek menganggap bahwa OMD mampu mempertahankan lebih dari US$ 2,6 miliar bisnisnya selama 2018.

“Merupakan sebuah kehormatan besar karena telah dinobatkan sebagai Global Media Agency of the Year oleh Adweek. Kami tidak hanya memenangkan lebih dari 300 titinada di semua geografi pada tahun lalu, tetapi pada saat yang sama, kami juga menggandakan tingkat retensi kami dan meningkatkan peringkat klien kami empat kali berturut-turut sepanjang 2018,” kata Florian Adamski, CEO Global OMD melalui pernyataan tertulisnya yang Liputan6.com terima Kamis (28/2/2019).

“Kami juga konsisten untuk tetap menjadi agensi paling bergengsi di Cannes Lions Festival of Creativity. Ketika Anda melihat semua ini, hasilnya sangat mencengangkan. Namun semua ini tidak akan mungkin terjadi tanpa kerja keras, kemauan, dan kemampuan beradaptasi dari orang-orang kami, atau kepercayaan yang diberikan kepada kami oleh klien dan mitra kami. Saya sangat bangga dengan apa yang telah kami capai dan berharap untuk membangun fondasi ini lebih kuat pada tahun 2019 dan seterusnya,” lanjutnya.

Menurut Adweek, turnaround (proses penyelesaian atau waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas) dimulai dari adanya perubahan kepemimpinan, dengan penunjukan Florian Adamski menjadi Global CEO pada akhir 2017 dan secara lateral, ketika dia membangun tim eksekutif dan regionalnya, dengan perpaduan bakat yang dimilikinya ketika memimpin Omnicom dan karyawan dari industri yang lebih luas.

Keputusan yang lebih baik menggabungkan brand promise dan posisi kompetitif. Untuk memastikan hal itu tak hanya sekadar slogan, banyak inisiatif dilakukan untuk menginformasikan setiap aspek bisnis dan memberdayakan kemampuan OMD.

Selain itu, peran dari platform teknologi baru (Omni) dan proses perencanaan media (OMD Design) berpengaruh dalam turnaround. Omni adalah platform pemasaran presisi yang dibuat oleh Omnicom. Kemudian, secara paralel, OMD menata kembali proses perencanaan mereka melalui OMD Design.

Kemitraan teknologi terbaik di kelasnya, yang dipandu oleh proses unik, bertujuan memberdayakan OMD untuk menciptakan pengalaman yang lebih bernilai dan berharga, agar memberikan hasil bisnis yang lebih baik.

Adweek menyimpulkan bahwa, setelah bertahun-tahun mendominasi pasar global, meskipun tahun 2017 adalah tahun tersulit, OMD –yang kliennya mencakup McDonald’s, PepsiCo, Apple dan Renault Nissan Alliance– kini kembali berada di puncak permainannya.

Di Asia Pasifik, kembalinya peran OMD antara lain penunjukan yang sukses dari bisnis-bisnis terkenal seperti Suncorp dan Belong di Australia; The Warehouse Group di Selandia Baru; Singtel di Singapura; Wipro dan Levi’s di India; serta WH Group, Papadai, Toutiao dan Amway di Tiongkok.

Hal ini juga dibuktikan dengan perluasan hubungan jaringan dengan Beiersdorf di seluruh Asia Tenggara dan keberhasilan retensi bisnis McDonald di China dan Taiwan pada tahun 2018.

Stephen Li, CEO OMD APAC, menambahkan, “Kami sangat senang bisa kembali menduduki puncak setelah melalui tahun yang luar biasa –dan penting– bagi jaringan kami. Sepanjang tahun 2018, kami telah mengambil langkah besar untuk memastikan bahwa kami terus memberikan proposisi nilai kami untuk menjadi mitra bisnis sejati bagi klien kami, mendorong kinerja bisnis nyata bagi perusahaan mereka.”

“Penghargaan terbaru ini adalah validasi dari semua upaya dan perkembangan kami. Kami menantikan untuk melanjutkan momentum kemenangan luar biasa ini dengan klien kami hingga 2019 dan seterusnya,” pungkasnya.


Saksikan video pilihan berikut ini: