BPN Pertanyakan Klaim Pemerintahan Jokowi Ambil Alih PT Freeport

Liputan6.com, Jakarta – Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said meluruskan klaim keberhasilan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) mengambil alih mayoritas sahan PT Freeport sebagai bagian dari nasionalisme.

“Yang kita persoalkan adalah klaim berlebihan bahwa pengambilalihan PT Freeport bagian dari nasionalisme. Itu lebay. Itu transaksi jual beli saham biasa,” kata Sudirman di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2).

Sudirman merujuk pada laporan PT Freeport McMoran di pasar modal Amerika Serikat pada Januari 2019. Dia mengatakan pembelian mayoritas saham PT Freeport justru merugikan Indonesia.

“Dalam laporan itu disebutkan, meski Pemerintah Indonesia kuasai 51 persen saham, tetapi kontrol manajemen dan operasional masih di tangan PT Freeport. Mayoritas benefit ekonomi juga masih di tangan PT Freeport. Itu ditulis dalam perjanjian jual beli saham. Kami akan minta pemerintah untuk buka apa saja isi kontrak itu,” beber Sudirman.

Di kesempatan sama, mantan staf khusus Kementerian ESDM Muhammad Said Didu mengatakan pembelian mayoritas saham PT Freeport justru membuat buntung Indonesia. Mengingat kewajiban Freport di bidang lingkungan hidup mencapai ratusan triliun.

2 dari 2 halaman

Buat Buntung Indonesia

Selain itu, lanjut Said, sebagai pemegang saham, Indonesia juga harus menanggung kewajiban investasi pengembangan tambang bawah tanah dan smelter.

“Siapapun pemerintahannya, pengambilalihan PT Freeport ini pasti terjadi. Tinggal tunggu waktu. Yang terjadi sekarang justru PT Freeport yang ketiban untung. Dia dapat uang cash triliunan rupiah dari penjualan saham, dia dapat hak pengelolaan dan pengendalian, hingga Freeport juga terbebas dari tuntutan kerusakan lingkungan. Sementara Indonesia, dapat hutang baru,” kata Said.

Said menilai, pengambilalihan PT Freeport oleh pemerintah Joko Widodo terkesan buru-buru demi kepentingan pencitraan jelang pemilu. Dia pun meminta supaya pemerintah menghentikan segala bentuk pencitraan yang justru membawa kerugian bagi rakyat.

“Kasus Freeport ini dijadikan target politik bahwa ini harus berhasil sebelum akhir 2018, supaya bisa jadi bahan kampanye. Tapi carilah bahan kampanye yang tak merugikan negara,” ucap Said.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com


Saksikan video pilihan berikut ini:

Soal Cuitan di Media Sosial, CEO Bukalapak Mengaku Dapat Data dari Wikipedia

Liputan6.com, Jakarta – CEO Bukalapak Achmad Zaky meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait cuitannya yang ramai diperbincangkan.

Zaky mengakui bahwa data yang digunakannya terkait anggaran pengembangan dan riset di Indonesia serta perbandingannya dengan negara lain diambil dari Wikipedia.

“Datanya kan Wikipedia. Saya belum dapat data update terbaru. Tapi saya pikir semangatnya. Tolong teman wartawan diambil semangatnya,” ujar Zaky di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Zaky mengatakan bahwa pemerintah dan pelaku industri harus berkerja sama membangun riset. Terpenting, menurut dia, cuitannya itu ingin mendorong pembangunan SDM di Indonesia.

“Saya anak muda pelaku industri fokus ke SDM yang berkualitas dengan riset dan teknologi. Karena perang ke depan bukan dengan manusia. Tapi pinter-pinteran. Kalau enggak fokus di riset kita akan perang harga,” jelas dia.

Zaky mengaku telah meminta maaf kepada Presiden Jokowi serta melurusakan maksud dari cuitannya. Menurut dia, Jokowi menyampaikan agar masyarakat tak meng-uninstall aplikasi Bukalapak.com.

“Pak Presiden sampaikan bahwa nanti akan disampaikan jangan unsintall (aplikasi) Bukalapak karena karya Indonesia harus didukung,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Minta Maaf

Sebelumnya, CEO Bukalapak Achmad Zaky menemui Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Sabtu (16/2/2019). Zaky mengaku, secara pribadi meminta maaf kepada Jokowi serta meluruskan cuitannya tentang ‘Presiden Baru’ dalam pertemuan itu.

“Tadi saya mengucapkan terima kasih kepada bapak presiden yang sudah meluangkan waktunya untuk bertemu dengan saya mengundang saya. Secara pribadi, saya tadi mengucapkan minta maaf kepada bapak dan meluruskan juga yang kemarin,” kata Zaky usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (16/2/3019).

Pertemuan antara CEO Bukalapak itu dan Jokowi berlangsung terutup dari awak media. Jokowi turut didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Koordinator Staf Khusus Kepresidenan Teten Masduki.

Menurut Zaky, dalam pertemuan itu, dirinya bersama Jokowi juga membahas tentang rancangan pemerintah membuat Indonesia maju. Menurut dia, pemerintah telah memiliki rencana untuk membuat Indonesia maju dengan berbasis inovasi.

“Kita akan support juga dan komitmen juga dari sisi bukalapak. Poinnya adalah bagaimana membuat Indonesia maju,” ucap CEO Bukalapak Achmad Zaky.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Jokowi: Hentikan Gerakan Uninstall Bukalapak

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta seluruh pihak untuk menghentikan gerakan uninstall Bukalapak.com. Menurut dia, masyarakat justru harus mendorong anak-anak muda yang memiliki kreativitas dan inovasi.

Hal ini dikatakan Jokowi usai bertemu CEO Bukapalak Achmad Zaky di Istana Merdeka Jakarta, Sabtu (16/2/2019). Gerakan #UninstallBukalapak ini muncul dan menjadi trending di Twitter, usai Zaky menyinggung ‘presiden baru’ saat membahas revolusi industri 4.0.

“Kita harus bijak dalam bersikap, matang dalam bersikap dalam setiap peristiwa apapun. Sebab itu saya ajak hari ini untuk hentikan, untuk setop (gerakan) uninstall Bukalapak. Karena kita harus dorong anak-anak muda yang memiliki inovasi dan kreativitas untuk maju,” ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku tak marah kepada Zaky terkait cuitannya yang ramai diperbincangkan. Jokowi pun mengajak agar semua pihak dewasa dalam bersikap.

“Tadi sudah bertemu dan saya tidak ada perasaan apa-apa terhadap Mas Zaky. Sudah tiap hari ketemu,” ucapnya.

2 dari 2 halaman

Minta Maaf

Sebelumnya, CEO Bukalapak Achmad Zaky menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Merdeka, Sabtu (16/2/2019). Zaky mengaku, secara pribadi meminta maaf kepada Jokowi serta meluruskan cuitannya tentang ‘presiden baru’ dalam pertemuan itu.

“Tadi saya mengucapkan terima kasih kepada bapak presiden yang sudah meluangkan waktunya untuk bertemu dengan saya mengundang saya. Secara pribadi, saya tadi mengucapkan minta maaf kepada bapak dan meluruskan juga yang kemarin,” kata Zaky usai bertemi Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (16/2/3019).

Pertemuan antara CEO Bukalapak itu dan Jokowi berlangsung terutup dari awak media. Jokowi turut didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Koordinator Staf Khusus Kepresidenan Teten Masduki.

Menurut Zaky, dalam pertemuan itu, dirinya bersama Jokowi juga membahas tentang rancangan pemerintah membuat Indonesia maju. Menurut dia, pemerintah telah memiliki rencana untuk membuat Indonesia maju dengan berbasis inovasi.

“Kita akan support juga dan komitmen juga dari sisi Bukalapak. Poinnya adalah bagaimana membuat Indonesia maju,” ucap CEO Bukalapak Achmad Zaky.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Istana Pastikan Jokowi Tak Marah Soal Cuitan Viral CEO Bukalapak

Liputan6.com, Jakarta – Koordinator Staf Khusus Presiden, Teten Masduki memastikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi tak marah atas cuitan pendiri dan CEO Bukalapak, Achmad Zaky di Twitter soal Presiden baru. Jokowi justru memaklumi kekhilafan Achmad Zaky.

“Beliau pahamlah ini kan Zaky masih anak muda, mungkin ada khilaf, kesalahan, kurang teliti,” kata Teten di Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Menurut dia, Jokowi menilai Zaky sosok anak muda yang baik dan berprestasi. Zaky harus terus didukung agar Bukalapak terus berekspansi ke dunia internasional.

“Zaky ini kan aset nasional. Presiden saya kira lebih mempertimbangkan aspek bisnis online. Jadi sama sekali waktu kita sampaikan ada peristiwa ini beliau juga tidak marah,” ujar Teten.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini menambahkan, Jokowi mendukung betul Bukalapak, baik melalui regulasi maupun suntikan dana. Bahkan, Jokowi khawatir aksi #UninstallBukalapak mengganggu bisnis e-commerce di Indonesia.

“Beliau khawatir kalau ini terus berlanjut uninstall terhadap Bukalapak akan mengganggu bisnis e-commerce di Indonesia. Harus kita tahu Bukalapak ini adalah salah satu empat dari unicorn kita,” kata Teten.

2 dari 3 halaman

Minta Maaf

CEO Bukalapak Achmad Zaky menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Merdeka, Sabtu (16/2/2019). Zaky mengaku, secara pribadi meminta maaf kepada Jokowi serta meluruskan cuitannya tentang ‘Presiden Baru’ dalam pertemuan itu.

“Tadi saya mengucapkan terima kasih kepada bapak presiden yang sudah meluangkan waktunya untuk bertemu dengan saya mengundang saya. Secara pribadi, saya tadi mengucapkan minta maaf kepada bapak dan meluruskan juga yang kemarin,” kata Zaky usai bertemi Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (16/2/3019).

Pertemuan antara CEO Bukalapak itu dan Jokowi berlangsung terutup dari awak media. Jokowi turut didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Koordinator Staf Khusus Kepresidenan Teten Masduki.

Menurut Zaky, dalam pertemuan itu, dirinya bersama Jokowi juga membahas tentang rancangan pemerintah membuat Indonesia maju. Menurut dia, pemerintah telah memiliki rencana untuk membuat Indonesia maju dengan berbasis inovasi.

“Kita akan support juga dan komitmen juga dari sisi bukalapak. Poinnya adalah bagaimana membuat Indonesia maju,” ucap CEO Bukalapak Achmad Zaky.


Reporter: Titin Suprihatin

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

Buka Tanwir Muhammadiyah, Jokowi Kembali Tepis Isu PKI dan Antek Asing

Bengkulu – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Sidang Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu. Dalam forum itu, Jokowi meluruskan soal dirinya yang dituding antek asing dan anggota PKI.

“Saya ingin sampaikan berkaitan dengan isu yang 4 tahun ini saya diam dan tidak jawab apa-apa. Dan mumpung Tanwir Muhammadiyah, saya akan jawab, baik mengenai isu PKI, antek asing, antek aseng, kriminalisasi ulama, dan lain-lain,” kata Jokowi di lokasi Sidang Tanwir Muhammadiyah, Halaman Rumah Dinas Gubernur Bengkulu, Jumat (15/2/2019).

Jokowi mengatakan, dirinya sudah sejak 4 tahun lalu dituding sebagai Presiden RI yang antek asing. Jokowi mengaku heran dengan tudingan itu, sebab dirinya banyak melakukan kebijakan dengan mengambil alih aset dari tangan asing kembali dikelola penuh oleh Indonesia.
“Ini saya jawab, bukan marah ya, mohon maaf. Saya pikir antek asing yang mana? Padahal kalau kita tahu di 2015 Blok Mahakam yang dikelola Jepang dan Prancis sudah kita ambil dan diserahkan 100 persen ke Pertamina. Di tahun 2018, Blok Rokan yang dikelola Chevron (Amerika Serikat) lebih dari 90 tahun kemarin sudah kita menangkan dan 100 persen diserahkan ke Pertamina. Akhir 2018, bulan Desember yang namanya Freeport sudah mayoritas kita ambil 51,2 persen, sehingga saham pengendali ada di tangan kita yang diwakili PT Inalum, yang sebelumnya 40 dikelola oleh Freeport McMoran dan kita diam tidak ada yang namanya isu antek asing,” jelas Jokowi.

Jokowi mengatakan bukan hal yang mudah untuk mengambil aset dari tangan asing ke Indonesia. Menurutnya, isu dirinya antek asing ini memang sengaja dibesarkan di tahun politik ini.

“Dan untungnya deposit minyak di Blok Rokan masih gede, di Freeport tembaga dan emasnya masih banyak. Jadi kalau kita ambil alih insyaallah tidak ada ruginya,” katanya.

Soal tudingan sebagai anggota PKI, Jokowi menilai hal itu tidak masuk akal. Dia menjelaskan, dirinya lahir tahun 1961, sementara PKI dibubarkan sekitar tahun 1965-1966.

“Jadi, umur saya saat itu masih 4 tahun. Kalau ada yang menuduh Presiden Jokowi itu PKI, berarti dulu ada PKI balita?” kata Jokowi disambut tepuk tangan peserta Tanwir Muhammadiyah.

Tak hanya dirinya, Jokowii juga mengatakan orang tua hingga kakek neneknya juga dituding sebagai anggota PKI. Untuk itu, dia meminta publik untuk mengecek di masjid terdekat baik di rumah orang tuanya, maupun rumah kakeknya soal ‘keislaman’ keluarga.

“Atau utusan dari rektor UMS bisa untuk cek, sangat mudah sekali saat ini, tidak ada yang bisa ditutupi,” katanya.

Dia juga bicara soal banyak foto di media sosial yang menggambarkan dirinya ada saat Ketua PKI DN Aidit berpidato di tahun 1955, teparnya di momen pemilu.

“Saya belum lahir, kok saya ada di dekat dia. Gambar seperti ini ribuan banyaknya. Waktu saya diberitahu anak saya, saya lihat kok ya mirip saya. Gambar seperti ini lah yang sekarang ini banyak meresahkan. Dan isu seperti ini terus digoreng jelang bulan politik,” jelasnya.

Terakhir, Jokowi bicara soal dirinya yang dituding melakukan kriminalisasi ulama. Dia menjelaskan, siapapun dan apapun jabatannya, selama melakukan permasalahan dan diputus hukuman penjara, maka itu murni persoalan hukum.

“Negara kita negara hukum, semua sama di hadapan hukum. Kalau ada gubernur, menteri, bupati, ketua atau anggota dewan, insinyur, dokter, bermasalah dengan hukum ya pasti aparat hukum akan tindak lanjuti, siapapun. Yang namanya kriminalisasi kalau orang tidak punya masalah itu kriminalisasi, silakan datang ke saya, saya akan urus,” jelasnya.

“Tapi kalau ada masalah hukum dan harus berhadapan dengan aparat hukum karena ada masalah ya harus dijalani,” imbuh Jokowi.
(jor/idh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pajak Bikin Avtur Jadi Mahal?

Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan meluruskan informasi mengenai penyebab tingginya harga avtur dikarenakan tarif pajak pertambahan nilai (PPN).

Otoritas pajak tanah air ini menyebut bahwa penerapan tarif PPN sebesar 10% pada avtur yang dijual PT Pertamina (Persero) bukan sebagai penyebab tingginya harga avtur.

Penerapan PPN pada produk seperti avtur pun sama halnya dengan produk yang terkena PPN juga, bahkan tarif 10% pun sama.

Oleh karena itu, Ditjen Pajak menilai bahwa tingginya harga avtur karena terkena PPN sangat tidak tepat dan tidak adil.

Berikut ulasan lengkapnya:

(hek/ang)

Hadi Ngaku Bantu Pengusaha Tamin Menyuap Hakim PN Medan

Jakarta – Pengusaha Hadi Setiawan mengaku pernah dihubungi mantan Direktur Utama (Dirut) PT Erni Putra Terari, Tamin Sukardi untuk membantu mempengaruhi putusan pekara sidang di PN Medan. Hadi bersedia membantu Hadi Setiawan karena diminta untuk membebaskannya.

Tamin merupakan tahanan Kejaksaan Agung yang menjalani sidang perkaranya di PN Medan. Tamin menyampaikan kepada Hadi agar dibantu untuk dibebaskan dari tahanan.

“BAP Anda sekitar Desember dihubungi Tamin Sukardi yang ditahan Kejagung soal masalah tanah. Bahwa benar Tamin ditahan, saya dihubungi melalui telepon, Tamin sedang ditahan di gedung bundar. Tamin bilang Hadi bantu saya, ada kenalan di Kejagung ngga, biayanya bagaimana? Benar keterangan tersebut?” tanya jaksa saat sidang pemeriksaan terdakwa Hadi di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

“Betul memang kalimat itu,” kata Hadi Setiawan.

Saat Tamin menjalani sidang di PN Medan, Hadi menyebut telah pergi ke Kualanamu, Medan. Tujuannya, Tamin ingin bertemu Hadi untuk berbicara masalah perkaranya.

“Kemudian Pak Tamin telepon, waktu dia bilang sudah di Medan. Saya sama teman pengacara karena saya pikir butuh pengacara,” ucap Hadi.

Setelah itu, Hadi juga mengaku sempat bertemu Ketua PN Medan Marsudin Nainggolan, Wakil Ketua PN Medan Wahyu Prasetyo Wibowo. Dalam pertemuan itu membahas kasus yang menimpa Tamin di PN Medan.

“Saya bilang ada teman kasus namanya Tamin. Pak Wakil bilang jangan ikut-ikutan sedang dipantau KPK,” jelas Hadi.

Akhirnya Hadi mengaku bertemu dengan panitera pengganti Helpandi atas perintah Tamin. Dalam pertemuan tersebut, Helpandi memberikan amplop berisi uang titipan dari Tamin.

“Saya serahkan amplop, ini titipan dari Pak Tamin. Kemudian saya dapat laporan dari Helpandi sudah diserahkan kepada hakim,” kata Hadi.

Setelah itu, Hadi menerima laporan adanya operasi tangkap tangan (OTT) KPK di PN Medan. Dia yang memantau dari televisi melihat namanya disebut sebagai orang kepercayaan Tamin.

Dia mengaku menyesal perbuataan tersebut dan akhirnya menyerahkan diri ke KPK. Alasannya, ia ingin meluruskan jumlah uang yang diberikan kepada Helpandi.

“Saya menyesal di sana saya mohon maaf, saya melihat jumlah uang tidak cocok maka saya ingin menyerahkan diri ke KPK. Menurut laporan Helpandi sisa uang Rp 1 miliar, ternyata pas OTT ditemukan SGD 135 ribu berarti lebih dari Rp 1 miliar,” jelas Hadi.

Dalam perkara ini, Hadi didakwa membantu Tamin memberikan suap ke hakim PN Medan Merry Purba dan panitera pengganti Helpandi sebesar SGD 280 ribu untuk dibagikan ke Merry SGD 150 ribu.

Sedangkan sisanya, SGD 130 ribu, disebut jaksa akan diserahkan kepada hakim Sontan. Uang tersebut dimaksudkan untuk mempengaruhi putusan Tamin.
(fai/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Saling Sindir BPN Prabowo vs TKN Jokowi Soal ‘Operasi Foto’

Jakarta – Operasi foto dalam Pilpres 2019 menjadi pembahasan menyusul capres petahana, Joko Widodo yang dituding melakukan pencitraan keluarga harmonis lewat sesi foto di Istana Kepresidenan. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin saling melempar sindiran.

Fadli Zon yang menjadi salah satu juru debat BPN Prabowo-Sandiaga mempersoalkan foto Jokowi bersama keluarganya yang dianggapnya pencitraan. Hal tersebut lantaran ada banyak wartawan yang ikut dalam momen pemotretan itu.

“Mbok ya sutradaranya lebih bagus dalam rancang pencitraan, misalnya mau berikan pencitraan sebagai keluarga harmonis di Kebun Raya Bogor. Tapi wartawannya terlalu banyak. Harusnya kan wartawannya 2 atau 3, nanti di-share. Ini sampai 100 orang sehingga bocor pencitraan,” kata Fadli dalam diskusi di Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Waketum Gerindra itu lantas membandingkannya dengan operasi foto di Pilpres Amerika Serikat (AS). Menurutnya, munculnya pencitraan keluarga harmonis dilakukan untuk mendapatkan dampak. Namun, karena bocor dan tak mengerti teorinya, lanjut Fadli, yang muncul malah pencitraan brutal.
“Kalau dalam teori photo operation di Pilpres Amerika itu memang ada teorinya, namanya Photo Ops. memang dia sengaja berikan pencitraan untuk dapatkan impact tertentu bahwa kita ini memang keluarga harmonis. Itu dibikin rapi, (sementara) ini dibikin pencitraan brutal karena tidak mengerti teorinya,” ucap Wakil Ketua DPR ini.

Fadli mengkaitkan foto keluarga tersebut dengan elektabilitas capres nomor urut 01 itu yang diklaimnya mangkrak sehingga butuh pencitraan. Bahkan ia juga membandingkan Jokowi dengan Presiden RI ke-6 yang dianggapnya lebih tenang saat menghadapi pilpres untuk periode kedua.

Foto yang dimaksud Fadli diambil pada akhir tahun 2018 yang menunjukkan kebersamaan Jokowi dengan keluarganya di Istana Bogor. Pada Sabtu (8/12/2018), Jokowi mengajak keluarganya jalan sehat bersama lalu melanjutkan sesi tanya jawab dengan wartawan.

Saat itu, keluarga Jokowi buka-bukaan soal kehidupannya hingga berbicara soal politik. Dalam kesempatan itu Jokowi mengajak sang istri, Iriana. Kemudian ada dua anak Jokowi, Gibran Rakabuming dan Kahiyang Ayu. Anak bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep tidak ada karena harus bertolak ke luar kota.

Saling Sindir BPN Prabowo vs TKN Jokowi Soal 'Operasi Foto'Foto: Jokowi sekeluarga buka-bukaan dengan wartawan. (Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden).

Dua menantu Jokowi, Selvi Ananda dan Bobby Nasution juga tampak ikut dalam acara buka-bukaan keluarga orang nomor satu di Indonesia tersebut. Dua cucu Jokowi pun melengkapi kebersamaan, Jan Ethes dan Sedah Mirah.

Kepada wartawan, Jokowi bercerita sulitnya bisa berkumpul bersama keluarga mengingat sebagai kepala negara ia memiliki segudang aktivitas. Meski begitu, ia juga memperlihatkan bagaimana kedekatannya dengan anak-anak dan cucu walaupun sibuk. Foto yang memperlihatkan kerumunan wartawan sedang menyimak buka-bukaan Jokowi pun tersebar di publik.

Sehari setelahnya, Jokowi memamerkan kebersamaan dengan keluarganya yang diabadikan dalam bingkai monokrom karya dr Tompi. Foto dengan background Istana Kepresidenan tersebut diunggah Jokowi di Instagram., Minggu (9/12/2018).

Di foto itu, Jokowi dan keluarga duduk di pepohonan dengan formasi yang sama. Jokowi terlihat duduk di samping Jan Ethes. Di samping kanannya ada ayah dan ibu Ethes, Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda.

Selvi dan Gibran tengah menatap anggota keluarga Jokowi terbaru, Sedah Mirah yang berada dalam kereta bayi. Sedah Mirah diapit Iriana Jokowi, dan kedua orang tuanya Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution.

“Sebagai orang tua, saya selalu bersyukur, telah diberi-Nya anak-anak yang mandiri dan memikul tanggung jawab sendiri. Ada yang menjual kopi, ada yang berjualan martabak, juga ada yang menjual pisang goreng,” ujar Jokowi dalam postingannya.

“Dan, dengan kehadiran sepasang cucu, satu laki-laki dan satu perempuan, Alhamdulillah, lengkap sudah. Saya begitu menikmati kehadiran mereka. Jika sedang berada di luar kota, di sela pekerjaan, saya selalu berkomunikasi dengan anak cucu, terutama cucu saya. Lewat video call. Keluarga bagi saya selalu ada untuk memberi motivasi, mendorong, dan menambah semangat,” sambungnya.

Soal sindirian operasi foto, juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily menyatakan bingung dengan kritik Fadli yang mengaitkan foto keluarga Jokowi dengan operasi foto di Pilpres AS. Ia pun meminta Fadli untuk meluruskan pikirannya. Politikus Golkar ini lalu menyinggung soal keharmonisan keluarga capres jagoan Fadli Zon, Prabowo Subianto.

“Justru yang harus diluruskan adalah pikiran Fadli Zon sendiri, yang menilai foto itu secara politis. Apa karena capresnya Fadli Zon ini tidak punya keluarga yang tidak bisa diajak melakukan photo session?” kata Ace.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu menyebut, menunjukkan keharmonisan keluarga sangatlah penting. Ace mengatakan itu bisa menjadi cerminan bagi rakyat.

“Keluarga yang harmonis itu cermin dari ketahanan suatu bangsa. Bagaimana mau memimpin suatu bangsa, sementara mewujudkan keluarga harmonis saja tidak mampu?” sebutnya.

Pihak Istana sudah menanggapi klarifikasi terkait sindirian Fadli Zon. Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, pemberitaan soal Presiden Jokowi dan keluarganya memang banyak dimuat media belakangan ini. Termasuk munculnya sejumlah foto Presiden bersama keluarga yang tengah diwawancarai wartawan Kebun Raya Bogor, yang bersebelahan dengan Istana Kepresidenan Bogor pada 8 Desember 2018 lalu.

“Dapat disampaikan, sebenarnya tidak ada maksud keluarga Presiden Joko Widodo berfoto bersama di depan wartawan. Namun yang benar, Presiden Joko Widodo bersama keluarga menerima wawancara bersama dari wartawan istana yang berasal dari berbagai media karena banyaknya permohonan wawancara,” kata Bey memberikan klarifikasi.

Dia mengatakan, saat sesi wawancara itu kebetulan anggota keluarga Jokowi, kecuali Kaesang Pangarep, sedang berada di Istana Kepresidenan Bogor. Maka, kata Bey, Jokowi pun menyetujui permintaan agar mengikutsertakan seluruh anggota keluarganya dalam wawancara itu.

“Dikarenakan padatnya agenda Presiden dan kebetulan seluruh anggota keluarga sedang berada di Bogor, maka diputuskan Presiden menerima wawancara di Grand Garden, sebuah kafe yang terletak di kawasan Kebun Raya Bogor, Sabtu 8 Desember 2018 yang lalu,” urainya.

Terkait dengan foto yang bereda, ia mengatakan itu adalah hal yang wajar. “Ini juga sebagai dampak dari banyaknya media yang mewawancara, ingin mengambil momen Presiden bersama keluarga,” tutup Bey.

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Fadli Sindir Foto Keluarga Jokowi, TKN: Apa karena Capresnya Tak Punya?

JakartaFadli Zon menyindir capres petahana Joko Widodo yang disebutnya melakukan pencitraan keluarga harmonis lewat sesi foto di Istana Kepresidenan. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin memberi pembelaan dan balik menyindir dengan mempertanyakan keluarga Prabowo Subianto.

“Fadli Zon kembali salah melihat makna di balik foto sessionnya Pak Jokowi bersama keluarga. Pikirannya terlalu suudzon dalam melihat apa yang dilakukan Presiden Jokowi dengan foto sessionnya itu,” ungkap juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Selasa (12/2/2019).

Politikus Golkar ini mengaku heran dengan sikap Fadli yang menyoroti kehidupan pribadi seseorang. Ace juga menyatakan bingung dengan kritik Fadli yang mengaitkan foto keluarga Jokowi dengan operasi foto di Pilpres Amerika Serikat (AS).

“Mengapa Fadli Zon harus mengkritik fotonya Pak Jokowi dan keluarga? Apa maksud dibalik kritik fotonya tersebut dikaitkan dengan Pilpres a la Amerika Serikat?” tuturnya.
Ace pun meminta Wakil Ketua DPR itu untuk meluruskan pikirannya. Ia lalu menyinggung soal keharmonisan keluarga capres jagoan Fadli Zon, Prabowo Subianto.

“Justru yang harus diluruskan adalah pikirannya Fadli Zon sendiri yang menilai foto itu secara politis. Apa karena capresnya Fadli Zon ini tidak punya keluarga yang tidak bisa diajak foto session?” kata Ace.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini menyebut, menunjukkan keharmonisan keluarga sangat penting. Ace mengatakan, itu bisa menjadi cerminan bagi rakyat.

“Keluarga yang harmonis itu cermin dari ketahanan suatu bangsa. Bagaimana mau memimpin suatu bangsa, sementara mewujudkan keluarga harmonis saja tidak mampu?” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, Fadli Zon menyindir Jokowi yang dinilainya melakukan pencitraan lewat foto keluarga. Menurutnya, terlalu banyak wartawan yang ikut dalam sesi foto tersebut.

“Mbok ya sutradaranya lebih bagus dalam rancang pencitraan, misalnya mau berikan pencitraan sebagai keluarga harmonis di Kebun Raya Bogor. Tapi wartawannya terlalu banyak. Harusnya kan wartawannya 2 atau 3, nanti di-share. Ini sampai 100 orang sehingga bocor pencitraan,” kata Fadli dalam diskusi di Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2).

Ia lalu mengaitkan momen keluarga Jokowi itu dengan operasi yang digunakan dalam Pilpres AS. Fadli menyinggung soal gagalnya niat pencitraan lewat foto keluarga tersebut.

“Kalau dalam teori photo operation di Pilpres Amerika itu memang ada teorinya, namanya Photo Ops. memang dia sengaja berikan pencitraan untuk dapatkan impact tertentu bahwa kita ini memang keluarga harmonis. Itu dibikin rapi, (sementara) ini dibikin pencitraan brutal karena tidak mengerti teorinya,” tukas Waketum Gerindra itu.

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kirana Larasati Luruskan Fadli Soal Jokowi ‘Dipatuk’ Mik, Begini Ceritanya

Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyinggung insiden capres petahana Joko Widodo ‘dipatuk’ mikrofon. Insiden itu diduga terjadi dalam deklarasi Alumni SMA Jakarta Bersatu beberapa waktu lalu. Caleg PDIP Kirana Larasati yang hadir pada saat kejadian memberikan kesaksiannya, meluruskan pernyataan Fadli.

“Ha-ha-ha…, kurang kerjaan banget Fadli Zon komentari masalah mic. Komentar itu mbok ya masalah yang substansial gitu lho,” kata Kirana mengawali penjelasannya ketika dikonfirmasi, Selasa (12/2/2019).

Kirana hadir dalam acara deklarasi Alumni SMA Jakarta Bersatu yang digelar di Istora Senayan, 10 Februari 2019. Kirana yang mengaku berada sangat dekat dengan Jokowi, melihat tak ada hal aneh selama pidato capres nomor urut 01 itu.
“Saya ada di sana, duduk hanya berjarak 2 meter dari Pak Jokowi, dan tidak lihat hal aneh apapun,” tutur Kirana.

Calon legislatif dari daerah pemilihan Jawa Barat 1 (Bandung-Cimahi) itu lantas berbicara soal dugaan kemungkinan mikrofon yang dipakai Jokowi bergerak maju dan seolah terlihat seperti mematuk. Kirana juga berbicara soal penuhnya massa yang menghadiri acara tersebut.

“Mungkin saja mic itu terdorong relawan yang juga duduk berdesak-desakan di stage Pak Jokowi. Wajar saja, antusiasme kami semua yang sangat mencintai Pak Jokowi begitu besar. Apalagi jumlahnya ribuan, bisa dilihat dari Istora Senayan full house seperti itu,” sebut Kirana.

Bagi Kirana, video mik ‘mematuk’ itu menunjukkan sifat rendah hati Jokowi. Ada insiden, Jokowi, katanya, hanya tersenyum tanpa emosi sedikitpun.

“Dan bisa dilihat betapa baiknya hati beliau, terjadi kecelakaan kecil begitu ya hanya senyum. Tidak marah-marah atau melempar sesuatu,” ucap Kirana dengan senyum.

Sebelumnya diberitakan, potongan video capres petahana Joko Widodo sedang berpidato dan terlihat mengalami masalah dengan mikrofon ramai dibahas dan turut dikomentari Fadli Zon.

Video berdurasi 14 detik itu memperlihatkan Jokowi yang tengah berpidato dan menyinggung soal antek asing. Video itu di-retweet Fadli Zon dan ramai diperbincangkan di media sosial seperti Twitter dengan narasi Jokowi ‘dipatuk’ mik.

“Coba, coba kita lihat. Yang ngomong antek asing, antek asing, antek asing…,” kata Jokowi. Tiga kali menyebutkan kalimat antek asing, mikrofon yang dipakai Jokowi tiba-tiba maju. Belum diketahui penyebab majunya mikrofon tersebut.

Fadli Zon, dalam diskusi di Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, siang ini, menyinggung soal mikrofon saat bicara soal ‘Petruk Dadi Ratu’. Dia mengatakan saat Petruk kembali menjadi wujud semula, dia selalu berbuat salah. Apa yang dilakukan pasti bermasalah.

“Setelah itu, apa yang dilakukan salah. Pakai baju salah, naik motor salah. Mau ulang kata-kata bocor saja mikrofon yang tendang mulutnya,” ucap Wakil Ketua DPR itu.
(gbr/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>