Melanjutkan Perjuangan Awaloedin Djamin Membangun Polisi Profesional

Jakarta – Institusi Polri berduka atas meninggalnya mantan Kapolri periode 1978-1982 Awaloedin Djamin. Awaludin wafat di usia 91 tahun.

Sosok Awaluoedin begitu membekas di benak para anggota polri, termasuk Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto. Komjen Arief menempatkan almarhum sebagai panutan dan sosok inspiratif dan yang memberikan banyak pemikiran untuk membangun Porli.

“Hari ini Polri berduka, dengan berpulangnya seorang tokoh Polri yang menjadi panutan dan sumber inspirasi. Pemikiran dan sumbangan ide yang tidak pernah berhenti untuk membangun Polri sampai di akhir hayatnya,” kata Arief dalam Safarinya ke lembaga Pendidikan Polri di Jawa Timur seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (1/2/2019).

Arief berharap sikap itu dapat diteladani oleh anggota Polri yang menjadi penerus Awaludin. Untuk itu, menurut Arief, perlu dilakukan regenerasi agar menghasilkan polisi-polisi berintegritas di masa depan.

“Regenerasi tidak akan ada manfaatnya bila tidak disertai dengan kaderisasi pemimpin Polri masa depan yang profesional dan berintegritas. Tugas itu sebagian besar menjadi tanggung jawab Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri yang mencetak dan membekali anggota baru dan calon pemimpin baru dengan berbagai ilmu pengetahuan dan ketrampilan serta penanaman nilai-nilai integritas yang tinggi,” ujarnya.

Proses regenerasi itu, kata Arief, akan bergantung pada peran para guru, instruktur dan pelatih di Lemdiklat Polri. Sebab merekalah yang setiap hari memberikan ilmu dan berinteraksi dengan calon anggota Polri.

“Masa depan Polri di tangan kita dan kita harus bangga diberi peran sebagai pendidik, instruktur, pelatih maupun tenaga kependidikan” ucapnya.

Awaludin mmeninggal pada pukul 14.45 WIB, Kamis (31/1/2019) di RS Medistra. Jenazah almarhum sempat disemayamkan di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan.

Semasa hidupnya, Awaludin pernah menerima sejumlah penghargaan diantaranya menerima Bintang Dharma, Bintang Bhayangkara dan Bintang Mahaputra Adipradana. Dia juga Satya Lencana Perang Kemerdekaan termasuk penghargaan Das Gross Rreuz dari pemerintah Jerman Barat dan The Phillipine Legion of Honor dari pemerintah Filipina.
(abw/rna)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *