PD: Andi Arief Rawat Medis, Tak Benar Dibebaskan

Jakarta – Partai Demokrat menyatakan Andi Arief menjalani asesmen di Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait kasus sabu. Karena itu, Demokrat menepis tudingan Andi Arief dibebaskan.

“Saya di sini dengan Bang Pudjo (Kombes Sulistyo Pudjo) dari (Kabid Humas) BNN. Kami mengantarkan saudara Andi Arief sahabat saya untuk melakukan proses rawat medis,” kata Wasekjen Partai Demokrat, Rachlan Nashidik, di Gedung BNN, Jl. MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (6/3/2019)

Rachland mengatakan Andi bukan pelaku kriminal dan kejahatan. Sebab, dalam asas pidana harus ada korban.
“Kalau kasus Pak Andi Arief ini korbannya apa? Dirinya sendiri. Andi ini adalah berdasarkan Pasal 127 itu ditemukan sebagai pengguna dan tidak ada barang bukti,” ujarnya.

Sebab itu, lanjutnya, prosedur yang harus dilakukan adalah melakukan proses rawat medis. Asesmen-asesmen itu dikatakannya sudah dilakukan secara simultan oleh kepolisian maupun BNN sejak kemarin.

“Jadi hasilnya sedang kita lakukan sekarang ini. Pak Andi akan mengikuti serangkaian proses rawat medis. Jadi kalau ada anggapan di luar bahwa Andi ini dibebaskan terus pulang ke rumah ya nggak bener gitu,” ucapnya.

Kedatangan Andi hari ini, menurut Rachland, jadi bukti koleganya itu mengikuti prosedur.

“Ini buktinya bahwa Andi sedang melakukan prosedur yang telah ditetapkan untuk melakukan rehab medis dan ini proses awalnya. Kita akan menunggu rekomendasinya seperti apa dari pihak BNN,” ujarnya.

Soal wajib lapor kemana, Rachland mengatakan belum ditentukan. Namun, lanjutnya, dalam rehabilitasi yang penting bukan lapor tapi datang baik rawat inap maupun rawat jalan.
(idh/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dokter Beberkan Rentetan Tindakan Medis untuk Sunarti Selama di RSHS Bandung

Liputan6.com, Bandung Sebelum dikabarkan meninggal dunia, dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyatakan pasien penderita obesitas Sunarti asal Karawang dipulangkan dalam keadaan baik.

Sunarti dirawat sejak 1 Februari 2019 dengan rujukan dari Rumah Sakit Karawang. Untuk penanganan obesitas selama perawatannya, RSHS membentuk tim khusus.

Lalu, pada 18 Februari 2019, Sunarti menjalani bedah lambung atau bariatrik surgery berupa tindakan pengecilan lambung. Tindakan operasi berjalan dengan baik dan setelah operasi pasien dalam kondisi yang baik.

Dokter penanganan pasien Sunarti, Ervita Ritonga, mengatakan pasca-operasi Sunarti awalnya dirawat di ICU. Tiga hari setelah operasi, Sunarti dipindahkan ke ruang rawat biasa.

Selama perawatan di ruang rawat biasa, kata Ervita, sampai dengan pulang banyak kemajuan yang didapatnya. Terlihat dari rasa nyerinya berkurang, makan juga sesuai target yang ditetapkan tim dokter. Apalagi mobilisasi Sunarti mulai ada perkembangan. Dirinya sudah bisa miring kanan kiri walaupun dengan bantuan.

“Sudah bisa duduk pada dua hari terakhir pasien sebelum dipulangkan,” kata Elvira kepada Liputan6.com, Senin, 4 Maret 2019.

Selanjutnya, kata Ervita, pasien diperbolehkan pulang untuk melakukan rawat jalan. “Dengan pertimbangan pasien sudah baik kondisinya, stabil, keluarga juga dirasa sudah cukup mengerti tentang apa yang harus dilakukan di rumah. Jadi pasien kami pulangkan 1 Maret kemarin,” ucapnya.

Proses pemulangan Sunarti dilakukan pada Jumat. Ia diantar dengan ambulans ke rumah. Turut juga keluarga mendampingi Sunarti. Ia kemudian tutup usia sehari setelah dipulangkan dari RSHS Bandung di rumahnya, pada Sabtu (2/3/2019).

Sebelum Sunarti pulang ke rumah, Ervita sempat berbincang dengan pasien dengan keluarga. Menurut dia, pasien tidak mengeluhkan rasa sakit apa pun.

Ervita juga berkata, keluarga pasien sudah cukup paham mengenai apa yang harus dilakukan di rumah. Ia menginformasikan terlebih dahulu terkait hal-hal penting yang mesti dilakukan seperti asupan makanan yang harus diberikan, membantu gerak pasien dan antisipasi jika mengalami keluhan seperti sesak napas dan nyeri dada.

Setelah Sunarti dikabarkan meninggal, dokter berusaha menanyakan kepada suami perihal kondisi Sunarti sebelum tutup usia. “Saya tanyakan apa yang terjadi, ada keluhan sejak keluar rumah sakit atau tidak, sampai tengah malam terjadinya sesak napas. Menurut suaminya tidak ada keluhan apa-apa,” kata Ervita.


Simak juga video pilihan berikut ini:

Helikopter Medis Jatuh di Iran, 5 Orang Penumpang Tewas

Iran – Helikopter medis darurat jatuh di desa barat daya Iran pada hari Senin waktu setempat. Kecelakaan helikopter itu menyebabkan lima orang penumpang meninggal dunia.

“Mengikuti permintaan untuk menyelamatkan hidup seorang ibu hamil berusia 26 tahun yang membutuhkan perawatan darurat … sebuah helikopter dikirim yang sayangnya mengalami kecelakaan,” kata Pir Hossein Koolivand, yang mengepalai layanan darurat Iran, seperti dilansir AFP, Selasa (4/4/2019).

“Tiga anggota awak dan dua pekerja pertolongan pertama mati”, tambahnya.

Dia mengatakan helikopter itu sedang dalam perjalanan untuk merawat ibu hamil. Namun Koolivand tidak merinci lebih lanjut penyebab kecelakaan tersebut.

Juru bicara layanan darurat Mojtaba Khaledi mengatakan awak itu dikirim ke sebuah desa pegunungan 30 kilometer (19 mil) dari kota Shahr-e Kord di Provinsi Chaharmahal-Bakhtiari.

Kantor berita negara IRNA mengatakan helikopter itu bertabrakan dengan menara transmisi. Sedangkan TV pemerintah mengatakan helikopter itu menabrak pegunungan.

Pegunungan Zagros yang melewati Chaharmahal-Bakhtiari telah menjadi lokasi beberapa tabrakan dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, sebuah pesawat pribadi jatuh di daerah itu awal tahun lalu yang menewaskan sebelas penumpang. Korban kecelakaan itu termasuk putri seorang pengusaha Turki terkemuka dan teman-temannya yang pulang dari pertemuan para gadis.

Pada Februari 2018, sebuah pesawat penumpang yang dioperasikan oleh Aseman Airlines Iran jatuh di jajaran Zagros. Kecelakaan itu menewaskan 66 orang penumpang di dalamnya.
(knv/aik)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

AHY Sampaikan Rekomendasi PD untuk Presiden Mendatang Malam Ini

Jakarta – Komandan Kogasma Pemenangan Pemilu Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan menyampaikan pidato politiknya malam ini. Pidato AHY mengangkat tema ‘Rekomendasi Partai Demokrat kepada Presiden Indonesia Mendatang’.

Pidato politik AHY akan disampaikan di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019) pukul 19.30 WIB. Pidato ini disampaikan AHY menyusul mandat yang diberikan Ketum PD sekaligus ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Teman-teman yang baik, Insyaallah, malam ini saya akan menyampaikan pidato politik dengan judul ‘Rekomendasi Partai Demokrat kepada Presiden Indonesia Mendatang’. Live di @tvonenews pukul 19.30-20.00 WIB. Terima kasih, dan semoga berkenan menyaksikan. Salam, AHY,” ujar AHY lewat akun Twitter @AgusYudhoyono.
Mandat itu sebelumnya disampaikan SBY karena tidak bisa ikut terlibat dalam masa kampanye hingga hari pencoblosan, 17 April 2019. SBY harus mendampingi sang istri, Ani Yudhoyono yang tengah menjalani perawatan medis di Singapura karena mengidap kanker.
Melalui secarik surat, AHY diberi tugas memimpin pemenangan Pemilu PD. Sedangkan anak kedua SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengatur keseimbangan pelaksanaan tugas kedewanan, dengan tugas kampanye para anggota DPR RI dari PD.

“Secara nasional komandan Kogasma, saudara AHY bertanggung jawab dan bertugas melaksanakan kampanye pemenangan Pemilu 2019,” ujar SBY melalui surat yang dibacakan oleh Sekjen PD Hinca Panjaitan di kantor DPP PD, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/2).
(dkp/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Batuk Darah Terus-Menerus, Ternyata Lintah Hidup di Tenggorokan Pria Ini

Liputan6.com, Jakarta – Tanpa sadar kadang peristiwa yang tak diharapkan bisa terjadi. Seorang pria dari Yibin, Tiongkok baru-baru ini mengalami peristiwa mengerikan karena lintah masuk ke dalam bagian tubuhnya.

Melansir World of Buzz, Jumat (1/3/2019), pria bernama Li awalnya mengeluh sakit tenggorokan dan batuk darah terus-menerus selama dua bulan penuh. Kondisi tersebut yang membuatnya memutuskan untuk datang ke sebuah rumah sakit.

Namun, ketika dokter Zhang Dadong melakukan endoskopi pada Li, dia segera menyadari bahwa ada lintah yang hidup di tenggorokan pasiennya.

Karena dokter kesulitan untuk mengambil parasit berlendir tersebut, dia pun akhirnya menggunakan sepasang forceps untuk menghilangkannya setelah dibius dengan aerosol. Dokter akhirnya mendapati lintah berukuran 10 cm dari tenggorokan Li.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Sering Minum Air Mentah

Li diyakini telah menelan telur lintah ketika dia minum air mentah. Selama dua bulan, larva kemudian menetas dan tumbuh menjadi ukuran 10 cm.

Karena itu, dokter Zhang serta situs web medis lainnya menyarankan masyarakat merebus air yang akan dikonsumsi untuk membunuh parasit. Itu juga akan jauh lebih aman untuk diminum.

(Ul)

TKN Jokowi: Sidang Ratna Sarumpaet Perlihatkan Buruknya Leadership Prabowo

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin bersyukur sidang kasus hoax Ratna Sarumpaet akhirnya digelar. Menurut TKN Jokowi-Ma’ruf, kasus Ratna menunjukkan bahwa kubu Prabowo mampu menggunakan segala cara untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2019.

“Saya bersyukur sidang kasus Ratna Sarumpaet bisa digelar kemarin. Perkara Ratu hoax dari kubu hoax akhirnya disidangkan,” kata Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

“Cara kubu Pak Prabowo yang mempergunakan segala cara untuk memenangkan kompetisi politik dengan keji dan kejam. Mereka berambisi untuk mem-framing Pak Jokowi sebagai pemimpin diktator dan otoriter. Kasus Ratna mereka ‘santap’ degan lezatnya. Diungkap ke media bukan dilaporkan ke kepolisian,” sambungnya.


Pria yang akrab disapa Toni itu menilai, sidang kemarin memperlihatkan buruknya kepemimpinan (leadership) Prabowo yang mudah mempercayai hoax yang direkayasa oleh Ratna. Menurut dia, Prabowo tampil sebagai pemimpin yang emosional karena menelan informasi tanpa melakukan klarifikasi.

“Kasus Ratu Hoax ini juga memperlihatkan buruknya leadership Prabowo. Prabowo pemimpin yang tidak matang dan emosional sehingga tidak mampu memproses sebuah informasi dengan tepat sehingga keputusan yang diambil sangat buruk. Grasa-grusu, semua informasi ditelan bulat-bulat tanpa klarifikasi sama sekali,” tutur Toni.

“Lalu apa yang diharap rakyat dari kubu penyebar hoax dengan calon presiden yang leadership yang buruk?” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Ratna menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Selatan, Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (28/2). Jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Ratna Sarumpaet membuat keonaran dengan menyebarkan hoax penganiayaan. Ratna disebut sengaja membuat kegaduhan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak yang disebut akibat penganiayaan.

Padahal kondisi bengkak pada wajah Ratna merupakan efek dari operasi plastik di RS Bina Estetika, Menteng. Jaksa mengungkap, Ratna memfoto dirinya saat menjalani perawatan medis, lalu menyebarkan foto ditambah keterangan soal terjadinya penganiayaan.
(azr/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sering Pusing Mendadak? Ini 8 Kemungkinan Penyebabnya

Liputan6.com, Jakarta Anda mungkin pernah merasa pusing secara tiba-tiba. Penyebabnya tidak hanya karena satu hal tapi mungkin ada beberapa hal lain.

Berikut beberapa pemicu pusing mendadak yang mungkin tidak diduga. Selengkapnya seperti dilansir Huffington Post (1/3/2019).

1. Berdiri terlalu cepat

Ketika Anda bangun terlalu cepat dari posisi duduk atau berbaring, peredaran darah Anda belum bergerak secara lancar di area kepala.

“Secara medis, ini dikenal sebagai ‘hipotensi ortostatik’, di mana ada penurunan tekanan darah secara drastis ketika Anda berdiri,” ungkap kata dokter kebidanan dan kandungan asal California, Amerika Serikat, Sherry Ross.

2. Permasalahan di telinga bagian dalam

Penyebab umum vertigo menurut ahli saraf dokter Ilan Danan karena Benign Paroxysmal Positional Vertigo atau yang disingkat BPPV. “BPPV disebabkan oleh tidak berfungsinya saluran telinga bagian dalam secara sementara, yang mengakibatkan pusing parah dan gerakan mata yang tidak terkendali secara cepat. Hal ini dikenal sebagai nystagmus,” imbuhnya.

Menurut dokter Katharine Miao, pasien vertigo merasakan pusing makin hebat bila saat dirinya bergerak. Dalam beberapa hari kondisi ini bisa sembuh tapi bisa juga diberikan pengobatan.

2 dari 3 halaman

Migrain

Constantine Palaskas, seorang otolaringologi (dokter khusus pengobatan penyakit telinga, tenggorokan, kepala, dan leher) di Swedish Neuroscience Institute, Seattle, Amerika mengatakan bahwa migrain yang tidak lazim mungkin penyebab pusing tiba-tiba.

“Migrain adalah gangguan yang sangat umum, dan walaupun biasanya ditandai dengan sakit kepala, sejumlah besar penderita migrain mungkin menemukan dirinya berjuang melawan vertigo karena migrain,” ucapnya.

4. Gula darah rendah

Gejala ini juga disebut sebagai hipoglikemia. Memiliki gula darah rendah juga dapat mengakibatkan Anda menjadi lebih sering marah, merasa kedinginan, berkeringat, dan detak jantung menjadi cepat. Untuk mengatasinya, disarankan untuk memakan makanan yang seimbang dengan protein dan karbohidrat.

5. Tekanan darah rendah

Richard Wright, seorang ahli jantung di Santa Monica, Amerika mengatakan bahwa tekanan darah diukur dengan ‘sistolik’ (tekanan darah berada di angka atas yaitu 120) dan ‘diastolik’ (tekanan darah berada di angka rendah yaitu 80).

Wright menambahkan bahwa alasan paling umum seseorang menjadi pusing atau pingsan adalah karena tekanan darah sistolik terlalu rendah untuk memungkinkan aliran darah yang cukup ke otak.

“Ini biasanya terjadi ketika tekanan sistolik kurang dari 80,” katanya.

3 dari 3 halaman

6. Umur

“Ketidakseimbangan benar-benar umum pada orang tua karena penurunan penglihatan, [serta] telinga dan otak,” kata dokter THT, Anil K. Lalwani di New York, Amerika.

7. Kurang minum

Harvard Health menyatakan bahwa ketika tubuh Anda tidak mendapatkan air yang cukup akan membuat volume darah akan turun dan dapat menurunkan tekanan darah serta menghalangi otak untuk mendapatkan darah yang cukup.

8. Kekurangan zat besi

Palaskas kembali mengungkapkan bahwa tingkat kekurangan zat besi sering dikaitkan dengan anemia. Jika hal ini terjadi, Anda dihimbau untuk mengunjungi dokter kepercayaan untuk melakukan tes darah guna mengukur tingkat zat besi dalam tubuh Anda.

Selain itu, dihimbau juga untuk mengonsumsi makanan seperti kacang merah, bayam, atau makanan yang mengandung zat besi.

Penulis: Dara Elisabeth

3 Pesan Ratna Sarumpaet ke Koleganya Saat Sebarkan Hoaks Penganiayaan

Liputan6.com, Jakarta – Ratna Sarumpaet sudah menjalani sidang perdananya terkait kasus hoaks pada Kamis, 28 Februari 2019. Sidang tersebut digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kasus ini mencuat dari cerita Ratna Sarumpaet soal penganiayaan dirinya oleh orang tak dikenal hingga mengakibatkan wajahnya lebam dan bengkak-bengkak. Hal itu seiring foto-foto dirinya yang beredar di media sosial dan viral.

Tampak hadir mendamping putri Ratna Sarumpaet, Atiqah Hasiholan. Sidang tersebut beragendakan pembacaaan dakwaan. Jaksa mendakwa Ratna telah menyebarkan berita bohong kepada banyak orang yang dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Apalagi, berita bohong yang disebarkannya itu dinilai telah menimbulkan pro dan kontra. Dalam dakwaan yang dibacakan, terungkap jika Ratna beberapa kali mengirimkan pesan singkat melalui WhatsApp.

Pesan tersebut dibagikan Ratna kepada beberapa orang. Pesan yang disebar juga disertai foto Ratna saat dirinya sedang menjalani operasi wajah di RS Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

Berikut pesan-pesan yang disebar Ratna Sarumpaet kepada koleganya terkahit hoaks penganiayaan dihimpun Liputan6.com:

2 dari 5 halaman

1. Ahmad Rubangi

Dalam dakwaan yang dibacakan, Ratna Sarumpaet diketahui mengirimkan pesan kepada Ahmad Rubangi, Saharudin, dan Makmur Julianto alias Pele. Saat itu, Ratna mengabarkan kepada ketiganya jika dirinya akan pergi Bandung, Jawa Barat.

Namun rupanya, Ratna tidak pergi ke Bandung. Ia justru pergi RS Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat untuk melakukan tindakan medis operasi perbaikan muka (facelift) atau tarik muka (pengencangan kulit muka).

Ratna dirawat di ruang perawatan B1 lantai 3 untuk dirawat inap pada Jumat, 21 September 2018 hingga Senin, 24 September 2018. Saat dirawat itulah Ratna beberapa kali mengambil foto dan kemudian diberikan kepada Ahmad Rubangi ketika perjalanan pulang.

Di dalam perjalanan, terdakwa mengirimkan beberapa foto wajah terdakwa yang dalam kondisi lebam dan bengkak tersebut melalui WhatsApp kepada Ahmad Rubangi.

Saksi kemudin bertanya, “Ya Allah.. Kok sampai begitu..” dan dijawab terdakwa, “Dipukulin 2 laki2”.

Sesampai di rumah, terdakwa bercerita ke Ahmad Rubangi, Saharudin, dan Pele soal foto itu di kamarnya. Sembari menangis, terdakwa bercerita dipukul oleh orang sambil menunjukkan wajah lebam dan bengkak. Setelah itu, dia mengaku ingin istirahat sehingga saksi meninggalkan kamarnya.

3 dari 5 halaman

2. Rocky Gerung

Keesokan harinya pada 25 September 2018 pukul 20.43 WIB, terdakwa Ratna Sarumpaet mengirimkan foto yang sama ke Rocky Gerung dengan pesan, “21 September jam 18.50 WIB, area bandara Bandung”. Pukul 20.44 WIB, dia mengirim pesan lagi, “Not For Public”.

Rabu 26 September 2018 di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, terdakwa bertemu dengan Deden Syarifuddin dan bercerita habis dipukuli. Dia pun kembali sambil menangis.

Pukul 16.30 WIB, Kamis 27 September 2018, saksi mengirim pesan lagi ke Rocky Gerung dengan pesan, “Hei Rocky negrinya makin gila n hancur – need badly :)”, dan pukul 16.33 WIB dengan pesan, “Need you badly”, pukul 16.36 WIB dengan pesan “Pasti kamu bahagia sekali disana ya, Penghormatan pada alam, bless you”.

Pada Jumat 28 September pukul 19.22 WIB, terdakwa kembali mengirim foto wajahnya ke Rocky Gerung dengan pesan “Day 7th”.

4 dari 5 halaman

3. Said Iqbal

Tak mendapat respons dari Rocky Gerung hingga hari ke-7, akhirnya Ratna menghubungi rekan aktivisnya yang lain yakni Said Iqbal. Lewat asistennya Saharudin, Said akhirnya bertemu Ratna di kediamannya pada 28 September 2018.

Kepada Said, Ratna mengaku dikeroyok dengan skenario cerita bohongnya, dan bukan lantaran efek operasi plastik. Lewat Said yang diketahui seorang aktivis buruh ini, Ratna meminta dirinya dipertemukan dengan Ketum Gerindra yang juga Capres 02, Prabowo Subianto.

Said yang bergerak cepat, langsung meneruskan informasi Ratna kepada ajudan Prabowo bernama Dani, berikut foto-foto wajah lebam Ratna.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Jerat Pidana Hoaks Ratna Sarumpaet

Liputan6.com, Jakarta – Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet akhirnya duduk di kursi pesakitan. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk kali pertama menggelar sidang dugaan hoaks yang dilakukan ibunda artis Atiqah Hasiholan tersebut, Kamis 28 Februari 2019.

Jaksa mendakwa Ratna Sarumpaet telah menyebarkan berita bohong kepada banyak orang yang dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Apalagi, berita bohong yang disebarkannya itu dinilai telah menimbulkan pro dan kontra.

Jaksa penuntut umum mendakwa Ratna Sarumpaet dengan dakwaan alternatif.

“Dakwaan kesatu Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua Pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” ujar jaksa. 

Sementara pada dakwaan kedua, jaksa menduga Ratna Sarumpaet, dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, ras atau antar golongan (SARA).

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” tutur jaksa.

Dalam dakwaan, terungkap bahwa Ratna menangis mengaku dipukuli sehingga mukanya lebam dan bengkak. Jaksa menyatakan, pada Jumat 21 September 2018 sekira pukul 16.00 WIB, Ratna Sarumpaet memberitahukan kepada saksi Ahmad Rubangi, Saharudin, dan Makmur Julianto alias Pele akan pergi ke Bandung.

“Namun ternyata, terdakwa tidak pergi ke Bandung melainkan pergi ke Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat untuk melakukan tindakan medis operasi perbaikan muka (facelift) atau tarik muka (pengencangan kulit muka),” kata jaksa.

Bedah medis tersebut, sudah dijadwalkan dengan dr Sidik Setiamihardja. Kemudian Ratna Sarumpaet ditempatkan di ruang perawatan kamar B1 lantai 3 untuk menjalani rawat inap sejak Jumat, 21 September 2018 sampai dengan Senin 24 September 2018.

“Bahwa selama menjalani rawat inap tersebut, terdakwa beberapa kali mengambil foto wajahnya dalam kondisl lebam dan bengkak akibat tindakan medis dengan menggunakan handphone merk Iphone. Setelah selesai menjalani rawat inap. Pada hari Senin tanggal 24 September 2018, terdakwa pulang ke rumah,” kata jaksa.

Di dalam perjalanan, Ratna mengirim beberapa foto wajah dalam kondisi lebam dan bengkak tersebut melalui whatsappnya kepada saksi Ahmad Rubangi. Saksi Ahmad kemudian menanggapi foto tersebut dengan membalas pesan Ya Allah, Kak sampai begitu.

Ratna pun membalas. “Dipukulin 2 laki-laki,” kata Jaksa.

Jaksa mengatakan, sesampainya di rumah, Ratna meminta Ahmad Rubangi untuk memanggil saksi Saharudin dan saksi Makmur Julianto alias Pele masuk ke kamar.

Ratna Sarumpaet lalu bercerita sambil menangis bahwa dipukuli orang dengan menunjukkan wajah lebam dan bangkak.

“Kemudian terdakwa mengatakan ingin istirahat. Selelah itu saksi Ahmad Rubangi dan saksi Makmur Julianto alias Pele dan saksi Saharudin keluar dari kamar terdakwa,” kata jaksa.

Keesokan harinya pukul 20.43 WIB, terdakwa mengirimkan foto yang sama ke Rocky Gerung dengan pesan, “21 September jam 18.50 WIB, area bandara Bandung”. Pukul 20.44 WIB, dia mengirim pesan lagi, “Not For Public”.

Rabu 26 September 2018 di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, terdakwa bertemu dengan Deden Syarifuddin dan bercerita habis dipukuli. Dia pun kembali sambil menangis.

Pukul 16.30 WIB, Kamis 27 September 2018, saksi mengirim pesan lagi ke Rocky Gerung dengan pesan, “Hei Rocky negrinya makin gila n hancur – need badly :)”, dan pukul 16.33 WIB dengan pesan, “Need you badly”, pukul 16.36 WIB dengan pesan “Pasti kamu bahagia sekali disana ya, Penghormatan pada alam, bless you”.

Pada Jumat 28 September pukul 19.22 WIB, terdakwa kembali mengirim foto wajahnya ke Rocky Gerung dengan pesan “Day 7th”.

Pukul 23.00 WIB, Ratna Sarumpaet meminta Saharudin menelepon Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Setelah terhubung, dia curhat telah dianiaya sembari menangis. Dia meminta Said Iqbal ke rumahnya.

Ketika Said Iqbal datang, terdakwa berkata, “Kakak dianiaya” dan menceritakan kronologi penganiayaannya. Dia juga menunjukkan foto wajahnya yang lebam.

Dia lalu minta dipertemukan dengan Prabowo Subianto. Ratna mengaku sudah berbicara dengan Fadli Zon dan mendapat informasi tengah diatur waktu untuk bertemu Prabowo.

Dia kemudian mengirimkan foto wajah lebamnya ke Saiq Iqbal untuk diteruskan ke ajudan Prabowo atas nama Dani.

Pukul 23.01 WIB, Sabtu 29 September 2018, Ratna Sarumpaet mengirim foto wajahnya ke Rocky Gerung dengan pesan, “Mungkin aku tidak harus ngotot membantu memperbaiki bangsa yang sudah terlanjur rusak ini. It’s painful.”

Pukul 23.42 WIB dia juga kembali mengirimkan 3 foto wajahnya ke Basariaja alias Basari dan 3 menit kemudian dia mengirim pesan, “KK sedang sangat kesakitan/menderita saat KK minta tolong ingin bicara dengan Pak Joksan.”

Tak berhenti di situ, dia mengirim 3 foto wajahnya ke Simon Aloysius Mantiri dengan pesan, “Ini terjadi di area parkir Bandara Bandung 21 sept 2018, Saya harus bertemu 08 segera Pak Simon, Saya mohon …..” dan mendapat jawaban, “Kurang ajar sekali Bu itu pelakunya.”





2 dari 3 halaman

Akui Salah dan Ajukan Penangguhan Penahanan

Ratna Sarumpaet mengakui kesalahan di hadapan majelis hakim saat sidang perdana kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Saya ingin menyampaikan sebagai warga negara yang harus berhadapan dengan pengadilan. Pengalaman dari saya ditangkap dan apa yang saya ketahui baik melalui bacaan saya betul melakukan kesalahan,” ucap Ratna, Kamis 28 Februari 2019.

Meski begitu, Ratna merasa ada beberapa poin yang tidak sesuai fakta. Dia melihat kasusnya bernuasa politik.

“Yang terjadi di lapangan dan terjadi peristiwa penyidikan ada ketegangan bahwa memang ini politik,” ucap dia.

Karenanya Ratna berharap majelis hakim mengutamakan keadilan dibandingkan kekuasaan.

“Dengan semua unsur yang ada di sini, marilah menjadi hero untuk bangsa ini. Bukan untuk saya. Tapi di atas segalanya hukum bukan untuk kekuasaan,” tutup dia.

Namun, tudingan nuansa politis ini dibantah kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Desmihardi. Dia menyanggah adanya muatan politis yang disebut disebut kliennya.

“Tidak ada motif politik sama sekali. Dakwaan kedua kita lihat kebohongan itu diproduksi untuk meyakinkan masyarakat saja, dan bahkan untuk meyakinkan BPN Prabowo-Sandi,” katanya usai persidangan.

Desmihardi mengatakan, lontaran kebohongan yang disebut Ratna murni karena malu dengan keluarga. Dia menegaskan, kebohongan itu hanya dibuat untuk keluarga, tidak ada tujuan menyebarkannya kepada publik.

“Ini murni karena beliau malu lebamnya diketahui oleh keluarga, sehingga harus mengarang cerita bahwa beliau dipukuli. Ini kebohongannya hanya untuk keluarga, karena beliau ingin keluarga tidak tahu beliau operasi plastik,” katanya menandasi.

Pada sidang tersebut, pengacara juga mengajukan permohonan kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mengalihkan status penahanan kliennya dari tahanan Polda Metro Jaya menjadi tahanan rumah atau kota.

Desmihardi membacakan pertimbangan mengajukan permohonan tersebut. Dia menyebutkan dua pertimbangan pengajuan penangguhan tahanan bagi kliennya, yakni berdasarkan hukum dan sisi kemanusian.

Ia menyatakan, Ratna Sarumpaet tidak ada niat melarikan diri. Kemudian, terdakwa tidak pernah melakukan hal-hal yang dapat dianggap mempersulit jalannya proses hukum.

“Bahwa selama proses pemeriksaan di tingkat kepolisian dan tingkat Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan terdakwa Ratna Sarumpaet sangat kooperatif dan tidak mempersulit jalannya pemeriksaan. Selanjutnya terdakwa maupun keluarga dalam hal ini anak-anak menjamin bahwa terdakwa akan selalu menghadiri persidangan dengan tidak sulit jalannya sidang pengadilan ini,” ucap Desmihardi.

Sementara itu, dari sisi kemanusiaan, terdakwa adalah seorang perempuan lemah yang telah berusia senja. Pada usia 69 tahun, dia sangat rentan dalam penyakit terbukti selama penahanan dilakukan terdakwa sering sakit-sakitan dan selama penahanan beberapa kali terdakwa harus diperiksa di Bidokkes Polda Metro Jaya.

Apabila terus-menerus ditahan, lanjut dia, akan memperburuk kesehatan Ratna Sarumpaet baik secara fisik maupun secara mentalnya.

“Tidak berlebihan melalui permohonan ini kami minta kemudian lagi sakit yang teramat agar terdakwa dapat dialihkan status,” ucap Desmihardi.

Desmihardi mengatakan, anak kandung terdakwa yakni Atiqah Hasiholan dan Fathom Saulina akan menjadi penjamin penangguhan penahanan Ratna Sarumpaet.

Oleh karena itu, pengacara memohon kearifan dan kebijaksanaan ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mengalihkan jenis penahanan rutan menjadi penahanan rumah atau kota atas terdakwa Ratna Sarumpaet.

“Tujuan permohonan kami bukan untuk ditangguhkan akan tetapi hanya sebatas pada pengalihan jenis penahanan yang semula penahanan rumah tahanan negara menjadi penahanan rumah tahanan kota sebagaimana yang diatur dalam KUHP,” kata Desmihardi.

3 dari 3 halaman

Siapkan 20 Saksi Ahli

Jaksa Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan berencana menghadirkan 20 saksi untuk sidang kasus penyebaran berita bohong yang menjerat Ratna Sarumpaet. Hanya, jaksa enggan membeber siapa 20 saksi tersebut.

“20 saksi fakta, 5 saksi ahli, dan saksi meringankan,” kata Jaksa kasus Ratna Sarumpaet, Panyaman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 28 Februari 2019.

Panyaman menegaskan nama Prabowo dan Fadli Zon tidak masuk dalam daftar itu. Hanya Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yang disebut akan dihadirkan senagai saksi di persidangan.

“Dalam bacaan saya tidak ada nama Prabowo dan Fadli Zon,” imbuhnya.

Ratna Didakwa Bikin Onar Lewat Hoax, Sudirman: Bukan Urusan BPN

Jakarta – Direktur Debat BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said, ogah berkomentar mengenai sidang perdana Ratna Sarumpaet. Ratna didakwa bikin onar karena menyebarkan hoax penganiayaan,

“Saya nggak mau komentar karena itu bukan urusan BPN,” kata Sudirman Said kepada wartawan saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).

Ratna Sarumpaet didakwa bikin onar lewat hoax penganiayaan dirinya. Cerita kebohongan Ratna Sarumpaet dimulai seusai operasi plastik di RS Bina Estetika, Menteng, Jakpus. Ratna mengambil foto wajahnya lalu menyebarkannya lewat WhatsApp, salah satunya ke Rocky Gerung.

Perbuatan Ratna Sarumpaet menceritakan tentang penganiayaan dan mengirimkan foto-foto wajah dalam keadaan lebam dan bengkak, disebut jaksa, merupakan rangkaian kebohongan Ratna untuk mendapat perhatian dari masyarakat, termasuk tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Padahal wajah lebam dan bengkak itu ditegaskan jaksa akibat tindakan medis operasi perbaikan muka.

Atas perbuatannya, Ratna Sarumpaet didakwa dengan Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 A ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE.
(abw/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>