Medco Tuntaskan Akuisisi Ophir

Sebelumnya, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menunggu lelang terbuka dari pemerintah, untuk ikut lelang sebagai pengelolaan Blok Corridor, setelah kontrak ConocoPhillips mengelola blok tersebut habis pada 2023‎.

Direktur Utama Medco Energi Internasional, Hilmi Panigoro mengatakan, ‎pihaknya sudah menyampaikan minat untuk mengelola Blok Corridor kepada pemerintah. Akan tetapi, untuk mengajukan proposal resmi masih menunggu tender terbuka.

“Kita ajukan proposal resmi hanya kalau tender dibuka. Kalau enggak dibuka ya kita enggak bisa. Kalau menyampaikan minat ya kita menyampaikan minat untuk berkompetisi,” kata Hilmi, di Jakarta, Selasa, 2 April 2019.

Hilmi menuturkan, Blok Corridor diperioritaskan untuk operator yang saat ini‎, kemudian PT Pertamina (Persero). Jika keduanya tidak ada yang memenangkan baru akan ditenderkan secara terbuka, dalam kesempatan tersebut Medco akan mengikutinya.

“Saya sudah bilang itu pasti prioritas ke operator existing, setelah itu Pertamina. Kalau misalnya mereka berikan penawaran yang  pemerintah nggak terima lalu pemerintah tenderkan ya mungkin kita ikut,” tutur dia.

Blok Corridor yang saat ini dikelola oleh Conoco Philips kontraknya akan berakhir 19 Desember 2023 nanti. Conoco Philips memiliki hak kelola 54 persen  dan menjadi operator. Sedangkan PT Pertamina memiliki hak kelola sebesar 10 persen dan Repsol Energy sebesar 36 persen.

Mengacu data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), selama semester I 2018 produksi gas siap jual (lifting) Blok Corridor mencapai 841 juta kaki kubik per hari (mmscfd), dari target 810 mmscfd. Namun, hingga akhir tahun produksi diprediksi hanya mencapai 798 mmscfd.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *