Kalahkan Leganes, Barcelona Kian Kukuh di Puncak Klasemen

Barcelona – Barcelona menang 3-1 atas Leganes pada pertandingan pekan ke-20 La Liga Spanyol, di Camp Nou, Senin (21/1/2019) dini hari WIB. Hasil ini membuat Barca mengukir enam kemenangan beruntun di La Liga.

Sebelumnya, mereka menang 4-0 atas Espanyol, mengalahkan Levante lima gol tanpa balas, membungkam Celta Vigo dengan skor 2-0, menang 2-1 atas Getafe, dan menundukan Eibar 3-0.

Hasil ini pun membuat Los Cules makin nyaman berada di puncak klasemen sementara La Liga dengan nilai 46, unggul lima poin atas Atletico Madrid di urutan kedua. Sementara itu, Leganes di posisi 14 dengan 22 poin.

Bertindak sebagai tim tuan rumah, Barca tampil dominan sejak bola digulirkan. Akan tetapi, mereka baru mampu membuka keunggulan pada menit ke-32 lewat aksi Ousmane Dembele.

Bola hasil sepakan kaki kanan Dembele yang memanfaatkan umpan dari Jordi Alba, melesat mulus masuk ke dalam gawang Leganes. Sampai turun minum, skor 1-0 untuk keunggulan Blaugrana tetap bertahan.

Masuk interval kedua, Barcelona masih menguasai jalannya pertandingan. Akan tetapi, justru Leganes yang sukses mencetak gol sekaligus menyamakan kedudukan berkat bola hasil tembakan Martin Braithwaite pada menit ke-57.

Luis Suarez berhasil mencatatkan namanya di papan skor, sekaligus membawa Barca memimpin 2-1 pada menit ke-71. Sontekan kaki kiri Suarez yang memanfaatkan bola rebound hasil tendangan Lionel Messi, tak mampu dihentikan kiper.

Pada menit ke-90+2, giliran Messi yang mencatatkan namanya di papan skor. Umpan silang Jordi Alba berhasil dituntaskan La Pulga menjadi gol dengan tendangan kaki kanan. Sampai laga berakhir, skor 3-1 untuk kemenangan Barcelona tetap bertahan.

2 dari 2 halaman

Susunan pemain:

Barcelona (4-3-3): 1-Marc-Andre ter Stegen; 20-Sergi Roberto, 24-Thomas Vermaelen, 3-Gerard Pique, 18-Jordi Alba; 21-Carles Alena (10-Lionel Messi 64′), 5-Sergio Busquets, 8-Arthur (4-Ivan Rakitic 64′); 11-Ousmane Dembele (14-Malcom 69′), 9-Luis Suarez, 7-Philippe Coutinho.

Pelatih: Ernesto Valverde (Spanyol)

Leganes (5-4-1): 1-Ivan Cuellar; 12-Allan Nyom, 24-Kenneth Omeruo, 22-Dimitrios Siovas, 15-Rodrigo Tarin, 5-Jonathan Silva; 27-Oscar Rodriguez (10-Nabil El Zhar 86′), 23-Mikel Vesga (17-Javier Eraso 86′), 8-Recio, 26-Youssef En-Nesyri; 25-Martin Braithwaite (20-Michael Santos 78′).

Pelatih: Mauricio Pellegrino (Argentina)

Wasit: Ricardo De Burgos

Rooney Dukung MU Kejar Pochettino

Liputan6.com, Jakarta – Mantan striker Manchester United, Wayne Rooney meminta Setan Merah untuk terus berusaha mendapatkan Mauricio Pochettino sebagai pelatih baru mereka. Dimata Rooney, Pochettino adalah sosok yang sangat tepat dengan filosofi MU.

Setan Merah saat ini memang tengah melaju positif bersama pelatih interim mereka, Ole Gunnar Solskjaer. Sebagai pengganti Jose Mourinho, Solskjaer terbukti cukup manjur, dia sukses meraih enam kemenangan beruntun. 

Rooney sendiri juga mengaku kagum dengan kualitas Solskjaer. Dia yakin MU memang sudah berkembang sejak ditangani Solskjaer, tapi di sisi lain dia masih ragu Solskjaer cocok untuk melatih MU dalam jangka panjang.

Alhasil, Rooney yakin Pochettino merupakan kandidat yang paling tepat untuk tim seperti MU.

Menurut Rooney, Pochettino punya satu kelebihan yang tak dimiliki banyak pelatih lain, yakni pembangunan jangka panjang. MU selalu dikenal sebagai klub yang mau mengandalkan pemain-pemain muda, dan Pochettino sangat cocok untuk mengemban tugas itu.

“Pertama-tama, anda harus memberi kesempatan pada Ole [Solskjaer] dan itu adalah diskusi yang harus dilakukan dengan Glazers. Namun, jika saya punya kesempatan untuk menunjuk seseorang, saya akan melakukan semuanya untuk mengejar Pochettino,” ungkap Rooney pada ESPN FC.

“Saya pikir Manchester United – jelas dalam 20, 10 tahun terakhir di era Sir Alex Ferguson – telah melandaskan klub mereka pada pemain-pemain muda, mengorbitkan pemain. Saya kira Pochettino mampu mengeluarkan kemampuan terbaik pemainnya ketika mereka masih muda.”

2 dari 2 halaman

Rekam Jejak

Rekam jejak Pochettino selama menangani Southampton dan kini Tottenham memang membuktikan hal itu. Poch banyak mengenalkan pemain-pemain muda yang kini jadi andalan timnas Inggris.

“Anda bisa mengamati beberapa pemain muda yang dia orbitkan di Tottenham, di Southampton, yang telah bermain untuk tim nasional, jadi saya pikir dia memenuhi semua syarat dalam hal kualitas sebagai pelatih sekaligus kemauan untuk memberi kesempatan pada pemain muda,” tandas Rooney.

Bagaimanapun, MU jelas tengah menghadapi pilihan yang sangat sulit. Jika salah memilih, bukan tidak mungkin mereka akan kembali ke lubang kesalahan yang sama dan kian terpuruk.

Sumber Bola.net

Harry Kane Cedera, Tottenham Mainkan Dele Alli seperti Lionel Messi

Liputan6.com, London – Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, yakin punya opsi penyerang kendati Harry Kane absen. Pochettino siap menjadikan Dele Alli sebagai penyerang dengan posisi yang mirip bintang Barcelona, Lionel Messi.

Harry Kane dipastikan menepi hingga Maret setelah mengalami cedera ligamen pergelangan kaki saat dikalahkan Manchester United pada pekan lalu. Alli akan jadi penyerang dadakan.

Pochettino melihat bagaimana cara Barcelona menggunakan Lionel Messi sebagai penyerang tengah. Selain itu juga ada pergeseran posisi Eden Hazard di Chelsea. Dia meyakini Dele Alli cocok bermain sedikit ke depan. Situasi ini tak terhindarkan mengingat striker lainnya, Son Heung-min juga harus meninggalkan Spurs untuk membela Korea Selatan di Piala Asia.

Pemain asal Spanyol, Fernando Llorente adalah satu-satunya penyerang yang saat ini tersedia di skuat Tottenham. Pelatih asal Argentina tersebut terpaksa memutar otak.

Tottenham akan berhadapan dengan Fulham pada Minggu (20/1/2019). Pochettino menegaskan bahwa dirinya dapat membentuk ulang timnya bila diperlukan dan setelah menyaksikan Lionel Messi bemain sebagai “false nine” untuk Barcelona saat mengalahkan Levante di Copa del Rey, Kamis lalu.

2 dari 3 halaman

Opsi Lain

“Kemarin saya menonton Barcelona dan penyerang mereka adalah Leo Messi,” kata Pochettino dilansir Telegraph.

Lucas Moura yang sesungguhnya bisa jadi opsi lain di lini depan Spurs juga harus absen karena belum sepenuhnya pulih dari cedera lutut.

“Anda memainkan Llorente, Dele Alli, Erik Lamela dan Anda bisa memainkan (pemain muda) Kazaiah Sterling, Troy Parrott, saya tidak tahu. Anda dapat memainkan banyak, banyak pemain. Anda tidak harus bermain dengan satu penyerang tertentu,” terang Pochettino.

3 dari 3 halaman

Seperti Hazard

“Lihat, Chelsea bermain melawan kami dengan Hazard sebagai striker, ketika Giroud berada di bangku cadangan dan Morata tidak masuk dalam skuat mereka,” bebernya.

Saksikan video menarik di bawah ini

Pelatih Real Madrid Dianjurkan Berikan Tempat Bale kepada Vinicius

Liputan6.com, Jakarta Pelatih Real Madrid mendapat saran dari Gaizka Mendieta. Eks pemain timnas Spanyol itu menilai Solari harus berani mencoret Gareth Bale dan memberikan tempat kepada Vinicius Junior.

Musim ini Real Madrid menaruh harapan yang besar pada Gareth Bale. Winger Timnas Wales itu diharapkan mampu mengisi lubang yang ditinggalkan oleh Cristiano Ronaldo, kendati pada prakteknya ia tampil cukup mengecewakan musim ini.

Bale yang saat ini tengah mengalami cedera, posisinya digantikan oleh pemain muda El Real, Vinicius Junior. Pemain asal Brasil itu bisa dikatakan tampil dengan baik bersama Real Madrid di mana ia kerap menjadi ancaman yang nyata bagi para lawan Los Blancos.

Mendieta sendiri percaya bahwa Solari harus lebih berani memberikan kesempatan kepada Vinicius. “Dia [Vinicius] menghadirkan sesuatu yang beda di dalam tim Real Madrid,” buka Mendieta kepada Eleven Sports.

Mendieta mengaku bahwa ia cukup terpukau dengan permainan Vinicius yang ia nilai memberikan dampak yang besar bagi lini serang Madrid.

“Real tampak bermain berbeda dengan adanya sang pemain. Tidak ada pemain Madrid yang berlari, mengumpan, bergerak dan melewati bek lawan seperti yang ia lakukan.”

“Pemain seperti inilah yang seharusnya bermain di setiap pertandingan yang dimainkan Real Madrid. Ia sudah menjadi pemain kunci untuk tim ini.”

2 dari 2 halaman

Berikan Kesempatan

Vinicius sendiri saat ini harus bersaing dengan Gareth Bale untuk satu tempat di pos lini serang El Real, dan Mendieta percaya bahwa Vinicius bisa memberikan dampak yang lebih besar daripada Bale.

“Lucas Vazquez dan Bale adalah pemain yang bagus. Jadi semuanya tergantung kepada Solari untuk menentukan siapa pemain terbaik yang bermain di setiap pertandingan.”

“Jika ketiga pemain ini fit, Gareth Bale mungkin akan menjadi pemain utama pilihan Solari. Namun cara bermain yang ditunjukkan Vinicius menunjukkan bahwa ia lebih layak untuk berada di tim ini daripada sebelumnya.” tandasnya.

Vinicius sendiri tercatat sudah membuat 1 gol dan 3 assist bagi Real Madrid musim ini.

Sumber: Bola.net

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

HEADLINE: Raih 6 Kemenangan Beruntun, Solskjaer Kembalikan Wajah Asli MU

Liputan6.com, Jakarta – Manchester United (MU) telah kembali! Enam kemenangan beruntun yang diraih Tim Setan Merah mengindikasikan klub yang bermarkas di Old Trafford ini bisa kembali jadi ancaman di Liga Inggris.

Terakhir, bersama caretaker manajer mereka, Ole Gunnar Solskjaer, MU sukses menghantam salah satu kandidat juara Liga Inggris musim ini, Tottenham Hotspur 1-0 di kandang lawan, Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019). Gol semata wayang kemenangan MU dicetak penyerang muda Marcus Rashford.

Enam kemenangan beruntun ini juga mengantar Solskjaer, yang berasal dari Norwegia, sukses memecahkan rekor manajer legendaris MU, Sir Matt Busby, yang sempat bertahan 73 tahun.

“Inilah Manchester United yang sesungguhnya,” ujar kiper David de Gea yang juga tampil gemilang, melakukan 11 penyelamatan, usai laga. “Kami mengalahkan sebuah tim hebat.”

Kemenangan atas Tottenham memang seperti penahbisan bahwa MU benar-benar bangkit. Sebelumnya, lima kemenangan yang mereka raih — satu di Piala FA–memang tak terlalu diperhitungkan.

Sebab, lawan-lawan yang mereka kalahkan ketika itu tim-tim yang kekuatannya relatif di bawah MU. Sebut saja Cardiff City, Huddersfield, Bournemouth, Newcastle United, plus Reading di Piala FA.

Tapi, Tottenham, ini adalah klub Inggris yang terus menjulang prestasinya dalam dua-tiga musim terakhir. Bahkan, musim ini, mereka adalah salah satu kandidat kuat juara Liga Inggris, bersaing dengan Manchester City dan pemuncak klasemen, Liverpool.

Tak pelak, penampilan Rashford dan kawan-kawan pun menuai pujian dari mantan bintang MU yang kini pundit di stasiun televisi Sky Sports, Gary Neville.

“Manchester United sekarang seperti Manchester United lima atau 10 tahun lalu,” ujar Neville, bangga.

Sepuluh tahun lalu, adalah salah satu masa kejayaan MU saat masih dilatih Alex Ferguson. Ketika itu, di musim 2007/08, Setan Merah memenangkan tiga gelar sekaligus, Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub.

Kini, perlahan tapi pasti, MU juga mulai jadi ancaman serius di papan klasemen Liga Inggris. Berada di posisi keenam, nilai mereka, 41, kini sama dengan Arsena di posisi kelima. Dengan Liverpool, yang ada di puncak klasemen, MU berselisih 16 poin.

Prestasi ini juga bertolak belakang dengan kiprah mereka sebelumnya, saat masih ditangani Jose Mourinho. MU tampil tak meyakinkan, dan sempat jadi bulan-bulannya suporternya sendiri.

Hingga akhirnya Solskjaer datang menggantikan Mourinho sebagai caretaker manajer per 19 Desember 2018. Solskjaer, 45 tahun, yang juga mantan penyerang MU, dikontrak hingga akhir musim.

2 dari 4 halaman

Kembalikan

Tak pelak, Solskjaer, yang selama di MU mencetak 126 gol dalam 366 laga pun dianggap mampu mengembalikan “ruh” MU. Tim yang sempat melempem, tak lagi greget, kini kembali menjadi kekuatan yang menakutkan.

Skema menyerang kembali dipraktikkan dengan taktis oleh Anthony Martial dan kawan-kawan. Lihat saja, dari total enam pertandingan itu, MU sukses melesakkan 17 gol. Dari kebobolan mereka juga minim, hanya empat gol.

“Manajer berhasil membawa kebahagiaan untuk kami. Pemain selalu tampil bagus dan tim saat ini sangat kuat,” De Gea memuji Solskjaer. “Kami kini tahu cara mengontrol pertandingan, membuat peluang, itu sangat baik bagi kami.”

Tak hanya jitu meracik strategi, Solksjaer juga dianggap mampu kembali menggali potensi bintang MU yang sempat melempem performanya di era Mourinho. Rashford dan Paul Pogba bisa jadi contohnya.

Bagi Rashford sendiri, golnya ke gawang Tottenham adalah gol ketiganya dalam tiga pertandingan terakhir bersama MU. Sedangkan Pogba, belakangan, benderang lagi sinarnya di lapangan.

3 dari 4 halaman

Pogba Bersinar Lagi

Di bawah asuhan Solksjaer, Pogba memang kembali mampu mempertontonkan kemampuan terbaiknya. Tidak hanya jadi jenderal lapangan tengah, sebagai pengatur serangan tim, Pogba juga bisa jadi eksekutor andalan.

Di bawah asuhan Solskjaer, andalan timnas Prancis berusia 25 tahun ini sudah mencetak empat gol. Dia juga telah membuat empat assist, termasuk untuk gol Rashford ke gawang Tottenham.

Tak heran, selain prestasi MU yang menjulang, kembali gemilangnya kiprah Pogba juga disebut-sebut sebagai sukses besar Solskjaer. Sebab, performa pemain berusia 25 tahun ini sempat melempem di era Mourinho.

Bahkan, Pogba yang diboyong MU dari Juventus seharga 89,3 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,6 triliun sempat terlempar dari skuat inti Tim Setan Merah.

4 dari 4 halaman

Bakal Permanen?

Tak pelak, kini spekulasi pun bermunculan bahwa manajemen MU bakal mempermanen kontrak Solksjaer, bukan lagi sebagai caretaker. Padahal, sebelumnya, kencang beredar rumor, bahwa MU akan mengontrak manajer Tottenham, Mauricio Pochettino, mulai musim depan.

Menariknya, Solksjaer sendiri mengaku tidak pernah membebani pikirannya dengan ambisi menjadi pelatih permanen MU. “Setiap hari, saya hanya menjalankan tugas sampai kontrak saya berakhir Juni nanti,” kata Solskjaer, yang masih terikat kontrak dengan klub asal kampung halamannya, Moldne.

Solskjaer menambahkan, “Saya akan berlibur di sana (ketika kontrak berakhir), tapi tidak…saya tidak memikirkan itu sama sekali.”

HEADLINE: Dengan 6 Kemenangan Beruntun, Solskjaer Kembalikan Wajah Asli MU

Liputan6.com, Jakarta – Manchester United (MU) telah kembali! Enam kemenangan beruntun yang diraih Tim Setan Merah mengindikasikan klub yang bermarkas di Old Trafford ini bisa kembali jadi ancaman di Liga Inggris.

Terakhir, bersama caretaker manajer mereka, Ole Gunnar Solskjaer, MU sukses menghantam salah satu kandidat juara Liga Inggris musim ini, Tottenham Hotspur 1-0 di kandang lawan, Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019). Gol semata wayang kemenangan MU dicetak penyerang muda Marcus Rashford.

Enam kemenangan beruntun ini juga mengantar Solskjaer, yang berasal dari Norwegia, sukses memecahkan rekor manajer legendaris MU, Sir Matt Busby, yang sempat bertahan 73 tahun.

“Inilah Manchester United yang sesungguhnya,” ujar kiper David de Gea yang juga tampil gemilang, melakukan 11 penyelamatan, usai laga. “Kami mengalahkan sebuah tim hebat.”

Kemenangan atas Tottenham memang seperti penahbisan bahwa MU benar-benar bangkit. Sebelumnya, lima kemenangan yang mereka raih — satu di Piala FA–memang tak terlalu diperhitungkan.

Sebab, lawan-lawan yang mereka kalahkan ketika itu tim-tim yang kekuatannya relatif di bawah MU. Sebut saja Cardiff City, Huddersfield, Bournemouth, Newcastle United, plus Reading di Piala FA.

Tapi, Tottenham, ini adalah klub Inggris yang terus menjulang prestasinya dalam dua-tiga musim terakhir. Bahkan, musim ini, mereka adalah salah satu kandidat kuat juara Liga Inggris, bersaing dengan Manchester City dan pemuncak klasemen, Liverpool.

Tak pelak, penampilan Rashford dan kawan-kawan pun menuai pujian dari mantan bintang MU yang kini pundit di stasiun televisi Sky Sports, Gary Neville.

“Manchester United sekarang seperti Manchester United lima atau 10 tahun lalu,” ujar Neville, bangga.

Sepuluh tahun lalu, adalah salah satu masa kejayaan MU saat masih dilatih Alex Ferguson. Ketika itu, di musim 2007/08, Setan Merah memenangkan tiga gelar sekaligus, Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub.

Kini, perlahan tapi pasti, MU juga mulai jadi ancaman serius di papan klasemen Liga Inggris. Berada di posisi keenam, nilai mereka, 41, kini sama dengan Arsena di posisi kelima. Dengan Liverpool, yang ada di puncak klasemen, MU berselisih 16 poin.

Prestasi ini juga bertolak belakang dengan kiprah mereka sebelumnya, saat masih ditangani Jose Mourinho. MU tampil tak meyakinkan, dan sempat jadi bulan-bulannya suporternya sendiri.

Hingga akhirnya Solskjaer datang menggantikan Mourinho sebagai caretaker manajer per 19 Desember 2018. Solskjaer, 45 tahun, yang juga mantan penyerang MU, dikontrak hingga akhir musim.

2 dari 4 halaman

Kembalikan “Ruh” MU

Tak pelak, Solskjaer, yang selama di MU mencetak 126 gol dalam 366 laga pun dianggap mampu mengembalikan “ruh” MU. Tim yang sempat melempem, tak lagi greget, kini kembali menjadi kekuatan yang menakutkan.

Skema menyerang kembali dipraktikkan dengan taktis oleh Anthony Martial dan kawan-kawan. Lihat saja, dari total enam pertandingan itu, MU sukses melesakkan 17 gol. Dari kebobolan mereka juga minim, hanya empat gol.

“Manajer berhasil membawa kebahagiaan untuk kami. Pemain selalu tampil bagus dan tim saat ini sangat kuat,” De Gea memuji Solskjaer. “Kami kini tahu cara mengontrol pertandingan, membuat peluang, itu sangat baik bagi kami.”

Tak hanya jitu meracik strategi, Solksjaer juga dianggap mampu kembali menggali potensi bintang MU yang sempat melempem performanya di era Mourinho. Rashford dan Paul Pogba bisa jadi contohnya.

Bagi Rashford sendiri, golnya ke gawang Tottenham adalah gol ketiganya dalam tiga pertandingan terakhir bersama MU. Sedangkan Pogba, belakangan, benderang lagi sinarnya di lapangan.

3 dari 4 halaman

Pogba Bersinar Lagi

Di bawah asuhan Solksjaer, Pogba memang kembali mampu mempertontonkan kemampuan terbaiknya. Tidak hanya jadi jenderal lapangan tengah, sebagai pengatur serangan tim, Pogba juga bisa jadi eksekutor andalan.

Di bawah asuhan Solskjaer, andalan timnas Prancis berusia 25 tahun ini sudah mencetak empat gol. Dia juga telah membuat empat assist, termasuk untuk gol Rashford ke gawang Tottenham.

Tak heran, selain prestasi MU yang menjulang, kembali gemilangnya kiprah Pogba juga disebut-sebut sebagai sukses besar Solskjaer. Sebab, performa pemain berusia 25 tahun ini sempat melempem di era Mourinho.

Bahkan, Pogba yang diboyong MU dari Juventus seharga 89,3 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,6 triliun sempat terlempar dari skuat inti Tim Setan Merah.

4 dari 4 halaman

Bakal Permanen?

Tak pelak, kini spekulasi pun bermunculan bahwa manajemen MU bakal mempermanen kontrak Solksjaer, bukan lagi sebagai caretaker. Padahal, sebelumnya, kencang beredar rumor, bahwa MU akan mengontrak manajer Tottenham, Mauricio Pochettino, mulai musim depan.

Menariknya, Solksjaer sendiri mengaku tidak pernah membebani pikirannya dengan ambisi menjadi pelatih permanen MU. “Setiap hari, saya hanya menjalankan tugas sampai kontrak saya berakhir Juni nanti,” kata Solskjaer, yang masih terikat kontrak dengan klub asal kampung halamannya, Moldne.

Solskjaer menambahkan, “Saya akan berlibur di sana (ketika kontrak berakhir), tapi tidak…saya tidak memikirkan itu sama sekali.”

Eriksen ke Real Madrid, Tottenham Bidik Pemain Ini Jadi Pengganti

Liputan6.com, London – Tottenham Hotspur sudah bersiap untuk mencari pemain pengganti Christian Eriksen kalau benar-benar jadi hijrah ke Real Madrid. Kabarnya, Spurs membidik gelandang Ajax Amsterdam, Frenkie De Jong sebagai pengganti.

Real Madrid dikabarkan mulai agresif dekati Eriksen. Los Blancos menyiapkan dana 100 juta pounds untuk memboyong gelandang asal Denmark itu ke Bernabeu.

Belum jelas apakah transfer Real Madrid itu bakal terealisasi pada Januari atau pada Juni mendatang. Namun Ajax belum melepas De Jong di Januari.

Apalagi De Jong saat ini jadi rebutan beberapa klub. PSG termasuk yang paling depan karena sudah ajukan tawaran 67 juta pounds.

Eriksen sendiri menjadi target utama Real Madrid musim ini. Mereka ingin merombak skuat yang perlahan-lahan mulai menua, utamanya di lini tengah.

2 dari 3 halaman

Tak Mau Kalah

Spurs sudah mengantisipasi semuanya. Mereka sudah mengontak agen De Jong, Ali Dursun dan memberinya garansi akan melepas tawaran tertinggi.

Spurs harus melakukan gerak cepat ini. Maklum, Eriksen pun sudah menunjukkan gelagat ingin hengkang.

Di sisi lain, Spurs harus siap mengeluarkan lebih besar. Apalagi stadion baru mereka sudah rampung dan manajer Mauricio Pochettino sedang dibidik MU.

Pembelian terbesar Spurs terjadi saat memboyong Davinson Sanchez dari Ajax ssebesar 42 juta pounds pada 2017 lalu.

3 dari 3 halaman

Klub Besar Spanyol

Seperti dilansir Mirror, Eriksen sudah memberitahu agennya, Martin Schoots hanya pindah ke dua klub besar Spanyol. Kebetulan, selain Madrid, Barcelona juga menyukai Eriksen.

Kini kunci transfer Eriksen ke Madrid terletak pada penjualan De Jong. Kalau jadi ke Spurs, maka langkah Eriksen ke Madrid bakal lebih mulus.

Tottenham Sudah Lakukan Segalanya, tapi De Gea di Mana-Mana

LondonTottenham Hotspur punya banyak peluang saat dikalahkan Manchester United. Namun upaya Tottenham untuk mencetak gol menghadapi tembok tebal bernama David de Gea.

Tottenham harus mengakui keunggulan MU dalam pertandingan pekan ke-22 Liga Inggris. Menjamu MU di Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019) malam WIB, The Lilywhites takluk 0-1.

Usai kebobolan oleh gol Marcus Rashford pada menit ke-44, Tottenham agresif menyerang. Tuan rumah membombardir pertahanan MU, namun De Gea tampil brilian di bawah mistar gawang.

Kiper asal Spanyol itu melakukan 11 penyelamatan alias mementahkan semua upaya Tottenham yang mengarah ke gawang. Berbagai upaya dari Harry Kane, Dele Alli, sampai Fernando Llorente mentah di tangan De Gea.

Melihat kerja keras para pemainnya, manajer Tottenham Mauricio Pochettino tak terlalu kecewa dengan kekalahan ini. Selain memuji performa timnya, Pochettino juga mengakui kehebatan De Gea.

“Tottenham melakukan segalanya untuk menang. Mungkin kami dominan dan menciptakan banyak peluang. Babak kedua luar biasa, saya senang,” ujar Pochettino kepada BBC Sport.

“Kadang Anda menang dan kecewa, seperti ketika kami menang 3-0 di Old Trafford. Mereka lebih baik daripada kami hari itu.”

“Hari ini hasilnya harusnya beda dan saya senang. Seperti ini lah kami ingin berkembang dan bermain. Mengambil risiko, memainkan sepakbola yang ingin kami mainkan. Tim fantastis, itu adalah 45 menit terbaik yang pernah saya lihat dari Tottenham sejak saya tangani.”

“Ada 11 penyelamatan dari De Gea yang luar biasa. Dia sepenuhnya pantas jadi man of the match,” kata Pochettino.

(nds/raw)

Ini Alasan Pochettino Masih Bangga meski Tottenham Kalah dari MU

Jakarta Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino tidak berkecil hati meski timnya kalah 0-1 dari Manchester United pada laga Premier League 2018-2019, di Stadion Wembley, London, Minggu (13/1/2019).

Tottenham Hotspur menguasai penuh jalannya pertandingan. Tercatat, The Spurs melepaskan 21 tembakan yang 11 di antaranya tepat sasaran.

Akan tetapi, tidak satupun dari 11 tembakan tepat sasaran itu berujung gol. Alhasil, gol semata wayang Marcus Rashford pada menit ke-44, membuat Tottenham Hotspur menelan kekalahan.

“Saya senang dan bangga. Setelah empat setengah tahun melatih, saya melihat penampilan terbaik kami pada babak kedua,” kata Pochettino.

Akan tetapi, kebanggaan Pochettino tidak berjalan sempurna. David de Gea menjadi tembok kukuh di kubu lawan yang sulit ditembus anak-anak asuhan Pochettino.

“Saya pikir David de Gea membuat 11 penyelamatan yang luar biasa. Dalam sepak bola, kadang Anda layak menang, kadang tidak,” ujar Pochettino.

“Manchester United tampil bertahan pada babak kedua sehingga kami menciptakan 11 peluang emas. Saya merasa bangga dan meninggalkan Wembley dengan perasaan senang,” lanjutnya.

Kekalahan itu membuat Tottenham Hotspur tetap berada di urutan ketiga Premier League dengan raihan 48 poin. The Spurs hanya berjarak satu poin dari Chelsea yang berada tepat di bawahnya.

Sumber: bbc.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

Manchester United Tekuk Tottenham Hotspur di Wembley

Jakarta Manchester United mengalahkan Tottenham Hotspur, 1-0, pada lanjutan pekan ke-22 Premier League 2018-2019, di Stadion Wembley, London, Minggu (13/1/2019). David de Gea tampil luar biasa dengan menyelamatkan 11 kesempatan emas tuan rumah.

Kedua tim turun dengan skuad terbaik. Hal itu membuat laga langsung berjalan ketat pada awal pertandingan.

Tottenham Hotspur mendominasi bola. Akan tetapi, tuan rumah jarang mendapat peluang berarti karena rapatnya pertahanan Manchester United.

Sementara itu, Manchester United lebih sabar menunggu giliran menyerang. The Red Devils mengandalkan serangan balik untuk mengancam pertahanan Tottenham Hotspur.

Pada menit ke-31, Tottenham Hotspur sebenarnya bisa mengoyak jala Manchester United. Akan tetapi, gol Harry Kane dianulir wasit karena lebih dahulu berada dalam posisi offside.

Satu menit jelang babak pertama berakhir, Manchester United membuka keunggulan. Umpan jarak jauh Paul Pogba, mampu dimanfaatkan Marcus Rashford melalui tembakan yang menggetarkan jala Tottenham Hotspur. Skor babak pertama 1-0 untuk keunggulan Manchester United.

Tertinggal 0-1 membuat Tottenham Hotspur meningkatkan intensitas serangan pada babak kedua. Baru lima menit laga berjalan, The Spurs memiliki tiga peluang emas, namun gagal karena aksi De Gea.

Laju serangan Tottenham Hotspur semakin deras. The Spurs beberapa kali merepotkan barisan belakang Manchester United.

Namun, De Gea menjadi tembok kukuh pertahanan The Red Devils. Peluang-peluang berbahaya tuan rumah mampu dimentahkan kiper asal Spanyol itu.

Hingga laga berakhir, skor tetap 1-0 untuk kemenangan Manchester United. Ini menjadi kemenangan keenam Manchester United secara beruntun, termasuk satu laga di Piala FA.

Hasil ini membawa Manchester United yang berada di posisi keenam menyamai poin Arsenal, yakni 41 poin. Adapun Tottenham Hotspur tetap berada di urutan ketiga dengan raihan 48 poin.

Susunan pemain

Tottenham Hotspur: 1-Hugo Lloris; 2-Kieran Trippier, 4-Toby Alderweireld, 5-Jan Vertonghen, 33-Ben Davies; 17-Moussa Sissoko (11-Erik Lamela 43), 8-Harry Winks (18-Fernando Llorente 81), 23-Christian Eriksen; 20-Dele Alli; 7-Son Heung-min, 10-Harry Kane

Manajer: Mauricio Pochettino

Manchester United: 1-David de Gea; 18-Ashley Young, 2-Victor Lindelof, 4-Phil Jones, 23-Luke Shaw; 21-Ander Herrera, 31-Nemanja Matic; 14-Jesse Lingard (20-Diogo Dalot 83), 6-Paul Pogba (39-Scott McTominay 90+2), 11-Anthony Martial (9-Romelu Lukaku 73); 10-Marcus Rashford

Manajer: Ole Gunnar Solskajer

Wasit: Michael Dean

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini: