Jadwal Liga Inggris Pekan ke-29: Derby London, Tottenham Hotspur vs Arsenal

Liputan6.com, Jakarta – Setelah disibukkan dengan pertarungan tengah pekan ini dalam lanjutan pertandingan Liga Inggris pekan ke-28, tim-tim Liga Inggris sudah langsung dihadapkan kepadapekan ke-29 akhir pekan ini. Laga panas Tottenham Hotspur melawan Arsenal akan menjadi pertandingan pembuka.

Dalam Jadwal Liga Inggris, Tottenham akan menjamu Arsenal di Stadion Wembley, Sabtu (2/3/2019). Pertandingan sengit yang bertajuk derbi London ini akan memanaskan persaingan dalam perebutan posisi ketiga.

Kondisi Tottenham berbeda dengan lawannya, Arsenal. The Lily White harus menerima keunggulan tuan rumah, Chelsea dalam pertandingan lanjutan Liga Inggris pekan ke-28. Anak asuh Mauricio Pochettino harus menelan kekalahan 2-0 dari The Blues. Dua gol Chelsea dicetak oleh Pedro dimenit 57 dan gol bunuh diri Kierran Tripier dimenit ke-84.

Di laga lainnya, dalam jadwal Liga Inggris pekan ke-29, pemimpin klasemen sementara Liga Inggris, Liverpool akan menjalani laga yang juga cukup sengit. Pasalnya, The Anfield Gank akan bertandang ke Godison Park, markas Everton.

Sementara, pesaing terdekat Liverpool, Manchester City harus menyambangi markas Bournemouth. Saat ini The Citizen memilik poin 68, hanya berselisih satu poin dengan Liverpool di posisi pertama.

Berikut Jadwal Liga Inggris Pekan ke-29:

2 dari 3 halaman

Sabtu, 2 Maret

19.30 WIB Tottenham Hotspurs vs Arsenal

22.00 WIB Birghton and Hove vs Huddersfield Town

22.00 WIB Bournemouth vs Manchester City

22.00 WIB Burnley FC vs Crystal Palace

22.00 WIB Manchester United vs Southampton

22.00 WIB Wolverhampton Wanderers vs Cardiff City



3 dari 3 halaman

Minggu, 3 Maret 2019

00.30 WIB West Ham vs Newcastle United

19.00 WIB Watford vs Leicester City

21.05 WIB Fulham vs Chelsea

23.15 WIB Everton vs Liverpool

Saksikan video pilihan di bawah ini

Obat bagi Pochettino: Tottenham Mengalahkan Chelsea di Stamford bridge

LondonMauricio Pochettino mengaku terluka karena Tottenham Hotspur dikalahkan Burnley. Pochettino hanya akan gembira dengan kemenangan Tottenham di markas Chelsea.

Stamford Bridge akan memanggungkan laga antara Chelsea vs Tottenham dalam lanjutan Liga Inggris pada Kamis (28/2/2019) dinihari WIB. Kedua tim sama-sama sedang terpuruk.

Khususnya Tottenham, tim London Utara itu melewatkan kesempatan emas untuk membuat perburuan gelar juara semakin ketat. Bertamu ke markas Burnley, Tottenham justru kalah dengan skor 1-2.


Padahal seandainya menang, Spurs akan mengoleksi 63 poin cuma berjarak tiga poin dari Liverpool usai berimbang dengan Manchester United, dan dua angka dari City yang menempati peringkat kedua. Faktanya, Harry Kane cs kini tetap tertinggal enam poin dari Liverpool dan lima poin dari the Citizens.
Mengingat kompetisi tinggal menyisakan 11 pertandingan, secara matematis Tottenham masih berpeluang juara. Namun, Tottenham dilarang terpeleset lagi dimulai tengah pekan ini.

“Terasa lebih menyakitkan bagi saya! Saya perlu melihat reaksi dari para pemain besok,” ceplos Pochettino saat ditanya bagaimana perasaannya ketika tahu Liverpool kehilangan poin.

“Saya cuma bisa bahagia besok kalau kami mengalahkan Chelsea. Saya masih terluka karena kekalahan melawan Burnley. Mustahil untuk menghilangkan perasaan itu kecuali kami memperlihatkannya pada laga besok bahwa itu cuma insiden saja dan kami mengalahkan Chelsea,” kata manajer Tottenham ini.
(rin/raw)

Pochettino Terima Dakwaan FA

London – Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino menerima dakwaan yang dijatuhkan FA kepadanya. Pochettino juga minta maaf kepada wasit Mike Dean.

Manajer asal Argentina itu didakwa setelah mengonfrontasi Dean usai Tottenham dikalahkan Burnley 1-2 dalam lanjutan Liga Inggris di Turf Moor, Sabtu (23/2/2019). Menyusul sepak pojok Burnley yang pada prosesnya membuat Tottenham kebobolan.

Dalam rekaman video memperlihatkan Pochettino berdebat hebat dengan Dean. Tindakan yang kemudian disesalinya. Meski demikian, Pochettino tidak mau mengungkapkan detail insiden tersebut.


“Saya menerima dakwaannya,” Pochettino mengatakan dilansir Sky Sports. “Saya minta maaf kepada Mike Dean. Saya tidak bisa bertindak seperti itu dan sudah pasti, saya minta maaf.”

“Melihat kelakuan saya setelah insiden di video, saya perlu menerima dakwaan dari FA. Saya perlu minta maaf kepada Mike Dean. Saya tidak bisa bertindak seperti itu. Itu bukan tindakan yang baik.”

“Tindakan saya dilihat publik dan sekarang saya ingin minta maaf secara terbuka. Saya perlu minta maaf kepada dia dan seluruh ofisial,” lanjut dia.

“Tidak. Semua yang terjadi di lapangan tetap di sana. Bagi saya tidak penting, saya tidak memasukkan dalam hati,” imbuh Pochettino tentang adu mulut dengan si wasit.

FA menyatakan bahwa ini bukan kasus standar dan karenanya tidak ada sanksi yang ditetapkan. Ini artinya, sekalipun Pochettino telah menerima dakwaan, sebuah panel independen masih akan bertemu untuk membahas hukuman apa yang akan dijatuhkan.
(rin/raw)

Konfrontasi Wasit, Pochettino Didakwa FA

London – Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino terancam hukuman setelah mengonfrontasi wasit Mike Dean usai timnya ditekuk Burnley 1-2. Pochettino didakwa FA.

“Mauricio Pochettino didakwa karena melakukan dua pelanggaran dalam aturan FA E3 menyusul pertandingan melawan Burnley,” bunyi pernyataan FA, yang dilansir BBC Sport.

“Manajer Tottenham Hotspur mengucapkan kata-kata dan atau tindakannya di akhir pertandingan – baik di atas lapangan dan atau di area lorong pemain – dikategorikan sebagai tindakan tidak pantas.”


Di Stadion Turf Moor, Sabtu (23/2/2019), Pochettino protes keras kepada Dean usai pertandingan berakhir. Kekesalan manajer asal Argentina itu dipicu oleh sepak pojok yang dihadiahkan kepada Burnley yang pada prosesnya membuat Spurs kebobolan gol pertama.
Pada akhirnya, Pochettino menyesal dengan tindakannya tersebut. Eks manajer Espanyol itu mengindikasikan tidak akan menggugat andai dirinya dijatuhi sanksi indisipliner.

“Saya akan menerima segala yang bisa terjadi dari Badan Sepakbola (FA), tapi saya harap mereka menjatuhkan hukuman berat.”

Kekalahan dari Burnley menyusutkan kans Tottenham memenangi musim 2018/19. Sampai pekan ke-27, Spurs mengoleksi 60 poin, berjarak lima poin dari Mancester City (2), dan enam poin dari Liverpool di puncak klasemen.

(rin/rin)

Pochettino Sudah Lempar Handuk

Burnley – Mauricio Pochettino menilai peluang Tottenham Hotspur untuk memenangi Premier League sudah tertutup. Hal itu dia sampaikan setelah timnya kalah dari Burnley.

Tottenham kalah 1-2 dari Burnley di Turf Moor, Sabtu (23/2/2019) malam WIB. The Lilywhites kebobolan duluan lewat Chris Wood.

Spurs sempat menyamakan skor lewat gol Harry Kane. Tapi, tujuh menit jelang laga tuntas, Ashley Barnes berhasil merobek gawang Hugo Lloris.


Dengan kekalahan ini, Spurs tetap di posisi ketiga dengan 60 poin dari 27 laga. Tertinggal lima angka dari Manchester City dan Liverpool yang ada di atasnya.

Masih ada 11 laga yang bakal dilalui Spurs untuk bersaing gelar. Meski terhitung banyak, Pochettino sudah lempar

“Ya (peluang juara tertutup). Kami sangat kecewa karena ada 11 pertandingan, jaraknya bisa lebih besar,” kata Pochettino kepada Sky Sports.

“Tentu saja, ada banyak pertandingan untuk dimainkan tetapi hari ini, dalam pikiran saya, kami harus mendapat tiga poin untuk menekan mereka,” sambungnya.

“Kami gagal karena kesalahan kami dan hanya karena kami. Kami tidak dapat menyalahkan siapa pun, hanya diri kami sendiri karena kami tidak dapat menang,” tegasnya.

(ran/nds)

Cantona Dukung Solskjaer Jadi Manajer Tetap MU

Liputan6.com, Manchester – Eric Cantona menilai Ole Gunnar Solskjaer layak menjadi manajer permanen MU musim depan. Legenda Setan Merah itu yakin Solskjaer punya poin plus yang tak dimiliki calon manajer lain.

Sejak dipegang Solskjaer permainan MU memang meningkat. Mereka hanya menelan sekali kekalahan dalam 13 laga.

Tak heran MU pun kembali untuk berpeluang finis di posisi empat besar klasemen musim ini. Mereka hanya tertinggal 14 poin dari pemuncak klasemen, Manchester City dengan unggul satu laga di tangan.

Meski demikian manajemen MU sendiri belum mau memberikan kontrak permanen bagi Solskjaer. Mereka masih menunggu performa tim hingga akhir musim.

Selain itu manajemen Setan Merah juga masih memantau Mauricio Pochettino. Manajer Tottenham Hotspur itu memang menjadi buruan utama MU dalam beberapa musim terakhir.


2 dari 3 halaman

Komentar Cantona

“Solskjaer adalah anak spiritual dari Alex Ferguson. Sama seperti Pep Guardiola yang merupakan anak spiritual Johan Cruyff di Barcelona,” kata Cantona seperti dilansir Evening Standard.

“Penting bagi klub sebesar MU punya seseorang dengan jiwa klub. Seseorang yang mengerti klub ini luar dalam,” katanya menambahkan.

“Jadi saya pikir Solskjaer orang yang tepat. Dia bisa membawa klub ini menang dan juga mengembalikan kebahagiaan ke semua orang,” kata Cantona.

3 dari 3 halaman

Jadwal

Berikut jadwal Liga Inggris Pekan ke-27:

Sabtu, 23 Februari

19:30 WIB, Burnley vs Tottenham Hotspur

22:00 WIB, AFC Bournemouth vs Wolverhampton

22:00 WIB, Newcastle United vs Huddersfield

Minggu, 24 Februari

00:30 WIB, Leicester City vs Crystal Palace

21:05 WIB, Arsenal vs Southampton

21:05 WIB, Manchester United vs Liverpool

Saksikan video pilihan di bawah ini

Real Madrid Siap Kirim Bale Kembali ke Tottenham

Liputan6.com, Madrid – Real Madrid sudah tidak tertarik memakai jsa Gareth Bale musim depan. Winger Timnas Wales itu berpotensi dilepas kembali ke klub lamanya, Tottenham Hotspur.

Seperti dilansir Marca, rencana menjual Bale tak lain demi memberikan ruang kepada Eden Hazard. Bukan rahasia lagi, Hazard ingin meninggalkan Chelsea untuk berkostum Real Madrid musim depan.

Keputusan untuk menjual Bale sudah dipikirkan Los Blancos dengan matang. Manajemen klub ibu kota Spanyol ini frustrasi terhadap kinerja pemain berusia 29 tahun itu.

Bale dinilai gagal menutupi kekosongan yang ditinggalkan Cristiano Ronaldo di skuat Real Madrid. Padahal, setelah Ronaldo hijrah ke Juventus musim panas lalu, Bale seharusnya jadi tumpuan El Real.

Selain itu, Vinicius Junior, juga mulai membuktikan talentanya di tim utama Real Madrid. Pemain berusia 18 tahun itu beberapa kali mendapat kepercayaan dan tidak mengecewakan.

2 dari 3 halaman

Masalah Bahasa

Ini merupakan musim keenam Bale bersama Real Madrid. Namun, mantan pemain Southampton ini masih belum mempelajari bahasa Spanyol.

Hal itu dianggap jadi penyebab Bale tidak pernah benar-benar dominan di La Liga. Sementara masalah cederanya adalah alasan lain yang perlu dikhawatirkan Real Madrid.

3 dari 3 halaman

Ubah Pikiran

Namun, masih ada waktu bagi Bale untuk mengubah pikiran Real Madrid mengenai situasinya. Kabarnya, Bale ingin sekali bertahan di El Real.

Saksikan video pilihan di bawah ini

6 Bek Bidikan Juventus di Bursa Transfer Musim Panas

Turin – Juventus salah satu tim yang mengagungkan pertahanan kuat. Kesuksesan yang mereka dapat saat ini mereka dibangun dari pertahanan yang bagus. Gianluigi Buffon, Andreas Barzagli, Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonnuci merupakan fondasi utama dari barisan belakang Juventus yang kuat.

Tetapi banyak hal yang sudah berubah sekarang. Buffon sudah meninggalkan Juventus, Barzagli berusia 37 tahun, Chiellini 34 tahun sedangkan Bonnuci 31 tahun. Kini lini belakang Juventus sudah mulai terlihat bermasalah dan tim asuhan Massimiliano Allegri itu bahkan pernah kebobolan enam gol dalam dua pertandingan.

Meskipun para pemain tersebut punya segudang pengalaman, sepertinya mereka tidak akan bisa bermain untuk jangka waktu yang lama dan Si Nyonya Tua membutuhkan darah muda dan segar untuk mempertahankan gawang mereka.

Menurut laporan, petinggi Bianconeri ingin membangun kembali pertahanan mereka pada musim depan. Mereka akan merekrut sejumlah pemain belakang baru di bursa transfer.

Berikut ini enam bek yang bisa jadi target Juventus pada musim depan seperti dilansir Sportskeeda.

2 dari 7 halaman

Andreas ChristensenAndreas Christensen

Andreas Christensen adalah produk dari akademi Chelsea dan banyak bermain pada musim lalu di bawah Antonio Conte. Pemain internasional Denmark itu baru berusia 22 tahun tetapi dia mampu menunjukkan bisa tampil secara konsisten di level tertinggi.

Meski bukan mungkin bek yang kuat secara fisik seperti Chiellini atau Bonnuci, Christensen bisa membaca permainan dengan baik, punya pengalaman dan potensi yang besar di usia 22 tahun. Seharusnya itu bisa meyakinkan Bianconeri untuk merekrutnya dan menjadikannya sebagai pemain belakang mereka di masa depan.

Mantan bek Borussia Monchengladbach itu tidak banyak mendapat kesempatan pada musim ini dan baru membuat 15 penampilan di semua kompetisi. Dia dikaitkan dengan Juventus pada bursa transfer musim dingin tetapi transfer itu tidak pernah terjadi dan Juve bisa kembali mengejarnya pada musim panas.

3 dari 7 halaman

Nikola Milenkovic

Bek asal Serbia itu sudah mencuri perhatian di Serie A bersama Fiorentina. Milenkovic juga mampu bermain sebagai bek kanan dan sudah berpengalaman bermain di Serie A.

Meski Fiorentina tidak konsisten di Serie A, Milenkovic mampu menampilkan performa yang luar biasa bagi klub. Pada usia 21 tahun, Milenkovic masih bisa berkembang dan bakal menjadi pembelian berkualitas bagi Bianconeri.

Si Nyonya Tua sudah dikaitkan dengan kepindahan sang pemain sebelumnya. Namun, jawara Serie A itu kemungkinan akan menghadapi persaingan dari klub-klub seperti Manchester United dan Tottenham.

4 dari 7 halaman

Joachim Andersen

Jochim Andreson adalah bek asal Denmark yang bermain di Serie A untuk Sampdoria. Dia berusia 22 tahun dan dia mampu bermain sebagai gelandang bertahan juga.

Andersen sudah membuat 25 penampilan untuk Sampdoria di semua kompetisi musim ini. Melihat karakteristiknya, dia bisa menjadi kandidat yang sempurna untuk menggantikan salah satu pemain belakang Juventus saat ini.

Juventus dikabarkan sudah melakukan kontak dengan pihak Sampdoria untuk memboyong sang pemain. Namun, Andersen juga dikaitkan dengan sejumlah klub seperti Arsenal, Tottenham, Manchester United dan Inter Milan.

5 dari 7 halaman

Cristian Romero

Cristian Romero bermain di liga Italia untuk Genoa sebagai bek tengah dan juga bisa bermain sebagai bek kanan. Pemain Argentina itu sudah membuat 17 penampilan untuk timnya pada musim ini.

Romero adalah bek yang banyak kompromi dan sudah menyatakan keinginannya untuk bermain bersama Juventus di masa depan. Mantan bek Belgrano itu adalah salah satu talenta paling menjanjikan di Serie A saat ini bisa menjadi tambahan yang bagus untuk lini belakang Bianconeri.

Menurut beberapa laporan, Juventus dikabarkan sudah mencapai kesepakatan dengan Genoa untuk merekrut sang bek pada tahun 2020 dengan biaya mendekati € 30 juta. Selain itu, Presiden Genoa sudah mengkonfirmasi kalau Juventus tertarik dengan Romero.

6 dari 7 halaman

Davinson Sanchez

Davinson Sanchez bermain untuk Tottenham di Premier League. Dia bergabung dengan klub yang berbasis di London pada 2017 dari Ajax dan dia sudah membuat 26 penampilan musim ini untuk Spurs di semua kompetisi.

Pemain asal Kolombia itu adalah pembelian termahal Tottenham dan permainannya meningkat drastis di bawah Mauricio Pochettino. Jika melihat penampilannya, Sanchez seharusnya bisa menjadi pengganti yang bagus untuk Andrea Barzagli atau Giorgio Chiellini.

Petinggi Bianconeri mengangganp Sanchez sebagai tambahan yang bagus untuk lini belakang mereka. Klub yang bermarkas di Turin itu dikabarkan sedang mempertimbangkan tawaran senilai € 80 juta untuk sang bek.

7 dari 7 halaman

Matthijs de Ligt

Matthijs de Ligt adalah pemain internasional Belanda yang bermain untuk Ajax di Eredivisie. Pemain berusia 19 tahun itu juga menjadi kapten dari raksasa Belanda itu dan memenangkan penghargaan Golden Boy pada tahun 2018.

Jika Juventus mencari kapten masa depan atau pemimpin di ruang ganti maka pemain asal Belanda itu akan menjadi pilihan ideal. De Ligt sudah menunjukkan kalau dia memiliki potensi besar dengan jiwa kepemimpinan.

Si Nyonya Tua pasti ingin membawa De Ligt ke Allianz Stadium tetapi mereka kemungkinan akan menghadapi persaingan dari sejumlah klub raksasa seperti Barcelona, Arsenal, Chelsea, dan Bayern Munchen.

Sumber: Bola.net

Tottenham Hotspur Bisa Ulang Kesuksesan Angkatan 92 MU

Jakarta – Manchester United (MU) melahirkan generasi emas yang dikenal dengan Angkatan 92. Mantan manajer Arsenal, Arsene Wenger, menilai hal serupa kini terjadi di Totenham Hotspur.

Skuat muda legendaris MU itu dikenal ketika menangi FA Youth Cup pada 1992. Skuat mereka terdiri atas pemain-pemain bertalenta seperti David Beckham, Ryan Giggs, Paul Scholes, Gary Neville, Phil Neville, dan Nicky Butt.

Para pemain muda tersebut kemudian menjadi tulang punggung Setan Merah yang mendominasi sepak bola Inggris pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an. 

Wenger mengatakan ada kemiripan antara para pemain didikan Sir Alex Ferguson tersebut dengan talenta-talenta didikan Maurizio Pochettino tersebut.

“Saya fan Arsenal, jadi ini subjek yang cukup sensitif bagi saya. Yang ingin saya katakan adalah mereka memiliki generasi para pemain muda,” kata Wenger saat menjadi pundit untuk beIN Sports, seperti dilansir Standard

“Mereka seperti generasi MU yang terdiri atas Giggs, Scholes, Butt, Beckham, dan Neville. Mereka berhasil mencapai puncak. Anda akan merasakan sesuatu di Tottenham. Tapi, mereka belum menunjukkan kematangan pada momen penting. Jadi targetnya sekarang adalah mematangkan diri dalam dua atau tiga tahun dan menunjukkannya,” urai Wenger. 


Sumber: Bola.com

Tottenham Hotspur Hancurkan Borussia Dortmund di Wembley

Jakarta Tottenham Hotspur mengalahkan Borussia Dortmund, 3-0, pada leg pertama 16 besar Liga Champions 2018-2019, di Stadion Wembley, London, Rabu (13/2/2019) waktu setempat. Hasil itu membuka peluang The Spurs lolos ke babak berikutnya.

Tampil tanpa Harry Kane dan Dele Alli ternyata tidak mengurangi kekuatan Tottenham Hotspur. Son Heung-min berubah menjadi sosok pembeda di skuad Mauricio Pochettino.

Terbukti, Son mampu mencetak gol pembuka pada awal babak kedua. Memasuki menit ke-47, Son menceploskan gol setelah memaksimalkan umpan silang Jan Vertonghen.

Selanjutnya, Vertonghen juga turut mencatatkan nama di papan skor. Pemain asal Belgia itu mencetak gol setelah memanfaatkan umpan Serge Aurier pada menit ke-83.

Pesta gol kemenangan Tottenham Hotspur ditutup aksi Fernando Llorente. Masuk sebagai pemain pengganti, Llorente mencetak gol pemungkas laga itu setelah menerima umpan Christian Eriksen pada menit ke-86.

Hasil tersebut sangat menguntungkan Tottenham Hotspur. Borussia Dortmund pun dituntut menang dengan skor lebih besar saat gantian menjadi tuan rumah pada 5 Maret mendatang.

Susunan pemain

Tottenham Hotspur: 1-Hugo Lloris; 24-Serge Aurier, 6-Davinson Sanchez, 4-Toby Alderweireld, 5-Jan Vertonghen; 17-Moussa Sissoko (12-Victor Wanyama 90+1), 21-Juan Foyth, 8-Harry Winks; 23-Christian Eriksen; 27-Lucas Moura (18-Fernando Llorente 84), 7-Son Heung-min (11-Erik Lamela 90)

Pelatih: Mauricio Pochettino

Borussia Dortmund: 1-Roman Burki; 5-Achraf Hakimi, 36-Omer Toprak, 2-Dan-Axel Zagadou (29-Marcel Schmelzer 77), 4-Abdou Diallo; 28-Axel Witsel, 6-Thomas Delaney; 7-Jadon Sancho (13-Raphael Guerreiro 88), 19-Mahmoud Dahoud, 22-Christian Pulisic (34-Jacob Bruun Larsen 88); 10-Mario Gotze

Pelatih: Lucien Favre

Wasit: Antonio Lahoz (Spanyol)

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini: