Masih Misteri, Jumlah Jenazah Terapung di Perbatasan Malaysia Terus Bertambah

Kasubbid Pelayanan Medis Kedokteran Kepolisian RS Bhayangkara Polda Riau, Kompol Supriyanto menyebut delapan jenazah yang ditemukan itu diperkirakan sudah sepekan lebih mengambang di laut. Hal itu disimpulkannya berdasarkan kondisi tubuh yang tak utuh dan membusuk.

Menurut Supriyanto, tim Disaster ‎Victim Identification (DVI) Polda Riau juga kesulitan mengidentifikasi karena sidik jari jenazah tidak bisa diambil. Sejauh ini, baru tiga jenazah yang teridentifikasi.

“Wajah sulit dikenali, sidik jari juga tidak bisa diambil karena sebagian besar kondisi mayat telah membusuk‎,” kata Suproyanto.

Langkah terakhir yang akan dilakukan tim medis tersebut yaitu dengan cara mengambil sampel DNA dan susunan gigi jenazah. “Kami melihat data sekunder seperti propertis dan medis. Bisa luka bekas operasi, tato, dan lainnya,” ucap Supriyanto.

Supriyanto menjelaskan, tiga jenazah yang sudah diidentifikasi bernama Ujang Chaniago (48), warga asal Lubuh Nyiur, Dusun V Koto Mudiek Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Kedua, Mimi Dewi (32), warga Jalan Lansano Kelurahan Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Dan ketiga, Maya Karina (37), warga asal Desa Mentikan ‎Kecamatan Prajurit Kulon, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

“Untuk korban yang sudah diidentifiksai sudah dijemput keluarga masing-masing,” sebut Supriyanto.

Simak video pilihan berikut ini:

Seorang mahasiswa tewas akibat selfie di sebuah curug. Korban terpeleset dan akhirnnya tenggelam hingga meninggal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *