Masalah Narkoba Belum Usai, Pemuda Bisa Ikut Berperan untuk Mencegahnya

Liputan6.com, Jakarta Masalah narkoba di kalangan pemuda Indonesia belum juga usai. Hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2016 menyebutkan bahwa 27,32 persen pengguna narkoba di Indonesia adalah pelajar dan mahasiswa.

Hal ini tentu cukup memprihatinkan. Pelajar dan mahasiswa yang seharusnya masih berada di bawah pengawasan orangtua dan sekolah ternyata masih rentan terkena narkoba.

Benda terlarang tersebut pun bisa menghalangi generasi muda meraih prestasi dan memiliki masa depan cerah. Karena itu, pencegahan penyebaran narkoba di masyarakat, khususnya di kalangan pemuda perlu dilakukan.

Guna membahas cara pencegahan narkoba di kalangan pemuda, termasuk peran para pemuda sendiri untuk menghentikannya, liputan6.com telah mewawancara Sekretraris Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Amar Ahmad, di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2018).

Simak hasil wawancaranya, yuk!

1. Menurut data dari hasil penelitian BNN pada 2016, 27,32 persen pengguna narkoba adalah pelajar dan mahasiswa. Menurut pak Amar, mengapa para pemuda rentan terkena narkoba?

Pak Amar: Anak-anak muda sekarang terkadang dengan pergaulan mereka, yang bisa terjadi melalui interasksi langsung maupun media sosial, mudah sekali untuk meniru dan terprovokasi. Mereka mudah terpengaruh oleh hal-hal yang sifatnya kesenangan sesaat dan melupakan masa depan mereka yang begitu gemilang.

Kerentanan tersebut juga disebabkan oleh kurangnya perhatian dari orangtua. Selain itu, menurut hemat saya, media televisi terkadang juga memberikan edukasi secara setengah-setengah.

Media televisi sering kali menyorot kehidupan selebritas, kehidupan yang sifatnya mewah dan identik dengan hal-hal negatif, seperti narkoba. Kita pun harus selalu memberikan pendampingan dan pembinaan agar mereka tak mudah terpengaruh hal-hal seperti ini.

2. Lalu, menurut pak Amar, langkah pencegahan apa yang bisa dilakukan supaya penyebaran narkoba di kalangan pemuda tidak semakin banyak? Apakah pemuda juga bisa ikut dilibatkan?

Pak Amar: Selama ini, seluruh unit di Kemenpora kerap mengadakan penyuluhan kepada para pemuda untuk memberikan mereka penyadaran agar tidak mudah terpengaruh oleh hal yang bersifat destruktif, termasuk narkoba. Bahkan, di unit Pemberdayaan Pemuda ada program Kader Pemuda Anti Narkoba.

Setiap tahunnya, mereka mengkader sekita puluhan ribu pemuda. Tahun lalu, seingat saya ada 36 ribu Kader Pemuda Anti Narkoba dari seluruh Indonesia. Untuk menjaring para pemuda tersebut, unit Pemberdayaan Pemuda bekerja sama dengan BNN.

Selain itu, Kemenpora juga menjalin kerja sama dengan seluruh kementerian untuk memberikan penyuluhan di rumah tahanan (rutan) dan di beberapa tempat yang kami anggap rentan terjadi penyebaran narkoba.  

3. Seperti apa tugas Kader Pemuda Anti Narkoba dalam mencegah penyebaran narkoba?

Pak Amar: Mereka memberikan penyuluhan kepada para pemuda di wilayah mereka. Para kader ini memang diambil dari beberapa provinsi.

Di unit Pengembangan Pemuda juga ada program Pemuda Mandiri Membangun Desa. Tugas mereka mencakup mengembangkan wirausaha dan memberikan penyuluhan tentang perilaku yang anti-desdruktif, termasuk narkoba.

Pemuda tersebut bertugas menumbuhkan semangat agar desa mereka bisa lebih mandiri dan mengembangkan potensinya. Tahun lalu, kami ambil pemuda dari 34 provinsi dan disebar ke beberapa titik untuk membangun desa.

Itu adalah hasil wawancara dengan Amar. Semoga semakin banyak pemuda yang terlibat menjadi Kader Anti Narkoba dan penyebaran narkoba bisa segera dihentikan ya.

(*) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *