Fakta Menarik Seputar Masjid Kubah Mas Depok

Jakarta – Pendiri Masjid Kubah Mas Depok meninggal hari ini dan banyak yang berduka. Ada beberapa fakta menarik tentang masjid dengan kubah emas ini yang perlu kamu tahu.

Pendiri Masjid Dian Al Mahri atau lebih dikenal Masjid Kubah Emas di Kota Depok, Jawa Barat, Dian Djuriah Rais binti H Muhammad Rais meninggal dunia. Perempuan yang akrab dipanggil Dian Al Mahri ini meninggal di usia 70 tahun.

Perlu kamu ketahui, bahwa Masjid Kubah Mas atau Masjid Dian Al Mahri, kubahnya benar-benar dilapisi dengan emas 22 karat. Selain bangunan masjid nan megah serta lokasinya yang sangat strategis, kubah emas inilah yang menarik wisatawan untuk wisata religi.

(Fathurahman/detikcom)(Fathurahman/detikcom)

Dirangkum detikcom, Jumat (29/3/2019) berikut beberapa fakta menarik tentang Masjid Kubah Emas Depok yang perlu wisatawan ketahui:

1. Berkubah emas

Sesuai dengan julukannya, Masjid Kubah Emas Depok benar-benar dilapisi dengan emas 22 karat. Sebanyak 5 kubah dilapisi emas setebal 2-3 mm. Selain kubah yang dari emas, ada pula relief hiasan di tempat imam yang terbuat dari emas 18 karat.

Sedangkan pagar di lantai 2 dan hiasan di 168 mahkota masjid terbuat dari sisa emas atau prado.

2. Didesain langsung oleh pendiri

Masjid Kubah Mas dibangun oleh Dian Al Mahri, seorang pengusaha. Masjid Dian Al Mahri atau biasa disebut Masjid Kubah Emas dibangun pada April 1999 dan diresmikan pada 31 Desember 2006 di Jl Meruyung, Limo, Depok. Masjid ini dibangun dengan gaya arsitektur Timur Tengah.

Untuk desain interior juga langsung dirancang oleh Dian Al Mahri. Perempuan ini mendatangkan langsung lampu gantung dari Austria seberat 2,7 ton. Hj Dian juga mau mencari lampu ke luar negeri sesuai dengan rancangannya.

Di dalam masjid terdapat di bagian langit-langit kamu bisa melihat adanya awan-awan. Menambah kesejukan mata dan hati saat menikmati bagian dalam masjid. Juga desain interiornya mewah dan tata ruang menambah decak kagum siapapun yang datang.

 (Fathurahman/detikcom) (Fathurahman/detikcom)

3. Setiap struktur bangunan masjid punya makna

Luas bangunan Masjid Dian Al Mahri ini sekitar 8.000 meter persegi dan luas keseluruhan kawasan masjid 70 hektare. Masjid ini mempunyai lima kubah berlapis emas, yang melambangkan rukun Islam, dan mempunyai enam menara, yang melambangkan rukun iman dalam agama Islam.

4. Pendirinya meninggal dunia

Kabar duka datang hari ini, dimana pendiri Masjid Kubah Emas Dian Djuriah Rais binti H Muhammad Rais meninggal dunia. Perempuan yang akrab dipanggil Dian Al Mahri ini meninggal di usia 70 tahun.

Menurut kabar, Dian meninggal dunia pada Jumat dini hari tadi. Dian mengembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit Pondok Indah di usianya yang ke-70 tahun.

 (Zunita Amalia Putri/detikcom) (Zunita Amalia Putri/detikcom)

5. Destinasi religi favorit di Depok

Desainnya yang megah serta kubahnya dilapisi emas, Masjid Dian Al Mahri menjadi tempat wisata di Depok https://www.detik.com/tag/tempat-wiasta-di-depok/ bertema religi paling favorit. Tidak hanya traveler domestik, namun juga menarik perhatian turis asing lho.

Setiap harinya, hampir 7.000 orang datang ke Masjid Kubah Emas. Area masjid sangat tertata dan memiliki taman-taman cantik. Juga saat Ramadan, masjid ini salah satu spot warga ngabuburit.

Selain itu, Masjid Kubah Emas ini menyediakan aula untuk sarana pengunjung masjid sekadar beristirahat, toko makanan, vila, dan butik pakaian.

 (Zunita Amalia Putri/detikcom) (Zunita Amalia Putri/detikcom) Foto: undefined

(sym/fay)

Serangan Bertubi Amien Rais untuk Mas Kowi

Jakarta – Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais kembali melempar serangan demi serangan ke capres incumbent Joko Widodo (Jokowi). Amien menyebut Jokowi sebagai ‘Mas Kowi. Apa saja serangannya?

Amien Rais awalnya membedah politik uang yang menurutnya terjadi karena ada masyarakat yang fondasi moralnya kurang kuat. Bahkan, dia menyebut masyarakat yang terlibat politik uang tersebut menyembah uang.

“Jadi di negeri kita ini, walaupun di banyak negara hampir sama, masyarakat yang tak dididik untuk punya fondasi moral yang kuat. Maka biasanya mereka menyembah, kalau dalam istilahnya menyembah uang. Menyembah uang dan menyembah Tuhan dalam waktu yang sama,” ucap Amien saat berbicara di Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandiaga, Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019).


Amien kemudian menyinggung Jokowi dan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Amien mengatakan kemenangan Jokowi di Pilpres 2014 karena kampanyenya didanai pengembang.

“Kita masih ingat ketika Ahok dalam briefing dengan Pemda Jakarta waktu itu, sekarang masih ada di YouTube, dia katakan ‘Eh saya kasih tahu ya, kamu nggak tahu toh, Pak Jokowi itu menang presiden karena pengembang.’ Jadi pengembang ini yang membayari kemenangan Pak Kowi ini, Pak Kowi,” kata Amien.

“Jadi kalau orang Indonesia, kalau Pak Soeharto, Pak Harto, Pak Sutarno, Pak Tarno, kalau Jokowi, Pak Kowi,” imbuhnya.

Amien kemudian bicara soal kebakaran hutan pada 2015 yang dampaknya hingga Singapura. Dia menyayangkan Jokowi yang batal meneruskan kasus tersebut ke meja hijau.

“Kita masih ingat kebakaran hutan luar biasa tahun 2015 saya kira, ketika asap membuat sesak napas orang Singapura dan Kuala Lumpur, kemudian Pak Kowi ini mengatakan harus dibawa ke meja hijau siapa yang bakar hutan secara masif itu. Kemudian saya tunggu ini ada peristiwa besar. Dua minggu kemudian para penyumbang yang memenangkan itu datang ke Istana. Kemudian kira-kira, ‘Bapak, apa Bapak lupa dulu kami yang membiayai kampanye Bapak’.’Oh gitu toh, kalau gitu nggak usah dilanjutkan,'” papar Amien.

Selain itu, Amien menilai Jokowi sebagai sumber nestapa di Indonesia. Sebelum menyebut sumber nestapa, Amien bicara soal hoax.

“Jadi saya akan akhiri ini, tapi kita waspadai kita kumpulkan kecurangan itu nanti kalau mereka menang curang, kita geruduk KPU dan presidennya. Sekarang ternyata hoax itu kan ujungnya Pak Kowi, jadi Mas Kowi sumber segala sumber nestapa Indonesia, jadi insyaallah kita hadapi pelan-pelan,” ucapnya.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin bicara soal tudingan Jokowi sebagai sumber segala sumber nestapa itu. TKN’ruf Amin menyebut Amien Rais sewenang-wenang alias seenak dewek.

Juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily menyebut Amien seperti seorang yang terlalu nekat karena menyebarkan isu adanya kecurangan pada pemilu sejak awal. Ace menyebut sikap Amien seirama dengan manuver kubu 02.

“Framing ini sesuai dengan apa yang saat ini dibangun kubu 02 untuk mendelegitimasi KPU, Bawaslu, dan juga akhirnya mendelegitimasi pemilu, framing pemilu curang, ini sengaja diangkat berkali-kali oleh kubu 02 untuk menyiapkan skenario pasca-17 April 2019. Ini sejalan dengan pernyataan Amien Rais yang menyebutkan sebagai jihad kebenaran,” ujar Ace kepada wartawan, Selasa (12/3).

Ace menyebut Amien Rais juga tengah mengelabui umat dengan narasi jihad kebenaran. Ace turut menyinggung Neno Warisman.

“Pak Amien Rais jelas menipu umat dengan cara pandang seolah-olah memenangkan Prabowo sebagai jihad kebenaran. Ini persis sama dengan Neno Warisman, yang juga menyebut pemilu sebagai perang badar. Bahkan Neno sampai mengancam Allah kalau junjungannya kalah dalam pemilu,” kata Ace.
(idh/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kuasa Hukum: Mas Dhani Beberapa Kali Cium dan Peluk Anak-anaknya

SurabayaMulan Jameela membawa serta dua anaknya, Shafeea Ahmad dan Muhammad Ali, saat membesuk Dhani di Rutan Medaeng.

Keduanya dibawa lantaran Dhani sudah lama tidak bertemu dengan anak-anaknya sejak menghuni Medaeng,

Salah satu kuasa hukum Ahmad Dhani, Sahid SH mengaku selama dibesuk dua anaknya, Dhani terlihat senang dan berulang kali memeluk anak-anaknya. Salah satunya Muhammad Ali.


“Tadi Mas Dhani beberapa kali memeluk mencium anak-anaknya. Terutama yang laki-laki Muhammad Ali, mungkin kangen. Mas Dhani yang meminta keduanya datang karena lama nggak ketemu, apalagi yang kecil,” kata Sahid usai keluar dari Rutan Medaeng, Sabtu (9/3/2019).

Mulan Jameela tiba di Rutan Medaeng pukul 09.45 WIB. Mulan turun dari mobil Toyota Innova warna hitam bernopol W 888 RR, dengan membawa dua anaknya. Selama kurang lebih 2 jam Mulan di dalam rutan.
(fat/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Alasan SBY Tunjuk AHY Jadi Penanggung Jawab Pemenangan Demokrat

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yufhoyono (SBY) menyerahkan tongkat komando kampanye pemenangan pemilu 2019 kepada putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ketua DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto mengungkap  alasan mengapa SBY lebih memilih AHY ketimbang putra keduanya Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

Dalam pemenangan pemilu SBY justru menugaskan Ibas dalam Komisi Pemenangan Pemilu (KPP). Sedangkan AHY, mendapat tugas pemenangan pemilu melalui jabatan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma).

Menurut Didik, ada pertimbangan lain hingga akhirnya SBY menunjuk AHY sebagai tonggak pemenangan pemilu. Alasannya, kata dia, AHY dianggap mampu mengatur strategi dan ritme.

“Mas AHY kan memang menjadi komisi pemenangan pemilu kita, itu tugasnya sangat berat dibanding tugas lain, karena harus menentukan strategi, mengatur ritme pertarungan dan bertanggung jawab terhadap rencana aksinya,” kata Didik saat dihubungi, Jumat (1/3/2019).

Didik juga mengungkap alasan kenapa bukan Ibas yang ditugaskan sebagai ketua pemenangan kampanye. Ibas, lanjutnya harus fokus pada pemenangannya sebagai caleg.

“Dan Mas Ibas sendiri strategi kampanye soal dapur Partai Demokrat sendiri, mereka berdua memang menjadi bagian magnet center, pada saatnya nanti Mas Ibas akan memperkuat Mas AHY,” ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Fokus Pengobatan Ani Yudhoyono

Diketahui, SBY memang tengah fokus merawat sang istri Ani Yudhoyono yang sedang sakit kanker darah di Singapura. Terkait Persiapan menghadapi pemilu serentak 17 April nanti, SBY telah memberikan sejumlah pesan.

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, surat dituliskan SBY, demi menjawab ketidakhadirannya dalam dua bulan terakhir sisa masa Pemilu 2019, karena harus mendampingi sang istri yang mengidap kanker darah.

“Karena sementara waktu, secara fisik tidak bisa menjalankan kampanye sampai 17 April, oleh karena itu beliau sampaikan pesan untuk memaksimalkan kerja-kerja Partai, DPP sampai ke tingkat ranting,” kata Hinca di Kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).


Reporter: Sania Mashabi

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jejak Tudingan Mobil Camry yang Bikin Mahfud Polisikan Kakek Kampret

Jakarta – Mahfud Md mempolisikan akun twitter Kakak Kampret @KakekKampret_ soal tuduhan mobil Camry. Mantan Ketua MK menilai cuitan Kakek Kampret sudah bentuk fitnah, bukan kritik lagi.

Kasus bermula saat @KakekKampret_ membuat cuitan dengan dimention ke @Mohmahfudmd, pada 27 Februari 2019, yaitu:

Saudara mahfud @mohmahfudmd apa bener Mobil Camry punya anda Plat B 1 MMD adalah setoran dari pengusaha besi kerawang ex cabub PDIP. Jika bener atas dasar apa pemberian itu kakek sekedar bertanya (ditambah dua emoticon tertawa-red)

Cuitan itu tidak digubris. Lalu @KakekKampret_ kembali mencuit:

Saudara mahfud @mohmahfudmd kenapa anda ga jawab pertanyaan kakek ini. Apa bener Toyota Camry B 1 MMD dari pengusan besi karawang, mantan ex cabub karawang dari PDIP..? saudar mahpud jawab lah (ditambah dua emotical tertawa-red)

Mahfud Md tidak terima dituduh hal demikian dan melaporkan ke Polres Klaten.

“Laporan terkait hoaks yang menyangkut saya. Dan ini bagi saya yang begini-begini ini tidak bisa dibiarin. Kalau diskusi publik tidak masalah tapi kalau menyangkut harkat pribadi harus diselesaikan lewat polisi,” kata Mahfud Md di Polres Klaten, Jumat (1/3/2019).

Usai melapor, Mahfud Md menjelaskan asal-usul mobilnya.

“Saya beli mobil itu tahun 2013, tiga hari sebelum saya pensiun dari MK, karena mobil saya akan ditarik oleh negara. Saya tarik uang saya untuk membeli mobil cash. Kenapa dikaitkan dengan pilbup yang terjadi tahun 2015, tidak ada hubungannya,” ujar dia.

Lalu Mahfud kembali bercuit di Twitter menjawab banyak pertanyaan warganet.

Sudah lapor, giliran Kakek untuk menyelesaikan sendiri. Saya akan ikuti terus

Tidak berapa lama, akun @raffie aqmal mengomentari sikap Mahfud Md, yaitu:

Zaman SBY paling aman bagi rakyat Indonesia. Zaman sekarang cuma bertanya saja d laporin dan yang laporinnya pendukung petahana langsung diproses. Jikalah yang laporin kubu oposisi walaupun itu penghinaan dan penyebar hoax, pastilah MANGKRAK..! Di sini saya belajar bahwa rezim ini… (ejaan sudah disesuaikan-red).

Mendapati komentar di atas, Mahfud Md mencoba menjelaskan yaitu pelaporannya tidak terkait pemilu.

Bung Raffie, ini tak ada kaitannya dengan Pemilu. Ini soal tudingan secara insinuatif bahwa saya pernah menerima setoran mobil dari seseorang. Saya tak tahu dan tak ingin tahu, dia itu pendukung siapa. Cuitannya sampai dua kali dengan sangat insinuatif (ejaan sudah disesuaikan-red).

Wakil Ketua MPR Zaenal Maarif pernah digelandang ke pengadilan karena pengaduan Pak SBY. Eggy Sujana juga dihukum setelah diadukan. Masak, dibilang tak ada (Zaman SBY tidak ada pelaporan-red). Hukum tetaplah hukum. Setiap hari saya dikritik oleh banyak akun tapi tak pernah saya laporkan karena hanya beda pendapat. Kalau memfitnah, beda.

Akun Ahmad Rohiman @kangimanow memention dengan simpati:

Saya turut sedih pak atas fitnah itu…

Mahfud lalu menjawab:

Mas Rohimin, tiap hr sy dpt banyak kritik terbuka ka ka. Tp sy tak pernah mengadu. Yg Kakek Kampret ini beda, dia memfitnah dan nyebar hoax. Tak bisalah dia mengelak dgn alasan hanya “bertanya”. Bertanya, kok lewat fitnah terbuka? Kalau betul bertanya, kan bisa lewat DM Twitter.

(asp/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Akting di Cinta Buta SCTV, Ratu Rizky Nabila Jadi Selingkuhan Anjasmara

Liputan6.com, Jakarta – Penyanyi Ratu Rizky Nabila menjejak panggung hiburan ke ranah akting. Di depan kamera, meski tak sedang mengolah vokal, ia tetap mampu memberikan hiburan melalui aktingnya di layar kaca.

Ratu Rizky Nabila terlibat dalam sinetron Cinta Buta yang tayang di SCTV. Dalam sineton itu, ia berperan sebagai selingkuhan Anjasmara.

Tentunya, berhadapan langsung dengan aktor yang sudah malang melintang di layar sinetron dianggap sebagai tantangan khusus. Ratu Rizky Nabila menyadari, akting yang diperlihatkannya tak boleh biasa-biasa saja.

“Siapa yang enggak tahu akting Mas Anjas (Anjasmara-red). Buat aku kebanggaan banget bisa adu akting dengan beliau,” kata Ratu Rizky Nabila saat dihubungi di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

2 dari 3 halaman

Pendalaman Karakter

Karena tahu lawan mainnya di sinetron yang dibintangi Nikita Willy dan Rezky Aditya tak sembarangan, Ratu Rizky Nabila melakukan sejumlah persiapan sebelum proses syuting dimulai.

Salah satunya dengan mendalami karakter yang dimainkan. “Script itu enggak cuma aku hafal. Tapi aku masukin banget karakter cewek yang diselingkuhi dan terbiasa selingkuh seperti apa,” dia menjabarkan.

3 dari 3 halaman

Totalitas

Bagi Ratu Rizky Nabila, dipercaya untuk membintangi sinetron garapan SinemArt merupakan prestasi besar dalam kariernya di panggung hiburan.

“Jadi harus 100 persen totalitas. Aku orangnya berusaha menjawab profesionalitas kerja dengan kualitas. Enggak cuma ramai diomongin di media sosial, tapi sebagai entertainer kita harus tanggung jawab dengan pekerjaan dan karya yang sedang kita buat,” dia menukas.

Keluarga Uno di Gorontalo Dukung Jokowi, BPN Prabowo: Acting Saja

Jakarta – Capres petahaha Joko Widodo mendapat dukungan dari keluarga Uno, yang merupakan keluarga dari cawapres saingannya, Sandiaga Uno. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga pun mengaku tak masalah.

“Uno itu kan nama family name. Besar sekali. Sangat besar sekali. Seperti Luhut Binsar Pandjaitan. Apa semua marga Pandjaitan mendukung Pak Luhut? Kan nggak harus. Jadi biasa, kita kan nggak bisa mengontrol pilihan politik keluarga,” ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dian Fatwa kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

“Ini uno yang mana? bagian tengah, depan belakang?” imbuhnya.


Dian mengatakan perbedaan pilihan politik merupakan hal yang biasa. Hal itu menunjukkan warna demokrasi yang dewasa di Indonesia. Namun, menurutnya, hal itu tak menutupi banjirnya dukungan masyarakat kepada Sandiaga.

“Ini warna demokrasi. Kita nggak harus sama. Ini bagaimana berdemokrasi secara dewasa. Tapi pendukung Mas Sandi ini lebih besar dari yang nggak (dukung). Mas Sandi ini luar biasa, dari pengusaha yang tidak dikenal, jadi cawagub, hingga cawapres,” katanya.

“Kalau mas Sandi muncul, (pendukung) histeris. Saya nggak kecil hati. Ini dinamika dalam keluarga, bukti demokrasi dalam keluarga dan Indonesia,” imbuh Dian.

Selain itu, menurut Politikus PAN itu, dukungan keluarga Uno di Gorontalo itu tak mewakili keluarga Uno seluruhnya. Lagipula, dia meyakini, dukungan keluarga Uno ke Jokowi hanyalah sandiwara semata.

“Kalau misalnya ada yang mendeklarasikan ya bagus, tapi saya tahu keluarga Uno yang di partai Koalisi Indonesia Maju, punya hubungan keluarga dan ‘masa ponakan sendiri nggak dicoblos, masa sepupu sendiri nggak dicoblos’ gitu lho. Kalaupun ada yang mendukung, itu cuma make up aja,” katanya.

“Saya tahu mereka terikat dengan acting bahwa karena partainya berkoalisi dengan itu, jadi tentu saja harus tampak di publik mendukung pasangan Jokowi. Saya tahu itu. Tapi kami biasa saja, ini sebuah realita, kalau tidak, kita tahu lah, kalau nggak dosa-dosa politik akan dibuka, atau diproses secara hukum, karena hukum sekarang kan tumpul ke atas tajam ke bawah,” imbuh Dian.

Seperti diketahui, keluarga Uno di Gorontalo mendeklarasikan mendukung Jokowi untuk menjadi presiden sekali lagi. Jokowi pun hadir dalam deklarasi dukungan itu.

Perwakilan keluarga Uno, Rudi Hartono Uno mengungkap mengapa tak mendukung saudaranya di Pilpres. Sepanjang pembacaan deklarasi yang digelar di Hotel Maqna, Gorontalo, Kamis (28/2) malam itu, teriakan Jokowi menggema ke seluruh ruangan.

“Mencermati kinerja pemerintah Bapak Presiden Joko Widodo selama hampir satu periode ini, terutama perhatian dan kepedulian pemerintah pusat terhadap pembangunan di Provinsi Gorontalo, yang sungguh-sungguh telah kami rasakan selama ini, maka kami keluarga Uno telah bersepakat untuk mendukung sekali lagi Bapak Jokowi sebagai Presiden RI,” ungkap Rudi Uno.

“Memang kami menyadari ada salah satu bagian dari keluarga besar kami yang juga ikut dalam kontestasi pemilihan presiden/wakil presiden saat ini. Namun dengan besar hati, kami harus menyampaikan bahwa kepentingan bangsa dan negara sungguh jauh lebih penting dari sekadar kepentingan keluarga,” sambungnya.
(mae/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Reaksi Gibran dan Kaesang Respons Broadcast ‘Jokowi Anak Oey Hong Lion’

Jakarta – Tangkapan layar pesan broadcast percakapan tentang ayah dari Presiden Joko Widodo bernama Oey Hong Liong beredar di media sosial. Kedua putra Jokowi, Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep, merespons broadcast tersebut.

Foto pesan berantai yang merupakan percakapan di aplikasi WhatsApp tersebut diunggah oleh akun twitter @PolJokesID, Rabu (27/2/2018). Akun itu juga memention akun Kaesang.

“Eyang lu cina ya @kaesangp wkwk,” tulis akun itu.

Dalam foto yang diunggah, tampak sebuah grup WhatsApp bertuliskan ‘POS RELAWAN PRABOWO’ dengan berisi pesan siaran tentang Jokowi. Di pesan itu, Jokowi disebu-sebut bernama Herbertus Handoko Joko Widodo bin Oey Hong Liong.

“Terungkap sudah dari surat nikah, Jokowi aslinya bernama *Herbertus Handoko Joko Widodo bin Oey Hong Liong* (Noto Mihardjo). Sumber: TM2000 cq. BIN (pantes, Jokowi Wakil Walikotanya di Solo FX Hadi Rudyatmo; Wakil Gub DKI-nya Ahok Cina-Kristen,” demikian petikan pesan tersebut.

Pesan itu juga berisi imbauan agar umat Islam turut menyebarkan informasi tersebut. “Umat Islam wajib menyebarkan info ini ke seluruh umat Islam di Indonesia sebagai bentuk perjuangan Umat Islam dalam Pilpres 2019. Semoga Allah Ridha dengan perjuangan Umat Islam. Sebarkan nasrum minaAllah wa fathun qarib,” tulisnya.

Kaesang pun merespons cuitan tersebut. Dia juga memention akun kakaknya, Gibran.

“KAKEKMU OEY HONG LIONG MAS @Chilli_Pari??” tulis akun @kaesangp.

Gibran juga menanggapi soal pesan berantai tentang ayah Jokowi itu. Dia membalas cuitan dari akun @PolJokesID dan cuitan adiknya, Gibran.

“Apa ini,” tulis Gibran membalas akun @PolJokesID.

“Iya,” ujar Gibran sambil meretweet cuitan Kaesang.

(knv/idh)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cerita Gondangdia: Menjadi Saksi Juara Proliga

Liputan6.com, Yogyakarta – Akhir pekan kemarin, Liputan6.com mendapatkan kesempatan menjadi saksi dalam perebutan gelar juara Proliga 2019. Berbeda dengan musim-musim sebelumnya, tahun ini laga grand final kompetisi bola voli di Tanah Air itu berlangsung dua hari.

Untuk perebutan gelar juara Proliga di bagian putri, digelar pada 23 Februari 2019. Sedangkan untuk putra, dimainkan sehari kemudian. Kedua laga bergengsi itu dimainkan di GOR Among Rogo, Yogyakarta.

Menahan rasa kantuk dan lelah lantaran belum tidur serta usai bekerja shift sore, saya berangkat ke Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, pukul 02.45. Memakan waktu sekitar 30 menit, saya sudah tiba di terminal tiga.

Setelah tiket di tangan, saya langsung menuju gate 23 untuk naik pesawat yang mengantar saya ke Yogyakarta. Butuh waktu hampir 15 menit lebih bagi saya untuk mencapai gate 23 dengan berjalan kaki secara perlahan.

Duduk di ruang tunggu, saya menunggu kedatangan Chris, humas BNI yang mengundang saya untuk menyasikkan laga grand final. Seperti diketahui, tim putra BNI 46 lolos ke grand final sementara putrinya akan memperebutkan gelar juara ketiga.

Pukul 04.32, ada pesan WA ke telepon seluler saya. “Ak br sampe mas… Wait yaa,” kata Chris dengan ditambah emoji senyum. Tapi ditunggu-tunggu hingga saya masuk ke dalam pesawat, batang hidung Chris pun tak kelihatan.

Saya duduk di kursi 32J. Dugaan kuat saya, Chris duduk di kursi 32K. Sebab sepanjang perjalanan ke Yogyakarta, kursi yang dekat jendela itu kosong tidak berpenumpang.

Setiba di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, saya masih menunggu Chris sebelum ke luar pintu kedatangan. Pukul 06.41 WIB, Chris kembali mengirimkan pesan WA kepada saya. Bunyinya: “Mas bogi, punten maaf td aku ketinggalan check in. Mas br landing ya?”

Dalam pesan berikutnya, Chris memberi saya nomor sopir yang akan mengantarkan saya ke hotel dan GOR Among Rogo. Saya pun menuju hotel untuk rehat sebentar sebelum menyaksikan grand final Proliga 2019.

Tiba di GOR Among Rogo pukul 12.00 WIB, saya langsung menyaksikan laga perebutan posisi ketiga antara putri BNI 46 dan Bandung Bank BJB Pakuan. GOR berkapasitas sekitar 5.000 penonton itu tidak terlalu penuh. Namun, hal itu menyurutkan ketegangan di lapangan.

Sempat dua set menyaksikan dari pinggir lapangan, saya memutuskan pindah ke ruang media untuk mempersiapkan laporan hasil pertandingan tersebut. Ternyata, suasana di dalam ruang media jauh lebih panas dibandingkan lapangan. Sebab, AC di ruangan mati.

Saya pun terpaksa beberapa kali berhenti menulis hanya untuk sekadar berkipas-kipas dengan kertas lantaran sangat gerah. Hasil laporan pun segera saya kirim lewat email begitu BNI 46 dipastikan merebut tempat ketiga.

Memasuki perebutan gelar juara pertama, yakni Jakarta Pertamina Energi melawan Jakarta PGN Popsivo Polwan, suasana di ruang media semakin panas. Kaos saya kuyub. Bahkan, saya harus membuka kaos hingga ke leher karena saking panasnya.

Tak peduli di sebelah saya ada reporter wanita dari salah satu stasiun televisi yang menyaksikan pertandingan melalui layar monitor dengan live streaming. Bahkan, kami juga terlibat percakapan. “Wah bang skornya 2-2, gimana ini,” ucapnya. Saya menjawab: “Popsivo yang akan juara.”

Dia kembali bertanya. “Kok bisa?”. “Karena mental pemain Pertamina sudah jatuh, kamu lihat aja nanti,” jawab saya kembali.

Benar prediksi saya. Popsivo menang 15-21 di set kelima dan menjadi juara Proliga usai mengalahkan Pertamina dengan skor 3-2.

2 dari 3 halaman

Bertaruh dengan Aprilia Manganang

Usai mengirimkan hasil pertandingan, saya kembali ke lapangan. Saya pun menghampiri Aprilia Manganang, pemain Pospivo yang menjadi bintang di laga grand final.

Sambil bersalaman, saya bilang kepadanya: “Kamu raih MVP (gelar pemain terbaik)”. April tak percaya. Dia menjagokan rekan setimnya, Amalia Fajrina, yang akan memenangkan penghargaan individu bergengsi tersebut.

Bahkan, dia mengajak saya bertaruh, walau tidak disebutkan taruhannya apa. “Salaman ya,” ucap April sebagai tanda setuju taruhan.

Tidak lama berselang, nama April pun disebut sebagai peraih MVP Proliga 2019. Dia pun berlonjak girang dan maju ke depan untuk menerima penghargaan tersebut.

Ini adalah kali ketiga April memenangkan MVP Proliga. Sebelumnya, pevoli kelahiran Tahuna, Sulawesi Utara, 27 April 1992, tersebut pernah meraihnya pada Proliga 2016 dan 2017.

“Ini untuk Popsivo. Ini kali pertama aku membela Popsivo dan aku meraih MVP serta juara Proliga,” ucap April yang menerima hadiah uang tunai sebesar Rp 10 juta sebagai MVP Proliga 2019.

3 dari 3 halaman

Penonton Kepanasan

Grand final putra Proliga 2019 baru akan digelar pukul 15.00 WIB, namun para penonton sudah memasuki GOR Among Rogo, Yogyakarta sekitar 4 jam sebelumnya. Sebab, mereka juga ingin menyaksikan perebutan tempat ketiga antara Palembang Bank Sumsel Babel dan Jakarta Pertamina Energi.

Tetapi belum juga laga dimulai, suasana panas sudah menyelimuti penonton. Bukan karena persaingan dalam mendukung tim yang tampil. Namun, karena cuaca panas yang ada di dalam gor.

“Baju saya sudah basah, padahal pertandingan belum mulai. Mana tidak bawa baju pengganti,” kata salah satu penonton lewat pesan di WA Volimania. Kipas angin dan AC di sejumlah titik ternyata tidak mampu mengurangi suhu panas di dalam GOR. 

Saya yang tiba di GOR Among Rogo sekitar pukul 12.10 WIB, menyaksikan jumlah penonton jauh lebih banyak dari laga grand final sehari sebelumnya. Tak hanya di tribun, kelas VIP pun penuh dengan penonton.

Bahkan, jatah kursi untuk para wartawan yang meliput pun diduduki para penonton kelas VIP. Alhasil, saya terpaksa berdiri di pinggir lapangan dengan penonton VIP yang tidak ke bagian tempat duduk.

Setelah set pertama, saya memutuskan melanjutkan menonton laga grand final Jakarta BNI 46 melawan Surabaya Bhayangkara Samator di ruang media melalui siaran live streaming. Tidak seperti hari sebelumnya, AC kali ini sudah hidup sehingga ruangan tak terlalu panas.

Usai bertarung selama 4 set, Samator sukses mempertahankan gelar juara setelah mengalahkan BNI 46 dengan skor 3-1 (23-25, 25-20, 26-24, dan 25-17). Momen mengharukan pun terjadi usai pertandingan.

Setter BNI 46 Aji Maulana terlihat tampak sedih karena gagal membawa timnya juara. Ia terlihat dihibur sang istri, Nandita Ayu, pemain Jakarta Pertamina Energi yang sehari sebelumnya juga kalah di grand final dari Jakarta PGN Popsivo Polwan.

Nandita terlihat menghapus air mata Aji. Momen ini merupakan satu dari banyak drama yang terjadi di grand final Proliga 2019. Semoga saya bisa menyaksikan drama-drama berikutnya di grand final Proliga pada masa mendatang.



Kasihan! Mobil Roy Suryo Kena Imbas Ricuh di Depan Acara Prabowo di DIY

Jakarta – Acara Prabowo Subianto Menyapa Masyarakat dan Purnawirawan TNI/Polri DIY-Jateng di Grand Pacific Hall, Sleman sempat diwarnai kericuhan di luar gedung. Mobil kader Partai Demokrat Roy Suryo pun menjadi salah satu korbannya.

“Betul mas (mobil kena imbas kericuhan),” ujar Roy Suryo saat dimintai konfirmasi, Rabu (27/2/2019).

Padahal, kata Roy, dia tidak hadir dalam acara tersebut. Mobilnya juga terparkir rapi di dalam rumahnya.

“Kasihan (mobilnya), nggak salah apa-apa, parkir dalam rumah sendiri, e..e..Kaca Belakangnya kena lemparan liar gerombolan yang mengejar gerombolan lainnya,” katanya.

“Kebetulan saya malah sedang di RS Panti Rapih, menunggu istri pasca operasi kantong empedu dan usus buntu kemarin,” imbuh Roy.

Roy berharap kejadian yang terjadi pada dirinya tidak menimpa warga lainnya. Apalagi sampai melukai seseorang.

“Selaku warga asli Jogja saya berharap kejadian yang menimpa (mobil saya di dalam rumah) tadi semoga tidak mengenai pihak lain, apalagi menyangkut jiwa seseorang,” ujar Roy.

Kasihan! Mobil Roy Suryo Kena Imbas Ricuh di Depan Acara Prabowo di DIYFoto: Situasi di depan rumah Roy Suryo (Dok. Roy Suryo)

Roy meminta semua pihak untuk tidak terpancing emosi. Dia juga meminta semua pihak, baik pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk mengedepankan pemilu damai.

“Mari kita jaga suasana menjelang 17 April 2019 besok, kita toh sama-sama bersaudara, jangan hanya gara-gara beda pilihan jadi masyarakat yang dikorbankan. Semoga anak-anak ini diberi hidayah oleh Allah SWT dan mendapat jalan terang dariNya,” katanya.

Kericuhan itu tepatnya terjadi di luar gedung atau tepatnya di pinggir Jalan Magelang Km 4,5. Bahkan, polisi terpaksa mengacungkan senjata laras panjang dan mengeluarkan tembakan peringatan untuk menghalau gesekan.

Kericuhan terjadi saat acara yang dihadiri oleh capres nomor urut 02, Prabowo itu berlangsung pada siang tadi. Informasi yang dihimpun, ada dua orang yang belum diketahui identitasnya, membawa spanduk Jokowi-Ma’ruf Amin di tengah massa pro Prabowo di luar Grand Pacific Hall.

Keduanya langsung dikejar massa pro Prabowo sebelum akhirnya bisa diamankan polisi yang berjaga di lokasi acara Prabowo tersebut.

“Tadi ada dua orang bawa spanduk Jokowi-Amin, dikejar,” kata Aji, salah seorang warga, Rabu (27/2/2019).
(mae/van)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>