Habis Maaf Kill The DJ untuk Pro-Prabowo Pengunggah Lagu

JakartaRapper Marzuki Mohamad atau dikenal dengan nama Kill The DJ awalnya membuka pintu maaf saat lagu ‘Jogja Istimewa’ diubah liriknya menjadi dukungan ke capres Prabowo Subianto. Ketika maaf tak kunjung datang, jalur hukum menjadi pilihannya.

Marzuki awalnya mengemukakan protesnya lewat media sosial. Dia tidak terima lagu ‘Jogja Istimewa‘ diubah liriknya untuk komersial maupun kampanye.

“Maling laguuuu bangs*t !!! Yang gak terima bukan cuma saya sebagai pemilik hak cipta, orang Jogja juga gak akan terima lagu ini dipakai buat kampanye Pilpres !!!” tulis Marzuki di Twitter, Senin (14/1/2019).

Video yang diprotes Marzuki diunggah oleh akun Twitter dan Instagram @CakKhum. Dalam video itu, tampak ibu-ibu menyanyikan lagu ‘Jogja Istimewa’ dengan lirik yang diubah menjadi dukungan ke Prabowo. Berikut liriknya:

Jogja Jogja Jogja Istimewa
Prabowo Sandi Pilihan Kita
Jogja Jogja Jogja Istimewa
Adil dan Makmur Tujuan Kita

Padahal, lirik asli lagu tersebut adalah sebagai berikut:

Jogja Jogja Tetap Istimewa
Istimewa Negrinya, Istimewa Orangnya
Jogja Jogja Tetap Istimewa
Jogja Istimewa untuk Indonesia

Marzuki mengancam akan membawa masalah ini ke jalur hukum. Ketika juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, menyarankan emak-emak di Yogyakarta yang menyanyikan lagu tersebut untuk minta maaf, Marzuki sempat menantinya.

“Aku tunggu hingga siang ini,” cuitnya memberi batas waktu.

Hingga akhirnya Selasa (15/1/2019) siang berlalu, tidak ada permintaan maaf kepada Marzuki. “Belum ada permintaan maaf resmi. Waktu habis,” tulisnya pada pukul 14.25 WIB.

Marzuki akhirnya mendatangi Polda DIY. Dia melaporkan dua akun media sosial dengan sangkaan pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Melaporkan pemilik dua akun media sosial, Twitter dan Instagram, atas nama yang sama, atas nama CakKhum,” kata kuasa hukum Marzuki, Hilarius Ngaji Mero, di Mapolda DIY, Jalan Pajajaran Ringroad Utara, Sleman.
(imk/rvk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Habis Kesabaran, Persebaya Tak Lagi Buru Osvaldo Haay

Liputan6.com, Jakarta Persebaya Surabaya memutuskan tak lagi memburu pemain asal Papua, Osvaldo Ardiles Haay. Penyebabnya, karena negosiasi yang tak kunjung mencapai kesepakatan.

Menurut pelatih Persebaya, Djajang Nurdjaman, sebenarnya manajemen sudah berupaya keras untuk mempertahankan Osvaldo Haay. Tetapi, batas kesabaran para pengurus nampaknya sudah habis.

“Kelihatannya walaupun Osvaldo belum kemana-mana tapi kita sudah tidak mengejar dia lagi,” kata Djanur usai latihan di Lapangan Mapolda Jawa Timur.

“Karena manajemen barangkali sudah capek mengejar dia,” mantan juru taktik Persib Bandung ini menambahkan.

2 dari 2 halaman

Cari Pengganti

Namun setelah dipastikan tak mempertahankan Osvaldo, tim pelatih dan manajemen Persebaya langsung bergerak cepat untuk mencari pengganti. Bahkan ada beberapa pemain yang sudah didekati.

“Mudah-mudahan yang hari ini kita proses mudah-mudahan datang dan kita coba ditrial,” harapnya.


Tetapi pelatih asal Majalengka ini tidak mau membeber ciri-ciri pemain yang akan didatangkan. Sebab ia khawatir ketika sudah dibeberkan identitasnya, pemain yang dimaksud tidak jadi bergabung.

“Gak lah, saya kalau nyebut clue suka gak jadi. Nanti aja kalau sudah datang ke sini,” tandasnya.

Sumber: bola.net

Satgas Mafia Bola Tetapkan Vigit Waluyo Tersangka Pengaturan Skor

Liputan6.com, Jakarta – Tim Satgas Mafia Bola menetapkan Vigit Waluyo menjadi tersangka. Vigit diduga sebagai otak pengaturan skor.

“Kasus dari pada perkara antara yang dilaporkan, Pak Vigit Waluyo, VW pada malam ini sudah menjadi tersangka,” kata Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola, Kombes Pol Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Senin malam (14/1/2019).

Argo menuturkan, penetapan tersangka tersebut berdasarkan gelar perkara. “Tim melakukan gelar perkara, mekanisme gelar sudah menaikkan tersangka VW menjadi tersangka,” ujar dia.

“(Vigit) Menjadi tersangka dalam kasus PSMP Mojokerto,” pungkas Argo.

Tim Satauan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola hingga kini masih terus mengusut kasus pengaturan skor di liga sepak bola Indonesia. Dalam kasus ini, sudah ada lima orang sebagai tersangka.

Dari kasus ini pula, muncul satu nama yakni Vigit Waluyo yang diduga sebagai otak pengaturan skor.

Belakangan ini, tim membeberkan peran dari Vigit dalam kasus itu. Dia berperan memberikan dana ratusan juta kepada Dwi Irianto atau Mbah Putih alias DI dalam pertandingan PS Mojokerto.

“Untuk terlapor DI menerima aliran dana dari terlapor VW sebesar 115 juta dengan tujuan memenangkan PS Mojokerto untuk dari Liga 3 menjadi Liga 2,” kata Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola, Kombes Pol Rasen Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin (7/1).

Vigit Waluyo kini mendekam di balik jeruji besi Kejaksaan Negeri Sidorjo atas kasus korupsi PDAM. Meskipun demikian, Argo tak mempermasalahkan hal itu. “Kan beda kasus itu,” kata Argo.

2 dari 3 halaman

Pemeriksaan Bendahara Umum PSSI

Bendahara Umum (Bendum) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Berlinton Siahaan menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus pengaturan skor di Polda Metro Jaya. Berlinton hadir pada pukul 12.00 WIB dan menjalani pemeriksaan selama sembilan jam.

“Memang tadi mulainya sudah agak siang jam 12. Tetapi, kalau dilihat pemeriksaan saya selama sembilan jam. Pertanyaannya 27 pertanyaan. Tapi yang saya tegaskan kembali saya sebagai bendum PSSI membantu bapak-bapak kepolisian menuntaskan masalah ini. Pertanyaan tadi khususnya cara pengeluaran uang di PSSI,” kata dia usai diperiksa di lokasi, Senin (14/1/2019).

Berlinton mengaku menjelaskan ke polisi sesuai dengan tugas dan fungsi sebagai bendahara yaitu mengelola.

“Saya jawab dengan tegas dan organisasinya seperti apa di keuangan dan menyangkut pihak lain juga ada. Saya tegaskan kepada pihak kepolisian apa yang bisa saya jawab,” sambung dia.

Dia mengatakan, PSSI akan semaksimal mungkin membantu polisi mengusut kasus pengaturan skor. Berlinton yang juga Direktur Liga Indonesia Baru (LIB) mengaku jika kasus ini berlarut-larut, maka akan berpengaruh dengan kompetisi di LIB.

“Jika tidak diselesaikan masalah ini akan berlarut dan mempengaruhi kompetisi, sponsor-sponsor akan melihat kita apakah ini dapat dilanjutkan atau tidak. Jadi saya sangat membantu, wakil saya juga sangat membantu memberikan keterangan dengan baik. Intinya kami sangat mendukung dengan apa yang telah dilakukan aparat kepolisian,” beber dia.

Meskipun demikian, Berlinton mengaku belum ada sponsor yang mundur dari kompetisi. Dia berharap, kasus pengaturan skor cepat selesai agar sponsor tidak mundur.


Reporter: Ronald

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini

Rencana Kabur Tersangka Korupsi Madrasah Aliyah Gowa Kandas di Bandara

Liputan6.com, Gowa – Penyidik Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel berhasil menggagalkan upaya pelarian salah seorang tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan ruang kelas belajar dan asrama putra-putri Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia yang terletak di Kabupaten Gowa, Sulsel, Senin (14/1/2019).

Hendrik Wijaya, salah seorang tersangka tersebut ditangkap di area keberangkatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Rencananya Direktur PT. Insani Persada itu hendak berangkat ke Jakarta menggunakan pesawat Lion Air nomor penerbangan JT897.

“Dia merupakan salah satu dari tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi MAN IC Gowa dan perkaranya sudah dinyatakan P21,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani via pesan singkat.

Usai menangkapnya di area keberangkatan Bandara, penyidik Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel langsung membawanya ke Mapolda Sulsel sekaligus dilakukan penahanan guna mempermudah upaya pelimpahan tahap dua perkaranya ke Kejaksaan mendekat ini.

“Yang bersangkutan langsung ditahan di sel Rutan Mapolda Sulsel,” ucap Dicky.

2 dari 2 halaman

Kronologi Kasus Dugaan Korupsi Madrasah Aliyah Gowa

Dalam kasus dugaan korupsi pembangunan ruang kelas belajar asrama putra dan putri Madrasayah Aliyah Negeri (MAN) IC Kabupaten Gowa, Sulsel, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Susel telah menetapkan tiga orang tersangka.

Selain Hendrik Wijaya yang berperan sebagai rekanan proyek, dua orang rekannya yakni Andi Muhammad Anshar selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Alimuddin Anshar selaku Direktur PT Syafitri Perdana yang berperan sebagai konsultan proyek juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Dari hasil pengerjaan proyek yang dilakoni ketiganya ditemukan adanya dugaan kerugian negara sebesar Rp 7 miliar lebih. Hal itu berdasarkan hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel atas permintaan penyidik.

“Hasil audit BPKP Sulsel itu total los,” jelas Dicky.

Usai menetapkan tersangka, penyidik unit 1 subdit 3 tipikor Direktorat Reskrimsus Polda Sulsel pun langsung menggeledah rumah dan kantor rekanan PT. Cahaya Insani Persada yang berlokasi di Jalan A.Mallombassang No.80 Sungguminasa Kabupaten Gowa dan Jalan K.H.Wahid Hasyim No.244 Sungguminasa Kabupaten Gowa serta lanjut ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulsel yang berlokasi di Jalan Nuri No.53 Kecamatan Mariso, Makassar.

Proyek pembangunan ruang kelas belajar dan asrama putra-putri Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) milik Kanwil Kemenag Sulsel tepatnya berlokasi di Desa Belapunraga, Kabupaten Gowa.

Proyek tersebut diketahui menggunakan dana yang bersumber dari Angaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2015 sebesar Rp 8.230.000.000 melalui Kementerian Agama RI.

Namun dalam perjalanannya, pembangunan sarana belajar mengajar tersebut terhenti bahkan bangunannya dinilai terbengkalai karena tak dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kasus Pengaturan Skor, Bendahara Umum PSSI Dicecar 27 Pertanyaan

Liputan6.com, Jakarta – Bendahara Umum (Bendum) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Berlinton Siahaan menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus pengaturan skor di Polda Metro Jaya. Berlinton hadir pada pukul 12.00 WIB dan menjalani pemeriksaan selama sembilan jam.

“Memang tadi mulainya sudah agak siang jam 12. Tetapi, kalau dilihat pemeriksaan saya selama sembilan jam. Pertanyaannya 27 pertanyaan. Tapi yang saya tegaskan kembali saya sebagai bendum PSSI membantu bapak-bapak kepolisian menuntaskan masalah ini. Pertanyaan tadi khususnya cara pengeluaran uang di PSSI,” kata dia usai diperiksa di lokasi, Senin (14/1/2019).

Berlinton mengaku menjelaskan ke polisi sesuai dengan tugas dan fungsi sebagai bendahara yaitu mengelola.

“Saya jawab dengan tegas dan organisasinya seperti apa di keuangan dan menyangkut pihak lain juga ada. Saya tegaskan kepada pihak kepolisian apa yang bisa saya jawab,” sambung dia.

Dia mengatakan, PSSI akan semaksimal mungkin membantu polisi mengusut kasus pengaturan skor. Berlinton yang juga Direktur Liga Indonesia Baru (LIB) mengaku jika kasus ini berlarut-larut, maka akan berpengaruh dengan kompetisi di LIB.

“Jika tidak diselesaikan masalah ini akan berlarut dan mempengaruhi kompetisi, sponsor-sponsor akan melihat kita apakah ini dapat dilanjutkan atau tidak. Jadi saya sangat membantu, wakil saya juga sangat membantu memberikan keterangan dengan baik. Intinya kami sangat mendukung dengan apa yang telah dilakukan aparat kepolisian,” beber dia.

Meskipun demikian, Berlinton mengaku belum ada sponsor yang mundur dari kompetisi. Dia berharap, kasus pengaturan skor cepat selesai agar sponsor tidak mundur.

2 dari 3 halaman

5 Tersangka Baru

Tim Satgas Mafia Bola kembali menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pengaturan skor. Hal ini disampaikan Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono.

“Penyidik sudah menetapkan tambahan lima tersangka,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin malam (14/1/2019).

Meskipun demikian, Argo masih merahasiakan siapa saja tersangka baru dalam kasus pengaturan skor tersebut.

“Nama-namanya belum bisa kami sampaikan untuk malam hari ini, pokoknya malam ini tambahan lima tersangka,” ujar Argo.


Reporter: Ronald

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Satgas Mafia Bola Kembali Tetapkan 5 Tersangka Kasus Pengaturan Skor

Liputan6.com, Jakarta – Tim Satgas Mafia Bola kembali menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pengaturan skor. Hal ini disampaikan Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono.

“Penyidik sudah menetapkan tambahan lima tersangka,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin malam (14/1/2019).

Meskipun demikian, Argo masih merahasiakan siapa saja tersangka baru dalam kasus pengaturan skor tersebut.

“Nama-namanya belum bisa kami sampaikan untuk malam hari ini, pokoknya malam ini tambahan lima tersangka,” ujar Argo.

Sebelumnya, tim telah menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus pengaturan skor mereka adalah mantan Ketua Asprov PSSI DIY Dwi Irianto alias Mbah Putih, anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto dan anaknya, Anik Yuni Artika Sari yang merupakan wasit futsal.

Dari kasus ini pula, muncul satu nama yakni Vigit Waluyo yang diduga sebagai otak pengaturan skor.

Satgas Antimafia Bola juga telah menetapkan seorang tersangka kasus pengaturan skor bernama Nurul Safarid alias NS.

Para pelaku dijerat dengan dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dan atau tindak pidana suap dan atau tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau UU No 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan atau Pasal 3, 4, 5, UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

2 dari 3 halaman

Belum Akan Dibekukan

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot S Dewabroto menganggap belum perlu membekukan kembali Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Kendati skandal pengaturan skor di sepakbola Indonesia tengah menjadi sorotan publik.

“Kami pikir tidak perlu membekukan PSSI, karena sejauh ini tidak ada pelanggaran berat,” ujar Gatot usai diskusi bertajuk ‘Sepak Mafia Bola’ di Jakarta Pusat, Sabtu (5/1/2019).

Saat itu Kemenpora membekukan PSSI karena dianggap melakukan pelanggaran berat. PSSI juga tidak mengindahkan tiga surat peringatan yang dilayangkan Kemenpora terkait legalitas Arema dan Persebaya.

Pembekuan PSSI kala itu juga didasari alasan jadi sarang praktik perjudian dan skandal pengaturan skor. “Kali ini meski ada masalah akut dalam pengaturan skor, kami melihat PSSI ada upaya kooperatif bersama Satgas menuntaskan pengaturan skor ini,” tuturnya.


Reporter: Ronald

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Dapat Order dari 2 Pria di Singapura, Tarif Artis VA Tetap Rp 80 Juta

Liputan6.com, Jakarta – Artis VA, bintang Film Televisi (FTV) yang terlibat prostitusi online di Surabaya, ternyata juga pernah mendapatkan order dari dua lelaki di negara Singapura.

“VA difasilitasi enam muncikari saat dapat order di Singapura, termasuk muncikari ES dan T,” ujar Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan di Mapolda Jatim, Senin (14/1/2019) menjelaskan perihal muncikari artis VA.

Yusep menuturkan, penemuan baru tersebut didapat dari hasil pembuktian rekam jejak digital sinkronisasi dari percakapan artis VA dengan muncikari T dan ES.

“Data digital forensik sinkronisasi alibi fokus dari VA, muncikari ES dan muncikari T melalui chatting, rekening keuangan, dan tempat, VA dua kali menerima order di Singapura,” kata Yusep.

2 dari 4 halaman

Penghubung

Yusep mengatakan, selain mendapat order di Singapura, VA juga menerima order di Jakarta dan Surabaya. “Terima order di Singapura tarifnya sama saja dengan tarif di Jakarta dan Surabaya. Tarifnya Rp 80 juta,” ucap Yusep.

“Dari muncikari T nominalnya Rp 80 juta kemudian didistribusikan ke muncikari lainnya sebagai penghubung hingga sampai ke VA sebagai penerima order,” ujar Yusep.

Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim telah melakukan penangkapan artis inisial VA dan model majalah dewasa AS pada pukul 12.30 WIB, di salah satu hotel di Surabaya Jawa Timur, Sabtu (5/1/2019).

Dengan memasang tarif Rp 80 juta, VA diciduk di kamar Hotel di Surabaya, saat sedang melayani pelanggannya. Sedangkan artis AS mematok harga Rp 25 juta.

3 dari 4 halaman

Pengusaha

Kasubdit Syber Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harisandi mengatakan, pria yang memesan VA adalah seorang pengusaha. Namun, ia enggan menyebutkan secara rinci soal pria yang dimaksud. “Ia pengusaha (yang memesan),” tutur Harisandi di Mapolda Jatim, Sabtu (5/1/2019) malam.

Wadir Reskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengungkapkan, dua artis VA dan AS diciduk di dua kamar Hotel di Surabaya. Mereka terlihat sedang melayani pelanggannya. “Berbeda kamarnya, di salah satu hotel di Surabaya, sedang berhubungan badan. Ini masih proses penyidikan,” tutur Arman.

Arman mengatakan bahwa dalam penyelidikan oleh anggota Subdit Cyber Ditreskrimsus, tarif yang diterima kedua artis berbeda. Satu artis tarifnya Rp 80 juta, sedangkan satunya Rp 25 juta. “Ini sudah kami penyelidikan satu bulan, artis bolak-balik Jakarta-Surabaya,” kata Arman.

4 dari 4 halaman

Informasi Masyarakat

Arman juga menyebut bahwa yang digelandang ke Polda Jatim ada 6 orang. “Ya tadi kami on the spot (TKP) mengamankan empat orang saksi, dua artis, dua manajemen, satu tersangka yang diduga melaksanakan transaksi elektronik prostitusi,” ucap Arman.

Arman menegaskan, kasus ini bisa dibongkar bermula dari informasi masyarakat bahwa ada kegiatan transaksi prostitusi di wilayah hukum Polda Jatim. Transaksi prostitusi itu dilakukan oleh dua orang sementara sebagai korban dan ada empat saksi sementara satu muncikari. “Setelah itu, melakukan penyelidikan melalui media sosial,” ujar Arman.

Vanessa Angel Ada di Bawah Naungan Enam Muncikari

Surabaya – Dari hasil pendalaman yang dilakukan polisi, makin banyak fakta yang terkuak terkait prostitusi online yang melibatkan sejumlah artis, termasuk Vanessa Angel.

Setelah disebut bertarif Rp 80 juta dan berulang kali menerima order dan transfer dari jasa prostitusi yang diberikan, Vanessa belakangan juga diketahui ‘beroperasi’ di bawah naungan enam muncikari.

Seperti pernyataan Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan sebelumnya, Vanessa terlibat dalam prostitusi online sebanyak 15 kali.


Namun ternyata dalam 9 dari 15 kali transaksi tersebut, Vanessa difasilitasi oleh enam muncikari.

“Dari sembilan keterlibatan aksi prostitusi ini, VA ini difasilitasi oleh enam muncikari,” kata Yusep saat rilis di Mapolda Jatim, Senin (14/1/2019).

Ditambahkan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, dari 15 kali transaksi yang dilakukan Vanessa, sembilan di antaranya berlangsung di sejumlah tempat. Namun polisi hanya menyebut tiga kota, yaitu Singapura, Jakarta dan Surabaya.

“Ini didalami nanti hasilnya menentukan hasil daripada si VA karena hasil dari pendalaman ada 9 yang langsung dari 15 itu. Di Singapura dua kali, Jakarta enam kali Surabaya 1 kali,” ujar Luki.
(lll/lll)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polda Jatim: Artis VA 9 Kali Terima Order di Jakarta, Surabaya, dan Singapura

Liputan6.com, Jakarta – Tim digital forensik Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) menemukan bukti baru hasil dari rekam jejak digital sinkronisasi dari percakapan artis VA dan dua muncikari T dan ES.

“VA dua kali menerima order di Singapura, 6 kali di Jakarta dan satu kali di Surabaya. Jadi sudah terbuka 9 kali order dari 15 kali order,” tutur Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan di Mapolda Jatim, Senin (14/1/2019).

Yusep menegaskan, bahwa selama 9 kali terma order tersebut, artis VA dijual oleh enam mucikari.

“Saat ini kami masih menangkap dua mucikari yaitu T dan ES, sementara sisanya yang empat orang masih DPO dan semoga segera ketangkap,” ujarnya.

Sebelumnya, Subdit Crime Ditreskrimsus Polda Jatim terus mengembangkan kasus prostitusi online artis VA dan AS. Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan polisi, rupanya omzet dari transaksi prostitusi online ini menembus Rp 2,8 miliar pertahun.

Dalam kasus tersebut Polda Jatim menahan dua tersangka yang bertindak sebagai muncikari yakni TN (28) dan ES (37). Rekening dari kedua tersangka ini sudah diblokir oleh petugas untuk mengetahui dari mana dana yang masuk, lalu dana itu keluar kemana. 

“Untuk menguatkan prostitusi online ini besar, penyidik mengambil data rekening koran dari tersangka. Ternyata transaksinya cukup besar Rp 2,8 miliar pertahun. Data itu dari perbankan,” tutur Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Kamis (10/1/2019). 

Polda Jatim akan terus kembangkan kasus prostitusi online yang melibatkan artis dan model majalah dewasa. Sehingga praktek prostitusi online bisa diungkap sampai tuntas.

2 dari 2 halaman

Telisik Rekening

Akhmad Yusep Gunawan menambahkan bahwa pihaknya bekerjasama dengan bank untuk menelisik data digital berupa rekening koran dari mucikari ES.

Dari fakta otentik itulah artis VA yang sudah diperiksa sebagai saksi selama 1×24 jam itu terbukti menerima tranfer dari mucikari ES.

“Dari rekening koran untuk inisial saksi VA ini telah mendapat kiriman transfer sebanyak 15 kali dari mucikari ES,” kata Yusep.

Yusep mengatakan, dari cacatan rekening koran yang bersangkutan artis VA telah mentranfer sebanyak delapan kali ke rekening muncikari ES. Artis VA menerima transfer dari muncikari ES selama satu tahun mulai dari 1 januari 2018 hingga 5 januari 2019.

Dari kedua tersangka mucikari itu akhirnya terbongkar prostitusi online terselubung yang diduga melibatkan 45 artis dan 100 model cantik.

“Inilah yang kami akan dalami peruntukkan tranfer muncikari ke VA,” ujar Yusep. 


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi Tunangan

Jakarta

Pemberitaan detikHOT diramaikan dengan kabar Aura Kasih yang hamil anak pertama. Ada juga Ustad Arifin Ilham yang kesehatannya kembali menurun.

Berikut selengkapnya 5 Berita Terpopuler Minggu Ini:

1. Kabar Bahagia! Aura Kasih Hamil Anak Pertama

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi TunanganFoto: Instagram

Kabar bahagia kali ini datang dari Aura Kasih. Setelah menikah September 2018 di Bangkok, kini Aura Kasih, tengah mengandung anak pertamanya.

Hal tersebut dibagikan Aura dalam Instagram Storiesnya.

“Berita bahagia kehamilan saya harus dibagikan ke public…,” tulisnya dalam Instagram Storiesnya dilihat detikHOT, Kamis (10/1/2019).

2. Polisi Ungkap Nama Artis yang Diduga Terlibat Prostitusi

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi TunanganFoto: Hilda Meilisa Rinanda

Polisi mengungkap beberapa nama artis yang diduga terlibat dalam prostitusi online artis. Keenamnya akan dipanggil mulai minggu depan.

“Karena ini sudah kita panggil. Tadi menyampaikan Kapolda sudah memanggil 6 orang lagi, jadi kita surat panggilan ini sifatnya adalah memanggil seseorang dengan identitas seseorang nama seseorang,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (11/1/2019).

Siapa saja?

“Ini yang pertama adalah ML itu Maulia Lestari. Kemudian BS itu Baby Shu. Fatya Ginanjarsari, kemudian Riri Febianti, Aldira Chena kemudian Tiara Permata Sari,” papar Barung.

3. Vicky Prasetyo Resmi Cerai dari Angel Lelga!

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi TunanganFoto: Pool/Noel/DetikFoto.

Vicky Prasetyo dinyatakan telah resmi bercerai dengan artis Angel Lelga pada hari ini. Persidangan perceraiannya itu dilakukan di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

“Ya alhamdullilah tadi sudah diputuskan ketuk palu sah maksudnya putusan sudah dibacakan sama ketua majelis putusannya. Ya sudah sah menurut agama dan negara,” ujar Vicky.

Dalam proses perceraiannya, Vicky menceritakan bahwa dia mengingat saat masih melakukan ijab kabul pada pernikahannya dengan Angel Lelga 1 tahun yang lalu.

4. Sebelum ke Malaysia, Ustad Arifin Ilham Titip Pesan Ini ke Anak

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi TunanganFoto: Rachman Haryanto

Putra Ustad Arifin Ilham, Muhammad Alvin mengungkapkan sang ayah menitipkan pesan ke dirinya sebelum dirawat di Malaysia. Apa isi pesannya?

Alvin mengatakan, Arifin meminta dirinya untuk mempublikasikan dokumentasi sewaktu dirinya dijenguk oleh para ulama.

“Ada cerita di balik postingan terbaru di atas. Sehari sebelum ke Malaysia, saya yang temenin abi seharian,” kata Alvin di Instagram Stories, Jumat (11/1/2019).

5. Soal Hubungan dengan Irish Bella, Ammar Zoni: Ini Settingan Allah

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi TunanganFoto: (Noel/detikHOT)

Keputusan Ammar Zoni untuk melamar Irish Bella mengundang banyak pertanyaan, karena mereka belum lama ini mengumumkan kedekatannya yakni di awal tahun 2019 ini.

Lantas kapan sebenarnya mereka mulai dekat?

“Kenal sudah lama, sekedar kenal. Siapa nggak tahu Irish Bella. Tapi untuk ngobrol yang benar-benar itu 1 Desember,” ujar Ammar Zoni saat ditemui di lokasi syuting di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat pada Minggu (13/1).

(dal/ken)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20