Manuver PKB Pro-M Taufik, Politik Pecah Belah atau Dukungan Semata?

Jakarta – Fraksi PKB bermanuver soal pemilihan Cawagub DKI di DPRD DKI Jakarta. PKB mengusulkan agar pemilihan cawagub di DPRD DKI Jakarta dilakukan usai Pemilu 2019 kecuali nama yang disodorkan adalah Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik.

Manuver tersebut langsung datang dari Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas. Dia beralasan banyaknya tugas yang harus diselesaikan DPRD dan penyelenggaraan Pemilu 2019 akan menjadi ganjalan lancarnya pembahasan Cawagub DKI. Apalagi, dua nama yang diajukan belum begitu dikenal oleh para dewan.

“Nanti aja abis pemilu, iya pemilihan wagub abis pemilu. Iya konsentrasi dulu tugas yang lebih penting, selesai perda, selesai ini, tugas dewan masih banyak. Ditambah lagi sibuk dengan pileg. Selesai pemilu saja. Iya kecuali Pak Taufik yang jadi Wagub, langsung PKB setuju,” kata Hasbiallah, saat dihubungi, Senin (4/3).

“Saya yakin fraksi-fraksi lain nggak ada yang mau. Kalau PKB nggak mungkin datang ke paripurna. Nggak mungkin PKB datang ke paripurna. Karena kita sibuk ngurusin, satu banyak perda yang belum selesai. Fokus di situ saja. Kita fokus di situ saja. Waktu kita tinggal beberapa bulan lagi. Nunggu abis pemilu sajalah,” imbuh dia.
Mendapat dukungan dari Fraksi PKB, M Taufik justru heran. M Taufik bingung mengapa para koleganya lebih mendorong dirinya menjadi cawagub ketimbang dua nama yang disodorkan. Namun, terlepas dari itu, dia menghargai pendapat yang disuarakan Hasbi.

Taufik juga menegaskan tak ada lobi-lobi politik dari dirinya soal pemilihan cawagub ini. Dia menegaskan, sesuai komitmen partainya terhadap PKS, pihaknya tetap akan mengajukan dua nama yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu sebagai Cawagub DKI. Meski nantinya hasil DPRD berkata lain.

“Nggak tahu saya kenapa (mereka) lebih ke Bang Taufik. Kita hanya mengatakan pada mereka bahwa ini lho calon yang kita sepakati sebagai partai pengusung. Kita kan udah putuskan dua nama itu. Mau nggak mau harus dipilih dari dua nama itu,” kata taufik.

“Ya nanti kita diskusi lagi (kalau seumpama DPRD tak setuju). Iya kita ngobrol lagi sama PKS, gimana nih, langkahnya apa,” imbuh dia.

Manuver PKB Pro-M Taufik, Politik Pecah Belah atau Dukungan Semata?Foto: Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik (Marlinda Oktavia Erwanti/detikcom)

Tak hanya memantik keheranan, manuver PKB itu pun menuai pujian dari partai yang menaungi Taufik, yakni Gerindra. Gerindra mengapresiasi dukungan yang diberikan PKB kepada M Taufik. Bahkan ucapan syukur juga mengalir dari Gerindra atas dukungan tersebut.

“Emang Pak Hasbi itu keren ya. Pak Hasbi itu emang keren ya orangnya, keren, eksentrik. Ya kita hormati pendapat Pak Hasbi. Itu bagian dari aspirasi fraksi yang terbuka ya, yang terekspos demikian. Yang saya catat baru dua fraksi yang berkata demikian, Pak Hasbi dan NasDem. Cuma Pak Hasbi kan kerennya menyebut nama Pak Taufik. Ya syukur alhamdulillah kalau mendukung Pak Taufik, he-he-he…,” ujar Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Syarif saat dihubungi, Selasa (5/3).

Sementara, PKS yang dua kadernya diajukan sebagai Cawagub DKI enggan menanggapi manuver Hasbi. PKS lebih memilih berbicara soal proses pemilihan Cawagub DKI yang sudah menjadi domain DPRD ketimbang menjawab keinginan PKB yang ingin M Taufik menjadi cawagub.

PKS juga menyampaikan harapannya pada proses pemilihan cawagub. PKS berharap agar paripurna dapat segera digelar sebelum Pemilu 2019.

“Sebagai partai pengusung, Gerindra dan PKS berharap, mudah-mudahan sebelum pilpres, Wagub sudah definitif sehingga wagub dapat membersamai Gubernur dalam menunaikan tugas, berkhidmat bagi warga Jakarta, mewujudkan janji kerja, menjadikan Jakarta maju kotanya dan bahagia warganya,” ujar Ketua DPW PKS DKI Sakhir Purnomo kepada wartawan.

Lantas, manuver yang dilontarkan PKB apakah politik pecah belah atau dukungan semata?

(mae/hri)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *