Para Pemain Manchester City Rasakan Musim yang Spesial

Liputan6.com, Jakarta Manchester City berpeluang meraih gelar quadruple pada musim ini. Sama halnya dengan pemain The Citizens lainnya, Bernardo Silva, merasa musim ini sanga spesial bagi mereka. 

Manchester City memasuki musim ini setelah menjuarai Premier League musim lalu. Musim tersebut memang spesial, sebab Man City memecahkan banyak rekor ketika menjadi juara. Biar begitu, Bernardo Silva menjelaskan bahwa musim ini jauh lebih spesial.

Manchester City sudah mengamankan trofi Carabao Cup. Mereka juga menembus semifinal FA Cup, bermain di perempat final Liga Champions, juga bersaing di papan atas Premier League. Artinya, peluang quadruple itu masih ada.

Bernardo Silva menyadari hal itu, dan karena itulah musim Man City jadi terasa spesial.

Menurut Silva, banyak pemain Man City yang menyadari musim ini begitu spesial. Mereka sudah meraih satu trofi dan berpeluang meraih tiga trofi lainnya. Bayangan meraih quadruple membuat mereka kian bersemangat untuk bermain sebaik mungkin.

“Saya rasa semua pemain bisa merasakan bahwa musim ini spesial,” ungkap Bernardo Silva kepada Manchester Evening News.

“Musim lalu spesial karena kami menjuarai Premier League, musim ini bisa jadi musim yang spesial karena kami sudah menjuarai satu kompetisi, kami masih bermain di tiga lainnya.”

Barcelona Vs Manchester United, Messi Akan Jadi Pembeda

Jakarta Manchester United (MU) berjumpa Barcelona pada perempat final Liga Champions 2018-2019. Mantan gelandang Barcelona, Deco, meyakini Blaugrana punya kans lebih besar memenangi duel tersebut. 

Menurut Deco, alasan Barcelona lebih difavoritkan adalah sosok Lionel Messi.

Barcelona sebelumnya mengalahkan MU pada final Liga Champions 2009 dan 2011 dengan bantuan gol-gol Messi. MU juga sangat menyadari ancaman nyata Messi.

“Jika Anda memiliki Leo Messi, berarti Anda memiliki satu kelebihan yang tak dimiliki tim-tim lain,” kata Deco, seperti dikutip UEFA.com, Sabtu (16/3/2019). 

“Untuk alasan itu, Barcelona adalah salah satu favorit (juara),” imbuh pria asal Portugal tersebut. 

Messi telah mencetak 36 gol dalam 36 penampilan untuk Barcelona di semua kompetisi pada musim ini.

Dari 36 gol itu, delapan gol dicetak Lionel Messi di Liga Champions. Dia sekarang memimpin daftar top scorer sementara Liga Champions 2018-2019 bersama Robert Lewandowski, yang timnya (Bayern Munchen) sudah tersingkir.

Sumber: Bola.net

https://www.vidio.com/watch/1608849-eksklusif-puyol-prediksi-juara-liga-champions-hingga-pengganti-messi-di-barcelona

Comeback Gemilang (Berbau Kontroversi) Manchester City

SwanseaManchester City melakukan comeback gemilang, yang berbau kontroversi, saat berhadapan dengan Swansea City di Piala FA. The Citizens menang 3-2 usai tertinggal lebih dulu.

Dalam laga yang dilangsungkan di Liberty Stadium, Minggu(17/3/2019) dinihari WIB, City terlihat lebih dominan di menit-menit awal pertandingan. Laga baru berusia enam menit saat City punya peluang emas bikin gol.

Leroy Sane melakukan aksi individu melewati pemain belakang Swansea dan melanjutkan dengan melepas umpan ke Riyad Mahrez. Tapi sepakan Mahrez gagal menemui sasaran.

Di menit 13 peluang lain diciptakan City. Kali ini gol kembali gagal tercipta lantaran upaya Bernardo Silva dimentahkan kiper Kristoffer Nordtfeldt.

Penalti! Wasit menunjuk titik putih di kotak penalti City setelah Fabian Delph melanggar Roberts. Grimes yang menjadi eksekutor dengan tenang menjalankan tugasnya memperdaya Ederson Moraes dan mencetak gol pembuka di laga ini. Swansea City 1-0 Mancheter City.

The Citizens langsung bereaksi atas gol terebut. Tapi beberapa upaya yang mereka lakukan selalu kandas. Tendangan Sane dari sudut sempit dan sepakan Bernardo Silva dari luar kotak penalti diblok kiper.

Bukan mencetak gol, gawang City malah kembali jebol di menit 29. Swansea membangun serangan rapi nan cepat dimulai dari kiper untuk kemudian dituntaskan oleh Celina dengan tendangan melengkung ke sudut kanan atas gawang The Citizens.

Bernardo Silva nyaris mencetak gol pertama City di menit 35. Namun tembakannya diblok bek Swansea, Connor Roberts, tepat di garis gawang.

Di awal babak kedua City langsung menggempur lini belakang Swansea. Meski mengurung tuan rumah di sepertiga wilayah permainannya sendiri, City tak kunjung bisa mencetak gol untuk memperkecil ketinggalan.

Josep Guardiola melakukan dua pergantian di menit 57. Oleksandr Zinchenko dan Raheem Sterling masuk menggantikan Delph dan Sane. Pergantian lain dilakukan Pep tak pada menit 64: Sergio Aguero masuk menggantikan Mahrez.

Pergantian ini langsung memberi efek untuk City, gol pertama tim tamu datang lima menit kemudian (menit 69). Diawali kesalahan bek Swansea yang tak sempurna membuang bola, Aguero berhasil mengoper pada Bernardo Silva. Dari sisi kotak penalti, Silva melepaskan tembakan dengan sisi luar kaki kirinya untuk menjebol gawang Swansea.

PENALTI untuk City. Wasit menganggap telah terjadi pelanggaran yang dilakukan Carter-Vickers terhadap Sterling. Tayangan ulang menunjukkan kontak antara kedua pemain minim, namun wasit bergeming dengan keputusannya.

Tendangan penalti Aguero sebenarnya gagal lantaran bola mengenai tiang gawang. Namun si kulit bundar memantul masuk ke gawang setelah mengenai kiper Nordfeldt. Gol bunuh diri ini menyamakan skor jadi 2-2.

Di beberapa menit berikutnya gelombang serangan City datang makin deras. Pemain Swansea harus jatuh bangun mengamankan gawang dan areanya dari kombinasi umpan silang dan permainan bola pendek City.

Fulton melakukan blok gemilang menghindarkan Bernardo Silva mencetak gol kedua. Kiper Nordfeldt juga membuat dua penyelamatan gemilang beruntun. Usai menghalau tandukan Gabriel Jesus yang mengarah ke sudut bawah gawang, Nordfeldt memblok menggunakan kaki upaya rebound Aguero.

Malang buat The Swans, perjuangan mereka akhirnya pupus oleh gol Aguero. Tandukan mantan striker Atletico Madrid itu menyambar crossing Bernardo Silva tak kuasa dihalau kiper Nordfeldt. Tayangan ulang menunjukkan Aguero sedikit dalam posisi offside dalam proses gol tersebut.

Susunan Pemain:

Swansea City XI: Kristoffer Nordfeldt; Connor Roberts, Mike van der Hoorn, Cameron Carter-Vickers, Matt Grimes; George Byers (’73 Declan John), Jay Fulton (’86); Wayne Routledge, Bersant Celina, Nathan Dyer (61 Joel Asoro); Daniel James

Manchester City XI (4-3-3): Ederson; Kyle Walker, Aymeric Laporte, Nicolas Otamendi, Fabian Delph (’57 Oleksandr Zinchenko); David Silva, Ilkay Gundogan, Bernardo Silva; Riyad Mahrez (’64 Aguero) , Gabriel Jesus, Leroy Sane (’57 Sterling)
(din/raw)

Sukses Guardiola Bersama Manchester City Diukur dari Trofi Liga Champions

Liputan6.com, Manchester – Sudah masuk musim ketiga Pep Guardiola menangani Manchester City. Namun, pelatih asal Spanyol ini merasa kariernya akan dianggap sukses bersama The Citizens jika dia memenangkan gelar Liga Champions.

Guardiola menetapkan target yang tinggi untuk dirinya sendiri setelah sebelumnya memimpin Barcelona dua kali meraih Liga Champions. Manchester City musim ini menjadi favorit untuk mengangkat trofi Si Kuping Besar.

Karier melatih Guardiola di Bayern Munchen dianggap mengecewakan karena tiga kali hanya menjadi semi-finalis Liga Champions. Padahal, Guardiola mempersembahkan tiga gelar Bundesliga dan dua Piala Jerman.

Kariernya di Manchester City juga cukup cemerlang dengan memenangkan Liga Premier Inggris dan dua kali Piala Liga. Tetapi Guardiola menetapkan kompetisi Eropa sebagai barometer apakah ia sukses atau gagal di klub tersebut.

“Saya dinilai (sukses atau tidak) di Munchen dari hasil di Liga Champions sehingga saya akan dinilai seperti itu juga di sini,” ujar Guardiola, seperti dilansir Sky Sports.

“Karier saya di Munchen tidak bagus bagi kebanyakan orang karena kami tidak sekali pun mencapai final (Champions). Kami hanya mencapai semi final, tetapi tidak sampai final,” ungkapnya.

“Jadi, saya pria yang beruntung. Standar saya tinggi. Saya harus mencapainya,” tambahnya.

Prediksi Swansea vs Manchester City: The Citizens Pesta Gol Lagi?

Jakarta Manchester City akan bertandang ke Liberty Stadium untuk menghadapi Swansea City di babak perempat final Piala FA, Minggu (17/3/2019). Jika The Citizens ingin menjaga mimpi meraih quadruple musim ini, maka Swansea wajib disingkirkan

Melihat perbedaan kualitas dan sejarah pertemuan mereka, Manchester City semestinya mampu melalui rintangan ini dan lolos ke semifinal tanpa kesulitan.

Terlebih lagi, Citizen sedang sangat bersemangat usai membantai Schalke 7-0 dan menyingkirkan wakil Jerman itu di babak 16 besar Liga Champions dengan agregat 10-2.

Bernardo Silva, Raheem Sterling, Phil Foden dan Gabriel Jesus masing-masing menyarangkan satu gol ke gawang Schalke di Etihad Stadium, sementara Sergio Aguero memborong dua. Leroy Sane tampil istimewa dengan torehan satu gol dan tiga assist-nya.

Penyerang Manchester City, Gabriel Jesus, merayakan golnya ke gawang Shakhtar Donetsk, pada Matchday 4 Grup F Liga Champions, Kamis (8/11/2018) dini hari WIB, di Etihad Stadium. (AFP / Oli Scarff)

Melawan Swansea nanti, City kehilangan Kevin De Bruyne, Claudio Bravo, Fernandinho dan Benjamin Mendy yang cedera. Namun Guardiola masih bisa menurunkan tim yang cukup kuat. Targetnya adalah menang tanpa harus membuang-buang waktu melakoni replay.

Bagaimana peluang Swansea menghentikan City?

Swansea telah menyingkirkan Aston Villa, Gillingham dan Brentford di babak-babak sebelumnya. Striker Oliver McBurnie, yang telah mencetak 18 gol musim ini, adalah tumpuan utama pasukan Graham Potter di lini depan.

Namun Swansea pasti sadar bahwa City berada di level yang berbeda dibandingkan lawan-lawan mereka sebelum ini. Swansea juga pasti masih ingat sekuat apa lawan mereka di perempat final ini.

City tak terkalahkan dalam 13 laga terakhirnya melawan Swansea di semua kompetisi (M11 S2 K0).

Dalam lawatan terakhirnya ke Liberty Stadium, di Premier League 2017/18, anak-anak asuh Guardiola menghajar Swansea besutan Paul Clement empat gol tanpa balas. Kevin de Bruyne dan Aguero masing-masing menyumbang satu gol, sedangkan David Silva memborong dua.

Kali ini pun Manchester City tetap lebih diunggulkan menang.

5 Momen Kemenangan Pesta Gol Manchester City Musim Ini

Pada leg pertama semifinal EFL Cup, Manchester City mengalahkan Burton Albion dengan skor 9-0. Ini adalah kemenangan terbesar City musim ini.

Burton Albion bermain di League One (divisi ketiga) dan mereka bisa mencapai semifinal setelah mengalahkan Middlesbrough di perempat final. City sangat difavoritkan untuk memenangkan pertandingan, tetapi tidak ada yang menyangka pertandingan berakhir dengan skor 9-0.

Kevin De Bruyne mencetak gol pembuka di menit kelima dan Gabriel Jesus mencetak empat gol di pertandingan tersebut. Oleksandr Zinchenko, Phil Foden, Kyle Walker dan Riyad Mahrez menyumbang satu gol untuk City.

Hasil Liga Inggris Tadi Malam: Manchester City Menang, Spurs Tumbang

Sabtu, 9 Maret 2019

Crystal Palace 1-2 Brighton

Cardiff City 2-0 West Ham United

Huddersfield Town 0-2 Bournemouth

Leicester City 3-1 Fulham

Newcastle United 3-2 Everton

Southampton 2-1 Tottenham Hotspur

Manchester City 3-1 Watford

Saksikan video pilihan berikut ini:

Manchester City Menang Tipis di Kandang Schalke

Manchester City Belum Sekelas 2 Raksasa Spanyol

“Jika dibandingkan Barca, kami masih jauh dari segi sejarah. Kami masih jauh karena baru satu dekade. Tetapi, kami melakukannya semakin baik,” lanjutnya.

“Ketika Anda membandingkan kami dengan Barcelona, Real Madrid dan Bayern Munchen, mereka punya sejarah yang panjang dan hasil yang luar biasa. Kami tidak berada di level itu. Masih ada tahun-tahun selanjutnya dan kami makin baik,” papar manajer asal Spanyol tersebut.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan berikut ini: 

Highlight Liga Champions Schalke 04 VS Manchester City (2-3)

7 Selebrasi Gila Pemain dan Mantan Bintang Manchester United Usai Singkirkan PSG

Jakarta – Pecinta sepak bola terkejut melihat capaian Manchester United di Liga Champions. Tidak ada yang menyangka mereka bisa mengalahkan Paris Saint-Germain 3-1 di Parc des Princes, Kamis (7/3/2019) dini hari WIB.

Manchester United sukses melangkah ke babak perempat final Liga Champions usai mendepak PSG dengan agregat 3-3. 

Sumbangan dua gol dari Romelu Lukaku (menit 2′ dan 30′) serta tendangan penalti dari Marcus Rashford (90) membuat United unggul agregat dibanding PSG, yakni produktivitas mencetak gol di kandang lawan. Sebelumnya di Old Trafford PSG unggul 2-0 atas MU pada 13 Februari 2019 silam.

Gol penentu langkah The Red Devils ke perempat final terjadi di masa injury time. Wasit menunjuk titik putih setelah Presnel Kimpembe melakukan handball di kotak terlarang. Keputusan diambil dengan memanfaatkan teknologi VAR.

Pada leg kedua satu-satunya gol PSG dilesakkan Juan Bernat dengan memanfaatkan assist Kylian Mbappe pada menit ke-12.

PSG sebenarnya berpeluang mempertipis skor pada laga ini saat tendangan Angel di Maria menerobos masuk gawang Man United. Namun, gol itu dianulir wasit. Manchester United akhirnya menutup laga dengan skor 3-1.

Kemenangan ini menciptakan euforia bagi pemain maupun mantan pemain Manchester United. Pertandingan melawan PSG berasa partai final Liga Champions. Bola.com merangkum ekspresi mereka di sosial media Instagram, simak bagaimana keseruannya.

2 dari 8 halaman

Jesse Lingard

3 dari 8 halaman

Alexis Sanchez

4 dari 8 halaman

Diego Dalot

5 dari 8 halaman

Rio Ferdinand

6 dari 8 halaman

Ruang Ganti Manchester United

7 dari 8 halaman

Nemanja Matic

8 dari 8 halaman

Paul Pogba dan Patrice Evra

Kapten PSG Ratapi Kekalahan Memalukan dari Manchester United

Jakarta Kapten Paris Saint-Germain, Thiago Silva, tak dapat menutupi rasa kecewa setelah timnya kalah 1-3 dari Manchester United pada leg kedua 16 besar Liga Champions. Silva pun meminta maaf kepada suporter PSG.

Melakoni pertandingan di Parc des Princes, Rabu (6/3/2019) malam waktu setempat, Paris Saint-Germain tampil percaya diri. Apalagi, mereka berbekal kemenangan 2-0 pada pertemuan pertama di Old Trafford.

Statistik pun memperlihatkan jika Les Parisiens lebih unggul dibandingkan Manchester United. Mereka menorehkan 68 persen penguasaan bola, berbanding 32 persen milik The Red Devils.

PSG juga melepaskan 11 tembakan, di mana empat yang mengarah ke gawang. Sementara itu, MU memperoleh empat peluang bagus dari lima kesempatan.

Sayangnya, Les Parisiens gagal memanfaatkan keunggulan tersebut dan menyerah 1-3 dari Manchester United. Mereka pun gagal lolos ke perempat final Liga Champions, karena kalah agresivitas gol tandang dengan agregat 3-3.

“Sulit untuk berbicara saat ini. Sangat disayangkan. Kami bermain sangat bagus pada laga tadi, tetapi kami tidak melakukan hal-hal yang dibicarakan sebelum pertandingan,” ujar Thiago Silva.


2 dari 2 halaman

Performa Bagus

“Kami dalam performa bagus dan sekali lagi itu berakhir di sini. Ini lah sepak bola. Tidak ada yang berhasil hari ini. Saya meminta kepada suporter untuk memaafkan kami,” lanjut Silva.

Kekalahan dari Manchester United sekaligus menyudahi rentetan delapan kemenangan beruntun yang didapatkan Paris Saint-Germain. 

Sumber: BBC