Belanja Kampanye Jokowi vs Prabowo, Mana yang Lebih Besar?

Ekonom menilai, pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2019 yang berjalan lancar, aman, dan damai mendapatkan respons positif dari pasar.

Terkait ada salah satu pihak yang tak puas dengan hasil quick count atau hitung cepat Pemilu 2019 memang membuat investor wait and see, tetapi tidak ganggu pasar keuangan.

“Biasa saja. Reaksi positif dengan pemilu lancar, aman, dan damai, tidak ada yang dikhawatirkan,” ujar Ekonom PT Bank Central Asia Tbk, David Sumual, saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (20/4/2019).

Ia menuturkan, ada salah pihak yang tak puas dengan hitung cepat Pemilu 2019 tidak perlu dikhawatirkan. Hal ini mengingat sentimen domestik terkait pemilu sudah berjalan aman, lancar dan damai.

Pemilu berjalan aman dan damai itu direspons positif dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 25,67 poin atau 0,40 persen ke posisi 6.507 pada Kamis 18 April 2019.Investor asing beli saham Rp 1,4 triliun di pasar reguler.

“Tidak ada kekhawatiran. Financial market lebih ke eksternal sentiment. Isu domestik sudah selesai,” ujar David.

Namun, David menuturkan, memang investor besar juga menanti pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk hasil Pilpres 2019. “Pemilu berjalan lancar, tidak ada keributan. Memang investor besar wait and see,” ujar dia.

Seperti diketahui, berdasarkan hitung cepat Pilpres 2019, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin unggul dari pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Selain itu juga menanti tahapan berikutnya setelah pemilu 2019 yaitu kabinet pemerintahan mendatang. Investor ingin mengetahui kebijakan-kebijakan pemerintahan mendatang.

“Ada perubahan kabinet, kebijakan itu bisa berubah. Kebijakan lima tahun ke depan bagaimana. Investor melihat bagaimana konsistensi kebijakan dan masalah birokrasi, doing of ease business,” tutur dia.

Banyak Mana, Karangan Bunga Pilpres 2019 atau Pilkada 2017?

Jakarta – Pedagang bunga mendapat berkah dari pesta demokrasi pemilihan umum (pemilu). Sebab, mereka mendapat pesanan atau order papan karangan bunga ucapan selamat untuk calon presiden.

Menariknya, order yang masuk untuk semua pasangan calon (paslon), Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Meski orderan mulai masuk, pedagang mengaku order itu belum bisa mengalahkan pesanan yang ditujukan kepada mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.

Sebagaimana diketahui, tahun 2017 lalu karangan bunga sempat memenuhi Kompleks Balai Kota. Karangan bunga itu sebagai bentuk terima kasih masyarakat atas kontribusi Ahok di DKI Jakarta. Berikut berita selengkapnya dirangkum detikFinance:

(ang/ang)

Minum Teh atau Kopi, Mana yang Lebih Sehat untuk Menemani Sarapan?

Liputan6.com, Jakarta – Apa yang Anda minum saat sarapan pagi? Selain air putih, banyak yang meminum susu, kopi atau teh. Secangkir teh juga bisa ditambahkan susu, sedikit madu, atau lemon. Begitu pula dengan kopi. Ada yang suka kopi espresso hitam pahit, atau kopi manis dengan susu dan krim.

Kedua minuman tersebut adalah stimulan pagi yang membuat ketagihan. Seperti diketahui, kopi dan teh sama-sama mengandung kafein yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan kalau dikonsumsi berlebihan.

Minum terlalu banyak kafein setiap hari dapat menimbulkan sejumlah masalah, seperti rasa cemas, gugup, cepat marah, sakit perut dan produksi gas berlebih, bahkan sampai detak jantung yang tidak teratur. Jad manakah yang terbaik diminum pagi hari?

Dilansir dari NDTV, 16 April 2019, sebagian besar ahli kesehatan meminta untuk menghindari kelebihan kafein. Badan Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA/Food and Drug Administration) telah menetapkan batas konsumsi kafein yang aman yaitu 400 miligram, yaitu setara empat sampai lima cangkir kopi kecil dalam sehari.

Mengonsumsi teh dan kopi tanpa susu dan tanpa gula dianggap lebih sehat daripada memakai gula dan susu. Kopi hitam memiliki lebih banyak kafein daripada teh hitam yaitu sekitar 100 miligram per delapan ons.

Sementara teh hitam mengandung 55 miligram kafein dalam setiap porsi delapan ons. Jadi, kalau Anda memiliki sensitivitas terhadap kafein atau masalah lambung karena kafein, maka harus beralih ke teh hitam terutama untuk sarapan.

Klaim Menang 62% Prabowo, dari Mana Datanya?

JakartaPrabowo Subianto menyatakan menang di Pilpres 2019. Klaimnya didasarkan atas penghitungan suara yang diterimanya. Namun data yang disebut Prabowo itu masih menyisakan tanda tanya.

“Saya mau kasih update bahwa berdasarkan real count kita, kita sudah berada di posisi 62%. Ini adalah hasil real count. Dalam posisi lebih dari 300 ribu TPS. Sudah diyakinkan ahli-ahli statistik bahwa ini tidak akan berubah banyak,” ujar Prabowo di depan kediamannya, Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, menjelaskan perihal angka 62% itu. Angka itu adalah hasil real count dari banyak TPS di seluruh Indonesia. Andre menyebut real count tersebut dilakukan di sekitar 800 ribu TPS, namun baru 61% yang selesai dihitung saat Prabowo menyampaikannya ke muka publik, kemarin.

“Suara Pak Prabowo mencapai 62% berdasarkan real count itu,” kata Andre.

Prabowo juga menyebut ada ahli statistik yang meyakinkannya. Siapa ahli statistik yang berhubungan dengan ‘angka 62%’ itu?

“Saya tidak tahu,” jawab Andre. Kebetulan dia tidak berada di lokasi saat pembahasan hasil real count itu. Namun dia mendapatkan informasi bahwa angka itu muncul dari hasil penghitungan C1 yang nyata dari TPS. C1 plano adalah catatan yang memuat hasil penghitungan suara.

Sekadar perbandingan, sejumlah lembaga survei juga melakukan hitung cepat. Kebanyakan menunjukkan kemenangan untuk Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, bukan Prabowo-Sandi. Berdasarkan data sampai pukul 06.27 WIB, Litbang Kompas menunjukkan Jokowi-Ma’ruf meraup 54,52% dan Prabowo-Sandi 45,48%. Indo Barometer menunjukkan Jokowi-Ma’ruf mendapat 54,32% dan Prabowo-Sandi 45,68%. Media Survei Nasional menunjukkan Jokowi-Ma’ruf mengantongi 54,52% dan Prabowo-Sandi 45,48%. Kedai Kopi (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) menunjukkan Jokowi-Ma’ruf mendapat 52,45% dan Prabowo-Sandi 45,23%.

Lalu dari mana data yang menyatakan Prabowo telah menang 62% di Pilpres 2019?

(dnu/knv)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bos atau Karyawan, Mana yang Paling Doyan Akses Media Sosial?

Liputan6.com, Jakarta – Para karyawan di kantor umumnya selalu diingatkan agar tidak mengakses akun media sosial pribadi mereka selama jam kerja di kantor.

Namun tahukah kamu jika para atasanlah sebenarnya yang paling sering mengakses media sosial di kantor, bukan bawahan? 

Menurut hasil studi yang dirilis kelompok peneliti dari Fakultas Psikologi, Universitas Bergen, Norwegia, para atasan sangat membenci anak buah mereka yang mengakses media sosial saat jam kerja.

Namun ironisnya, justru para jajaran eksekutif di kantorlah yang paling sering mengakses media sosial saat jam kerja.

“Sangat menarik melihat bahwa para atasan yang sangat memandang negatif akses media sosial selama jam kerja, sebenarnya adalah pelaku yang paling sering melakukannya sendiri,” papar Doktor Cecilie Schou Andreassen selaku salah seorang peneliti di departemen Ilmu Pengetahuan Psikologi.

Tirai Gulung atau Gorden, Mana yang Lebih Pas untuk Jendela?

Tirai gulung membutuhkan lebih sedikit bahan dan waktu untuk memasangnya. Dalam waktu kurang dari 20 menit, seorang profesional bisa menempatkan bingkai jendela, memasang tirai, dan penyempurnaan.

Tirai gulung bisa juga disebut dengan kerai dan harganya ada yang cukup terjangkau.Pilih bahaj plastik akan menurunkan biaya material. Bilah pada kerai, baik yang vertikal maupun horizontal, dapat dioperasikan dengan dua cara untuk mengatur cahaya.

Menarik kabel atau memutarnya bisa menaikkan dan menurunkan bilah tirai.Tirai gulung juga mudah dibersihkan karena permukaan yang keras dan licin. Untuk menghilangkan debu, tinggal tutup bilah dan bersihkan dengan kain lap dari atas ke bawah.

Tirai gulung juga lebih awat karena berbahan sintetis. Baik itu plastik, vinil, aluminium, atau kayu berlapis polimer, membuatnya tahan terhadap perubahan warna dan pewarnaan. Bedanya, bahan ini lebih kaku dan kasar dibanding gorden.

7 Reaksi Netizen Ketika Ditanya ‘Hubunganmu Sampai Mana’ Ini Bikin Baper

Liputan6.com, Jakarta Saat bertemu bersama kerabat atau keluarga pasti menjadi momen yang tak terlupakan. Selain ada tawa kebahagiaan, salah satu momen yang pasti terjadi ialah banyaknya pertanyaan yang saudara atau kerabatmu lontarkan. 

Enggak cuma masalah pendidikan atau kegiatan sehari-hari saja yang masuk daftar pertanyaan. Tetapi, juga masalah asmara juga tidak pernah terlewat, mulai dari pertanyaan ‘udah punya pacar belum?’ sampai ‘kapan nih nikahnya?’

Seringkali beberapa orang pun kelabakan karena tak mempersiapkan jawaban yang matang, atau malas menjawab pertanyaan tersebut karena hubungannya sudah kandas.

Seperti beberapa netizen di bawah ini,  jawaban mereka ketika ditanya ‘hubunganmu sampai mana’ ini sukses bikin baper. Penasaran kan bagaimana jawabannya? Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai akun Twitter, Jumat (12/4/2019)

Moeldoko Tepis Survei Voxpol: dari Mana Selisih Prabowo-Jokowi 5%?

Jakarta – Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Moeldoko mempertanyakan hasil survei Voxpol Center Research and Consulting yang merilis selisih angka elektabilitas Jokowi terhadap Prabowo hanya 5%. Dia menepis jika elektabilitas Prabowo hanya selisih tipis dengan Jokowi.

“Nggak, dari mana tuh 5%? Nggak,” ujar Moeldoko, di Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/4/2019).

Ketika ditanya perbandingan dengan survei internal TKN, Moeldoko enggan mengungkapkan selisih jumlah elektabiltas Jokowi dengan Prabowo. Dia tetap optimis dengan survei interal dan tidak mengandai-andai dalam bekerja memenangkan Jokowi.

“Nggak perlu diungkapkan. Optimis dong, kita bekerja bukan asal-asalan, kita bekerja punya strategi ya, punya caranya, tertata dengan baik, kita bisa memonitor perkembangan day by day, daerah per daerah. Kita bukan bekerja sembarangan. Kita tidak mengandai-andai,” katanya.

Moeldoko mengatakan bukan tidak percaya diri dengan hasil survei internal. Namun baginya ada hal bisa diungkap ke publik dan tidak, karena berkaitan dengan strategi pemenangan.

“Bukannya tidak PD (percaya diri), ada sesuatu yang boleh dibuka, dan ada yang nggak, dirahasiakan karena itu berkaitan dengan strategi. Kalau semua terbuka kan nggak menarik,” imbuh Moeldoko.

Sebelumnya, Voxpol Center Research and Consulting merilis hasil survei elektabilitas pada H-8 pelaksanaan Pilpres 2019. Hasilnya, pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul tipis 5,5% dibanding Prabowo-Sandiaga.

Survei Voxpol Center ini dilakukan pada 18 Maret-1 April 2019. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar +/- 2,45% dan tingkat kepercayaan 95%.

Survei diambil dengan metode wawancara secara tatap muka. Sebanyak 1.600 responden terlibat dalam survei ini, dengan cakupan wilayah sampel 34 provinsi di Indonesia. Pembagian jumlah responden pun dibagi secara berimbang antara perempuan dan laki-laki, yaitu 50:50. Hasil survei menyatakan pasangan Jokowi-Ma’ruf mendapat suara 48,8%, sedangkan Prabowo-Sandi 43,3%. Adapun undecided voters 7,9%.
(idn/idn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tak Kunjung Ditemukan, di Mana Keberadaan Kepala Mayat Dalam Koper?

Surabaya – Polisi hingga kini masih kesulitan mencari kepala korban Budi Hartanto (28), mayat dalam koper. Polisi masih melakukan pengejaran dua terduga pelaku mutilasi. Bagaimana pencarian kepala mayat dalam koper yang terpisah dari jasadnya?

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan antara kepala korban yang dimutilasi dengan pelaku ini diketahui berhubungan.

Barung mengaku terduga pelaku menjadi saksi kunci dalam kasus ini. Pihaknya masih melakukan pengejaran dengan mengumpulkan bukti terkait.

“Kepalanya tidak akan mungkin kita temukan kalau saksi kunci belum kita dapatkan,” kata Barung saat dikonfirmasi detikcom di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (9/4/2019).

Selain itu, Barung menambahkan pihaknya masih sebatas memetakan daerah yang diduga digunakan pelaku menyimpan kepala mayat dalam koper. Namun hal ini hanya meraba saja karena belum mengetahui lokasi pastinya.

“Ini arealnya saja kita belum tahu, meraba masihan,” lanjutnya.

Sementara saat ditanya perkembangan pengejaran dua terduga pelaku, Barung mengatakan pihaknya masih tetap berupaya. Namun dirinya enggan merinci demi kelancaran penyelidikan.

“Sementara saya close dulu karena akan mempengaruhi penyelidikan di lapangan,” pungkasnya.
(hil/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

4 Beda Teman Biasa vs Teman Dekat Ini Bikin Gemas, Kamu yang Mana?

Liputan6.com, Jakarta Memiliki seorang teman ataupun sahabat tentu saja sangat menyenangkan. Bahkan saat kamu bercerita mengenai suatu hal, para sahabat tak sungkan untuk memberikan jawaban yang jujur dan juga frontal. Tentu saja karena sudah ada kedekatan yang cukup erat antara kamu dan juga sahabat kamu.

Berbeda dengan teman biasa yang tak terlalu dekat. Mereka tidak akan menggunakan kata-kata yang frontal. Karena bisa saja pertemanan kamu akan menjadi canggung. Apalagi jika kamu tak benar-benar tahu sifat yang dimiliki temanmu. Berbeda dengan teman dekat atau sahabat yang telah tahu sifat dan kebiasaan kamu. Mereka akan cenderung membicarakan sesuatu dengan bercanda.

Namun tak jarang pula membahas mengenai hal serius. Apalagi jika kamu sedang dihadapkan oleh suatu masalah. Para sahabat tentu akan membantu kamu. Bedanya teman biasa vs teman dekat ini juga ditulis di akun Instagram @koplak.ngakak. Bahkan kamu mungkin pernah merasakan juga seperti yang ada pada unggahan akun tersebut.

Bedanya teman biasa dan teman dekat ini juga bisa bikin kesal sendiri loh. Dirangkum Liputan6.com dari akun Instagram @koplak.ngakak, Minggu (7/4/2019), berikut ini bedanya teman bisa dan teman dekat yang bisa bikin kamu kesal sekaligus gemas.