5 Cerita Kirana Larasati yang Pakai Topi Unicorn

JakartaKirana Larasati mengunggah foto di Instagram-nya sedang memakai topi unicorn. Ada beberapa cerita tentang Kirana. Apa saja?

Kirana lahir di Jakarta, pada 29 Agustus 1987. Dia merupakan aktris Indonesia.

Berikut cerita Kirana Larasati.

1. Bintang Sinetron

Keterlibatan Kirana dalam dunia sinetron berawal dari ketidaksengajaan saat memenangkan acara untuk promosi film Eiffel I’m in Love yang diselenggarakan sebuah stasiun radio. Hadiahnya adalah makan malam bersama Samuel Rizal dan Shandy Aulia.

Kemudian Kirana ditawari untuk mengikuti casting sebuah sinetron oleh Dewi Yulia Razif, casting director PT Soraya Intercine Film. Setelah casting itu, karier Kirana makin bersinar.

Sinetron yang melambungkan nama Kirana adalah Azizah yang ditayangkan stasiun televisi swasta pada tahun 2007. Sinetron lain yang pernah dibintanginya antara lain Aku Bukan Untukmu, Benci Bilang Cinta, Kakak Iparku 17 Tahun, Pasangan Heboh, Habibi dan Habibah.

2. Pemain Film

Selain sinetron, Kirana juga bermain film. Beberapa film yang dibintanginya antara lain D’Girlz Begins (2006), Claudia/Jasmine, Gotcha, dan Perempuan Punya Cerita (2008).

3. Kehidupan pribadi

Kirana Larasati menikah dengan Tama Gandjar pada 9 Mei 2015. Dari pernikahan itu keduanya dikaruniai seorang anak bernama Kyo Karura Gantama.

Namun pernikahan itu kandas dan Kirana serta Tama resmi bercerai pada 13 Juli 2017. Hak asuh anak jatuh ke tangan Kirana.

4. Caleg PDIP

Kirana saat ini terdaftar sebagai caleg PDIP. Dia caleg dari Dapil Jabar I (Kota Bandung dan Kota Cimahi).

5. Unggah Foto Pakai Topi Unicorn

Terbaru, Kirana Larasati mengunggah fotonya saat memakai topi unicorn. Istilah unicorn mencuat setelah Debat Capres Putaran Kedua pada Minggu (17/2/2019). Pada Debat itu, Capres nomor 1, Joko Widodo bertanya kepada Capres nomor 2 Prabowo Subianto soal kebijakan untuk pengembangan unicorn Indonesia. Nah di Instagram-nya Kirana memakai topi Unicorn sambil duduk di sebuah kursi. Dia mendapat 7.446 like untuk postingannya itu. Namun kolom komentarnya ditutup.
(nwy/ken)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Oppo Ungkap Smartphone 5G Pertama Besutannya, Kapan Dirilis?

Liputan6.com, Barcelona – Bersamaan dengan pengumuman teknologi kamera 10x lossless zoom di ajang Mobile World Congress (MWC) 2019, Oppo secara resmi memperkenalkan smartphone 5G pertamanya ke publik.

Menurut  VP Oppo, Anyi Jiang, Oppo menyadari 5G merupakan teknologi smartphone masa depan. Karenanya, perusahaan asal Tiongkok itu tidak ingin ketinggalan menghadirkan teknologi ini. 

“Kami terus bekerja sama dengan perusahaan teknologi lain, mulai dari chipset dan operator untuk membawa teknologi 5G bersama-sama,” tuturnya saat gelaran MWC 2019 di Barcelona Sabtu (23/2/2019) waktu Spanyol. 

Senada dengan Anyi, Director of Standars Research Oppo, Henry Tang, mengatakan Oppo selalu berupaya menghadirkan teknologi terbaru ke penggunanya, tidak terkecuali layanan 5G.

Dia mengatakan Oppo sudah memulai tim standarisasi 5G sejak 2015. Sejak itu, pengembangan 5G terus dilakukan hingga akhirnya tahun lalu, Oppo memperkenalkan purwarupa smartphone 5G besutannya.

Menurut Henry, kehadiran smartphone 5G Oppo tidak hanya menghadirkan konektivitas yang lebih baik, tapi juga cara menikmati konten yang lebih beragam.

“Kami berencana menghadirkan layanan 5G cloud gaming yang dapat menghadirkan gim AAA ke perangkat mobile,” tuturnya menjelaskan.

Tidak hanya itu, kehadiran smartphone 5G pertama Oppo ini nantinya turut merevolusi kehidupan pengguna smartphone dalam menikmati konten video 4K, 8K, hingga tiga dimensi (3D).

Turut hadir dalam acara itu adalah President Qualcomm, Cristiano Amon, yang menyebut Oppo sebagai salah satu rekanan dengan visi dan misi sama untuk menghadirkan teknologi baru ke industri.

Sebagai bagian dari pengembangan 5G ini, Oppo juga mengumumkan telah memulai sebuah proyek khusus 5G bersama sejumlah rekanan, seperti Telstra, Swisscom, Optus, dan Singtel.

2 dari 2 halaman

Oppo Resmi Umumkan Kehadiran Kamera 10x Lossless Zoom

Dalam kesempatan tersebut, VP Oppo Anyi Jiang juga menuturkan Oppo terus berupaya menjangkau pasar global secara lebih luas. Karenanya, Oppo selalu mengadopsi teknologi baru untuk memenuhi kebutuhan pengguna.

“Kami selalu berupaya untuk selalu satu langkah lebih dekat dengan konsumen,” tuturnya saat konferensi pers di MWC 2019, Sabtu (23/2/2019), waktu Barcelona. Salah satu yang diperkenalkan Oppo dalam ajang tahun ini adalah teknologi 10x lossless zoom.

Menurut Product Manager Oppo, Chuck Wang, teknologi ini dihadirkan Oppo agar lebih banyak pengguna smartphone dapat mengeksplosari fotografi dan membuat hasil karya yang tidak kalah dari fotografer profesional.

“Dengan teknologi yang kami perkenalkan ini, pengguna perangkat Oppo dapat mengambil gambar yang menakjubkan dengan sangat mudah,” ujarnya menjelaskan. Untuk memungkinkan hal tersebut, Oppo menggunakan konfigurasi tiga lensa kamera belakang.

Chuck menuturkan tiga kamera tersebut itu terdiri dari lensa utama beresolusi 48MP, satu lensa ultra wide 120 derajat, dan satu lensa telephoto. Ketiga lensa itu mampu menangkap focal lenghts yang luas mulai dari 16mm-160mm, sehingga menghasilkan 10x lossless zoom.

Lebih lanjut Chuck menuturkan agar lensa ini dapat disematkan di smartphone, Oppo mengembangkan modul periskop berstruktur horizontal. Hal itu memungkinan ketebalan lensa berkurang hingga hanya sekitar 6,76mm, hampir setara dengan Oppo R17 Pro.

“Biasanya, saat mengambil foto zoom, hasil foto akan menjadi buram. Untuk mengatasi hal tersebut, kami menyertakan optical image stabilization (OIS) di lensa utama dan telephoto. Presisi stabilitasi lensa telephoto ini mencapai 0.001445 derajat,” tutur Chuck.

Lantas, kapan produk smartphone Oppo dengan teknologi 10x lossless zoom akan rilis? Chuck menuturkan smartphone Oppo yang hadir dengan teknologi baru ini siap diproduksi dan direncanakan hadir pada kuartal kedua 2019.

(Sulung/Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Pelatih MU Masa Bodoh dengan Persaingan Liverpool dan Man City

Liputan6.com, Manchester – Manajer Manchester United (MU),Ole Gunnar-Solskjaer masa bodoh dengan persaingan perebutan juara antara Liverpool dengan Manchester City musim ini. Bagi Solskjaer, MU wajib finis empat besar.

Tak hanya itu, Solskjaer juga percaya bukan hanya Man City dan Liverpool yang patut diperhitungkan. Dia menyebut Tottenham Hotspur di peringkat ketiga juga patut diwaspadai.

Saat ini, persaingan papan atas Premier League bak terbelah dua. Tiga tim berusaha merebut gelar juara (Man City, Liverpool, Tottenham), dan tiga tim lainnya berebut peringkat keempat (MU, Chelsea, Arsenal).

Bagi Solskjaer, persaingan kedualah yang lebih penting, yakni berusaha menembus empat besar. Peluang MU untuk finis empat besar terbuka kalau bisa kalahkan Liverpool besok malam.


2 dari 3 halaman

Tidak Penting

Menurut Solskjaer, memikirkan balapan gelar juara hanya buang-buang waktu. Dia percaya MU harus mengutamakan prioritas mereka dengan baik, yakni memanfaatkan 12 pertandingan sisa Premier League musim ini untuk mempertahankan posisi di empat besar.

“Saya tidak terlalu fokus pada tim-tim lain dan apa yang mereka lakukan. Saya fokus pada diri kami sendiri dan apa yang harus kami perbuat untuk mencapai posisi yang kami inginkan,” tegas Solskjaer di manutd.com.

“Ada persaingan tiga tim di puncak, dan persaingan tiga tim untuk posisi keempat, jadi itulah fokus saya.”

“Apakah saya ingin Spurs meraih gelar juara? Saya tidak benar-benar terlibat dengan itu. Mungkin!”

3 dari 3 halaman

Hadapi Liverpool

Minggu (24/2 malam WIB besok, MU akan menjamu Liverpool pada laga lanjutan Premier League. Laga itu penting bagi MU untuk menjaga posisi di klasemen sementara, juga sangat penting bagi Liverpool untuk merebut kembali posisi puncak klasemen dari Man City.

“Kami tahu kami menghadapi pertandingan yang sangat sulit. Mereka [Liverpool] tampil sangat fantastis musim ini. Merka juga tahu, datang ke Old Trafford akan sulit.”

“Saya pikir mereka akan menghargai kami dan kami akan menaruh respek terhadap mereka. Mereka adalah tim dengan banyak pemain bagus,” tandas Solskjaer.

Sayangnya, Solskjaer masih harap-harap cemas jelang pertandingan ini. Dia berharap Anthony Martial dan Jesse Lingard bisa pulih tepat waktu untuk bermain.

Sumber: Bola.net

Kisah Anak Difabel yang Diam-diam Punya Kehidupan Online Menakjubkan

Oslo

Robert dan Trude meratapi kehidupan sepi dan terkungkung yang mereka pikir dijalani Mats, anak mereka yang difabel. Namun ketika Mats wafat, pasangan itu baru sadar bahwa banyak orang di Eropa menyalakan lilin tanda berkabung untuk putra mereka.

Artikel ini pertama kali terbit di situs radio Norwegia, NRK.

“Pola pikir kami sangat tradisional. Kami tak ingin dia mengubah atau mengacaukan ritme kesehariannya.”

Duduk di sebuah kafe dekat kantornya di alun-alun kota Oslo, Norwegia, Robert Steen (56) memaparkan betapa ia kerap khawatir jika anaknya tak kunjung terlelap hingga tengah malam.

“Jika melihat ke belakang, saya rasa kami seharusnya lebih tertarik pada gim, dunia di mana putra kami menghabiskan hampir seluruh waktunya,” kata Robert.

“Karena kami tak punya ketertarikan itu, kami kehilangan kesempatan untuk mengetahui yang tidak kami pahami,” tuturnya.

Robert menyampaikan kata-kata terakhir tentang Mats akhir tahun 2014 di sebuah kapel di satu pemakaman di ibu kota Norwegia.

Di antara mereka yang duduk mendengarkan pidato itu, termasuk sanak famili dan sejumlah tenaga medis yang mengenal dekat Mats, ada sekelompok orang asing.

Hanya Robert yang pernah bertemu mereka. Itu pun baru sekali: malam sebelum pemakaman.

Beberapa tahun di akhir hidupnya, Mats hampir tidak pernah meninggalkan ruang bawah tanah di flat milik keluarganya.

Jadi cukup aneh bahwa ada orang-orang tak dikenal datang ke pemakamannya. Mats sendiri bahkan tidak pernah berjumpa dengan mereka.

Sebelum kematiannya, tamu-tamu yang berduka itu tidak mengenal Mats sebagai Mats, tapi Ibelin, seorang keturunan ningrat, perayu ulung, dan detektif.

Beberapa orang asing yang menghadiri pemakaman itu tinggal di dekat rumah Mats, tapi sebagian lainnya datang dari jauh. Kedatangan mereka dilandasi satu tujuan: meratapi kawan baik.

Di upacara pemakaman, salah satu dari orang asing itu tampil ke depan dan memberi sepatah kata. Ia berkata bahwa banyak orang di Eropa berkumpul dan menyalakan lilin untuk Mats.

Nasib telah tersurat di bintang-bintang, dan kenyataan tercantum dalam DNA-nya.

Mats, yang berlarian keliiling rumah sambil mengenakan mahkota saat ulang tahun keempat pada Juli 1993, akan menghadapi kenyataan bahwa ia bakal segera lumpuh.

Robert dan Trude mendengar vonis medis itu pada Mei 1993 di Rumah Sakit Ulleval.

Mereka belakangan paham mengapa putra mereka selalu jatuh dari ayunan dan menyakiti diri sendiri.

Sama halnya dengan kenapa Mats tidak memanjat tangga papan luncur di taman anak-anak, meski ia gemar merosot.

Juga penyebab Mats kerap menekuk lutut seperti orang tua saat beranjak dari posisi duduk dan alasannya tak berusaha berlomba dengan anak-anak seusianya.

Tim dokter berkata kepada Robert dan Trude bahwa Mats mengidap duchenne muscular dystrophy (DMD), sebuah gangguan yang menyebabkan pengenduran otot dan kerap menyerang anak laki-laki.

Gen dalam tubuh Mats mengandung kekeliruan yang mencegah ototnya berkembang secara normal. Itu pula yang akhirnya menghancurkan otot-ototnya.

“Setelah kami menidurkan Mats, malam itu kami memanggil dokter. Kami mendapat hak istimewa itu. Kami dapat menelepon dokter kapan pun kami membutuhkan informasi,” kata Robert.

Bersama Trude, Robert berbicara kepada dokter via telepon selama lebih dari setengah jam. “Setidaknya (penyakit) ini tidak akan membunuh anak saya!” kata Robert.

“Dokter terdiam beberapa saat, lalu berkata, ‘Tidak, tapi pengalaman kami menunjukkan, pasien kami yang menderita penyakit ini tidak akan bertahan lebih dari umur 20 tahun,'” tuturnya.

Robert terdiam. “Mats mampu mencapai 25 tahun.”

Di kediaman keluarga di Ostensjo, sebelah tenggara Oslo, Robert dan Trude mengupayakan segala cara untuk putra mereka.

Mats diyakini tidak akan menjalani kehidupan normal seperti yang ada dalam bayangan orang tuanya. Dia akan mati muda dan dipisahkan dari mereka tanpa memberi arti apapun kepada dunia.

Namun seluruh anggapan itu keliru.

Jika DNA telah merancang kehidupan kita sebelum kita dilahirkan, mampukah kita memilih masa depan kita sendiri?

Faktanya, Mats menemukan jalan keluar dan menciptakan sosok baru atas dirinya sendiri.

Di awal dekade 2000-an, Robert dan keluarganya pindah ke sebuah rumah di Langhus, sebelah selatan Oslo. Rumah itu dirancang agar ramah kursi roda.

Walaupun Mats diizinkan bermain konsol permainan grafis Game Boy selama libur sekolah, sosok Mario Bros tetap tak dapat memahami rasanya menjadi sosok yang berbeda.

Mats terus duduk di kursi roda bersama asisten yang mendampinginya ke mana pun.

Robert dan Trude terus memikirkan aktivitas yang mungkin disenangi Mats pada waktu senggang, terutama ketika kawan-kawan sekelasnya bermain sepakbola atau berlarian di luar ruangan.

Barangkali gim online? Robert memberi Mats kata sandi komputer keluarga. Dan sejak saat itu, sebuah dunia yang baru terbuka bagi anak berusia 11 tahun tersebut.

“Selama 10 tahun terakhir hidupnya, Mats bermain antara 15 ribu hingga 20 ribu jam. Itu setara dengan bekerja penuh waktu selama 10 tahun,” kata Robert.

Namun gim itu ternyata menimbulkan percekcokan dalam keluarga.

“Ketika perawat datang pukul 10 malam, Mats sudah tidur. Pekerjaan mereka mengawasi Mats di tempat tidur, bukan memaksanya untuk tidur.”

“Mats protes, ogah-ogahan mengikuti perintah itu,” ujar Robert.

Mats ternyata telah berevolusi menjadi pemain gim. Dan pemain gim tidak tidur sebelum larut.

Lantas siapakah Mats selama jam permainan itu? Dia menjadi Lord Ibelin Redmoore dan kadang-kadang Jerome Walker.

“Ibelin dan Jerome adalah perpanjangan diri saya. Mereka mewakili sisi lain kepribadian saya,” tulis Mats.

Mats membenamkan diri ke planet Azeroth dalam gim populer World of Warcraft.

Azeroth adalah dunia fantasi yang mistis. Terdapat sejumlah benua, lautan, hutan, tebing dan tanah datar, perkampungan serta kota.

Mats menghabiskan hampir seluruh waktunya di sebuah wilayah yang bernama Eastern Kingdoms.

Sebagai pemain gim online, Anda akan memahami dunia itu satu per satu, seperti halnya Anda mengenal dunia nyata secara fisik.

Di dunia khayalan itu terdapat tempat untuk berwisata, wilayah dan kota yang akan Anda kuasaisebagian lebih baik dibandingkan lainnya.

Di area tertentu, Anda wajib berhati-hati, sementara di wilayah lainnya Anda akan dengan senang hati menjelajah. Anda akan menemukan penginapan di suatu kawasan, lalu bertemu orang-orang baru yang menarik.

Begitulah semestinya dunia berjalan. Dan seperti itu pula Azeroth bergulir.

Mats menempuh perjalanan hidupnya di sana dan menemukan lingkaran pertemanan dengan orang-orang menyenangkan.

“Saat saya melewati ruang bawah tanah Mats pada siang hari, gordennya tertutup. Itu adalah kepedihan yang saya ingat betul,” ucap Robert yang bekerja di bagian keuangan kantor wakil wali kota Oslo.

“Oh tidak, saya pikir dia belum memulai harinya. Saya sedih karena dunianya sangat terbatas.”

Tapi mereka yang tak bermain gim tidak dapat melihat gambaran utuhnya. Mereka tidak tahu bahwa gim lebih dari sekadar menembak dan mendapatkan poin.

“Kami pikir ini semua hanyalah permainan. Kami kira itu sebuah kompetisi yang seharusnya dimenangkan,” kata Robert.

Lalu muncul pula persoalan ritme sirkadian di tubuh Mats, di setiap waktu selama 24 jam kesehariannya.

“Kami tidak mengerti mengapa sangat penting bagi Mats untuk terus online saat petang dan malam.”

“Tentu saja orang tidak bermain pagi atau siang hari karena itu adalah waktu di mana mereka berada di sekolah atau tengah bekerja.”

“Kami awalnya memahami semua ini setelah ia wafat. Di akhir hayatnya, kami masih berkeras ia harus tidur jam 11 malam, seperti orang-orang normal lainnya,” ujar Robert.

Lisette Roovers adalah salah satu kawan Mats di dunia gim online yang berasal dari Breda, Belanda. Ia hadir dalam pemakaman Mats tahun 2014.

Lisette juga datang ke Norwegia untuk mengunjungi temannya, Kai Simon Fredriksen, yang juga bermain gim online bersama Mats.

“Saya mengenal Mats bertahun-tahun. Sangat mengejutkan mendengar kabar ia meninggal dan itu berdampak pada saya,” kata Lisette.

Lisette kini berusia 28 tahun. Ia berumur 15 tahun ketika bertemu Mats yang kala itu berusia 16 tahun. Atau tepatnya, ketika karakter gim Lisette, Rumour, bertemu Ibelin.

“Kami bertemu di Goldshire,” kata Lisette.

“Itu bukan tempat yang nyaman lagi, tapi saat itu Goldshire adalah kampung kecil yang menyenangkan, di mana Anda bisa bertemu karakter baru yang menarik.”

“Saya mencari seseorang untuk bermain. Di antara mereka yang di duduk di api unggun adalah sosok yang belakangan saya kenal sebagai Ibelin,” kata Lisette.

“Sayaatau Rumourbertingkah laku impulsif. Saya keluar dari semak-semak dan merebut topi Ibelin. Kami berdiri dan saling menatap beberapa saat, lalu saya kabur membawa lari topinya.”

Lisette tersenyum kecil.

Mats juga menulis perjumpaan pertamanya dengan Lisette di sebuah unggahan blog berjudul Love.

“Di dunia yang lain ini, seorang anak perempuan tidak akan melihat kursi roda atau hal-hal lain sebagai pembeda. Mereka akan menemukan jiwa, hati, dan pikiran saya yang hidup dalam tubuh yang kuat dan cakap,” tutur Mats.

“Untungnya, hampir sebagian besar karakter di dunia virtual ini terlihat menawan,” tambahnya.

Di sisi lain, Lisette berkata, “Mats adalah kawan baik, kadang-kadang ia teman yang sangat dekat.”

“Kami saling bertukar pesan tentang apapun, tapi dia tidak menceritakan kondisinya. Saya kira kehidupannya sama sepertinya saya, contohnya kami sama-sama membenci sekolah.”

Tapi ada hal-hal yang sempat tidak mereka sepakati.

“Dia menulis bahwa ia membenci salju, sedangkan saya menyukainya. Saya tidak mengerti bahwa ketidaksukaannya itu berkaitan dengan kursi roda. Saya tidak tahu sama sekali,” kata Lisette.

Kecintaan Lisette pada gim membuat orang tuanya khawatir. Mereka takut studinya terganggu dan Lisette tak akan memiliki kehidupan sosial.

Keputusan yang diambil orang tuanya adalah memutus akses Lisette kepada gim online. “Dijauhkan dari kawan-kawan di permainan itu sangat berat bagi saya,” tuturnya.

Namun Mats bersiasat untuk melanggengkan perkawanan itu. Meski ia tak menemukan Lisette di gim itu, Mats berkomunikasi dengannya melalui saluran lain.

“Dia menulis surat yang sangat serius untuk orang tua saya dan mendorong mereka memahami betapa penting gim itu bagi saya. Saya menyimpan surat itu,” kata Lisette.

Robert dan Trude tahu putra mereka saling berbalas pesan dengan seseorang bernama Lisette.

“Mats sempat berbicara tentang karakter gim itu sejumlah avatartapi kami tidak memperhatikan secara khusus. Dia cerita pada kami tentang Rumour, dan tentang hal-hal lainnya,” kata Robert.

“Dia atau Lisette mengirimnya kado, termasuk pada hari ulang tahunnya. Itu sangat menyentuh dan kami menggodanya. Dia tersipu dan sangat malu.”

“Kami pikir Lisette adalah teman baik karena hadiah-hadiah itu. Anda bisa menyebut kado itu sebagai bukti nyata pertemanan.”

“Kami tidak menyebut orang-orang yang bersentuhan dengannya sebagai kawan. Kami menyebut mereka avatar. Persepsi kami tentang pertemanan sangatlah tradisional,” ujar Robert.

Dalam gim World of Warcraft, Anda dapat bermain sendiri atau bergabung dengan orang lain dan membentuk kelompok atau serikat.

Mats adalah bagian dari kelompok seperti itu yang bernama Starlight. Kawanan itu berisi 30 anggota.

“Tidak ada yang hanya sekadar menjadi anggota Starlight,” kata Robert yang kini memahami gim itu.

“Untuk menjadi anggota, Anda harus direkomendasikan seseorang yang telah lebih dulu masuk. Anda harus lulus masa percobaan selama satu hingga dua bulan,” ujarnya.

Starlight bertahan selama lebih dari 12 tahun dan kelompok ini masih aktif hingga kini.

“Starlight adalah grup yang spesial karena terus bersama dalam waktu yang sangat panjang. Itu barangkali didasarkan pada pertemanan yang sangat mendalam,” kata Robert.

Kai Simondikenal sebagai Nomine dalam permainan ituberusia 40 tahun. Ia adalah pemimpin Starlight.

Setiap tahun sejak Mats meninggal tahun 2014, Starlight menggelar peringatan khusus untuk mengenang kawan mereka itu.

Tahun 2018, saat tengah mengenang Lord Ibelin Redmoore, Kai Simon berkata kepada rekan-rekannya agar lebih fokus berlari dan berenang.

“Ibelin adalah seorang pelari,” kata Kai. “Sangat penting baginya untuk berlari dan berbagi pengalaman berlari itu dengan orang lain.”

Apakah Kai tengah berbicara tentang Mats atau karakter yang dimainkan Mats? Mungkin itu tidak penting. Barangkali memang seperti itu jika seseorang telah menyatu dengan karakter permainan.

Pada musim panas tahun 2013, Mats berusia 24 tahun. Keluarganya berlibur di Mallorca, Spanyol, sementara ia tak bisa ikut plesir dan tinggal di ruang bawah tanah bersama pendampingnya.

Mats sama sekali tidak boleh sendirian. Selama bertahun-tahun ia memiliki pendamping yang berbeda-beda, termasuk pamannya.

Mats beruntung, beberapa pendampingnya juga punya kesenangan yang sama terhadap gim online.

Ketika orang tuanya berada di Spanyol, Mats memulai blognya yang berjudul Musings of Life (Renungan Hidup). Dalam unggahan berjudul My Escape (Pelarian Saya), dia menulis tentang kehidupan di Azeroth.

“Keterbatasan saya tidak dipersoalkan, belenggu saya hancur dan saya bisa menjadi siapapun yang saya inginkan. Di sana saya merasa normal,” tulisnya.

Mats membagikan tulisannya itu kepada para anggota Starlight. Satu per satu. Itulah proses bagimana mereka akhirnya mengetahui kondisi yang dihadapi Mats dalam dunia offline.

Lisette mengingat kembali saat-saat ia membaca blog milik Mats pertama kali.

“Saya tumbang. Hati nurani saya terluka karena saya beberapa kali menggodanya di permainan gim dan tak pernah betul-betul sengaja melakukannya.”

“Lalu saya berpikir, ‘Apakah saya harus mengubah perilaku terhadapnya?’ Namun saya memutuskan tetap bersikap seperti biasanya. Dia juga menuliskan itu sebagai keinginannya.”

Tanggal 18 November 2014, Mats meninggal.

Dalam kondisi kritis, Mats dilarikan ke rumah sakit. Dokter sempat berhasil membuat kondisinya stabil dan mempertimbangkan untuk memulangkannya.

Namun belakangan seluruh keluarga Mats diminta segera datang ke rumah sakit.

“Dia berada di lantai empat, di ruangan di ujung koridor. Setiap detik sangat berharga. Koridor itu sangat panjang,” kata Robert.

Robert dan istrinya, Trude, datang terlambat.

Foto yang diabadikan Robert memperlihatkan seorang anak muda yang pucat dengan rambut berombak. Foto itu menggambarkan mata, hidung mancung dan mulut yang selama ini selalu ditutup masker pernafasan.

Mats terlihat seperti tengah tertidur pulas.

Beberapa tahun sebelum itu, Lisette membuatkan Mats sebuah gambar. Ibelin menopang Rumour. Syal menutup hidung dan mulut Ibelin.

“Mats menerima gambar itu melalui email,” kata Robert. “Sekarang gambar itu tergantung di tembok rumah kami.”

Sehari setelah Mats wafat, seluruh keluarganya berada di rumah. “Bel terus berbunyi, karangan bunga dan tetangga berdatangan. Kami menangis,” kata Robert.

Robert memikirkan orang yang harus ia beri kabar tentang kematian Mats. Dia mengingat para pemain gim dan mencari cara berkomunikasi dengan mereka secara langsung.

“Sebelum Mats meninggal, saya tidak pernah berpikir dapat memiliki kata sandinya.” Tapi kini Robert sangat membutuhkannya.

“Ketika itu, pikiran saya lalu tertuju pada blognya.”

Faktanya, Mats pernah memberi ayahnya kata sandi untuk masuk ke blognya. Saat itu, tujuannya agar Robert dapat terus-menerus memeriksa seberapa sering unggahan Mats dibaca publik.

“Anda tidak tahu siapa yang berperan dalam kehidupan anak Anda jika Anda tak mengenal dunia digital mereka,” kata Anne Hamill alias Chit, pakar psikologi berusia 65 tahun asal Inggris, yang juga berstatus anggota Starlight.

“Buat kesepakatan dengan anak Anda tentang bagaimana berkomunikasi dengan kawan-kawan dunia digital mereka, kalau-kalau sesuatu terjadi.”

“Kalau tidak, mereka memiliki sekelompok teman yang akan terus bertanya-tanya tentang apa yang terjadi,” kata Anne.

Di akhir unggahan blog tentang kematian Mats, Robert menuliskan alamat email bagi siapapun yang ingin berkomunikasi dengannya.

“Saya menulis itu lalu menangis. Saya mengetuk tanda ‘terbitkan’. Saya tidak tahu apakah akan ada balasan yang masuk sampai email pertama datang, sebuah pesan belasungkawa dari salah satu anggota Starlight.”

“Saya membaca email itu keras-keras, ‘Sangat pedih menulis pesan untuk seseorang yang tidak pernah saya temui, tapi sangat saya kenal.’ Pesan itu menghadirkan kesan mendalam,” ujar Robert.

Setelah itu datang lebih banyak pesan berisi ucapan duka cita dan tentu kehidupan Mats dalam permainan online itu.

“Mats melampaui batasan fisik dan memperkaya banyak orang di dunia,” begitu salah satu pesan itu.

“Kepergian Mats sangat memukul saya. Saya tak dapat menuliskan kata-kata betapa rindunya saya pada dia.”

“Saya tak percaya satupun orang di Starlight. Tapi jika saya harus memilih, saya hanya akan mempercayainya,” demikian pesan lain untuk Mats.

Ketika Starlight mengetahui kematian Mats, mereka mengumpulkan uang sehingga mereka yang berkantong tipis berkesempatan pergi ke Norwegia untuk menghadiri pemakaman.

Robert berkata, keluarganya sangat tersentuh.

“Kami mengangis dan terus menangsis akibat kebahagiaan emosional yang datang dari kenyataan tentang kehidupan Mats.”

“Dengan kawan-kawan yang nyata, orang-orang baik yang sangat peduli dan bersedia datang dari negara lain untuk melihat pemakaman orang yang tidak pernah mereka temui. Ikatan itu sangat kuat,” kata Robert.

Lisette datang dari Belanda. Begitu pula Anne yang terbang dari Inggris, Janina dari Finlandia, dan Rikke dari Denmark.

Atas nama anggota Starlight, Kai yang asli Oslo juga menggelar kebaktian.

“Saat kita berkumpul di sini, sebuah lilin dinyalakan bagi Mats di Belanda. Lilin lain dihidupkan di pusat Irlandia, dan di sebuah perpustakaan di Swedia.”

“Peringatan terhadapnya dilakukan di salon kecantikan di Finlandia, kantor pemerintahan di Denmark, dan banyak tempat di Inggris.”

“Di seluruh Eropa, Mats diingat oleh lebih banyak orang dibandingkan mereka yang punya kesempatan datang ke pemakaman ini.”

“Saya bertemu Mats di dunia di mana tidak ada persoalan tentang siapa dirimu, tubuh seperti apa yang kamu miliki atau bagaimana kamu terlihat di dunia nyata, di balik papan tuts,” ujar Kai.

“Di dunia itu, yang terpenting adalah sosok apa yang kamu pilih dan bagaimana kamu bersikap terhadap orang lain.”

“Yang menentukan siapa dirimu, adalah apa yang ada di sini (Kai meletakkan tangannya ke tempat peribadatannya) dan di sini (Kai menyentuh hatinya).”

Dalam blog miliknya, Mats menulis tentang monitor komputer yang ditatapnya hampir seumur hidupnya, “Ini bukan monitor, ini adalah gerbang ke manapun hatimu berkehendak.”

Vicky Schaubert bekerja untuk stasiun radio publik milik pemerintah Norwegia, Norsk rikskringkasting (NRK) di Oslo. Anda dapat membaca karyanya melalui tautan ini.

Kredit foto paling atas: Blizzard Entertainment/Patrick da Silva Saether/NRK


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Beda Pendapat MUI Pusat dan MUI DKI soal Polemik Munajat 212

Jakarta – Malam Munajat 212 di Monas menuai polemik. Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta memastikan kegiatan itu bukan acara politik. Namun, MUI Pusat menilai kegiatan Munajat 212 sudah menjurus ke politik praktis.

Malam Munajat 212 digelar di Monas pada Kamis 21 Februari 2019. Acara ini diselenggarakan oleh MUI DKI Jakarta. Sejumlah tokoh pun hadir di antaranya Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Titiek Soeharto, Ketua MPR Zulkifli Hasan,, Wakil Ketua MPR yang juga Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid, serta Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Gelaran malam Munajat 212 pun menjadi sorotan publik mulai dari momen salam dua jari Fadli dan Fahri hingga teriakan ‘nomor dua’ menggema dari massa yang merespons pernyataan Ketua MPR Zulkifli Hasan terkait gelaran pilpres di malam Munajat 212 itu.
MUI DKI Jakarta menyatakan acara dengan tajuk ‘senandung selawat dan zikir’ ini digelar pada tanggal ‘212’ lantaran untuk mencegah ada pihak yang memanfaatkan momentum tertentu berkaitan dengan tanggal acara. MUI DKI juga menyatakan acara ini tidak berkaitan dengan kepentingan politik tertentu.

“Itu kan cuma penafsiran. Niat kita cuma satu, bermunajat. Dari awal sudah kami sampaikan MUI DKI punya hajat melaksanakan senandung selawat dan doa. Makanya acara dari awal sampai akhir, kita bermunajat. Ada sedikit masukan begitu, dari awal kita kan nggak ada berpolitik. Makanya nggak ada atribut partai yang ada di dalam,” ujar Ketua MUI DKI Jakarta, KH Munahar Muchtar kepada wartawan, Jumat (22/2/2019) malam.

Lain MUI DKI, lain pula pendapat MUI Pusat. MUI Pusat menyayangkan MUI DKI yang dinilai tidak mampu mengendalikan kegiatan Malam Munajat 212 seperti tujuan semula: berdoa, berzikir, dan bermunajat kepada Allah SWT. MUI menyebut kegiatan Munajat 212 sudah menjurus ke politik praktis.

“Kami sangat menyayangkan atas sikap MUI Provinsi DKI sebagai salah satu pemrakarsa acara Munajat 212 yang tidak mampu mengendalikan kegiatan tersebut agar tetap berada pada arah dan tujuan semula, yaitu untuk kegiatan berdoa, berzikir, dan bermunajat kepada Allah SWT, untuk memohon keselamatan bangsa dan negara. Bukan untuk tujuan lain yang menjurus ke arah politik praktis dengan melibatkan diri aksi dukung-mendukung salah satu paslon capres tertentu,” ujar Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/2/2019).

Zainut mengimbau MUI tidak terseret dalam kegiatan politik praktis. MUI diminta tetap memposisikan diri sebagai institusi yang netral dan independen. “Untuk hal tersebut, MUI harus memposisikan diri sebagai institusi yang netral, independen, menjaga jarak yang sama dengan semua kekuatan politik yang ada dan tidak boleh masuk ke dalam wilayah politik praktis apalagi diperalat dan dijadikan kendaraan politik oleh kelompok tertentu,” kata Zainut.

Meski demikian, Zainut menegaskan MUI tidak melarang pengurusnya terjun ke politik praktis asalkan tidak membawa nama institusi. MUI menjamin hak tersebut kepada pengurusnya. “MUI tidak pernah melarang pengurusnya untuk berkecimpung di bidang politik praktis sepanjang hal tersebut dilakukan atas nama pribadi bukan atas nama institusi. Karena hal itu merupakan hak asasi yang dilindungi oleh konstitusi,” terang Zainut.

Atas dugaan pelanggaran pemilu di malam Munajat 212, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) turun tangan mengumpulkan bukti-bukti.
“Jadi sementara ini saya sama teman-teman masih mengumpulkan hasil pengawasan teman-teman pengawas kelurahan, panwas kecamatan, Bawaslu kota. Saya lagi minta mereka ini hasil pengawasannya seperti apa,” ujar anggota Bawaslu DKI Jakarta Burhanuddin.

Bawaslu akan mengumpulkan bukti berupa ada-tidaknya alat peraga kampanye hingga memeriksa isi pidato yang disampaikan beberapa tokoh.
“Mengumpulkan bukti-bukti semua terkait pengawasan, apakah ada pidato yang mengarah ke kampanye, misalnya, atau adakah atribut kampanye dan sebagainya itu masih saya kumpulin,” kata Burhan.

Bukti-bukti itu selanjutnya akan dijadikan bentuk temuan Bawaslu untuk diproses. Burhan juga mempersilakan masyarakat yang menganggap telah terjadi pelanggaran dan memiliki bukti untuk melapor.
(aan/hri)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ayah dan 2 Anak Pelaku Incest di Lampung Jadi Tersangka

Lampung – Ayah berinisial M (45) serta kakak adik berinisial SA (23) dan YF (15) ditetapkan Polres Tenggamus sebagai tersangka kasus persetubuhan sedarah atau incest. Korban AG (18) merupakan anak kandung serta adik dan kakak para pelaku.

“Sudah, ketiganya sudah jadi tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas saat dihubungi detikcom lewat telepon, Sabtu (23/2/2019).

Para tersangka dipersangkakan Pasal 76D Pasal 81 ayat (3) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 8 huruf a Jo Pasal 46 UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau Pasal 285 KUHPidana.


“Ancaman hukuman untuk Pasal 81 ayat 3 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak minimal 5 tahun maksimal 15 tahun ditambah 1/3 dari ancaman maksimal apabila dilakukan oleh orang tua, wali, orang-orang yang mempunyai hubungan darah. Untuk Pasal 46 UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga ancaman hukuman paling lama 12 tahun. Untuk Pasal 285 KUHPidana ancaman hukuman paling lama 12 (dua belas) tahun,” jelasnya.

Para tersangka diringkus di kediaman mereka di Pekon Panggung Rejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Kamis (21/2) malam.
Penangkapan berdasarkan laporan polisi No.Pol: LP/B-18/II/2019/PLD LPG/RES TGMS/SEK SUKO. Pelapornya adalah Tarseno (51) anggota Satgas Merah Putih Perlindungan Anak Pekon Panggungrejo.

Ketiganya ditangkap di rumah tanpa perlawanan sekitar pukul 21.00 WIB. Dari lokasi, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa beberapa helai baju dan celana dari terduga pelaku dan korban.

Para terduga pelaku telah dibawa ke Polsek Sukoharjo untuk diperiksa lebih lanjut. Kasus ini dan para tersangka dilimpahkan penanganannya ke Unit Perempuan PPA Satreskrim Polres Tanggamus.

Korban sendiri saat ini dalam pengawasan polisi. Korban sudah 1 tahun belakangan menjadi korban perkosaan para pelaku secara bergantian di dalam rumah.

“Korban merupakan penyandang disabilitas atau ada keterbelakangan mental,” ujar AKP Edi.
(hri/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Menilik Motif di Balik Pembunuhan Sadis Suami Terhadap Ibu Hamil di Bengkulu

Liputan6.com, Bengkulu – Peristiwa pembunuhan suami terhadap istrinya di Kelurahan Tanjung Jaya Kota Bengkulu sontak membuat warga heboh. Pasangan Romi Sepriawan alias Romi Cabe (31) dan istrinya ES yang tengah mengandung 9 bulan itu sudah tinggal lebih dari 3 tahun di lingkungan tersebut.

Menurut Romi, dia dan istrinya memang sudah terjadi cekcok sejak 4 bulan ke belakang. Pemicunya, rasa cemburu dan selalu curiga dengan gerak gerik istrinya yang sering memainkan telepon genggam secara sembunyi-sembunyi.

“Saya mau lihat teleponnya, selalu terkunci, dan dia tidak mau memberikan kode kunci tersebut,” ujar Romi di Mapolres Bengkulu, Jumat 22 Februari 2019.

Pertengkaran demi pertengkaran terjadi antara pasangan yang sudah memiliki seorang putri yang kini berusia 3 tahun tersebut.

Jumat pagi, keduanya kembali cekcok. Romi lalu mengambil parang, menyayat istrinya dan mendorongnya ke atas tempat tidur. Setelah sang istri terbunuh, Romi lalu membelah perutnya dan mengeluarkan jabang bayi sambil membungkusnya dengan kain seadanya. Parang tersebut disiapkan Romi pada malam sebelum kejadian dengan meminjam dari tetengga.

Menurut Romi, setelah pusar bayinya dipotong, dia lalu minta tolong seorang tetangga. Lalu putrinya dan sang jabang bayi diserahkan kepada tetangga dan minta untuk diselamatkan.

“Saya katakan, saya khilaf dan minta maaf sebelum berlari ke belakang,” urai Romi.

Oleh warga, Bayi tersebut sempat dibawa ke klinik pengobatan terdekat sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu yang berjaran 3 kilometer dari rumah korban.

“Kebetulan ada perawat warga dekat sini,” ujar Fauzan, tetangga korban pembunuhan.

2 dari 2 halaman

Sandiwara Pelaku di TKP

Peristiwa pembunuhan yang terjadi di Kelurahan Tanjung Jaya Kota Bengkulu pada Kamis siang membuattetangga korban langsung mengerumuni Tempat Kejadian Perkara. Aparat kepolisian yang mendatangi TKP langsung membentang garis polisi dan melakukan identifikasi awal.

Hasilnya, ditemukan korban tergeletak tak bernyawa diatas kasur dalam kamar tidur, terdapat luka sayat pada leher korban ES yang ditutup selimut. Loka robek juga ditemukan pada perut korban.

Aparat juga menemukan pagar seng belakang rumah itu rusak akibat diterobos secara paksa. Sempat dilakukan penyisiran beberapa jam, tetapi belum menemukan jejak pelaku.

Kapolsek Teluk Segara Kompol Jauhari menjelaskan, pukul 14.20 unit Opsnal dan Intelkam Polsek Teluk Segara melihat seorang laki-laki di TKP dengan gerak-gerik mencurigakan.

Dengan pakaian yang sebagian berlumur lumpur, dia dikerumuni warga, aparat lalu mengamankan pria yang diketahui merupakan suami korban bernama Romi Sepriawan.

“Kami amankan, dan antar ke Mapolres,” tegas Jauhari.

Kekaguman Prabowo kepada Emak-Emak Pendukungnya di Medan

Liputan6.com, Medan – Kedatangan Capres Prabowo Subianto di Gedung Regale Internasional Convention Center Kota Medan, Sumatera Utara, disambut ribuan pendukung yang telah menunggu sejak pagi.

Sorakan pendukung menyebut nama Prabowo terus menggema ketika capres 02 itu terlihat menaiki mobil dengan kabin atas yang terbuka.

“Prabowo, Prabowo, Prabowo,” sorak para pendukungnya, Sabtu (23/2/2019).

Prabowo tampak mengenakan baju cokelat dan memakai kopiah juga langsung menyambut para pendukungnya dari atas mobil. Mantan Pangkostrad itu juga tampak menyalami para pendukung.

Begitu sampai di dalam gedung, Prabowo langsung berpidato dan menyampaikan kekagumannya terhadap antusiasme masyarakat pendukung Prabowo-Sandi di Kota Medan.

“Kagum saya melihat emak-emak ini. Semangat mereka luar biasa. Tangan orang Sumut ini keras banget. Saat bersalaman tadi, ada yang narik baju saya,” ucapnya.

Prabowo juga mengungkapkan, jika terpilih di  Pilpres 2019 nanti, dirinya akan menyejahterakan rakyat Indonesia. Dia tidak mau melihat rakyat Indonesia miskin.

“Kekayaan di Indonesia hanya dirasakan oleh segelintir orang saja. Itu yang saya rasakan. Saya membela bangsa Indonesia. Apa pun yang terjadi, saya membela rakyat, saya tidak ingin rakyat saya miskin,” ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Ketemu Pengusaha

Sebelumnya Prabowo bersilaturahmi dengan pengusaha dan warga etnis Tionghoa di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Silaturahmi berlangsung di Gedung Selecta, Jalan Listrik, Kecamatan Medan Baru.

Dalam kata sambutannya, di hadapan sekitar 1.500 undangan yang hadir, Prabowo menyinggung soal pemindahan ibu kota hingga soal krisis air bersih. Pasangan Sandiaga Uno itu juga mengingatkan soal tantangan dan perubahan iklim yang harus dihadapi bangsa Indonesia.

“Tantangan kita selanjutnya adalah perubahan iklim. Untuk perubahan iklim, yang akan mengakibatkan permukaan air laut naik,” kata Prabowo, Jumat, 22 Februari 2019, malam.

(Reza Efendi)


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Munajat 212 Diduga Langgar Kampanye, Kubu Prabowo Serahkan ke Bawaslu

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno, Ahmad Muzani mempersilahkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menyelidiki lebih lanjut kasus dugaan pelanggaran kampanye di acara Munajat 212, Kamis, 21 Februari 2019.

Menurut Muzani, Bawaslu punya wewenang Bawaslu untuk menilai adanya pelanggaran atau tidak. 

“Kalau ada selisih paham dua belah pihak selalu merujuknya ke Bawaslu, karena Bawaslu itu adalah lembaga yang memiliki kewenangan untuk menentukan apakah ini salah jalur atau tepat jalur,” kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 22 Februari 2019.

Terkait pengacungan simbol dua jari yang dilakukan para petinggi BPN seperti Fadli Zon dan Zulkifli Hasan Muzani juga menanggapi santai. Menurut dia, itu adalah ekspresi spontanitas saja. 

“Kalau kemudian di situ kemudian ada yng memberi isyarat dua jari begini, itu saya kira lebih merupakan ekspresi atau spontanitas dari para pengunjung hadirin,” ungkap dia. 

Muzani justru membandingkan kejadian pengacungan dua jari itu dengan aksi penyorakan Ridwan Kamil saat di stadion sepak bola. Kala itu, Ridwan Kamil datang dengan disambut sorakan nama ‘Prabowo’.

“Cuma bedanya di Jalak harupat yang datang adalah Ridwan Kamil, yang deklarasi yang mengatakan pendukung 01, yang di Munajat 212, yang datang adalah Zulkifli Hasan, yang artinya mendukung 02,” ujar dia. 

“Dua-duanya sama, rakyatnya pendukungnya, yang hadir  ekspresinya yang di Jalak Harupat berteriak teriak Prabowo, yang di sini ada begini,” ucap dia. 

Sebelumnya, Bawaslu telah menerima laporan terkait dugaan pelanggaran kampanye dalam acara Malam Munajat 212 di Monas pada Kamis (21/2). Laporan tersebut kini tengah dibahas oleh Bawaslu DKI.

“Kita masih lihat Bawaslu DKI masih membahasnya,” kata Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja saat dikonfirmasi awak media, Jumat (22/2).

 

 

2 dari 2 halaman

Kumpulkan Bukti

Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ade Irfan Pulungan tengah mengumpulkan bukti-bukti adanya dugaan pelanggaran pemilu dalam acara Munajat 212

Irfan menduga acara tersebut bermuatan politis dan sarat dengan dukungan kepada pasangan calon tertentu. Pihaknya akan mengumpulkan bukti-bukti guna dijadikan dasar melaporkan Bawaslu. 

“Kami lagi menghimpun data secara detail agar kami bisa melaporkan ini kepada pihak Bawaslu,” kata Irfan Pulungan saat jumpa pers di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2019).

Irfan mengimbau Bawaslu supaya mengumpulkan fakta-fakta di lapangan sebagai temuan dugaan pelanggaran di acara Munajat 212. Apalagi, TKN mengantongi informasi bahwa personel Bawaslu dikerahkan ke lokasi acara untuk memantau.

“Saya juga minta dan mengimbau kepada pihak Bawaslu kalau mereka memang berada di tempat tersebut, yang katanya mereka kan berada dalam acara tersebut ingin memantau acara pelaksanaan ini, ini menjadi temuan dari pihak Bawaslu setelah diproses,” imbuh dia.   

 

Reporter: Sania Mashabi

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: