Gus Mus: Saya Yakin Gus Dur adalah Wali

Solo – KH Mustofa Bisri alias Gus Mus mengisi tausiyah dalam Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Solo. Gus Mus menyebut sahabatnya itu ialah orang besar setingkat wali.

“Saya yakin Gus Dur wali karena ada tanda-tandanya,” kata Gus Mus saat berbicara di atas panggung di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (24/2/2019) malam.

Bukan sembarang bicara, Gus Mus pun membeberkan syarat seseorang bisa dikatakan sebagai seorang wali. Wali, kata Gus Mus, tidak pernah ditaklukkan oleh rasa takutnya dan tidak pernah merasa bersedih.

“Takut miskin terus korupsi. Karena takut kalah mengancam Gusti Allah. Itu bukan wali. Takut harga BBM akan naik, itu bukan wali,” ujarnya.

“Gus Dur pernah melarat. Dulu pernah jualan es, diwadahi termos. Tidak pernah susah, waktu jadi presiden, diminta lengser ya lengser, gitu aja,” katanya.

Saat lengser dari jabatan presiden, Gus Dur tidak menunjukkan kesedihan. Dia meminta pendukungnya tetap tenang dan tidak bertindak anarkistis. Justru dia keluar dari istana dengan mengenakan celana pendek.

“Wong cuma kekuasaan kok sampai mengorbankan bangsa. Itu bedanya negarawan dengan politisi-politisi biasa,” kata pendiri pondok pesantren di Rembang itu.

Namun ketika disebut sebagai wali, Gus Dur semasa hidupnya selalu menolak. Dengan gaya khasnya, dia malah berceloteh bahwa dia ialah seorang wali murid.

Adapun Haul Gus Dur di Solo diklaim dihadiri 101 ribu peserta dari Gusdurian Solo Raya. Tokoh-tokoh lain yang hadir, di antaranya Mahfud Md, Ibunda Presiden Jokowi Sujiatmi Notomiharjo dan Yenny Wahid.

(bai/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Anggota Polisi Ditusuk Saat Buru Pelaku Kejahatan di Palembang

Jakarta – Anggota Subdit III Jatanras Polda Sumatra Selatan, Briptu Agus (26), dikeroyok preman saat mengejar pelaku penusukan. Akibatnya, Agus mengalami tiga luka tusuk.

Dari informasi yang dihimpun detikcom, peristiwa penusukan terjadi di kawasan Tangga Buntung kota Palembang, pukul 17.30 WIB. Agus ditusuk setelah pelaku mengetahui jika dia adalah polisi.

“Tadi sore (23/2) anggota sedang penyelidikan pelaku penusukan dan menyebabkan si korban meninggal. Saat berpapasan itu si pelaku ini curiga dan langsung kabur,” kata Direktur Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Yustan Alpiani di Bhayangkara, Minggu (24/2/2019).

Melihat si pelaku kabur, Briptu Agus pun langsung melakukan pengejaran. Nahas dia malah dijebak dan masuk ke daerah preman tempat pelaku biasa nongkrong.

“Pas sampai di lokasi pelaku langsung teriak dan Briptu Agus dikeroyok. Ada 15-20 orang pelakunya dan tiga pelaku melakukan penusukan dengan senjata tajam, pisau,” kata Yustan.

Dalam kondisi luka tusuk di punggung, Briptu Agus berusaha menyelamatkan diri. Agus diselamatkan oleh anggota lain yang ikut memantau penangkapan pelaku dari kejauhan.

“Anggota lain ada dan langsung dibawa ke rumah sakit Bhayangkara. Saya lihat tiga luka tusuk di punggung Briptu Agus dan kondisinya saat ini sudah membaik dan dalam perawatan,” kata Yustan.

“Pelaku ada empat yang kami tangkap. Satu ditindak tegas karena melakukan perlawanan (ditembak) saat ditangkap. Sisanya masih dikejar,” imbuhnya.

Adapun keempat palaku yakni Heriyadi, Khoiri dan Ajit. Sementara satu pelaku lain yakni Agung, yang tidak lain adalah pelaku penusukan tahun 2018 lalu dan menyebabkan korban, Refi Saputra.
(yld/yld)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pembunuh Domi di Bangka Ditangkap Polisi

Bangka – Pelaku pembunuhan Domi (35) Pria yang ditemukan tewas di sebuah kontrakan di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Babel di tangkap polisi. Pelaku pembunuhan merupakan rekan kerja korban dan motif pembunuhan karena sakit hati tak digaji korban.

“Motifnya karena cemuru dan sakit hati kepada korban,” jelas Kapolres Bangka AKBP Budi Arianto saat menggelar rilis barang bukti dan tersangka di Mapolres, Sabtu (23/2/2019).

Pelaku, Rizal (37) warga Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan ditangkap oleh Tim Gabungan Satreskrim Polres Bangka dan Polsek Merawang serta unit Jatanras Ditkrimum Polda Babel di pondok kebun Desa Balunijuk tanpa perlawanan pukul 08.30 WIB Sabtu pagi.

“Pelaku datang ke rumah Domi untuk meminta gajinya, tapi tidak dituruti malah keluar kalimat kasar dari korban, sehingga pelaku tersinggung dan terjadi aksi pembunuhan,” tegas Kapolres.

Diketahui korban Domi merupakan pengurus usaha cetak batako (tangan kanan bos) di tempat pelaku bekerja dan sembari bekerja jaga malam rumah dokter. Pelaku menghabisi nyawa korban seorang diri dengan sebilah pisau usai terjadi cek cok mulut.

“Awalnya karena kesel dan jengkel, pelaku memukul korban hingga jatuh, lalu mengambil pisau dan ditusukkan ke bagian dada, karena melawan pelaku mencekek korban terus membabi buta melakukan penusukan di sekujur tubuh hingga tewas,” beber Budi.

Korban tewas seketika usai mendapat dua belas tusukan di sekujur tubuh. Polisi mengamankan barang bukti sebilah pisau, celana dalam korban, baju pelaku dan celana pelaku saat melakukan pembunuhan sadis.

Sebelumnya, Domi (35) ditemukan tewas di sebuah kontrakan di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Ia ditemukan tewas dengan luka tusuk.

“Ditemukan warga (saksi) dalam kondisi telentang bersimbah darah bekas luka tusuk benda tajam,” ujar Kasat Reskrim Polres Bangka AKP Rio Reza Parinda kepada detikcom, Jumat (22/2/2019).

Pelaku dikenakan pasal 340 KUHP subsider pasal 338 subsider 351 ayat (3) KUHP.
(rvk/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sociopreneur Harus Hati-Hati Saat Gabungkan Bisnis dengan Kegiatan Sosial

Liputan6.com, Jakarta – Acara Awarding Night Secangkir Semangat #BuatTujuanmuNyata yang digelar Kapal Api di Ballroom Hotel Grand Hyatt, Jakarta diwarnai dengan sesi Coffee Talk menarik. Salah satu narasumber yang hadir adalah Iwan Murty, CEO PT Tristar Service Indonesia.

Selaku investor, Iwan menilai ide usaha yang dikemukakan para peserta Secangkir Semangat luar biasa. Mereka dapat mengambil peluang bisnis yang berasal dari masalah sosial.

Meski begitu, Iwan mengatakan hendaknya para sociopreneur berhati-hati dengan tujuan bisnisnya. Salah-salah, usaha yang sudah berkembang malah mengarah jadi organisasi non profit.

“Idenya sangat bagus dan idealis, menangkap semua peluang, namun dari kacamata bisnis, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Modal, target pasar, setelah dapat modal alokasi dana kemana saja, dan sebagainya. Harus ada rencana yang rinci agar nantinya bisnis tidak salah arah jadi organisasi non profit,” ungkap Iwan dalam sesi Coffee Talk di Jakarta, Sabtu (22/2/2019).

Sekadar informasi, beragam ide usaha unik dan berkelanjutan telah dipresentasikan oleh 20 peserta Secangkir Semangat. Ada yang bergerak di sektor pangan, cinderamata hingga konstruksi. 

Sebut saja Titik Balik Coffee yang memberdayakan para warga binaan untuk menjadi karyawan, Ecopaving yang memanfaatkan sampah plastik untuk dijadikan bahan konstruksi dan Sekolah Lapangan Timor Moringa Organik Indonesia yang bergerak di sektor pendidikan dan pertanian.

Ketiga ide bisnis ini merupakan pemenang dalam program Secangkir Semangat dan telah mendapatkan bantuan dana pembinaan dari Kapal Api.

2 dari 2 halaman

Tiga Pemenang

Sebelumnya, Kapal Api resmi tutup program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu dengan menggelar acara Awarding Night di Hotel Grand Hyatt, Jakarta.

Dalam acara ini kemudian didapat tiga pemenang utama dengan ide usaha terbaik. Setelah melewati beragam seleksi, akhirnya tiga ide usaha dari anak muda Indonesia berhasil meyakinkan para juri, ide mereka nyata dan berdampak bagi masyarakat.

Pemenang pertama ialah Meybi Agnesia Lomanledo asal Nusa Tenggara Timur dengan ide bisnis pengolahan daun kelor yang dimulai dengan Sekolah Lapangan Timor Moringa Organik Indonesia, pemenang kedua ialah Azis Pusakantara asal Jakarta dengan ide usaha Ecopaving dan pemenang ketiga ialah Elven Aprilnico dengan ide usaha Titik Balik Coffee.

Meybi mengatakan, belum meratanya sekolah di daerah terpencil NTT menginspirasinya untuk mengedukasi masyarakat akan kemampuan soft skill di berbagai sektor.

“Warga mendambakan keterampilan yang peka terhadap kebutuhan sosial. Oleh karenanya kami dirikan Sekolah Lapangan Timor Moringa Organik Indonesia (SL TMOI) untuk mencapai tujuan itu,” ujar Meybi di Jakarta, Sabtu¬†22 Februari 2019.

Ketiga pemenang mendapatkan hadiah uang binaan dengan jumlah yang bervariatif. Untuk juara 1 mendapatkan Rp 250 juta, untuk juara 2 mendapatkan Rp 150 juta dan untuk juara 3 mendapatkan Rp 50 juta.

Para pemenang menegaskan, Program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu menjadi bekal luar biasa bagi mereka.

Ilmu dan pengalaman dari para mentor sangat berharga untuk kelanjutan bisnis mereka ke depan. Diharapkan, pemuda-pemuda ini dapat menjadi pemimpin yang tidak hanya dapat berbisnis namun memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Banyak Film Porno di HP Pelaku Incest di Lampung, Korban Jadi Pelampiasan

Lampung – AG (18) jadi korban incest atau hubungan sedarah oleh ayah kandungnya M (45) dan kakaknya SA (24), serta adiknya YF (15). AG ternyata sering dicekoki film porno.

“Saya lihat mereka ini berawal dari kakaknya (SA) sudah pegang HP. Di dalam HP-nya itu banyak video porno. Adik kakak ini sering diajak nonton video porno,” kata Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas saat dihubungi detikcom lewat telepon, Sabtu (23/2/2019).

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tanggamus Ipda Primadona Laila mengatakan, perilaku SA dan YF yang suka nonton film porno itu diketahui dari hasil pemeriksaan dan pengakuan tersangka.


“Nonton film bersama, kemudian dipraktikkan ke korban. Dalam sehari bisa melampiaskan hasratnya ke korban itu ada kalau kakaknya bisa sampai 5 kali, adiknya 3 kali,” kata Ipda Dona saat dihubungi detikcom terpisah.

Banyak Film Porno di HP Pelaku Incest di Lampung, Korban Jadi PelampiasanLokasi tempat korban kerap disetubuhi para tersangka Foto: Dok. Polres Tanggamus

Dona mengatakan, pengakuan ayahnya M baru lima kali menyetubuhi korban. Sementara yang mencengangkan SA mengaku sudah sekitar 120 kali menggauli SA dan YF sekitar 60 kali. Perbuatan bejat ini dilakukan berulang kali sejak 2018. AG tak kuasa melawan karena takut. Selama ini, dia juga dikungkung di dalam rumah.

Ipda Dona menyebut, secara visual M dan SA terlihat seperti manusia normal. Tidak ada keanehan prilaku. Namun sosok YF dia nilai sedikit aneh, karena saat diperiksa terlihat santai bahkan tertawa. YF juga mengaku pernah menyetubuhi kambing dan sapi tetangga.

“Kita tanya (kepada YF) ada objek atau korban lain nggak yang disetubuhi selain kakak kandungmu, anak ini jawab ‘nggak ada bu. Tapi pernah sama kambing dan sapi juga’. Itu pun karena melihat video porno yang ada di HP. HP-nya rusak. Mereka terinspirasi video porno luar negeri yang melakukan hubungan seksual melalui objek binatang,” ucapnya.

Untuk mendalami persoalan ini, ketiga tersangka akan diperiksa kejiwaannya pada Senin (25/2) nanti. Polisi ingin mengetahui apakah ketiganya mengalami gangguan kejiwaan.

Ipda Dona menambahkan, polisi juga menaruh perhatian serius pada korban. Apalagi AG diketahui mengalami keterbelakangan mental. Pihaknya akan terus memonitor kondisi AG. AG pada Senin (25/2) nanti juga akan diperiksa kesehatan dan kondisi kejiwaannya.

“Sejauh ini belum kita temukan adanya gejala kehamilan karena korban juga baru mau kita ambil keterangannya Senin besok dengan didampingi ahli bahasa. Korban bukan kategori tunarungu, tunawicara atau tunagrahita tapi dia memang masuk dalam katagori disabilitas karena kalau ditanya harus ada panduan, ada yang mendampingi, jadi bisa jelas,” ujar Ipda Dona.

“Secara visual anaknya sehat. Anaknya putih, cantik malah. Tapi dia keterbelakangan mental. Mungkin karena tidak mengenyam pendidikan. Kurang lebih seperti itu. Kalau kita lihat matanya kosong. Psikisnya sudah kena,” sambungnya.
(hri/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jadi Underdog, Chelsea Siap Jungkalkan Prediksi

Liputan6.com, London – Willy Caballero mengaku siap untuk menjadi kiper andalan saat Chelsea menantang Manchester City di final Piala Liga Inggris, Minggu (24/2/2019). Ia percaya mampu tampil maksimal jika dipercaya manajer Maurizio Sarri.

Kiper utama Chelsea, Kepa Arrizabalaga diragukan tampil untuk duel besok. Pasalnya, ia dikabarkan mengalami cedera hamstring.

Meski demikian Caballero meminta fans Chelsea tetap tenang. Eks kiper City itu malah yakin bisa membawa Chelsea juara jika tampil di Wembley.

“Saya tidak tahu bagaimana keadaan Kepa. Namun jika dia tidak bisa bermain maka saya siap menggantikannya,” kata Caballero seperti dilansir Evening Standard.

“Saya tampil saat melawan City di Community Shield lalu. Dan saya senang mereka masih mengingat saya,” ujarnya.

2 dari 3 halaman

Berbeda

Caballero hanya menjadi cadangan saat Chelsea dibantai City 0-6 dua pekan lalu. Ia pun sadar Chelsea hanya menjadi underdog dalam final kali ini.

“Saya pikir semuanya akan berbeda. Ini adalah final dan kami akan berjuang untuk menang sejak menit pertama,” katanya.

“Lagipula kami juga pernah mengalahkan mereka di Stamford Bridge. Jadi ini akan menjadi pertandingan yang beda,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Jadwal

Berikut jadwal final Piala Liga Inggris:

Minggu (24/2/2019)

23.30 WIB Chelsea Vs Manchester City (TVRI)

Saksikan video pilihan di bawah ini

Korban Incest Ayah, Kakak dan Adik di Lampung Trauma, Tatapannya Kosong

Lampung – Perempuan berinsial AG (18) jadi korban incest atau hubungan sedarah yang dilakukan ayahnya M (45) dan kakaknya SA (24), serta adiknya YF (15). Korban kini dalam kondisi trauma.

“Kalau kondisi fisiknya bagus, cuma dia memang pandangannya agak kosong. Psikisnya sudah mulai kena. Ketakutan lah, trauma,” kata Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas saat dihubungi detikcom lewat telepon, Sabtu (23/2/2019).

AKP Edi menjelaskan, AG saat itu tinggal bersama ibu dan neneknya. Saat ibunya meninggal karena sakit, M membawa AG tinggal di rumahnya di wilayah Kabupaten Pringsewu, Lampung. Setelah AG tinggal sekitar 2 bulan, M melancarkan perbuatan bejatnya memperkosa. Perbuatan bejat itu kemudian diikuti kedua putranya SA dan YF.


AG diperkosa ayah, kakak dan adiknya berulangkali setiap hari, bergantian. Tetangga awalnya sulit mengendus perbuatan bejat ini karena M dan keluarganya dikenal tertutup.

Saat ini, lanjut AKP Edi, AG tinggal bersama pamannya. Senin (25/2) AG rencananya akan diperiksa dan dibawa ke dokter dan psikolog untuk mendalami kasus ini.

“Korban sekarang ini ada dengan keluarganya, sama pamannya. Kami juga mau cek kondisinya dengan dokter dan psikolog, pemerhati, kenapa keluarga ini bisa seperti ini. Kita mau urut ke belakang supaya hal-hal ini tidak terjadi lagi. Mudah-mudahan dinas terkait, pemda terkait bisa memberi bantuan juga pada korban ini,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tanggamus Ipda Primadona Laila. Pihaknya masih terus mendalami kasus ini.

“Ini lagi coba kita dalami lagi karena bapaknya tahu anak-anaknya itu menyetubuhi anak kandungnya tapi dibiarkan saja. Saling tahu tapi dibiarkan. Waktu itu adiknya yang bungsu ini melihat kalau saudara perempuannya ditiduri bapaknya, dibiarin. Jadi saling tahu mereka ini,” kata Ipda Dona saat berbincang dengan detikcom lewat telepon.

Ipda Dona sendiri merasa sangat prihatin dengan kondisi AG. Menurutnya, AG mengalami keterbelakangan mental. Pihaknya akan terus memonitor kondisi AG.

“Sejauh ini belum kita temukan adanya gejala kehamilan karena korban juga baru mau kita ambil keterangannya Senin besok dengan didampingi ahli bahasa. Korban bukan kategori tunarungu, tunawicara atau tunagrahita tapi dia memang masuk dalam katagori disabilitas karena kalau ditanya harus ada panduan, ada yang mendampingi, jadi bisa jelas,” ujar Ipda Dona.

Korban Incest Ayah, Kakak dan Adik di Lampung Trauma, Tatapannya KosongBarang bukti yang disita polisi dari rumah pelaku Foto: Dok. Polres Tanggamus

“Secara visual anaknya sehat. Anaknya putih, cantik malah. Tapi dia keterbelakangan mental. Mungkin karena tidak mengenyam pendidikan. Kurang lebih seperti itu. Kalau kita lihat matanya kosong. Psikisnya sudah kena,” sambungnya.

Ipda Dona menambahkan, dirinya berharap pemerintah dan lembaga dan dinas terkait ikut mengawal kasus ini. Dia berharap nasib AG diperhatikan, agar masa depannya jelas. Dia sendiri telah meminta Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, (LPAI) Seto Mulyadi meluangkan waktu untuk datang memonitor kasus ini.

“Kejadian ini ada wilayah hukum Kabupaten Pringsewu, sementara di sini polresnya Unit PPA baru ada di Polres Tanggamus. Jadi tujuan kita buat narik kasus tersebut supaya lebih intens ditangani oleh unit PPA yang ada di Polres Tanggamus. Sementara kita di P2TP2A kita maupun Teksos kita yang ada di Tanggamus itu berjalan memang aktif. Tapi P2TP2A di sini tidak mau nanti disalahkan kalau mengambil alih kasusnya untuk menyelamatkan korban sementara P2TP2A Pringsewu ada. Harus koordinasi intinya,” ucapnya.

“Nanti kalau berkenan datang ke sini bisa menekankan ke pemkab setempat untuk bisa memberikan jaminan pemenuhan hak-hak korban ke depannya, masa depannya seperti apa. Apakah masuk Dinsos, atau mendapat pelatihan atau bimbingan. Karena ke depan siapa yang mau jamin? Lebih aman dia jadi anak negara saja,” sambungnya.
(hri/idh)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Novel Baswedan: Jokowi Pasti Tahu Teror ke KPK Tak Satupun Terungkap

Jakarta – Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, kembali menyinggung keseriusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mengungkap kasus teror yang menimpa dirinya. Novel menyebut Polri hingga Jokowi melakukan sesuatu hal yang luar biasa buruk.

“Saya ingin menggambarkan apa yang dilakukan selama ini, baik oleh aparatur yang seharusnya menegakkan hukum tapi tak melakukan sampai dengan pucuk pimpinan negara yang diam dengan masalah ini, ini suatu hal yang luar biasa buruk,” kata Novel dalam diskusi bertajuk Teror dan Kriminalisasi terhadap Aparat Penegak Hukum di restoran d’Consulate, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019).

“Beliau pastinya tahu semua serangan ke KPK tidak ada satupun yang terungkap,” imbuh mantan anggota Polri ini.

Novel mempertanyakan komitmen Jokowi mendukung KPK dalam pemberantasan korupsi. Menurut dia, Jokowi terkesan diam dalam menyikapi kasus teror yang menimpa pegawai KPK.

“Saya melihat kembali dalam beberapa penyampaian beliau, beliau mendukung pemberantasan korupsi, mendukung KPK dan lain-lain. Ini kok tidak terlihat ketika banyak pegawai KPK, lebih dari lima, banyak diserang dan bahkan banyak kasus tertentu ketika kasusnya besar justru yang mengungkap itu diteror secara psikologis dan fisik, ini tidak didukung presiden,” terang Novel.

Novel menegaskan dirinya akan terus ‘bernyanyi’ di ruang publik mengenai upaya negara yang dinilainya payah dalam mengungkap kasusnya. Novel mengatakan akan berhenti ‘bernyanyi’ saat kasusnya diungkap.

“Saya katakan saya akan terus menyerang, mengatakan di forum-forum publik bahwa ini harus diungkap, tidak boleh dibiarkan,” kata Novel.

Dalam kesempatan ini, Novel juga menegaskan kembali dirinya menolak ketika dimintai tolong Polri untuk membantu mengungkap kasus teror yang dialami. Alasannya, karena dia meyakini kasusnya tak benar-benar hendak diungkap.

“Ketika saya dituntut memberikan bukti, saya menolak. Kenapa saya menolak? Bukti serangan kepada saya yang sangat terang benderang saja dihilangkan kok. Alat bukti sidik jari dalam gelas yang dipakai untuk serang saya dihilangkan. Bukti sidik jari ditempat lain dihilangkan,” tukas Novel.

“Bukti CCTV sangat jelas dan sebelumnya pernah dipakai dalam pengungkapan kasus jambret dekat rumah saya, tidak diambil. Dan bukti-bukti lain tidak diambil,” ujar dia.

Novel curiga jika bukti-bukti yang dimiliki dirinya diserahkan kepada Polri maka bukti-bukti tersebut akan dihilangkan.

“Apakah kemudian saya dengan lugunya atau dengan bodohnya memberikan bukti-bukti itu semua sekarang untuk dihilangkan secara sempurna? Saya kira tidak begitu,” ucap dia.

Alasan lain Novel menolak membantu ungkap kasusnya karena merasa Polri sendiri mempersulit pengungkapan. Padahal, diakui Novel, sedari awal penyerangan terjadi, dirinya sudah berusaha bersikap sekooperatif mungkin.

“Dari polsek, polres, polda bertanya kepada saya saat saya berbaring di UGD. (Kesaksian) itu sudah saya terangkan, semua hal yang ditanya saya jelaskan. Setelah berjalan sebulan, dua bulan, tiga bulan, saya yakin bukti-bukti penting itu sudah pada dihilangkan,” cerita Novel.

Novel menceritakan akhirnya dia memilih mengungkapkan kecurigaan dan kekecewaannya di media.

“Karena itu saya mulai berkomunikasi ke media. Bahkan ketika saya sedang sakit pun, justru malah diputar balik, saya dikatakan tidak kooperatif, tidak mau memberi keterangan, menutup-nutupi informasi. Masa korban diserang?” pungkas Novel.

Dalam kesempatan ini, Novel membuka temuan dari hasil investigasi Komnas HAM yang salah satunya menyebut adanya abuse of process dalam upaya pengungkapan teror air keras.

“Proses pengungkapan perkaranya ada abuse of process. Disebutkan kalau proses pengungkapannya ada abuse of process, tapi tim gabungan (bentukan Kapolri)-nya melibatkan penyidik dan penyelidik,” ungkap dia.

“Saya sejak awal menyampaikan sejak pertama kali tim ini dibentuk, saya tidak percaya karena tim ini tidak membuka diri atau mengambil dari orang-orang yang benar-benar ingin mengungkap ini semua. Tapi diambil dari penyidik, penyelidik dan para staf ahli Kapolri juga dimasukkan,” tutur Novel.

(aud/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Duh! Trotoar di Jalan Mahakam Jaksel Malah Jadi Tempat Parkir Mobil

Jakarta – Sejumlah kendaraan parkir sembarangan di trotoar Jalan Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pejalan kaki yang melintas di jalan tersebut menjadi terganggu dengan adanya kendaraan tersebut.

Duh! Trotoar di Jalan Mahakam Jaksel Malah Jadi Tempat Parkir MobilFoto: Jeffrie/detikcom

detikcom memantau suasana di sepanjang Jalan Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (23/2/2019). Setidaknya ada 5 kendaraan yang tampak parkir sejak pagi tadi.

Duh! Trotoar di Jalan Mahakam Jaksel Malah Jadi Tempat Parkir MobilFoto: Jeffrie/detikcom

Titik parkir liar tersebut berada di seberang Bakso Boedjangan. Selain itu, ada juga mobil yang parkir sembarangan di dekat PT Permaisuti Mitra Pertama.

Salah seorang pejalan kaki yang sedang melintas di trotoar pun terpaksa berjalan lewat jalan raya. Dia terhalang oleh mobil yang parkir di trotoar.

Duh! Trotoar di Jalan Mahakam Jaksel Malah Jadi Tempat Parkir MobilFoto: Jeffrie/detikcom

Rambu lalu lintas larangan parkir juga sebenarnya sudah dipasang di sepanjang Jalan Mahakam. Selain itu, tak ada petugas juga yang mengingatkan para pemilik mobil untuk tidak parkir di trotoar.
(knv/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Fahri Hamzah: Prabowo Lebih Berjasa Soal Dana Desa

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo salah jika menyebut Presiden sekaligus capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) yang berjasa menggulirkan dana desa. Sebab, kata dia, yang berjasa atas munculnya Undang-Undang (UU) Desa adalah capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

“Ya itu salah, Pak Jokowi justru tak terlibat dana desa, mana yang berjasa apakah Pak Jokowi atau Pak Prabowo, ya Pak Prabowo, karena Pak Prabowo pertama dia termasuk promotor UU desa,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Menurutnya Prabowo juga sudah berencana menjanjikan adanya dana desa sebesar Rp 1 miliar untuk satu desa sejak Pilpres 2014. Sedangkan UU Desa sudah diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2014 lalu.

“Ketiga anggaran desa pertama dicantumkan oleh SBY untuk tahun 2015 dalam pidato nota keuangan 16 Agustus 2014, Pak Prabowo mendukung pencatuman Rp 9 triliun untuk alokasi dana desa,” ungkapnya.

Tambah Fahri, saat program dana desa dimulai Jokowi belum terjun kepemerintahan dan berurusan dengan proses legislasi di DPR. Karena itu, dia menilai Jokowi belum memiliki jasa apapun terkait dana desa.

“Nah Pak Jokowi belum jadi apa-apa saat itu, artinya dia belum berhubungan dengan DPR dengan proses legislasi. Nah kok malah menegaskan pihak lain terhadap produk UU yang Pak Jokowi sendiri belum ada,” ucapnya.

2 dari 3 halaman

Kata Mendagri

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta kepala desa untuk mengingat bahwa keluarnya dana desa berkat Presiden Jokowi. Politisi PDI Perjuangan itu meminta meneriakkan yel-yel nama Jokowi saat dia menyebut dana desa dalam acara tersebut.

“Ingat anggaran dana desa karena ada Pak Jokowi,” kata Tjahjo. Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Desa di Ecovention Ocean Ecopark, Ancol, Rabu (20/2/2019).

Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: