MA Australia Tolak Upaya Pencari Suaka Sri Lanka Bertahan di Australia

Melbourne

Pencari suaka asal Sri Lanka yang terancam deportasi kini kehilangan peluang untuk bisa tetap tinggal di Australia, setelah permohonannya ditolak Mahkamah Agung, Selasa (14/5/2019).

Pasangan suami istri Nades dan Priya beserta dua anak mereka yang lahir di Australia, telah ditahan pihak imigrasi di Melbourne sejak Maret tahun lalu.

Mereka menggugat ke pengadilan dengan alasan mereka takut dianiaya jika kembali ke Sri Lanka. Pasalnya, keluarga mereka terkait dengan Kelompok pemberontak Macam Tamil di masa lalu.

Dalih ini ditolak oleh Pemerintah Australia. Sementara pengadilan federal menolak tudingan bahwa kasus mereka tidak dipertimbangkan secara memadai.

Hari ini Mahkamah Agung juga memutuskan menolak permohonan untuk meninjau kembali kasus keluarga tersebut.

Sejumlah pendukungnya menyatakan keluarga Tamil ini kemungkinan akan dideportasi dalam beberapa hari.

Salah satunya, Angela Fredericks, mengaku sangat terpukul oleh keputusan MA. “Saya sangat muak saat ini,” ujar.

“Saya tak memiliki kepercayaan pada sistem peradilan kita karena sekali lagi mereka tidak memeriksa materi kasus mereka. Kasus ini memerlukan intervensi dari menteri,” kata Angela.

“Saya memohon (Menteri) David Coleman agar mendengarkan suara hatinya, dengan belas kasihan dan kepala dingin, dia tahu bahwa keselamatan keluarga ini berada di tangannya,” tambahnya.

Angle Fredericks menambahkan dia sebenarnya tidak kaget dengan keputusan MA.

“Sejak awal kami sadar bahwa proses pencari suaka diatur untuk memberantas para pendatang yang tiba dengan perahu,” katanya.

Menurut dia, mereka ini para pendatang yang melarikan diri dari zona perang atau penganiayaan, dan ingin hidup aman.

“Langkah kita menghukum orang seperti mereka ini bagi saya merupakan tindakan kriminal,” ujar Anglea lagi.

The two children of asylum seekers Nadesalingam and Priya.
Dua orang anak pencari suaka asal Sri Lanka yang kini terancam dideportasi dari Australia. (Supplied: Tamil Refugee Council)

“Mereka akan pulang ke tempat yang mereka telah tinggalkan selama 10 tahun lebih. Mereka harus memulai dari nol,” katanya.

Dia menyebut kasus keluarga Sri Lanka ini kini tergantung pada para politisi Australia. Yaitu dengan melakukan intervensi seperti yang beberapa kali dilakukan menteri imigrasi, dan membiarkan mereka tinggal di sini.

Nades dan Priya tiba di Australia secara terpisah dengan perahu pada tahun 2012 dan 2013. Mereka telah tinggal dan bekerja di Biloela, Queensland, selama sekitar tiga tahun.

Mereka menikah lalu memiliki dua anak perempuan kelahiran Australia, Kopika (4 tahun) dan Tharunicaa (23 bulan).

Keluarga itu dipindahkan dari rumah mereka di Biloela pada bulan Maret 2018, ketika visa sementara yang dimiliki Priya berakhir.

Warga Kota Biloela telah menunjukkan simpati dan berkampanye agar keluarga Sri Lanka ini bisa tetap tinggal di sana.

Simak berita lainnya dari ABC Indonesia.


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *