Pohon Tumbang di Bogor Timpa Motor, Satu Keluarga Terluka

Liputan6.com, Bogor – Hujan deras dan angin kencang menyebabkan sebuah pohon tumbang di Jalan Abdullah bin Nuh, Kota Bogor, Sabtu sore. Satu unit sepeda motor tertimpa pohon kenari sehingga mengakibatkan tiga orang terluka.

“Tiga orang yang tertimpa pohon tumbang terdiri bapak, ibu dan anaknya yang masih balita,” ujar petugas Dalops BPBD Kota Bogor Achmad Maulana, Sabtu (23/2/2019).

Kejadian bermula saat sepeda motor Honda Beat yang dikemudikan Piki Dahrani (24) dan dua penumpang Dewi Nilam Cahya (23), Afika (2 tahun) melintasi ruas Jalan Abdullah bin Nuh sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat tiba di lokasi kejadian, pohon setinggi 9 meter dengan diameter 30 cm ini roboh dan menimpa sepeda motor bernopol F 4704 FCL itu.

Ketiganya sempat terjebak di antara batang dan dahan pohon yang tumbang di bahu jalan. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengevakuasi korban.

“Ketiganya langsung dibawa ke RS Hermina untuk mendapat penanganan medis,” kata Achmad.

Dari keterangan pihak dokter, Piki Dahrani mengalami syok, sedangkan istrinya Dewi Nilam Cahya mengalami luka di bagian wajah dan di kepala. Sementara anaknya, Afika mengalami luka sobek di bagian dahi akibat pohon tumbang.

2 dari 3 halaman

Timpa Lapak PKL

Sementara itu, sekitar 100 meter dari lokasi kejadian, juga terjadi pohon tumbang dan menimpa lapak pedagang kaki lima milik Yono.

Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, namun batang dan dahan pohon tumbang sempat menutup sebagian badan jalan.

“Saat ini dua pohon tumbang itu sudah ditangani tim TRC BPBD dan sudah disingkirkan dari badan jalan,” kata Achmad.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Titik Terang Penemuan Jasad Perempuan dalam Karung di Perairan Jepara

Liputan6.com, Kendal – Polisi memastikan jasad perempuan dalam karung yang ditemukan di sekitar perairan Teluk Awur, Kabupaten Jepara, Jumat (22/2), sebagai Sri Setijawati (48), korban pembunuhan yang dibuang ke Sungai Kalibodri Kendal.

Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappita mengatakan, hal tersebut dibuktikan dengan pemeriksaan sidik jari korban yang dicocokkan dengan data kependudukan.

Dalam pencocokan sidik jari tersebut, lanjut dia, terdapat 18 titik persamaan yang disimpulkan identik dengan korban Sri Setijawati. Adapun dari ciri-ciri fisik didapati bakas luka tusuk di leher serta pinggang. Diduga korban pembunuhan.

Korban sendiri sempat di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang untuk diautopsi, sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan, Sabtu (23/2/2019) dilansir Antara.

Sebelumnya diberitakan, sesosok jasad perempuan dalam karung yang ditemukan di sekitar perairan Teluk Awur, Kabupaten Jepara, Jumat (22/2).

Sri Setijawati warga Kota Semarang, diduga dibunuh oleh Ashar warga Perumahan Witjitraland, Kabupaten Kendal pada 13 Februari 2019.

Belum diketahui pasti alasan pelaku menghabisi korban di rumahnya dengan menusuk lehernya.

Korban sendiri sempat disimpan di sebuah rumah kosong selama tiga hari sebelum akhirnya dibuang ke sungai. Pelaku pembunuhan sendiri menyerahkan diri dengan di antar keluarganya ke polisi.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Menilik Motif di Balik Pembunuhan Sadis Suami Terhadap Ibu Hamil di Bengkulu

Liputan6.com, Bengkulu – Peristiwa pembunuhan suami terhadap istrinya di Kelurahan Tanjung Jaya Kota Bengkulu sontak membuat warga heboh. Pasangan Romi Sepriawan alias Romi Cabe (31) dan istrinya ES yang tengah mengandung 9 bulan itu sudah tinggal lebih dari 3 tahun di lingkungan tersebut.

Menurut Romi, dia dan istrinya memang sudah terjadi cekcok sejak 4 bulan ke belakang. Pemicunya, rasa cemburu dan selalu curiga dengan gerak gerik istrinya yang sering memainkan telepon genggam secara sembunyi-sembunyi.

“Saya mau lihat teleponnya, selalu terkunci, dan dia tidak mau memberikan kode kunci tersebut,” ujar Romi di Mapolres Bengkulu, Jumat 22 Februari 2019.

Pertengkaran demi pertengkaran terjadi antara pasangan yang sudah memiliki seorang putri yang kini berusia 3 tahun tersebut.

Jumat pagi, keduanya kembali cekcok. Romi lalu mengambil parang, menyayat istrinya dan mendorongnya ke atas tempat tidur. Setelah sang istri terbunuh, Romi lalu membelah perutnya dan mengeluarkan jabang bayi sambil membungkusnya dengan kain seadanya. Parang tersebut disiapkan Romi pada malam sebelum kejadian dengan meminjam dari tetengga.

Menurut Romi, setelah pusar bayinya dipotong, dia lalu minta tolong seorang tetangga. Lalu putrinya dan sang jabang bayi diserahkan kepada tetangga dan minta untuk diselamatkan.

“Saya katakan, saya khilaf dan minta maaf sebelum berlari ke belakang,” urai Romi.

Oleh warga, Bayi tersebut sempat dibawa ke klinik pengobatan terdekat sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu yang berjaran 3 kilometer dari rumah korban.

“Kebetulan ada perawat warga dekat sini,” ujar Fauzan, tetangga korban pembunuhan.

2 dari 2 halaman

Sandiwara Pelaku di TKP

Peristiwa pembunuhan yang terjadi di Kelurahan Tanjung Jaya Kota Bengkulu pada Kamis siang membuattetangga korban langsung mengerumuni Tempat Kejadian Perkara. Aparat kepolisian yang mendatangi TKP langsung membentang garis polisi dan melakukan identifikasi awal.

Hasilnya, ditemukan korban tergeletak tak bernyawa diatas kasur dalam kamar tidur, terdapat luka sayat pada leher korban ES yang ditutup selimut. Loka robek juga ditemukan pada perut korban.

Aparat juga menemukan pagar seng belakang rumah itu rusak akibat diterobos secara paksa. Sempat dilakukan penyisiran beberapa jam, tetapi belum menemukan jejak pelaku.

Kapolsek Teluk Segara Kompol Jauhari menjelaskan, pukul 14.20 unit Opsnal dan Intelkam Polsek Teluk Segara melihat seorang laki-laki di TKP dengan gerak-gerik mencurigakan.

Dengan pakaian yang sebagian berlumur lumpur, dia dikerumuni warga, aparat lalu mengamankan pria yang diketahui merupakan suami korban bernama Romi Sepriawan.

“Kami amankan, dan antar ke Mapolres,” tegas Jauhari.

3 Alasan Real Madrid Sulit Juara Liga Spanyol Musim Ini

Madrid – Real Madrid ternyat tidak memiliki catatan yang bagus di Liga Spanyol dalam satu dekade terakhir. Los Blancos hanya meraih juara dua kali dalam rentang 10 tahun itu.

Hampir setiap tahun, Los Blancos terlihat kacau dalam tahap penting dan tidak mampu mengejar rival berat mereka Barcelona. Mereka sepertinya juga mengalami hal yang sama pada musim ini.

Real Madrid sempat tampil bagus dalam beberapa pertandingan terakhir dan membuka peluang dalam perburuan gelar La Liga. Setelah mengalahkan sang tetangga Atletico Madrid 3-1 di Wanda Metropolitano, sepertinya Madrid akan bisa mengejar Barcelona.

Namun, mereka justru terpeleset ketika menjamu Girona di Santiago Bernabeu. Tim asuhan Santiago Solari itu secara mengejutkan kalah 2-1 di depan pendukungnya sendiri.

Setelah kekalahan itu, Real Madrid turun ke posisi ketiga di klasemen dan saat ini berjarak 9 poin dari posisi puncak. Sepertinya impian mereka untuk meraih gelar liga pada musim ini sudah berakhir.

Berikut adalah alasan utama kegagalan mereka tersebut seperti dilansir Sportskeeda.

2 dari 4 halaman

Pertahanan yang Bermasalah

Real Madrid membeli kiper peraih Golden Glove Piala Dunia Thibaut Courtois dan mencoret kiper utama mereka Keylor Navas. Tetapi transfer ini masih belum berjalan sesuai rencana.

Courtois adalah kiper yang bagus tetapi ia melakukan banyak kesalahan dan belum mampu mengemas banyak clean sheet. Mantan kiper Chelsea itu sudah kebobolan 29 gol di liga dan sangat buruk di belakang. Penampilannya di El Clasico juga sangat memalukan dan Madrid kalah 5-1.

Pertahanan Madrid musim ini sangat rapuh karena pemain bintang seperti Marcelo dan Raphael Varane tampil sangat buruk. Sergio Ramos merupakan pemimpin di lini belakang, tetapi bek Spanyol itu sangt tidak mungkin untuk mengendalikan pertahanan sendirian.

Cedera juga menjadi momok bagi tim asuhan Santiago Solari itu karena Dani Carvajal, Varane dan Marcelo sudah absen dalam banyak pertandingan.

3 dari 4 halaman

Faktor Piala Dunia

Pemenang Ballon D’or Luka Modric selalu menjadi salah satu pemain paling penting bagi Real Madrid. Dia selalu konsisten dan tim yang bermarkas di Bernabeu itu sudah memenangkan banyak pertandingan karena kecemerlangannya.

Lini tengah Madrid sudah menjadi salah satu yang terbaik di dunia selama beberapa tahun terakhir dan Modric menjadi pemain penting di sana bersama dengan bintang Jerman Toni Kroos. Tapi musim ini, karena Piala Dunia, penampilannya sangat berbeda jauh dan tidak terlihat istimewa. Ini sangat merugikan Madrid karena mereka tidak bisa mengontrol permainan. Baik Kroos dan Modric tidak tampil bagus dan mengecewakan sepanjang musim.

Hal yang sama terjadi dengan peraih Golden Glove Thibaut Courtois dan juara Piala Dunia Raphael Varane. Mereka berdua kembali ke Madrid setelah Piala Dunia yang panjang dan tidak mendapat waktu istirahat yang panjang. Mereka terlihat kelelahan dalam banyak pertandingan dan itu sangat memperngaruhi performa mereka.

4 dari 4 halaman

Lini Depan Mandul

Setelah Cristiano Ronaldo hengkang ke Juventus, Real Madrid tidak membeli pengganti yang sepadan pada musim panas. Satu-satunya striker yang mereka beli adalah Mariano Diaz yang belum bisa menggantikan posisi Ronaldo. Kepergian Ronaldo adalah salah satu alasan utama mengapa Madrid belum bisa memenangkan pertandingan.

Jumlah gol yang dicetak Madrid menurun secara signifikan dan tidak ada yang mampu mencetak banyak gol seperti yang dilakukan oleh Ronaldo. Setelah Gareth Bale dan Marco Asensio bermain di bawah standar dan Isco terus menerus dicampakkan oleh oleh Solari, penyerang yang sering diturunkan Madrid adalah Karim Benzema, Vinicius Junior, dan Lucas Vazquez. Mereka pun belum cukup konsisten untuk selalu mencetak gol di setiap pertandingan.

Sumber: Bola.net

CCTV Pembunuhan Noven di Bogor Sampai ke Tangan FBI

BogorSiswi SMK di Bogor berusia 18 tahun, Andriana Yubelia Noven Cahya, tewas dibunuh di sebuah gang sempit pada 7 Januari 2019 lalu. Wajah pelaku terekam CCTV, namun tak jelas.

Sebanyak 28 saksi telah diperiksa untuk mencari titik terang perkara ini. Polisi kesulitan untuk mengidentifikasi wajah pelaku karena kualitas rekaman CCTV yang terpasang di dekat lokasi penusukan tidak baik.

Hanya tampak dalam rekaman CCTV bahwa pelaku menusuk korban di sebuah gang yang sepi. Pelaku memang sebelumnya telah menunggu korban berjalan di gang di Jalan Riau itu.
“Kita sudah periksa 28 orang saksi. Tapi dari semuanya, belum ada yang menjurus kepada pelaku. Kita masih analisa keterangan-keterangan saksi,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko kepada detikcom, Selasa (29/1).

Noven menderita luka akibat senjata tajam di bagian dada kiri. Luka yang ditemukan di tubuhnya memanjang sepanjang 22 cm. Dia tewas seketika berdekatan waktunya dengan kaburnya pelaku.

“Memang untuk wajah pelaku ini di CCTV tidak terlalu jelas. Lalu kualitas video CCTV juga kurang baik ya,” kata Kombes Truno.

Salah seorang pria berinisial S yang tak lain mantan kekasih Noven sempat diamankan. Namun karena tak cukup kuat bukti, pria tersebut dilepaskan. Polisi juga sempat ‘mengubek-ubek’ laptop Noven, namun tak ada petunjuk mengarah ke siapa pelakunya.
Rekaman CCTV yang kualitasnya tak terlalu bagus membuat polisi memutuskan untuk meminta bantuan kepada Federal Bureau of Investigation (FBI). Polri ingin meminjam alat canggih milik FBI guna mengidentifikasi wajah pria penusuk Noven yang terekam CCTV.

“Kita akan meminta bantuan kepada FBI (karena) mereka kan alatnya lebih canggih secara digital forensik. Untuk zoom yang lebih besar dan tidak pecah-pecah, sehingga kita bisa mengenali dengan jelas pelaku yang ada di CCTV tersebut,” ujar Kapolres Bogor Kota Kombes Hendri Fuiser, Jumat (22/2).

Kombes Hendri tak menjelaskan lebih jauh apakah FPI telah merespons permintaan tersebut atau belum. Akibat CCTV yang kurang terlalu dan bukti-bukti yang belum cukup, hingga kini pembunuh Noven masih berkeliaran.
(rna/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Suami Bunuh Istri yang Hamil Tua di Bengkulu, Bayi di Perut Diselamatkan

Jakarta – Romi Sepriawan (30) tega membunuh istrinya, Erni Susanti (29), yang sedang hamil tua. Setelah membunuh, Romi membelah perut istrinya yang sedang hamil tua itu.

“(Dibelah) setelah korban meninggal,” kata Kapolres Bengkulu Kota AKBP Prianggodo Heru Kun Prasetyo saat dihubungi detikcom, Kamis (21/2/2019) malam.

Kepada polisi, Romi menyatakan melakukan hal itu karena ingin menyelamatkan bayinya. Tapi pelaku tak bisa mengeluarkan bayinya, lalu kabur.


AKBP Heru mengatakan korban ditemukan dalam kondisi perut terbuka. Warga yang menemukan jenazah kemudian menyelamatkan bayi korban. Beruntung, bayi korban bisa dikeluarkan dengan selamat.

“Bayinya selamat,” tuturnya.

Pembunuhan sadis itu terjadi pada Kamis (21/2) siang di rumah keduanya di Jalan Irian Kelurahan Tanjung Jaya, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu. Peristiwa ini diketahui tetangga korban.

Di tengah percekcokan antara pelaku dan korban, tetangga mendengar korban berteriak meminta tolong. Tidak berapa lama kemudian, tetangga melihat pelaku keluar meninggalkan rumah.

Tetangga korban kemudian mengecek ke dalam rumah dan menemukan korban sudah meninggal dunia. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Terdapat luka di bagian leher korban akibat dibacok senjata tajam.

Tidak lama setelah kejadian itu, polisi berhasil menangkap pelaku. Saat ini pelaku masih diperiksa di Mapolres Bengkulu Kota.
(mea/fdn)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sebilah Celurit Melayang ke Teman Gara-Gara Sapi

Liputan6.com, Malang – SA, pria berusia 56 tahun ini tega membunuh SR warga Jalan Muharto, Kota Malang, Jawa Timur. Pangkal persoalan kedua teman baik ini adalah selisih paham soal ternak sapi yang mati karena racun.

SA menyerahkan diri ke Polsek Kedungkandang, Kota Malang, usai membacok temannya itu dengan sebilah celurit hingga tewas. Sedangkan jenazah temannya, ditinggalkan begitu saja di sebuah ladang di Jalan Mayjend Sungkono.

“Saya jengkel, ada orang yang bilang kalau korban itu yang meracun sapi milik saya,” kata SA di Polsek Kedungkandang Malang, Rabu, 20 Februari 2019.

Selain masih bertetangga, pelaku dan korban sama–sama bekerja di industri rumahan batu bata dan kayu bakar. Lokasi pembunuhan itu juga terletak di sekitar tempat keduanya bekerja. Pelaku meyakini jika korban merupakan orang yang meracuni sapinya.

Amarah pelaku bermula saat menemukan sapi miliknya mati dua pekan lalu. SA tahu jika hewan ternaknya diracun setelah mendapat keterangan dari dokter hewan. Dugaan sosok peracun sapi mengarah ke korban usai mendengar pengakuan beberapa tetangganya.

“Makanya begitu ketemu korban langsung saya bacok dari depan dan belakang setelah itu langsung menyerahkan diri ke polisi,” ujar SA.

Kapolsek Kendungkandang, Komisaris Polisi Suko Wahyudi mengatakan, ada barang bukti sebilah celurit sepanjang 50 sentimeter dari tangan pelaku. Korban tewas dengan luka bacok pada wajah dan punggungnya.

“Motifnya karena pelaku menduga sapi miliknya mati diracun korban. Karena itu saat ketemu langsung dibunuh di lokasi itu juga,” kata Suko.

Jenazah korban sendiri sudah dibawa ke Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang. Sementara pelaku bakal dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.


Simak video pilihan berikut ini:

3 Korban Ledakan Mal Taman Anggrek Dirawat Intensif di RS Royal Grogol

Liputan6.com, Jakarta – Usai ledakan di lantai 4 foodcourt Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat, kiji akses masuk ke area lokasi ditutup. Belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab ledakan tersebut.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Kamis (21/2/2019), petugas menutup akses masuk karena lokasi kejadian masih dalam penyelidikan polisi. 

Sebelumnya, tujuh korban ledakan di Mal Taman Anggrek dibawa ke Rumah Sakit Royal Taruma, Grogol, Jakarta Barat. Tiga di antaranya tidak diperbolehkan pulang lantaran harus mendapat perawatan intensif akibat mengalami luka bakar dan gangguan pernafasan. 

Dari 7 korban yang di larikan ke rumah sakit, dua di antaranya merupakan wanita.  (Karlina Sintia Dewi)

Mengendarai Sepeda Motor dengan Kaki, Bocah Ini Kena Batunya

Liputan6.com, Jakarta – Memiliki sebutan kids zaman now, beragam aksi berani dan nekat sekaligus nyeleneh saat ini banyak dilakukan bocah kekinian.

Salah satu yang banyak dilakukan ialah aksi berbahaya saat berkendara sepeda motor. Beredarnya anggapan “ga keren ga bawa motor”, menjadikan sejumlah anak di bawah umur sudah berani membawa kendaraan bermotor tanpa didampingi orang tua.

Sayangnya, karena kurang pengawasan orang tua dan kelalaian di jalan, hal ini justru membahayakan nyawa sang anak dan juga pengendara lain.

Selain itu, banyak kasus kecelakaan kerap terjadi karena pengendaranya sering kali melakukan aksi tak masuk diakal, seperti yang dilakukan dua remaja ini.

Sebuah rekaman video yang di-upload akun Instagram @pandeglang.keras, Kamis (21/02/19) menunjukkan aksi berbahaya dua orang bocah dengan sepeda motor yang dikendarai.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Bagaimana tidak, pengemudi motor yang harusnya memegang setang dengan kedua tangan justru menggunakan kaki. Bahkan, kedua remaja tersebut terlihat bercanda dan berliuk-liuk.

Akibat aksi tersebut, keduanya kehilangan keseimbangan dan terjauh dari sepeda motornya. Tanpa menggunakan pelindung kepada atau helm,tak diketahui pasti luka yang dialami keduanya.

Saksikan videonya dibawah ini :