Luhut: Pemerintah Siap Kirim ASN-Mahasiswa Terbaik ke Luar Negeri

Jakarta – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap pemerintahan Presiden Joko Widodo memiliki kebijakan baru untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Jokowi telah mengeluarkan instruksi untuk mengirim SDM-SDM terbaik untuk meningkatkan kualitasnya untuk belajar di kampus-kampus terbaik di seluruh dunia.

“Presiden minta tahun depan infrastruktur manusia itu jadi isu sentral. Kami rapat di Bogor, presiden mau berlaku masif,” ungkap Luhut saat bertandang ke redaksi detikcom, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (30/11/2018).

Ini dilakukan sebagai persiapan menuju revolusi industri 4.0 di mana pemerintah juga sudah memiliki sejumlah kebijakan terkait hal ini. Jokowi menginginkan Indonesia memiliki SDM-SDM unggul untuk bisa membangun bangsanya dan siap mengirim mahasiswa dan ASN terbaik belajar ke luar negeri.

“Jadi kalau bisa kita pikir seribu, dia (Jokowi) bilang kalau perlu jutaan. Kalau manusia kita tak cerdas lalu gimana?” ucap Luhut.

Pada kebijakan ini, ada dua pola yang tengah disusun oleh pemerintah. Pertama adalah untuk meningkatkan kualitas orang-orang berpendidikan.

“Mencerdaskan orang berpendidikan, misal top top lulusan universitas kirim ke bidang studi yang pemerintah mau ke depan. Bisa ribuan,” jelas Luhut.

Pengiriman mahasiswa unggulan ini diperuntukkan bagi seluruh warga Indonesia. Modelnya seperti apa, saat ini masih dalam pembahasan pemerintah.

“Jadi baik yang di daerah maupun yang di pusat, di Jakarta punya kesempatan yang sama. You bisa misalnya ke Harvard, Stanford. Tahun depan dana pendidikan hampir Rp 500 T. Sebenernya tahun depan APBN bisa naik Rp 100 T. Orang bilang utang, utang, saya ketawa. Utang mau impor barang, dari mana. Kan penyesatan semua,” tuturnya.

Untuk pola kedua, pemerintah juga mengirim ASN-ASN ke luar negeri untuk belajar dalam rangka peningkatan SDM ini. Pemerintah juga bekerja sama dengan mitra-mitra terkait.

“Kedua pegawai ASN banyak yang pinter juga bisa kita kirim. Kalau jadi nanti ada batch penataran fasilitator, Januari nanti baru kepada mahasiswa, Agustus September tahun depan. Jumlahnya bisa ratusan ribu,” kata Luhut.

“Sementara pegawai yang sudah dikirim pendidikan, mungkin kita kerja sama dengan mitra, kita lakukan seperti yang dilakukan Singapura, China,” imbuhnya.

Mayoritas mahasiswa yang akan dikirim diperuntukkan bagi major science dan teknologi. Bidang-bidang yang terkait dengan hal tersebut akan menjadi prioritas.

“Sekarang detilnya sedang kita kerjakan. Besok kita masih bicara apalagi kira-kira,” kata Luhut.

Luhut berkunjung ke detikcom bersama sejumlah stafnya dari Kemenko Kemaritiman. Selain itu turut pula mendampingi Gubernur Lemhanas Agus Widjojo.
(elz/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *