Luhut Jadi Utusan Jokowi Karena Dinilai Dekat dengan Prabowo

Jakarta – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan disebut menjadi utusan capres petahana Joko Widodo (Jokowi) untuk bertemu dengan rivalnya, Prabowo Subianto. Luhut dinilai punya kedekatan pribadi dengan Prabowo sehingga dipilih menjadi utusan oleh Jokowi.

“Yang saya bayangkan ketika Pak Jokowi menyatakan itu (menjadikan Luhut utusan bertemu Prabowo), artinya kan ada orang di lingkaran Pak Jokowi yang memang sangat dekat dengan Pak Prabowo, yang bisa untuk diajak ngomong dengan bahasa yang mungkin bisa jadi lebih sangat personal,” kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (UI) Aditya Perdana, Sabtu (20/4/2019) malam.

Dia mengatakan kedekatan secara personal sangat penting hingga Luhut diutus Jokowi bertemu Prabowo. Aditya menilai, jika jadi bertemu, Luhut dan Prabowo akan membahas hal-hal normatif terkait Pemilu yang sudah selesai dan harus bersama merekatkan persatuan.

Direktur Eksekutif Puskapol UI Aditya PerdanaDirektur Eksekutif Puskapol UI Aditya Perdana (Foto: dok. Pribadi)

“Seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Jokowi dan saya sangat yakin akan direspons positif juga sama Pak Prabowo bahwa Pemilu sudah selesai dan kita sama-sama menunggu hasil KPU dan terus bagaimana upaya untuk rekonsiliasi dan merekatkan persatuan dan itu menurut saya yang akan disampaikan,” ucapnya.

Selain itu, dia menilai Luhut hanya sebagai perantara untuk pertemuan langsung antara Jokowi dengan Prabowo. Dia menyebut pertemuan antara Jokowi dan Prabowo penting untuk dilakukan.

“Pak Luhut kan dalam posisi sebagai perantara, jadi realnya, pertemuan fisik di antara mereka berdua (Jokowi dan Prabowo),” ujar Aditya.

Peneliti CSIS (Center for Strategic and International Studies), Arya Fernandes, menilai kalau benar pertemuan antara Luhut dengan Prabowo terjadi, maka memperlihatkan komitmen untuk mendinginkan suasa. Arya menyebut jika pertemuan ini terjadi bisa saja ada kalkulasi politik yang dilakukan.

“Kalau pertemuan akan terjadi itu menunjukkan bahwa ada komitmen kedua pasang capres untuk mendinginkan suasana,” tutur Arya.

“Kalau itu terjadi, mungkin ada kalkulasi politik ke depan,” sambungnya.

Peneliti CSIS Arya FernandesPeneliti CSIS Arya Fernandes (Foto: Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)

Selain itu, Arya juga punya pandangan tersendiri terkait dipilihnya Luhut sebagai utusan Jokowi untuk bertemu Prabowo. Menurutnya, Luhut merupakan pelobi ulung dan punya hubungan historis dengan Prabowo.

“Pak Luhut itu selain punya hubungan historis masa lalu, dia seorang pelobi ulung dengan jam terbang yang sudah tinggi,” ujar Arya.

Sebelumnya, adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, menyebut Luhut Binsar Pandjaitan menjadi utusan Jokowi untuk bertemu kakaknya. Namun, Hashim belum mengetahui pasti kapan pertemuan itu akan berlangsung, diperkirakan akan berlangsung Minggu (21/4).

“Pak Luhut Pandjaitan akan ketemu Pak Prabowo,” kata Hashim selaku Direktur Media dan Komunikasi BPN di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4).

Belakangan, Koordinator Jubir BPN Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan Prabowo belum tentu akan menemui Luhut. Prabowo disebut Dahnil masih fokus mengawal perhitungan suara Pilpres 2019.

“Sampai dengan malam ini, Pak @prabowo belum dan tdk memutuskan menerima utusan Pak Jokowi yakni Pak Luhut untuk bertemu beliau di Kertanegara,” cuit Dahnil lewat akun Twitter @Dahnilanzar, Sabtu (20/4)..

“Pak Prabowo masih Fokus memperjuangkan dan mengawal agar rakyat terus mengawal C1,” imbuh dia. detikcom telah mencoba menghubungi Dahnil untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut, tetapi belum direspons.
(haf/haf)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *