Piala Indonesia Ditunda, Persebaya Gelar TC di Luar Surabaya

Liputan6.com, Surabaya – Duel Persebaya Surabaya dengan Madura United pada delapan besar Piala Indonesia 2019 resmi diundur. Pasalnya, kedua tim tidak mendapat izin keamanan dari Kepolisian Jawa Timur.

Pertemuan pertama semestinya berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Kamis (25/4/2019). Sementara leg kedua digelar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Selasa (30/4/0219). Kini dua pertandingan itu ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Untuk menyiasati jadwal yang kosong, Persebaya berniat menggelar pemusatan latihan (TC) di luar Kota Surabaya.

“Memang ada rencana TC. Saya inginnya berangkat 28 April dan pada 29 April sudah mulai berlatih di sana. Ada waktu seminggu. Kira-kira pada 4 Mei sudah pulang ke Surabaya,” ucap pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman.

“Lokasi TC masih kami rapatkan dengan manajemen. Permintaan anak-anak, kalau tidak Yogyakarta maka Bali. Tapi tidak tahu kebijakan manajemen akan seperti apa,” sambungnya.

Rajai Benua Eropa Usai Juventus Juara, Cristiano Ronaldo: Luar Biasa!

Liputan6.com, Turin – Juventus mencatatkan kemenangan 2-1 atas Fiorentina di Allianz Stadium, Sabtu (21/4/2019) dalam lanjutan Liga Italia. Kemenangan tersebut membuat Si Nyonya Tua, julukan Juventus, mengunci gelar Scudetto.

Dengan kemenangan atas Fiorentina, Si Nyonya Tua sudah mengoleksi 87 poin. Jumlah angka yang sudah tidak mungkin dikejar oleh Napoli bila mencatatkan enam kemenangan tersisa.

Keberhasilan Juventus meraih gelar Liga Italia membuat Cristiano Ronaldo resmi menjadi raja Eropa. Dia menjadi pemain pertama yang berhasil meraih gelar di tiga kompetisi elite, Liga Inggris, Liga Spanyol, dan Liga Italia.

“Saya sangat senang bisa memenangkan gelar Liga Italia di musim pertama saya di sini,” kata Ronaldo seperti dikutip dari Guardian.

“Tentu saja, ini merupakan musim yang luar biasa buat saya,” ujar bintang Juventus berusia 34 tahun itu melanjutkan.

Peta Jokowi vs Prabowo di Luar Negeri

Jakarta – Perhitungan suara Pemilu 2019 untuk WNI di sejumlah negara sudah dilakukan. Sebagian hasilnya menunjukkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin lebih unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Penghitungan suara di luar negeri dilakukan pada Rabu (17/4). Berikut peta pertarungan Jokowi vs Prabowo di luar negeri.

Vietnam

Jokowi-Ma’ruf 161 suara (70,6%)
Prabowo-Sandiaga 63 suara (27,6%)

Timor Leste

Jokowi-Ma’ruf 2.739 suara (81,88%)
Prabowo-Sandiaga memperoleh 578 suara

Suriah

Jokowi-Ma’ruf 48 suara
Prabowo-Sandiaga 83

Bangladesh-Nepal

Jokowi-Ma’ruf 92 suara (63%)
Prabowo-Sandiaga 55 suara (32,16%)

Pakistan

Jokowi-Ma’ruf 81 suara (25,96%)
225 suara (72,12%)

Tehran

Jokowi-Ma’ruf 230 suara (90,90%)
Prabowo-Sandiaga 23 suara (9,09%)

Berlin

Jokowi-Ma’ruf 1384 suara (76,34%),
Prabowo-Sandiaga 429 suara (23,66%)

Serbia

Jokowi-Ma’ruf 59 suara (77,63%)
Prabowo-Sandiaga 17 suara (22,37%)

London

Jokowi-Ma’ruf 2.966 suara (73,82%)
Prabowo-Sandiaga 942 suara (23,44%)

Roma

Jokowi-Ma’ruf 78,36%
Prabowo-Sandiaga 16,12%

Dubai

Jokowi-Ma’ruf 1.738 suara (59,6%)
Prabowo-Sandiaga 1.147 suara (39,3%)

Abu Dhabi

Jokowi-Ma’ruf 1.124 suara (40%)
Prabowo-Sandiaga 1.645 suara (58,5%)

Swedia dan Latvia

Jokowi-Ma’ruf 685 suara (82,04%)
Prabowo-Sandiaga 107 suara (13,34%)

Slowakia

Jokowi-Ma’ruf 45 suara (78,947%)
Prabowo-Sandi 12 suara (21,053%)

Marseille

Jokowi-Ma’ruf 372 suara (77,6%)
Prabowo-Sandiaga 95 suara (19,8%)
(idn/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Erick Thohir: Kemenangan Selisih hingga 10 Persen Itu Luar Biasa

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir menyebut perolehan suara petahana Jokowi tidak stagnan. Menurut dia, ada peningkatan karena terdapat selisih hingga 10 persen. Sedangkan, pada 2014 Jokowi dan Prabowo selisihnya 6 persen.

“Kalau kita lihat kan 2014 itu besarnya 6 persen, sekarang itukan hampir 9 bahkan bisa 10, itu doubel digit loh kalau bisa sampai 10, saya rasa itu peningkatan luar biasa,” ujar Erick di restoran Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019).

Dia menyatakan, bahwa selisih dua digit secara statistik sesuatu yang luar biasa. Karena satu lawan satu, di banyak negara demokrasi, menurut Erick sesuatu yang tidak biasa.

“Dan kalau kita lihat data-data statistik di banyak negara demokrasi, ya kemenangan di atas 6 persen itu sesuatu luar biasa, secara head to head, ya ketika ada dua pilihan,” terang dia.

Dia enggan menyebut satu daerah menang dan di titik lain kalah. Kata dia kemenangan Jokowi sebagai presiden harus merangkul semua wilayah. Sehingga tidak ada perlakuan khusus ke daerah di mana Jokowi menang.

“Kita harus mengakui sebagai sebuah negara dan pembangunan yang dilakukan Jokowi juga kan selama ini jelas di semua Indonesia,” ucap Erick.

BPN soal Ekspresi Sandi saat Prabowo Deklarasi: Kecapekan Luar Biasa

Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno tampak lesu saat menggelar jumpa pers bersama Prabowo Subianto. Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menjelaskan ekspresi Sandi terlihat lesu lantaran tengah sakit.

“Oh iya, Pak Sandiaga Uno sempat bincang-bincang sama saya, selama 5 menit, beliau agak kurang sehat, kecapekan luar biasa,” ujar Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso, di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019).

Sekjen Partai Berkarya itu mengatakan, lantaran kurang sehat, suara Sandiaga pun tak bisa keluar. Itulah alasan kenapa eks Wagub DKI Jakarta tersebut tak mengeluarkan sepatah kata pun saat jumpa pers bersama Prabowo.

“Karena rata-rata hanya tidur 2 jam, apalagi umrah kemarin, juga masih capek dan padat, dan cegukan, suaranya nggak bisa keluar. Itu memang tadi nyata. Saya cuman agak pakai bahasa gitu, hilang suaranya,” katanya.

Priyo membantah isu liar yang beredar bahwa Sendiaga enggan mendeklarasikan kemenangan bersama Prabowo. Priyo menegaskan bahwa ekspresi Sandiaga itu akibat kelelahan.

“Jadi karena memang faktor beliau agak lelah, tapi gimana pun lelahnya, karena Sandiaga Uno seorang olahragawan yang energik, tetap aja kelihatan fresh, dan anggap tidak tahu sebenarnya kalau beliau tidak sehat,” tutur Priyo.

“Tadi jawab saya suaranya sudah hilang suaranya, dan agak serak pas saya tanya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Prabowo kembali menggelar jumpa pers. Ditemani Sandiaga, Prabowo mengklaim telah memenangkan Pilpres 2019.

Namun dalam deklarasi itu, Sandiaga tak melontarkan sepatah kata pun. Dia hanya berada selama 15 menit di rumah Prabowo di Kertanegara setelah itu kembali lagi ke rumahnya.
(mae/idn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

[Cek Fakta] TV Luar Negeri Sudah Memberitakan ‘Prabowo Subianto The Next President’?

Liputan6.com, Jakarta – Akun facebook Edi Ar Rayah mengunggah sebuah video dari Bloomberg, perusahaan media massa multinasional di Amerika Serikat.

“TV Luar Negeri Sudah Memberitakan Prabowo Subianto The next Presiden,” demikian narasi yang ditambahkan dalam postingan di Facebook.

Sejak diunggah pada 14 April 2019, postingan tersebut telah dilihat sebanyak 434.481 kali dan menjaring setidaknya 1.100 komentar.

Salah satunya dari pemilik akun Facebook bernama Mulyadi. “Di luar negri prabo di nyatakan sudah menang. Mari saudaraku yg sependapat atau yg punya ke ahlian. Mari kita usut tuntas lembaga survei ini. Terlalu banyak kecurangan disana sini,” kata dia.

Sementara, pemilik akun امي نجو menulis, “Amazing…! A prediction that is in line with reality, support for Prabowo Subianto’s victory has been widely recognized by foreign analysts as in the following interview with analysts at Bloomberg TV.#IndonesiaMenang #Pilpres2019”

Benarkah televisi asing mengabarkan tentang kemenangan Prabowo?

Ada di Luar Negeri, Ini 4 Kampung Rasa Indonesia yang Bisa Dikunjungi

Liputan6.com, Jakarta Bagi beberapa orang, memilih untuk meninggalkan negara asalnya adalah sebuah pilihan. Banyak alasan yang sampai akhirnya membuat orang tersebut akhirnya berpindah ke negara lain.

Entah itu untuk melanjutkan pendidikan, menghabiskan sisa hidup, atau memang hanya ingin berlibur di negara tersebut baik dalam jangka waktu yang lama maupun sebentar.

Nah, buat kamu mungkin juga salah satu dari orang-orang tersebut yang memilih untuk hidup di luar Indonesia atau luar negeri. Saat kamu berada di negeri orang, tak jarang kamu bakal rindu dengan suasana yang ada di Indonesia. Memang, tidak sedikit mereka yang sudah berada di negeri orang terkadang merasakan hal serupa.

Namun kini kamu bisa sedikit melepaskan rindu terhadap suasana seperti yang ada di Indonesia, saat kamu berada di negara orang. Ternyata di luar negeri sendiri ada kampung-kampung yang punya ciri khas dengan negara kita, Indonesia.

Hal ini tercipta karena banyak hal. Bisa saja karena memang pesona Indonesia yang sangat disukai oleh orang luar negeri tersebut, sampai akhirnya dibuatkan kampung khas Indonesia.

Mau tahu ada kampung khas Indonesia apa saja yang terdapat di luar negeri ini? Berikut Liputan6.com telah merangkum beberapa kampung khas Indonesia yang terdapat di luar negeri dari berbagai sumber,Rabu (17/4/2019).

[Cek Fakta] Hoaks Hasil Exit Poll Pemilu Luar Negeri Beredar di Medsos

Dari penelusuran, hasil exit poll pemungutan suara di luar negeri ternyata tidak benar.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mengatur tentang exit poll pemungutan suara di luar negeri. Hitung cepat pemilu hanya untuk pemungutan suara di dalam negeri saja.

Fakta ini dikutip dari situs Liputan6.com dengan judul artikel ‘Tak Diatur KPU, Waspadai Hoaks Exit Poll Luar Negeri‘.

Liputan6.com, Jakarta – Maraknya penyebaran hasil exit poll pemungutan suara luar negeri yang dilakukan lewat media sosial mendapat perhatian dari KPU. Sebab, penyelenggara pemilu hanya mengatur publikasi hasil hitung cepat pemungutan suara di dalam negeri, tidak di luar negeri.

Menanggapi hal itu, pengamat politik dari Universitas Indonesia, Ari Junaedi, menilai ketiadaan aturan KPU terkait hitung cepat di luar negeri tersebut bisa saja dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Tujuannya untuk mempengaruhi pemungutan suara di dalam negeri yang baru akan berlangsung 17 April mendatang.

“Wajar saja KPU tidak membuat aturan hitung cepat luar negeri. Sebab, dengan DPT yang sedikit di setiap negara, lembaga survei mana yang mau capek-capek bikin exit poll? Misalnya di Melbourne yang cuma 22 TPS, tapi toh informasi yang katanya hasil exit poll di Melbourne itu beredar luas di dalam negeri,” kata Ari di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Ari menaruh perhatian khusus pada informasi yang katanya hasil exit poll itu dengan hanya mencantumkan nama dan email penyebarnya.

Menurut dia, hitung cepat seharusnya dilakukan oleh lembaga resmi yang sudah dikenal rekam jejaknya di mata publik. Sebab, untuk hitung cepat di dalam negeri, KPU juga mengharuskan lembaga penyelenggara resmi dan sudah terdaftar.

“Kalau dilakukan perorangan atau kelompok orang yang tidak jelas, kemudian disebar seolah-olah itu benar, lalu siapa yang mempertanggungjawabkannnya hasilnya secara akademik kepada publik?” kata Ari.

Menurutnya, mereka yang punya niat baik melakukan survei saja bisa salah kalau tidak paham metode survei dengan baik.

“Apalagi kalau tidak punya niat baik, seperti mempengaruhi pemungutan suara dalam negeri. Oleh karenanya, kita harus waspada potensi hoax dari informasi exit poll luar negeri macam begini,” tegas Ari.

Kecurigaan Ari ini juga muncul dari tidak adanya informasi lengkap terkait survei yang dilakukan. Misalnya, ambang batas kesalahan (margin of error) dan tingkat kepercayaan.

“Katakan hasil exit poll meleset sekian persen dari hasil resmi KPU, toh kita juga tidak bisa menyalahkan karena margin of error tidak dicantumkan. Makanya saya bilang ini aneh,” ujar dia.

Sementara Ketua KPU Arief Budiman memastikan bahwa penghitungan cepat dari luar negeri baru akan dilakukan pada 17 April 2019, setelah semua daerah di Indonesia melakukan pemungutan suara.

Fakta ini sebagaimana dikutip dari Liputan6.com dengan judul artikel ‘KPU: Jika Ada Rilis Hasil Perhitungan Suara di Luar Negeri, Bukan dari Kami‘.

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman memastikan tidak ada hasil pemungutan suara pilpres 2019 di luar negeri, meski pemungutan suara telah berlangsung sejak 8 April dan akan berakhir pada 14 April 2019.

Arief menegaskan penghitungan suara tetap dilaksanakan sesuai hari pencoblosan di Indonesia, 17 April 2019. Hasil dari pemilu itu kemudian dikirim ke KPU pusat.

“Jadi kalau sudah ada yang mengeluarkan rilis-rilis hasil itu, itu bukan hasil yang dikeluarkan oleh KPU,” ujar Arief, Jakarta, Rabu, 9 April 2019.

Ia menambahkan, sosialisasi pemilihan awal di luar negeri telah dilakukan sejak jauh hari dari pelaksanaan pemungutan suara.

“Kalau berubah itu bagaimana, dia kan harus sosialisasi kepada pemilih, kepada para pihak, itu kan harus mendapat informasi semua. Enggak bisa tiba-tiba. Tapi, kalau jauh-jauh hari sih mungkin saja dilakukan perubahan,” ujarnya.

Arief menegaskan, jika ada rilis mengenai hasil hitungan suara, biasanya merupakan exit poll. Namun, di luar negeri, kata Arief, tidak ada perhitungan suara sesaat setelah pemungutan.

“Sepanjang yang saya tahu di luar negeri enggak ada yang melakukan itu (exit poll),” ujarnya.

JK Yakin Coblosan di Dalam Negeri Lebih Tertib Dibanding Luar Negeri

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Wahyu Setiawan memastikan, masyarakat masih bisa memilih apabila tak memiliki surat C6 (surat pemberitahuan memilih). Jadi, masyarakat masih dapat menggunakan hak pilih suara tanpa membawa C6.

“Prinsipnya boleh. Jadi C6 itu kan undangan, jika ada satu lain hal, sehingga C6 tidak dapat dibawa misalnya hilang atau petugasnya tidak memberikan itu tetap dapat menggunakan hak pilihnya,” kata Wahyu di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019).

Wahyu menegaskan, masyarakat masih dapat menggunakan hak pilihnya dengan membawa Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) apabila mereka tak dapat memiliki C6 atau terlupa membawa C6. Namun, hal itu bisa dilakukan apabila mereka telah tercatat di TPS tempat mereka mencoblos.

“Jadi C6 mestinya disampaikan ke pemilih, C6 itu hakekatnya undangan kepada pemilih untuk datang ke TPS. Tetapi jika ada satu lain hal pemilih itu tidak mendapatkan C6 atau C6 itu hilang maka yang bersangkutan Tetap dapat memilih,” tegasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU RI Viryan Aziz menerangkan, C6 itu hanya bersifat untuk informasi atau memberitahukan kepada pencoblos di TPS mana mereka akan melakukan pencoblosan. Tapi, apabila masyarakat tetap ingin mendapatkan C6 bisa dapat menghubungi petugas KPPS.

Kisruh Pencoblosan Luar Negeri, Akankah Pencoblosan Diulang Lagi?

Jakarta – Pencoblosan Pemilu 2019 di Sydney Australia dilaporkan kisruh. Kalutnya pencoblosan itu mendorong sejumlah WNI membuat petisi agar adanya pemilu ulang.

Kekisruhan itu disebabkan TPS ditutup saat masih banyak WNI yang antre untuk mencoblos. KPU menjelaskan penyebab ditutupnya TPS di Town Hall Sydney karena masa sewanya sudah habis per pukul 18.00 waktu setempat.

“Di Sydney itu kami sudah cek, kalau memang surat suara masih ada, maka masih dilayani. Selama mereka sudah terdaftar di TPS tersebut, harusnya dilayani. Tapi kan Town Hall itu kami menyewa sampai pukul 18.00. Nah, kami bisa saja jika ada permintaan dari masyarakat bahwa ada pemungutan suara susulan. Jika Bawaslu atau Panwas Sydney merekomendasi, tinggal dijalankan,” ujar Komisioner KPU Ilham Saputra saat dihubungi, Minggu (14/4/2019).

[Gambas:Video 20detik]

Kacaunya pencoblosan di Sydney ini juga ramai dibahas di media sosial. Ada salah satu video yang memperlihatkan WNI di Sydney memprotes seorang pria.

Pria itu disebut sebagai anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Sydney dan terafiliasi dengan parpol tertentu. KPU menepis isu tersebut.

“Sudah kami cek SK PPLN maupun SK KPPS luar negeri, tidak ada nama tersebut,” ujar komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi saat dimintai konfirmasi terpisah.

Penjelasan juga datang dari Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Sydney. PPLN Sydney mengatakan proses pencoblosan berjalan dengan lancar.

PPLN Sydney mengatakan bahwa pencoblosan untuk pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri (DPTLN) dan Daftar Pemilih Tambahan Luar Negeri (DPTbLN) berjalan lancar. Tapi, masalah terjadi ketika giliran DPKLN (Daftar Pemilih Khusus Luar Negeri). Menurut PPLN, banyak pemilih yang sebenarnya masuk DPKLN tapi tidak tahu. Pemilih di DPKLN baru bisa mencoblos satu jam jelang penutupan pencoblosan.

“Menjelang jam 17.00 atau mendekati waktu bagi DPKLN untuk melakukan pencoblosan, antrean pemilih mencapai puncaknya. Pemilih DPKLN yang ingin mencoblos memenuhi pintu masuk lokasi gedung TPS berada,” jelas PPLN Sydney.

PPLN Sydney mengaku sudah berusaha mempercepat pelayanan terhadap pemilih. Tapi ketika waktu menunjukkan pukul 18.00, masih banyak orang berkumpul di depan pintu masuk lokasi gedung TPS.

“Dengan berbagai pertimbangan dan musyawarah dengan Panwaslu, saksi, perwakilan Mabes Polri dan pihak keamanan gedung; terutama pertimbangan keamanan gedung dan waktu penggunaan gedung yang terbatas, maka penutupan pintu masuk gedung dilakukan pada pukul 18.00. Pemilih yang berada di luar gedung telah diberi penjelasan bahwa waktu pencoblosan telah berakhir, namun pelayanan masih dilakukan pada pemilih yang sudah memasuki gedung. Beberapa pemilih yang di luar gedung masih kurang puas meskipun telah diberi penjelasan oleh PPLN,” ungkap PPLN Sydney.

WNI di Sydney Buat Petisi

Komunitas masyarakat Indonesia di Sydney, Australia, membuat petisi meminta adanya pemilu ulang di Sydney karena banyaknya warga Indonesia yang tidak dapat mencoblos. Petisi ini telah ditandatangani puluhan ribu orang

Petisi itu menyebutkan, dalam pemilu 13 April 2019 yang digelar di Sydney, ratusan warga Indonesia yang mempunyai hak pilih tidak diizinkan melakukan apa yang jadi hak mereka meski telah antre panjang.

Warga Indonesia disebut tidak dapat memilih karena proses yang panjang dan ketidakmampuan PPLN Sydney sehingga menyebabkan antrean tidak berakhir sampai pukul 6 sore waktu setempat. PPLN juga disebut sengaja menutup TPS tepat jam 6 sore, tanpa menghiraukan pemilih yang telah antre.

Terkait hal tersebut, KPU mengatakan pihaknya bekerja berdasarkan aturan. Namun KPU menyatakan, bila nantinya terbukti adanya pelanggaran, maka Bawaslu dapat memberikan rekomendasi kepada KPU.

“Kita ini kerja bukan berdasarkan petisi, tapi aturan,” kata komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik saat dimintai konfirmasi.

“Bila ada yang dilanggar dan tidak sesuai aturan, tentu Bawaslu bisa merekomendasikan kepada KPU,” sambungnya.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh komisioner KPU Ilham Saputra. Ilham menunggu rekomendasi dari Bawaslu terkait pelaksanaan pemilu

“Terkait permintaan pemungutan suara susulan, kami harus menunggu rekomendasi resmi dari Bawaslu. Penyelenggara di Sydney itu kan ada PPLN, Panwas sana,” ujar komisioner KPU Ilham Saputra di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Ilham mengatakan, jika Panwaslu menganggap dan menemukan adanya pelanggaran dalam proses pemungutan suara, Panwaslu dapat memberikan rekomendasi pemungutan suara susulan bagi KPU. Menurut Ilham, nantinya KPU akan menjalankan rekomendasi yang diberikan.

“Kalau Panwas sana menganggap bahwa memang ada pelanggaran atau ada hal yang memang harus direkomendasi untuk pemungutan suara susulan, maka kita harus menjalankan,” kata Ilham.

Sementara itu, PPLN Sydney baru akan mengambil keputusan esok hari. PPLN Sydney akan menggelar rapat bersama Panwaslu Luar Negeri Sydney

“Kami akan memutuskan besok. Baru saja selesai rapat untuk evaluasi dan koordinasi penghitungan suara,” ujar Ketua PPLN Sydney Heranudin saat dimintai konfirmasi, Senin (15/4/2019).