Prediksi Liverpool Vs Huddersfield Town: Jaga Fokus

Jakarta – Liverpool masih berambisi untuk mengejar gelar juara Liga Inggris meski bersaing melawan Manchester City. Setelah kemenangan 2-0 Man City dalam Derbi Manchester melawan United (25/4/2019), Liverpool kini harus menjaga fokus.

Liverpool punya peluang kembali mengambil alih posisi puncak klasemen jika memenangi duel kandang menjamu Huddersfield Town di Anfield, Sabtu dini hari WIB (27/4/2019). 

Man City baru akan bertemu Burnley pada Sabtu malam. Kemenangan atas Huddersfield bisa memberikan tekanan kepada the Citizens.

Saat ini Liverpool ada di peringkat kedua, hanya berselisih satu poin dengan Man City yang berada di puncak klasemen dengan poin 89.

Di atas kertas, Liverpool dijagokan bisa membungkam Huddersfield, yang merupakan tim juru kunci Premier League sejauh ini. Huddersfield selalu kalah dalam tujuh laga terakhir di Premier League dan telah dipastikan terdegradasi. 

Terlebih lagi, manajer Liverpool, Jurgen Klopp, kemungkinan tetap menurunkan tim yang cukup kuat. Pasalnya, Liverpool masih punya cukup waktu sebelum lawatan ke Barcelona. Hal itu berarti trio Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah bakal turun dari menit awal untuk memperbesar peluang menang.

Pada pertemuan pertama musim ini, Liverpool menang tipis 1-0 di kandang Huddersfield lewat gol tunggal Mohamed Salah.

Dalam laga kandangnya melawan Huddersfield musim lalu, yang juga merupakan musim perdana Huddersfield di Premier League, Liverpool menang 3-0 melalui gol-gol Daniel Sturridge, Roberto Firmino dan Georginio Wijnaldum. Kali ini pun The Reds sepertinya takkan kesulitan meraup poin penuh.

Meski di atas angin, Klopp ingin pasukannya benar-benar fokus. Jangan sampai mereka tergelincir. Untuk sementara, fakta mereka akan menghadapi Barcelona di semifinal pun dikesampingkan.

“Kami punya waktu cukup untuk pemulihan setelah laga terakhir. Kami punya waktu cukup untuk pemulihan jelang pertandingan selanjutnya. Barcelona tak punya kaitan apa pun dengan pertandingan Liverpool pada Jumat malam,” tegas Klopp.

Sumber: Bola.net

Liga Inggris: Data dan Fakta Liverpool vs Huddersfield Town

* Huddersfield selalu kalah dalam 7 laga terakhirnya di Liga Inggris.

* Huddersfield selalu kebobolan 2 gol atau lebih dalam 6 laga terakhirnya di Liga Inggris.

* Huddersfield selalu kalah dalam 6 laga tandang terakhirnya di Liga Inggris: 0-5 vs Chelsea, 0-2 vs Newcastle, 0-1 vs Brighton, 3-4 vs West Ham, 0-2 vs Crystal Palace, 0-4 vs Tottenham.

* Huddersfield hanya menang 1 kali dan cuma mengumpulkan 6 poin dari 17 laga tandang yang sudah mereka mainkan di Liga Inggris musim ini (M1 S3 K13), mencetak 11 gol dan kebobolan 39 gol.

* Huddersfield tak mampu mencetak gol dalam 7 dari 8 laga tandang terakhirnya di Liga Inggris.

* Gol terbanyak untuk Huddersfield di Liga Inggris 2018/19 sejauh ini: Karlan Grant (4).

* Assist terbanyak untuk Huddersfield di Liga Inggris 2018/19 sejauh ini: Steve Mounie (3).

Sumber: Bola.net

‘Pemain Man United Memang Tak Sebagus Liverpool atau Man City’

ManchesterManchester United sulit bersaing di Liga Inggris. The Red Devils dinilai memang tak mempunyai skuat sebagus Liverpool atau Manchester City.

Di Liga Inggris musim ini, MU sulit lepas dari posisi keenam di klasemen. Hingga tinggal laga tersisa, Setan Merah ketinggalan tiga angka dari Chelsea di posisi keempat.

MU sedang pada periode negatif dengan menelan tiga kekalahan berurutan. Kalau di lihat lebih jauh lagi, Paul Pogba cs sudah menelan 7 kekalahan dalam sembilan pertandingan terakhir.

Man City yang menjadi penakluk terakhir MU. Saat bertanding di Old Trafford, Kamis (25/4/2019), tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu kalah 0-2. Dalam laga itu, MU susah mengimbangi City.

Marcus Rashford merupakan salah satu pemain yang tampil buruk dalam laga itu. Tak ada ancaman dari pemain 21 tahun itu. Eks pemain MU, Ryan Giggs pun mengomentari Rashford.

“Well, dia merupakan seorang pemain muda…Kita semua sudah pernah menjalani itu…wawancara selepas pertandingan anda emosional, anda tak senang,” kata Giggs di Manchester Evening News.

“Saya tak tahu mengapa dia mengenakan topi, tapi mungkin itu cuma saya, –kuno, tak seperti pesepakbola saat ini. Dia marah, dia bilang bahwa dia pikir mereka cukup bagus –mereka tak cukup bagus. Saat anda melihat City menguasai bola, mereka tak cukup bagus,” dia menambahkan.

Giggs juga mengungkapkan kekurangan dari Man United hingga kesulitan bersaing menembus papan atas klasemen Liga Inggris.

“United, karena sentuhan pertama, atau tidak cukup bagus, karena pilihan yang mereka punya. Mereka cuma menendang bola umpan panjang dan itu tak terlalu bagus,” kata Giggs.

“Kami tak mempunyai pemain bagus seperti Liverpool dan Manchester City,” dia menambahkan.

(cas/ran)

Man City dan Liverpool Dominasi PFA Team of the Year, Ada Pogba Juga

JakartaManchester City dan Liverpool mendominasi PFA (Professional Footballers’ Association) Team of The Year. Paul Pogba menjadi satu-satunya pemain di luar tim tersebut yang masuk daftar ini.

Lewat akun twitter mereka, Asosiasi Pesepakbola Professional Inggris (PFA) telah mengumumkan 11 pemain yang masuk dalam PFA Team of the Year. City menyumbang enam pemain sedangkan empat pemain The Reds terpilih dalam tim terbaik musim 2018/2019.

Dominasi pemain The Citizens dan Liverpool dalam daftar ini terbilang tak terlalu mengherankan. Pasalnya dua tim tersebut musim ini bersaing ketat untuk meraih gelar Liga Inggris musim ini.

Ederson Moraes, berada di bawah mistar PFA Team of the Year. Sementara tiga bek Liverpool yaitu Trent Alexander-Arnold, Virgil van Dijk, dan Andrew Robertson masuk dalam daftar ini. Hal ini tak lepas dari Si Merah yang menjadi tim yang paling sedikit kebobolan di Liga Inggris dengan 20 gol.

Aymeric Laporte melengkapi daftar empat bek yang berada PFA Team of the Year. Lini tengah ditempati oleh dua gelandang City, Bernardo Silva dan Fernandinho serta Paul Pogba.

Paul Pogba menjadi satu-satunya pemain di luar Liverpool dan City yang berhasil masuk dalam PFA Team of the Year. Sergio Aguero, Sadio Mane, Raheem Sterling terpilih untuk mengisi lini depan.

Ketiga pemain ini memang tengah tampil produktif di musim ini dan berpeluang menyabet gelar top scorer. Aguero berada di puncak daftar top scorer dengan 19 gol, Mane telah mengemas 18 gol bagi Liverpool, sedangkan Sterling berkontribusi besar bagi City lewat 17 gol dan 10 assist

Mereka menyingkirkan nama-nama penyerang lain yang sebelumnya juga digadang-gadang bakal masuk dalam PFA Team of the Year seperti Harry Kane, Eden Hazard dan Mohamed Salah. (din/yna)


Guardiola: Manchester City dan Liverpool Layak Juara Liga Inggris

Liputan6.com, Manchester – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menilai timnya dan Liverpool layak menjadi juara Liga Inggris musim ini. Hal itu karena sengitnya persaingan antara kedua tim dalam memperebutkan puncak klasemen Liga Inggris.

The Citizens dan The Reds bergantian menduduki puncak klasemen Liga Inggris. Manchester City kembali mengudeta Liverpool dini hari tadi WIB setelah mereka mengalahkan Manchester United 2-0 di Old Trafford.

Dua gol Manchester City dalam pertandingan itu dicetak Bernardo Silva pada menit ke-54 dan Leroy Sane pada menit ke-66. Guardiola menyatakan, siapapun di akhir musim yang berada di posisi teratas, tim yang kalah tak perlu menyesalinya.

“Menurut saya, baik kami ataupun Liverpool layak menjadi juara Liga Inggris,” ujar Pep Guardiola seusai pertandingan, seperti dilansir situs resmi Manchester City.

“Dan tim yang nantinya berakhir di posisi kedua tidak perlu menyesali apapun, sebab mereka telah melakukan segala yang bisa dilakukan,” ungkap pelatih asal Spanyol ini.

City Harus Sapu Bersih Laga Sisa, Jangan Berharap Liverpool Tersandung

Manchester – Kapten Manchester City, Vincent Kompany, menegaskan bahwa timnya harus menyapu bersih tiga laga sisa untuk memastikan juara. The Citizens tak bola sekadar menunggu Liverpool tersandung.

City berhasil mengambil alih puncak klasemen Premier League setelah mengalahkan Manchester United 2-0 di Old Trafford, Kamis (25/4/2019) dinihari WIB. Gol-gol City datang lewat Bernardo Silva dan Leroy Sane di babak kedua.

Tim besutan Pep Guardiola kini di puncak klasemen dengan 89 poin, unggul satu angka dari Liverpool di posisi kedua. Masih ada tiga laga tersisa untuk mengetahui siapa juara liga musim 2018/2019.


Kompany tak ingin City lengah dan menunggu Liverpool tersandung. Bek asal Belgia menegaskan timnya harus sapu bersih.

“Kami membutuhkan tiga kemenangan. Kami tidak bisa berharap lawan akan kehilangan poin,” kata Kompany seperti dikutip dari BBC.

“Kami akan kembali ke rutinitas dan jika semua orang melakukan hal yang benar dan tim ini mempersiapkan diri dengan baik, kami selalu memiliki peluang besar untuk menghasilkan kinerja yang baik,” tegasnya.

City masih harus menjalani laga tandang melawan Burnley sebelum menjamu Leicester City. Musim The Citizens di Premier League akan ditutup dengan laga tandang ke Brighton.

(ran/cas)

United Indonesia: MU Harus Kalahkan City, tapi Liverpool Jangan Juara

Jakarta – Fans Manchester United menghadapi pilihan dilematis saat jumpa Manchester City. United Indonesia ingin MU menang atas City, tapi tak rela Liverpool juara.

MU akan menjamu City di Old Trafford, Kamis (25/4/2019) dini hari WIB. Menatap laga bertajuk Derby Manchester itu, fans Setan Merah disebut-sebut punya sikap yang dilematis.

Hasil Derby Mancheserter bakal mempengaruhi persaingan juara Liga Inggris antara City dan Liverpool. Kedua tim merupakan rival berat MU.

Andai MU menang dari City, Paul Pogba dkk bisa menghambat kans juara The Citizen. Saat ini, Sergio Aguero dkk berada di posisi dua dengan 86 poin dari 34 laga, terpaut dua angka dari Liverpool yang sudah bermain 35 kali.

Andai skenario itu terjadi, maka fans MU harus siap-siap melihat Liverpool juara. Momen Mohamed Salah dkk bisa angkat trofi itulah yang memberatkan fans MU, mengingat sang rival sudah puasa gelar selama 29 tahun.

Sementara ada dampak lain jika MU kalah. Gagal mendulang poin membuat kans tim besutan Ole Gunnar Solskjaer finis di empat besar kian sulit, mengingat mereka masih berada di posisi keenam dengan 64 poin, di bawah Chelsea (67) dan Arsenal (66).

Dilema ini juga menghampiri pendukung MU di Indonesia. Menanggapi hal ini, Ketua Umum United Indonesia Mohamad Saifudin menegaskan, mereka mengaku memilih City yang menjadi juara Liga Inggris musim ini daripada Liverpool, dengan catatan MU juga bisa meraih kemenangan.

“Di dalam hati, saya tetap berharap MU bisa menang malam nanti atas City karena gelar Liga Inggris tak ditentukan hanya laga ini. Tapi, saya lebih memilih City yang menjadi juara ketimbang Liverpool, karena mereka tidak ada apa-apanya ketimbang MU,” tutur Muhamad Saifudin kepada detiksport.

“Jika Liverpool yang juara, tentu rasanya akan berbeda karena mereka sudah menjadi rival kami sejak lama. Jokes-jokes soal puasa gelar Liverpool juga sudah tidak akan berlaku lagi kalau mereka juara.”

“Tapi Menurut saya yang terpenting MU harus bisa meraih tiket Liga Champions musim depan, maka dari itu mereka harus menang malam ini,” tuturnya menambahkan.

Pria kelahiran Pekalongan ini juga ingin tim kesayangannya segera bangkit dari periode sulit yang mereka alami. Sebelumnya, MU sudah mencatatkan enam kekalaham dalam delapan laga terakhir, dengan terakhir digebuk 0-4 oleh Everton.

“Rasanya sedih melihat MU seperti ini, kami tak pernah mengalami situasi sesulit ini sebelumnya. Rasanya seperti roller coaster awalnya sempat naik waktu awal-awal Solksjaer tapi kini jelek lagi,” ujar Saifudin.

“Saya berharap MU bisa segera bangkit di sisa musim ini untuk memastikan tiket Liga Champions. Hasil buruk kemarin semoga bisa menjadi motivasi bagi mereka,” ungkapnya. (yna/fem)


Liverpool Kepincut 2 Bintang Lyon

Minat Liverpool kepada Houssem Aouar bukan tanpa alasan. Aouar sempat mendapat pujian setelah tampil brilian dan mendapat pujian dari Pep Guardiola.

“Houssem Aouar adalah pemain yang sangat bagus,” ujar Guardiola.

“Ia sangat tenang ketika mengontrol bola. Saya yakin ia akan menjadi pemain besar nantinya.”

“Lyon memiliki akademi yang bagus. Mereka kerap mencetak pemain bertalenta,” ungkap Guardiola.

Sumber: Daily Star/Bola.com

Fans Liverpool Bersama Man United saat Lawan City

LiverpoolManchester United akan menghadapi Manchester City di Liga Inggris. Fans Liverpool akan bersama The Red Devils demi memuluskan ambisi juara Premier League.

Liverpool dan City bersaing ketat dalam perebutan gelar juara Liga Inggris. The Reds ada di posisi pertama klasemen Liga Inggris dengan raihan 88 poin hasil dari 35 kali bermain. City menguntit di belakang Liverpool dengan koleksi 86 poin hasil dari 34 kali bermain.

Pemain Liverpool, Trent Alexander-Arnold, antusias mengomentari Premier League yang seru kali ini.

“Sangat jarang Anda bisa menyaksikan musim seseru ini. Kami bekerja keras dengan pondasi ini dan berhasil membuat banyak clean sheet. Penting bagi kami untuk meneruskan momentum,” kata Alexander-Arnold kepada Liverpool Echo.

“Ini bukan tentang berapa banyak poin yang didapat sekarang, tapi lebih kepada berapa poin yang akan kami raih saat akhir dan memberikan tekanan balik buat City. Mudah-mudahan United bisa membantu kami,” lanjut dia.

Alexander-Arnold juga ikut mengomentari pertandingan MU dan City. Para pendukung Liverpool jelas akan memberi dukungan untuk Setan Merah pada pertandingan di Old Trafford, Kamis (25/4/2019).

“Er… Ini adalah salah satu hal yang lucu. Pada tahap ini, Anda terkadang membutuhkan dukungan dari pihak yang tak biasa. Demi ambisi dan target, kami membutuhkan tim yang bisa membantu kami agar tetap berada di dalam jalur,” kata Alexander-Arnold.

“Sabtu lalu kami semua mendukung Tottenham Hotspur dan Rabu nanti, saya pikir mayoritas fans Liverpool menginginkan MU menang.”

“Saya mungkin akan menonton laga itu. Saya tak tahu apakah ada laga lain yang berlangsung. Momen ini sungguh menarik. Tapi, Anda mencoba untuk tak terlalu berharap City kalah,” dia menambahkan.

(cas/rin)


Liverpool Dianggap Tidak Punya Kelemahan

Souness menyebut Liverpool sekarang telah berkembang jauh lebih baik dari sebelumnya. Ia menilai Klopp telah memoles Virgil Van Dijk cs dengan luar biasa.

“Jika Anda akan menjadi juara, Anda harus menghadapi tantangan yang datang dengan berbagai cara,” cetusnya pada Sky Sports.

“Saya pikir mereka terlihat seperti tim yang tenang, dipoles. Mereka sabar, mereka tidak mencoba dan memaksakannya. Itu bukan permainan yang bagus untuk dimainkan, bermain di bawah banyak tekanan dan saya pikir mereka luar biasa,” pujinya.

“OK, mereka tidak dalam performa terbaiknya tetapi mereka masih tim yang luar biasa dan saya pikir mereka menunjukkan kedewasaan juga – ‘kami percaya pada apa yang kami lakukan, kami tidak akan terburu-buru dan akhirnya seseorang akan datang dengan sesuatu untuk kita ‘- dan itulah yang berhasil dilakukan. Mereka dipoles dengan sangat bagus,” pujinya lagi.