Dikira Anaknya, Monyet Liar Ini Culik Bocah 2 Tahun dan Tak Mau Dipisahkan

Mungkin sebagian binatang memiliki kedekatan dengan manusia karena dipelihara. Namun, bagaimana jadinya jika hewan liar yang mungkin belum pernah bertemu dengan manusia mendadak mengira manusia adalah bagian dari keluarganya.

Mungkin kedengarannya aneh, tetapi faktanya hal itu terjadi dan menimpa seorang bocah 2 tahun asal India, seperti yang Liputan6.com lansir dari Daily Mail, Jumat (12/4/2019).

Seekor monyet menculik seorang anak berusia 2 tahun. Pada saat itu, seorang wanita yang melihat kejadian tersebut mencoba menyelamatkan bocah itu.

Namun, si monyet melakukan perlawanan dengan menolak melepaskan bocah tersebut. Pada saat ditemukan, diketahui monyet ini duduk di sisi jalan dengan bocah tersebut dan memperlakukannya layaknya anak sendiri.

BPN Tepis Isu Liar Prabowo Strok Ringan

JakartaBadan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memastikan capres nomor urut 02 itu bisa kembali mengikuti kegiatan kampanye. Direktur Komunikasi dan Media BPN Hashim Djojohadikusumo sebelumnya menyebut Prabowo sakit.

“Cuma hari ini aja (tidak kampanye), (besok) kampanye lagi terus,” kata Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Riza Patria saat dimintai konfirmasi, Kamis (4/4/2019) malam.

Prabowo memang batal berkampanye di Pangkal Pinang, Pulau Bangka. Muncul isu yang menyebut Prabowo terkena strok ringan usai menjalani debat capres keempat pada Sabtu (30/3).

Riza menepis isu tersebut. Politikus Gerindra itu menyebut Prabowo tetap berkegiatan setelah debat keempat.

“Habis debat kan masih keliling-keliling, ke mana-mana, keliling terus setiap hari,” terang Riza.

“Iya cuma hari ini (nggak kampanye), nggak ikut, nggak ada strok ringan,” imbuhnya.

Prabowo sebelumnya absen dari kampanye akbar di Pulau Bangka dan peringatan Isra’ Miraj di Aceh yang dijadwalkan pada Kamis (4/4). Menurut Hashim, Prabowo tidak bisa hadir karena sakit.

“Bapak Prabowo berhalangan hadir karena sakit,” kata Hashim kepada para pendukung Prabowo di Pangkal Pinang.

“Saya menyampaikan permohonan beribu maaf, kepada masyarakat yang hadir di sini, dikarenakan kondisi kakak saya (Prabowo) dalam kondisi sakit sepulang dari Padang,” lanjutnya.

Prabowo hampir dipastikan kembali berkegiatan pada Jumat (5/4). Hal itu diketahui dari jadwal yang didapat dari pihak BPN Prabowo-Sandiaga.

Prabowo sedianya diagendakan menghadiri undangan Gerakan Elaborasi Rektor Akademisi Alumni & Aktivis Kampus Indonesia yang digelar di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
(zak/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Alasan Kocak Kenapa Telur Bebek Liar Lebih Enak dari Bebek Kandang

Penjelasan Rezki diawali dengan ”Kenapa itiknya dipelihara secara liar? Karena kalau di kandang memang mempengaruhi perilaku dari itik tsb. Itik yang dipelihara secara liar akan memproduksi kualitas telur yg bagus karena itik yg diliarkan bisa melihat alam bebas, traveling, eksplor sungai2.”

Dengan awalan yang terdengar serius, warganet ini lalu melanjutkan, kalimatnya yang cukup panjang, tak diduga ternyata setelah membacanya terus menerus, kalimat membuat kesal.

”Itik yg dikandangin justru akan memungkinkan mereka bergosip, menghibah sehingga itik tersebut memproduksi telur yg kurang baik karena terkontaminasi bibit2 gosip.”

Membaca penjelasan tersebut, warganet lain yang awalnya sudah serius pun sontak merasa emosi.

”Aku bacanya udah serius,” kata seorang warganet.

”Dan kemudian telur itik yang mengandung bibit gosip itu dikonsumsi manusia sehingga ikut menjadi biang gosip.”

”Apakah ayam juga gitu yah??”

”S3 Peternakan Universitas Kuvukiland.”

Populasi Kucing Liar Bikin Sebuah Desa di Taiwan Selamat dari Kebangkrutan

Liputan6.com, Taipei – Mulai dari Anda tiba di Desa Houtong di Taiwan utara, Anda tidak akan kesulitan mengetahui siapa bintang sebenarnya dari pedesaan yang asri ini.

Ada jembatan berbentuk kucing, mangkuk makanan hewan peliharaan di sisi jalan setapak, rambu jalan dengan motif kucing, kafe bertema kucing, dan, tentu saja, kucing-kucing menggemaskan yang berkeliaran bebas.

Dikutip dari CNN pada Selasa (2/4/2019), sejarah Houtong bermula pada awal 1900-an, ketika wilayah kecil di New Taipei itu tumbuh pesat seiring dibukanya situs penambangan batu bara di dekatnya, yang konon merupakan terbesar dan paling maju di Taiwan kala iitu.

Houtong kala itu adalah desa yang makmur dengan sekitar 6.000 penduduk dan pekerja, sebelum tambang itu tidak lagi digunakan pada 1990.

Karena sebagian besar penduduk muda pergi merantau untuk mendapatkan peluang yang lebih baik, Houtong menjadi desa sepi dengan penduduk tidak lebih dari seratusan orang. Namun pada 2010, ketenaran Houtong melonjak setelah seorang fotografer mulai menulis blog tentang pertumbuhan populasi kucing liar di desa itu.

Sejak itu, kota yang tadinya diprediksi segera bangkrut itu bertrasformasi menjadi kiblat pecinta kucing, sekaligus menyediakan sumber pendapatan bagi penduduk desa setempat.

Banyak kucing liar, sekarang diberi julukan penuh kasih sayang, dirawat oleh penduduk desa setempat serta pasukan sukarelawan.

Selain banyak toko dan kafe bertema kucing lucu di desa tersebut, pemerintah setempat juga telah mengambil kesempatan untuk memperbaiki Houtong dan menyoroti sejarah panjangnya.

Jembatan pejalan kaki bertema kucing dibangun dari hasil kompetisi nasional. Selain itu, disematkan pula deretan pelat logam berbentuk tapak kaki kucing, sebagai penanda jalan.

Pusat informasi dan pendidikan kucing dibuka pada 2014, menampilkan jalan setapak kucing yang ditinggikan di bagian depan gedung.

Sebuah taman museum untuk mengenang kehidupan bekas tambang juga turut dibuka pada 2010, yang kemudian menjadi tuan rumah festival lentera kucing pada 2012. Semuanya tampaknya membuahkan hasil. Kota ini sekarang menarik sekitar satu juta pengunjung setiap tahun.

Simak video pilihan berikut: 

Upaya penyelundupan empat ekor anak kucing di dalam celana seorang pria, berhasil digagalkan petugas imigrasi Singapura.

Taman Nasional Kerinci Seblat Rawan Jadi Lokasi Perburuan Satwa Liar

Liputan6.com, Jakarta – Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), berpotensi menjadi lokasi perburuan dan perdagangan satwa liar dilindungi. Beberapa daerah di sekitar kawasan TNKS dan di bentang alam Bukit Balai Rejang Selatan diyakini menjadi lokasi penampungan, penyembunyian dan lokasi transaksi perdagangan satwa liar dilindungi seperti harimau sumatera, gajah sumatera, atau trenggiling.

Kepala Balai KSDA Bengkulu Lampung Donal Hutasoit menyatakan sejak 2015 hingga Desember 2018 tercatat 18 kasus perdagangan dan kepemilikan satwa liar dilindungi yang berhasil dibongkar oleh aparat penegak hukum di Provinsi Bengkulu dengan melibatkan 21 tersangka.

“Dari serangkaian kasus yang ada, tuntutan pidana dan putusan pengadilan yang diterima tersangka sangat bervariasi. Salah satu contoh kasus pedagang organ harimau sumatera dengan barang bukti kulit harimau dan bagian lainnya memperoleh hukuman tertinggi yaitu vonis empat tahun penjara, denda limapuluh juta rupiah, dan subsider dua bulan kurungan oleh Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu Utara,” jelas Donal.

Donal menambahkan bahwa pada beberapa kasus serupa masih mendapatkan vonis yang terbilang sangat ringan jika dibandingkan dengan kerugian yang ditimbulkan sehingga tidak menimbulkan efek jera bagi para pelaku.

Tingkat perburuan di alam yang masih tinggi juga masih terjadi di kawasan TNKS. Perburuan di alam dapat dilihat pada saat kegiatan monitoring dan patroli. Tim patroli dapat menghitung jumlah jerat yang ditemui selama tim berada di dalam hutan.

Administrator Pelestarian Harimau Sumatera, Fauna & Flora International Indonesia Programme Iswadi menjelaskan dalam kurun waktu 2016 hingga 2018, tim patroli di Bengkulu menemukan 20 jerat untuk harimau dan 113 jerat mangsa. Di antara penemuan jerat selama patroli, tim menghitung ada enam harimau yang terkena jerat tersebut.

“Kami sering menemukan pemburu saat kami melakukan patroli bersama BKSDA Bengkulu. Tidak segan-segan kami memberikan sanksi kepada mereka berupa surat peringatan bahkan kami tahan untuk segera diadili,” jelas Iswadi.

Demi mendukung penyelamatan satwa liar dan memberikan efek jera kepada pemburu dan pedagang satwa liar, maka diadakan kerjasama antara aparat penegak hukum, khususnya jaksa dan hakim yang menangani kasus-kasus tersebut. Kerjasama tersebut termasuk dalam peningkatan pengetahuan, kapasitas serta kepedulian aparat penegak hukum.

Ketua Satuan Tugas Sumber Daya Alam Lintas Negara Kejaksaan Agung Republik Indonesia Ricardo Sitinjak saat ditemui pada in house training penanganan perkara kejahatan di Bengkulu pada 26 Maret 2019 mengapresiasi pelatihan ini sebagai bentuk dukungan pengetahuan dan prioritas penanganan kejahatan untuk satwa liar bagi jaksa yang memiliki sertifikat.

“Bila berbicara masalah unsur pasal, jaksa sudah sangat mengerti. Namun mereka perlu diberi pengetahuan mengapa harus melindungi satwa liar dan fungsi satwa liar di alam. Perlu juga diberikan pengetahuan bahwa pada saat satwa liar tertangkap dan sisi liarnya masih terlihat, maka harus segera dibuat berita acara dengan dokumentasi sebagai tanda bukit untuk segera dilepasliarkan untuk mengurangi stres pada satwa tersebut,” jelas Ricardo.

Ricardo menambahkan bahwa kegiatan serupa perlu diadakan di kejaksaan tinggi pada setiap ibukota Provinsi agar lebih efektif dan dapat dipahami oleh setiap jaksa berwenang.

Akhir Tingkah Liar Remaja Kosan di Tangan Tim Jaguar

Depok – Sebuah kosan di Jembatan Serong, Pancoranmas, Depok digerebek tim Jaguar. Mirisnya, dalam penggerebekan itu ditemukan pasangan yang sedang asyik berbuat mesum dan kumpul kebo.

Penggerebekan ini berawal dari laporan masyarakat sekitar yang sudah resah dengan kehadiran para ABG di kosan tersebut.

“Kami bergerak ke lokasi karena masyarakat sudah resah dengan kehadiran anak-anak ini. Masyarakat sudah lapor ke RT/RW tetapi tidak ada tanggapan,” kata Kepala Tim Jaguar Polresta Depok Iptu Winam Agus kepada detikcom, Senin (25/3/2019).

Penggerebekan dilakukan pada Minggu (24/3) malam. Saat penggerebekan, polisi menemukan pasangan yang tengah bercumbu. Rata-rata ABG ini berusia 17-18 tahun.

“Ada 2 pasang, 4 laki-laki, 5 perempuan. Satu pasangan di kamar sebelah ditemukan sedang berbuat mesum,” ucapnya.

Di kamar lainnya, polisi menemukan 1 ABG laki-laki dan 3 perempuan tidur di dalam satu kamar. Saat digerebek, mereka tengah tertidur lelap.

“Itu dibangunin tidur pulas, mungkin kecapekan,” ucapnya.

Tidak hanya itu, masyarakat juga semakin resah karena aktivitas para ABG tersebut yang kerap menimbulkan kegaduhan. Mereka juga kerap meminum minuman beralkohol.

“Kadang-kadang minum-minum, berisik bikin ribut dan (membuat) tidak nyaman situasi,” jelas Winam.

Winam menyebutkan, kamar kos tersebut dihuni oleh seorang ABG laki-laki. Akan tetapi, hampir setiap malam kamar kosnya didatangi oleh teman laki-laki dan perempuan.

“Jadi masyarakat resah karena tiap malam bawa teman-temannya masuk sama teman-teman ceweknya,” tuturnya.

Usut punya usut, penggerebekan di kosan itu ternyata bukan sekali itu saja. Sebelumnya, polisi juga menggerebek kosan tersebut karena digunakan sebagai base camp geng motor ‘Jepang’.

“Kosan ini dulu pernah digerebek Jaguar karena ditempati anak-anak geng ‘Jepang’,” sambung Winam.

Satpol PP Kota Depok juga tidak tinggal diam. Kasatpol PP Depok Linda Ratna Nurdiany mengatakan pihaknya akan menindak tegas kosan yang digunakan sebagai tempat mesum.

“Memang sedang kita data, ada beberapa di Depok, dalam waktu dekat akan ada penertiban juga, utamanya terkait adanya pelanggaran asusila,” kata Linda saat dihubungi detikcom, Senin (25/3/2019).

Linda mengatakan, pihaknya telah mendatakan beberapa tempat kos yang diduga dijadikan tempat mesum. Namun Linda tidak mengungkap jumlah serta lokasi kosan tersebut.

“Kita sudah kantongi beberapa tempat di Depok, tapi memang tidak kita publish dulu, nanti ditutup. Itu operasi intelijen dulu. Kalau apartemen ada juga, kemarin kita sempat tertibkan juga terakhir di Mares (Margonda Residence),” tuturnya.

(mei/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Geramnya Golkar Gegara Bendera Berkibar Liar

Jakarta – Bendera simbol partai yang berkibar-kibar liar di kampanye akbar calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bikin geram Partai Golkar. Partai berlambang pohon beringin itu bergerak cepat dengan membuat laporan ke Bawaslu.

Dalam kampanye akbar Prabowo di Lapangan Karebosi, Makassar, Minggu (24/3/2019), sejumlah bendera Partai Golkar tampak berkibar-kibar. Di atas kain berwarna kuning itu, mejeng foto Prabowo-Sandiaga Uno. Padahal, partai yang dipimpin Airlangga Hartarto itu mengusung pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

“Golkar, Golkar, Golkar,” teriak massa pembawa bendera sambil mengacungkan salam dua jari khas Prabowo-Sandi.


Elite Partai Golkar di Jakarta bergerak cepat. Mereka saat itu menyatakan akan mengusut insiden tersebut, termasuk mencari tahu informasi soal para pengibar simbol partai tersebut.

“Kami akan usut pihak yang menggunakan atribut Partai Golkar, terutama pembawa bendera Partai Golkar, dalam kampanye rapat umum pasangan 02,” kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily, Minggu sore.

Malam harinya, Ace mengabarkan bahwa Golkar telah melaporkan pengibaran bendera partai ke Bawaslu Kota Makassar. Anggota DPR itu menegaskan penggunaan bendera Partai Golkar dalam kampanye akbar Prabowo-Sandi merupakan pelanggaran pemilu.

“Penggunaan simbol Partai Golkar jelas merupakan pelanggaran yang wajib ditindaklanjuti oleh Bawaslu sebagaimana ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” sebut Ace.

Selain itu, Ace mencurigai adanya tindak pidana dalam kasus itu. Dia menduga ada orang di luar Partai Golkar yang membawa bendera-bendera tersebut.

“Kalau itu di luar kader partai yang menggunakan dan menyalahgunakan atribut Partai Golkar maka pasti kami akan melaporkannya kepada tindak pidana. Karena atribut Partai Golkar itu hanya bisa digunakan oleh kader Partai Golkar,” kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/3).
(gbr/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bambu Pethuk, Fenomena Alam yang Kental dengan Kekuatan Gaib

Liputan6.com, Cilacap – Presiden Jokowi mendapat buah tangan nan unik dari seorang warga Cilacap, bambu pethuk alias pring pethuk. Pembicaraan soal bambu pethuk pun meruap.

Memang, sejak dulu ada sebagian masyarakat yang percaya tuahnya. Namun, sebagaimana jimat bertuah lainnya, keberadaan bambu pethuk pun misterius. Ada, tapi sulit dibuktikan keberadaannya.

Kadang, ada yang benar-benar butuh dan telah menyiapkan segepok uang, tetapi barang sukar didapat. Dalam kasus lain, pembeli ada, dana tersedia, bambu pethuk pun ada. Belakangan ketahuan bambu pethuk itu palsu. Transaksi pun gagal.

Pendek kata, bambu pethuk, layaknya barang-barang mistis lainnya, hanya ada dalam pembicaraan-pembicaraan antar teman. Jarang sekali ada yang pernah semata-mata melihat langsung wujudnya.

Liputan6.com barangkali salah satu yang beruntung. Di sebuah grup pertemanan, seorang kawan, Suharyono, yang diketahui concern terhadap isu lingkungan tiba-tiba mengunggah sebuah foto bambu pethuk.

Dia menyebutnya istimewa lantaran bambu pethuk itu masih hidup. Foto itu diunggahnya di grup WhatsApp itu jauh hari sebelum Jokowi diberi bambu pethuk oleh seorang warga Cilacap.

Keistimewaan lainnya, bambu pethuk ini tumbuh tunas ganda, sisi kanan dan kiri ruas bambu sama-sama keluar tunas yang saling bertemu (pethuk). Bambu pethuk ini ditemukannya di rumah seorang karib yang enggan disebut namanya.

Biasanya, secara alamiah, tunas bambu memang selalu tumbuh ke atas. Adalah sebuah keajaiban saat ada bambu yang tunasnya tumbuh ke arah sebaliknya atau saling berhadapan dengan tunas normal lainnya.

2 dari 2 halaman

Awas, Bambu Pethuk Palsu

Lantaran keunikannya ini, bambu pethuk dianggap bertuah. Ada yang meyakini bambu pethuk untuk keselamatan, penglaris usaha, hingga keberuntungan.

Terlepas dari kesaktian bambu pethuk, ada pula yang sekadar menyimpannya sebagai koleksi. Bambu pethuk dianggap sama uniknya dengan keris langka, perkakas peninggalan kerajaan, hingga keramik kuno Tiongkok.

Ia mengakui memang ada sebagian masyarakat yang meyakini keampuhan bambu pethuk. Hanya saja, ia bukan salah satu orang yang mempercayai itu.

“Itu milik teman saya, bukan punya saya,” ucapnya, 28 Februari 2019, menjelaskan foto yang diunggahnya sebulan lalu.

Tetapi, setelah diteliti lebih jauh, bambu pethuk itu diduga palsu. Hanya, ia tak menjelaskan bagaimana untuk membuktikan keaslian bambu pethuk tersebut.

Jika keberadaan bambu pethuk nyata, maka ia menganggapnya sebagai fenomena alam yang luar biasa. Sebab, dari semua hutan hingga cagar alam yang pernah dijelajahinya, tak pernah sekali pun ia mendapatinya di alam liar.

Namun, ia pun menyadari, tak semua fenomena alam bisa terjelaskan. Apalagi, dengan keilmuan masing-masing orang yang terbatas. Dan dia mengaku bukan orang yang berpretensi untuk menjelaskan apakah mungkin bambu pethuk tercipta secara alamiah.

“Ya mungkin saja bisa,” ucap dia.

Mitos bercampur pengetahuan masyarakat yang serba terbatas itu pun akhirnya membuat bambu pethuk dihargai sangat mahal. Dan itu, kerap dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.

“Yang perlu diwaspadai adalah penipuan bambu pethuk palsu,” dia menambahkan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

7 Warga Pulau Buru Jadi Korban Amukan Pria dengan Gangguan Jiwa

Liputan6.com, Buru – Tiga perempuan dan empat laki-laki menjadi korban keganasan Amir Ternate (35), warga Desa Jikumerasa, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, Rabu 27 Februari 2019.

Ketujuh korban saat ini dirawat tim medis RSUD Namlea akibat luka bacok. Kondisi korban cukup serius karena mendapatkan luka parah.

Sofian (37), ibu rumah tangga misalnya, mengalami luka pada bagian belakang dan luka sayatan pada bagian lengan sebelah kiri. Begitupun, Ida Ratnasari (25) mengalami luka pada bagian dagu dan luka sayatan di bagian lengan sebelah kiri.

Sementara Rasun (59) yang juga ibu rumah tangga mengalami luka pada bagian punggung belakang. Adapun Ilham Aunaka (23), seorang supir angkutan mengalami luka pada bagian lengan sebelah kanan.

Puasa Aunaka (61), warga Desa Jikumerasa Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru juga jadi korbam luka potong pada bagian leher sebelah kanan.

Korban penyerangan lainnya, Nurdin Buton (59) mendapat luka pada bagian leher sebelah kanan dan pipi sebelah kiri. Korban terakhir bernama La Bima Kondoa (63) mendapat luka sayatan di bagian tangan sebelah kiri.

Menurut keterangan salah seorang saksi mata, kejadian terjadi pada pukul 06.45 WIT. Pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa menyerang warga secara membabi-buta. Tak ada yang berani mendekati pelaku.

“Ada beberapa yang coba mendekat malah dipotong,” kata salah seorang saksi yang dihubungi melalui telepon selulernya.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M Room Ohoirat mengaku, saat ini pihak berwajib telah mengamankan pelaku. Dari informasi sementara, pelaku menyerang para korban secara membabi-buta.

“Polisi masih melakukan penyelidikan mengenai motif dan penyebab penyerangan yang dilakukan pelaku. Para korban warga Desa Jikerasa,” kata Ohoirat.


Simak video pilihan berikut ini:

Kasihan! Mobil Roy Suryo Kena Imbas Ricuh di Depan Acara Prabowo di DIY

Jakarta – Acara Prabowo Subianto Menyapa Masyarakat dan Purnawirawan TNI/Polri DIY-Jateng di Grand Pacific Hall, Sleman sempat diwarnai kericuhan di luar gedung. Mobil kader Partai Demokrat Roy Suryo pun menjadi salah satu korbannya.

“Betul mas (mobil kena imbas kericuhan),” ujar Roy Suryo saat dimintai konfirmasi, Rabu (27/2/2019).

Padahal, kata Roy, dia tidak hadir dalam acara tersebut. Mobilnya juga terparkir rapi di dalam rumahnya.

“Kasihan (mobilnya), nggak salah apa-apa, parkir dalam rumah sendiri, e..e..Kaca Belakangnya kena lemparan liar gerombolan yang mengejar gerombolan lainnya,” katanya.

“Kebetulan saya malah sedang di RS Panti Rapih, menunggu istri pasca operasi kantong empedu dan usus buntu kemarin,” imbuh Roy.

Roy berharap kejadian yang terjadi pada dirinya tidak menimpa warga lainnya. Apalagi sampai melukai seseorang.

“Selaku warga asli Jogja saya berharap kejadian yang menimpa (mobil saya di dalam rumah) tadi semoga tidak mengenai pihak lain, apalagi menyangkut jiwa seseorang,” ujar Roy.

Kasihan! Mobil Roy Suryo Kena Imbas Ricuh di Depan Acara Prabowo di DIYFoto: Situasi di depan rumah Roy Suryo (Dok. Roy Suryo)

Roy meminta semua pihak untuk tidak terpancing emosi. Dia juga meminta semua pihak, baik pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk mengedepankan pemilu damai.

“Mari kita jaga suasana menjelang 17 April 2019 besok, kita toh sama-sama bersaudara, jangan hanya gara-gara beda pilihan jadi masyarakat yang dikorbankan. Semoga anak-anak ini diberi hidayah oleh Allah SWT dan mendapat jalan terang dariNya,” katanya.

Kericuhan itu tepatnya terjadi di luar gedung atau tepatnya di pinggir Jalan Magelang Km 4,5. Bahkan, polisi terpaksa mengacungkan senjata laras panjang dan mengeluarkan tembakan peringatan untuk menghalau gesekan.

Kericuhan terjadi saat acara yang dihadiri oleh capres nomor urut 02, Prabowo itu berlangsung pada siang tadi. Informasi yang dihimpun, ada dua orang yang belum diketahui identitasnya, membawa spanduk Jokowi-Ma’ruf Amin di tengah massa pro Prabowo di luar Grand Pacific Hall.

Keduanya langsung dikejar massa pro Prabowo sebelum akhirnya bisa diamankan polisi yang berjaga di lokasi acara Prabowo tersebut.

“Tadi ada dua orang bawa spanduk Jokowi-Amin, dikejar,” kata Aji, salah seorang warga, Rabu (27/2/2019).
(mae/van)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>